Article

Laparoskopi pada Kista Ovarium

01/2009;
Source: OAI

ABSTRACT

mkn-sep2005- (10) Kista ovarium fisiologis merupakan massa di ovarium yang paling umum ditemukan. Kista ini disebabkan oleh karena kegagalan folikel untuk pecah atau regresi. Ukuran kista ovarium fisiologis ini kurang dari 6 cm, permukaan rata, mobile dan konsistensi kistik. Keluhan dapat berupa massa di daerah pelvik maupun ketidakteraturan haid. Terdapat beberapa jenis kista fungsional yaitu kista folikuler, kista korpus luteum, kista teka lutein dan luteoma kehamilan. Penanganan kista ovarium dapat berupa konservatif maupun operatif. Prosedur pembedahan perlu dilakukan untuk mengetahui asal massa bila dari pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang sulit menentukan asal massa tersebut.Pada tahun 1991, laparoskopi baru digunakan baik sebagai alat diagnosa sekaligus sebagai terapi. Prosedur pembedahan kista ovarium ini dapat berupa kistektomi dan salfingo-ooforektomi. Kelebihan dari tindakan laparoskopi adalah trauma pada dinding abdomen dan resiko perlengketan lebih minimal, waktu operasi lebih singkat dan masa penyembuhan yang lebih cepat dibanding dengan laparotomi. Physiologic ovarium cyst is the most common mass in the ovarium. The cyst is caused by the failure of the follicle to breakdown or regression. The size of the physiologic ovarium cyst is less than 6 cm, with smooth surface, mobile and cystic consistency. The sign can be found the mass in the pelvic area or irregular menstruation. There are several type of functional cyst which are follicular, luteum corpus cyst, teccalutein cyst, and luteoma pregnancy. Management of ovarium cyst can be conservative or operative. We need to do the surgery procedure to investigate the root of the mass. In 1991, laparoscopy just newly used as a diagnosed tool and also as a therapy. Surgery procedure of this ovarium cyst can be cystectomy and also salphingo-ooforectomy. The advantage of laparoscopy is minimalization trauma in the abdominal wall and the risk of adhesion, shorter operation time and quicker healing time than laparatomy.

This research doesn't cite any other publications.