ArticlePDF Available

Strengthening character education through literacy movement at Muhammadiyah junior high schol

Authors:

Abstract

Muhammadiyah Junior High School 02 of Batu city has implemented the Strengthening of Character Education (SBE) through community service program in 2017. It is analyzed that the proram has obstacles in its implementation of classroom-based (SBE), it is proved by the inability of teachers to integrate character values into subjects to match the curriculum content. Thus, it is projected that to improve classroom-based SBE can be done by integrating literacy activities. The classroom-based SBE approach can be implemented through developing instructional method, classroom management, and integrating literacy activities into lesson plan of 2013 Curriculum. This community service program aims to improve SBE through literacy movement at MJHS 02 of Batu City. The method implemented was participation-based method through training and mentoring of SBE, also mentoring to plan and practice the SBE implementation through literacy movement. This program involves school teachers and principle of SMP Muhammadiyah 02 Batu, as many of 16 personnel. Data collection was gathered through observation and document which then analyzed descriptively. Results show that there is an improvement on teachers’ competence in developing lesson plan using classroom-based SBE concept through literacy movement, and an improvement also shown on teachers’ skill in implementing class instruction which is based on 2013 Curriculum that applies SBE through literacy movement. This improvement simultaneously contributes to students’ achievement expected in the 2013 Curriculum, namely character improvement.
A preview of the PDF is not available
... Literasi perlu dikembangkan dan diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran. Pengembangan literasi melalui pendekatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Berbasis Kelas dilakukan melalui pengembangan metode pembelajaran, pengelolaan kelas (pengelolaan peserta didik dan penciptaan lingkungan fisik kelas kaya teks) dan pengintegrasian kegiatan literasi dalam RPP Kurikulum 2013 (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016a;Zaenab, 2020) Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2016b); (2016c), ada tiga pilar dalam menghadapi perubahan jaman yaitu literasi, kompetensi dan karakter. Literasi akan berkembang dengan baik apabila guru memahami literasi dalam arti luas, seperti pengenalan akan jenis-jenis literasi, jenis-jenis teks, dan pemanfaatan teks multimoda dalam pembelajaran. ...
Article
Full-text available
SMP Muhammadiyah 01 Malang sudah melaksanakan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK),berbasis kelas, tetapi dalam pelaksanaannya masih perlu ditingkatkan, karena belum memfokuskan pada variasi literasi dalam pembelajarannya. Salah satu cara untuk meningkatkan penerapan PPK adalah melalui literasi. Pengembangan literasi melalui pendekatan PPK Berbasis Kelas di masa pandemic Covid 19 ini dilakukan melalui pembelajaran Daring. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan penerapan PPK dengan gerakan literasi di SMP Muhammadiyah 1 Malang. Pengabdian dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan. yang mengacu pada analisis situasi program-program yang telah disepakati bersama. Sasaran pengabdian ini meliputi Kepala Sekolah, 20 guru SMP Muhammadiyah 1 Malang Hasil pengabdian ini adalah guru 80% dapat menganalisis konsep PPK dan mengembangkan RPP yang terintegrasi PPK melalui gerakan literasi, 65% guru dapat melaksanakan pembelajaran menggunakan RPP yang terintegrasi PPK melalui gerakan literasi secara daring. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya wawasan dan kompetensi guru dalam menyusun RPP berbasis PPK melalui gerakan literasi, meningkatnya ketrampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas sesuai Kurikulum 2013 yang menerapkan PPK melalui gerakan literasi lebih bervariasi meliputi literasi baca tulis, literasi numerik, literasi science, literasi ICT dan literasi budaya.
... permasalahan dan hambatan yang dihadapi pada pelaksanaan sebelumnya (Persico et al., 2010). Dalam konteks payung pengabdian di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang, tema ini memperkaya tema-tema sebelumnya, yaitu lingkungan/Pendidikan lingkungan Hasanah et al., 2018;Prihanta et al., 2020), pembelajaran/penguatan guru (Hudha & Husamah, 2019;Husamah et al., 2018;Permana & Pantiwati, 2020;Zaenab et al., 2020), pertanian organik Budiyanto & Hadi, 2020), serta nelayan, petanin, dan teknologi tepat guna (Hindun, Mulyono, et al., 2019;Nurwidodo, Rahardjanto, et al., 2018;Rahardjanto et al., 2019). Identifikasi masalah dan hambatan tersebut dirangkum dalam kegiatan monitoring dan evaluasi yang rutin dilakukan. ...
Article
Full-text available
Program pendampingan Lesson Study for Learning Community (LSLC) di Sekolah Muhammadiyah telah memasuki tahun ketiga dan terus dilakukan penyempurnaan program. Dalam pelaksanaannya ketersediaan dokumentasi pembelajaran masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan, karena ketersediaan dokumentasi empiric merupakan aspek fundamental dalam melakukan refleksi dan rencana tindaklanjut. Pendampingan dilaksanakan selama bulan Maret – Juli 2020 di SMP Muhammadiyah 1 Malang. Metode pelaksanaan yang mengacu kepada analisis situasi program-program yang disepakati bersama dengan pihak sekolah adalah diskusi penyamaan persepsi, lokakarya, pendampingan, dan monitoring evaluasi. Kegiatan pendampingan telah menginisiasi guru dalam memaknai LSLC sebagai komunitas belajar dan memahami teknik dasar pelaksanaan observasi secara komprehensif
Article
Full-text available
ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kausal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh literasi informasi terhadap efektivitas belajar siswa. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan kuisioner berskala lima untuk variabel literasi informasi dan efektivitas belajar siswa. Uji validitas instrumen literasi informasi dan efektivitas belajar siswa dihitung menggunakan rumus Koefisien Korelasi Product Moment Pearson dan untuk koefisien reliabilitas dihitung menggunakan rumus Alpha Cronbach. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Sukmajaya 5 Kota Depok yang berjumlah 143 siswa. Sampel yang diambil 60 siswa yang diperoleh menggunakan rumus Taro Yamane. Pengujian prasyarat analisis berupa uji normalitas (Liliefors). Setelah dari uji normalitas kemudian dilakukan pengujian homogenitas (Fisher). Data yang sudah dinyatakan normal dan homogen digunakan untuk menguji hipotesis yang hasilnya menunjukan terdapat pengaruh literasi informasi terhadap efektivitas belajar siswa. Teknik analisis regresi korelasi sederhana menghasilkan suatu model hubungan yang dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi yaitu ? = X, dengan harga fhitung sebesar 25,21 lebih besar dari ftabel dengan taraf nyata 0,05 sebesar 4,01, dan konstribusi berdasarkan hasil penelitian sebesar 30%.Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh literasi informasi terhadap efektivitas belajar siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri Sukmajaya 5 Kota Depok tahun pelajaran 2017/2018.Kata kunci :Literasi Informasi, Efektivitas Belajar Siswa.ABSTRACTThe study classified as research approach causal. The purpose of this study is to determine the effect of information literacy on the effectiveness of student learning. The data of this study were obtained by using a five-scale questionnaire for the variable literacy of information and the effectiveness of student learning. Test the validity of the instrument of information literacy and student's effectiveness is calculated using Product Moment Pearson Correlation Coefficient formula and for reliability coefficient calculated using Cronbach Alpha formula. The population in this study are the students of grade V of State Elementary School Sukmajaya 5 Depok City, amounting to 143 students. Samples taken by 60 students were obtained using Taro Yamane formula.Testing of prerequisite analysis in the form of normality test (Liliefors). After the test of normality then carried out testing homogeneity (Fisher). Data that has been expressed normal and homogeneous is used to test the hypothesis that the results show there is influence of information literacy on the effectiveness of student learning. The technique of simple correlation regression analysis yields a relationship model which is expressed in the form of regression equation that is ? = 49,97+0,56X, with price fcount 25,21 bigger than ftabel with real level 0,05 equal 4,01, and contribution based on research results of 30%.Based on the results of the above research, it can be concluded that there is impact of information literacy on the effectiveness of class V study at Primary School Sukmajaya 5 Depok year 2017/2018.Keywords :Information Literacy, Student Effectiveness.
Article
Full-text available
p>Latar belakang permasalahan adalah (1) Kurangnya kemandirian siswa dalam belajar dilihat dari jumlah siswa yang selalu ditemani orangtua ketika di sekolah, dan (2) Belum maksimalnya implementasi gerakan literasi sekolah di SDN Kanggraksan. Oleh karena itu, penanaman karakter mandiri perlu diterapkan sejak dini karena dengan kuatnya karakter mandiri pada siswa maka akan meningkatkan kepercayaan diri baik di dalam maupun di luar kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gerakan literasi sekolah terhadap nilai karakter mandiri siswa di SDN Kanggraksan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SDN Kanggraksan yang berjumlah 306 siswa dengan sampel penelitian berjumlah 161 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil temuan diperoleh bahwa ada pengaruh antara gerakan literasi sekolah terhadap nilai karakter mandiri siswa di SDN Kanggraksan ditunjukkan dengan koefisien determinasi sebesar 22.9%.</p
Article
Full-text available
p class="rtejustify"> Culturally Indonesian society does not have a high literacy culture. The results of the research program for International Student Assessment PISA) mentions, cultural literacy rate of Indonesian society the second worst from 65 countries that are examined in the world. Indonesia occupies the sequence to 64 from 65 countries. While Vietnam thus occupy the century . On the same research, PISA also put the position of the read the students of Indonesia in order to 57 from 65 countries that are examined. Indonesia has experienced an emergency literacy rate. The culture of literacy must be forced and accustomed to become the culture. This literacy culture will affect the quality of education and human resources that are produced. The problem of the low literacy rate, especially in the education line, not only the responsibility of the government. Needed a serious and sustainable synergy, both in the family, schools, universities, even the community to realize that literacy become main culture. </p
Article
Full-text available
This study investigates academic literacy imposed in reading and writing for academic purposes in the EAP program. This study uses descriptive design elaborating data from curriculum documents and interviews. Involving 45 participants from IAIN Surakarta and Veteran University, data were analyzed using constant-comparison and inductive analysis tecniques. The study diseovers that academic literacy is prominent to serve and recently it has been the growing learning outcomes universities should provide besides discipline and experise. Academic literacy in EAP program is embedded into academic vocabulary, grammar, reading and writing for academic purposes. Consequently, academic literacy should be incurred in the curriculum, syllabus, aims and objectives, and teaching materials.
Article
Full-text available
The aim of this article is to expand the dialogue about how contemporary scholarship on the intersections between youth, literacy, and popular culture might inform literacy teacher education. Specifically, this article is designed to (a) orient literacy teacher educators who may be somewhat unfamiliar with this particular line of scholarship to a few of its major concepts and K-12 classroom implications and (b) propose several ways this line of scholarship might open up possibilities for literacy teacher educators to help pre-service literacy teachers develop culturally responsive teaching practices. To address these goals, this article first provides an introduction to several common ways popular culture has been theorized. From this introduction, the article explains the following three concepts within contemporary scholarship that investigates youth engagement with popular culture: (a) popular culture as a site of identity formation for youth; (b) popular culture as a context for literacy development; and (c) popular culture as a vehicle for sociopolitical critique and action. In addition, this article illustrates pedagogical implications these concepts have for K-12 literacy education, including how literacy instructors adopt ethnographic stances toward youth engagement with popular culture to reposition youth and ascertain their popular culture funds of knowledge, bridge standard literacy curricula to students’ popular culture funds of knowledge, and develop literacy curricula to facilitate students’ sociopolitical critique and action. Finally, this article explores how this line of scholarship may open up spaces within literacy teacher education for K-12 pre-service literacy teachers to grapple with the politics of literacy pedagogy.
Article
Effective and continuing development of tertiary students’ academic literacy during their undergraduate years has become a crucial issue for Anglophone universities into the 21st century. Research into pedagogies aimed at supporting students’ academic literacy development has pointed to the inadequacy of generic approaches delivered as remedial support services, and has called instead for the integration of the teaching and learning of academic literacy into discipline content courses. Successful models tended to require collaboration between discipline and communication specialists. However, reluctance by discipline specialists to engage with language in favour of content teaching, and financial implications of collaboration represent two major barriers to the uptake and scalability of curriculum-integrated academic literacy development. This paper describes a collaborative approach to genre pedagogy that has the potential for overcoming the content-language dichotomy and also the cost barrier. It provides a method for the discipline lecturer’s progress from initial dependence on the literacy specialist’s expertise towards learner and teacher autonomy. The pedagogy is demonstrated by two Models of Engaged Learning and Teaching (MELT) that are derived from the Research Skill Development framework. This paper describes the two models and their potential role in overcoming barriers to curriculum-integration of academic literacy development.
Article
The importance of character education is a wisdom of value diversity and social live culture. To achive the goal, the education system in school has developed three sub systems,namely, administration, instruction, and pupil/ student personal service. Guidance andcounseling program is from pupil/ student personal service. Strengthening charactereducation can be realized through the management of Islamic guidance and counseling.According to management concept, implementation of guidance and counselingmanagement isone of the manivestation of systematic program on how to plan guidanceand counseling activity, how to lead human resource in the organization in order toachieve the goal, how to control the activity of guidance and counseling, andhow toevaluate it. Therefore, the management of Islamic guidance and counselingcan achievethe education goal exspecially in strengthening education character.
Article
literasi berasal dari bahasa latin yaitu literatur dan bahasa Inggris Letter. Literasi merupakan kemampuan melek baca dan tulis. Membaca merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia sebagaimana perintah Alquran yaitu “iqra” bacalah. Tidak hanya membaca sebuah tulisan akan tetapi membaca ide, gagasan dan masalah yang terjadi di masyarakat untuk mendapatkan solusi yang tepat. Saat ini, literasi di masyarakat Indonesia masih dikatakan rendah dengan frekuensi interaksi dengan buku yang sangat minim. Hal ini lah yang menjadi sebuah gerakan baru untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam berbagai bidang keilmuan. Literasi banyak macam nya seperti literasi informasi dan literasi teknologi. Pemahaman akan literasi yang bermacam-macam menjadikan literasi sebuah hal yang kompleks yang bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Namun secara garis besar literasi merupakan sebuah media dalam menambah wawasan keilmuan di masyarakat. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: (1) Pendekatan religius; (2) Pendekatan organisasi; (3) Pendekatan kekerabatan; Hasil yang dicapai adalah masyarakat lebih tertarik dengan kegiatan literasi secara harfiah yaitu dengan selalu mencari informasi dengan membaca baik di media cetak seperti koran dan buku. Dan secara maknawi masyarakat lebih bisa membaca keadaan yang ada disekitarnya untuk bisa menciptakan ide, gagasan dan solusi yang dihadapi di masyarakat. Gerakan literasi ini sejalan dengan gerakan keaksaraan fungsional yaitu sebuah gerakan pengentasan buta huruf untuk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berkomunikasi
Literasi sains dalam pembelajaran IPA
  • Y K Astuti
Astuti, Y. K. (2016). Literasi sains dalam pembelajaran IPA. Journal Universitas Wiralodra, 7(3b), 67-72. Retrieved from http://ejournal.unwir.ac.id/file.php
Menghidupkan literasi di dalam kelas
  • S Dewayani
Dewayani, S. (2017). Menghidupkan literasi di dalam kelas. Jakarta: Kanisius.