ArticlePDF Available

PENERAPAN FULL DAY SCHOOL DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA (LATAR BELAKANG PENERAPAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI DI KELAS XI IIS)

Authors:

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Penerapan Full Day School di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Singaraja, (2) Pengaruh Full Day School terhadap prestasi belajar sosiologi kelas XII IIS. Konsep yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah yaitu Penerapan dan Pengaruh Full Day School, prestasi belajar. dengan langkah penentuan informan yang terdiri dari siswa kelas XI IIS yang menerapkan Full Day School, Kepala Sekolah, Guru sosiologi SMA Negeri 1 Singaraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, teknik observasi langsung, wawancara, dan studi dokumen, angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan Full Day School di SMA Negeri 1 Singaraja telah berjalan dengan baik, dengan segala penunjang yang ada di SMA Negeri 1 Singaraja dan dari hasil data penyebaran kuesioner ke siswa 70% siswa memberikan respon positif terhadap penerapan ini dengan menyetujui penerapan lima hari sekolah ini. Penerapan lima hari sekolah ini juga berpengaruh terhadap prestasi belajar anak dan pengaruh nya cukup signifikan. Jika dilihat dari hasil pengamatan dan nilai raport siswa kelas XI IIS, Namun prestasi belajar siswa tidak hanya dilihat dari faktor dari dalam diri individu saja melainkan faktor dari luar individu, yaitu terdiri dari faktor lingkungan dan faktor instrumental. Dan Full Day School termasuk ke dalam faktor dari luar karena berupa kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.Kata Kunci: Lima Hari Sekolah, Kebijakan Pemerintah, Prestasi, Belajar, Sosiologi.
e-Journal Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Sejarah, Sosiologi dan Perpustakaan (Volume 2, Nomor 2, Tahun 2020)
144
PENERAPAN FULL DAY SCHOOL DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA
(LATAR BELAKANG PENERAPAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP
PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI DI KELAS XI IIS)
Ema Maulidya Bawazir1, Dr. I Wayan Mudana, M.Si2, Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum 3
Program Studi Pendidikan Sosiologi
Jurusan Sejarah Sosiologi dan Perpustakaan
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, 2020
e-mail: {emabawazir@gmail.com, mudanawayan60@gmail.com,
lpsendratari@gmail.com,
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Penerapan Full Day School di Sekolah Menengah Atas
(SMA) Negeri 1 Singaraja, (2) Pengaruh Full Day School terhadap prestasi belajar sosiologi kelas XII IIS.
Konsep yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah yaitu Penerapan dan Pengaruh Full Day
School, prestasi belajar. dengan langkah penentuan informan yang terdiri dari siswa kelas XI IIS yang
menerapkan Full Day School, Kepala Sekolah, Guru sosiologi SMA Negeri 1 Singaraja. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu,
teknik observasi langsung, wawancara, dan studi dokumen, angket atau kuesioner. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa (1) Penerapan Full Day School di SMA Negeri 1 Singaraja telah berjalan dengan
baik, dengan segala penunjang yang ada di SMA Negeri 1 Singaraja dan dari hasil data penyebaran
kuesioner ke siswa 70% siswa memberikan respon positif terhadap penerapan ini dengan menyetujui
penerapan lima hari sekolah ini. Penerapan lima hari sekolah ini juga berpengaruh terhadap prestasi
belajar anak dan pengaruh nya cukup signifikan. Jika dilihat dari hasil pengamatan dan nilai raport siswa
kelas XI IIS, Namun prestasi belajar siswa tidak hanya dilihat dari faktor dari dalam diri individu saja
melainkan faktor dari luar individu, yaitu terdiri dari faktor lingkungan dan faktor instrumental. Dan Full
Day School termasuk ke dalam faktor dari luar karena berupa kebijakan yang diterapkan oleh
pemerintah.
Kata Kunci: Lima Hari Sekolah, Kebijakan Pemerintah, Prestasi, Belajar, Sosiologi.
Abstract
This study aims to determine (1) Implementation of Full Day School in State Senior High School 1
Singaraja, (2) Effect of Full Day School on the learning achievement of class XII IIS sociology. The
concept used to answer the problem formulation is the Implementation and Effect of Full Day School,
learning achievement. with the step of determining the informants consisting of students of class XI IIS
who implement Full Day School, School Principal, Sociology teacher at SMA Negeri 1 Singaraja. The
method used in this study is a qualitative method. Data collection techniques used are, direct observation
techniques, interviews, and study of documents, questionnaires or questionnaires. The results showed
that (1) The implementation of Full Day School in SMA Negeri 1 Singaraja had been going well, with all
the supports in SMA Negeri 1 Singaraja and from the results of questionnaire distribution to students 70%
of students gave a positive response to this application by agreeing the application of these five days of
school. The application of these five school days also influences children's learning achievement and
their influence is quite significant. If seen from the observations and report cards grades of class XI IIS
students, however student achievement is not only seen from factors within the individual alone but
factors from outside the individual, which consists of environmental factors and instrumental factors. And
Full Day School is included in external factors because it is a policy implemented by the
government.
Keywords : Full Day School, Five Days of School, Government Policy, Achievement, Study,
Sociology
e-Journal Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Sejarah, Sosiologi dan Perpustakaan (Volume 2, Nomor 2, Tahun 2020)
145
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan sektor yang
sangat penting untuk meningkatkan harkat
dan martabat bangsa indonesia. Beberapa
usaha telah dilakukan oleh para pengelola
pendidikan untuk memperoleh suatu produk
atau hasil pendidikan yang berkualitas,
yaitu dengan cara melakukan mutu
pendidikan sekolah secara bertahap dan
terus menerus. Sehingga tidak dapat
dipungkiri bahwa pendidikan sekolah di
Indonesia bersifat dinamis artinya selalu
melakukan berbagai perubahan yang
menuju ke arah yang lebih baik. Pemerintah
menetapkan kebijakan terkait Full Day
School, Salah satu potret adanya upaya
pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut
tercermin dari kebijakan pemerintah yang di
atur oleh Peraturan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan
(Permendikbud) Nomor 23 tahun 2017
tentang hari sekolah mulai tahun ajaran
2017\ 2018 sekolah berlangsung Senin s.d
Jum’at (lima hari sekolah) Sabtu libur total
dengan jam sekolah menjadi delapan jam
belajar setiap harinya, tetapi tidak semua
sekolah yang ada di Indonesia menerapkan
kebijakan ini. Dimana arti pendidikan disini
bukan hanya mentransfer knowledge
(pengetahuan) tetapi juga mengubah
tingkah laku setiap anak untuk menjadi
anak yang berkarakter.
Meningkatkan kualitas pendidikan,
tentunya Indonesia mempunyai cara khusus
sebagai upaya peningkatan pendidikan
menuju pada tujuan pendidikan, yang
sudah tertera pada Undang- Undang (UUD)
sistem pendidikan nasional Nomor 20 tahun
2003 pasal 3. Penerapan lima hari sekolah
telah diterapkan oleh beberapa sekolah
negeri di kota Singaraja, salah satunya
ialah Sekolah Menengah Atas (SMA)
Negeri 1 Singaraja. Sekolah Menengah
Atas (SMA) Negeri 1 Singaraja merupakan
salah satu sekolah favorit dan tertua di kota
Singaraja serta menjadi sekolah rujukan
pertama di Buleleng, sekolah lain yang
telah menerapkan akan mengacu pada
penerapan Full Day School di Sekolah
tersebut.Tentu sekolah memiliki tujuan
dengan diadakannya program tersebut
sejak lama di sekolah, tidak hanya prestasi
akademik dan non akademik tentu pihak
sekolah juga mengedepankan ahklak setiap
siswa-siswi nya agar menjadi insan yang
bertaqwa dan berkarakter. Hal ini tentu
membawa konsekuensi baik terhadap siswa
maupun warga sekolah yang bersangkutan.
Penerapan Full Day School ini menuai pro
dan kontra dari kalangan tenaga pendidik,
orang tua, pakar pendidikan. Akan tetapi
penerapan ini berdampak positif bagi siswa
yaitu Penerapan ini menjanjikan
perkembangan karakter dan prestasi belajar
peserta didik saat ini. Hal tersebut
dikarenakan kesempatan belajar siswa
lebih banyak dan guru bebas menambah
materi melebihi muatan kurikulum.
(Islamika, 2011 : 98).
Menurut etimologi kata Full Day
School berasal dari bahasa Inggris. Full
mengandung arti penuh, dan Day artinya
hari. Jika digabung, akan mengandung arti
sehari penuh. Sedangkan School
mempunyai arti sekolah (Salim Peter, 1988:
340). Jadi pengertian Full Day School
adalah sekolah sepanjang hari atau proses
belajar mengajar yang diberlakukan dari
pagi hari sampai sore hari dengan berbagai
kegiatan yang ada disekolah. Menurut
(Moch, Ikromi 2005: 54) menyatakan bahwa
adanya penerapan lima hari sekolah ini
lama waktu pembelajaran tidak akan
menjadi beban, karena sebagian waktunya
digunakan untuk kegiatan informal
disekolah. Dan pada sistem ini banyak pola
dan metode dalam proses belajar dan
mengajarnya dituntut lebih menarik , sistem
pembelajarannya tidak top down atau
monologis karena dengan metode seperti
ini, maka yang terjadi guru mengajar dan
murid diajar, guru mengetahui segalanya
dan murid tidak mengetahui apa-apa, guru
membacakan dan murid mendengarkan,
atau konsep seperti itu. Menurut Wiwik
Sulistyaningsih (2008: 61) menyatakan
bahwa penerapan Full Day School memiliki
banyak waktu luang bagi guru untuk
merancang kegiatan pembelajaran tidak
hanya fokus pada materi wajib tetapi
menambahkan materi lain yang sesuai
dengan realita kehidupan yang ada
dimasyarakat. Serta disesuaikan dengan
jurusan yang diambil oleh siswa.
e-Journal Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Sejarah, Sosiologi dan Perpustakaan (Volume 2, Nomor 2, Tahun 2020)
146
Persyaratan yang harus dipenuhi
dalam menerapkan Full Day School ada 5
diantaranya: a. Kesiapan moral yang dimiliki
guru untuk mengemban amanah yang
diberikan pemerintah, dengan jiwa tulus
untuk dalam mendidik siswa dan memiliki
kemampuan untuk mengelola dan
mengembangkan pembelajaran. b.
Kurikulum dan program pembelajaran yang
kreatif, efektif dan atraktif agar siswa dapat
merasakan asyik dan nyaman menjalani
setiap program ini tentu hal ini menantang
siswa untuk terus berprestasi. c.
Menumbuhkan nilai karakter yang dimiliki
anak, sekolah harus didesain bagaimana
caranya agar anak memandang bahwa
sekolah itu menjadi kehidupan nyata
dimana lingkungan belajar, komunitas
belajar penuh dengan penerapan nilai dan
norma yang baik dalam membentuk akhlak
atau karakter siswa. d. Fasilitas yang
memadai dalam menerapkan lima hari
sekolah. e.Terjalinnya kerjasama yang baik
antara sekolah dengan pihak orang tua
untuk menciptakan pendidikan yang lebih
maju.
Penerapan lima hari sekolah yang
diterapkan oleh pemerintah tentu memiliki
dampak positif dan negatif, menurut
Jumraeni (2018: 7) menyatakan bahwa ada
beberapa dampak positif dari penerapan ini
yaitu:
1. Dapat meningkatkan kemampuan
kognitif anak.
2. Dapat mengasah kemampuan
keterampilan anak baik dalam bidang
pembelajaran maupun interaksi
bersama teman sebaya.
3. Orangtua tidak akan khawatir kualitas
pendidikan dan kepribadian putra-
putrinya karena anak-anaknya di didik
oleh tenanga kependidikan yang
terlatih dan profesional.
Program kebijakan pemerintah yang
baru ini tentunya memiliki dampak negatif
yang diterima oleh siswa maupun orang tua
antara lain yaitu:
1. Siswa kurang berinteraksi dengan
orangtua dan lingkungan tempat
tinggal.
2. Siswa terlalu lelah, waktu istirahat
berkurang karena dihabiskan di
sekolah.
3. Tingginya tingkat strees dimiliki siswa
karena lamanya waktu belajar di
sekolah. Kondisi psikis siswa tertekan
karena merasa terpaksa mengikuti
pertambahan jam pelajaran (Islami
Arizka : 2016).
Berdasarkan penjelasan di atas,
peneliti akan membuat hasil penelitian
yang berjudul Penerapan Full Day
School di SMA Negeri 1 Singaraja (Latar
Belakang Penerapan dan Pengaruhnya
Terhadap Prestasi Belajar Sosiologi
Kelas XI IIS”.
Penelitian ini dapat dikaji dengan
menggunakan beberapa teori yaitu:
(1) Kajian Full Day School. Penerapan
Full Day School merupakan muatan
yang ada dalam kurikulum dengan
seluruh isi kehidupan anak seperti
belajar, bermain, beribadah, makan
serta aktifitas lainnya yang di
rangkaikan melalui sistem pendidikan
dan pengajaran yang lebih lama
dibandingkan sekolah formal lainnya.
Program kebijakan baru yang telah
diterapkan oleh pemerintah ini selain
bertujuan mengembangkan
manajemen mutu pendidikan, yang
paling utama dalam penerapan ini yaitu
adanya upaya pembinaan akidah dan
akhlak para siswa dan menanamkan
nilai-nilai positif dalam membentuk
karakter pada peserta didik. Tuntutan
kurikulum 2013 dan program lima hari
sekolah lebih menuntut siswa aktif dan
memberikan keleluasaan pada siswa
untuk mengeksplore segala hal yang
tidak diketahui tetapi harus disesuaikan
dengan materi pembelajaran.
(2) Kajian Prestasi Belajar. Prestasi
belajar merupakan hasil yang di capai
oleh siswa setelah ia melakukan
kegiatan pembelajaran tertentu saat di
sekolah. Setelah mengikuti proses
pembelajaran yang diukur
menggunakan instrumen tes yang
relevan. Prestasi belajar ini konotasi
e-Journal Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Sejarah, Sosiologi dan Perpustakaan (Volume 2, Nomor 2, Tahun 2020)
147
nya pada hasil belajar atau penilaian
terhadap peserta didik di setiap
semester nya meningkat, stabil, atau
menurun. Penilaian ini dilihat aspek
kognitif, afektif dan psikomotorik yang
dilakukan secara terencana dan
sistematis. Karena penilaian ini sangat
berpengaruh pada guru maupun
peserta didik, pengaruhnya terhadap
guru yaitu harus bisa membuat
metode, model, media yang digunakan
dalam menunjang proses
pembelajaran dikelas yang dibuat
menarik, kreatif dan mengacu siswa
berpikir kritis saat pembelajaran
berlangsung. Tujuan prestasi belajar
menurut (Nur Padilla, 2017:50)
menyatakan bahwa: Kemampuan
penguasaan materi yang dimiliki siswa
saat pembelajaran berlangsung,
Kecakapan minat dan bakat yang ada
pada siswa saat proses belajar,
Mengetahui tingkat kecerdasan siswa
melalui standar yang telah ditetapkan
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kualitatif. pendekatan
kualitatif ini bertujuan untuk
mendeskripsikan masalah dan
penyelesaian yang akan diteliti. Penelitian
ini berfokus pada penerapan dan pengaruh
Full Day School terhadap prestasi belajar
sosiologi. . Pendekatan kualitatif ini
diharapkan dapat menjawab uraian secara
mendalam melalui tingkah laku, ucapan,
tulisan yang dapat diamati melalui individu
dengan individu, kelompok dengan
kelompok dan masyarakat dalam konteks
tertentu yang dikaji secara lebih
komprehensif. Lokasi penelitian ini
bertempat di Kota Singaraja, tepatnya di
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1
Singaraja. Jln. Pramuka No. 4 Singaraja.
Sumber data dalam penelitian yaitu
melalui observasi, wawancara, studi
dokumentasi, angket atau kuesioner.
Penentuan informan dalam penelitian ini
dilakukan dengan teknik purposive
sampling secara terstruktur, dengan terlebih
dahulu di tentukan informan kunci (Sugiono,
2010: 300). Dengan data tersebut penelitian
ini termasuk ke dalam penelitian studi
kasus.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Latar Belakang SMA Negeri 1 Singaraja
Sejarah berdirinya Sekolah Menengah
Atas (SMA) Negeri 1 Singaraja berdiri 1
November 1950 dan merupakan sekolah
tertua di Bali yang sampai saat ini masih
dipandang sebagai sekolah unggulan.
Sejak tahun 1950 sekolah ini memiliki
peran yang sangat sentral dalam mendidik
para calon pemimpin baik di Provinsi Bali
maupun di daerah lain. Sejak saat itu
sudah memiliki daya saing yang cukup
memadai jika dibandingkan dari sekolah
negeri yang lain. Sekolah Menengah Atas
(SMA) Negeri 1 Singaraja terletak di Jalan
Pramuka No. 4 Singaraja, Kelurahan Banjar
Bali, Kecamatan Buleleng, Kabupaten
Buleleng, Provinsi Bali. Dengan luas tanah
10.114 m2. Letak geografi yakni disebelah
utara permukiman warga, sebelah timur
pasar anyar, sebelah barat pertokoan,
sebelah selatan kantor polisi.
Penerapan Full Day School di SMA
Negeri 1 Singaraja
Program Full Day School sendiri ialah
sebuah sistem pembelajaran yang
dilaksanakan dalam waktu sehari penuh.
Semula penerapan Full Day School ini
menuai perdebatan yang sangat hebat
dikalangan pendidik, siswa, dan dikalangan
orang tua baik di pihak pro maupun kontra
dengan berbagai alasan. Bahkan
penerapan ini dikhawatirkan sulit diterima
oleh siswa karena dihadapkan harus
sekolah hingga 8 jam yang memberatkan
siswa maupun dari pihak orang tua, karena
membuat orang tua tidak bisa berkumpul
dengan anaknya seperti biasa. Berbeda
halnya dengan orang tua yang seharian
bekerja diluar tentunya tidak
mempermasalahkan hal ini. Namun ada
juga orang tua yang setuju dengan adanya
penerapan Full Day School. Konsep yang
digunakan dalam kebijakan yang baru ini
dalam mengembangkan inovasi sistem
pembelajaran lebih mengedepankan
e-Journal Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Sejarah, Sosiologi dan Perpustakaan (Volume 2, Nomor 2, Tahun 2020)
148
kreativitas dari tiga ranah yaitu Kognitif,
Afektif, dan Psikomotorik.
Untuk menghindari adanya pro dan
kontra seharusnya pemerintah sebelum
mengambil kebijakan yang baru ini tentunya
perlu dikomunikasikan terlebih dahulu
dengan warga sekolah dan orang tua siswa,
dimana dari hal tersebut diberikan sebuah
angket yang harus diisi untuk mengetahui
respon dari pihak sekolah maupun orang
tua atas kebijakan pemerintah yang baru
ini. Dari data tersebut menyatakan lebih dari
90% menyatakan setuju dengan penerapan
ini, maka dari itu langsung dimuat dalam
kurikulum untuk menerapkan nya. Tentunya
pihak Kepala Sekolah selalu mengevaluasi
selama 1 tahun berjalan apakah masih bisa
dilanjutkan penerapan ini atau ingin balik ke
6 hari sekolah. Dari tanggapan pihak
sekolah menyanggupi untuk terus
melaksanakan nya walaupun masih terjadi
kendala-kendala yang masih bisa diatasi
bersama. Selain itu penerapan ini harus
memperhatikan segala hal kesiapan
fasilitas, kesiapan komponen yang
diperlukan sekolah serta kesiapan program-
program yang akan diterapkan. Penerapan
kebijakan yang baru ini juga menuai pro
dan kontra dari kalangan pendidik seperti
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1
Singaraja yang berada pada pihak Pro
sedangkan SMA Negeri 2 Singaraja
berpihak kontra.
Sekolah Menengah Atas (SMA)
Negeri 1 Singaraja merupakan sekolah
rujukan pertama di Buleleng yang
menerapkannya. Serta Sekolah ini terdapat
dipusat Kota dan siswa nya 90% berasal
tidak jauh jarak nya dari sekolah, serta
fasilitas yang dimiliki oleh sekolah sangat
memadai untuk menerapkannya ( Sudana,
50 tahun). Tidak sejalan dengan Sekolah
Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Singaraja
yang kontra terhadap Full Day School
(Kartawan, 52 tahun) menyatakan
Penerapan lima hari di Sekolah Menengah
Atas (SMA) 2 Singaraja tidak dapat
dilaksanakan karena melihat kesiapan yg
harus dipenuhi oleh pihak sekolah. Serta
dengan jadwal mengajar dari pagi hingga
sore maka pihak guru pun merasa
keberatan karena ia tidak hanya mengurusi
siswa nya saja tetapi dirumah memiliki
keluarga yang harus diperhatikan. Hal ini
juga berdampak pada siswa jika diterapkan
lima hari sekolah maka siswa akan
berpotensi merasakan kebosanan jika di
sekolah dari pagi hingga sore, jika pihak
sekolah belum bisa membuat program-
program yang kreatif.
Penerapan lima hari sekolah di SMA
Negeri 1 Singaraja ini telah didukung
dengan berbagai fasilitas yang tersedia
demi menunjang pembelajaran. Diawali
dengan ruang perpustakaan yang dimiliki
yaitu dengan menyediakan ruang baca
buku secara manual dan digital. Dimana
perpustakaan digital ini berupa
perpustakaan maya dengan memfasilitasi
siswa untuk mengupdate materi-materi
pembelajaran maupun tuga-tugas
kelompok, kunjungan dilakukan oleh guru
maupun siswa saat jam istirahat. Pihak
pengelola perpustakaan juga menyediakan
buku di pojok-pojok baca. Bahkan disetiap
kelas telah memiliki almari untuk
menampung buku-buku yang telah tersedia.
Penerapan ini juga membuat anak dituntut
untuk baca buku setiap akan masuk pada
jam pelajaran pertama.
Faktor penghambat dalam penerapan
program pemerintah yang baru di Sekolah
Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Singaraja
diantaranya adalah sarana dan prasarana
dalam hal ini masih kurangnya ruang kelas
sehingga proses pembelajaran masih
belum sepenuhnya efektif. Penerapan ini
tentunya juga memilki kelemahan yaitu
banyaknya kegiatan pada program yang
dirancang oleh pihak sekolah berkaitan
dengan Full Day School yang membuat
siswa menjadi mudah lelah dan bahkan
jatuh sakit dikarenakan siswa belum bisa
membagi waktu dan kemampuan tubuhnya.
Menurut Arsyadana (Arsyadana, 2010:11)
”adanya sekolah yang diperlakukannya dari
pagi hingga sore hari, maka sekolah lebih
leluasa dalam mengatur jadwal
pembelajaran”.
Program kebijakan pemerintah yang
baru ini berupa Full Day School di SMA
Negeri 1 Singaraja sudah tergolong berjalan
dengan baik dari hasil pengamatan peneliti
dan hasil kuesioner yang telah peneliti
sebarkan ke responden mendapat respon
e-Journal Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Sejarah, Sosiologi dan Perpustakaan (Volume 2, Nomor 2, Tahun 2020)
149
yang positif dari hasil tersebut didapatkan
70% siswa menyetujui program-program
yang berlangsung disekolah ini dengan
segala kendala yang dihadapi selama
penerapan ini. Penerapan ini juga
berdampak positif bagi siswa, dimana ia
ditantang lebih giat lagi dalam belajar nya
untuk bisa berprestasi dan bersaing dengan
temannya dan penerapan lima hari sekolah
ini juga memberikan cara pikir siswa
menjadi maju yaitu dengan cara bagaimana
ia dapat membagi waktu yang ada selama
disekolah dan dirumah dengan disiplin
waktu yang ia miliki selama lima hari
berlangsung agar bisa menjaga kondisi
tubuhnya agar tidak sakit maupun drop.
Pengaruh Full Day School terhadap
Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI
IIS
Pengaruh Full Day School terhadap
hasil belajar sosiologi siswa disajikan dalam
proses pembelajaran sehari-hari disekolah,
cara guru mengajar, dan keaktifan siswa
dalam menerima pelajaran. Pengaruh
penerapan ini tentunya ditunjang oleh
persyaratan yang pemerintah canangkan
yaitu fasilitas yang harus memadai,
kesanggupan dari pihak guru,siswa,
maupun orang tua untuk menerima program
ini dilaksanakan karena tidak sembarang
sekolah bisa menerapkan kebijakan ini.
Pemerintah juga perlu mendukung program
ini dengan cara memenuhi keperluan
fasilitas yang kurang disekolah agar
penerapan ini dapat berjalan dengan baik
bahkan bisa berdampak positif bagi
generasi penerus bangsa.
Pengaruh positif dengan adanya
program kerja pemerintah yang baru ini
membuat siswa menjadi lebih terpacu untuk
aktif, kreatif, inovatif dan modern disegala
mata pelajaran maupun ekstrakurikuler,
tidak hanya siswa saja yang dituntut tetapi
sebagai seorang guru pun harus lebih
memiliki wawasan daripada siswanya.
Karena tuntutan K13 diharuskan seorang
guru dapat menjadi fasilitator, motivator
bagi siswanya untuk lebih aktif. Peran guru
sangat sentral dalam membimbing siswa
untuk lebih berprestasi dan memiliki attitude
terhadap orang lain. Pada dasarnya
prestasi itu penting tetapi jika tidak memiliki
tata krama terhadap guru maupun orang
lain sama aja tidak ada nilainya, karena
dalam pelaksanaannya dituntut guru dapat
mengajarkan siswa bagaimana
pembentukan nilai karakter yang harus
tumbuh melalui kesadaran siswa melalui
program-program yang dibuat oelh sekolah.
Pengaruh negatif dari adanya Full
Day School menurut pengakuan salah satu
siswi di SMA Negeri 1 Singaraja atas nama
Dewa Ayu Padma Dewi (17) ia
menyatakan bahwa penerapan ini
sebenernya sudah berjalan dengan baik
tetapi saya tidak bisa mengatur waktu yang
ada, pola pembelajaran saya mulai berubah
yang biasanya jam 7-9 malam sekarang
menjadi jam 3-4 pagi karena saya memilih
setelah pulang sekolah membantu orang
tua, setelah itu saya gunakan untuk istirahat
dan membuat tugas-tugas sekolah
begitupula setiap harinya selama
penerapan lima hari sekolah ini. Terkadang
hari libur sabtu-minggu dimanfaatkan untuk
membuat tugas-tugas kelompok yang
diberikan oleh sekolah, walaupun ada
wacana dari pemerintah bahwa tidak ada
pekerjaan rumah selama penerapan
program pemerintah yang baru ini mungkin
sulit terhindarkan karena guru dituntut untuk
memberikan nilai sesuai dengan data
penilaian siswa jadi guru pun harus
memberikan tugas kepada siswa nya.
(hasil wawancara dengan siswa kelas XI
IIS) Tetapi tugas yang diberikan
dipermudah lagi dengan memberikan
jangka waktu yang cukup panjang untuk
batas pengumpulannya. Inilah program
kebijakan pemerintah yang tentunya
menimbulkan dampak positif maupun
dampak negatif bagi siswa itu sendiri.
Pengaruh Full Day School terhadap
prestasi belajar sosiologi siswa ini dapat
dilihat dari proses pembelajaran sehari-
hari disekolah, cara guru mengajar, dan
keaktifan siswa dalam menerima
pelajaran. Secara umum penerapan ini di
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1
Singaraja telah menunjang proses
meningkatkan hasil belajar siswa dari
sarana dan prasarana. Namun
ketersedian sarana dan prasarana untuk
menerapkan masih perlu perbaikan,
e-Journal Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Sejarah, Sosiologi dan Perpustakaan (Volume 2, Nomor 2, Tahun 2020)
150
pengembangan, penambahan untuk
meningkatkan mutu pendidikan. Nilai
akademik peserta didik merupakan suatu
tolak ukur yang digunakan demi
ketercapaian suatu pembelajaran yang
dilihat melalui kuantitas. Walaupun tidak
selamanya nilai akademik siswa menjadi
patokan dalam melihat keberhasilan
pembelajaran, melainkan harus melihat
proses untuk mencapai sebuah nilai
akademik. Nilai yang didapatkan oleh
peserta didik melalui pre-test dan post-test
yang diberikan oleh guru.
Sekolah Menengah Atas (SMA)
Negeri 1 Singaraja merupakan sekolah
yang dikenal akan prestasi yang mampu
bersaing hingga ke kancah internasional
baik diperoleh oleh pihak guru maupun
siswa. Ibu Amanda menyatakan bahwa
siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)
Negeri 1 Singaraja lebih mengutamakan
prestasi ketimbang sekolah nya, karena ia
lebih mengejar prestasi walaupun dengan
resiko ia tidak bisa naik kelas karena tidak
menempuh pembelajaran disekolah.
Bahkan anak seperti itu yang sering
dikirim sekolah ataupun mewakili program
pemerintah ke luar negeri untuk belajar
disana bahkan bisa beberapa tahun di luar
negeri, setiap tahun memang ada
programnya dari Sekolah mengirimkan
setidaknya ada dua orang ke luar negeri
bahkan dari pihak luar pun melakukan
pertukaran pelajar untuk menimba ilmu di
SMA Negeri 1 Singaraja. Siswa dari
Jurusan bahasa pertukaran ke Jepang
sedangkan siswa MIPA ke Eropa
sedangkan siswa IPS jarang ada
pertukaran pelajar, karena rata-rata yang
ke sekolah untuk pertukaran anak MIPA.
Full Day School pengaruhnya dalam
prestasi belajar sosiologi yaitu dalam
proses pembelajaran harus dibuat
menyenangkan dan tidak membosankan
karena mata pelajaran sosiologi diberikan
pada saat jam mengantuk, jadi sebagai
guru harus mengajak siswa nya keluar
kelas untuk bermain sambil belajar ataupun
mencari data disekitar lingkungan sekolah
disesuaikan dengan materi pembelajaran.
Hal lain yang dilakukan yaitu dengan
memanfaatkan teknologi yang ada di kelas
yaitu proyektor untuk menampilkan video
yang dapat memacu siswa nya untuk
berpikir kritis. Dengan metode belajar
sambil bermain siswa tidak akan jenuh
berada disekolah bahkan mereka akan
menikmati proses pembelajaran disekolah.
Penerapan lima hari sekolah ini juga
berdampak pada siswa yaitu tugas-tugas
yang seharusnya dikerjakan dirumah, guru
memberikan kemudahan agar dikerjakan
disekolah selama pembelajaran
berlangsung. Serta diskusi-diskusi yang
guru terapkan dapat dilakukan dikelas-
maupun luar kelas sesuai dengan materi
yang dibahas.
Menentukan prestasi belajar anak
harus meliputi dua hal yaitu Faktor dari
dalam diri individu terdiri dari faktor
fisiologis dan psikologis. Maksudnya dalam
artian kemampuan anak tidak bisa
dipandang sama rata satu dengan lain
karena mereka berbeda. Maka dari itu
prestasi belajar dapat tumbuh pada diri
seseorang melalui fisik dan psikologi nya.
Dalam hal ini ada siswa yang memiliki
kemampuan diatas dibandingkan dengan
teman-temannya yang setiap diberikan
tugas maupun saat proses pembelajaran ia
dapat mengikuti dengan baik. Tentunya hal
ini didapat dari ia mengikuti berbagai
program pendidikan yang orang tua tempuh
melalui les ataupun dengan belajar secara
mandiri karena hal ini tidak bisa ditempuh
secara instan melainkan harus berproses.
Terkadang prestasi belajar ini tumbuh
melalui faktor dari dalam individu sendiri.
Sedangkan bagi mereka yang memiliki
kemampuan masih dibawah pasti memiliki
beberapa faktor penyebab bisa karena
ekonomi, keluarga, lingkungan hal tersebut
sangat mempengaruhi individu untuk
mengeluarkan kemampuan diri yang
dimilikinya.
Prestasi belajar siswa tidak hanya
dapat dilihat dari faktor dari dalam saja
melainkan Faktor dari luar individu, yaitu
Terdiri dari faktor lingkungan dan faktor
instrumental. Hal ini yang dihadapi oleh
siswa yaitu dengan adanya program
kebijakan pemerintah yang baru. Banyak
perubahan yang harus mereka adaptasi
dan mereka terapkan dalam kesehariannya.
e-Journal Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Sejarah, Sosiologi dan Perpustakaan (Volume 2, Nomor 2, Tahun 2020)
151
Dimana program ini dapat dikatakan
berdampak positif dan negatif bagi siswa.
Tergantung juga dari siswa menanggapi
perubahan ini tentunya banyak siswa yang
tidak siap dengan penerapan ini dan
banyak juga siswa yang menikmati
perubahan ini. Penerapan Full Day School
ini termasuk kedalam faktor dari luar
individu yaitu faktor instrumental yang
mempengaruhi prestasi belajar anak. Faktor
instrumental berupa penggunaan kurikulum,
guru, sarana dan fasilitas, administrasi, dan
program kebijakan pemerintah yang tengah
berlangsung hingga saat ini.
Simpulan dan Saran
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang
telah dipaparkan pada pembahasan di atas,
maka peneliti dapat menarik beberapa
kesimpulan bahwa: Penerapan Full Day
School di SMA Negeri 1 Singaraja sudah
berjalan dengan baik dari data yang didapat
melalui wawancara dengan pihak sekolah
dan siswa untuk menjawab permasalahan
terkait penerapan lima hari sekolah di SMA
Negeri 1, walaupun dalam penerapan nya
masih terdapat kendala yang dihadapi baik
dari guru,siswa maupun warga sekolah
lainnya. Dengan adanya penerapan ini
memberikan dampak bagi pihak sekolah
dan orang tua, dimana orang tua lebih
tenang saat meninggalkan anaknya untuk
bekerja karena telah dikontrol anaknya
disekolah. Tentu penerapan ini diharapkan
dapat mengubah cara pandang anak didik
agar dapat disiplin waktu baik dirumah
maupun disekolah dan dapat menghindari
hal-hal negatif saat tidak berada disekolah.
Karena penerapan ini diharapkan dapat
mengurangi angka kenakalan remaja di
Buleleng saat ini. Dari hasil pengamatan
peneliti dan hasil penyebaran kuesioner
didapatkan bahwa penerapan lima hari
sekolah ini mendapat respon yang positif
dari pihak siswa bahwa siswa menyetujui
penerapan ini dan memberikan manfaat
bagi siswa itu sendiri.
Pengaruh Full Day School terhadap
prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IIS
yaitu siswa lebih terpacu dalam
mengembangkan kemampuan yang dimiliki
pada dirinya, saat pembelajaran
berlangsung disekolah bahkan guru telah
mempermudah siswa agar dapat menikmati
penerapan kebijakan pemerintah ini dengan
cara mengubah pola pembelajaran dan
mengurangi tugas yang diberikan dirumah
melainkan tugas tersebut harus
diselesaikan disekolah. Serta jika ada tugas
pasti dibberikan waktu yang cukup panjang
untuk menyelesaikannya. Jika dilihat dari
nilai sosiologi kelas XI IIS sudah mengalami
peningkatan dan nilai nya tidak ada yang
dibawah ketuntasan belajar minimal (KKM).
Pengaruh prestasi belajar anak tidak hanya
dilihat dari faktor dari dalam saja melainkan
faktor dari luar individu, yaitu terdiri dari
faktor lingkungan dan faktor instrumental.
Penerapan lima hari sekolah ini juga
berpengaruh terhadap prestasi belajar anak
dan pengaruh nya cukup signifikan Jadi
prestasi belajar anak tidak hanya
berpengaruh dari luar saja melainkan dari
faktor dalam diri seseorang. Penerapan Full
Day School ini dipengaruhi oleh faktor luar
berupa faktor instrumental.
Saran
1. Penerapan lima hari sekolah ini
tentunya dapat terus dievaluasi dan
diberikan perhatian yang khusus bagi
sekolah-sekolah yang telah
menerapkan karena masih banyak yang
tidak sesuai dengai syarat yang telah
dibuat oleh pemerintah. Bahkan dari
fasilitas dan persiapan dari siswa
maupun sekolah perlu diperbaiki
kedepannya.
2. Kepada Guru Sosiologi agar terus
mengupdate atau pemperbaharui
inovasi-inovasi yang digunakan untuk
proses pembelajaran agar siswa tidak
jenuh selama pembelajaran
berlangsung karena jadwal yang cukup
padat dari pagi hingga sore.
3. Pelajar harus mengetahui bahwa
penerapan yang dibuat oleh pemerintah
ini tentu membawa dampak yang positif
bagi siswa, maka dari itu siswa harus
terus mengevaluasi kekurangan yang
dimiliki nya dan mengikuti proses
pembelajaran dengan baik serta
mengikuti penerapan lima hari sekolah
e-Journal Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Sejarah, Sosiologi dan Perpustakaan (Volume 2, Nomor 2, Tahun 2020)
152
ini dengan semaksimal mungkin agar
prestasi belajar terutama dalam
pelajaran sosiologi terus meningkat
setiap semesternya.
UCAPAN TERIMAKASIH
Dalam penelitian ini, peneliti
mengucapkan terima kasih kepada Rektor
Undiksha, Bapak Dekan FHIS, Bapak Ketua
Jurusan Sejarah, Sosiologi dan
Perpustakaan, Bapak Kaprodi Pendidikan
Sosiologi, Bapak Dr. I Wayan Mudana, M.Si
selaku Dosen Pembimbing I, Ibu Dr. Luh
Putu Sendratari, M.Hum selaku Dosen
Pembimbing II, Ibu Dr. Tuty Mariyati, M.Pd,
selaku Dosen Penguji, Kepala Sekolah
SMA Negeri 1 Singaraja, Staf Guru, Staff
Tata Usaha dan para peserta didik SMA
Negeri 1 Singaraja kelas XI IIS yang telah
bersedia memberikan data yang
dibutuhkan, serta pihak-pihak yang tidak
bisa disebutkan satu per satu yang telah
memberikan bantuan dan kontribusi besar
dalam penelitian skripsi ini.
Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Arsyadana, Addin. 2010. Penerapan Sistem
Full Day School Sebagai Upaya
untuk Meningkatkan Kualitas
Pendidikan di MI Al-Qamar Nganjuk.
Skripsi. Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim.
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis
Multivariate Dengan Program
SPSS”. Semarang: Badan Penerbit
Universitas Diponegoro
Ikromi, Moch. 2005. Pengembangan
Manajemen Sistem Pendidikan,
Tesis Universitas Islam
Negeri (UIN) Malang, hal. 54
Islami, Arizka Min Nur. 2016. Implementasi
Program Pendidikan Full Day
School Di MI Muhammadiyah
Karanglo Kecamatan Cilongok
Kabupaten Banyumas.Skripsi S1.
Institut Agama Islam Negeri
Purwokerto
Jumraeni. 2018. Dampak Sosial
Implementasi Full Day School.
Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu
Sosial. Universitas Negeri Makassar
Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu
Salim, Peter. 1988. Advanced English-
Indonesia Dictonary. Jakarta:
Modern English Press,
hal.340
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian
Kombinasi (Mix Methods). Bandung
: Alfabeta hlm. 397
Supardi, US. 2013. Aplikasi Statistika
Dalam Penelitian, Konsep Statistika
yang Lebih Komprehensif. Jakarta.
Change Publication
Sulistyaningsih, Wiwik. 2008. Full Day
School & Optimalisasi
Perkembangan Anak, Yogyakarta:
Paradigma Indonesia, hal. 61
... As the view of Francis Broun, who argues that the sociology of education pays attention to the influence of the entire cultural environment as a place and way of individuals obtaining and organizing their experiences. Meanwhile, Bawazir et al. (2020) said that the sociology of education is a science that seeks to find ways to control the educational process to obtain a better individual personality development. From the two definitions, several concepts about the 6 goals of the sociology of education can be mentioned, but in this paper only 2 things are mentioned that are relevant to FDS, namely as follows: First; Sociology of education aims to analyze the socialization process of children, both in the family, school, and society. ...
Article
Full day schools are not the latest issue. America has long recognized and applied it in the world of schooling. This issue heated up in Indonesia as a logical consequence of two things; on the one hand the more uncomfortable the social environment for child development, while on the other hand the parents rarely accompany the children at home because they work all day long. Then, is there still a comfortable environment for our children? This paper examines FDS from the perspective of the sociology of education. That school as a learning organization has turned out to be the best institution in fortifying children from the negative effects of the increasingly unfriendly social environment.Keywords: Full Day School, Sociology of Education. AbstrakSekolah sehari penuh bukanlah isu terbaru. Amerika sudah lama mengenal dan menerapkannya dalam dunia persekolahan. Isu ini memanas di Indonesia sebagai konsekuensi logis dari dua hal; di satu sisi lingkungan sosial semakin tidak nyaman bagi perkembangan anak, sedangkan di sisi lain orang tua jarang menemani anak di rumah karena seharian bekerja. Lalu, apakah masih ada lingkungan yang nyaman untuk anak kita? Makalah ini mengkaji FDS dari perspektif sosiologi pendidikan. Bahwa sekolah sebagai organisasi pembelajaran ternyata menjadi lembaga terbaik dalam membentengi anak dari dampak negatif lingkungan sosial yang semakin tidak bersahabat.Kata kunci: Sekolah Sehari Penuh, Sosiologi Pendidikan.
Article
Perkembangan sistem pendidikan semakin hari semakin dinamis dan massif. Sistem dan model pembelajaran dikembangkan untuk dapat memberikan suatu dampak positif dalam pengembangan karakter peserta didik. Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang model pengelolaan full day school di Sekolah Menengah di Surakarta. Dengan menggunakan metode purposive random sampling, maka ditentukan SMA Muhammadiyah I Surakarta dan SMA Al-Abiding Boarding School sebagai sumber data dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan tiga cara, yaitu observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa dalam mengelola sistem full day school terdapat beberapa tahapan, diantaranya adalah tahap perencanaan, tahap penyusunan program kerja tahunan, dan tahap manajemen kelas. Program perencanaan dimulai dengan evaluasi kegiatan belajar mengajar tahun ajaran yang sudah berlangsung dan peninjauan visi-misi sekolah. Penyusunan program disampaikan pada saat rapat penyusunan program yang dihadiri oleh semua warga sekolah untuk selanjutnya program-program selama satu tahun ke depan. Manajemen kelas dalam sistem fullday school diantaranya adalah manajemen penyusunan jadwal pelajaran, manajemen jam istirahat, pemberian ice breaking, serta manajemen kegiatan keagamaan dan program unggulan.
Article
The literature review result article aims to determine the application of full day school in secondary schools. In this study the authors used a type of libary research with philosophical and pedagogical approaches. The results of the literature review found, the authors found that the application of full day school in secondary schools had reached a high or very effective level of qualification of 92% with the achievement of learning objective namely an increase in academic achievement of 87,5% and the formation of student characters reaching 92% in implementing this full day school. While the integrity in the implementation of full day school hs been running optimally and received a good response from parents of students as well as students and teacher and educators involved in implementing full day school. Furthermore, the adaptation of the application of full day school to the field conditions has reached 80% effective level with the maximum running of intracuricular activities, extracuricular activities, and religious activities, buth the curricular activities in implementing full day school have not reached good implementation.Keywords : effectiveness, full day school, secondary school.
ResearchGate has not been able to resolve any references for this publication.