ArticlePDF Available

Etika Bisnis Usaha Pesantren dan Kesesuaiannya dengan Prinsip Etika Bisnis Islami

Authors:

Abstract

When we talk about ethics, what we have in mind are good habits, good attitudes and good customs. It teaches good behavior towards other people and the environment. Because ethics is a human trait that cannot be separated from it. In any case, definitely use ethics, including in business. Pesantren is an educational institution that teaches its students about ethics. They are educated to be human with noble character to anyone. The purpose of this study was to determine the business ethics of Islamic boarding schools and their conformity with the principles of Islamic business ethics. The research method used is qualitative, the research results are not obtained through statistical procedures with a case study of Pondok Pesantren Darussalam Ciomas Bogor. As for the suitability of the principles of Islamic business ethics at the Darussalam Islamic boarding school with the principles of business ethics in Islam, including: Unity, balance, responsibility, and accountability & trust. the development and welfare of the citizens of Darussalam. Based on the results of this study, the researcher can provide suggestions including: First, the pesantren business unit needs to improve the regeneration system at the Darussalam Islamic Boarding School in Bogor to improve and advance human resources in the fields of business units, education, and others. So that it can maintain the integrity of the pesantren. Second, improving the facilities and infrastructure of the pesantren to help make the activities of the pesantren better. Because in this case the facilities and infrastructure are very helpful in the progress of the pesantren. Third, this research is still far from perfect, so it is necessary for further development and research so that this research can be better. Keywords: ethics, business, Islamic business ethics principles, Islamic boarding school
Vol 4 No 2 (2023) 446-453 P-ISSN 2620-295 E-ISSN 2747-0490
DOI: 1047467/elmal.v4i2.1457
446 | V o l u m e 4 N o m o r 2 2 0 2 3
Etika Bisnis Usaha Pesantren dan Kesesuaiannya dengan
Prinsip Etika Bisnis Islami
Reinaldi A’inul Yaqien1, Ibdalsyah2, Ikhwan Hamdani3
1,2,3Universitas Ibn Khaldun Bogor, Jawa Barat, Indonesia
reinaldiainulyaqien071@gmail.com1, buyaibdalsyah@gmail.com2,
Onehamdani@gmail.com3
ABSTRACT
When we talk about ethics, what we have in mind are good habits, good attitudes and
good customs. It teaches good behavior towards other people and the environment. Because
ethics is a human trait that cannot be separated from it. In any case, definitely use ethics,
including in business. Pesantren is an educational institution that teaches its students about
ethics. They are educated to be human with noble character to anyone. The purpose of this
study was to determine the business ethics of Islamic boardi ng schools and their conformity
with the principles of Islamic business ethics. The research method used is qualitative, the
research results are not obtained through statistical procedures with a case study of Pondok
Pesantren Darussalam Ciomas Bogor. As for the suitability of the principles of Islamic business
ethics at the Darussalam Islamic boarding school with the principles of business ethics in Islam,
including: Unity, balance, responsibility, and accountability & trust. the development and
welfare of the citizens of Darussalam. Based on the results of this study, the researcher can
provide suggestions including: First, the pesantren business unit needs to improve the
regeneration system at the Darussalam Islamic Boarding School in Bogor to improve and
advance human resources in the fields of business units, education, and others. So that it can
maintain the integrity of the pesantren. Second, improving the facilities and infrastructure of
the pesantren to help make the activities of the pesantren better. Because in this case the
facilities and infrastructure are very helpful in the progress of the pesantren. Third, this
research is still far from perfect, so it is necessary for further development and research so that
this research can be better.
Keywords: ethics, business, Islamic business ethics principles, Islamic boarding school
ABSTRAK
Ketika berbicara etika, hal yang terdapat dalam fikiran kita adalah suatu kebiasan yang
baik, sikap yang baik dan adat yang baik. Hal tersebut mengajarkan tata cara berperilaku
yang baik terhadap orang lain dan lingkungan sekitar. Karena etika merupakan suatu sifat
manusia yang tidak lepas darinya. Dalam hal apapun pasti menggunakan etika, termasuk
dalam berbisnis. Pesantren salah satu lembaga pendidikan yang mengajarkan kepada para
santrinya tentang etika. Mereka dididik untuk menjadi manusia yang berakhlak mulia
kepada siapa pun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui etika bisnis usaha pesantren dan
kesesuaiannya dengan prinsip etika bisnis islam. Metode penelitian yang digunakan ialah
kualitatif, hasil penelitianya tidak diperoleh melalui prosedur statistic dengan studi kasus
Pondok Pesantren Darussalam Ciomas Bogor. Adapun kesesuaian prinsip etika bisnis islam
di pondok pesantren Darussalam dengan prinsip etika bisnis dalam islam, diantaranya:
Ketauhidan, keseimbangan, tanggung jawab, dan Akuntabilitas & amanah.. Dengan segala
kekurangan dan kelebihan unit usaha pesantren Darussalam, mampu memberikan
kontribusi yang baik kepada pesantren dalam hal pembangunan dan kesejahteraan warga
Darussalam. Setelah melakukan penelitian ini maka peneliti menarik kesimpulah bahwa
pondok pesantren Darussalam perlu melakukan beberapa hal diantaranya: Pertama, unit
usaha pesantren perlu meningkatkan system kaderisasi di Pondok Pesantren Darussalam
Bogor untuk meningkatkan dan kemajuan sumber daya manusia dalam bidang unit usaha,
pendidikan, dan lain-lain. Sehingga dapat menjaga integritas pesantren. Kedua,
meningkatkan sarana dan prasarana pesantren untuk membantu berjalannya kegiatan
pesantren menjadi lebih baik. Karena dalam hal ini sarana dan prasarana sangat membantu
dalam kemajuan pesantren. Ketiga, penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan, maka
Vol 4 No 2 (2023) 446-453 P-ISSN 2620-295 E-ISSN 2747-0490
DOI: 1047467/elmal.v4i2.1457
447 | V o l u m e 4 N o m o r 2 2 0 2 3
perlunya untuk pengembangan dan penelitian yang lebih lanjut agar penelitian ini bisa lebih
baik.
Kata kunci: etika, bisnis, prinsip etika bisnis islam, pesantren
Pendahuluan
Melihat perkembangan dunia bisnis yang sangat begitu cepat berkembang
dimasa kini membuat para pelaku bisnis mencari segala keuntungan dengan cara
apaun. Namun, hal tersebut harus diiringi dengan peraturan atau norma yang dapat
mengawal dan mengawasi bisnis tersebut. Sehingga bagi pelaku bisnis dapat
menjalankan bisnis dengan baik, tanpa merugikan orang lain. dan
berkesinambungan. Dengan kegiatan tersebut perusahaan atau lembaga bisnis
dapat mendatangkan manfaat dan laba yang optimal bagi kelangsungan hidup
perusahaan (Arjianto, 2011).
Di dalam dunia bisnis, etika sangat memberikan pengaruh yang sangat besar
misalnya dengan (Nawatwi). Etika bukanlah semata-mata masalah bagaimana
menghindari masalah. Etika adalah tentang cara membangun kekuatan
(Morris,2010) Tindakan beretika melahirkan sebentuk kekuatan berdasarkan
kepercayaan dan hal ini tidak bisa dilakukan oleh selainnya. Jalan menuju
ketangguhan dan kekuatan adalah dengan menekuni perilaku beretika, sedangkan
perilaku anti etika dijamin membuahkan kegagalan (Arjianto, 2011).
Selama ini tidak sedikit orang-orang yang salah dalam memahami bisnis,
yang tujuan utamanya memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa
memikirkan akibatnya. Sehinggga para pelaku bisnis menggunakan dengan segala
cara untuk mendapatkan keuntungan dunia saja tanpa keuntungan akhirat pada
akhirnya mereka mengabaikan tanggung jawab sosial dan etika bisnis. Adapun
tujuan berbisnis adalah mendapatkan keuntungan atau profit dari barang atau jasa
yang berhasil dijualnya kepada konsumen (Salamdian, 2020).
Etika merupakan dasar baik dan buruk yang menjadi referensi pengambilan
keputusan individu sebelum melakukan serangkaian kegiatan. Etika bukan hanya
larangan-larangan normatif, tetapi lebih merupakan puncak akumulasi kemampuan
operasionalisasi intelegensi manusia. Karena, etika juga disebut dengan sistem
filsafat, atau filsafat yang mempertanyakan praktis manusia berkaitan dengan
tanggungjawab dan kewajibannya. (Juliyani, 2016)
Bisnis adalah pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan
atau memberikan manfaat. Menurut arti dasarnya, bisnis memiliki makna sebagai
the buying and selling of gods and service.” Bisnis berlangsung karena adanya
kebergantungan antar individu, adanya peluang internasional, usaha untuk
mempertahankan dan meningkatkan standar hidup, dan lain sebagainya (Fauzia,
2018)
Etika bisnis adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan
bisnis yang dilakukan oleh para pelaku-pelaku bisnis (Arjianto, 2011). Maka dari itu
etika merupakan dasar terpenting yang harus dimiliki pada umumnya untuk semua
manusia dan pada khususnya bagi pelaku bisnis.
Vol 4 No 2 (2023) 446-453 P-ISSN 2620-295 E-ISSN 2747-0490
DOI: 1047467/elmal.v4i2.1457
448 | V o l u m e 4 N o m o r 2 2 0 2 3
Tinjauan Teoritis dan Hipotesis
Pengertian Etika Bisnis
Pengertian etika berasal dari bahasa Yunani Ethos” berarti adat istiadat atau
kebiasaan. Hal ini bermakna bahwa etika berkaitan dengan nilai -nilai, tata cara
hidup yang baik, norma-norma hidup yang baik dan kebiasaan yang dapat
diwariskan kepada generasi-generasi setelah kita.
Tindakan etis dipengaruhi oleh pengertian dan emosi para pelakunya.
Karena adanya proses pembelajaran, tindakan etis juga dipengaruhi oleh lingkungan
sekitar. Pembelajaran tersebut bermula dari keluarga, kelompok agama yang dianut,
organisasi tempat ia bernaung, masyarakat sekitar, bahakan oleh n egara.
(Soemarso., 2018)
Prinsip etika bisnis Islam
Prinsip etika bisnis Islam terdiri dari:
Keesaan (tauhid)
Islam dalam bahasa arab berarti (addiin) dimana kata addiin mempunyai
dua dimensi, yaitu keyakinan (‘aqiqah) dan sesuatu yang diamalkan. Amal
perbuatan merupakan perpanjangan dan implementasi dari aqidah tersebut. Islam
adalah agama samawi artinya agama yang bersumber dari Allah swt, yang
diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. Yang beriintikan keimanan dan
perbuatan (Syafii, 2012).
Aqidah memiliki arti ikatan atau perjanjian terhadap yang diyakini
kebenarannya. Aqidah merupakan bentuk keimanan atau keyakinan seseorang
sehingga timbul ketentraman dalam jiwa tanpa ada keragu -raguan, sedangkan
tauhid merupakan bentuk kesaksian, keyakinan dan keimanan manusia terhadap
keesaan Tuhan. Jadi dapat dikatakan bahwa tauhid inilah yang menjadi landasan
dasar dan inti ajaran Islam, yang bisa membedakan antara yang muslim atau yang
kafir atau musyrik atau dahriyin (Noor, 2014)
Tauhid memiliki arti yang bermakna pegangan pokok dan berpengaruh bagi
kehidupan manusia, karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang
dilakukan, Secara etimologis kata tauhid berasal dari kata bahasa arab yang
merupakan bentuk kata benda (mashdar) dai kata kerja wahhada-yuwahidu yang
berarti membuat sesuatu menjadi satu, atau menyakinkan kesatuan.
Pengertian tauhid yang digunakan dalam bahasa Indonesia, yaitu “Keesaan
Allahmentauhidkan berarti “mengakui keesaan Allah; mengesakan Allah”. Secara
istilah, tauhid memiliki makna mengesakan Allah. Dalam hal mencipta, menguasai,
mengatur dan mensempurnakan pekerjaan (mengikhlaskan) peribadahan hanya
kepada-Nya, meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya serta menetapkan
asma’ul husna dan sifat al-ulya bagiNya dan mensucikan-Nya dari kekurangan dan
cacat (Amin, 2019)
Keseimbangan (tawazun)
Tawazun memiliki arti antara dua hal yang bertentangan dan dua hal yang
saling menerima. Artinya ialah tidak condong atau melebihkan kepada salah satu
antara keduanya atau tidak berat sebelah Makna tawazun antara lain adalah
membentangkan untuk setiap sisi, dan memberikan hak yang adil atau dengan
Vol 4 No 2 (2023) 446-453 P-ISSN 2620-295 E-ISSN 2747-0490
DOI: 1047467/elmal.v4i2.1457
449 | V o l u m e 4 N o m o r 2 2 0 2 3
ukuran yang lurus tanpa melebihkan atau mengu rangi tidak melewati batas yang
telah ditentukan dan tidak merugikan. (Samsiri, 2017)
Tawazun (seimbang). Yang dimaksudkan adalah bersikap tengah-tengah dan
seimbang antara dua aspek yang saling bersebrangan, dimana salah satu aspek tidak
mendominasi seluruh pengaruh dan menghilangkan pengaruh aspek yang lain,
dimana salah satu aspek tidak mengambil hak yang berlebihan sehingga
mempersempit hak aspek yang lain. Dapat disimpulkan bahwa tawazun merupakan
suatu hal yang harus seimbang antara satu dengan yang lainnya.
Tanggung jawab (Responbility)
Tanggung jawab adalah perbuatan manusia secara sadar yang bersifat
kondratif, dimana setiap manusia menanggung tanggung jawabnyamasing -masing.
Dengan begitu tanggung jawab yang di emban oleh masing-masing orang menjadi
kewajiban bagi dia untuk melaksanakan aktivitas sesuai dengan aturannya,
sebagaimana dalam aturan berbisnis dalam Islam.
Rasa tanggung jawab adalah suatu pengertian dasar untuk memahami
manusia sebagai makhluk susila, dan tinggi rendahnya akhlak yang dimilikinya.
Terkait rasa tanggung jawab, sebaiknya manusia melandasi anggapannya dengan
mengakui kenyataan bahwa manusia dalam hubungan yang sempit dan luas
memerlukan satu sama lain untuk mewujudkan nilai-nilai kehidupan yang dirasanya
baik dan menunjang eksistensi dirinya. Rasa tanggung jawab kemudian berkembang
tindak hanya pada tataran personal, namun selalu dikaitkan dengna hubungan
orang lain, sehingga dapat dibuat dalam sistem hukum, bahkan bisa jadi hukum
pidana. Seseorang yang terhubung dengan pihak-pihak lain tidak bisa lepas dari rasa
tanggung jawab yang melekat pada dirinya (Rochmah, 2016)
Menjadi seorang wirausaha juga memiliki tanggung jawab penuh terhadap
orang lain. Implementasi rasa tanggung jawab dalam bisnis ialah seorang penjual
memberikan barang pengganti ketika barang dagangannya ada yang rusak atau
kurang baik. Mereka akan dengan senang hati mengganti barang tersebut dengan
barang yang lebih baik atau menukarnya dengan uang sejumlah barang yang rusak.
Karena barang yang mereka jual adalah tanggung jawab mereka dan apabila ada
barang yang tidak sesuai (rusak) dengan pemesanan maka wajib bagi pengelola
untuk mengganti barang tersebut degan barang yang baru. Hal tersebut akan
memberikan kepercayaan pelanggan kepada unit usaha sehingga mereka akan
datang kembali untuk berbelanja.
Kebenaran
Diartikan secara umum sebagai kenyataan sebagaimana adanya yang
menampakan diri sebagai yang ditangkap melalui pengalaman. Pengalaman tentang
kebenaran itu sendiri yang telah dialami akal si subjek dalam kesamaannya dengan
kenyataan adanya yang menampakan diri kepadanya. (Akromallah, 2018)
Kata kebenaran digunakan sebagai kata yang konkrit atau abstrak. Adanya
kebenaran itu selalu dihubungkan dengan pengetahuan manusia (subyek yang
mengetahui) mengenai obyek. Jadi kebenaran ada pada seberapa jauh subjek
mempunyai pengetahuan mengenai objek. Sedangkan pengetahuan berasal mula
Vol 4 No 2 (2023) 446-453 P-ISSN 2620-295 E-ISSN 2747-0490
DOI: 1047467/elmal.v4i2.1457
450 | V o l u m e 4 N o m o r 2 2 0 2 3
dari banyak sumber. Sumber-sumber itu kemudian sekaligus berfungsi sebagai
ukuran kebenaran (atabik, 2014).
Kebenaran itu merupakan suatu keadaan, suatu proses atau hasil proses
yang sedapat mungkin menunjukan kesesuaian antara pikiran manusia mengenai
suatu objek tertentu dengan keadaan yang senyatanya dari objek tersebut. Selain itu
pikiran juga sedapat mungkin memberikan manfaat bagi penyelesaian masalah -
masalah hidup sehari-hari. Namun, bagaimana pun juga pikiran tadi haruslah
bersifat runtut, masuk akal, dan bagian-bagiannya saling berhubungan. Dengan
demikian, jelaslah bahwa ketiga teori tersebut dalam kehidupan manusia sehari-hari
seharusnya tidak dipertentangkan, melainkan saling melengkapi. (Budisutrisna,
2016)
Pengertian Pesantren
Pesantren menurut filsafat gontor, Pondok pesantren ialah lembaga
pendidikan islam dengan sistem asrama atau pondok, dimana kiyai sebagai figur
sentralnya, masjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya, dan pengajaran agama
Islam dibawah bimbingan kyai yang diikuti santri sebagai kegiatan utamanya.
Secara etimologi istilah pondok berasal dari bahasa Arab, funduq yang
berarti rumah penginapan, ruang tidur, asrama, atau wisma sederhana. Dalam
istilah keseindonesiaan, secara terminologis kata pondok banyak yang mengartikan
dan dipahami sebagai tempat penampungan sederhana bagi para pelajar atau santri
yang jauh dari tempat asalnya.
Istilah pesantren berasal dari kata santri. Ada yang mengatakan bahasa
santri berasal dari kata Tamil atau India, shastri yang diartikan guru mengaji atau
orang yang memahami (sarjana) buku-buku dalam agama Hindu. Ada pula yang
mengatakan pesantren berasal dari turunan kata shastra yang berarti buku-buku
suci, buku-buku agama, atau buku tentang ilmu pengetahuan. Pendapat lain
mengatakan pesantren berasal dari gabungan dua kata bahasa Sankrit, yakni sant
yang berarti manusia baik dan tra yang bermakna suka menolong. Dengan begitu
pesantren adalah tempat pendidikan manusia yang baik-baik. (Mahdi, 2013).
Metode Penelitian
Penelitian yang dilakukan penulis berupa penelitian kualitatif yang mana
hasil penelitiannya tidak diperoleh melalui prosedur statistic. Adapun jenis
penelitian yang dilakukan berupa studi lapangan, dimana peneliti mengamati dan
berpartisipasi secara langsung dilokasi pengambilan data dalam skala kecil atau pun
besar.
Data yang dikumpulkan
Data yang akan dikumpulakan oleh penulis untuk menjawab, rumusan
masalah adalah :
Data primer merupakan sumber data yang langsung diperoleh peneliti.
Peneliti melalui pendapat dan jawaban dari proses wawancara yang dilakukn
peneliti terhadap ketua dan pengelola setiap unit pesantren.
Data sekunder merupakan data yang di peroleh dari pengukuran yang
berbeda. Adapun peneliti mengambil data sekunder berupa buku pedoman, jurnal,
Vol 4 No 2 (2023) 446-453 P-ISSN 2620-295 E-ISSN 2747-0490
DOI: 1047467/elmal.v4i2.1457
451 | V o l u m e 4 N o m o r 2 2 0 2 3
dan kabar berita serta laporan tentang data organisasi, keuangan, profil tentang
pesantren. Dimana yang didapatkan peneliti di pesantren.
Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian i ni
adalah sebagai berikut :
Teknik Wawancara
Metode Observasi
Metode Dokumentasi
Studi Pustaka
Hasil penelitian
Setiap unit usaha pesantren telah memiliki prinsip etika bisnis Islam yang
telah diterapkan dalam menjalankan bisnis unit usaha pesantren. Pen erapan
tersebut disampaikan dalam perkumpulan pekanan dengan penanggung jawab dari
setiap unit usaha. Hal yang disampaikan diantaranya: prinsip-prinsip etika bisnis,
motivasi dalam berbuat, evaluasi, serta membuat program kerja selanjutnya.
Sehingga hal tersebut memberikan dampak yang sangat baik bagi karyawan
unit usaha pesantren. Mereka menjalankan tugas sesuai dengan peraturan yang
berlaku, tidak meninggalakan kewajiban sebagai seorang muslim dan sebagai
seorang pelajar, dan bertanggung jawab atas amana h yang telah diberikan
kepadanya.
Unit usaha pesantren Darussalam Bogor telah menerapkan etika bisnis yang
sesuai dengan prinsip etika bisnis islam. Diantaranya: Ketauhidan, Keseimbangan,
Tanggungjawab serta akuntabilitas dan amanah. Namun, masih ada beberapa
prinsip etika bisnis islam yang belum sempurna berjalan semestinya, diantaranya:
keseimbangan sumber daya manusia (SDM), lahan unit usaha, serta sarana dan
prasarana unit usaha.
Kurangnya keseimbangan sumber daya manusia (SDM) disebabakan karena
kurang berjalannya sistem kaderisasi. Sehingga dengan sumber daya manusia yang
ada menjadikan masing-masing dari setiap mereka memiliki tiga fungsi,
diantaranya: sebagai pengajar (guru), mahasiswa, dan pengabdian. Selain itu tidak
sedikit dari mereka yang sudah memiliki kemampuan dan keahlian pada bidangnya
mereka tidak melanjutkan di tahun berikutnya, sehingga perlu diberikan kembali
pengetahuan dan arahan di tahun berikutnya. Hal ini yang menyebabkan
terhambatnya kemajuan unit usaha pesantren.
Maka dari itu solusi pencegahan kekurangan sumber daya manusia ialah
dengan menjaga system kaderisasi yang telah berjalan, dengan cara memberikan
kesejahteraan kepada para kader-kader pessantren, salah satu cara ialah
memberikan beasiswa kepada guru-guru yang melanjutkan mengabdikan diri di
pondok pesantren Darussalam. Adapun guru-guru yang sedang melanjutkan
pendidikan strata satu berjumlah 44 orang.
Vol 4 No 2 (2023) 446-453 P-ISSN 2620-295 E-ISSN 2747-0490
DOI: 1047467/elmal.v4i2.1457
452 | V o l u m e 4 N o m o r 2 2 0 2 3
Kesimpulan dan saran
Kesimpulan
Unit usaha pondok pesantren Darusssalam telah menerapkan etika bisnis
yang sesuai dengan prinsip etika bisnis islam. Penerapannya dengan cara maksimal
meskipun proses tersebut tidak sebentar. Prinsip etika bisnis yang diterapkan
pondok pesantren Darussalam diantaranya: ketauhidan: melaksakan sholat tepat
waktu, membaca doa sebelum membuka toko dan setelah menutup toko. Kemudian
dalam keseimbangan: memperhatikan lingkungan unit usaha, mengontrol barang
dagang agar tidak terjadi penumpukan. Kemudian kejujuran: tidak mengurangi
timbangan barang, menaikan harga tanpa konfirmasi kepada penanggung jawab
unit usaha, dan memberikan barang sesuai yang dipesan. Kedisiplinan diantaranya;
tidak melayani konsumen diluar jam operasional, membeli barang sesuai
kebutuhan, dan tidak melayani konsumen yang tidak membawa cashless (kartu
transaksi). Tanggungjawab diantaranya: mengganti rugi barang rusak, menerima
saran yang membangun, memberikan pelayanan yang baik. Amanah mengembalikan
barang yang bukan miliknya, menjaga barang dagangan orang lain dengan baik.
Akuntanbilitas: melaporkan hasil usaha setiap tahunny a kepada bapak pengasuh
pesantren.
Adapun kesesuaian prinsip etika bisnis islam di pondok pesantren
Darussalam dengan prinsip etika bisnis dalam islam, diantaranya: Ketauhidan,
keseimbangan, tanggung jawab, dan Akuntabilitas & amanah.. Dengan segala
kekurangan dan kelebihan unit usaha pesantren Darussalam, mampu memberikan
kontribusi yang baik kepada pesantren dalam hal pembangunan dan kesejahteraan
warga Darussalam.
Saran
Berdasarkan dari hasil penelitian ini maka peneliti dapat memberikan saran
diantaranya:
Pertama, unit usaha pesantren perlu meningkatkan system kaderisasi di
Pondok Pesantren Darussalam Bogor untuk meningkatkan dan kemajuan sumber
daya manusia dalam bidang unit usaha, pendidikan, dan lain -lain. Sehingga dapat
menjaga integritas pesantren.
Kedua, meningkatkan sarana dan prasarana pesantren untuk membantu
berjalannya kegiatan pesantren menjadi lebih baik. Karena dalam hal ini sarana dan
prasarana sangat membantu dalam kemajuan pesantren.
Daftar Pusaka
Arijanto, S.E., M.M. (2010). Etika Bisnis Bagi Pelaku Bisnis. Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada.
Darsono, dkk. (2019). Model Bisnis Keuangan Mikro Syariah Indonesia. Tebet
Jakarta Selatan: Tazkia Publishing dan Bank Indonesia.
Erly Juliyani (2016). Etika bisnis dalam perspektif Islam, jurnal ummul Qura Vol VII,
No, 1 maret 2016 hal. 66
Vol 4 No 2 (2023) 446-453 P-ISSN 2620-295 E-ISSN 2747-0490
DOI: 1047467/elmal.v4i2.1457
453 | V o l u m e 4 N o m o r 2 2 0 2 3
Fauroni, Dr., M.Ag. (2014). Model Bisnis Ala Pesantren. Yogyakarta: Kaukaba.
Ismail. (2021). Maqasid Syariah Dalam Ekonomi Islam. Tebet Jakarta Selatan: Tazkia
Press
Norvadewi (2015). Bisnis dalam perspektif islam (telaah konsep, prinsip dan
landasan normative), Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, vol. 01, No. 01
Desember 2015.
Qardhawi.,Dr., (2001). Peran Nilai dan Moral Dalam Perekonomian Islam. Jakarta:
Robbani Press.
Rizal Muttaqin (2011). Kemandirian dan pemberdayaan ekonomi berbasis
pesantren (studi atas peran Pondok Pesantren Al-Ittifaq kecamatan
Rancabali kabupaten Bandung terhadap kemandirian Ekonomi Santri dan
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitarnya). Journal Ekonomi Syariah
Indonesia. Vol 1 No. 2 hal. 69
Sagibran Gid Birambi, Gamsir, Ernawati (2020). Studi penerapan prinsip ketauhidan
dalam pengelolaan usaha jasa layanan internet. Jurnal Buku Ekonomi Syariah.
Hal. 53
Sahroni. Dr. MA. (2019). Fikih Muamalah Kontenporer. Jakarta: Republika Penerb it.
Samsirin (2017). Nilai-nilai Pendidikan karakter Menurut Konsep Yusuf Qardhawi.
Educan Jurnal Pendidikan Islam. Vol. 1, No. 1.
Soemarso (2018). Etika Dalam Bisnis & Profesi Akuntan Dan Tata Kelola
Perusahaan. Jakarta: Salemba empat.
Sugiyono, Prof., Dr. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & N.
Bandung: Alfabeta.
Tanjung., Ph.D., (2020). Ekonomi dan Keuangan Syariah. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo.
Trihastuti, S.I.Kom., M.B.A. (2020). Etika Bisnis Islam. Yogyakarta: Deepublish
ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication.
Article
p>Research is aimed to criticize the coaching model of students economic autonomy and community economic empowerment, the relationship between spirituality motivation and kyai leadership with students economic autonomy and relationship coaching that carried out by the pesantren with community economic empowerment. The data are analyzed by descriptive-phenomenological analisys, Rank’s Spearman and Kendall Tau correlation analysis. This study generated four conclusions. First , the model of students economic autonomy and community economic empowerment that performed by pesantren Al-Ittifaq. Second , based on Rank’s Spearman correlation analisys and Kendall Tau correlation analisys can be concluded that there was a positive and significant correlation between the spiritual motivation (creed motivation, worship motivation and muamalah motivation) with variable of students economic autonomy. It is mean, if the spiritual motivation of students is high, then the level of economic autonomy will be the higher. Third , the results of Rank’s Spearman and Kendall Tau correlation analysis also prove that there was a positive and significant correlation between kyai leadership variables with students economic autonomy variables. That is, kyai leadership very influential in the formation of the economic autonomy of students. Fourth , by using analysis of Rank’s Spearman and Kendall Tau, there is a positive relationship between coaching variables with community economic empowerment variables. It is mean, coaching have a positive impact to economic empowerment of communities. Key word: Pesantren , Spirituality, Kyai Leadership, Economic Autonomy, Community Economic Empowerment. </p
Model Bisnis Ala Pesantren
  • Dr Fauroni
  • M Ag
Fauroni, Dr., M.Ag. (2014). Model Bisnis Ala Pesantren. Yogyakarta: Kaukaba.
Maqasid Syariah Dalam Ekonomi Islam
  • Ismail
Ismail. (2021). Maqasid Syariah Dalam Ekonomi Islam. Tebet Jakarta Selatan: Tazkia Press Norvadewi (2015). Bisnis dalam perspektif islam (telaah konsep, prinsip dan landasan normative), Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, vol. 01, No. 01 Desember 2015.
Peran Nilai dan Moral Dalam Perekonomian Islam
  • Qardhawi
  • Dr
Qardhawi.,Dr., (2001). Peran Nilai dan Moral Dalam Perekonomian Islam. Jakarta: Robbani Press.
Studi penerapan prinsip ketauhidan dalam pengelolaan usaha jasa layanan internet
  • Sagibran Gid Birambi
  • Ernawati Gamsir
Sagibran Gid Birambi, Gamsir, Ernawati (2020). Studi penerapan prinsip ketauhidan dalam pengelolaan usaha jasa layanan internet. Jurnal Buku Ekonomi Syariah.
Etika Dalam Bisnis & Profesi Akuntan Dan Tata Kelola Perusahaan. Jakarta: Salemba empat
  • Soemarso
Soemarso (2018). Etika Dalam Bisnis & Profesi Akuntan Dan Tata Kelola Perusahaan. Jakarta: Salemba empat.
Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & N. Bandung: Alfabeta
  • Prof Sugiyono
  • Dr
Sugiyono, Prof., Dr. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & N. Bandung: Alfabeta.