ArticlePDF Available

Krisis Ekologi; Tantangan bagi Agama-agama

Authors:
Krisis.
Ekologi,
lanta11g.a
;
11
bagi
·
Agama-agama
Ole~
Putut Widjanarko
da
bitb
pertarna
Kitab
Kejadi-
an. Dii,)anding .
Santo.
Fransis-
kus,
Dubos
lebih
memilih
San-
to
Benediktus
. sebagai
contoh
pemahaman
Kristenitas,
B
ELAKANGAN
ini
kepri-
hatinan
terhadap
krisis
ekologi
tampak
semakin
menguat.
Hal ini
terbukti
de-
ngan
adanya
konferensi-konfe-
rensi
tentang
lingkungan
hid
up
serta
menjamurnya
LSM-LSM,
baik
nasional
maupun
interna-
sional, yang
bergerak
di
bidang
lingkungan
hidup.
Media
mas-
sa
juga
menyuarakan
kepriha-
tinan
yang
sama.
Bahkan
majalah
berita
Time
pada
tahun
1989
tidak
memilih
Man/Women
of
the
Year
seperti
biasanya_
Mereka.
memilih
bu-
mi
sebagai
.Planet
of
the Year,
dengan
alasan
lingkungan
hi-
dup
mendominasi
pemberitaan
sepanjang
tahun
1988.
Semen-
tara
itu
makin
banyak
negara
yang
membentuk
kementerian
lingkungan
hidup.
Dan,
Partai
Hijau
telah
mendapat
beberapa
kursi
di
Parlemen
Eropa.
Begitulah,
tampaknya
k.ri~is
ekologi·
memang
seperti
sisi
ke-
lam
dari
segala
kemajuan
yang
dialaini
manusia
modern
seka-
r<1ng.
Ada
analisis
Y.ang
menga-
takan,
penyebab
krisis.
adalah:
(1)
sivilisasi
industri
dan
(2)
te-
kanan.
dan
kemiskinan
pend1,1-
duk.
Tetapi
sebenamya
ini
baru
menyentuh
permuka11n saja.
Time
menulis,
hampir
setiap
masyarakat
mempunyai
mitos
ten
tang
alam
semesta
dan
asal-
usulnya.
Pada
·
masyatakat
pa-
gan
seringkali
bahkan
bumi
ini
dianggap
sebagai
"ibu"
yang
memberi.
kesuburan
kehidup-
an.
Alam
-
tanah,
hutan,
laut,
gunung
dan
Jain-lain -
memi-
liki sifat-sifat
sakral
serta
sud.
Tetapi
tradisi
Judea-Kristen
memperkenalkan
konsep
yang
berbeda
secara radikal.
Bumi
dan
alam
semesta
diciptakan
oleh
Tuhan
yang
monoteistik.
Tuhan
kemudian
memerintah-
kan
manusia,
seperti
tertulis
dalam
Kitab
Kejadian,
"K;ua-
sai
serta
taklukkan
ikan-ikan
di
laut,
burung-burung
·
di
udara
serta
setiap
makhluk
hidup
di
bumi".
Gagasan
'.'menguasai
alam", diiringi
dengan
perkem-
bangan
saintis,
menjadikan
ma-
nusia
melakukan
desakralisasi
untuk
mengeksploitasikan
alam.
Apa
yang
ditulis
Time
sebe-
narnya
sudah
diungkap
oleh
Prof
Lynn
White
Jr.
dari
Uni-
versitas California
pada
tahun
1967
dalam
artikelnya,
The
His·
toricat Roots
of
Ov.r Ecologic
Crises,
yang
kemudian
banyak
dipublikasi
ulang. T1·adisi
Ju-
dea-Kristen
juga
memperke-
natkan
konsep
·tentang
waktu
yang
linear
dan
se1alu
maju:
dari
sebelum
penciptaan
alam
semesta
sampai
setelah
alum
semesta
hancur
(kiamat).
Konsep
ini,
menurut
White,
tidak.dikenal
dalam
alam
pikir-
an
Yunani-Romawi
yang
sering
disebut
sebagai
nenek
moyang
peradaban
Barat
dewasa
· ini.
Penciptaan
alam
semesta
pun
dilakukan
secara
bertahap
dan
selalu
maju,
hingga
diciptakan-
nya
man.usia
yang
dititahkan
menguasai
alam.
Bagaimana
dengan
Islam?
Menurut
White,
Islam
-
seperti
juga
Marxisme
-
menjadi
"ter-
dakwa"
dalam
petaka
ekologi.
Walhasil,
seluruh
tradisi
·
kena-
bian
monoteistik
dari
Ibrahgim
hingga
Muhammad
menjadi
terdakwa
dalam
pengadilan
. ekologi
yang
m ulai
berlang-
sung
itu.
Bagaimana
menyelesaikannya
Pendapat
provokatif
V.'hite,
,meski()Un
menimbulkan
perde-
batan
sengit,
sungguh
orisinal
-:--
yaitu
menghubungkan
anta-
ra
pemikiran
r.eligius ·ctengan
krisis ekologL
Pendapatnya
ju,'
ga
didukung
oleh
para
·'cende-
kiawan
seperti
Arnold
Toyn-
bee,
Fraser
Darling,
Theodore
Roszak,
Jerome
Rav_ets
..
dan
lain-lain.
Toynbee
(dalam
tulis-
annya
The·
·Religious·
Back'
ground
of
the Present Environ-
mental
Cril!eS)
bahkan
berpen-
dapat,
semµa
agama
monoteis'
tik
tak
mempunyai
kepedulian
sedikit
pun
terhadap
alam.
Dan
untuk
mengubahnya,
Toy~bee
mengusulkan
u.htuk
mengubah
pandangan
hidup
monotei.stik
menjadi
.
pan:
dangan
hidup
panteistik
-
yang
lebih
tua
dan
universal.
Dengan
pandangan
panteistik
alam
dipahami
dari dalam, se-
'hingga
lebih
menekankan
ke-
pada
harmoni
dan
!'kesamaan
derajad".
Setiangl~:m
pan-
dangan
monoteistik
menyirat-
kan
alam
dipandang
dari luar,
sehingga
lebih
menekankan
pa-
da
pemisahan
dan
penguasaan.
Dalam
pandangan
Fransis-
kan,
menurut.
Dubas,
manusia
hanya
mengagungkan
alam,
tanpa
campur
tangan
aktif
atas
segala
sesu<1tu
yang
terjadi. Se-
dangkan
manusia
akan
menca-
pai'
kemanusiaan
yang
lebih
tinggi
dengan
tindakan-tindak-
an
yang
aktif.
Dubos
memilih
Santo
Benediktus,
pendiri
bia~
ra
Benediktin
abad
ke-6,
karena
iii
memerintahkan
para
biara-
wannya
agar
giat
bekerja,
tidak
hanya
berdoa.
R,ingkasnya,
pa-
ham
Benediktin
·
mehekankan
campur-t;:mgah"k.reatif
terha-
dap
alam;
sedangkan
paham
Fransiskan
merierima
alam
se-
bagfil
sesa?la
cip~aim
..
Etika · ungkungan Islam.
Dari
kalanglinlslam
juga
tim-
bul
kritik
terhadap
pendapat
White .bahwa
sikap
Islam
disa-
makan
dengan
sikap
Marxisme
dalam
.
soal
ekologi.
Pemikir-
pemikir
Islam
seperti
Ziauddin
Sardar,
·
Munawar
Ahmad
An~es,
Abdullah;
Naseef
dan
Parvez
Mansoor
jeias-jelas
me-
nolak
bahwa
Islam
adalah
aga-
ma
monoteistik
yang
bersikap
antropomorfis
..
Alam
dan
etika,
menurut
Parvez
Mansoor,. se-
orang
geologis
dan
linguis
serta
.edi_tor
pada
majalah
Ajkar/In-
qmry,
adalah
salah .
satu
inti
pokok:
,pandangan
dunia
dari
Al-Quran; . .
.,
·
Jalan
keluar
yang
diusulkan
White
ialah
menyadarkan
kem-
bali
Kristenitas
dan
mencontoh
Santo
Fransiskus
dari
Asisi.
KunC!i
untuk
pemahaman
Fran-
siskan
adalah
kepercayaan
akan
kerendahhatian,
bukan
semata-mata
manusia
sebagai
.
individu,
tetapi
sebagai
spesies.
Semut,
bagi
Fransiskus
Asisi
dan
Fransiskan,
bukanlah
seka-
dar
semut,
dan
lidah api
adalah
sebuah
tanda
kehausan
akan
persatuan
dengan
Tuhan.
Sau-
dara
Semut
dan
Saudari
Api,·
begitu
Santo
Fransiskus
me-
nyebutnya,
bersama-sama
de-
ngan
Saudara
Manusia
meng-
agungkan
Sang
Pencipta
de-
ngan
caranya
masing-masing.
Lain
lagi
Dr
Rene
Dubas,
juga
seorang
ahli ekologi. Da-
lam
artikelnya,
A Theology
of
Earth,
ia
mengritik
pendapat
White
tentang
tradisi
Judeo-
Kristen
hanya
berdasarkan.
pa-
Mengelola afam
semesta
de-
ngan
etika
tr9nsendenta\
ada-
lah
tujuan
utama
manusia.
Mar-
shall G.
Hodgson,
safjana
ten-
tang
Islam
dan
p(!nuljs
buku
monumental
. The .. Venture
of
Islam,
meringkas
inti
sari
ajaran
Islam
sebagai
tuntutan
tanggung
jaw:ab
pribadi
terha-
dap
,
penataan
moral
alam
se-
mesta
. ..
Parvez
Mansoor,
dalam
arti-
kelnya
Environment
and
Va'
lues: the .
Islamic
Perspectivf?
.(dalam
antologi
Touch
of
.Mi-
das),
pahkan
menyusun
bebe-
rapa
prinsip
metafisik dan. filo-
sofis
yang
mendasarkan
etika
lingkungan
Islam.
prinsip-prin-
sip
tersebut
adalah
tauhid
(jcee-
saan
Tuhan),
khilafah,
amanat,
syatjat
·
Mika-etika
tindakan),
'ad!
(keadilan),
i'tidal
(modera-
si), istihsmi
(kecen~erungan
pa-
da
yang
baik)
dan
lain-lain.
Benar
bahwa
Islam
melaku-
kan
desakralisasi
alam
pada
di-
namisme
dan
animisme.-Tetapi
Islam
mengisinya
kembali
de-
ngan
muatan.
divinitas
dan
sa-
k.ralitas
yang·
berbeda,
dan
ber-
sifat
monoteistik.
,
Alam,
seperti
Kitab
Wahyu,
penuh
dengan
tanda-tanda
(da-
lam
bahasa
Arab:
.ayat).
Tuhan
sendiri
:berfirman
bahwa
bu-
rung-buru;ng
mengagungkan
nama-Nya
ketika
mengepak-
kepakkan
sayapnya.
Sementa-
ra
gunung-gunung
memuji
na-
ma-Nya den:gan
caranya
sendi-
ri.
Nabi
Muhammad·
pemah
berkata,:
seluruh
muka
bumi
ini
adalah
.
masjid
{dalain
artian
tempat
.,.c;u.iuci):
.•
/ > · J
.~anu'si'I,
seoagai
.
adi-karya
(rnas(erpiece) •Tl.than, .adala_h
k.halifah
yang
.
menerima
alaqi
sebagai
anianat
dan
tempat
pe~
juangan
moralnya.
Mereridati;-
kan
alam
berarti
merendahkan
manusia
sendiri
dan
merupa-
kan
penantangan
terhadap
pen-
ciptanya. ·
Pamungkas
Parvez
.
Mansoor
berpenda-
pat,
masalah
. ekologi pa,da
akhimya
akan
banyak
!:>ersen-
tuhan
.
dengan
kesadaran
reli-
gius.
Tampaknya
ia
benar.
Hampir
seluruh
ulasan
menge-
nai. krisis
ekologi
pada
akhir-
nya
menyarankan
suatu
per·
ubahan
sil):ap
terhadap
hu·
bungan.
alam:manusia
dan
ma-
nti!)ia-manusia.
Misalnya,
~ihajlo
Mesarovic
dan
Eduard
Pestel
dalam
buku-
nya
yang
terkenal,
Mankind
at
tile Turning>
Point
(the Seco·nd
Report to
the
Club
of
Rome);
serta
laporan
Komisi
Dunia
µn-
tuk
Lingkungan
dan
Pemba-
ngunah.
yang
dipimpin
oleh
inantan
PM
Norwegia,
Ny.
Gro
Harlem
Brundtland,
yang
ber-
judul
Our
· Co»].mon Futures.
Sikap-sikap
seperti
itu
adalah
salah
satu
ajaran
pokok
agama-
agairia.
Menyaqari
hal
itu,
tam-
paknya
konferensi
tentang
lingkungan
hidup
yang
diada-
kan
oleh
Forum
D'!nia
para
·
Pemimpin
Spiritual
dan
Parle-
men
awal
tahun
ini
di
Moskwa
sudah
.
merupakan
!Jmgkah
rnaju:·
·.
. . ·
· Inilah,
tentu
saja,
salah
sa\u
tantal)gan.
modemitas
bagi
kaum
agamawan
dan
cendekia-
wan
untuk
menggali
dan
meng-
artikulasikal}nya
kembali
· wa-
risan-warisan
tradisi
agamanya
masing-masing. B.ukan
tugas
enteng,
tentu.
**"
·
Putut
Widjanarko,
mahasis-
wa
Teknik
Fisika
ITB,
Ban-
dung. ·
KOMPAS -RABU,25APRIL1990HALAMAN4
ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication.
ResearchGate has not been able to resolve any references for this publication.