ArticlePDF Available

Production Efficiency of Enbal (Cassava) Using Hydraulic Press Equipment in the Enbal Processing Group in Ibra Village, Southeast Maluku Regency

Authors:

Abstract and Figures

The business group which is become the target of this activity is a group of processing and selling enbal (cassava) in Ibra village, Southeast Maluku regency. This group has been producing for more than 10 years but there are still many shortage, especially in the way of press along with the sanitize and hygiene of the production process. The purpose of this activity is to increase the efficiency in production process by applying screw press equipment and improving sanitation and hygiene in its production. The method of implementing activities uses discussion and training techniques. The activity is carried out in three stages, firstly survey on condition and discussion with partners relates to the conditions of producing pressing enbal, secondly the manufacture of pressing tools, third is the application of pressing tools in production activities of partners. The results of the activity showed that the screw press was able to produce enough water of enbal / grated cassava so that it is drier than the traditional method. Press time becomes faster which only 12-15 minutes, whereas in the traditional way it takes 14-24 hours. The content of enbal’s water decreases very low, reaching 5-7%, the sanitation becomes better because the juice is no longer stagnant on the ground but is collected in a bucket, and the use of pressing tools is very practical. Likewise the HCN level is very low, less than 3mg / kg so the product is very safe for consumption. This screw press is very helpful in the efficiency of the production process of plate enbal (cassava plates) which is cleaner and healthier.
Content may be subject to copyright.
378
OPEN ACCES
Vol. 13 No. 2: 378-383
Oktober 2020
Peer-Reviewed
AGRIKAN
Jurnal AgribisnisPerikanan(E-ISSN 2598-8298/P-ISSN 1979-6072)
URL: https:https://ejournal.stipwunaraha.ac.id/index.php/AGRIKAN/
DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.378-383
Efiseinsi Produksi Enbal (Singkong) dengan Memanfaatkan Alat Pres
Hidrolik pada Kelompok Pengolah Enbal di Desa Ibra Kabupaten Maluku
Tenggara
(Production Efficiency of Enbal (Cassava) Using Hydraulic Press
Equipment in the Enbal Processing Group in Ibra Village, Southeast
Maluku Regency)
Ismael Marasabessy1, Fien Sudirjo1 , Syahibul K. Hamid dan Yuni Irmawaty2
1 Politeknik Perikanan Negeri Tual, Tual- Indonesia, Email : ismael_mabes@yahoo.com
Info Artikel:
Diterima: 31 Okt. 2020
Disetujui: 04 Nov. 2020
Dipublikasi: 18 Nov. 2020
Common Service Articles
Keyword:
Enbal/Cassava, Pressing Tools,
Sanitation-Hygiene,
Production.
Korespondensi:
Ismael Marasabessy
Politeknik Perikanan Negeri
Tual. Tual-Indonesia
Email:
ismael_mabes@yahoo.com
Copyright© Oktober 2020
AGRIKAN
Abstrak. Kelompok usaha yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah kelompok pengolah sekaligus penjual
enbal (singkong) di desa Ibra, kabupaten Maluku Tenggara. Kelompok ini sudah lebih 10 tahun berproduksi
tetapi masih banyak kekurangan terutama cara pres serta sanitasi dan higiene proses produksinya. Tujuan
kegiatan ini untuk meningkatkan efisiensi dalam proses produksi enbal lempeng dengan penerapan alat pres
ulir serta perbaikan sanitasi dan higiene produksinya. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan teknik
diskusi dan pelatihan. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, pertama survey kondisi dan diskusi dengan mitra
terkait kondisi cara produksi dan cara pres enbal, kedua pembuatan alat pres, ketiga penerapan alat pres dalam
kegiatan produksi mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat pres ulir mampu mengeluarkan air
enbal/singkong parut cukup banyak sehingga lebih kering dibanding cara tradisional. Waktu pres menjadi
lebih cepat hanya 12-15 menit, sedangkan dengan cara tradisional butuh 14-24 jam. Kadar air enbal turun
sangat rendah mencapai 5-7%, kebersihan menjadi lebih baik karena air perasan tidak lagi tergenang di tanah
tetapi ditampung dalam ember, serta penggunaan alat pres sangat praktis. Demikian juga dengan kadar HCN
sangat rendah kurang dari 3mg/kg sehingga produk sangat aman dikonsumsi. Alat pres ulir ini sangat
membantu efisiensi proses produksi enbal lempeng (singkong lempeng) yang lebih bersih dan sehat
Abstract. The business group which is become the target of this activity is a group of processing and selling
enbal (cassava) in Ibra village, Southeast Maluku regency. This group has been producing for more than 10
years but there are still many shortage, especially in the way of press along with the sanitize and hygiene of the
production process. The purpose of this activity is to increase the efficiency in production process by applying
screw press equipment and improving sanitation and hygiene in its production. The method of implementing
activities uses discussion and training techniques. The activity is carried out in three stages, firstly survey on
condition and discussion with partners relates to the conditions of producing pressing enbal, secondly the
manufacture of pressing tools, third is the application of pressing tools in production activities of partners. The
results of the activity showed that the screw press was able to produce enough water of enbal / grated cassava
so that it is drier than the traditional method. Press time becomes faster which only 12-15 minutes, whereas in
the traditional way it takes 14-24 hours. The content of enbal’s water decreases very low, reaching 5-7%, the
sanitation becomes better because the juice is no longer stagnant on the ground but is collected in a bucket, and
the use of pressing tools is very practical. Likewise the HCN level is very low, less than 3mg / kg so the product
is very safe for consumption. This screw press is very helpful in the efficiency of the production process of plate
enbal (cassava plates) which is cleaner and healthier.
I. ENDAHULUAN
Kepulauan Kei merupakan gugusan pulau-
pulau kecil di wilayah Maluku bagian selatan
(agak ke barat) yang cukup terkenal keindahan
alamnya. Termasuk ke dalam kepulauan Kei
adalah Maluku Tenggara dan kota Tual. Selain
keindahan alamnya, karakteristik alamnya
menyebabkan masyarakat kepulauan kei terkenal
sebagai nelayan juga sebagai petani singkong
(kadar HCN tinggi) yang oleh masyarakat
setempat disebut “Enbal”, karena itulah enbal
sampai dengan saat ini merupakan makanan
pokok masyarakat Kei.
Dalam suasana krisis seperti pandemi Covid
19 ini, semua usaha baik besar, sedang maupun
kecil terdampak pendapatannya. Produksi dan
pendapatan yang semula cukup baik, tidak
mampu bertahan akibat pukulan pandemi yang
Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan (Agrikan UMMU-Ternate) Volume 13 Nomor 2 (Oktober 2020)
379
menyebabkan krisis ekonomi berada diujung
tanduk. Usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM) adalah salah satu komponen ekonomi
yang mampu bertahan cukup kuat di tengah
suasana pandemi covid 19 ini. Walaupun tidak
stabil pendapatannya seperti kondisi normal,
tetapi dibandingkan dengan usaha besar, maka
usaha kecil menengah lebih mampu mengatasi
kesulitan ekonominya. Industri Kecil dan
Menengah (IKM) mempunyai peranan yang
signifikan dalam pembangunan ekonomi terutama
dalam menyediakan lapangan kerja, serta
memberikan kontribusi signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi dan pemerataan
pendapatan (Kuncoro dan Mudrajad, 2004}.
Kondisi yang sama terjadi juga di kabupaten
Maluku Tenggara, khususnya pada kelompok-
kelompok usaha produksi pangan lokal “enbal”.
Produk ini termasuk pangan lokal unggulan di
Maluku Tenggara. Disebut pangan unggulan
karena melibatkan tenaga kerja yang cukup
banyak, sangat mempengaruhi pendapatan
masyarakat, tingkat produksinya cukup besar, dan
merupakan pangan lokal khas Maluku Tenggara.
Pengembangan komoditas unggulan di suatu
wilayah biasanya dilakukan karena mempunyai
posisi yang strategis dalam menunjang ekonomi
daerah. Kondisi sosial ekonomi, kelembagaan dan
potensi daerah biasanya menjadi dasar
pertimbangan ditetapkannya keunggulan suatu
produk (Hidayah, 2010).
Saat ini enbal diolah masyarakat Kei dalam
berbagai bentuk seperti enbal bubuhuk, enbal
goreng (disangrai), enbal bunga (dikeringkan dan
dipanggang), serta enbal keju. Semua produk
tersebut, bahan baku enbal parutnya diperas
secara tradisional yakni menggunakan pohon
sebagai pengungkit, ditindis dengan kayu dan
diberi beban batu besar agar ada tekanan sehingga
air enbal bisa keluar. Proses ini telah dilakukan
turun temurun sampai sekarang. Namun metode
ini mempunyai banyak kekurangan seperti waktu
peras lama, prosesnya kurang higienis, air perasan
menyebabkan bau kurang sedap dilokasi peras.
Selain kekurangan tersebut, tim juga
mengidentifikasi beberapa kekurangan lain
seperti manajemen usaha belum dikelola dengan
baik dan kemasan belum marketable karena
menggunakan plastik transparan tanpa labelling.
Adalah kelompok ibu Norma dan kelompok
ibu Jumiyati yang keduanya merupakan kelompok
usaha pengolah enbal di desa Ibra kabupaten
Maluku Tenggara yang sudah lebih 10 tahun,
sampai saat ini masih sangat tradisional dalam
pengolahan enbal. Olehnya itu tim pengabdi
mengambil mereka sebagai mitra kegiatan dalam
perbaikan produksi enbal. Berdasarkan
kesepakatan dengan mitra, permasalahan utama
yang terkait dengan keamanan pangan menjadi
prioritas masalah yang akan dibantu tim pengabdi.
Air enbal dengan kadar HCN yang tinggi
(melebihi 100 mg/kg) dapat menyebabkan racun
bagi manusia dan hewan. Untuk itu harus
dikeluarkan secara maksimal agar enbal menjadi
produk yang aman dikonsumsi. Salah satu solusi
yang bisa dilakukan adalah menggunakan alat
pres ulir yang dibuat oleh tim pengabdi dari
Politeknik Perikanan Negeri Tual.
Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan
efisiensi dalam proses produksi enbal lempeng
dengan penerapan alat pres ulir serta perbaikan
sanitasi dan higiene produksinya. Target
luarannya adalah menghasilkan alat pres ulir
sebanyak dua buah untuk kelompok mitra serta
SOP penggunaan alatnya.
Gambar 1. Pohon enbal/singkong tinggi HCN (a), dan umbi enbal (b).
Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan (Agrikan UMMU-Ternate) Volume 13 Nomor 2 (Oktober 2020)
380
II. METODE PELAKSANAAN
2.1. Waktu dan Tempat
Kegiatan pengabdian masyarakat ini
dilaksanakan selama 4 bulan di tiga tempat yaitu
di desa Ibra kabupaten Maluku Tenggara, di
Laboratorium Pengolahan Ikan - Politeknik
Perikanan Negeri Tual (Polikant) dan di
laboratorium Balai Besar Industri Agro (BBIA)
Bogor. Survey lokasi dan kondisi pengolahan
enbal dilakukan di desa Ibra, proses peras dan
produksi enbal di laboratorium pengolahan ikan
Polikant, serta analisis kandunagn HCN enbal di
BBIA Bogor.
2.2. Bahan dan Alat
Bahan dan Peralatan yang digunakan
meliputi enbal atau singkong kadar HCN tinggi,
karung goni bersih, tali nilon (diameter 8mm),
pelat besi (tebal 2,0 mm), pelat stainless steel 201
(tebal 2mm), dongkrak hidrolik (kapasitas 3 ton),
besi U 8mm, besi putih (as monel), dan besi ulir
2inci.
2.3. Prosedur Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan terdiri dari 3 tahap.
Tahap pertama dilakukan survey ke lokasi mitra
tentang kondisi usaha mitra dan proses produksi
enbal yang dilakukan saat ini serta identifikasi
permasalahan yang ada. Tahapan kedua dilakukan
design dan produksi alat pres enbal, serta tahap
ketiga dilakukan penerapan alat pres ke mitra.
Proses survey dilakukan oleh tim pengabdi ke
lokasi mitra untuk melihat kondisi usaha dan
status mitra sebagai pengolah enbal. Selain itu
diidentifikasi berbagai permasalahan yang
ditemui dalam usaha produksi enbal. Proses ini
menggunakan metode diskusi sehingga bisa
diperoleh informasi yag lengkap.
Penetapan permasalahan yang akan
diselesaikan dilakukan bersama-sama dengan
mitra. Penetapan permasalahan ditentukan
berdasarkan kondisi paling penting yakni
keamanan pangan karena terkait dengan
kandungan HCN dalam enbal. Selanjutnya
dilakukan design alat pres dan pembuatannya
di bengkel kampus. Proses ini menggunakan
metode diskusi untuk menjelaskan ke mitra
dan untuk mengetahui taggapan mitra terkait
design alat pres dimaksud. Selain itu metode
eksperimen juga dipakai untuk membuat alat
pres dan uji coba alat tersebut.
Tahapan penerapan dilakukan dengan metode
pelatihan yakni dengan melatih secara
langsung mitra cara penggunaan alat pres enbal
sehingga bisa berfungsi sesuai yang
diharapkan. Pada proses ini dibuat juga SOP
penggunaan alat yang digunakan oleh mitra.
Secara ringkas, tahapan kegiatan
ditampilkan pada Gambar 2.
Gambar 2. Tahapan kerja penerapan alat pres enbal ke mitra
III. PEMBAHASAN
3.1. Penetapan Permasalahn untuk Diselesaikan
Mitra merupakan kelompok pengolah enbal
yang sudah melakukan produksi dan penjualan
enbal lempeng sudah cukup lama. Selama waktu
tersebut, produksi enbal dilakukan secara
tradisional baik persiapan bahan baku (pres
enbal), proses produksi, maupun pengemasan
(Gambar 3).
Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan (Agrikan UMMU-Ternate) Volume 13 Nomor 2 (Oktober 2020)
381
Mengingat kandungan HCN merupakan
faktor yang sangat penting dalam produksi enbal,
karena selain keamanan pangan, juga karena
kadar air tinggi yang masih tersisa dalam enbal
setelah diperas akan memperlambat proses kerja
selanjutnya, karena harus diangin-anginkan
selama satu hari lagi baru bisa digunakan. Tujuan
enbal diangin-anginkan karena kadar airnya
masih tinggi untuk menguapkan lebih banyak
senyawa volatil dalam enbal yang menyebabkan
bau asam, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi
(Marasabessy dkk, 2018). Kondisi demikian
menyebabkan permasalahan utama yang harus
diselesaikan adalah mengatasi teknik peras enbal
yang mempunyai banyak kelemahan, yakni
dengan cara melakukan pres menggunakan alat
pres ulir.
Gambar 3. Cara pres enbal yang dilakukan masyarakat
3.2. Penerapan Alat Pres Ulir
Alat pres ulir yang dibuat berdasarkan hasil
identifikasi permasalahan sehingga diharapkan
berfungsi sesuai tujuannya untuk mengatasi
masalah mitra. Proses pembuatan alat pres ulir
dimulai dengan membuat design yang kemudian
dikonsultasikan ke rekan sejawat, teknisi bengkel
kampus dan mitra. Kemudian dilakukan
pembuatan alat pres ulir dengan prinsip
penekanan dari bawah menggunakan dongkrak
hidrolik dan dari atas menggunakan besi ulir,
sehingga air enbal akan keluar dari pori-pori
tabung stainless steel dan ditampung dalam
mangkok kemudian dibuang melalui corong yang
letaknya di ujung bagian tengah (Gambar 4). Air
yang keluar ditampung dalam ember sehingga
sanitasi higiene baik produk maupun lingkungan
tetap terjaga kerbesihannya. Capaian hasil
penerapan penggunaan alat pres ulir ke mitra
selengkapnya di tampilkan pada Tabel 1.
Gambar 4. Alat pres ulir dan bagian-bagiannya
Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan (Agrikan UMMU-Ternate) Volume 13 Nomor 2 (Oktober 2020)
382
Tabel 1. Hasil uji coba penggunaan alat pres ulir dengan metode
tradisional
Spesifikasi
Tradisional
Alat Pres Ulir
Waktu Pres
14-24 jam
15-20 mnt
Kadar Air Enbal
12-15%
5-7%
Kadar HCN
<0,3mg/kg
<5mg/kg
Kebersihan
Kurang
Bersih
Kepraktisan
Kurang
Praktis
Sumber : hasil uji coba tim dan mitra
Waktu pres yang dihasilkan dengan alat
pres ulir jauh lebih cepat dari cara tradisional yang
digunakan masyarakat. Hal ini terjadi karena alat
pres ulir menggunakan dua tekanan, yakni dari
bawah dengan dongkrak kapasitas 3 ton serta dari
atas menggunakan putaran besi ulir. Dengan dua
penekanan (terutama tekanan dongkrak dari
bawah) yang cukup kuat menyebabkan air dalam
enbal lebih banyak dan lebih cepat keluar. Hal ini
berdampak pada kadar air yang tersisa dalam
enbal sangat menurun. Dengan waktu peras
sekitar 15 20 menit dapat meminimalisir kadar
air enbal sampai dibawah 7%. Hal ini berbeda
dengan cara tradisional dimana waktunya agak
lama dan kadar air tersisa masih tinggi.
Penggunaan alat pres ulir banyak membantu
peningkatan kualitas sanitasi higiene proses
pemerasan karena selain air ditampung dalam
ember mengurangi polusi udara, juga prosesnya
menggunakan pelaratan yang bersih (Ngangun
dan Marasabessy I, 2019).
Demikian juga dengan kandungan HCN,
akan semakin berkurang karena berkurangnya
kadar air enbal. Penggunaan alat pres ulir pada
proses peras enbal dapat menurunkan kadar air
sampai 6% sehingga akan diikuti dengan
menurunnya kadar HCN enbal (Marasabessy, et al,
2018). Hal yang sama juga terjadi pada alat pres
tahu yang dapat menurunkan kadar air tahu dalam
waktu 15 menit dari sebelumya 45 menit (Sakuri
dkk, 2019). Penggunaan stainless steel membuat
produk lebih terlindungi dari kotor, jika
dibandingkan dengan cara tradisional yang
menggunakan pohon, batu dan kayu sebagai
atribut untuk proses peras. Demikian juga dengan
penggunaan dongkrak dan besi ulir menyebabkan
proses pemerasan menjadi lebih praktis.
Sementara bentuk produk yang dihasilkan juga
tampilannya berbeda antara cara tradisonal dan
yang menggunakan alat pres ulir seperti terlihat
pada Gambar 5 dimana enbal hasil perasan alat
pres lebih halus dan lebih bersih.
Gambar 5. Bentuk enbal hasil pres cara tradisional (a), dan alat pres ulir (b)
IV. PENUTUP
Kegiatan penerapan alat pres ulir kepada
mitra berjalan dengan lancar. Alat pres ulir
mampu memeras enbal dengan lebih cepat, lebih
praktis dan proses produksi lebih bersih.
Menghasilkan enbal pres dengan kadar air dan
kadar`HCN cukup rendah. Mitra dapat
mengoperasikan alat pres dengan baik mengikuti
SOP.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih yang sebesar besarnya kami
sampaikan kepada Direktur Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat, Ristek Brin yang
telah memberikan dana hibah pengabdian
sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan.
Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan (Agrikan UMMU-Ternate) Volume 13 Nomor 2 (Oktober 2020)
383
REFERENSI
Kuncoro dan Mudrajad, 2004. Otonomi dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi dan
Peluang. Jakarta: Erlangga.
Hidayah, I., 2010. Analisis Prioritas Komoditas Unggulan Perkebunan Daerah Kabupaten Buru (Pre-
eminent Commodity Preference Analysis of Plantation of Sub-Province Buru). AGRIKA Vol 4,
Nomor 1.
Marasabessy Ismael, Sudirjo Fien, Hamid Syahibul K, Irmawaty Yuni (2018). Produksi Enbal (Singkong)
Crispy yang Difortifikasi Serat Rumput Laut. Jurnal ABDIMAS, ISSN: 1979-0953 ; e-ISSN: 2598-
6066. Vol. 11, Nomor 3 Des 2018. p.205-212.
Ngangun TA, Marasabessy I., (2019). Program Kemitraan dalam Pengembangan Pangan Lokal Singkong
Krispi Rumput Laut untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat. Jurnal Agrokreatif.
-8572, EISSN 2461-095X.
Sakuri, Khanif Setyawan, Jb. Praharto, (2019). Penerapan Alat Press dan Potong Tahu dengan Metode
Ergonomis ntuk Meningkatkan Efisiensi Kerja pada Pengrajin Tahu Desa Kalisari Kecamatan
Cilongok Banyumas.Prosiding Seminar nasional Unimus. Vol 2 tahun 2019. e-ISSN 2654-3168,
p-ISSN 2654-32577.
ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication.
Article
Full-text available
Tujuan umum kegiatan ini adalah mengembangkan budaya knowledge based economy dalam bidang usaha pengolahan berbasis pangan lokal enbal (singkong) dan rumput laut dengan memanfaatkan pengetahuan, pendidikan maupun hasil riset. Tujuan khusus yaitu memaksimalkan penggunaan rumput laut sebagai sumber serat untuk bahan fortifikan agar dapat meningkatkan daya saing (nilai ekonomi dan nilai gizi) enbal crispy sebagai pangan lokal masyarakat kepulauan Kei. Metode pelaksanaan program ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan produksi rumput laut dengan umur panen 60 hari. Tahap kedua diproduksi tepung enbal (singkong) dengan metode press ulir. Tahap ketiga di lakukan produksi enbal crispy rumput laut (ECRL). Hasil kegiatan menunjukkan produk ECRL cukup diminati konsumen, baik lokal maupun luar Maluku. Selama 6 bulan, produksi rumput laut sebanyak 500 kg (70%), produksi tepung enbal sebanyak 20kg (40%), produksi ECRL yang dihasilkan sebanyak 800 dos (20%), pendapatan mencapai 36 % dari target yang telah ditetapkan. Enbal crispy yang dihasilkan mengandung kadar air 8% dan HCN <3 mg/kg.
Article
Partner of the community partnership program on this study is a group of cassava chips processing located in the village of Ibra, Southeast Maluku district. Partners can be classified into economically productive societies, but they still face many problems in the production and marketing process. The purpose of this activity was to increase the income of the cassava chip processing group partners, and to increase the added value of cassava root by adding seaweed into high fiber cassava chips. The activity was carried out in three stages, firstly producing cassava flour with an improved press method, secondly producing cassava plates, and thirdly producing cassava krispi seaweed chips(SKRL). The results of the activity showed that SKRL products were quite attractive to consumers. With the improvement of the form, taste and packaging of SKRL had become one of the typical souvenirs of the Kei community. The marketing strategy adopted was to increase packaging using two types of packaging, namely primary packaging with propilen plastic (PP) and secondary packaging using paper boxes. Seaweed cassava produced was very preferred by consumers because it tastes good and crispy. The use of a screw press produced cassava chips with very low HCN levels so it is very safe to consume. The partner's income increased, the sales during the 6 months of activities reached 600 boxes with a value of IDR 10,000,000.
Otonomi dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang
  • Mudrajad Kuncoro
Kuncoro dan Mudrajad, 2004. Otonomi dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang. Jakarta: Erlangga.
Analisis Prioritas Komoditas Unggulan Perkebunan Daerah Kabupaten Buru (Pre-eminent Commodity Preference Analysis of Plantation of
  • I Hidayah
Hidayah, I., 2010. Analisis Prioritas Komoditas Unggulan Perkebunan Daerah Kabupaten Buru (Preeminent Commodity Preference Analysis of Plantation of Sub-Province Buru). AGRIKA Vol 4, Nomor 1.
Produksi Enbal (Singkong) Crispy yang
  • Marasabessy Ismael
  • Sudirjo Fien
  • Hamid Syahibul
  • Irmawaty Yuni
Marasabessy Ismael, Sudirjo Fien, Hamid Syahibul K, Irmawaty Yuni (2018). Produksi Enbal (Singkong) Crispy yang Difortifikasi Serat Rumput Laut. Jurnal ABDIMAS, ISSN: 1979-0953 ; e-ISSN: 2598-6066. Vol. 11, Nomor 3 Des 2018. p.205-212.
Penerapan Alat Press dan Potong Tahu dengan Metode Ergonomis ntuk Meningkatkan Efisiensi Kerja pada Pengrajin Tahu Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Banyumas
  • Khanif Sakuri
  • Jb Setyawan
  • Praharto
Sakuri, Khanif Setyawan, Jb. Praharto, (2019). Penerapan Alat Press dan Potong Tahu dengan Metode Ergonomis ntuk Meningkatkan Efisiensi Kerja pada Pengrajin Tahu Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Banyumas.Prosiding Seminar nasional Unimus. Vol 2 tahun 2019. e-ISSN 2654-3168, p-ISSN 2654-32577.