ArticlePDF Available

Fitrah Guidance And Counseling In The Elimination Of Delinquency

Authors:

Abstract

At present, the delinquency rate of students continues to increase. This indicates that it is needed for an approach other than the learning process, and the effort is guidance and counseling. But in reality, religious counseling when viewed from operational technical aspects, the intervention model used is not as effective as the intervention model that has been developed in western counseling in general. Focus problem in this study trying to find a creative Islamic guidance and counseling approach, in the effort to eliminate delinquency. The approach used in this research is thematic tafseer and Focus Group Discussion (FGD). The researcher focuses on one topic related to a particular problem then the researcher collects Al-Qur'an verses that are related both legally and legally and looks at the interpretation of the verse and copies and analyzes the results of the FGD to be presented as research results. The analytical method used is a qualitative method for finding and designing approach. The results of the thematic tafseer and FGD studies show that the fitrah guidance and counseling in the Qur'an has been successfully formulated in the form of material content used in the fitrah Guidance and Counseling procedures such as simulations of water and black ink, hawa nafsu vs hidayah techniques, tadabbur hadith a sin is one black point, tadabur hadith parable of Saleh friends accompanied by simulations and prayer therapy, zikrullah therapy, muraqabatullah, Social therapy (family therapy, community therapy, friendship with ulama). All material content is designed in a Guidance and Counseling approach in eliminating delinquency summarized in seven stages of the procedure, namely Muqaddimah, Recognize (i'tirof), Regret (nadam), Follow the Fitrah of God, Determine not to repeat ('adamut tikror), Husnudzon Billah and Self Improvement (Ishlah adz-Dzat). </p
A preview of the PDF is not available
ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication.
Article
Full-text available
Perdebatan panjang yang terjadi dalam pengembangan konsep konseling islam oleh para ahli dari berbagai negara menjadi isu aktual yang menarik untuk dibahas. Hal ini memperjelas kemana arah pengembangan konsep konseling islam, sehingga ditemukan ciri khas dari apa yang sebenarnya dikaji dalam konseling islam. Penelitian ini membahas tentang perdebatan tersebut yang bertujuan untuk memetakan konsep konseling islam dari berbagai ahli, dengan menggunakan 3 artikel utama dari 3 tokoh yang memiliki pendekatan berbeda dalam mengembangkan konsep konseling islam. Metode penelitian yang digunakan ialah analisis isi (content analysis), yakni proses penguraian data, pengkonsepan, dan penyusunan kembali dengan cara baru. Langkah-langkah yang ditempuh dalam analisis isi meliputi, Open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan konsep konseling islami merupakan suatu hal yang baru dalam dunia konseling. Oleh karena itu, sudah sewajarnya apabila dalam proses pengembangannya menuai pro dan kontra dari pihak-pihak pendahulu yang sudah memiliki metodologi dan konsep keilmuan yang sudah teruji, baik secara teoritis maupun praktis. Pihak-pihak yang kontra dengan pengembangan ini ialah mereka yang tidak mengakui adanya dimensi spiritualitas yang menjadi sasaran utama dalam konsep konseling islami, beberapa diantaranya ialah Freudian, Adlerian, dan lain-lain. Adapun pihak yang terus memperjuangkan pengembangan konsep konseling islami ialah para cendekiawan muslim yang sebagian besar berasal dari Afrika Selatan, Asia, dan Amerika. Dalam mengembangkannya pun tidak sedikit dari mereka yang menemukan hasil yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh penggunaan sudut pandang atau pendekatan yang berbeda dalam merumuskan konsep konseling islami. Keadaan seperti ini semakin memperkuat posisi pengembangan ini sebagai isu dalam dunia konseling. Kata Kunci: Konsep, Konseling, Konseling Islam.
  • Al-Andalusi
al-Andalusi, Ibn Hazm, 2005, Psikologi Moral untuk Hidup Bijak dan Bahagia, terj. Zaimul Am, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
nūr at-taqwa wa zhulumāt al-ma'āshi fī dhoui alkitāb wa as-sunnah, maktabah al-malik fahd al-wathoniah: Riyadh. as-Sa'di
  • Al-Qahthani
al-Qahthani, Said bin Ali bin Wahf, 1999, nūr at-taqwa wa zhulumāt al-ma'āshi fī dhoui alkitāb wa as-sunnah, maktabah al-malik fahd al-wathoniah: Riyadh. as-Sa'di, Syaikh Abdurrahman bin Nashir, 2016, Taysiri al-Karimi ar-Rahmān fi at-Tafsiri Kalam al-Mannan, terj Muhammad Iqbal dkk, Jakarta: Darul Haq, Cet VI. az-Zuhaili, Wahbah. 2012. Tafsir al-Wasīth Jilid 1, terj. Muhtadi,dkk, Cet 1-Jakarta: Gema Insani.
Saat Anakku Remaja: Solusi Islami Menghadapi Permasalahan Remaja
  • Nurul Chomaria
Chomaria, Nurul, 2011, Saat Anakku Remaja: Solusi Islami Menghadapi Permasalahan Remaja. Solo:Tinta Medina.
  • Fenti Hikmawati
Hikmawati, Fenti, 2014, Bimbingan dan Konseling, Jakarta:Rajawali Pers.
Zād al-Masīr fi 'ilm at-Tafsīr
  • Abdurrahman Jauzi
  • Bin
Jauzi, Abdurrahman bin, 2002, Zād al-Masīr fi 'ilm at-Tafsīr, Lebanon: Dār Ibn Hazm. _____2002, Shaidul Khatir, Damaskus: Daar al-Qolam.
  • Abdul Mujib
  • Jusuf Dan
  • Mudzakkir
Mujib, Abdul dan Jusuf Mudzakkir, 2008, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta:Kencana.
Tafsir al-Qusyairi:Lathaifu al-Isyarat
  • Imam Qusyairi
Qusyairi, Imam, 2007, Tafsir al-Qusyairi:Lathaifu al-Isyarat, Jilid III, Lebanon: Dar al-Kutub al-'Ilmiah.
Bimbingan dan Konseling Islam di Madrasah dan Sekolah
  • Mulyadi Ramayulis
Ramayulis and Mulyadi, 2016, Bimbingan dan Konseling Islam di Madrasah dan Sekolah, Jakarta: Kalam Mulia.
  • Wahyudi Siswanto
Siswanto, Wahyudi, 2012, Membentuk Kecerdasan Spiritual Anak, Jakarta: Amzah.