ArticlePDF Available

APLIKASI PEDULILINDUNGI: PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM MENGAKSES FASILITAS PUBLIK DI MASA PEMBERLAKUAN KEBIJAKAN PPKM

Authors:

Abstract

Aplikasi PeduliLindungi merupakan bentuk kebijakan pemerintah dalam konteks penanggulangan Covid-19, dalam tataran pelaksanaannya berbagai masalah muncul dan perlu untuk ditanggulangi. Didasarkan kepada hal tersebut, artikel ini ditujukan guna menggambarkan pelaksanaan dari kebijakan PeduliLindungi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan. Hasil analisis menunjukan bahwa pelaksanaan kebijakan AplikasiLindungi ditujukan kepada tiga hal utama yaitu perlindungan masyarakat dalam mengakses fasilitas publik, penelusuran (tracing) masyarakat yang terindikasi terpapar Covid-19, serta informasi pemetaan zonasi paparan Covid-19. Masalah yang muncul antara lain menyangkut keamamanan data masyarakat dalam aplikasi PeduliLindungi dan hak masyarakat yang tidak memiliki gawai elektronik dalam mengakses fasilitas publik. Rekomendasi dalam upaya perbaikan kebijakan PeduliLindungi yaitu jaminan keamanan data yang harus diberikan pemerintah dan rancangan kebijakan alternatif bagi masyarakat yang tidak memiliki gawai elektronik dalam mengakses fasilitas publik tanpa adanya perilaku diskriminatif melalui aplikasi PeduliLindungi.
Vol.2 No.6 Nopember 2021 1685
……………………………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………………...
ISSN 2722-9475 (Cetak) Jurnal Inovasi Penelitian
ISSN 2722-9467 (Online)
APLIKASI PEDULI LINDUNGI: PERLINDUNGAN MASYARAKAT DALAM
MENGAKSES FASILITAS PUBLIK DI MASA PEMBERLAKUAN KEBIJAKAN PPKM
Oleh
Dian Herdiana
Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Jalan A.H. Nasution No. 105A Kota Bandung 10614
Email: dianherdiana@uinsgd.ac.id
Abstrak
Aplikasi PeduliLindungi merupakan bentuk kebijakan pemerintah dalam konteks penanggulangan
Covid-19, dalam tataran pelaksanaannya berbagai masalah muncul dan perlu untuk ditanggulangi.
Didasarkan kepada hal tersebut, artikel ini ditujukan guna menggambarkan pelaksanaan dari
kebijakan PeduliLindungi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif
dengan pendekatan kajian kepustakaan. Hasil analisis menunjukan bahwa pelaksanaan kebijakan
AplikasiLindungi ditujukan kepada tiga hal utama yaitu perlindungan masyarakat dalam
mengakses fasilitas publik, penelusuran (tracing) masyarakat yang terindikasi terpapar Covid-19,
serta informasi pemetaan zonasi paparan Covid-19. Masalah yang muncul antara lain menyangkut
keamamanan data masyarakat dalam aplikasi PeduliLindungi dan hak masyarakat yang tidak
memiliki gawai elektronik dalam mengakses fasilitas publik. Rekomendasi dalam upaya perbaikan
kebijakan PeduliLindungi yaitu jaminan keamanan data yang harus diberikan pemerintah dan
rancangan kebijakan alternatif bagi masyarakat yang tidak memiliki gawai elektronik dalam
mengakses fasilitas publik tanpa adanya perilaku diskriminatif melalui aplikasi PeduliLindungi.
Kata Kunci: PeduliLindungi, Kebijakan, Fasilitas Publik, Perlindungan Masyarakat.
PENDAHULUAN
Pandemi Covid-19 yang telah
berlangsung selama 2 (dua) tahun disikapi oleh
pemerintah dengan mengeluarkan berbagai
instrumen kebijakan yang kesemuanya
ditujukan untuk mereduksi penyebaran Covid-
19 di berbagai daerah yang terpapar Covid-19.
Kebijakan satu dengan yang lainnya berbeda
didasarkan kepada kondisi dan sasaran pada
saat penyebaran Covid-19 [1], [2].
Salah satu kebijakan yang saat ini tengah
dilaksanakan oleh pemerintah yaitu kebijakan
penerapan aplikasi PeduliLindungi yang mana
secara metode kebijakan ini memiliki
perbedaan dengan kebijakan lainnya yang salah
satu perbedaannya yaitu adanya pemanfaatan
teknologi informasi yang mana keberfungsian
aplikasi PeduliLindungi ini hanya dapat diakses
melalui gawai elekronik yang harus dimiliki
oleh warga masyarakat [3].
Aplikasi PeduliLindungi dalam tataran
praktisnya mengumpulkan data yang telah
diinput oleh satgas penanggulangan Covid-19
maupun oleh lembaga terkait lainnya yang
berasal dari berbagai daerah, sehingga
menciptakan sistem informasi terpadu yang
berlaku secara nasional, sasaran dari penerapan
aplikasi PeduliLindungi yaitu warga
masyarakat yang berada di tempat umum atau
fasilitas publik [4], [5]. Didasarkan kepada
sistem kerja aplikasi PeduliLindungi, maka
setidaknya ada 3 (tiga) tujuan yang hendak
dicapai melalui penerapan aplikasi
PeduliLindungi ini, yaitu:
Pertama, integrasi data paparan Covid-19
yang ada di berbagai daerah secara terpadu dan
terkini yang dapat dijadikan acuan dalam
menentukan status penanggulangan Covid-19
di suatu daerah tertentu. Kedua, menjaring
masyarakat ketika berada dalam fasilitas
publik, dalam artian warga masyarakat yang
tidak sedang terinfeksi Covid-19 yang berhak
mengakses fasilitas publik. Ketiga, instrumen
1686 Vol.2 No.6 Nopember 2021
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9475 (Cetak)
ISSN 2722-9467 (Online)
pemetaan kondisi suatu daerah dalam upaya
penanggulangan Covid-19 yang mana tiap
daerah akan dikategorikan berdasarkan kasus
paparan Covid-19.
Uraian mengenai ketiga tujuan penerapan
aplikasi PeduliLindungi tersebut, maka tiga
elemen penting yang ada yaitu masyarakat,
kepemilikan gawai elektronik dan fasilitas
publik, ketiga elemen tersebut tidak bisa
dipisahkan dari keberhasilan penerapan
aplikasi PeduliLindungi. Hal ini juga
menunjukan bahwa kesesuaian data kesehatan
dari paparan Covid-19 menjadi prasyarat dalam
mengakses fasilitas publik, sehingga kebenaran
data dan akses terhadap aplikasi
PeduliLindungi menjadi penting dalam
menentukan hak masyarakat dalam mengakses
fasilitas publik tersebut.
Didasarkan kepada uraian tersebut, maka
keberadaan aplikasi PeduliLindungi harus
mampu menciptakan kemudahan bagi
masyarakat yang akan mengakses fasilitas
publik, dikarenakan ketika masyarakat
memiliki kesulitan dalam mengakses atau
bahkan tidak memiliki akses terhadap aplikasi
PeduliLindungi, maka warga masyarakat
tersebut tidak memiliki akses untuk bisa
memanfaatkan fasilitas publik. Atas dasar
tersebut maka jangan sampai aplikasi
PeduliLindungi justru menjadi penghambat
bagi masyarakat yang secara empiris memiliki
kesehatan yang baik dan terbebas dari paparan
Covid-19 tidak diperbolehkan mengakses
fasilitas publik.
Atas dasar uraian tersebut, artikel ini
ditujukan guna mendeskripsikan mengenai
pelaksanaan kebijakan penangulangan Covid-
19 melalui penerapan aplikasi PeduliLindungi,
masalah apa yang muncul dan solusi apa guna
menanggulangi permasalahan yang muncul
tersebut.
LANDASAN TEORI
Kebijakan publik secara umum diartikan
sebagai respons pemerintah dalam
menanggulangi permasalahan yang ada di
tengah-tengah masyarakat. Berbagai ahli
mengungkapkan berbagai pendapat mengenai
kebijakan publik yang didasarkan kepada
konteks ruang dan tempat dimana pakar
tersebut mengemukakannya.
Pengertian yang umum mengenai
kebijakan publik dikemukakan oleh Thomas R.
Dye yang mengemukakan bahwa “…public
policy is whatever governments choose to do or
not to do, note that we are focusing not only on
government action, but also on government
inaction, that is, what government choose; not
to do. We contend that government inaction can
have just a great an impact on socistyas
government action”[6]. Berdasarkan kepada
pemahaman ini maka kebijakan publik
merupakan tindakan pemerintah untuk
merespons atau tidak merespons terhadap
permasalahan publik yang tengah terjadi.
Pengertian kebijakan publik lainnya
dikemukakan oleh David Easton yang
mengungkapkan sebagai the autorative
allocation of values for the whole society[7],
hal ini mengandung artian bahwa otoritas resmi
atau disebut dengan pemerintah sebagai pihak
yang memiliki kewenangan untuk mengatur
masyarakat.
Berdasarkan kepada pemahaman dari
kedua ahli tersebut, maka kebijakan publik
hakekatnya adalah respons dari pemerintah
sebagai pemegang otoritas resmi yang
ditujukan untuk mengatur masyarakat,
sehingga ketentuan-ketentuan mengenai
pengaturan masyarakat yang berasal baik dari
individu maupun kelompok tertentu diluar
pemerintah tidak bisa dikatakan sebagai
kebijakan publik.
Implementasi kebijakan merupakan
tahapan dari proses kebijakan yang mana
kebijakan tersebut diterapkan atau
dilaksanakan, hal ini sejalan dengan pengertian
yang ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
yang mana implementasi diartikan sebagai
pelaksanaan atau penerapan. Hal ini
menyangkut proses dari suatu kegiatan yang
dilakukan agar dapat mencapai tujuan [8].
Vol.2 No.6 Nopember 2021 1687
……………………………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………………...
ISSN 2722-9475 (Cetak) Jurnal Inovasi Penelitian
ISSN 2722-9467 (Online)
Berbagai ahli mengemukakan pengertian
implementasi yang salah satunya dikemukakan
oleh Daniel A. Mazmanian dan Paul Sabatier
(1979) yang mana implementasi diartikan
sebagai “upaya memahami apa yang
senyatanya terjadi sesudah suatu program
dinyatakan berlaku…” [9],
Van Meter dan van Horn (Grindle, 1980:
6) mengemukanan bahwa tugas dari
implementasi yaitu ditujukan untuk
membangun jaringan yang memungkinkan
tujuan dari kebijakan publik dapat
direalisasikan melalui berbagai aktivitas
instansi pemerintah yang melibatkan berbagai
pihak yang berkepentingan [10].
Berdasarkan kepada pemahaman dari
kedua ahli tersebut, maka implementasi
merupakan tindakan yang dilakukan oleh
pemerintah yang menyangkut bagaimana
kebijakan yang telah ditetapkan dapat
dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan.
Implementasi dikaitkan dengan
pelaksanaan penerapan aplikasi PeduliLindungi
yaitu tindakan yang dilakukan oleh pemerintah
dalam upaya melakukan penanggulangan
Covid-19 dengan cara menerapkan aplikasi
yang memungkinkan untuk mambatasi dan
menyeleksi warga masyarakat yang akan
memanfaatkan fasilitas publik yang dalam hal
ini yaitu warga masyarakat yang tidak memiliki
indikasi sedang terpapar Covid-19 untuk tidak
bisa mengakses fasilitas publik.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan kajian pustaka. Hal ini sesuai
dengan pemahaman ahli yang mana penelitian
kualitatif ditujukan untuk menggambarkan
permasalahan yang tengah dikaji dalam bentuk
uraian kata-kata deskriptif dan bukan berupa
hasil perhitungan statistik [11]. Dalam konteks
penelitian ini yaitu uraian secara kata-kata
mengenai bagaimana penerapan aplikasi
PeduliLindungi sebagai suatu instrumen yang
digunakan untuk menanggulangi penyebaran
Covid-19.
Sumber data diperoleh dari sumber daya
sekunder yang terdiri dari buku, dokumen,
laman web dan referensi sekunder lainnya yang
relevan. Sehingga analisis terhadap
permasalahan yang disajikan didasarkan
kepada sumber data sekunder tersebut.
Meskipun menggunakan sumber data sekunder,
tetap dilakkan penelahan data yang meliputi
proses check, re-check dan cross-check
terhadap satu data terhadap data lainnya
sehingga menghasilkan data yang dapat
dipertanggungjawabkan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pembahasan mengenai pelaksanaan
kebijakan penanggulangan Covid-19 melalui
penerapan aplikasi PeduliLindungi dibagi
kedalam tiga bagian utama yaitu pelaksanaan
penerapan aplikasi PeduliLindungi, isu dan
masalah yang muncul, serta rekomendasi
perbaikan penerapan aplikasi PeduliLindungi.
Adapun uraian lebih rinci dari ketiga bagian
tersebut dapat diuraikan secara rinci sebagai
berikut:
Pelaksanaan Aplikasi Peduli Lindungi dan
Manfaatnya
Upaya pemerintah dalam menanggulangi
penyebaran Covid-19 salah satunya dilakukan
dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi
yang mana aplikasi ini pada dasarnya ditujukan
untuk menelusuri aktivitas masyarakat yang
tengah berada di fasilitas publik. Aplikasi
PeduliLindungi memberikan batasan kepada
masyarakat yang mana di zona atau wilayah
tertentu hanya masyarakat yang sudah
melaksanakan vaksinasi tahap pertama atau
tahap kedua yang diperbolehkan untuk masuk
kedalam fasilitas publik [12]. Aplikasi
PeduliLindungi juga memastikan bahwa warga
masyarakat yang tengah terinfeksi Covid-19
tidak memiliki akses terhadap fasilitas publik.
Sistem kerja dari aplikasi PeduliLindungi
yaitu dengan memanfaatkan konektifitas
1688 Vol.2 No.6 Nopember 2021
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9475 (Cetak)
ISSN 2722-9467 (Online)
melalui jaringan Bluetooth dan GPS yang
terdapat dalam gawai warga masyarakat,
caranya yaitu warga masyarakat mengunduh
aplikasi PeduliLindungi, kemudian melakukan
pendaftaran dan mengisi identitas sesuai
dengan identitas warga masyarakat tersebut
[13]. Warga masyarakat apabila akan
mengakses fasilitas publik, maka diwajibkan
untuk melakukan pemindaian terhadap
Barcode/QR Code yang telah tersedia di pintu
gerbang sebelum masuk kedalam fasilitas
publik tersebut, hasil dari pemindaian
Barcode/QR Code kemudian akan menentukan
mengenai kelayakan warga masyarakat tersebut
apakan dinyatakan dapat mengakses layanan
fasilitas publik atau ditolak, semisal
dikarenakan warga masyarakat tersebut dalam
keadaan sedang isolasi mandiri Covid-19 yang
mengharuskan untuk tetap berada di tempat
isolasi mandiri.
Fasilitas publik yang akan melakukan
proses pemindaian sebagai proses penyaringan
terhadap warga masyarakat melalui aplikasi
PeduliLindungi harus merupakan fasilitas
publik yang penyelenggaraannya sudah
diperbolehkan dan diatur melalui peraturan
perundangan, seperti operasional pusat
perbelanjaan/mall yang berada di zona 2 dan
zona 3 PPKM. Dalam konteks ini pemerintah
akan memastikan bahwa hanya pihak pengelola
fasilitas publik yang sudah diberi izin
operasional yang dapat menyelenggarakan
penerapan aplikasi PeduliLindungi.
Gambar 1. Tampilan Aplikasi
PeduliLindungi
Sumber: pedulilindungi.id
Hasil dari pemindaian Barcode/QR Code
tersebut maka akan mampu menyeleksi
masyarakat yang benar-benar tidak memiliki
potensi penularan Covid-19 yang
diperbolehkan mengakses fasilitas publik dan
sudah melasanakan vaksinasi Covid-19,
minimal pada dosis pertama. Didasarkan
kepada hal tersebut, maka tujuan dari
penerapan aplikasi PeduliLindungi dapat
dijelaskan sebagai berikut:
Tabel 1. Manfaat Aplikasi PeduliLindungi
Unsur
Tujuan
Pemerintah
Memastikan penerapan social
distancing (menghindari kerumunan)
dan protokol kesehatan di tempat
publik
Melacak (tracing) masyarakat
terindikasi/terinfeksi Covid-19
Melacak pola persebaran masyarakat
melalui fitur GPS dan Bluetooth
Masukan/input data bagi penyusunan
kebijakan yang akan diterapkan
berikutnya
Media konsultasi dan layanan
kesehatan melalui fitur Teledokter
Pengelola
Fasilitas
Publik
Memastikan masyarakat yang berada
di fasilitas publik dalam keadaan
sehat dan terbebas dari Covid-19
Masyarakat
Menginformasikan tentang zonasi
penyebaran Covid-19
Memastikan fasilitas umum aman
dari penyebaran Covid-19
Sumber: Diolah dari berbagai sumber, 2021.
Berdasarkan kepada tabel tersebut di atas,
maka penerapan aplikasi PeduliLindungi
ditujukan guna melindungi masyarakat yang
tengah mengakses fasilitas publik guna
memastikan kegiatan yang tengah dilakukan
aman dan dapat menghindari dari adanya
penyebaran Covid-19.
Aplikasi PeduliLindungi ditujukan bukan
untuk membatasi akses masyarakat terhadap
fasilitas publik, tetapi menjamin bahwa orang
yang memiliki hak yang dalam ini warga
masyarakat yang terbebas dari Covid-19 serta
telah melakukan vaksinasi Covid-19
merupakan orang yang berhak mengakses
fasilitas publik tersebut, sedangkan orang yang
tengah terinfeksi Covid-19 atau belum
Vol.2 No.6 Nopember 2021 1689
……………………………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………………...
ISSN 2722-9475 (Cetak) Jurnal Inovasi Penelitian
ISSN 2722-9467 (Online)
mengikuti vaksinasi Covid-19 tidak
diperbolehkan mengakses fasilitas publik
dikarenakan memiliki potensi untuk dapat
menyebarkan dan terpapar Covid-19, sehingga
kebijakan PeduliLindungi ditujukan guna
melindungi masyarakat yang tengah berada di
ruang publik.
Adanya proses penyaringan terhadap
masyarakat yang akan memanfaatkan fasilitas
publik diharapkan mampu mengurangi potensi
penularan Covid-19 di ruang publik. Di sisi lain
adanya proses penyaringan terhadap
masyarakat yang mengakses fasilitas publik
melalui aplikasi PeduliLindungi juga dapat
memberikan manfaat lainnya seperti
menciptakan produktivitas ekonomi
masyarakat di area publik, seperti di pusat
perbelanjaan dengan tetap menerapkan
protokol kesehatan, sehingga diharapkan akan
mampu menciptakan manfaat yang memiliki
efek ganda terhadap berbagai aspek kehidupan
masyarakat.
Isu yang Muncul
Penerapan aplikasi PeduliLindungi dalam
upaya penanggulangan penyebaran Covid-19
secara empiris tidak sepenuhnya berjalan
dengan lancar, tetapi memunculkan isu yang
muncul yang mana tidak sesuai dengan apa
yang diharapkan di awal.
Isu yang muncul menjadi suatu
kewajaran mengingat penanggulangan Covid-
19 merupakan proses pelaksanaan kebijakan
yang menyangkut berbagai aspek kehidupan
masyarakat sehingga memungkinkan bahwa
penerapan aplikasi PeduliLindungi tidak dapat
diterapkan secara sempurna, khususnya pada
saat awal penerapannya.
Isu yang muncul harus disikapi oleh
pemerintah sebagai respons masyarakat yang
memerlukan perbaikan terhadap penerapan
aplikasi PeduliLindungi, dengan begitu
berbagai isu yang muncul akan disikapi sebagai
input perbaikan dalam proses penyempurnaan
aplikasi PeduliLindungi di masa yang akan
datang. Beberapa isi yang muncul setidaknya
dapat dikelompokan kedalam 3 (tiga) aspek
yaitu: aspek yang berkaitan dengan sistem dari
aplikasi PeduliLindungi, aspek yang berkaitan
dengan pemerintah dan aspek yang berkaitan
dengan masyarakat. Ketiga isu tersebut dapat
dijelaskan sebagai berikut:
Tabel 2. Isu dalam Penerapan Aplikasi
PeduliLindungi
Aspek
Isu
Sistem
Jaminan keamanan penyimpanan data
masyarakat yang telah melakukan
vaksinasi Covid-19
Jaminan keamanan dari peretasan
Aksesibilitas aplikasi yang mudah
dan cepat
Pemerintah
Jaminan lembaga terkait mengenai
pengelolaan aplikasi PeduliLindungi
Kordinasi dan pertanggungjawaban
antar lembaga pemerintah dalam
pengelolaan aplikasi PeduliLindungi
Masyarakat
Jaminan keakuratan data masyarakat
yang telah divaksin Covid-19
Jaminan alternatif akses masyarakat
yang tidak memiliki gawai elektronik
Sumber: Diolah dari berbagai sumber, 2021.
Berdasarkan kepada tabel 2 tersebut di
atas, maka setidaknya isu yang muncul dalam
penerapan aplikasi PeduliLindungi yang
didasarkan kepada ketiga aspek dapat diuraikan
sebagai berikut: Pertama, aspek sistem. Hal ini
berkaitan dengan kehandalan sistem dalam
aplikasi PeduliLindungi dalam mendukung
pelaksanaan kebijakan penanggulangan Covid-
19. Isu dalam aspek sistem yang penting
yaitu sejauhmana data masyarakat yang telah
divaksin Covid-19 dapat terjaga
kerahasiaannya ketika disimpan dalam sistem
aplikasi PeduliLindungi, hal ini menjadi
penting karena di dalamnya terdapat nomor
induk kependudukan yang merupakan nomor
identititas warga negara yang harus dilindungi
dari dimanfaatkan untuk keperluan yang dapat
merugikan warga masyarakat pemegang kartu
identitas kependudukan tersebut.
Jaminan keamanan dari peretasan
terhadapan aplikasi PeduliLindungi juga
menjadi bagian isu yang muncul, khususnya
ketika data kartu vaksinasi Presiden Joko
1690 Vol.2 No.6 Nopember 2021
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9475 (Cetak)
ISSN 2722-9467 (Online)
Widodo ke publik yang mana menjadi perhatian
khalayak apakah data warga lainnya dapat
dijamin kerahasiaannya dan bagaimana
seandainya aplikasi PeduliLindungi telah di
retas oleh pihak tertentu, hal ini menjadi bagian
isu yang penting dan perlu untuk ditelusuri
kebenarannya [14].
Isu lainnya yang muncul dalam aspek
sistem yaitu bagaimana aplikasi
PeduliLindungi dapat dipergunakan secara
mudah dan cepat, hal ini menjadi penting
dikarenakan masyarakat yang masuk ke
fasilitas umum dalam jumlah yang banyak,
jangan sampai memunculkan kerumunan. Hal
ini dialami di beberapa fasilitas publik seperti
ketika akan masuk ke stasiun kereta api dan
ketika akan memasuki mall yang terjadi di
Ibukota Jakarta, sehingga kegiatan masyarakat
tersebut menimbulkan kerumunan yang
dikhawatirkan menjadi media penyebaran
Covid-19 [15], [16].
Kedua, aspek pemerintah. Menjamin
pertanggungjawaban pengelolaan aplikasi
PeduliLindungi menjadi keharusan, dalam hal
ini harus dirinci secara jelas dalam aturan
perundang-perundangan apabila adanya
kesalahan atau adanya ketidakberfungsian,
bahkan adanya peretasan terhadap situs
PeduliLindungi maka instansi mana yang harus
bertanggungjawab dan pejabat mana yang akan
menanggung resiko dari adanya permasalahan
tersebut, hal ini menjadi penting selain guna
mempertanggungjawabkan penerapan aplikasi
PeduliLindungi, juga untuk memberikan rasa
kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan
aplikasi PeduliLindungi.
Isu lainnya yang berasal dari aspek
pemerintah yaitu kordinasi dan
pertanggungjawaban antar lembaga dalam
pengelolaan aplikasi PeduliLindungi, hal ini
didasarkan kepada kasus bocornya data pribadi
Presiden Joko Widodo di aplikasi
PeduliLindungi yang mana adanya silang
pendapat antara Kementerian Kesehatan
dengan Kementerian Komunikasi dan
Informatika, sehingga memunculkan
pertanyaan bagaimana kerjasama yang
dibangun selama ini dan pertanggungjawaban
lembaga yang mengelola aplikasi
PeduliLindungi [17], [18].
Ketiga, aspek masyarakat. Sasaran utama
dari penerapan aplikasi PeduliLindungi yaitu
masyarakat, sehingga respons masyarakat
mengenai aplikasi PeduliLindungi menjadi
sangat penting untuk diperhatikan.
Isu pertama yang berasal dari aspek
masyarakat yaitu keakuratan data masyarakat
yang telah divaksin Covid-19, hal ini
didasarkan kepada beberapa kasus yang mana
warga masyarakat mengaku bahwa nomor
kependudukannya sudah digunakan oleh pihak
lain [19], sehingga warga tersebut tidak bisa
memiliki akses terhadap vaksinasi Covid-19.
Kondisi tersebut tentu harus menjadi perhatian,
sehingga orang yang telah divaksin merupakan
warga masyarakat sesuai dengan nomor
kependudukan yang dimilikinya, karena selain
menyangkut mengenai hak masyarakat untuk
mendapatkan vaksin Covid-19, juga
menyangkut keamanan dari warga masyarakat
dari terpaparnya Covid-19 dikarenakan belum
mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Isu lainnya yang berasal dari aspek
masyarakat yaitu mengenai warga masyarakat
yang telah patuh kepada protokol kesehatan dan
telah melaksanakan vaksinasi Covid-19, akan
tetapi tidak memiliki gawai elektronik
(handphone) sehingga tidak bisa mengakses
fasilitas publik [20], dikarenakan syarat untuk
bisa masuk ke fasilitas publik yaitu dengan
menunjukan hasil pemindaian aplikasi
PeduliLindungi.
Isu ini harus diperhatikan oleh
pemerintah mengingat menurut salah satu
laporan survei setidaknya terdapat 30% warga
masyarakat Indonesia yang belum memiliki
gawai elektronik [21], kondisi tersebut jangan
sampai menjadi bentuk pelanggaran terhadap
hak masyarakat untuk dapat mengakses fasilitas
publik tanpa adanya diskriminasi, termasuk
didalamnya diskriminasi melalui kepemilikan
gawai elektronik.
Vol.2 No.6 Nopember 2021 1691
……………………………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………………...
ISSN 2722-9475 (Cetak) Jurnal Inovasi Penelitian
ISSN 2722-9467 (Online)
Rekomendasi Perbaikan Penerapan
Aplikasi PeduliLindungi
Perbaikan dalam penerapan aplikasi
PeduluLindungi perlu dilakukan mengingat
berbagai isu muncul dalam proses
penerapannya. Adapun rekomendasi
PeduliLindungi dapat dijelaskan melalui
gambar berikut ini:
Gambar 2. Rekomendasi Perbaikan
Penerapan Aplikasi PeduliLindungi
Berdasarkan kepada gambar 2 tersebut di
atas, maka perbaikan dalam pelaksanaan
kebijakan penanggulangan Covid-19 melalui
penerapan aplikasi PeduliLindungi mutlak
dilakukan yang antara lain harus dilakukan oleh
pemerintah dan masyarakat.
Pemerintah memiliki peran yang strategis
dalam melakukan perbaikan terhadap
penerapan aplikasi PeduliLindungi, hal ini
antara lain yaitu melalui perbaikan sistem
keamanan yang ada di aplikasi PeduliLindungi,
sehingga aman dari upaya peretasan yang akan
merugikan banyak pihak, perlu juga diatur
bagaimana lembaga negara melakukan
pengelolaan aplikasi PeduliLindungi, sehingga
memiliki kejelasan hak dan kewajiban apabila
dikemudian hari muncul permasalahan yang
menuntut kepada pertanggung jawaban
pemerintah terhadap pemanfaatan aplikasi
PeduliLindungi tersebut, hal ini diperlukan agar
tidak adanya sikap saling menyalahkan apabila
adanya ketidaksesuaian penerapan aplikasi
PeduliLindungi dengan tujuan yang telah
ditetapkan.
Upaya perbaikan dalam konteks
pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi tidak
hanya kepada sisi keamanan dan kejelasan
lembaga pengelolaannya saja, akan tetapi juga
harus dicarikan solusi seperti apa akses
masyarakat terhadap aplikasi PeduliLindungi
yang secara empiris tidak memiliki gawai
elektronik, mengingat akses terhadap fasilitas
publik merupakan hak warga negara, perlu
adanya upaya yang tidak akan menimbulkan
sikap diskriminasi kepada masyarakat yang
tidak memiliki gawai elektronik untak dapat
mengakses fasilitas publik.
Masyarakat dalam penerapan aplikasi
PeduliLindungi memiliki peran penting, hal ini
dikarenakan sasaran objek dari kebijakan
penerapan aplikasi PeduliLindungi adalah
masyarakat, sehingga peran aktif masyarakat
menjadi kunci keberhasilan penerapan aplikasi
PeduliLindungi, begitupun sebaliknya ketika
masyarakat bersifat pasif dan tidak memiliki
keinginan untuk berpartisipasi, maka penerapan
PeduliLindungi memiliki kecenderungan untuk
gagal. Dalam konteks yang lebih besar lagi
maka keberhasilan penerapan aplikasi
PeduliLindungi akan mencerminkan sikap
masyarakat dalam mendukung kebijakan
penanggulangan Covid-19.
Didasarkan kepada rekomendasi tersebut,
diharapkan aplikasi PeduliLindungi akan
mampu menjadi instrumen kebijakan
penanggulangan Covid-19 yang secara efektif
mampu menurunkan penyebaran Covid-19,
khususnya dalam aspek interaksi sosial di ruang
publik yang mana warga masyarakat
berinteraksi satu dengan yang lainnya.
Aspek Pemerintah:
Peningkatan keamanan sistem aplikasi
PeduliLindungi
Peningkatan transparansi dan
pertanggungjawaban lembaga pengelola aplikasi
PeduliLindungi
Peningkatan kerjasama antar lembaga dalam
pengelolaan aplikasi PeduliLindungi
Sosialisasi penerapan PeduliLindungi kepada
kelompok sasaran dan masyarakat luas
Aspek Masyarakat:
Peningkatan kesadaran dalam pelaksanaan
protokol kesehatan penanggulangan Covid-19
Partisipasi aktif dalam penerapan aplikasi
PeduliLindungi
1692 Vol.2 No.6 Nopember 2021
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9475 (Cetak)
ISSN 2722-9467 (Online)
PENUTUP
Kesimpulan
Pelaksanaan kebijakan penanggulangan
Covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi telah
mampu memberikan gambaran mengenai
kondisi peyebaran Covid-19 yang ada, data
tersebut setidaknya meliputi tiga hal yaitu data
mengenai jumlah masyarakat yang sedang
melakukan aktivitas di fasilitas publik secara
bersamaan, pemetaan penelusuran (tracing)
masyarakat terduga terpapar Covid-19, serta
informasi data sebaran masyarakat dan zonasi
paparan Covid-19 yang mana data tersebut
sangat diperlukan guna menyusun kebijakan
penanggulangan Covid-19 berikutnya.
Penerapan aplikasi PeduliLindungi
meskipun secara empiris telah memberi
manfaat dalam upaya penanggulangan Covid-
19, akan tetapi masih memunculkan isu seperti
jaminan keamanan data masyarakat dalam
aplikasi PeduliLindungi, serta sulitnya
masyarakat untuk mengakses aplikasi
PeduliLindungi bagi yang tidak memililiki
gawai elektronik. Isu tersebut perlu dicarikan
solusinya oleh pemerintah agar penerapan
PeduliLindungi menjadi lebih baik lagi.
Saran
Upaya perbaikan dalam pelaksanaan
kebijakan penanggulangan Covid-19 melalui
penerapan aplikasi PeduliLindungi mutlak
dilakukan yang antara lain yaitu perbaikan
sistem perlindungan data masyarakat, sehingga
tidak ada data masyarakat yang bocor dan
penyusunan alternatif bagi masyarakat untuk
dapat mengakses aplikasi PeduliLindungi bagi
yang tidak memiliki gawai elektronik.
DAFTAR PUSTAKA
[1] G. Perkasa, “Kebijakan Terkini Berbagai
Negara Lawan Pandemi Covid-19,”
kompas.com, 2020. [Online]. Available:
https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04
/21/111852320/kebijakan-terkini-
berbagai-negara-lawan-pandemi-covid-
19?page=all. [Accessed: 11-Dec-2020].
[2] Sekretariat Negara RI, “Pentingnya Kerja
Sama Pemerintah Pusat dan Daerah dalam
Penanganan Covid-19,” setneg.go.id,
2020. [Online]. Available:
https://www.presidenri.go.id/siaran-
pers/pentingnya-kerja-sama-pemerintah-
pusat-dan-daerah-dalam-penanganan-
covid-19/. [Accessed: 30-Sep-2020].
[3] A. M. Pratama, “Mengenal Aplikasi
PeduliLindungi, Manfaat dan Cara
Penggunaanya,” kompas.com, 2021.
[Online]. Available:
https://money.kompas.com/read/2021/08/
28/100500626/mengenal-aplikasi-
pedulilindungi-manfaat-dan-cara-
penggunaanya. [Accessed: 24-Sep-2021].
[4] Kemkominfo RI, “Ini Manfaat Aplikasi
PeduliLindungi yang Belum Banyak
Diketahui,” covid19.go.id, 2021. [Online].
Available:
https://covid19.go.id/p/berita/ini-manfaat-
aplikasi-pedulilindungi-yang-belum-
banyak-diketahui. [Accessed: 28-Sep-
2021].
[5] R. Leski, “Aplikasi PeduliLindungi Dibuat
Telkom Terinspirasi dari Aplikasi
TraceTogether,” aptika.kominfo.go.id,
2021. [Online]. Available:
https://aptika.kominfo.go.id/2021/09/aplik
asi-pedulilindungi-dibuat-telkom-
terinspirasi-dari-aplikasi-tracetogether/.
[Accessed: 27-Sep-2021].
[6] B. Winarno, Kebijakan Publik: Teori dan
Proses. Jakarta: PT. Buku Kita, 2008.
[7] L. Agustino, Dasar-Dasar Kebijakan
Publik. Bandung: Alfabeta, 2008.
[8] H. Alwi, Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka, 2007.
[9] Tachjan, Implementasi Kebijakan Publik.
Bandung: AIPI Bandung-Puslit KP2W
Lemlit UNPAD, 2008.
[10] M. S. Grindle, Politics and Policy
Implementation in The Third World. New
Jersey: Princeton University Press, 1980.
[11] L. J. Moleong, “Metodologi Penelitian
Kualitatif (Edisi Revisi),” Yogyakarta: PT.
Remaja Rosda Karya, 2017.
Vol.2 No.6 Nopember 2021 1693
……………………………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………………...
ISSN 2722-9475 (Cetak) Jurnal Inovasi Penelitian
ISSN 2722-9467 (Online)
[12] R. Aditya, “PeduliLindungi, Situs
Download Sertifikat Vaksin Covid-19,”
suara.com, 2021. [Online]. Available:
https://www.suara.com/news/2021/07/16/
202143/pedulilindungi-situs-download-
sertifikat-vaksin-covid-19?page=all.
[Accessed: 23-Sep-2021].
[13] F. N. Afiana, I. R. Yunita, L. D. Oktaviana,
and Us. HAsanah, “Pelatihan Teknis
Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi
Guna Melacak Penyebaran COVID-19,” J.
Pengabdi. Mitra Masy., vol. 2, no. 2, pp.
98106, 2020.
[14] Yuslianson, “NIK Presiden Jokowi di
PeduliLindungi Sudah Tidak Bisa
Diakses,” liputan6.com, 2021. [Online].
Available:
https://www.liputan6.com/tekno/read/464
8682/nik-presiden-jokowi-di-
pedulilindungi-sudah-tidak-bisa-diakses.
[Accessed: 26-Sep-2021].
[15] R. Permana, “Antrean di Pintu Masuk
Senayan City Mall, Karena Belum Miliki
Aplikasi PeduliLindungi,” poskota.co.id,
2021. [Online]. Available:
https://poskota.co.id/2021/8/18/antreandi-
pintu-masuk-senayan-city-mall-karena-
belum-miliki-aplikasi-
pedulilindungi?halaman=1. [Accessed: 25-
Sep-2021].
[16] I. Rezkisari, “Sejumlah Penumpang KRL
Keluhkan Aplikasi PeduliLindungi,”
republika.co.id, 2021. [Online]. Available:
https://republika.co.id/berita/daerah/jabod
etabek-nasional/qz3rof328/sejumlah-
penumpang-krl-keluhkan-aplikasi-
pedulilindungi. [Accessed: 25-Sep-2021].
[17] N. R. Aditya, “Anggota DPR Minta
Menkominfo Tak Lepas Tangan soal
Bocornya Sertifikat Vaksin Jokowi,”
kompas.com, 2021. [Online]. Available:
https://nasional.kompas.com/read/2021/09
/03/18544671/anggota-dpr-minta-
menkominfo-tak-lepas-tangan-soal-
bocornya-sertifikat?page=all. [Accessed:
24-Sep-2021].
[18] C. Dale, “Data Vaksin Jokowi Bocor,
Menteri Saling Tuding Lempar Tanggung
Jawab,” pikiran-rakyat.com, 2021.
[Online]. Available:
https://isubogor.pikiran-
rakyat.com/gaduh/pr-452523939/data-
vaksin-jokowi-bocor-menteri-saling-
tuding-lempar-tanggung-jawab.
[Accessed: 24-Sep-2021].
[19] R. Sutrisna, “NIK Warga Jakarta Dipakai
Orang Lain untuk Vaksin di Tangsel,
Dukcapil Lakukan Penelusuran,”
kompas.com, 2021. [Online]. Available:
https://megapolitan.kompas.com/read/202
1/08/04/20245151/nik-warga-jakarta-
dipakai-orang-lain-untuk-vaksin-di-
tangsel-dukcapil?page=all. [Accessed: 26-
Sep-2021].
[20] R. S. Saputra, “Tidak Semua Warga Punya
HP, Pemerintah Diminta Siapkan Aplikasi
PeduliLindungi di Tempat Umum,”
tribunnews.com, 2021. [Online].
Available:
https://www.tribunnews.com/nasional/202
1/09/24/tidak-semua-warga-punya-hp-
pemerintah-diminta-siapkan-aplikasi-
pedulilindungi-di-tempat-umum.
[Accessed: 26-Sep-2021].
[21] indonesiabaik.id, “66,3% masyarakat
Indonesia Memiliki Smartphone #8,”
indonesiabaik.id, 2018. [Online].
Available:
https://indonesiabaik.id/infografis/663-
masyarakat-indonesia-memiliki-
smartphone-8. [Accessed: 24-Sep-2021].
1694 Vol.2 No.6 Nopember 2021
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9475 (Cetak)
ISSN 2722-9467 (Online)
HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN
... Adanya pemanfaatan teknologi informasi yang mana keberfungsian aplikasi PeduliLindungi ini hanya dapat diakses melalui gawai elekronik yang harus dimiliki oleh warga masyarakat dan dalam pelaksanaan kebijakan AplikasiLindungi ditujukan kepada tiga hal utama yaitu perlindungan masyarakat dalam mengakses fasilitas publik, penelusuran (tracing) masyarakat yang terindikasi terpapar Covid-19, serta informasi pemetaan zonasi paparan Covid-19. 13 Upaya pencegahan Covid-19 di fasyankes sangatlah penting, hal ini untuk meminimalkan risiko terjadinya penularan kepada petugas kesehatan dan non kesehatan. Dan kurang baiknya penggunaan aplikasi deteksi penyakit Covid-19 akan mengakibatkan mudahnya ibu hamil terpapar dengan Covid -19. ...
... Rekomendasi dalam upaya perbaikan kebijakan Peduli Lindungi yaitu jaminan keamanan data yang harus diberikan pemerintah dan rancangan kebijakan alternatif bagi masyarakat yang tidak memiliki gawai elektronik dalam mengakses fasilitas publik tanpa adanya perilaku diskriminatif melalui aplikasi Peduli Lindungi. Hasil penelitian membahas mengenai pelaksanaan kebijakan penanggulangan Covid-19 melalui penerapan aplikasi Peduli Lindungi yang dibagi kedalam tiga bagian utama yaitu pelaksanaan penerapan aplikasi mengenai pelaksanaan Peduli Lindungi, isu dan masalah yang muncul serta rekomendasi perbaikan aplikasi Peduli Lindungi.13 Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti di BPM (Bidan Praktek Mandiri) Bidan Imas Wiwin A. Md. ...
Article
Pendahuluan: Virus Covid-19 bisa menyerang setiap orang, termasuk ibu hamil. Pandemi ini ibu hamil tercatat salah satu kelompok rentan resiko terinfeksi Covid-19. Data POGI April 2020-2021, 536 Ibu hamil positif Covid-19, dan 3% meninggal. DinKes Kota Bogor 2020, 64 ibu hamil terpapar Covid-19, bahkan seorang ibu dilaporkan meninggal usai terinfeksi, di tahun 2021 tercatat 1 ibu hamil yang positif Covid-19 dirujuk BPM Bidan I. Tujuan: Untuk mengetahui analisis perilaku ibu hamil yang ada di PMB Bidan I tentang pencegahan Covid-19 dengan menggunakan aplikasi deteksi penyakit Covid-19 pada perangkat seluler. Metode: Studi kualitatif dengan desain Deskriptif. Penelitian dilaksanakan di PMB Bidan I, Sukaraja, Kabupaten Bogor. Sampel terdiri dari 5 ibu hamil sebagai informan utama dan informan pendukungnya 2 Bidan di PMB Bidan I, 1 Petugas Satgas, Bidan Pembina desa dan 1 Petugas Puskesmas setempat yang di pilih menggunakan metode Non probability dengan Purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan telaah dokumen. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil: Didapatkan hasil semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di BPM Bidan I sudah mempunyai perilaku yang baik dalam menerapkan Protocol Kesehatan, dan dari 5 ibu hamil, hanya 1 yang belum vaksin Covid-19, karena takut vaksinnya mengganggu pertumbuhan janinnya. Dan dari 5 ibu hamil itu, hanya 2 orang yang belum bisa menggunakan aplikasi Peduli Lindugi karena disebabkan masih takut bila ke tempat umum, sehingga tidak pernah mencoba memakai aplikasi Peduli Lindunginya. Kesimpulan: Adanya kesamaan perilaku pada ibu hamil BPM Bidan I dengan dengan protokol kesehatan 7M, vaksinasi Covid-19 dan penerapan aplikasi Peduli Lindungi dengan Pedoman Pelayanan Antenatal, Persalinan, Nifas, dan BBL di Era Adaptasi Kebiasaan Baru Kemenkes RI tahun 2020.
... For this reason, visitors to the Bali Zoo are asked to implement health protocols following local government regulations. If a user is diagnosed as positive for Covid-19, PeduliLindung will ask for the user's approval to access contact tracing data within the last 14 days stored on the PeduliLindung server (Herdiana, 2021). ...
Article
Full-text available
The Covid19 pandemic that has hit the world has made the tourism sector one of the affected, after a presidential decree was issued for the community to face the new normal era, which means we can return to our activities as usual while still complying with health protocols. The purpose of this study is to look at the facilities at the Bali Zoo amid the pandemic. The results of this study show that the tourist facilities at the Bali Zoo are appropriate in the new normal era of the covid19 pandemic, after this pandemic the tourist facilities were equipped and adapted to health protocol standards. One of them is by facilitating hand washing and hand sanitizers at several tourist area points. In addition, several facilities for purchasing entrance tickets have also been added, tourists can buy entrance tickets online or come directly to the ticket booth. All staff at Bali Zoo have carried out full-dose vaccinations.
... Another issue is regarding the mandatory COVID-19 vaccination which is proven through the PeduliLindungi application as a condition for the community to carry out activities where the whole process requires adequate networks, devices, and expertise to be able to utilize it optimally. It is not surprising that various problems arise in the implementation of the policy, because not all people have access to information, internet service, have the proper tools, or have the necessary skills to use them (Afiana et al., 2020;Herdiana, 2021). ...
Article
Full-text available
The digital divide is one of the problems faced by the government since the COVID-19 pandemic occurred. All face-to-face activities in all development sectors are transferred online. The unpreparedness of communication technology infrastructure in Indonesia is one of the obstacles to online learning activities that require a stable internet connection, even in urban areas that already have communication infrastructure with 5G networks. However, it turns out that the problem is not only with infrastructure, what is more important than that is the opportunity and ability of the community to use communication technology. In this study, researchers limit research to only discussing the challenges of the digital divide in the online learning process during the COVID-19 pandemic in Indonesia with research locations in three districts in West Java in 2020-2021. This research uses a qualitative approach, an exploratory paradigm, in a case study perspective. The data collection process was carried out under natural conditions in the form of observation, in-depth interviews and documentation studies. This study concludes that collaboration between government officials and the community has a positive impact on people's opportunities to carry out online learning processes during the COVID-19 pandemic. The challenges of the digital divide faced during the digital learning process can be partially overcome by collaboration between the government, the community and the private sector, although the approach taken is different at each research location.
... Maraknya penyebaran virus Covid-19 ini mengakibatkan banyak kerugian dari berbagai sektor usaha, terutama para pengusaha dibidang perhotelan maupun makanan, oleh karena itu pemerintah membangun aplikasi peduli lindungi, akan tetapi aplikasi tersebut mengharuskan pengguna memiliki smartphone serta koneksi data yang mumpuni, oleh sebab itu peneliti membuat rancangan ini untuk memudahkan masyarakat yang tidak mempunyai smartphone dapat mengecek status vaksinasi untuk hal-hal tertentu terutama untuk masuk ke restoran [1]. ...
Article
Full-text available
Making a finger vaccination data detection system using the IOT-based FPM10A sensor and Nodemcu esp8266 in order to facilitate the community process during a pandemic. Sequential Search Algorithm is a linear search algorithm, this algorithm performs searches faster because the search process is already in an ordered state. In this pandemic period, in every activity or traveling to a place, now you often have to show proof of vaccination and the community's capacity to use the internet is still not evenly distributed to show vaccination certification, of course this will make it easier, this can also avoid fake vaccination certifications. In this study, in addition to using a fingerprint recognition device, the Nodemcu esp8266 microcontroller and fpm10a sensor are also used as transmission media to the application, making it easier for the public and users of this tool to save costs and time.
... This application was created to identify people who have been in close contact with people who have tested positive for Covid-19 or Patients Under Surveillance and People Under Surveillance (Herdiana, 2021). The user can remember his travel history and with whom he made contact through the application. ...
Article
Full-text available
The COVID-19 pandemic has harmed the global economy. This is due to the imposition of restrictions on social activities, which have a negative impact on employment and subsequently harm people's income and purchasing power. For this reason, the government has issued Care-Protect (PeduliLindungi) application, which functions to ensure that everyone active outside the house has been vaccinated and is free from the virus. This study aims to analyze the impact of the implementation of the PeduliLindungi application on community and economic activities in Indonesia and the obstacles faced in its implementation. This research was carried out by following a systematic literature review research method. The data were collected from previous studies that examined the enforcement of PeduliLindungi applications. The data were collected from the research results in articles published in Sinta indexed journals. The collected data is then analyzed using an interactive data analysis model. The results of this study indicate that the PeduliLindungi application has some impacts on the people's economy in Indonesia. In addition, this research also identifies several obstacles faced by the community and the government in implementing the PeduliLindungi application. Detailed results regarding the positive and negative impacts and constraints are discussed in this article, and some suggestions based on the findings are also presented.
Article
Full-text available
Saat ini pemerintah Indonesia terus berupaya menekan angka penularan virus Covid-19 salah satunya dengan memvaksinasi tenaga kesehatan yang menjadi target pertama dan setelah vaksin dilakukan akan mendapatkan alat bukti yang sah berupa sertifikat. Di media, oversharing pengguna media sosial selalu dianggap sebagai ancaman karena berbagai dampak negatif, seperti tingkat keamanan data pribadi yang tinggi. Jenis penelitian ini adalah analitik cross sectional dengan menggunakan kuesioner yang merupakan survei online untuk mengetahui tingkat kesadaran keamanan data pribadi dan presentasi diri kepada petugas kesehatan tentang penyebaran sertifikat covid-19. Populasi adalah tenaga kesehatan di Jawa Tengah dengan sampel sebanyak 170 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat menggunakan angket adopsi HAIS-Q dan angket presentasi diri. Ada hubungan antara jenis kelamin (p= 0,000) dan usia (p= 0,000) dengan tingkat kesadaran keamanan data pribadi dan faktor yang paling berhubungan dengan tingkat kesadaran keamanan data pribadi adalah presentasi diri dengan kriteria Exemplification (Sampling) (ATAU = 5,103: nilai p = 0,004; CI = 95% 1,455 hingga 12,426). Pemerintah hendaknya melakukan sosialisasi terkait perlindungan data pribadi dalam sertifikat vaksinasi agar masyarakat memahami dan mengetahui informasi yang terkandung di dalamnya.
Article
Full-text available
Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) terjadi pada awal tahun 2020. Pandemi ini mengubah keseharian manusia termasuk olahraga. Penyakit COVID-19 sangat menular melalui droplet atau kontak dengan benda yang terkena droplet pasien yang terinfeksi. Cara mencegah penularan paling baik adalah dengan menjaga jarak dan tidak berkerumun. Hal ini menyebabkan olahraga yang bersifat kontak dan mengumpulkan orang banyak dihentikan atau ditunda pelaksanaannya termasuk kompetisi sepak bola. Berhentinya kompetisi sangat mempengaruhi banyak sektor, tidak hanya tim, atlet, seluruh pihak lain yang terlibat menjadi kehilangan mata pencaharian. Dilema antara berhentinya kompetisi untuk mencegah penyakit dan melakukan kompetisi di tengah pandemi menjadi dasar tujuan penulisan artikel ini yaitu adanya protokol kesehatan untuk kompetisi sepak bola di Indonesia. Artikel ini merupakan telaah literatur artikel, jurnal, buku, dan panduan dari dalam dan luar negeri yang didapatkan selama tahun 2020-2021. Kompetisi sepak bola dapat dilakukan menggunakan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah kasus pada saat kompetisi berlangsung. Penerapan protokol kesehatan diikuti dengan supervisi, evaluasi, dan revisi untuk mendapatkan best practice penyelenggaraan kompetisi sepak bola di Indonesia. Abstract _______________________________________________________ Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pandemic hit in early 2020. This pandemic had changed people's daily lives including sports. Coronavirus Disease 2019 was highly contagious through droplets or contact with objects affected with patients's droplets. The best way to prevent transmission were to maintain distance and not gathered. This condition led to contact sports, team sport and gathering spectators were stopped or postponed in order to stop disease transmission, including soccer competitions. The cessation of competition greatly affects many sectors, not only teams, athletes, all other parties involved to lose their livelihoods. The dilemma between cessation of competition to prevent disease and hold competitions in the midst of a pandemic was the basis of the purpose of writing this article, namely the existence of health protocols for soccer competitions in Indonesia. This article is a literature review on articles, journals, books, and guidances from home and abroad obtained during the years of 2020-2021. Soccer competitions can be held using strict health protocols to prevent cases during the competition. Implementation of health protocols should followed by supervision, evaluation, and revision to get best practice in Indonesian soccer competition.
Article
Full-text available
Pada awal tahun 2020 terjadi pandemi Coronavirus 2019 (COVID-19). Pandemi ini mengubah keseharian manusia termasuk olahraga. Penyakit COVID-19 sangat menular melalui droplet atau kontak dengan benda yang terkena droplet pasien yang terinfeksi. Cara mencegah penularan paling baik adalah dengan menjaga jarak dan tidak berkerumun. Hal ini menyebabkan olahraga yang bersifat kontak dan mengumpulkan orang banyak dihentikan atau ditunda pelaksanaannya termasuk kompetisi sepak bola. Berhentinya kompetisi sangat mempengaruhi banyak sector, tidak hanya tim, atlet, seluruh pihak lain yang terlibat menjadi kehilangan mata pencaharian. Dilema antara berhentinya kompetisi untuk mencegah penyakit dan melakukan kompetisi di tengah pandemi menjadi dasar tujuan penulisan artikel ini yaitu adanya protokol kesehatan untuk kompetisi sepak bola di Indonesia. Artikel ini merupakan telaah literatur dengan jurnal, buku, panduan, dan artikel dari dalam dan luar negeri yang didapatkan selama tahun 2020-2021. Kompetisi sepak bola dapat dilakukan menggunakan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah kasus pada saat kompetisi berlangsung. Protokol kesehatan pada kompetisi sepak bola dapat dijadikan rekomendasi untuk kompetisi olahraga yang lain.
Book
This book addresses the broader questions of how both the content and the context of public policy affect its implementation. Through a series of case studies from Mexico, Peru, Brazil, Colombia, Zambia, Kenya, and India, ten scholars here demonstrate that numerous factors intervene between the statement of policy goals and their actual achievement in society. Originally published in. The Princeton Legacy Library uses the latest print-on-demand technology to again make available previously out-of-print books from the distinguished backlist of Princeton University Press. These editions preserve the original texts of these important books while presenting them in durable paperback and hardcover editions. The goal of the Princeton Legacy Library is to vastly increase access to the rich scholarly heritage found in the thousands of books published by Princeton University Press since its founding in 1905.
Kebijakan Terkini Berbagai Negara Lawan Pandemi Covid-19," kompas.com, 2020
  • G Perkasa
G. Perkasa, "Kebijakan Terkini Berbagai Negara Lawan Pandemi Covid-19," kompas.com, 2020. [Online]. Available: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04 /21/111852320/kebijakan-terkiniberbagai-negara-lawan-pandemi-covid-19?page=all. [Accessed: 11-Dec-2020].
Pentingnya Kerja Sama Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Penanganan Covid-19," setneg.go.id, 2020
  • R I Sekretariat Negara
Sekretariat Negara RI, "Pentingnya Kerja Sama Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Penanganan Covid-19," setneg.go.id, 2020. [Online]. Available: https://www.presidenri.go.id/siaranpers/pentingnya-kerja-sama-pemerintahpusat-dan-daerah-dalam-penanganancovid-19/. [Accessed: 30-Sep-2020].
Mengenal Aplikasi PeduliLindungi, Manfaat dan Cara Penggunaanya
  • A M Pratama
A. M. Pratama, "Mengenal Aplikasi PeduliLindungi, Manfaat dan Cara Penggunaanya," kompas.com, 2021.
Ini Manfaat Aplikasi PeduliLindungi yang Belum Banyak Diketahui
  • R I Kemkominfo
Kemkominfo RI, "Ini Manfaat Aplikasi PeduliLindungi yang Belum Banyak Diketahui," covid19.go.id, 2021. [Online]. Available: https://covid19.go.id/p/berita/ini-manfaataplikasi-pedulilindungi-yang-belumbanyak-diketahui. [Accessed: 28-Sep-2021].
Aplikasi PeduliLindungi Dibuat Telkom Terinspirasi dari Aplikasi TraceTogether," aptika.kominfo.go.id, 2021
  • R Leski
R. Leski, "Aplikasi PeduliLindungi Dibuat Telkom Terinspirasi dari Aplikasi TraceTogether," aptika.kominfo.go.id, 2021. [Online]. Available: https://aptika.kominfo.go.id/2021/09/aplik asi-pedulilindungi-dibuat-telkomterinspirasi-dari-aplikasi-tracetogether/. [Accessed: 27-Sep-2021].
Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi)
  • L J Moleong
L. J. Moleong, "Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi)," Yogyakarta: PT. Remaja Rosda Karya, 2017.
Situs Download Sertifikat Vaksin Covid-19," suara.com, 2021
  • R Aditya
R. Aditya, "PeduliLindungi, Situs Download Sertifikat Vaksin Covid-19," suara.com, 2021. [Online]. Available: https://www.suara.com/news/2021/07/16/ 202143/pedulilindungi-situs-downloadsertifikat-vaksin-covid-19?page=all. [Accessed: 23-Sep-2021].
Pelatihan Teknis Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi Guna Melacak Penyebaran COVID-19
  • F N Afiana
  • I R Yunita
  • L D Oktaviana
  • Us
  • Hasanah
F. N. Afiana, I. R. Yunita, L. D. Oktaviana, and Us. HAsanah, "Pelatihan Teknis Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi Guna Melacak Penyebaran COVID-19," J. Pengabdi. Mitra Masy., vol. 2, no. 2, pp. 98-106, 2020.
Antrean di Pintu Masuk Senayan City Mall, Karena Belum Miliki Aplikasi PeduliLindungi
  • R Permana
R. Permana, "Antrean di Pintu Masuk Senayan City Mall, Karena Belum Miliki Aplikasi PeduliLindungi," poskota.co.id, 2021. [Online]. Available: https://poskota.co.id/2021/8/18/antreandipintu-masuk-senayan-city-mall-karenabelum-miliki-aplikasipedulilindungi?halaman=1. [Accessed: 25-Sep-2021].