ArticlePDF Available

Sejarah dan Penggunaan Web Service

Authors:

Abstract

Perkembangan teknologi informasi semakin pesat sampai saat ini dengan terus dikembangkannya teknologi-teknologi yang mendukungnya. Salah satu teknologi yang mendukung perkembangan teknologi informasi adalah teknologi komputasi terdistribusi (distributed computing) yang memungkinkan dilakukannya komputasi pada banyak mesin dan hasilnya dapat dimanfaatkan oleh banyak mesin pula. Salah satu teknologi komputasi terdistribusi yang saat ini sedang berkembang adalah teknologi Web Service.
Sejarah dan Penggunaan Web Service
Nabila Nurul Fiona Novita1, Saepul Rohman2, Firhan Miftahussudur3, Maulana Hidayat4
Prodi Teknik Informatika Universitas Perjuangan, Jl. Pembela Tanah Air ( PETA) No.177
Kota Tasikmalaya 46115, JABAR, Indonesia
e-mail: 1803010044@unper.ac.id 1, 1803010042@unper.ac.id 2, 1803010033@unper.ac.id 3,
1803010046@unper.ac.id 4
ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi semakin pesat sampai saat ini dengan terus
dikembangkannya teknologi-teknologi yang mendukungnya. Salah satu teknologi yang
mendukung perkembangan teknologi informasi adalah teknologi komputasi terdistribusi
(distributed computing) yang memungkinkan dilakukannya komputasi pada banyak
mesin dan hasilnya dapat dimanfaatkan oleh banyak mesin pula. Salah satu teknologi
komputasi terdistribusi yang saat ini sedang berkembang adalah teknologi Web Service.
A. SEJARAH WEB SERVICE
Penemu situs web adalah Sir Timothy John ¨Tim¨ Berners-Lee, sedangkan
situs web yang tersambung dengan jaringan pertama kali muncul pada tahun 1991.
Tujuan dari Tim ketika merancang situs web adalah untuk memudahkan tukar
menukar dan memperbarui informasi pada sesama peneliti di tempat ia bekerja. Pada
tanggal 30 April 1993, CERN (tempat dimana Tim bekerja) mengumumkan bahwa
WWW dapat digunakan secara gratis oleh publik.
Situs web biasanya ditempatkan pada server web. Sebuah server web
umumnya telah dilengkapi dengan perangkat-perangkat lunak khusus untuk
menangani pengaturan nama ranah, serta menangani layanan atas protokol HTTP
yang disebut sebagai Server HTTP, seperti Apache HTTP Server, atau Internet
Information Services (IIS).
Dalam perkembangannya teknologi web dibagi menjadi web 1.0, 2.0, 3,0 :
1) WEB 1.0
Web 1.0 merupakan teknologi awal dari sebuah website,
teknologi ini masih statis karena antara pembuat website dan penikmat
website hanya terjadi komunikasi 1 arah dimana pembuat sebagai
pemberi informasi dan penikmat hanya sebagai pembaca. Aktifitas ini
hanya sebatas searching. Halaman pada web ini masih terkesan
“biasa”, bahasa yang digunakan juga masih bahasa HTML saja.
2) WEB 2.0
Web 2.0 adalah buzzword terbaru di dunia internet. Berbagai
inovasi dan fitur-fitur baru yang muncul di dunia web membawa suatu
pandangan baru tentang jenis situs web atau aplikasi web yang disebut
web 2.0. Istilah web 2.0 disebut-sebut oleh Dale Dougherty dari
O’Reilly Media yang melakukan brainstorming dengan Craig Cline
dari Media Live untuk menghasilkan ide konferensi di mana mereka
menjadi host.
Web 2.0 mempunyai keuntungan yaitu memungkinkan
pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus
berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan. Kemampuan Web 2.0
juga dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat,
dan voice seperti layaknya aplikasi desktop, bahkan berlaku seperti
sistem operasi, dengan menggunakan dukungan AJAX atau berbagai
plug-in (API) yang ada di internet. Hal tersebut akan merubah
paradigma pengembang sofware dari distribusi produk menjadi
distribusi layanan. Sifat dari web 2.0 adalah read write. Web 2.0
mempunyai kelebihan dimana interaksi sosial di dunia maya sudah
menjadi kebutuhan, sehingga era Web 2.0 ini memiliki beberapa ciri
mencolok yaitu share, collaborate dan exploit. Di era Web 2.0
sekarang, penggunaan web untuk berbagi, pertemanan, kolaborasi
menjadi sesuatu yang penting. Web 2.0 hadir seiring maraknya
pengguna blog, Friendster, Myspace, Youtube dan Fickr.
3) WEB 3.0
Web 3,0 adalah salah satu istilah yang digunakan untuk
menggambarkan tahap evolusioner dari Web yang berikut Web 2.0.
Mengingat bahwa teknis dan sosial dalam mengidentifikasi
kemungkinan kedua istilah ini belum sepenuhnya menyadari sifat
mendefinisikan Web 3,0 sangat spekulatif. Secara umum merujuk
kepada aspek yang internet, walaupun mungkin berpotensi, secara
teknis tidak layak atau praktis saat ini.
Maps, Traffic ; FedEx - Tracking ; PayPal - Payment System ;
Xignite - Financial market data ; MusicBrainz - Music Metadata ;
StrikeIron - Address Verification, Sales Tax, SMS, Geocode, Yellow
Pages, etc.
Facebook juga menerapkan sistem web service. Fungsi dari
Webservice sangat lah berguna dan dapat diimplementasika pada
perusahaan atau instansi berskala besar seperti facebook yang
menyediakan layanan info ataupun berita yang berasal dari website
lain tanpa harus tau struktur data pada database website yang akan
dimintai informasinya.
Amazon Web Services menyediakan layanan infrastruktur
kunci bisnis dunia yang bermanfaat untuk membangun bisnis
perusahaan dan sebagai akses penawaran produk dari suatu perusahaan
ke perusahaan lain. Amazon Web Services juga menyediakan layanan
cloud computing sehingga pengguna dapat menyimpan data secara
permanen di dalam server di internet.
Beberapa vendor luar negeri mulai berkolaborasi satu sama lain
dengan konsep web services , diantaranya : IBM, Microsoft , SUN ,
ORACLE Diantaranya contoh web services yang sudah jadi dan
dipakai adalah web services keluaran Microsoft (Microsoft Passport)
web services untuk user name dan password yang sudah dipasang di
web site Microsoft dan HOTMAIL.
B. CONTOH PENGGUNAAN WEB SERVICE
Untuk contoh kasusnya adalah saat pengguna ingin mengetikkan alamat URL
dari website untuk melakukan request pada layanan yang tersedia dari website
tersebut. Lalu sampailah permintaan tersebut ke server yang dituju. Kemudian dengan
sesegera mungkin server akan memberikan respon yang dapat disajikan menjadi
laman web. Inilah hubungan antara client dan server yang umumnya terjadi pada
sebuah website.
Sedangkan pada web service, hubungan antara client dan server dijembatani
oleh berkas web service dengan format tertentu. Sehingga akses database tidak
ditangani secara langsung ke server, melainkan melewati perantara web service
terlebih dahulu.
C. CONTOH REAL PERUSAHAAN ATAU PUN INSTANSI YANG
MENGGUNAKANNYA
Penerapan web service dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, penggunaan
web service di perusahaan GOJEK. Web service di GOJEK digunakan untuk
memudahkan pengguna aplikasi saat memesan makanan atau minuman online (GO
FOOD).
Web service yang diterapkan oleh perusahaan ini, terjadi dalam dua kali
operasi sistem. Pertama, saat pengguna aplikasi melakukan request dengan menginput
alamat restourant, makanan atau minuman yang di pesan dan alamat tujuan. Request
tersebut diproses oleh web service.
Setelah diproses, request ditransfer ke server Gojek. Sistem server Gojek
menerima pesan request (alamat restourant, makanan atau minuman yang di pesan
dan alamat tujuan). Kemudian, mengkalkulasi biaya pesanan dan perjalanan
berdasarkan jarak tempuh. Lalu, response (detail biaya) dari server Gojek dikirim ke
pengguna lewat web service.
Kedua, saat pengguna aplikasi melakukan klik Order. Saat itu, pengguna
aplikasi melakukan request ke server Gojek melalui web service mulai dilakukan.
Request pengguna diterima terlebih dahulu oleh web service.
Setelah request diproses web service, baru dikirim ke server Gojek.
Kemudian, server Gojek menerima request tersebut dan memproses request dengan
mencarikan driver yang lokasinya berada dekat dengan lokasi restourant. Jika, server
Gojek sudah menemukan driver yang siap mengambil orderan dan berada dekat
dengan lokasi restourant. Server Gojek mengirim response yang berupa notifikasi ke
pengguna aplikasi.
Seperti biasa, sebelum sampai ke pengguna aplikasi, response diproses
terlebih dahulu web service. Setelah itu, response baru dikirim ke pengguna aplikasi.
Response itu berupa notifikasi mengenai driver Gojek yang siap mengambil orderan.
Notifikasinya berisi profil driver; seperti nama driver, foto driver, penilaian customer,
makanan atau minuman yang dipesan beserta harga yang harus di bayar.
DAFTAR PUSTAKA
[1] A. Rahmatulloh, H. Sulastri, and R. Nugroho, “Keamanan RESTful Web
ServiceMenggunakan JSON Web Token (JWT) HMAC SHA-512,” J. Nas. Tek.
Elektro danTeknol. Inf., vol. 7, no. 2, 2018, doi: 10.22146/jnteti.v7i2.417.
[2] A. Rahmatulloh, R. Gunawan, and I. Darmawan, “Web Services to
OvercomeInteroperability in Fingerprint-based Attendance System,” no. April,
2019, doi:10.2991/icoiese-18.2019.49.
[3] R. Rizal and A. Rahmatulloh, “Restful Web Service Untuk Integrasi Sistem
AkademikDan Perpustakaan Universitas Perjuangan,” J. Ilm. Inform., vol. 7, no. 01,
p. 54, 2019,doi: 10.33884/jif.v7i01.1004.
[4] R. Mubarok, “Artikel Sejarah Web Service - 177006078 177006037,” no. March,
2020.
ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication.
Conference Paper
Full-text available
The fingerprint-based attendance management process generally consists of recording, management, and reporting. The method of recording attendance data is done with the help of fingerprint attendance machine. Even though the computer connection is running online, the administrator still needs to process and generate reports because there is no real-time interconnection between devices. Web services such as Simple Object Access Protocol (SOAP) and Representational State Transfer (REST) are among the technologies that can support real-time processing, which has been used in previous studies. SOAP is more secure than REST. Solutions to overcome these problems, this study used SOAP-based web service on the fingerprint attendance management system, to support real-time data access. The results of the research have made web services that can overcome the problem of interoperability between fingerprint machines and systems, so that data can be accessed in real-time and safer.
Article
Full-text available
Perjuangan University is developing an information system in its campus, but the system is partially built. This has resulted in its own problems, there is no connectivity between systems and the difficulty of developing data integration. So that in the business process that occurs many experience difficulties in data synchronization and the amount of duplicate data that must be entered. One solution to overcome this problem is to utilize web service technology. The web service architecture used is REST. REST as a bridge that is able to integrate data in a stateless format. The results of the application of the web service as a backend system are able to integrate the existing academic information systems and library information systems without changing existing structures, programs or architecture. Format data exchange between systems using the JSON format. In addition, officers do not need to input and verify data several times, when the data in the library information system changes automatically in the academic information system the changes are immediately read.
Article
Full-text available
Day to day information technology is constantly evolving, allowing a wide range of technologies, programming languages, and diverse architectures to keep popping up. It makes a new problem because at present all these differences must still be able to generate an interconnected information. It needs system integration. Currently, Web Service (WS) is a solution in system integration because it can be used without looking at the platform, architecture, or programming language used by different sources. But, on WS, the existing security is still considered less. Implementation of JSON Web Token (JWT) on WS is very influential in data security. JWT is an authentication mechanism on WS, but the application of standard JWT with HMAC SHA-256 algorithm is still not optimal. Therfore, this study discussed JWT security optimization with HMAC SHA-512 algorithm, which according to some researches, this algorithm will be better than SHA-256 if compiled on 64-bit architecture. The result of this research is that the use of SHA-512 produces a better time of 1% than SHA-256, but in SHA-512 token size is 2% larger than SHA-256.