ArticlePDF Available

DINAMIKA DAKWAH DI INDONESIA ABAD 21: ERANYA KOLABORASI ATAU KOMPETISI?

Authors:

Abstract

Media online pada abad 21 telah menjadi basis dakwah Islam kontemporer, pada masa tersebut penggunaan teknologi komunikasi dan informasi memiliki peran vital dalam memberikan kemudahan menyi’arkan Agama Islam. Aktivitas dakwah menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada kemajuan dan kemunduran umat Islam. Pada era yang terbuka ini semua gagasan dan ideologi dari berbagai golongan umat Islam yang ada di Indonesia saling berlomba-lomba membangun ekosistemnya di dunia maya, namun dalam konteks teknologi memungkinkan dakwah menjadi ajang rivalitas dalam beradu perspektif atau menjadi sarana kolaborasi agar terwujudnya kepentingan tertentu. Tulisan ini mencoba untuk menganalisis terkait dakwah pada media online dari berbagai golongan Islam yang ada di Indonesia, apakah mereka saling berkolaborasi atau berkompetisi?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui riset dari berbagai referensi, diawali dengan mengumpulkan data, membaca dan menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara satu website dan website lainnya yang dimiliki oleh suatu kelompok atau organisasi saling mengkampanyekan ideology, gagasan dan lain sebagainnya, terjadi pertarungan gagasan karena masing-masing organisasi memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda-beda.Kata Kunci: Abad 21, Dakwah, Kolaborasi, Kompetisi
87
Dinamika Dakwah Di Indonesia Abad 21:...
DINAMIKA DAKWAH DI INDONESIA ABAD 21:
ERANYA KOLABORASI ATAU KOMPETISI?
Samsudin
Universitas Islam Indonesia
Email: asamarsani1213@gmail.com
FatahillahAziz
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Email: fatahillahaziz9@gmail.com
Abstrak
Media online pada abad 21 telah menjadi basis dakwah Islam kontemporer,
pada masa tersebut penggunaan teknologi komunikasi dan informasi memiliki peran
vital dalam memberikan kemudahan menyi’arkan Agama Islam. Aktivitas dakwah
menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada kemajuan dan kemunduran umat
Islam. Pada era yang terbuka ini semua gagasan dan ideologi dari berbagai golongan
umat Islam yang ada di Indonesia saling berlomba-lomba membangun ekosistemnya di
dunia maya, namun dalam konteks teknologi memungkinkan dakwah menjadi ajang
rivalitas dalam beradu perspektif atau menjadi sarana kolaborasi agar terwujudnya
kepentingan tertentu. Tulisan ini mencoba untuk menganalisis terkait dakwah
pada media online dari berbagai golongan Islam yang ada di Indonesia, apakah
mereka saling berkolaborasi atau berkompetisi?. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif melalui riset dari berbagai referensi, diawali dengan mengumpulkan data,
membaca dan menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara
satu website dan website lainnya yang dimiliki oleh suatu kelompok atau organisasi
saling mengkampanyekan ideology, gagasan dan lain sebagainnya, terjadi pertarungan
gagasan karena masing-masing organisasi memiliki kepentingan dan tujuan yang
berbeda-beda.
KataKunci:Abad 21, Dakwah, Kolaborasi, Kompetisi
Abstract
Online media in the 21st century has become a base of contemporary Islamic
da’wah, at that time the use of communication and information technology had a vital
88 Vol. 5 No. 1, Januari - Juni 2019
role in providing the ease of broadcasting the Islamic Religion. Da’wah activity is one
of the factors that inuence the progress and setback of Muslims. In this open era, all
ideas and ideologies from various groups of Muslims in Indonesia competed to build
their ecosystems in cyberspace, but in the context of technology, make it possiblefor
da’wah to be a place of rivalry in competing perspectives or as a means of collaboration
in order to realize certain interests. This paper tries to analyze the da’wah related to
online media from various Islamic groups in Indonesia, do they collaborate or compete?
This study uses qualitative methods through research from various references, beginning
with collecting data, reading and analyzing data. The results of this study indicate that
between one website and another website owned by a group or organization campaigning
for ideology, ideas and the like, there is a battle of ideas because each organization
has different interests and goals.
Keywords: 21st Century, Da’wah, Collaboration, Competition
PENDAHULUAN
Islam sebagai agama dakwah, artinya islam mendorong umatnya
untuk menyiarkan Islam kepada seluruh umat manusia sebagai rahmat
bagi seluruh alam. Islam sebagai agama Allah yang mengatur kehidupan
di dunia dan untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat.1 Dalam Al-
qur’an, kegiatan dakwah disebut dengan Ahsanul Qaul, yang berarti bahwa
dakwah menempati posisi yang tinggi dan mulia dalam upaya penyebaran
dan kemajuan agama Islam. Dakwah sesungguhnya suatu gejala yang
konkrit (nyata) dan ada di tengah-tengah masyarakat untuk menyampaikan
pesan amar ma’ruf nahi munkar dari da’i (penyampai dakwah) kepada
mad’u (penerima dakwah) melalui saluran-saluran media tertentu dan
menggunakan berbagai macam metode.2
Dalam prosesnya dakwah dapat menimbulkan dinamika antara
penyampai dakwah dan penerima dakwah. Dinamika yang umumnya
terjadi tentunya berasal dari berbagai hal, salah satu yang sering terjadi
1Djamaludin Ancok dkk, Pers dan Penyebaran Pesan-Pesan Agama, (Bandung:
Puspidai Press, 1995), hlm. 28.
2Masduqi Affandi, Ontologi Dasar-Dasar Filosofi Dakwah, (Surabaya: Diantama,
2007), hlm. 2.
89
Dinamika Dakwah Di Indonesia Abad 21:...
adalah pemilihan sarana dan metode dalam berdakwah. Abad 21 memiliki
perkembangan teknologi yang serba mutakhir, hal ini mendorong orang-
orang untuk melakukan dakwah dengan memanfaatkan teknologi dalam
wujud media online. Terkait permasalahan ini, penulis menemukan
beberapa penelitian terdahulu, penelitian pertama dengan judul Dinamika
Komunikasi Islami di Media Online, jurnal tersebut membahas dinamika
komunikasi Islami yang terjadi di media online. Media online telah menjadi
semacam basis dakwah Islam kontemporer, namun dalam beberapa
konten (isi) dakwah tidak memberi informasi yang bersifat Islami,
sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menerima dan memahami sebuah
informasi yang disampaiakan oleh media online3.
Jurnal lainnya adalah jurnal yang ditulis oleh Muhammad Rajab,
dengan judul Dakwah dan Tantangannya dalam Media Teknologi dan
Komunikasi. Dalam jurnal tersebut membahas bahwa semakin meluasnya
arus informasi ke seluruh dunia, membuat pertukaran informasi menjadi
lebih cepat dan mudah menyebar ke berbagai belahan dunia, akan tetapi
hal tersebut membuat Negara-negara untuk membuat system dalam
mengelola media supaya memberikan informasi atau berita penting.
Selain itu dalam diskursus keagamaan kontemporer, dijelaskan bahwa
agama memang mempunyai banyak dimensi dan tidak hanya memahami
persoalan ketuhanan, kepercayaan dan keimanan, tetapi lebih dari itu
semuanya.4
Indonesia memiliki berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang
terbagi kedalam beberapa golongan, sehingga penyampaian dakwah
Islam di Indonesia yang akan muncul perbedaan pemahaman, ideologi
dan gagasan. Dengan banyaknya organisasi kemasyarakatan (Ormas)
yang ingin menyampaikan fahamnya masing-masing, membuat mereka
saling beradu strategi untuk menarik minat jamaah, maka yang mungkin
akan terjadi adalah mereka akan berkompetisi atau berkolaborasi dalam
dakwah islamiyahnya. Dalam tulisan ini penulis akan menganalisis terkait
dakwah pada media online dari beberapa golongan Islam yang ada di
3Amar Ahmad, Dinamika komunikasi Islami di Media Online, Jurnal Ilmu Komunikai,
vol. 11 (2013), hlm. 57
4Muhammad Rajab, Dakwah Dan Tantangannya Dalam Media Teknologi Komunikasi,
Jurnal Dakwah Tablig, Vol 15, (2014) hlm. 84
90 Vol. 5 No. 1, Januari - Juni 2019
Indonesia, diantaranya adalah media milik Nahdlatul Ulama (NU) dan
Muhammadiyah, karena dua organisasi ini merupakan organisasi Islam
terbesar yang ada di Indonesia. Selain itu beberapa media lainnya juga
akan digunakan sebagai pembanding dari keduannya. Menurut situs Tirto.
co.id, berdasarkan pemeringkatan Alexa (layanan analisi dan statistika situs
web yang dimiliki Amazon), muhammadiyah.or.id berada di posisi ke-3.252
di Indonesia. Sementara nu.or.id, berada di posisi ke-679 di Indonesia. NU
sendiri merupakan ormas Islam mempunyai 40 juta orang pengikut. Apabila
merujuk Alexa, situs web nu.or.id memang masih kalah jauh dibandingkan
jajaran situsweb media-media utama di Indonesia, namun situs web yang
dikelola oleh NU ini termasuk yang memiliki ranking tertinggi untuk
kategori media dengan kekhususan topik soal Islam. SimiliarWeb, layanan
serupa Alexa, memperkirakan situsweb nu.or.id telah dikunjungi 4,48 juta
kunjungan, dengan 95,68 persen pengunjungnya berasal dari Indonesia.5
Berdasarkan informasi yang penulis dapatkan, diketahui bahwa
kedua situs web yang dikelola oleh orgaisasi tersebut dapat memberikan
informasi kepada khalayak umum, sehingga akan memunculkan sebuah
dinamika karena mempunyai kepentingan dan tujuan masing-masing
sesuai dengan kebutuhannya. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk
mengetahui sebenarnya dinamika dakwah di Indonesia abad 21 ini eranya
kolaborasi apa kompetisi?
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode
kualitatif sebagai proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang
dapat diamati. Konsep pengertian penelitian kualitatif menunjukkan dan
menekankan pada proses. Penelitian kualitatif menekankan sifat realitas
yang dibangun secara sosial, hubungan yang intim antara peneliti dengan
yang dipelajari dan kendala situasional yang membentuk penyelidikan.
Dengan subyek penelitian website Islam-Islam di Indonesia, dan obyek
penelitian dinamika dakwah Islam di Indonesia abad 21. Adapun teknik
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan
5https://tirto.id/kompetisi-di-antara-berbagai-situsweb-islam-cEHi diakses pada
tanggal 10 Februari 2020 Pukul 21.05 WIB
91
Dinamika Dakwah Di Indonesia Abad 21:...
langkah-langkah reduksi data, penyajian data, verikasi dan penegasan
kesimpulan6.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Denisi dakwah menurut Syekh Ali Mahfudz sebagaimana dikutip
oleh M. Munir, dakwah adalah mengajak manusia untuk mengerjakan
kebaikan dan mengikuti petunjuk, menyuruh mereka berbuat kebaikan
dan mencegah perbuatan yang merugikan agar memperoleh kebahagiaan
dunia dan akhirat.7 Pada abad 21 ini, Da’i menyikapi prospek penggunaan
media dalam syi’ar Islam, salah satunya Zainuddin Sardar, menyoroti
dari segi informasi yang ditawarkan. Menurutnya perspektif Islam, hal
pertama yang harus disadari adalah informasi akan mempunyai arti
ketika ia berada didalam kerangka pengetahuan tentang masyarakat,
hanya bila komponen sasarannya selaras dengan aspek-aspek mutlak,
substisional, kultural dan subyektif suatu masyarakat, barulah informasi
akan memberikan sumbangan positif kepada masyarakat itu, kemudian
dalam membuat strategi informasi bagi dunia Muslim harus didasarkan
kepada kesadaran ini.8
Dari sisi teknologi yang digunakan, kita dapat membedakan dakwah
kedalam tiga kelompok kontium kemutahiran teknologi yang digunakan,
yaitu: dakwah konvensional, tele dakwah dan e-Dakwah. Beberapa
perbedaan antara e-Dakwah, tele dakwah dan dakwah konvensional dari
berbagai aspek dapat kita lihat dalam tabel berikut:9
6Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif dan R&D, hlm. 246-253.
7M. Munir, Metode Dakwah, (Jakarta: Pranedamedia Group, 2015), hlm. 7.
8Zainuddin Sardar, Tantangan Dunia Islam Menjangkau Informasi Abad 21(Bandung:
Mizan, 1933), hlm. 32.
9Fahul wahid, e-Dakwah, Dakwah Melalui Internet, (Yogyakarta : Gava Media, 2004),
hlm 37.
92 Vol. 5 No. 1, Januari - Juni 2019
Tabel1.PerbedaamDakwahKonvensial,TeleDakwah,dane-Dakwah
No. Aspek Dakwah
Konvensional Tele Dakwah e-Dakwah
1. Metode Human Touch Hi-tech touch lebih
dominan
Hi-tech touch
2. Cakupan Terbatas Luas Hampir tak
terbatas
3. Mode
Interaksi
Satu tempat,
satu waktu
Berbedatempat,
satuwaktu
Beda tempat,
bedawaktu
Beda tempat
dan satu
waktu Beda
tempat dan
beda waktu
4. Teknologi Tanpa
teknologi/
Teknologi
sederhana
Teknologi
Penyiaran
Teknologi
Informasi
(Internet)
5. Keahlian Pengetahuan
Agama
Pengetahuan
Agama.
Pengatahuan
Brodcasting
Pengetahuan
Agama.
Pengetahuan
tentang
Teknologi
Informasi
Dakwah Islam di Indonesia terdapat berbagai organisasi dan golongan,
mereka mempunyai perbedaan pemahaman, ideologi dan gagasan. Setiap
organisasi mempunyai strategi untuk menarik minat jamaah, maka hal yang
mungkin akan terjadi adalah kompetisi atau kolaborasi. Kompetisi atau
persaingan dalam KBBI diartikan sebagai usaha untuk memperlihatkan
keunggulan masing-masing yang dilakukan oleh perorangan. Kompetisi
merupakan perasaan dimana individu atau perasaan kelompok tidak mau
kalah dari individu atau kelompok lainnya.10 Sementara kolaborasi adalah
suatu bentuk proses sosial, dimana didalamnya terdapat aktivitas tertentu
yang ditujukkan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu
10KBBI ofine diakses pada tanggal 7 Februari 2020 Pukul 20.40 WIB
93
Dinamika Dakwah Di Indonesia Abad 21:...
dan saling memahami aktivitas masing-masing.11
Ikon untuk menggambarkan peradaban Barat dan masyarakat-
masyarakatnya dewasa ini adalah peradaban “teknologis”. Periode
semenjak perang dunia kedua digambarkan sebagai abad “teknologi”.
Kenyataan bahwa zaman kita ini diidentikasikan dengan teknologi,
menunjukkan bahwa teknologi diakui sebagai salah satu agen perubahan
yang penting. Hampir semua perubahan sosial ekonomi, dan budaya
yang terjadi di tengah masyarakat dewasa ini diakibatkan oleh teknologi.
Dua jenis teknologi berada dibarisan depan perubahan ini: komputer
dan telekomunikasi yang juga mencakup media teknologi komunikasi itu
sendiri seperti internet.12
Hasil analisis dari beberapa media online ormas Islam yang ada di
Indonesia, menunjukan bahwa dinamika dakwah di Indonesia abad 21
menghasilkan beberapa cakupan. Situs web Islam yang ada di dunia maya,
setidaknya terbagi ke dalam empat kategori, empat kategori tersebut
antara lain adalah konservatif, politik, multikultural, dan komersial.
Penggolongan atau pengkatogorian tersebut mewakili berbagai macam
ideologi dalam Islam. Dalam era ini, semua gagasan dan ideology dapat
dimunculkan dan dikampanyekan secara terbuka, sehingga dinamikanya
menjadi sebuah pertarungan gagasan. Situs web yang pertama adalah
situs web konservatif. Situs web konservatif merupakan situs web
yang mengikuti paham sala-wahabi yang menghendaki pemurnian
Islam. Menurut Savic selaku direktur NU online mengatakan, bahwa
situs web konservatif adalah situs web yang masuk kategori tidak
mengandung unsur politis, misalnya situsweb almanhaj.or.id dan muslim.
or.id. Merujuk Alexa, almanhaj.or.id ber-ada di posisi ke-667 di Indonesia.
Pada layanan Similarweb, almanhaj.or.id dikatakan memiliki total kunjungan
mencapai angka 6,76 juta kunjungan. Sementara itu, muslim.or.id berada di
posisi ke-729 di Indonesia.13
Selanjutnya adalah situs web politik, situs ini merupakan situs web
11Abdulsyani, Sosiologi Skematika, Teori, dan Terapan, (Jakarta : Bumi Aksara, 1994),
hlm.156.
12Zainuddin Sardar, Tantangan Dunia Islam Menjangkau Informasi Abad 21, (Bandung:
Mizan, 1993), Cet. 5.hlm. 57.
13hps://rto.id/kompesi-di-antara-berbagai-situsweb-islam-cEHi diakses
pada tanggal 10 Februari 2020 Pukul 21.05 WIB
94 Vol. 5 No. 1, Januari - Juni 2019
yang cenderung provokatif dan sering mengekploitasi sentimen agama
untuk kepentingan kelompok tertentu. Situsweb yang masuk kategori ini
adalah eramuslim.com dan voa-islam.com. Berdasarkan pantauan dari Alexa,
eramuslim.com berada di posisi ke-604 di Indonesia. Sementara voa-islam.com
berada di posisi ke-1.200.14 Situs web ini mempunyai kepentingan tertentu,
sehingga mereka memberikan sebuah pemberitaan atau penyebaran
informasi yang berkaitan dengan sentimen agama untuk kepentingan
politik menjadi suatu hal yang penting. Dengan hal tersebut, mereka
dapat menguasai dan sedikitya bisa mengelola publik dengan informasi
dan isu yang mereka beritakan atau informasikan melalui website mereka.
Berbeda dengan situs web politik dan situs web konservatif, situs web
komersial cenderung mencari uang dengan menggunakan nama agama,
khususnya Islam. Situs web ini lebih kearah provid oriented, artinya
dalam pengelolaanya dan penyebarannya berfokus untuk mendapatkan
pendapatan atau untuk mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya.
Jadi, slogan atau embel-embel keislaman akan dijadikan kedok untuk
mencari keuntungan saja, karena masyarakat juga akan terpengaruh dan
bersimpati ketika suatu informasi yang diinformasikan oleh website
tersebut bernuansakan keislaman atau paham keagamaan Islam, meskipun
akan banyak mengecewakan karna secara substansi tidak murni membawa
nuansa Islam.
Kemudian yang terakhir adalah situs web multikultural, situs web
multikultural cenderung memberitakan pentingnya kerukunan umat
beragama. Dua situs web dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia,
nu.or.id dan muhammadiyah.or.id menjadi website yang dakwah multikultural
untuk menjaga kerukunan umat beragama serta kesatuan dan persatuan bangsa
Indonesia. Bila merujuk pemeringkatan Alexa, Muhammadiyah.or.id berada
di posisi ke-3.252 di Indonesia. Sementara itu, bila merujuk Alexa, situs
web nu.or.id berada di posisi ke-579 di Indonesia. nu.or.id merupakan
wesite yang dimiliki dan dikelola oleh organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Situsweb ini memang kalah jauh dibandingkan jajaran situs web media-
media utama di Indonesia, tapi situsweb yang dikelola NU ini termasuk
memiliki ranking tertinggi untuk kategori media dengan kekhususan
14https://tirto.id/kompetisi-di-antara-berbagai-situsweb-islam-cEHi diakses pada
tanggal 10 Februari 2020 Pukul 21.05 WIB
95
Dinamika Dakwah Di Indonesia Abad 21:...
topik soal Islam. SimiliarWeb, layanan serupa Alexa, memperkirakan
situsweb nu.or.id telah dikunjungi 4,48 juta kunjungan, dengan 95,68 persen
pengunjungnya berasal dari Indonesia.15 Berdasarkan empat kategori situs
web diatas, dan beberapa situs web yang telah penulis sebutkan diatas,
penulis menemukan bahwa antara satu website dan website lainnya yang
dimiliki oleh suatu kelompok atau organisasi saling mengkampanyekan
ideologi dan gagasan yang berbau sentimen agama telah menimbulkan
pertarungan gagasan karena masing-masing organisasi memiliki
kepentingan dan tujuan yang berbeda-beda. Jadi mereka melakukan
kompetisi untuk mencapai tujuan dari masing-masing organisasi.
Masing-masing kelompok atau organisasi melalui web yang
dimiliki melakukan syiar dakwah, baik berupa penyebaran informasi,
menyampaikan materi, serta memberitakan hal lain supaya diketahui
khalayak umum. Setiap web yang dikelola oleh organisasi tersebut
mempunyai strategi berbeda-beda, termasuk motif melakukan
penyebaran berita. Jika penulis membandingkan pengelolaan web
yang bersifat konservatif, politik, komersial dan multikultural, maka
dapat disampaikan bahwa web dengan kategori konservatif, politik
serta komersial akan lebih mudah berkembang dan bergerak cepat dan
mudah mengikuti perkembangan. Hal tersebut dikarenakan web dengan
kategori tersebut dimiliki atau dikelola oleh kelompok yang kecil bukan
kelompok atau organisasi yang besar. Berbeda halnya dengan situs web
kategori multikultural (nu.or.id dan muhammadiyah.or.id), cenderung tidak
bisa bergerak dengan cepat karna harus berpegangan kepada fatwa dari
masing-masing organisasi yang menaunginya. Artinya dalam mengelola
informasi atau berita penting lainnya memiliki batasan dan aturan yang
harus diperhatikan. Meskipun secara jumlah pengikut Nahdhatul Ulama (NU)
dan Muhammadiyah adalah yang terbesar di Indonesia, akan tetapi lalu
lintas dijaringan internet di web tersebut masih kalah dengan web yang
dimiliki oleh kelompok dengan kategori web konserfatif, politik, dan
komersial. Sebagaimana telah disinggung diawal, nu.or.id berada di posisi
ke-579 yang masih kalah jauh dibanding situs web Almanhaj.or.id yang
15https://tirto.id/kompetisi-di-antara-berbagai-situsweb-islam-cEHi diakses pada
tanggal 10 Februari 2020 Pukul 21.05 WIB
96 Vol. 5 No. 1, Januari - Juni 2019
sudah dikunjungi sekitar 6,7 juta pengunjung. Sedangkan dari sumber
yang sama, muslim.or.id memperoleh kunjungan 5,07 juta kunjungan. Bila
digabung, kunjungan kepada almanhaj.or.id dan muslim.or.id lebih besar
dari kunjungan ke situs web nu.or.id. Sementara situs web muhammadiyah.
or.id, berdasarkan data SimilarWeb, hanya mendapatkan sekitar 197 ribu
pengunjung yang mana masih kalah jauh dengan situs-situs web diatas.16
KESIMPULAN
Media online pada abad 21 telah menjadi basis dakwah Islam
kontemporer dimana pada masa tersebut penggunaan teknologi
komunikasi dan informasi memiliki peran vital dalam memberikan
kemudahan menyi’arkan Agama Islam. Aktivitas dakwah menjadi salah
satu faktor yang berpengaruh pada kemajuan dan kemunduran umat
Islam. Pada era yang terbuka ini semua gagasan dan ideologi dari berbagai
golongan umat Islam yang ada di Indonesia saling berlomba-lomba
membangun ekosistemnya di dunia maya namun dalam bentuk kompetisi.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa antara
satu website dan website lainnya yang dimiliki oleh suatu kelompok atau
organisasi saling mengkampanyekan ideology, gagasan dan informasi
penting lainnya sehingga terjadi pertarungan gagasan, karena masing-
masing organisasi memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda-beda.
Jadi mereka melakukan kompetisi untuk mencapai tujuan dari masing-
masing organisasi.
DAFTAR PUSTAKA
Abdulsyani. (1994). Sosiologi Skematika, Teori, dan Terapan. Jakarta : Bumi
Aksara
Amar Ahmad, (2013). Dinamika komunikasi Islami di Media Online. Jurnal
IlmuKomunikai. Vol. 11, 57 https://media.neliti.com/media/
publications/103388-ID-dinamika-komunikasi-islami-di-media-
onli.pdf
16https://tirto.id/kompetisi-di-antara-berbagai-situsweb-islam-cEHi, diakses pada
tanggal 10 Februari 2020 Pukul 21.05 WIB.
97
Dinamika Dakwah Di Indonesia Abad 21:...
Djamaludin Ancok dkk, (1995). Pers dan Penyebaran Pesan-Pesan Agama.
Bandung: Puspidai Press.
Fahul wahid. (2004) E-Dakwah, Dakwah Melalui Internet. Yogyakarta :
Gava Media.
https://tirto.id/kompetisi-di-antara-berbagai-situsweb-islam-cEHi
diakses pada tanggal 10 Februari 2020 Pukul 21.05 WIB
KBBI ofine diakses pada tanggal 7 Februari 2020 Pukul 20.40 WIB
Masduqi Affandi, (2007). Ontologi Dasar-Dasar Filoso Dakwah. Surabaya:
Diantama.
M. Munir. (2015). Metode Dakwah. Jakarta: Pranedamedia Group.
Muhammad Rajab, (2014). Dakwah dan Tantangannya dalam Media Teknologi
Komunikasi, Jurnal Dakwah Tablig, Vol 15, 84 http://journal.
uinalauddin.ac.id/index.php/tabligh/article/view/339
Sugiyono, (2008). Metode Penelitian Kualitatif dan R&D,
Zainuddin Sardar. (1993). Tantangan Dunia Islam Menjangkau Informasi Abad
21. Bandung: Mizan.
ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication.
Pers dan Penyebaran Pesan-Pesan Agama
Djamaludin Ancok dkk, (1995). Pers dan Penyebaran Pesan-Pesan Agama. Bandung: Puspidai Press.
Dakwah dan Tantangannya dalam Media Teknologi Komunikasi
  • Muhammad Rajab
Muhammad Rajab, (2014). Dakwah dan Tantangannya dalam Media Teknologi Komunikasi, Jurnal Dakwah Tablig, Vol 15, 84 http://journal. uinalauddin.ac.id/index.php/tabligh/article/view/339
Metode Penelitian Kualitatif dan R&D, Zainuddin Sardar
  • Sugiyono
Sugiyono, (2008). Metode Penelitian Kualitatif dan R&D, Zainuddin Sardar. (1993). Tantangan Dunia Islam Menjangkau Informasi Abad 21. Bandung: Mizan.