ArticlePDF Available

DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP BISNIS DAN EKSISTENSI PLATFORM ONLINE (THE IMPACT OF COVID-19 PANDEMIC ON BUSINESS AND ONLINE PLATFORM EXISTANCE)

Authors:

Abstract

This study aims to identify and analyze the impact of the Covid-19 pandemic on online platform-based business activities in Jakarta. The research method used is descriptive qualitative method, using secondary data sources from research results, references and online news related to research. The study period was conducted from January to mid-April 2020. Data collection techniques using documentation techniques. It was found that the impact of the Covid-19 pandemic, clustered in 3 business activity states, first the business survived or stable, the second business declined and the third business flourished. Stable business through adjusting interaction models using online application platforms is education, especially for food / beverage delivery and basic needs, and health products. The declining business is based on visits or the presence of consumers in places heavily affected by the Covid-19 pandemic, such as public transportation, tourism, hospitality, offline retail, shopping centers, transportation of people and goods. Businesses that are developing due to market dynamics and interaction adjustments using online application platforms such as telecommunications business, online shopping (basic needs and health products), pharmaceuticals, health products, including MSMEs that have switched innovatively to produce health products needed in the Covid-19 pandemic.
DOI: http://dx.doi.org/10.33370/jpw.v22i1389 p-ISSN 1411-710X
http://ejurnal.stieipwija.ac.id/index.php/jpw e-ISSN 2620-388X
JURNAL PENGEMBANGAN WIRASWASTA Vol. 22 No. 01 APR 2020
LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta 21
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP BISNIS DAN
EKSISTENSI PLATFORM ONLINE
(THE IMPACT OF COVID-19 PANDEMIC ON BUSINESS AND ONLINE
PLATFORM EXISTANCE)
Oleh:
Taufik1), Eka Avianti Ayuningtyas2)
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta1,2)
alwitaufik@yahoo.com1) ; eka.avianti@gmail.com2)
. .
Submit: 17 Apr 2020 Review: 19 Apr 2020 Accept: 25 Apr 2020 Publish: 30 Apr 2020
ABSTRACT
This study aims to identify and analyze the impact of the Covid-19 pandemic on online platform-
based business activities in Jakarta. The research method used is descriptive qualitative method, using
secondary data sources from research results, references and online news related to research. The study
period was conducted from January to mid-April 2020. Data collection techniques using documentation
techniques. It was found that the impact of the Covid-19 pandemic, clustered in 3 business activity
states, first the business survived or stable, the second business declined and the third business
flourished. Stable business through adjusting interaction models using online application platforms is
education, especially for food / beverage delivery and basic needs, and health products. The declining
business is based on visits or the presence of consumers in places heavily affected by the Covid-19
pandemic, such as public transportation, tourism, hospitality, offline retail, shopping centers,
transportation of people and goods. Businesses that are developing due to market dynamics and
interaction adjustments using online application platforms such as telecommunications business, online
shopping (basic needs and health products), pharmaceuticals, health products, including MSMEs that
have switched innovatively to produce health products needed in the Covid-19 pandemic.
Keywords: Covid-19, Business, Online Platform.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menemukenali dan menganalisis dampak pandemic Covid-19 terhadap
kegiatan Bisnis berbasis platform online di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
kualitatif deskriptif, menggunakan sumber data sekunder dari hasil riset, referensi dan pemberitaan
online yang terkait dengan penelitian. Waktu penelitian Januari sampai pertengahan April 2020.
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Ditemukan bahwa dampak pandemic
Covid-19, terkluster pada 3 keaadaan aktivitas bisnis, pertama bisnis bertahan atau stabil, kedua bisnis
yang menurun dan ketiga bisnis berkembang. Bisnis yang stabil melalui penyesuaian model interaksi
menggunakan platform aplikasi online adalah pendidikan, terutama untuk hantaran makan/minuman
Taufik, Eka Avianti Ayuningtyas:
22 DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP BISNIS DAN EKSISTENSI PLATFORM ONLINE
dan kebutuhan pokok, dan produk kesehatan. Bisnis yang menurun adalah yang berbasis kunjungan
atau keberadaan konsumen di tempat sangat terdampak dari pandemi Covid-19, seperti angkutan
umum, pariwisata, perhotelan, ritel offline, pusat perbelanjaan, angkutan orang dan barang. Bisnis
yang berkembang karena dinamika pasar dan penyesuaian interaksi menggunakan platform aplikasi
online seperti bisnis telekomunikasi, belanja online (kebutuhan pokok dan produk kesehatan), farmasi,
produk kesehatan, termasuk UMKM yang beralih secara inovatif memproduksi produk kesehatan yang
dibutuhkan dimasa pandemi Covid-19.
Kata kunci: Covid-19, Bisnis, Platform online.
PENDAHULUAN
Pandemi Corona Virus Disease 2019
(COVID-19) diumumkan WHO (World
Health Organization) tanggal 11 Maret
2020. Kejadian Covid-19 yang dilaporkan
kepada publik pertama kali tanggal 31
Januari 2020 di Wuhan, Propinsi Hubei,
RRC. Memasuki Minggu ketiga April 2020
terdapat 170.000 lebih korban yang
meninggal, yang sembuh sebanyak 640.000
dari total yang terkonfirmasi positif
sebanyak lebih dari 1,4 juta orang
(www.corona.help.com, April 2020). Alok
Bhargavaa dan kawan-kawan (2001)
menemukan bahwa angka kelangsungan
hidup yang tinggi akan memberikan
kontribusi positif bagi pertumbuhan
ekonomi. Di sisi lain Covid-19 telah
mengakibatkan angka kematian
(mortality) yang tinggi.
Covid-19 telah menimbulkan
economic shock, yang mempengaruhi
ekonomi secara perorangan, rumah
tangga, perusahaan mikro, kecil,
menengah maupun besar, bahkan
mempengaruhi ekonomi negara dengan
skala cakupan dari lokal, nasional, dan
bahkan global.
Pada awal kebijakan lockdown kota
Wuhan dan pembatasan akses wilayah
lainnya di RRC, berdampak pada
berkurangnya perayaan Imlek di
Tiongkok, karena penutupan akses
transportasi dan kegiatan bisnis yang
berdampak pada supply chain aktivitas
bisnis pabrikan, perdagangan dan bahkan
jasa di wilayah terdampak dan wilayah
sekitar. Pada awal penyebarannya, Indeks
pasar modal bisa menjadi cerminan
merosotnya aktivitas ekonomi di
Tiongkok. Teguh Santoso (2020)
menjelaskan bahwa bursa saham Shanghai
Index, TWSE, dan Hangseng menunjukkan
nilai negatif dengan indeks yang menurun
masing-masing sebesar minus 7.72%,
minus 5,72%, dan minus 2,82%.
Merosotnya indeks bursa saham Tiongkok
tersebut lebih rendah dibandingkan pada
saat serangan virus SARS pada 2003, yang
mana Shanghai Index dan Hangseng
merosot sebesar -3,4% dan -2,58%. Potensi
dampak penyebaran virus corona terhadap
industri perbankan pada pertumbuhan
kredit, pendapatan non bunga dan non
bunga bank-bank di kawasan Asia
Tenggara diperkirakan bakal melambat
Efek lanjutan berupa melambatnya
produksi dan konsumsi di RRC sebagai
negara dengan ekonomi terbesar kedua di
dunia, turut mempengaruhi supply chain
dan perdagangan di belahan dunia lain
terutama yang bermitra dalam aktivitas
ekspor impor dan bisnis lainnya.
Penyebaran covid-19 telah mencapai 189
negara sekaligus menjadi pandemi
semakin menimbulkan masalah secara
global baik secara politik, sosial, maupun
ekonomi. Terlepas dari polemic Covid-19
JURNAL PENGEMBANGAN WIRASWASTA Vol. 22 No. 01 APR 2020
LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta; p-ISSN 1411-710X; e-ISSN 2620-388X 23
sebagai perang biologi atau tidak, Covid-19
telah menghadirkan rasa kekuatiran
ketakutan dan menjadi teror bagi
masyarakat global, dimana ada yang
menyikapi dengan beragam kebijakan di
masing-masing negara. Korban manusia
serta efek sosial ekonomi secara global oleh
pandemic Covid-19, bahkan mampu
menggeser pemberitaan mengenai isu
perang dan isu terorisme. Terorisme
sebelumnya telah mempengaruhi ekonomi
dan politik global (Taufik dan Prasilowati,
2019). Covid-19 telah mengganggu
ekonomi RRC, bahkan menyulitkan
pembuat kebijakan untuk merumuskan
kebijakan makro ekonomi (Warwick
McKibbin dan Roshen Fernando, 2020).
Indonesia diumumkan terdampak
virus oleh Presiden Joko Widodo tanggal 2
Maret 2020, sekaligus menyebutnya
sebagai bencana (disaster). Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) secara
khusus menyebut Covid-19 sebagai
bencana non alam (non natural disaster)
dengan skala cakupan nasional.
Dibandingkan dengan kejadian pada
tahun 2003, ketika kasus SARS terjadi
berdampak pada melambatnya
perekonomian Indonesia hingga 0,03
persen. Covid-19 yang reproduksi
sebarannya lebih cepat dari SARS (Liu, dan
kawan kawan: 2020) dan korban
meninggal yang lebih tinggi dari SARS dan
MERS (Wu dan McCoogen, 2020).
Kementerian Perdagangan
menyebutkan adanya dampak Covid-19
untuk pasar ekspor ke RRC, terganggunya
rantai pasokan, langkanya bahan baku
industri dan produk kesehatan
(Kemendag, 2020). Antisipasi dampak dari
covid-19 tersebut mendapatkan atensi
kebijakan Pemerintah pusat dan Pemda
DKI Jakarta yang merupakan episentrum
Covid-19, dengan dinamika konsekuensi
logis pada kegiatan bisnis.
Penelitian Warwick McKibbin dan
Roshen Fernando (2020) menunjukkan
bahwa wabah Covid-19 dapat secara
signifikan berdampak pada ekonomi
global dalam jangka pendek. Skenario
tersebut menunjukkan skala biaya yang
mungkin dapat dihindari dengan investasi
yang lebih besar dalam sistem kesehatan
masyarakat di semua negara khususnya di
negara-negara yang kurang berkembang
dan yang populasi penduduk tinggi.
DKI Jakarta yang merupakan ibu kota
negara sekaligus pusat perputaran bisnis di
Indonesia, yang dinyatakan sebagai
epicentrum Covid-19 di Indonesia, telah
menerapkan kebijakan social distances,
work from home (WFH) dan pembatasan
social berskala besar (PSBB) bagi para
aparat pemerintahan daerah, perusahaan,
sektor pendidikan dan pengurangan
intensitas transportasi public dengan
beberapa pengecualian. Terdapat 3.290
perusahaan yang memberlakukan
kebijakan WFH di Jakarta (Disnakertrans
DKI Jakarta, 6 April 2020). Kebijakan
tersebut merupakan upaya mengurangi
sebaran Covid-19, yang jika tidak
terkendali akan memberikan efek negatif
yang lebih besar dan berkepanjangan. Pada
aspek bisnis, Jakarta sebagai wilayah
episentrum Covid-19 melalui respon guna
mengurangi sebaran covid-19 secara
kuantitas dinilai dapat berdampak pada
aktivitas bisnis. Kehadiran dan penyebaran
pandemic Covid-19 yang keberadaannya
berada di lingkungan eksternal (external
environment) dan tidak terkontrol
(uncontrollable) atau diluar kendali
perusahaan, maka keberadaanya dinilai
berkontribusi menentukan survive
tidaknya entitas bisnis dalam aktivitasnya
pada berbagai industri di DKI Jakarta.
Taufik, Eka Avianti Ayuningtyas:
24 DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP BISNIS DAN EKSISTENSI PLATFORM ONLINE
TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan menemukan dan
menganalisis kegiatan bisnis apa saja yang
menurun, stabil atau bahkan meningkat
pada saat pandemi Covid-19 serta
keberadaan pebisnis yang berbasis
penggunaan platform online pada berbagai
industri di DKI Jakarta.
TELAAH LITERATUR DAN
PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Skala Cakupan Sebaran Covid-19
Elisa M. Maffioli (2020) menjelaskan
bahwa tingkat kecepatan dan ukuran skala
cakupan penyebaran virus Covid-19
melebihi kasus wabah virus pada kejadian
dekade sebelumnya. Covid-19
menyebabkan respon masyarakat dunia
sangat berbeda dengan kasus wabah virus
yang pernah terjadi sebelumnya seperti
virus H1N1 pada tahun 2009-2010, Virus
Ebola tahun 2014 di Afrika Barat, atau
Virus Zika Amerika Latin tahun 2015-2016,
. Hal lain yang membedakan adalah status
China yang menjadi titik awal sebaran
Covid-19, merupakan Negara dengan
kekuatan ekonomi nomor dua dunia
sehingga berdampak luas pada interaksi
bisnis dengan banyak negara mitra.
Dampak Ekonomi Covid-19
Naushad Khan dan Shah Faisal (2020)
yang meneliti dampak Covid-19 terhadap
perekonomian China melalui kajian pada
15 artikel pada berbagai jurnal dan laporan
yang membahas kajian pada tema yang
terkait. Temuan dalam penetian tersebut
bahwa akibat Covid-19 yang diikuti
kebijakan lockdown Kota Wuhan dan
diikuti karantina kota dan Propinsi
lainnya, telah mengurangi dan bahkan
menghentikan beragam aktivitas
masyarakat, pelajar, mahasiswa, pekerja di
area publik, berhentinya pabrikasi,
transportasi darat, jalur penerbangan dan
ditundanya banyak pembangunan dan
tertunda investasi, juga aktivitas sector
keuangan, perbankan serta ekspor impor
menyebabkan terjadi penurunan angka
pertumbuhan (decline) 2% dari posisi 6%
pada capaian sebelum pandemi Covid-19.
Baldwin dan Tomiura (2020)
menemukan kecenderungan bahwa
pandemi Covid-19 Pada awal kejadian lock
down kota Wuhan dengan beragam
kejadian yang diberitakan, telah
berdampak negatif pada pemberitaan
daninteraksi bisnis bagi warga dan
jaringan kota Wuhan Propinsi Hubei,
China dan juga ketika virus meluas ke
seluruh daratan Tiongkok.
Lebih lanjut Baldwin dan Mauro
(2020) menyatakan pada perkembangan
Covid-19 selanjutnya, tidak hanya
memberikan efek negatif bagi wilayah dan
negara yang tertimpa Covid-19, tetapi
berdampak lebih lanjut pada negara lain
karena terkait dengan value chain
economic. Ketika virus meluas keluar dari
daratan Tiongkok (Mainland China), maka
efeknya pun semakin meluas. Apalagi
ketika negara yang menjadi korban terus
bertambah terutama Negara Negara
memiliki kekuatan ekonomi seperti China,
USA, Jerman, Italia, Jepang dan Korea
Selatan.
Himanshu Koshle, dkk (2020) yang
meneliti dampak Corona virus terhadap
bisnis di India, menemukan bahwa pada
sektor perdagangan menyebabkan
kerugian tidak kurang dari USD 348 juta
karena perlambatan perekonomian dan
konsekuensi kebijakan.
Inovasi Bisnis Platform Online
Kontraksi dan perlambatan
perekonomian salah satunya dari
menurunya volume transaksi beragam
bisnis. Terdapat beberapa jenis bisnis yang
relatif bertahan dan mampu tumbuh dalam
kondisi pandemic covid-19 seperti UMKM
JURNAL PENGEMBANGAN WIRASWASTA Vol. 22 No. 01 APR 2020
LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta; p-ISSN 1411-710X; e-ISSN 2620-388X 25
yang mengalihkan produksi ke produk
kesehatan seperti masker dan hand
sanitizer, hal tersebut dinilai sejalan
dengan upaya meraih keunggulan
bersaing melalui inovasi produk dan
orientasi dinamika kebutuhan dan
keinginan pasar (Taufik Alwi, Esti
Handayani, 2018). Beragam inovasi bisa
diterapkan pada berbagai bentuk interaksi
bisnis. Interaksi di dunia bisnis dapat
berbentuk model B2B (Business to
Business) dimana terjadi transaksi bisnis
antara pelaku bisnis dengan pelaku bisnis
lainnya, B2C (Business to Consumer) bisnis
yang dilakukan produsen kepada
konsumen secara langsung, C2C
(Consumer to Consumer) interaksi bisnis
yang dilakukan oleh individu (konsumen)
kepada individu (konsumen) lainnya, C2B
(Consumer to Business) merupakan model
bisnis dimana konsumen (individu)
menciptakan dan membentuk nilai akan
proses bisnis, B2G (Busines to
Government) proses ini terjadi antara
pelaku bisnis dan instansi pemerintah,
G2C (Government to Consumer)
merupakan interaksi antara pemerintah
dengan masyarakat sebagai konsumen
(Richard Sandhusen, 2008).
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan
adalah metode kualitatif deskriptif
berbasis data sekunder dari hasil riset dan
referensi kepustakaan mengenai data dan
informasi yang terkait dengan penelitian.
Interval waktu kajian kasus pada bulan
Januari sampai pertengahan April 2020.
Penelitian Entitas bisnis dibatasi di DKI
Jakarta.
Teknik pengumpulan data
menggunakan teknik dokumentasi sebagai
suatu cara yang dilakukan peneliti untuk
mengumpulkan data dari berbagai sumber
referensi.
Jenis data berupa data sekunder baik
berupa data kualitatif maupun kuantitatif
dari jurnal dan pemberitaan online. Data
sekunder adalah data yang mengacu pada
informasi yang dikumpulkan dari sumber
yang telah ada. Sumber data sekunder
adalah catatan atau dokumentasi
perusahaan, dokumentasi pemerintah atau
publikasi pemerintah, analisis industri oleh
media, situs web dan lainnya (Uma
Sekaran, 2011).
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Data yang dirilis oleh website corona.
help.com dan website worddometer.com
per 3 April 2020, menunjukkan bahwa
Indonesia berada pada urutan pertama
diantara negara-negara ASEAN,
berdasarkan dari total angka akumulasi
kematian akibat Covid-19 dengan Jakarta
sebagai epicentrum penyebaran Covid-19
di Indonesia. Data Covid-19 di DKI Jakarta
akumulasi Orang dalam Pemantauan
(ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan
(PDP) dari tanggal 11 Maret sampai 25
Maret 2020 berjumlah 1617 orang
(https://corona.jakarta.go.id/id/data,
diakses 25 maret 2020).
Kebijakan dan upaya pencegahan
skala sebaran Covid-19 yang pertama kali
diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, 2
Maret 2020, telah berimbas pada
perubahan cara dan ritme beragam
aktivitas, baik sosial kemasyarakatn,
pelayanan public maupun kegiatan bisnis.
Status Jakarta sebagai epicentrum Corona
direspon oleh Pemda DKI melalui Instruksi
Gubernur DKI Jakarta Nomor 16 Tahun
2020, tentang peningkatan kewaspadaan
terhadap risiko penularan infeksi Covid-
19. Aplikasi kebijakan baik yang
merupakan turunan dari kebijakan
pemerintah pusat maupun kebijakan
Taufik, Eka Avianti Ayuningtyas:
26 DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP BISNIS DAN EKSISTENSI PLATFORM ONLINE
Pemda DKI yang terkait dengan aktivitas
bisnis dan masyarakat seperti:
1) Penutupan awal 17 tempat Wisata
yang dikelola Pemda DKI
2) Penutupan tempat-tempat rekreasi
yang dikelola Swasta
3) Penutupan pusat perbelanjaan Mall
4) Pembatasan jam buka pasar
tradisional
5) Pembatasan jumlah armada dan
intensitas waktu operasi transjakarta
6) Seruan bekerja dari rumah bagi
karyawan aktivitas perusahaan dan
bisnis
7) Belajar dari rumah untuk kegiatan
sekolah dasar, menegah dan tinggi
Implikasi dari Kebijakan Pemerintah
Seruan dan kebijakan Pemerintah
daerah DKI Jakarta, secara bertahap
mempengaruhi ritme dan rutinitas yang
berlangsung seperti biasanya. Sentra sentra
perbelanjaan menurunkan aktivitasnya,
destinasi wisata meliburkan layanannya
seperti TMII, Dufan, Ancol, Museum, Kota
Tua, Monas, TIM, Ragunan. Pengumunan
resmi baik penutupan pusat perbelanjaan
dan tempat wisata, disertai dengan sebaran
informasi di media massa. Penyebaran
informasi melalui WOM (word of mouth)
baik melalui penyampaian lisan, media
konvensional maupun sosial media dalam
interaksi antar konsumen di masyarakat
semakin meningkatkan kuantitas dan
cakupan sebaran informasi.
Pembahasan
Covid-19 sebagai salah satu kejadian
yang keberadaannya berada di lingkungan
eksternal (external environment) relatif
tidak terkontrol (uncontrollable) atau
diluar kendali perusahaan. Berdasarkan
data sekunder yang diperoleh dalam
kurun waktu penelitian terlihat bahwa
Covid 19 berdampak pada lingkungan
internal (internal environment) entitas
bisnis. Covid 19 berdampak pada pola
kebiasaan aktivitas bisnis secara
konvensional dalam bidang pemasaran,
keuangan, sumber daya manusia dan
operasional. Sebagian perusahaan yang
memperhatikan trend pasar dan inovasi
produk berupaya menyesuaikan dengan
aplikasi online.
Eksistensi Bisnis dari Vendor Berbasis
Platform Aplikasi
Pencegahan penyebaran pandemi
Covid-19, yang disertai dengan kebijakan
Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang
memberlakukan work from home (WFH),
social distance dan physical distance serta
penerapan pembatasan sosial berskala
besar (PSBB) berdasarkan data yang ada
menunjukkan adanya pengurangan
beberapa aktivitas bisnis seperti pada
pusat-pusat perdagangan, kegiatan
perdangangan sektor mikro, kecil dan
menengah (UMKM), kegiatan pendidikan,
pariwisata, perhotelan, transportasi dan
beragam aktivitas bisnis lainnya,
Berdasarkan kasus yang terjadi di DKI
Jakarta, terdapat beberapa bidang kegiatan
yang terdampak oleh pandemic covid-19,
sebagai berikut.
1) Pendidikan Dasar, Menengah dan
Tinggi
Pada bidang pendidikan dasar,
menengah dan tinggi baik yang negeri
maupun swasta, terdampak Covid-19,
bahkan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan mengeluarkan kebijakan
belajar dari rumah (learn from home)
untuk seluruh level pendidikan.
Kebijakan tersebut, sebagai solusi
pencegahan penyebaran, walau pun
konsekuensinya terjadi perubahan
media dan cara pembelajaran. Kondisi
tersebut menuntut kemampuan
penyesuaian dari tenga pendidik,
tenaga non kependidikan, peserta
JURNAL PENGEMBANGAN WIRASWASTA Vol. 22 No. 01 APR 2020
LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta; p-ISSN 1411-710X; e-ISSN 2620-388X 27
didik, media dan teknologi
pendukungnya.
Gambar 1
Interaksi Jasa Pendidikan
Sumber: Diolah peneliti, 2020
Pada kondisi tersebut aktivitas di
bidang pendidikan tetap bisa berjalan
secara daring melalui pengunaan
aplikasi vendor penyedia layanan
daring dengan menggunakan media
belajar daring. serta menjadi trend
dan digunakan oleh peserta didik,
guru/dosen serta lembaga
pendidikan. Beberapa aplikasi
platform video conference yang
memungkinkan interaksi guru/dosen
dengan peserta didik seperti e-
learning Edmodo, Google Suite for
Education berupa Google Class Room
atau Google Meet, Kelas Pintar,
Microsoft Office 365 for Education,
Quipper School, Ruangguru,
Sekolahmu, Skype, UmeetMe, WebEx,
Webinar, Zenius, Zoom, menjadi
alternatif aplikasi yang digunakan.
Berdasarkan website
Kemendikbud RI, terdapat 12 aplikasi
yang bisa digunakan oleh siswa dan
guru yang bekerjasama dengan
Kemendikbud menyediakan aplikasi
pembelajaran daring (online) untuk
siswa dan guru di seluruh Indonesia
yaitu: Cisco Webex, Google for
Education, Icando, IndonesiaX, Kelas
Pintar, Meja Kita, Microsoft Office 365,
Ruangguru, Rumah Belajar,
Sekolahmu, Quipper School, dan
Zenius.
Zaharah, Kirilova dan Windarti
(2020) menambahkan bahwa kebijakan
bekerja dari rumah yang diserukan
pemerintah diharpkan meminimalisir
sebatan virus dengan tetap
menjalankan aktivitas pendidikan
melalui beragam aplikasi online.
2) Perdagangan
Konsekuensi dari himbauan
penutupan pusat perbelanjaan dan
social distance adalah berkurangnya
jumlah toko atau outlet yang dibuka,
jam buka took/outlet serta jumlah
konsumen yang berkunjung. Hal ini
berdampak pada tiga sisi, yaitu
pertama bagi pelaku usaha
perdagangan (termasuk usaha mikro
dan kecil), kedua, konsumen, dan
ketiga pemilik property seperti
pemilik pertokoan/mall/plaza.
Gambar 2
Interaksi Perdagangan
Sumber: Diolah peneliti, 2020
Pada bisnis perdagangan
(commerce) trend penggunaan E-
commerce oleh pelaku usaha dan
interaksinya dengan pemasok
(supplier) menemukan momentum
Taufik, Eka Avianti Ayuningtyas:
28 DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP BISNIS DAN EKSISTENSI PLATFORM ONLINE
yang lebih siap bagi pelaku usaha
yang sudah eksis lebih awal dalam
penggunaan marketplace dan
momentum baru bagi pebisnis yang
baru memulai menggunakan e-
commerce. Pada kasus pedagang
mikro seperti pedagang yang
membuka warung pedagang kaki lima
dan pedagang keliling (penjual jamu,
sayuran, makanan, minuman) di saat
kekuatiran terhadap Covid-19
meningkat akan terdampak pada
kunjungan dan pesanan dari
konsumen.
Di sisi konsumen, trend belanja
online (online shopping) meningkat
disertai dengan penggunan beragam
pilihan aplikasi yang ditawarkan oleh
vendor platform marketplace dan situs
belanja. Beberapa marketplace seperti:
Bukalapak, BliBli, Lazada, Shopee,
Tokopedia, dsb.
Saat Pemda DKI Jakarta
memberlakukan kebijakan bekerja dan
belajar dari rumah, salah satu platform
belanja online Ralali.com yang
memediasi antara produsen, penjual
dan pembeli terutama merespon
dukungan di pasar yang dikelola PD
Pasar Jaya dan pasar tradisional
lainnya di wilayah DKI Jaya
Bagi pemilik property pusat
perbelanjaan, kendala utama dari
dampak jumlah penjual (merchant)
sebagai penyewa ruangan/space yang
berkurang termasuk penyewaan
ruangan untuk eksebisi di pusat
perbelanjaan.
3) Angkutan online
Angkutan umum sangat
terdampak pada penurunan jumlah
penumpang. Di satu sisi penurunan
jumlah armada dan intensitas layanan
TransJakarta dan angkutan publik di
Jakarta, untuk mendukung kampanye
dirumah saja menyebabkan
berkurangnya jumlah warga yang lalu
lalang di Jakarta.
Gambar 3
Interaksi Angkutan Online
Sumber: Diolah peneliti, 2020
Untuk angkutan online pun terasa
dampaknya karena pengurangan
aktivitas warga di luar rumah. Mitra
pengemudi online mengeluhkan
menurunnya jumlah penumpang. Hal
tersebut akan mengurangi pendapatan
mitra pengemudi. Namun dalam
kondisi pandemi Grab dan Gojek tetap
memberikan solusi kemitraan. Hal
tersebut penting untuk menjaga
loyalitas mitra (Taufik Alwi: 2018) dan
menjaga kemitraan tersebut ketika
wabah berakhir. Sementara itu,
berbagai kebutuhan masyarakat yang
berada di rumah membutuhkan solusi
untuk mengakses dan memperoleh
barang yang dibutuhkan. Kondisi
tersebut menjadi momentum penguat
kehadiran aplikasi angkutan online
yang saat ini didominasi oleh Gojek
dan Grab. Fahmi Ahmad Burhan
(2020) menjelaskan bagi kedua
perusahaan berbasis platform online
tersebut masing-masing menjalin
kerjasama dengan penjual (merchant)
kondisi pandemic Covid-19, masih
memberikan peluang terutama untuk
layanan pesan antar
JURNAL PENGEMBANGAN WIRASWASTA Vol. 22 No. 01 APR 2020
LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta; p-ISSN 1411-710X; e-ISSN 2620-388X 29
makanan/minuman, dan bahan
pokok serta produk kesehatan.
4) Perhotelan
Pada bisnis perhotelan yang
menyediakan akomodasi penginapan
dan juga ruangan (Seminar,
pernikahan, dll) mengalami
penurunan pemesanan secara drastis,
karena penginap yang awalnya
banyak dari wisatawan mancanegara
maupun domestik semakin berkurang
karena kekuatiran pandemi yang
menyebar sehingga mengurangi
perjalanan dan kebutuhan menginap
di hotel.
Gambar 4
Interaksi Bisnis Perhotelan
Sumber: Diolah peneliti, 2020
Walau pun menggunakan aplikasi
pemesanan online, tetapi karena hotel
berbasis pada tempat yang didatangi,
maka berkurangnya perjalanan dan
kunjungan menyebabkan bisnis
perhotelan turun signifikan
dibandingkan sebelum masa pandemi
covid-19. Disampin itu platform online
pemesanan hotel banyak yang
mendapat rescheduling bahkan
pembatalan dari konsumen.
5) Pariwisata
Penutupan tempat wisata di
Jakarta sejak 14 maret 2020 yaitu
Monas, Kota Tua. Ancol, Dunia
Fantasi Atlantis Water Adventures,
Ocean Dream Samudra, Sea World,
Allianz Ecopark, Taman Margasatwa
Ragunan, TMII, Setu Babakan,
Planetarium Taman Ismail Marzuki,
Rumah si Pitung, Taman Arkeologi
Onrust, Museum-Museum (Bahari,
Sejarah Jakarta, Prasasti, MH Thamrin,
Seni Rupa dan Keramik, Tekstil,
Wayang, Joang 45, MACAN, Mandiri,
Maritim Indonesia, Sumpah Pemuda,
Kebangkitan Nasional, Bank
Indonesia) dan Perpustakaan Nasional
(website travelkompas.com, diakses 24
Maret 2020) otomatis sementara
menghilangkan aktivitas layanan dan
kunjungan dari wisatawan.
Hal tersebut juga terkait dengan
beragam aktivitas pendukung dan
kegiatan usaha mikro dan kecil yang
bisanya melayani warga yang
berkunjung di tempat atau destinasi
wisata.
Gambar 5
Interaksi Bisnis Pariwisata
Sumber: Diolah peneliti, 2020
Taufik, Eka Avianti Ayuningtyas:
30 DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP BISNIS DAN EKSISTENSI PLATFORM ONLINE
6) Farmasi dan Produk Kesehatan
Kebutuhan masyarakat dan
pemerintah atas tersedianya obat-
obatan dan produk kesehatan
mendorong peningkatan produksi dan
permintaan. UMKM yang inovatif
bahkan bisa menyesuaikan diri
dengan beralih memproduksi alat
kesehatan yang dibutuhkan.
Gambar 6
Interaksi Bisnis Farmasi dan Produk
Kesehatan
Sumber: Diolah peneliti, 2020
KESIMPULAN
1. Kejadian Pandemi Covid-19 yang
merupakan bencana non alam (non
nature disaster) menjadi salah satu
faktor dari lingkungan luar (external
environment) yang memberikan
dampak penurunan aktivitas bisnis
konvensional (offline), namun bisa
mengungkit kegiatan bisnis yang
inovatif berbasis platform online.
2. Bidang usaha yang terkendala
perkembangannya bahkan mengalami
penurunan selama masa pandemic
Covid-19 adalah bisnis transportasi
umum, Pariwisata, Perhotelan, pusat
perbelanjaan, serta pedagangan
offline yang hanya fokus pada
kunjungan langsung konsumen.
3. Kegiatan bisnis yang masih bisa
bertahan dan eksis melayani
konsumen (melalui penyesuaian
model interaksi layanan
menggunakan platform aplikasi
online) adalah pendidikan, ritel bahan
kebutuhan pokok, bisnis pengiriman
barang online terutama untuk
hantaran makan/minuman dan
kebutuhan pokok.
4. Kegiatan bisnis yang berkembang
pada masa pandemic adalah
telekomunikasi, penyedia/vendor
platform online, farmasi, produk
kesehatan melalui penyesuaian
platform bisnis berbasis online.
SARAN
1. Bagi pengusaha UMKM, terutama
usaha mikro dan kecil perlu
memanfaatkan momentum Covid-19
sebagai langkah menyesuaikan diri
secara cepat dengan mengembangkan
inovasi produk sesuai dengan
kecenderungan permintaan pasar
disertai penyesuaian e-commerce dan
aplikasi online.
2. Keterbatasan penelitian ini yang hanya
menggunakan data sekunder perlu
diteliti lebih lanjut dengan desain
penelitian dan cakupan penelitian
yang lebih lengkap.
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, T., Handayani, E., 2018, Keunggulan
Bersaing UKM yang dipengaruhi oleh
Orientasi Pasar dan Inovasi Produk,
Jurnal Pengembangan Wiraswasta,
Vol 20, No. 3, 193-202, LP2M Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta, DOI:
http://dx.doi.org/10.33370/jpw.v20i3.
256
Alwi, T., 2018, Pengaruh Kepercayaan
Mitra dan Komitmen Perusahaan
terhadap Loyalitas Mitra Pengemudi
JURNAL PENGEMBANGAN WIRASWASTA Vol. 22 No. 01 APR 2020
LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta; p-ISSN 1411-710X; e-ISSN 2620-388X 31
Ojek Online. Jurnal Manajemen
Kewirausahaan, Vol. 14, No. 2: 223-
232, LP2M Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi IPWI Jakarta. DOI:
http://dx.doi.org/10.33370/jmk.v14i2.
95
Baldwin, R., Mauro, B. W., 2020, Economics
in the Time of COVID-19, CEPR Press
VoxEU. org.
Baldwin, R., Tomiura, E. 2020, Thinking
ahead about the trade impact of
COVID-19, CEPR Press VoxEU. Org
Bhargavaa, A., Dean T. Jamisonb,
Lawrence J. Lauc, Christopher J.L.
Murray, 2020, Modeling the effects
of health on economic growth,
Journal of Health Economics. 20, 423
440
Elisa M. Maffioli, 2020, How is the World
Responding to the 2019 Coronavirus
Disease Compared with the 2014
West African Ebola Epidemic? The
Importance of China as a Player in
the Global Economy, Am. J. Trop.
Med. Hyg., 00(0), pp. 12
doi:10.4269/ajtmh.20-0135
Fahmi Ahmad Burhan, 2020, Beda Cara
Gojek dan Grab Tekan Dampak
Pandemi Corona terhadap Mitra,
https://katadata.co.id/berita/2020/0
4/01/beda-cara-gojek-dan-grab-
tekan-dampak-pandemi-corona-
terhadap-mitra, diakses 5 April 2020,
pukul 13.10
https://travel.kompas.com/read/2020/03/1
6/210300127/update-daftar-30-
tempat-wisata-di-jakarta-yang-
tutup-untuk-cegah-penyebaran.
Diakses 22 Maret 2020, pukul 10.15.
https://travel.kompas.com/read/2020/03/1
6/210300127/update-daftar-30-
tempat-wisata-di-jakarta-yang-
tutup-untuk-cegah-penyebaran.
Diakses 24 Maret 2020.
https://www.kemendag.go.id/id/newsroo
m/press-release/dampak-
perdagangan-global-melambat-
dan-mewabahnya-covid-19-
mendag-ajak-kadin-dan-akademisi-
perkuat-ekspor-dan-perdagangan-
dalam-negeri-1, diakses 20 Maret
2020, pukul 13.10.
Khan, N., Faisal, S. 2020, Epidemiology of
Corona Virus in the World And Its
Effects on The China Economy,
Electronic copy available at:
https://ssrn.com/abstract=3548292,
diakses 26 maret 2020
Koshle, H., Kaur, R. Basista. R, 2020,
Breakdown of Business and Workers in
India, Impact of Corona Virus, March
19, available at
http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.355754
4. diakses 25 Maret 2020
McKibbin , W., Fernando R., 2020, The
Global Macroeconomic Impacts of
COVID-19: Seven Scenarios, CAMA
Centre for Applied Macroeconomic
Analysis , 29 February 2020, P. 1-43,
Australian National University, ISSN
2206-0332
Sandhusen, R. 2008. Marketing.
Hauppauge, N.Y: Barron’s
Educational Series Inc., U.S..
Sekaran, Uma. 2011. Research Methods For
Business (Metode Penelitian Untuk
Bisnis). Jakarta: Salemba Empat.
Taufik, Prasilowati, S., L., 2019, Terror
Management, Economic Growth
and Islamic Perspective toward the
World Peace, Proceedings 3rd
Indonesia International Defence
Science Seminar 2019, Volume 5,
Pages 74-82, ISBN 978-602-5808-52-4,
Indonesia Defense University.
http://www.iidss.org/proceeding/
Teguh Santoso, Mitigasi Dampak Ekonomi
Virus Corona, Diambil dari
https://news.detik.com/kolom/d-
4913486/mitigasi-dampak-ekonomi-
virus-corona, diakses 27 Februari
2020, pukul 09.34
Ying Liu, Albert A. Gayle, Annelies Wilder-
Smith and Joacim Rocklöv, 2020.
The reproductive number of COVID-
19 is higher compared to SARS
coronavirus. Journal of Travel
Medicine, 1-4, doi:
10.1093/jtm/taaa021
Zaharah Z, Galia Ildusovna Kirilova, Anissa
Windarti, 2020. Impact of Corona
Virus Outbreak Towards Teaching
and Learning Activities in Indonesia,
Taufik, Eka Avianti Ayuningtyas:
32 DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP BISNIS DAN EKSISTENSI PLATFORM ONLINE
Jurnal SALAM. Vol 7, No 3 P-ISSN: 2356-
1459 E-ISSN: 2654-9050.
Zunyou Wu, Jennifer M. McGoogan, 2020,
Characteristics of and Important
Lessons From the Coronavirus Disease
2019 (COVID-19) Outbreak in China,
Journal American Medical
Association, JAMA, February 24, 1-4
... In the third week of April 2020 it was reported that 1.4 million people had been confirmed positive for COVID-19. The death toll from Covid-19 infection reached 170,000 people and 640,000 patients were reported to be healthy (Taufik and Ayuningtyas, 2020). ...
Article
Full-text available
This research was conducted to determine the impact of Covid-19 on the feasibility of laying hens in Sumberjo Village. This research was conducted using a descriptive quantitative approach. Quantitative approach is research that uses data in the form of numbers. The description is carried out from the results of statistical analysis of the data collected during the study. Respondents in this study were determined by purposive sampling on laying hens in Sumberjo Village. The number of respondents used in this study was calculated by the slovin formula. Data collection in this study was carried out through observation and surveys using questionnaires. The results showed that the total cost of each 5000 laying hens was Rp. 120.5600.00/month; total revenue of Rp. 109,411,764.71/month; income of Rp. -11,148,235.29 and the R/C value is 0.91. The results of this study narrowed down to one conclusion that the Covid-19 pandemic had an impact on the low feasibility of producing chicken business.
... Kondisi di atas menuntut adanya kreatifitas dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat lewat selain wisata (Taufik & Ayuningtyas, 2020). Ada berbagai usaha masyarakat kecil menengah (UMKM) yang bisa dikembangkan. ...
... Pandemi COVID-19 yang masih mewabah hingga saat ini tentu berpengaruh terhadap tingkat perekonomian di masyarakat (Beilstein et al., 2020;Flood, 2010;Lai, Wang, Wang, & Hsueh, 2020), termasuk usaha masyarakat kecil menengah (UMKM) baik kecil maupun mikro yang mana hal itu disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat baik dalam bidang jasa atau barang begitupun juga kegiatan yang dilaksanakan di kelompok masyarakat yang kegiatannya banyak di tunda terlebih dahulu sampai waktu yang tidak ditentukan sehingga produktivitas kelompok masyarakat pun menurun (Shipton, McCartney, & McMaster, 2021;Taufik & Ayuningtyas, 2020). Pada masa seperti sekarang ini, kita perlu mengembalikan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan perekonomian di masyarakat tersebut dengan Menyusun ulang strategi dalam melakukan pelaksanaan pelaksanaan kegiatan usaha dan juga kelompok masyarakat tersebut (Aron et al., 2021). ...
Article
Full-text available
Pandemi membuat kehidupan masyarakat menjadi menurun terutama dari sisi ekonominya. Banyak upaya sudah dilakukan oleh berbagai pihak untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimasa pandemi dengan mengembangan UMKM dan kelompok sosial yang ada. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan peningkatan kapasitas mitra secara fisik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada rentang bulan Januari-Maret 2021. Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pada kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan mitra terkait strategi pemasaran dimasa pandemi ini. Kemudian juga dengan memperbaiki dan meningkatkan kapasitas kondisi mitra dari sisi fisik dan produksi. Mitra sangat antusias dan berkomitmen untuk mengembangkan usahanya meskipun masih pandemi. Harapannya dari pengembangan UMKM dan kelompok PKK di Dusun Gedongan ini, masyarakat di wilayah ini bisa meningkat kejahteraan dan terus berkembang meskipun pandemi mempengaruhi kehidupan mereka. Abstract: The pandemic has made people's lives decline, especially in the economy. Many efforts have been made by various parties to assist the economic recovery of the community. This service activity aims to improve the community's welfare during the pandemic by developing SMEs and existing social groups. The method used is outreach and physical capacity building of partners. This activity was conducted from January to March 2021. Efforts to improve community welfare in this service activity are carried out by increasing partner knowledge regarding marketing strategies during this pandemic. Then also by improving and increasing the capacity of partners in terms of physical and production conditions. Partner of this activity shows high motivation to improve their business during a pandemic and after. The hope is that from the development of SMEs and social groups in Gedongan Village, people in this region can improve their welfare and continue to develop even though the pandemic affects their lives.
... A way to rapidly adjust to the changing market can be done by adopting innovations using online applications [24]. Social media had been utilised to promote and sell products directly to consumer. ...
Article
Full-text available
p class="MDPI17abstract"> Objective: The objective of the research was to identify crises on layer poultry farms specifically in Yogyakarta Special Province during COVID-19 pandemic and investigate business resiliency management to be utilised by the farmers to deal with the situation. Methods: The research was conducted on Yogyakarta Special Province in April-October 2020 with qualitative approach method and data collection was taken using in depth interview method. Research respondents were 2 layer farmers who were also chairman of farmers association, namely Pinsar Petelur Nasional and 10 farmers purposively selected using snow-ball sampling method. Data collection was taken by face to face indepth and telephone interview and subsequently data was analysed descriptively and by using content analysis . Results : Layer poultry farmers of Yogyakarta Special Province had faced challenges on their business environment that was becoming business crisis source due to disease outbreaks, natural disasters, monetary crisis, to COVID-19 pandemic. Impacts caused by the pandemic on layer poultry industry of Yogyakarta Special Province affected market demand, distribution, egg price fluctuation and feed price, respectively. Learning through self-awareness on environmental changes and conducting community and organisation coordinations that was PPN and the adaptational management that adopted by farmers to overcome the impact of COVID-19 in business. Conclusions: Experience and endurance levels were the keys to resolve risks throughout running a farming business is important asset in conducting resiliency management in mitigating impacts of COVID-19 pandemic. Presence of community, group, and organisation networks will be usefull for the growth of capacity and opportunity of farmers in utilising novel and communication technology to negotiate with relevant farming industry stakeholders to maintain the existence of layer farmers in industry during and after the pandemic. Government supports and appropriate policy are also needed in supporting a hospitable business climate for the continuity of layer poultry farms. </p
Article
Full-text available
Covid-19 pandemic has become a massive crisis not only in health sector because it has an impact on all sides of life so that it has became the attention of countries in the world today. Covid-19 is a virus that has never been detected before in humans caused by Sars-CoV-2 virus. This pandemic has forced the Indonesian government to implement social restrictions to prevent the increasing number of Covid-19 patients. This has resulted in the disruption of several activities in various fields, especially in the economic sector as well as business actors, both macro and micro. The study carried out in the preparation of the results of this study refers to 8 most recent articles in 2020-2021 which discuss the problems that are currently happening, related to entrepreneurial attitudes towards the decline in socio-economic status using Systematic Literature Review method. The review process of these 8 articles is classified into 2 sub-topic groups. Based on the studies, the results show that entrepreneurial attitudes in responding to the decline in socioeconomic status during the Covid-19 pandemic need to be emphasized by making business adjustments such as adjusting the type of product and market will and also having to be technologically proficient by using various digital platforms such as e-commerce of online application.
Article
The Industrial Revolution 4.0 (IR4.0) requires companies and MSMEs to increase their competitiveness, even during the COVID-19 pandemic, apart from adopting information technology, MSMEs also need to innovate products. Small Medium-Sized Enterprises (SMEs) or often known as Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in the national economy have an important and strategic role. The rise of Covid-19 has had a huge impact on MSMEs, starting from controlling the curfew by the security forces which resulted in a decrease in sales to the bankruptcy of MSME actors. The urgency of increasing the competitiveness of MSME actors is the background for researchers to raise this title where this competitive advantage can be increased by adopting information technology and innovating products on these MSMEs. This study uses a quantitative research design with the research sample being MSME actors in West Sumatra and in this study the data analysis method uses Smart PLS 3.2.8 software. The results show that the adoption of information technology and product innovation has a positive and significant impact on competitive advantage. Keywords: Competitive Advantage, Information Technology Adoption, Product Innovation
Article
Full-text available
Micro, small and medium enterprises (MSMEs) are most affected by the Covid-19 pandemic. Therefore, the role of MSMEs is very strategic as it reduces unemployment and poverty in Indonesia, thus providing solutions to economic and social problems. This study analyzes efforts in rescuing MSMEs to maintain the stability of the national financial system affected by the Covid-19 pandemic. The study uses a qualitative descriptive approach with literature review and interviews. The interview's outcome was conducted to 100 MSMEs in Semarang City, Demak Regency and Kendal District shows the issues faced by MSMEs due to the Covid-19 pandemic are decreased sales and difficulty obtaining raw materials, business capitals and paying premises rents, also production and distribution disruption. The study concluded seven strategies for maintaining and increasing MSME sales: transforming its marketing and sales online, diverting products/services line, reallocation of the fund, hygiene, and halal assurance, providing vouchers or gift cards, accelerating asset sales, and reduction of labor. These seven scenarios are expected to encourage MSMEs to improve and develop their capacities to play the role of economic safety nets. However, the results of this study have limitations for MSMEs in areas that are still limited by internet networks, so that they have difficulty implementing digital-based marketing strategies.
Article
Full-text available
ABSTRAK Desa Windujaya memiliki fenomena alam perbukitan, jejak sejarah kerajaan Hindu-Buddha hingga peninggalan zaman kolonialisme. Mitra IPNU sebagai penanggung jawab pengelolaan potensi wisata menginginkan agar potensi alam dan sejarah yang ada di Desa Windujaya dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata outbound. Wisata outbound perlu dirancang dengan baik serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu yang perlu diperhatikan, yaitu adalah pembuatan rute outbound. Mitra IPNU menghadapi kendala dalam membuat rute outbound tersebut dan memerlukan bantuan akademisi dalam pengembangannya. Rute outbound dibuat dengan memanfaatkan teknologi OpenStreetMap yang berbasis android dan mobile sehingga lebih praktis serta mudah untuk digunakan di mana pun dan kapan pun. Dengan teknologi OpenStreetMap data-data yang dihasilkan akan lebih cepat dan akurat. Di samping itu pengguna dapat menentukan jalur tercepat untuk menuju lokasi yang kita kehendaki dan informasi yang dihasilkan selalu update. Tujuan kegiatan ini adalah menentukan dan membuat rute outbound untuk mengembangkan wisata Desa Windujaya yang mengintegrasikan fenomena alam dan jejak sejarah. Solusi yang ditawarkan kepada mitra dilakukan melalui empat tahapan, yaitu: 1. Focus Group Discussion, 2. Pemetaan Rute, 3. Pembuatan Aplikasi, 4. Sosialiasi dan Pelatihan Aplikasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu telah terbentuk dua rute outbound dengan teknologi OpenStreetMap yang mengintegrasikan fenomena alam dan jejak sejarah. Rute 1 dengan panjang lintasan 5 km dan rute 2 sepanjang 2 km. Rute yang terbentuk dapat memfasilitasi pengunjung baik muda dan lanjut usia. Objek wisata yang terdapat di lintasan outbound meliputi petilasan Mbah Windu Kencana, Taman Otca, Tranggulasih, Baturmacan, Batur Bedil, Puncak Bukit Igir Laos, dan kolam renang Windujaya. ABSTRACT Windujaya village has a hilly natural phenomenon, traces of the history of the Hindu-Buddhist kingdom to the legacy of colonialism. IPNU as the person in charge of tourism potential management want the natural and historical potential in Village to be developed into an outbound tourist destination. Outbound tourism needs to be well designed and supported by adequate facilities and infrastructure. One that needs to consider is the outbound routes. IPNU face obstacles in making the outbound route and require academic assistance in its development. Outbound routes are made by utilizing OpenStreetMap technology an Android and mobile-based so that they are
Article
Full-text available
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh harga dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh ekspedisi Garuda Express Delivery (GED) terhadap kepuasan PT IDS Medical Systems Indonesia (Cabang Jakarta). Objek penelitian ini adalah karyawan pada PT IDS Medical Systems Indonesia (Cabang Jakarta) yang merupakan pelanggan layanan ekspedisi GED. Penelitian berbasis metode kuantitaif, melalui survey menggunakan kuesioner. Teknik sampling berupa sensus melibatkan divisi Logistik dan SOM (Sales Order Management) sebanyak 28 karyawan. Data diolah dengan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS 21. Hasil penelitian ini menunjukkan kepuasan konsumen tidak dipengaruhi oleh harga. Pada sisi lain, kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan. The purpose of this study was to determine the effect of price and service quality provided by the Garuda Express Delivery (GED) expedition on the satisfaction of PT IDS Medical Systems Indonesia (Jakarta Branch). The object of this research is an employee at PT IDS Medical Systems Indonesia (Jakarta Branch) which is a customer of the GED expedition service. Quantitative method-based research, through a survey using a questionnaire. The sampling technique is in the form of a census involving the Logistics and SOM (Sales Order Management) division of 28 employees. The data is processed by multiple linear regression analysis using SPSS 21. The results of this study indicate that consumer satisfaction is not influenced by price. On the other hand, service quality has a significant effect on satisfaction.
Article
The Covid-19 outbreak has occurred and has had a substantial impact on many aspects of public life that are not only a health problem, but also affect the world economy and the environment in various ways. It seems that no country can avoid it and is not affected by its existence, and Indonesia is no exception. The main objective of this study is to determine the economic resilience of the community in dealing with Covid 19 pandemic espesially in hydroponic vegetable business. Data were collected through in-depth interviews with hydroponic activists, documentation and observation conducted during September 2020. The collected data were analyzed through data triangulation. The results show that hydroponic vegetable business developed by Indah Berbagi Foundation has implemented the floating hydroponic method or also known as the Floating Raft method and the Nutrient Film Technique (NFT) system. Hydroponic vegetable business was profitable and the technology used compatible with characteristics of areas that have limited land. During the pandemic, the public demand for hydroponic vegetables increased quite high along with the increasing awareness of the public to consume healthy vegetables to maintain endurance, therefore in addition to providing good nutrition for body resistance during a pandemic. Using payback period method, it’s known that the hydroponic vegetable business can provide benefits and fast return on investment so that it is very useful in supporting the economic resilience of the community
Conference Paper
Full-text available
This research purposed to enrich a study about the strategic peace building based on terror management, terror impact on economic growth and Islamic perspective toward universal peace in the world. The concept proposed in this study is expected to be one of the basic global challenges the peace development in partially Islamic majority countries and toward universal peace. The method of this research is descriptive qualitative research based on research in the field of terror management, political economy and the perspective of peace in Islamic teachings. The policy makers can enrich the absorption of information and develop strategies to deal with terrorism by applying approaches in Islamic perspective. Some important things that can be developed from Islamic values such as: Spread of peace, the equality of all human beings, the call for goodness, the prohibition of committing crimes, competing in goodness, justice and being the enforcer of justice, tolerance, brotherhood, social solidarity, and conveying the truth wisely. Based on the dominance of terror victims in Muslim countries need to emphasize peace building policies enriched with approaches obtained the perspective of Islam toward creating the universal peace in the world.
Article
Full-text available
AbstrackAkhir- akhir ini masyarakat dunia digemparkan oleh terjadinya wabah Coronavirus yang berasal dari kota Wuhan, China yang terjadi di bulan November 2019 tahun lalu. Corona virus ini sangat berbahaya karena sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksin penanggulangannya. Coronavirus menyerang saluran pernapasan manusia dengan cepat. Penularan virus ini melalui, airborne dan udara kepada sesama manusia. Penyebarannya yang sangat cepat dan lintas benua, WHO menetapkan penyebaran virus ini diatas wabah dan endemic, sebahagian besar negara yang terdaftar di PBB terjangkit virus ini, termasuk juga Indonesia.Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dampak dari virus corona terhadap kegiatan belajar mengajar, yang selama ini proses belajar mengajar diadakan di sekolah atau kelas tetapi dengan adanya pendemi covid-19, KBM dipindahkan dirumah secara E-Learning dengan mengunakan berbagai alat technologi , seperti smartphone, computer dan notebook Dampak yang disebabkan oleh virus corona ini menyangkut perbagai aspek , seperti aspek soal , budaya, dan yang lebih parah adalah aspek ekonomie semua negara yang terkenak wabah dari covid-19 ini merasakan hal itu . Peraturan atau kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk tidak beraktivitas di luar rumah selama 14 hari bahkan mungkin akan ditambah lagi untuk beberapa hari kedepanya, tentu ini sangat berpengaruh terhadap semua sektor terlebih sektor, perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat. Kajian ini dilakukan melalui studi pustaka dengan melihat hasil-hasil survei dan studi literature, journal dan document beberapa media cetak maupun elektronik serta buku yang berhubungan dengan pengajaran dan sosial masyrakat, sosiologi dan antropologi. Berdasarkan hasil kajian ini banyak terdapat pengetahuan tentang virus corona yang begitu kecil tetapi sangat berbahaya dan sangat berpengaruh terhadap seluruh kehidupan umat manusia di muka bumi ini , sampai sekarang belum ada satu negarapun yang menemukan faksin untuk dapat mencegah dan menghentikan penyebaran dari Covid-19 ini .Kesimpulan dari tulisan ini , langkah pemerintah sudah tepat untuk mengeluarkan kebijakan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas apapun diluar rumah , semua pekerjaan dilaksanakan dari rumah , ini guna menghindari dan memutus mata rantai penyebaran dari Covid-19 ini . Semoga masalah yang sangat besar yang dihadapi hampir diseluruh dunia cepat berakhir, dan kita dapat melaksanakan aktivitas kita seperti sediakala. Keyword : Dampak.Wabah.Viruscorona.Kbm.
Research
Full-text available
The outbreak of coronavirus named COVID-19 has disrupted the Chinese economy and is spreading globally. The evolution of the disease and its economic impact is highly uncertain which makes it difficult for policymakers to formulate an appropriate macroeconomic policy response. In order to better understand possible economic outcomes, this paper explores seven different scenarios of how COVID-19 might evolve in the coming year using a modelling technique developed by Lee and McKibbin (2003) and extended by McKibbin and Sidorenko (2006). It examines the impacts of different scenarios on macroeconomic outcomes and financial markets in a global hybrid DSGE/CGE general equilibrium model. The scenarios in this paper demonstrate that even a contained outbreak could significantly impact the global economy in the short run. These scenarios demonstrate the scale of costs that might be avoided by greater investment in public health systems in all economies but particularly in less developed economies where health care systems are less developed and population density is high.
Article
Full-text available
Teaser: Our review found the average R0 for 2019-nCoV to be 3.28, which exceeds WHO estimates of 1.4 to 2.5.
Article
This paper investigates the effects of health indicators such as adult survival rates (ASR) on GDP growth rates at 5-year intervals in several countries. Panel data were analyzed on GDP series based on purchasing power adjustments and on exchange rates. First, we developed a framework for modeling the inter-relationships between GDP growth rates and explanatory variables by re-examining the life expectancy-income relationship. Second, models for growth rates were estimated taking into account the interaction between ASR and lagged GDP level; issues of endogeneity and reverse causality were addressed. Lastly, we computed confidence intervals for the effect of ASR on growth rate and applied a test for parameter stability. The results showed positive effects of ASR on GDP growth rates in low-income countries.
  • Ojek Online
Ojek Online". Jurnal Manajemen Kewirausahaan, Vol. 14, No. 2: 223-232, LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta. DOI: http://dx.doi.org/10.33370/jmk.v14i2. 95
West African Ebola Epidemic? The Importance of China as a Player in the Global Economy
West African Ebola Epidemic? The Importance of China as a Player in the Global Economy, Am. J. Trop. Med. Hyg., 00(0), pp. 1-2 doi:10.4269/ajtmh.20-0135
Breakdown of Business and Workers in India, Impact of Corona Virus
  • H Koshle
  • R Kaur
  • Basista
Koshle, H., Kaur, R. Basista. R, 2020, Breakdown of Business and Workers in India, Impact of Corona Virus, March 19, available at http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.355754