Article

PEMBERDAYAAN GURU TK MELALUI PROGRAM PSIKOEDUKASI MEWUJUDKAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI DESA CANDIREJO KEC. UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG

Authors:
To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the authors.

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hal penting dalam kehidupan anak. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak antara lain lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah keluarga, guru serta lingkungan sekitar. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk mewujudkan sekolah ramah anak dengan melakukan Pemberdayaan Guru TK melalui program psikoedukasi di TK Nurul Izzah Candirejo , Ungaran Barat, Kab. Semarang. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui 4 tahap yaitu observasi dan sosialisasi kegiatan, tes bakat minat dengan 4 P, test perkembangan menggunakan KPSP dan pelatihan APE serta praktek penggunaan APE . Hasil dari kegiatan ini adalah sosialisasi diikuti oleh semua guru (100%), tes minat dan bakat personality sebagian besar anak senang bertemu dengan orang-orang baru (82.85%), potency sebagian kecil anak suka mencari variasi (45.71%), passion sebagian besar anak suka membantu orang (75.71%) dan psychology sebagian besar anak suka mengorganisir kegiatan (70%), tes perkembangan menggunakan KPSP didapatkan interpretasi hasil tes perkembangan sebagian besar sesuai (S) dengan usia anak sebesar 82.48 %, meragukan (M) 12.86% dan ada penyimpangan (P) 2.86 %, serta Pelatihan APE dan praktik penggunaan APE diikuti oleh guru (100 %) dan siswa (97.22 %) karena ada 2 siswa yang sakit Berdasarkan hasil tersebut dapat dilakukan program psikoedukasi yang dapat mendukung perkembangan anak menjadi optimal antara lain dengan melakukan pemeriksaan perkembangan secara rutin sesuai dengan usia anak. Kata kunci : pemberdayaan guru, psikoedukasi, sekolah ramah anak

No full-text available

Request Full-text Paper PDF

To read the full-text of this research,
you can request a copy directly from the authors.

ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication.
Article
To compare contraceptive use pre- and post-therapeutic abortion in 1995, 1999 and 2002 in a New Zealand clinic. Retrospective, consecutive case review of women presenting for therapeutic abortion. Anonymous data included demographic details, contraception used at conception, and post-termination contraception. Pre-conception contraceptive use is significantly declining, with post-termination condom choice increasing. This is predominantly due to increasing numbers of Asian women presenting for abortion. In 2002, 97% of Asian women used no contraception or only condoms pre-conception, and 62% chose condoms or abstinence post-termination. Oral contraceptives are used significantly less by Asian than European women both pre-termination (p = 0.0002) and post-termination (p = 0.00001). Other ethnic groups showed little change in contraceptive use over the study periods. It is speculated that ethnic Chinese women lack adequate contraceptive education, demonstrate distrust of non-barrier methods, believe men should provide the prophylactic, and mistakenly believe contraception unnecessary for the first week following menstruation. Abortion may be used for family planning rather than as back up for contraceptive failure. Young Chinese arriving in New Zealand require immediate sexual health education including accurate contraceptive information. Liaison between primary healthcare sectors and policy makers of immigration and other services assisting overseas students is recommended to provide culturally appropriate education.
Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Direktorat Keseahatan Keluarga
  • R I Kemenkes
Kemenkes RI. 2016. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Direktorat Keseahatan Keluarga. Jakarta
Bermain, Mainan, dan Permainan Untuk Pendidikan Anak Usia Dini
  • Mayke S Tedjasaputra
Tedjasaputra, Mayke S, 2013. Bermain, Mainan, dan Permainan Untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Gramedia.
Artikel Jurnal Penulis Organisasi Diabetes Prevention Program Research Group. Hypertension, insulin, and proinsulin in participants with impaired glucose tolerance
Artikel Jurnal Penulis Organisasi Diabetes Prevention Program Research Group. Hypertension, insulin, and proinsulin in participants with impaired glucose tolerance. Hypertension.2002;40(5):679-86