ArticlePDF Available

PENERAPAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN DARING DI PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN PADA MASA PANDEMI COVID-19

Authors:

Abstract

During the covid-19 pandemic, new rules in the world of education have started, namely the shift of a learning process form face to face to online. Therefore, the researcher aims to find out what e-lear ing media are widely used in the online learning process and the advantages and disadvantages of learning in the Islamic Education Management Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. This study uses a qualitative descriptive approach. Google classroom and whatsapp are online learning media that are quite in demand by users, both as the only media or as supporting media. The advantages of implementing e-learning are that students become independent, flexible, save on stationery, and students become active. The drawbacks of implementing e-learning are that the interaction between lecturers and students becomes more distant, students who do not have the motivation to learn tend to fail, limited internet access, and the teaching and learning process tends towards training rather than education.
Evaluasi: Jurnal manajemen Pendidikan Islam
ISSN (P): 2580-3387, ISSN (E): 2615-2886
DOI : http://doi.org/10.32478/evaluasi.v6i2.726
Article Type : Original Research Article
211
PENERAPAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN DARING
DI PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
PADA MASA PANDEMI COVID-19
Ainur Rahman, Sedya Santosa, Nora Saiva Jannana
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
,
Indonesia
Corresponding author: hainurrahman94@gmail.com
Submission Track:
Submisson : 30 Juni 2021
Accept Submission : 30 September 2022
Avaliable Online : 30 September 2022
Copyringht @ 2022 Author
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
Abstract
During the covid-19 pandemic, new rules in the world of education have
started, namely the shift of a learning process form face to face to online.
Therefore, the researcher aims to find out what e-lear ing media are widely
used in the online learning process and the advantages and disadvantages of
learning in the Islamic Education Management Study Program, Faculty of
Tarbiyah and Teacher Training at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. This study
uses a qualitative descriptive approach. Google classroom and whatsapp are
online learning media that are quite in demand by users, both as the only
media or as supporting media. The advantages of implementing e-learning are
that students become independent, flexible, save on stationery, and students
become active. The drawbacks of implementing e-learning are that the
interaction between lecturers and students becomes more distant, students
who do not have the motivation to learn tend to fail, limited internet access,
Evaluasi: Jurnal manajemen Pendidikan Islam
ISSN (P): 2580-3387, ISSN (E): 2615-2886
Vol. 6 No. 2 bulan September 2022
212
and the teaching and learning process tends towards training rather than
education.
Keywords : E-learning, Online Learning, Covid-19
Abstrak
Dalam masa pandemi Covid-19 sudah memulai aturan baru di dalam dunia
pendidikan, yakni beralihnya sebuah proses belajar dari tatap muka menjadi
online. oleh sebab itu peneliti bertujuan untuk mengetahui media e-learning
apa saja yang banyak digunakan di dalam proses pembelajaran daring dan
kelebihan serta kekurangan pembelajaran di Prodi Manajemen Pendidikan
Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Google
classroom dan whatsapp menjadi media pembelajarandaring yang cukup
banyak diminati oleh pengguna baik itu sebagai media satu-satunya ataupun
sebagai media pendukung. Kelebihan dari penerapannya e-learning ialah
mahasiswa menjadi mandiri, fleksibel, hemat alat tulis, mahasiswa menjadi
aktif. Adapun kekurangannya dari penerapan e-learning ialah interaksi dosen
dan mahasiswa menjadi lebih berjarak, mahasiswa yang tidak memiliki
motivasi belajar cenderung gagal, akses internet yang terbatas, proses belajar
mengajar yang cenderung ke arah pelatihan bukan ke pendidikan.
Kata Kunci: E-learning, Pembelajaran Daring, Covid-19
PENDAHULUAN
Dalam penetapan penyebaran virus Covid-19 sebagai pandemi global menurut
World Health Organization (WHO) per tanggal 11 Maret 2020 membuatnya setiap
negara menjadi hati-hati. Pandemi sendiri berarti adanya epidemi yang sudah
menjangkit orang banyak serta menyebar dibeberapa Negara (Lilis et al., 2020).
Penetapan tersebut menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 sudah melanda dunia
termasuk di Negara Indonesia (Slamet, 2021).
Peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah tentunya membawa
dampak tersendiri terhadap warga Indonesia bahkan hampir di semua sektor
kehidupan masyarakat. Salah satu peraturan pemerintah pada masa corona virus
devaese ialah pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Peraturan PSBB tersebut
berkiblat pada UU No. 6 Tahun 2018 pasal 1 ayat 1 tentang karantina kesehatan yang
menyampaikan bahwa: “Pembatasan Berskala Besar ialah pembatasan kegiatan
tertentu penduduk dalam sebuah wilayah yang diduga terinfeksi penyakit atau
Evaluasi: Jurnal manajemen Pendidikan Islam
ISSN (P): 2580-3387, ISSN (E): 2615-2886
Vol. 6 No. 2 bulan September 2022
213
terkontaminasi sedemikian rupa guna mencegah kemungkinan penyebaran penyakit
serta kontaminasi”(Yuniasih, 2020).
Sistem pembeajaran online dijalankan berlandaskan surat edaran Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan No. 36962/MPK.A/HK/2020 yang mengatakan bahwa
proses pembelajaran tatap muka resmi digantikan dengan pembelajaran daring dari
rumah. Hal tersebut pastinya membuat banyak pihak kelimpungan dalam mengikutin
proses belajar mengajar, selain sistem pembelajaran daring yang mempunyai banyak
perbedaan dari sistem tatap muka seperti dalam hal berkomunikasi, penggunaan
media, serta kehadiran, pihak orang tua ditekan untuk bisa mempersiapkan diri dan
memberikannya dorongan terhadap anak dalam menghadapi perubahan kondisi
belajar (Suri & Nelliraharti, 2020). Dari tingkat PAUD hingga pada Sekolah Dasar peran
orang tua sangat menentukan kelancaran proses pembelajaran secara daring dimana
orang tua harus mendampingin anak-anaknya selama proses pembelajaran termasuk
juga mengerti tugas yang diberikan oleh pihak guru. Sedangkan guru dan dosen
diharapkan mampu melakukan proses pembelajaran dengan penuh tanggung jawab
tanpa halangan dan menyajikan pembelajaran dengan menggunakannya teknologi
yang biasa disebut dengan e-learning. Sebagaimana disampaikan oleh Jamal bahwa e-
learning merupakan pembelajaran yang memanfaatkan dukungan teknologi internet
(Jamal, 2020). E-learning bisa menghantarkan pada suasana yang baru dalam ragam
pengembangan pembelajaran (Andayani et al., 2020).
Penelitian sebelumnya dilakukan (Umam & Syafi’i, 2021), Implementasi
Blended Learning dalam Meningkatkan Kemandirian Siswa pada Masa Pandemic
Covid-19 di SMA Sejahtera Prigen, dengan hasil penelitian bahwa penerapan blended
learning di SMA Sejahtera prigen cukup memberikan hasil yang memuaskan, sebab
dengan cara pembelajaran online, diantaranya ialah terbentuknya komunikasi yang
efektif, mengurai kejenuhan, mengejar ketertiggalan, dan memberikan kemudahan
pemahaman materi.
Adapun hasil penelitian yang dilakukan (Jamal, 2020) yaitu bahwa SMK Negeri
1 Tambelangan mempunyai hasil skor ELR 3, 45 termasuk dalam kategori siap dalam
penerapan e-learning, tetapi memerlukan sedikit peningkatan pada beberapa factor. 6
faktor yang diajukan menghasilkan 2 faktor siap tapi memerlukan sedikit peningkatan,
2 faktor tersebut ialah kesiapan peserta didik, serta kesiapan infrastruktur. Sedangkan
3 faktor siap penerapan e-learning bisa diteruskan. Ini merupakan bekal dasar dalam
kesiapan pembelajaran e-learning saat pandemi Covid-19 di SMKN 1 Tambelangan. 3
faktor tersebut ialah factor kesiapan guru, factor dorongan management serta factor
budaya sekolah serta satu factor lainnya seperti factor kecenderungan pembelajaran
e-learning masuk dalam kategori tidak siap namun memerlukan peningkatan.
Adapun hasil penelitian selanjutnya dilakukan (Zuraini & Nurhayati, 2021) yaitu
pembelajaran daring melalui e-learning merupakan pembelajaran yang efektif saat
Covid-19 hingga saat era new normal. Hal tersebut dapat dilihat dari antusias
keaktifan mahasiswa untuk menggunakan aplikasi e-learning untuk menyimak materi
Evaluasi: Jurnal manajemen Pendidikan Islam
ISSN (P): 2580-3387, ISSN (E): 2615-2886
Vol. 6 No. 2 bulan September 2022
214
serta membaca yang sudah disediakan oleh dosen pengampu, sehingga mereka bisa
mengerjakan tugas-tugas dengan benar dan baik. Walaupun terkadang mahasiswa
mengalami kendala jika jaringan terputus. Pembelajaran bahasa inggris diera new
normal ini sangat efektif memakai e-learning, sehingga mahasiswa juga mampu
menguasai materi yang sudah diberikan oleh dosen pengampu.
Dalam proses pembelajaran secara daring ini membutuhkan media virtual
serta kemahiran memakai teknologi digital. Hal ini dirasa asing bagi orang tua dan
peserta didik, mereka merasa tidak mudah dalam menggunakan media online
utamanya di tingkat PAUD dan SD. Akibatnya para wali murid berusaha membiasakan
diri dengan teknologi digital dengan mempelajari terlebih dahulu sebelum
mendampingin dan membantu anak-anak belajar daring. Sedangkan mereka yang
berada di tingkat perguruan tinggi juga harus mengetahui dan memahami
penggunaan media-media pembelajaran secara daring. Sementara itu sebagian besar
tenaga pendidik masih belum memahami dalam menggunakan media pembelajaran
secara daring sebab pembelajaran sebelumnya ialah pembelajaran secara luring.
Tetapi, pada kondisi pandemi seperti ini tenaga pendidik ditekankan harus dapat
membiasakan diri dengan pembelajaran daring.
Tenaga pendidik di tingkat Perguruan Tinggi harus bisa memilih media
pembelajaran daring yang sesuai pada Mata Kuliah yang diampuhnya. Ada beberapa
pilihan platform daring yang bisa digunakan oleh tenaga pengajar untuk menjalankan
proses belajar mengajar secara daring, seperti whatsapp, google classroom, google
meet, zoom meeting dan you tube (Fajhriani. N, 2020). Tenaga pengajar dapat
menentukan pilihan media online yang sesuai berdasarkan beberapa pertimbangan.
Hal inilah yang melatar belakangi dilakukannya penelitian ini. Adapun tujuan dari
penelitian ini ialah guna mengenali media E-learning apa saja yang banyak digunakan
dalam proses pembelajaran secara daring dan kelebihan serta kekurangan
pembelajaran E-learning di Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dimana penelitian
kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak
menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantitatif lainnya. Penelitian
kualitatif berupaya untuk menyajikan dunia sosial dan perspektifnya di dalam dunia,
dari segi konsep, perilaku, persepsi dan persoalan tentang manusia yang di teliti
(Sugiyono, 2011). Pemilihan metode kualitatif ini didasarkan pada kelebihan metode
penelitian kualitatif seperti data yang diperoleh lebih dalam serta mempertimbangkan
relevansi dengan fokus masalah yang dikaji sehingga lebih tepat jika menggunakan
metode penelitian kualitatif .
Evaluasi: Jurnal manajemen Pendidikan Islam
ISSN (P): 2580-3387, ISSN (E): 2615-2886
Vol. 6 No. 2 bulan September 2022
215
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tujuan hasil dari
penelitian ini dapat diuraikan menggunakan deskripsi berupa kalimat sesuai dengan
fokus permasalahan. Metode kualitatif ini dipandang sesuai dengan permasalahan
yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu mengkaji suatu fenomena berdasarkan perilaku
atau tindakan, dan meneliti sesuatu dari segi prosesnya (Sukmadinata, 2011).
Adapun jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
data kualitatif, yaitu data yang disajikan dalam bentuk kata verbal bukan dalam
bentuk angka. Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dari mana data dapat
diperoleh. Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah dosen Prodi
Manajemen Pendidikan Islam dan peneliti sendiri dengan menggunakan metode
wawancara, observasi dan dokumentasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Media yang Digunakan dalam E-Learning untuk Pembejalaran dalam Prodi
Manajemen Pendidikan Islam
Proses Pembelajaran dengan memakai internet dapat dikatakan dengan model
pembelajaran E-learning (Hanifah et al., 2019). E-learning ialah pembelajaran yang
memakai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) guna mentransformasikan sebuah
proses pembelajaran antara pendidik dan mahasiswa (Pujiastutik, 2019).
Pembelajaran yang efektif bisa dikatakan pembelajaran yang memanfaatkan
tektnologi informasi dan komunikasi secara maksimal dalam proses pembelajarannya
sebagai alat pendukung. Salah satunya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran ialah
dengan memanfaatkan e-learning (Hanum, 2013).
Telah banyak mengetahui ada beberapa macam platform untuk E-learning.
Dari itu peneliti ingin memahami tingkat kecenderungan dalam memilih platform e-
learning. Data yang didapatkan dari temuan di lapangan dalam penelitian ini
mengenai kecenderungan dalam memilih media E-learning untuk pembelajaran di
Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan ialah sebagai
berikut: Pertama, Google Classrom, Google clasroom merupakan serambi
pembelajaran Blended yang dirancang untuk memudahkan dunia pendidikan dalam
menjalankan proses pembelajaran, dari mulai merancang, membagikan
mengelompokan materi, penugasan serta angket tanpa kertas (Sujana et al., 2019).
Google classroom sebagai platform positif yang dapat meningkatkan kinerja guru
(Fauziah et al., 2019). Dari hasil temuan dilapangan rata-rata semua menggunakan
google classroom baik dosen maupun mahasiswa sebagai media pembelajaran prodi
manajemen pendidikan Islam. Platform ini menyediakan fasilitas yang bisa menunjang
suatu proses pembelajaran. Seperti berbagi materi, batas waktu pengumpulan tugas,
penugasan, serta berbagi video pembelajaran.
Evaluasi: Jurnal manajemen Pendidikan Islam
ISSN (P): 2580-3387, ISSN (E): 2615-2886
Vol. 6 No. 2 bulan September 2022
216
Kedua, Google Meet, Google meet merupakan layanan video yang digunakan
untuk berkomunikasi yang dikembangkan oleh google (Febriyanti & Sundari, 2020).
Sebagai aplikasi konferensi video yang bisa memuat hingga 50 peserta platform ini
sering dipergunakan terhadap kelas-kelas kecil dari hasil temuan dilapangan terdapat
60% yang mempergunakan google meet sebagai media pembelajaran di prodi
manajemen pendidikan Islam. Bagi dosen yang mempunyai kelas kecil lebih berminat
menggunakan google meet, adapun cara mengimplementasikan media tersebut
termasuk mudah sehingga sebagian dosen berminat menggunakannya platform ini.
Ketiga, Whatsapp, Whatsapp adalah salah satu bagian sosial media yang
sangat dikenali bagi banyak semua orang, oleh sebab itu pemanfaatan aplikasi
whatsapp bisa digunakan untuk pendukung kelancaran dan kesuksesan proses belajar
mengajar (Tanjung & Rohayati, 2019). Dari hasil wawancara terdapat semua dosen
memakai aplikasi whatsapp sebagai media pembelajaran di prodi manajemen
pendidikan islam. Dosen banyak yang memanfaatkan aplikasi whatsapp, baik itu
sebagai satu-satunya media yang dipakai dalam sebuah proses belajar mengajar
maupun hanya sebagai media penunjang agar proses belajar mengajar berjalan lancar
dan sukses. Dengan memanfaatkan group whatsapp (GWA) mahasiswa serta bisa
berdiskusi perihal materi pembelajaran.
Keempat, Zoom Meeting, Zoom meeting adalah media pembelajaran yang
memakai video (Haqien & Rahman, 2020). Di dalam aplikasi ini pengguna bisa
berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah dengan menggunakan video. Zoom
meeting adalah salah satunya platform yang dipergunakan dalam bisnis, perkantoran
serta lembaga pendidikan. Platform ini ada yang gratis dan ada yang berbayar, paket
yang berbayar memiliki kelebihan fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan pada yang
gratis (Monica & Fitriawati, 2020). Dari hasil temuan terdapat sebagian persen dosen
ataupun mahasiswa yang mempergunakan aplikasi zoom meeting sebagai media e-
learning di dalam proses belajar mengajar di Prodi Manajemen Pendidikan Islam.
Kelebihan dan Kekurangan E-Learning untuk Pembelajaran Prodi Manajemen
Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta
Pengaplikasian E-learning tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan,
adapun kelebihan dan kekurangan E-learning dalam pembelajaran di prodi
manajemen pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
Kelebihan E-learning untuk pembelajaran Prodi Manajemen Pendidikan Islam
FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu: Pertama, Kemandirian E-learning
merupakan inovasi yang bisa dimanfaatkan di dalam sebuah proses pembelajaran
(Hani, 2020). Dalam sebuah proses E-learning, kegiatan pembelajaran banyak yang
berpusat terhadap mahasiswa, oleh sebab itu mahasiswa lebih dapat mandiri di dalam
melakukan tugas-tugas serta mencari tambahan materi yang dibutuhkan untuk
Evaluasi: Jurnal manajemen Pendidikan Islam
ISSN (P): 2580-3387, ISSN (E): 2615-2886
Vol. 6 No. 2 bulan September 2022
217
mereka (Rahmawati et al., 2018). Data yang di dapatkan dari temuan adalah bahwa
membenarkan dan menyetujui dengan pernyataan di atas.
Kedua, Fleksibel Dosen serta mahasiswa dapat melaksanakan sebuah proses
pembelajaran dimana dan kapan saja, tidak terbatas oleh waktu, jarak serta tempat.
Hal tersebut sesuai pada pendapat yang di sampaikan oleh Ike Yustanti dalam artikel
jurnalnya ia menyampaikan bahwa bahwa kelebihan dari e-learning ialah memberikan
fleksibilitas bagi pengguna (Yustanti & Novita, 2019). Adapun data yang di temukan
adalah setuju dengan pendapat tersebut.
Ketiga, Hemat alat tulis Dalam proses e-learning tidak membutuhkan banyak
alat tulis, seperti white board, buku tulis, spidol, pena, kertas serta penghapus papan
tulis. Data yang di peroleh bahwa setuju jika e-learning dapat menghemat alat tulis.
Keempat, Berubahnya peran Mahasiswa dari asal mula pasif ke aktif. Dalam
pembelajaran tatap muka atau konvensional mahasiswa tidak banyak yang aktif dalam
kelas karena dosen yang lebih mendominasi kegiatan perkuliahan. Dengan e-learning
mahasiswa ditekankan bisa aktif mengikutin proses pembelajaran sebab proses
pembelajaran banyak yang berpusat pada mahasiswa (Albab, 2020). Segala bentuk
kegiatan mahasiswa terkontrol dalam sistem pembelajaran pembelajaran seperti
kapan mahasiswa memulai materi, mengirimkan tugas serta kegiatan perkuliahan
lainnya. Data yang di dapatkan dari lapangan adalah setuju dengan hal tersebut.
Adapun Kekurangan E-learning untuk pembelajaran di Prodi Manajemen
Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu: Pertama, Interaksi antara
Dosen dan Mahasiswa menjadi lebih berjarak. Proses pembelajaran terhadap e-
learning bisa mengakibatkan interaksi antara dosen dan mahasiswa berkurang serta
terasa tidak hangat (Yuniasih, 2020). Minimnya interaksi ini juga bisa menghalangi
pembentukan values dalam proses belajar mengajar. Hal tersebut juga di alami oleh
beberapa dosen di Prodi Manajemen Pendidikan Islam.
Kedua, Mahasiswa yang tidak memiliki motivasi belajar cenderung gagal.
Penerapan e-learning menekankan mahasiswa agar senantiasa aktif di dalam proses
pembelajaran, oleh sebab itu mahasiswa yang tidak aktif serta yang tidak memiliki
motivasi belajar cenderung akan ketinggalan bahkan sampai gagal (Hadisi & Muna,
2015). Hal tersebut di benarkan atau di setujui oleh beberapa dosen.
Ketiga, Akses internet yang tidak merata. Tidak meratanya internet merupakan
isu mendasar yang ditemukan di dalam penerapan e-learning. Pastinya hal tersebut
menjadi penghalang dalam proses pembelajaran mengingat akses internet ialah inti
dari proses e-learning. Mutia dan leonard menyampaikan bahwa untuk memperoleh
sebuah proses e-learning yang efektif maka mahasiswa serta dosen harus mempunyai
perangkat dan akses internet yang stabil (Mutia & Leonard, 2013). Adapun data yang
di peroleh bahwa semuanya menemukan hambatan ini di dalam proses pelaksanaan
e-learning oleh sebab itu para dosen dan mahasiswa menyetujui jika tidak meratanya
internet menjadi salah satu kekurangan e-learning.
Evaluasi: Jurnal manajemen Pendidikan Islam
ISSN (P): 2580-3387, ISSN (E): 2615-2886
Vol. 6 No. 2 bulan September 2022
218
Keempat, Proses belajar mengajar yang cenderung ke arah pelatihan bukan
pendidikan. Dalam pelaksanaan e-learning dosen tidak sedikit memberikan tugas serta
latihan agar mahasiswa lebih mandiri serta terlatih, mahasiswa melakukan secara
mandiri tanpa pendampingan oleh dosen. Dimana dosen tidak dapat melihat
karakter serta perilaku mahasiswa secara mendalam. Data yang didapatkan
membenarkan dan menyetujuai adanya hal tersebut.
KESIMPULAN
Berdasarkan apa yang telah di sampaikan di atas maka dapat disimpulkan
bahwa penerapan e-learning di masa pandemi covid-19 merupakan suatu keharusan
di dalam prsoes pembelajaran. Banyak platform media pembelajaran online membuat
dosen harus pintar menentukan sebuah pilihan media yang sesuai pada mata kuliah
yang diampuhnya. Dari beberapa platform yang di tawarkan di dalam penelitianini
yaitu whatsapp dan google classroom menjadi media pembelajaran daring yang cukup
banyak diminati oleh pengguna baik itu sebagai media satu-satunya ataupun sebagai
media pendukung. Dalam setiap proses pembelajarannya baik daring ataupun tatap
muka terdapat kelebihan serta kekurangan, dari kelebihan pada penerapan e-learning
ialah mahasiswa menjadi mandiri, hemat alat tulis, fleksibel, berubahnya peran
mahasiswa dari asal mula pasif ke aktif. Adapun kekurangan dari penerapan e-learning
ialah interaksi antara dosen serta mahasiswa menjadi lebih berjarak, mahasiswa yang
tidak memiliki motivasi cenderung gagal, akses internet yang tidak merata, proses
belajar mengajar yang cenderung ke arah pelatihan bukan pendidikan.
REFERENSI
Albab, S. U. (2020). Analisis Kendala Pembelajaran E-learning Pada Era Disrupsi di SMK
Terpadu Al-Islahiyah Singosari Malang. Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan,
2(1), 46–57. http://ejournal.insud.ac.id/index.php/MPI/article/view/105
Andayani, D. D., Fathahillah, & Abdal, N. M. (2020). Penerapan E-Learning Sebagai
Alternatif Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Seminar Nasional Hasil
Pengabdian Kepada Masyarakat “Peluang Dan Tantangan Pengabdian Kepada
Masyarakat Yang Inovatif Di Era Kebiasaan Baru,” 228–236.
Fajhriani. N, D. (2020). Manajemen Waktu Belajar di Perguruan Tinggi pada Masa
Pandemi Covid-19. JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management, 1(3),
298–309. https://doi.org/10.35719/jieman.v1i3.27
Fauziah, U. N. El, Suryani, L., & Syahrizal, T. (2019). Penerapan Google Classroom
Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Kepada Guru-Guru Bahasa Inggris SMP di
Subang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas), 2(2), 183–191.
https://doi.org/10.22460/as.v2i2p183-191.3281
Evaluasi: Jurnal manajemen Pendidikan Islam
ISSN (P): 2580-3387, ISSN (E): 2615-2886
Vol. 6 No. 2 bulan September 2022
219
Febriyanti, R. H., & Sundari, H. (2020). Penerapan Penggunaan Platform Dalam
Pengajaran Bahasa Inggris Berbasis Daring. Rangkiang: Jurnal Pengabdian Pada
Masyarakat, 2(1), 17–27. https://doi.org/10.22202/JR.2020.V1i2.3929
Hadisi, L., & Muna, W. (2015). Pengelolaan Teknologi Informasi Dalam Menciptakan
Model Inovasi Pembelajaran (E-Learning ). Jurnal Al-Ta’dib, 8(1), 117–140.
Hani, A. (2020). Strategi Penggunaan E-Learning Sebagai Media Pembelajaran di Masa
Pandemi Covid - 19. Jurnal Agriwidya, 1(3), 1–10.
Hanifah, Supriadi, N., & Widyastuti, R. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran E-
learning Berbantuan Media Pembelajaran Edmodo Terhadap Kemampuan
Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik. Numerical: Jurnal Matematika
Dan Pendidikan Matematika, 3(1), 31–42.
https://doi.org/10.25217/numerical.v3i1.453
Hanum, N. S. (2013). Keefektifan E-learning sebagai Media Pembelajaran (Studi
Evaluasi Model Pembelajaran E-learning SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto).
Jurnal Pendidikan Vokasi, 3(1), 90–102. https://doi.org/10.21831/jpv.v3i1.1584
Haqien, D., & Rahman, A. A. (2020). Pemanfaatan Zoom Meeting Untuk Proses
Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19. SAP (Susunan Artikel Pendidikan),
5(1), 51–56.
Jamal, S. (2020). Analisis Kesiapan Pembelajaran E-Learning Saat Pandemi Covid-19 di
SMK Negeri 1 Tambelangan. Paedagoria: Jurnal Kajian, Penelitian Dan
Pengembangan Kependidikan, 11(2), 149–154.
Lilis, A., Ulfah, S. I., & Endang, D. R. (2020). The Effectiveness of Using E-Learning as
Learning Media. JKBM (Jurnal Konsep Bisnis Dan Manajemen), 7(1), 72–81.
https://doi.org/10.31289/jkbm.v7i1.4333
Monica, J., & Fitriawati, D. (2020). Efektivitas Penggunaan Aplikasi Zoom Sebagai
Media Pembelajaran Online Pada Mahasiswa Saat Pandemi Covid-19. Jurnal
Communio : Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 1630–1640.
https://doi.org/10.35508/jikom.v9i2.2416
Mutia, I., & Leonard. (2013). Kajian Penerapan E-learning Dalam Proses Pembelajaran
di Perguruan Tinggi. Faktor Exacta, 6(4), 278–289.
Pujiastutik, H. (2019). Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran E- learning
Berbasis Web pada Mata Kuliah Belajar Pembelajaran I Terhadap Hasil Belajar
Mahasiswa. Jurnal Teladan, 4(1), 25–36.
Rahmawati, L., Junaidi, & Ikhsan, J. (2018). E-Learning & Konsep Belajar Mandiri.
Yogyakarta: Penebar Media Pustaka.
Slamet. (2021). Pengalaman Proses Pembelajaran Jarak Jauh di Perguruan Keagamaan
Evaluasi: Jurnal manajemen Pendidikan Islam
ISSN (P): 2580-3387, ISSN (E): 2615-2886
Vol. 6 No. 2 bulan September 2022
220
Islam Negeri: Dampak Pandemi Covid-19. Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Islam, 5(2), 363–381.
Sugiyono. (2011). Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung:
Alpabeta.
Sujana, I. M., Waluyo, U., Arifuddin, & Soepriyanti, H. (2019). Pengembangan
“Content” Google Classroom Untuk Guru dan Mahasiswa Babasa Inggris Kota
Mataram. Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 2(4), 396–401.
Sukmadinata, N. S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan; penelitian memberikan
deskripsi, eksplanasi, prediksi, inovasi, dan juga dasar-dasar teoritis bagi
pengembangan pendidikan. Bandung: UPI dan PT. Remaja Rosdakarya.
Suri, M., & Nelliraharti. (2020). Aplikasi Google Classroom Dalam Pembelajaran Mata
Kuliah Bahasa Inggris di Masa Pandemi Covid-19. Journal of Education Science,
6(2), 165–173.
Tanjung, R. S., & Rohayati, D. (2019). Pemanfaatan Group Whatsapp Pada Pengajaran
Bahasa Inggris Terhadap Pramusaji Seafood Restaurant di Pasar Ikan Pantai Timur
Pangandaran. Junal Keparawisataan Dan Hospitalitas, 3(2), 162–182.
Umam, A. Z., & Syafi’i, I. (2021). Implementasi Blended Learning dalam Meningkatkan
Kemandirian Siswa pada Masa Pandemi Covid-19 di SMA Sejehtera Prigen.
Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 111–120.
https://doi.org/10.32478/evaluasi.v5i2.617
Yuniasih, E. (2020). Implementasi E-learning Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa
Inggris di Masa Pandemic Covid-19 Pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
IAIN Metro. JEE (Jurnal Edukasi Ekobis), 8(1), 101–112.
Yustanti, I., & Novita, D. (2019). Pemanfaatan E-Learning Bagi Para Pendidik di Era
Digital 4.0. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana
Universitas PGRI Palembang 12 Januari 2019, 338–346.
Zuraini, & Nurhayati. (2021). Efektifitas Pembelajaran E-Learning Diera New Normal.
Genta Mulia: Jurnal Ilmiah Pendidikan, XII(1), 130–136.
https://www.ejournal.stkipbbm.ac.id/index.php/gm/article/view/563
ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication.
Article
Full-text available
Pembelajaran online yang sudah cukup lama dilakukan akibat pandemi covid 19 meninggalkan berbagai kendala dan masalah. Kendala dan masalah tersebut mengakibatkan pembelajaran yang dilakukan tidak maksimal dan kurang efektif. Karena itu, perlu adanya inovasi untuk mengurai permasalahan yang telah lama menimpa pembelajaran online di sekolah. Salah satu inovasi yang dilakukan SMA Sejahtera Prigen adalah menerapkan model blended learning. Peniliti mengkaji penerapan tersebut dengan pendekatan kualitatif deskritif. Dan peniliti menemukan bahwa penerapan blended learning di SMA Sejahtera Prigen cukup memberikan hasil yang memuaskan, karena dengan model tersebut sekolah dapat menemukan solusi dari beberapa kendala saat pembelajaran online, diantaranya adalah Terbangunnya komunikasi yang efektif, mengurai kejenuhan, mengejar ketertinggalan, serta mempermudah pemahaman materi. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa penerapan blended learning di SMA Sejahtera Prigen cukup efektif untuk meminimalisir permalasahan pembelajaran online pada masa pandemi covid 19, sekaligus meningkatkan kemandirian siswa dalam tanggung jawab belajarnya.
Article
Full-text available
Karena penyebaran covid-19 yang terjadi di Indonesia, seluruh Mahasiswa di Indonesia diwajibkan untuk belajar Online dirumah. ARS University adalah salah satu kampus yang menerapkan pembelajaran online menggunakan aplikasi Zoom. Zoom Cloud meeting merupakan salah satu media pembelajaran online yang sering digunakan di ARS University. Efektivitas pembelajaran online sangat perlu diperhatikan agar mahasiswa memahami saat pembelajaran berlangsung. Tujuan penelitian ini, adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana efektivitas pembelajaran online menggunakan aplikasi Zoom di ARS University. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif yang berlandaskan pada paradigma post positivisme. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran online menggunakan aplikasi Zoom sudah efektif. Pembelajaran secara online mendapat tanggapan sangat baik dari mahasiswa karena pembelajaran yang lebih fleksibel saat menggunakanya. Dengan adanya pembelajaran online menjadikan mahasiswa lebih mandiri dan mendorong Mahasiswa harus lebih aktif dalam perkulihan. Banyaknya fitur di dalam Zoom menjadikan pembelajaran lebih menarik. Selain itu, pemahaman dan penerimaan yang disampaikan oleh dosen dapat dirasakan oleh mahasiswa ARS.
Article
Full-text available
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kesiapan Pembelajaran e-learning saat pandemic COVID-19 di SMK Negeri 1 Tambelangan dalam enam aspek kesiapan (Kesiapan Peserta Didik, Kesiapan Guru, Kesiapan Infrastruktur, Dukungan Managemen, Budaya Sekolah, dan Kecenderungan Terhadap Tatap Muka).Model E-Learning Readiness yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Teddy & Swatman (2006) menggunakan enam faktor kesiapan. Enam fator tersebut adalah kesiapan peserta didik, kesiapan guru, infrastruktur, dukungan managemen, budaya sekolah dan kecenderungan pembelajaran tatap muka. Faktor kesiapan peserta didik diperoleh nilai sebesar 3,793. Menurut tabel rentang nilai dan kategori (Aydin & Tasci 2005 : 2015) bahwa dengan nilai tersebut dinyatakan siap tetapi membutuhkan sedikit peningkatan. Faktor kesiapan guru, Faktor dukungan management serta Faktor Budaya Sekolah diperoleh nilai sebesar 4,2. Menurut tabel rentang nilai dan kategori (Aydin & Tasci 2005 : 2015) bahwa dengan nilai tersebut siap penerapan e-learning dapat dilanjutkan. Hanya 1 faktor yang tidak siap dan perlu peningkatan adalah Faktor Kecenderungan tatap muka dengan nilai ELR sebesar 3,304
Article
Full-text available
ABSTRAKPenggunaan teknologi dalam proses pembelajaran merupakan hal yang selalu digunakan. Di era industri 4.0 guru dituntut memiliki kemampuan yang cukup dalam mengikuti perkembangan teknologi. Pembelajaran yang berfokus kepada proses tatap muka harus sudah diintegrasi dengan blended-learning. Kondisi ini membuat Google sebagai salah satu web tool terbesar memperkenalkan Google Classroom (GC) pada tahun 2014. Adanya GC diharapkan bisa menjadi solusi untuk permasalahan seperti kurangnya jam pelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris ditingkat SMP. Namun sayangnya masih banyak guru yang masih belum mengetahui tentang kebermanfaatan GC. Sehingga melalui pengabdian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang holistik terkait dengan pengunaan GC khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Lebih jauh, pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa inggris siswa yang meliputi kemampuan menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing). Metode pengabdian dilaksanakan ada empat tahapan yaitu: a) tahapan analisis, b) tahapan penyusunan materi , c) tahapan pelaksanaan, dan d) tahapan penyusunan laporan kegiatan. Adapun hasil dari pengabdian ini adalah semua guru peserta belum mengenal GC, sehingga guru sangat antusias dan tertarik dengan penggunaan GC. Guru mengetahui flatform yang dapat mereka gunakan dalam pembelajaran yang berintegrasi dengan blended learning. Guru dapat lebih mudah untuk mengelola tugas kelas dengan cepat dan memberikan umpan balik kepada siswa secara efektif. Akan tetapi, fasilitas seperti ketersediaan koneksi yang baik juga harus didukung demi lancarnya penggunaan GC dalam pembelajaran.Kata kunci: Google Classroom, blended-learning, teknologi industri 4.0 ABSTRACTTechnology is always used in teaching and learning process. In industry 4.0, teachers are asked to develop skill in using technology. Learning focuses not only in the classroom but also it should be integrated with blended learning. This situation makes google as one biggest web tool to introduce google classroom (GC) in 2014, GC is expected to be solution to solve the problems such as limitation of time in learning. Unfortunately, many teachers do not know about GC. So, this community services program is expected to help teachers in using GC, especially English teachers. Besides, it is also to improve English language skills, such as listening, speaking, reading, and writing. There are four methods of community services program, they are: a) analysis step, b) material arrangement, c) implementation, d) report. The result of community services shows that all teachers as participants do not know about GC, so they are really excited in using GC. Teachers know GC and they can implement in learning and it can be integrated learning. Teachers are easier to manage the class and help teachers to assess the assignment effectively. Nevertheless, the good connection should be determined to support the implementation of using GC.Kata kunci: Google Classroom, blended-learning, Industry technology 4.0
Article
Full-text available
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan standar mutu pelaksanaan e-learning sebagai media pembelajaran yang efektif; (2) mengidentifikasi keefektifan perencanaan pembelajaran elearning; (3) mengidentifikasi keefektifan perancangan dan pembuatan materi pembelajaran elearning; (4) mengidentifikasi keefektifan metode penyampaian pembelajaran e-learning; (5) mengidentifikasi keefektifan pelaksanaan dan interaktivitas pembelajaran e-learning; (6) mengidentifikasi keefektifan evaluasi pelaksanaan e-learning; (7) mengetahui faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan e-learning sebagai media pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan model evaluasi discrepancy. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi, kemudian data dianalisis secara deskriptif. Keberhasilan program diukur dengan kriteria absolute, yakni standar pelaksanaan pembelajaran e-learning yang telah ditetapkan sebelumnya dari standar mutu penyelenggaraan e-learning yang ideal. Analisis deskripsi data mendiskripsikan dan memaknai keefektifan e-learning sebagai media pembelajaran di SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto dari tiap-tiap data ubahan dan sub ubahan, yaitu nilai rerata pada standar variabel penelitian. Masing-masing ubahan dibandingkan dengan acuan kriteria yang telah ditentukan berdasarkan rata-rata ideal dan simpangan baku ideal yang dapat dicapai oleh instrumen. Responden dari penelitian ini adalah guru dan siswa SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto yang terlibat langsung dengan pembelajaran e-learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran e-learning di SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto sesuai dengan standar mutu pelaksanaan e-learning pada komponen perencanaan pembelajaran cukup efektif dengan kecenderungan 77,57%; komponen perancangan dan pembuatan materi cukup efektif dengan kecenderungan 75,14%; komponen penyampaian pembelajaran e-learning cukup efektif dengan kecenderungan 75%; komponen interaksi pembelajaran cukup efektif dengan kecenderungan 66,10%; dan komponen evaluasi pelaksanaan pembelajaran e-learning cukup efektif dengan kecenderungan 69,01%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran e-learning sebagai media pembelajaran di SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto cukup efektif dengan tingkat kecenderungan 77,27%. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran e-learning di SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto tidak sepenuhnya efektif bagi semua guru di SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto, dikarenakan beberapa faktor dari pelaksanaannya yang belum optimal. THE EFFECTIVENESS OF E-LEARNING AS INSTRUCTIONAL MEDIA (EVALUATION STUDY OF E-LEARNING INSTRUCTIONAL MODEL INSMK TELKOM SANDHY PUTRA PURWOKERTO)AbstractThis study aims to: (1) describe the quality standard of e-learning as effective instructional media, (2) identify the effectiveness of e-learning instructional plan, (3) identify the effectiveness of designing and developing the e-learning materials, (4) identify the effectiveness of delivery method of the e-learning instructional strategy, (5) identify the effectiveness of implementation and interactivities of e-learning instructional, (6) identify the effectiveness of evaluation of the elearning process, and (7) identify the inhibiting and supporting factors in the implementation of elearning as instructional media. This study is an evaluation research using the discrepancy evaluation model. The data were collected through questionnaire and observation, and analyzed descriptively. The success of the program was measured using absolute criteria, i.e. the standard process of e-learning instruction determined by the ideal standard of the quality of e-learning process. The descriptive data analysis described and interpreted the effectiveness of e-learning as instructional media in SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto by each alteration and subalteration data, i.e the average value in the standard of the research variable. Each alteration was compared with criterion standards determined based on the ideal mean and standard deviation obtained by the instrument. The respondents were teachers and students of SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto directly involved in the e-learning instruction. The results show that the implementation of e-learning in SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto based on the quality standard of e-learning implementation on the component of instructional plan is quite effective with the tendency of 77.57%; the component of designing and developing the material is quite effective with the tendency of 75.14%; the component of delivery method of instructional strategy is quite effective with the tendency of 75%; the component of interactivities is quite effective with the tendency of 66.10%; and the component of evaluation of e-learning process is quite effective with the tendency of 69.01%. Overall it can be concluded that the implementation of e-learning as instructional media in SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto is quite effective with the tendency of 77.27%. This study indicates that the implementation of elearning instruction at SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto is not completely effective, because several factors of implementation are not optimal.
Article
Full-text available
The concept is known as e-Learning brings the influence of conventional education in the transformation process into digital form, both contents (contents) and the system. Nowadays the concept of e-Learning has been widely accepted by the world community, as evidenced by the widespread implementation of e-learning in educational institutions. E-learning enables learners to access information that is accurate and up-to-date without the barriers of space and time. Ease of access to E-learning makes students can learn from anywhere and at any time origin have the adequate internet connection. The conclusion is: (1) Students can easily take courses anywhere without being confined again to the constraints of the institution and the state, (2) Students can easily sit and discuss with experts or experts in the field of interest, (3) Course materials even can easily be taken in various parts of the world without depending on the college in which students learn.
Article
Waktu adalah bagian penting dan tidak terpisahkan dari kehidupan seseorang. Pencapaian kesuksesan ditentukan sejauh mana seseorang menentukan waktunya. Dalam dunia manajemen waktu, pendidikan juga merupakan bagian penting dari keberhasilan kegiatan pendidikan. Manajemen waktu adalah kemampuan untuk menggunakan waktu secara efektif dan efisien begitu pula manajemen waktu belajar tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan mahasiswa. Selama pandemi COVID-19, semua mahasiswa di perguruan tinggi melakukan study from home dan melakukan kegiatan belajar menggunakan media online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen waktu belajar selama pandemi COVID-19 pada mahasiswa Bimbingan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualilatif. Hasil penelitian yang peneliti lakukan didapatkan bahwa problematika manajemen waktu belajar di Perguruan Tinggi pada masa pandemi covid-19 bahwa manajemen waktu belajar selama masa pandemi COVID-19 perlu adaptasi dengan baik, hal ini dikarenakan pandangan bahwa kuliah satu satunya di kampus. Akhirnya banyak mahasiwa banyak yang bekerja ataupun membantu orangtua di rumah. Selain itu kendala jaringan dan faktor mencari sinyal internet juga menjadi problem mendasar dikalangan mahasisiwa. Kata Kunci: manajemen waktu belajar, pandemi covid-19 Time is an important and inseparable part of someone’s life. Achievement of success is determined by the extent to which an individual determines the time. Within the domain of time management, education is also an important part of the success of educational activities. Time management is the ability to use time effectively and efficiently as well as learning time management in which it cannot be separated within student life. During the COVID-19 pandemic, all of the university students conducted the learning process from home and carried it out by using online media. The purpose of this study was to determine how study time management during the COVID-19 pandemic in Islamic Counseling Guidance students at the Imam Bonjol State Islamic University, Padang. The research method used is qualitative research. The results of the research suggested that the problem of study time management in universities during the Covid-19 pandemic was that learning time management during the COVID-19 pandemic needed to be well-adapted, this was due to the perception that the learning process itself were only took place at the campus. Therefore, many students work or help their parents at home. Apart from that, the internet’s network stability is also a fundamental problem among students.
Article
Mathematical problem solving is a problem solving that uses mathematical problem solving. Students in the problem solving did not use the polya method so that students succeeded in difficulties. Educators still use conventional learning models so that students become bored, passive and reluctant to ask whether going forward working on the questions given by the educator, so that new learning models need to be applied. The e-learning learning model assisted with Edmodo learning media is an online presentation material on an Edmodo account using the mobile phone of students. PAM is the knowledge learned by students before getting learning material. This study aims to study the interaction of e-learning learning models assisted by Edmodo learning media to solve mathematical problems. This study is quantitative research. Data collection used with tests, interviews, collection and collection. The data analysis technique uses two-way anava test with cells that are not the same. From the results of the analysis, the influence of the e-learning learning model on mathematical problem solving abilities. It is necessary to question the high, medium, and low mathematical initial knowledge of Great mathematical problem solving ability, then there is no difference between assisted e-learning learning models edmodo, mathematical initial knowledge of mathematical problem solving abilities.
Analisis Kendala Pembelajaran E-learning Pada Era Disrupsi di SMK Terpadu Al-Islahiyah Singosari Malang
  • S U Albab
Albab, S. U. (2020). Analisis Kendala Pembelajaran E-learning Pada Era Disrupsi di SMK Terpadu Al-Islahiyah Singosari Malang. Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan, 2(1), 46-57. http://ejournal.insud.ac.id/index.php/MPI/article/view/105
Penerapan Penggunaan Platform Dalam Pengajaran Bahasa Inggris Berbasis Daring
  • R H Febriyanti
  • H Sundari
Febriyanti, R. H., & Sundari, H. (2020). Penerapan Penggunaan Platform Dalam Pengajaran Bahasa Inggris Berbasis Daring. Rangkiang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 2(1), 17-27. https://doi.org/10.22202/JR.2020.V1i2.3929