ArticlePDF Available

Abstract

Teknologi informasi dari waktu ke waktu terus berkembang, memberikan pengaruh besar terhadap organisasi maupun individu. Perkembangan teknologi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bagi pengguna. Komputasi terdistribusi adalah salah satu teknologi informasi yang dapat melakukan komputasi pada banyak mesin dan dimanfaatkan banyak mesin. Komputasi terdistribusi ditemukan setelah adanya teknologi web. Maksud dari teknologi ini adalah Web Service
SEJARAH WEB SERVICE BESERTA ARSITEKTUR DAN PENGGUNAANNYA
Fadilah Salsabila1), Sheila Maulida Intani2)
1,2Program Studi Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Siliwangi
Jl. Siliwangi No. 24 Kota Tasikmalaya 46115 Jawa Barat
e-mail: 177006006@student.unsil.ac.id1, 177006012@student.unsil.ac.id2
Teknologi informasi dari waktu ke waktu terus berkembang, memberikan pengaruh besar
terhadap organisasi maupun individu. Perkembangan teknologi bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan bagi pengguna. Komputasi terdistribusi adalah salah satu teknologi informasi yang
dapat melakukan komputasi pada banyak mesin dan dimanfaatkan banyak mesin. Komputasi
terdistribusi ditemukan setelah adanya teknologi web. Maksud dari teknologi ini adalah Web
Service [1].
Sebelum membahas Web Service, sejarah web menjadi awal dari terbentuknya web
service. Penemu situs web adalah Sir Timothy John ¨Tim¨ Berners-Lee, sedangkan situs web yang
tersambung dengan jaringan pertama kali muncul pada tahun 1991. Tujuan dari Tim ketika
merancang situs web adalah untuk memudahkan tukar menukar dan memperbarui informasi pada
sesama peneliti di tempat ia bekerja. Pada tanggal 30 April 1993, CERN (tempat dimana Tim
bekerja) mengumumkan bahwa WWW dapat digunakan secara gratis oleh publik.
Situs web biasanya ditempatkan pada server web. Sebuah server web umumnya telah
dilengkapi dengan perangkat-perangkat lunak khusus untuk menangani pengaturan nama ranah,
serta menangani layanan atas protokol HTTP yang disebut sebagai Server HTTP, seperti Apache
HTTP Server, atau Internet Information Services (IIS).
Dalam perkembangannya teknologi web dibagi menjadi web 1.0, 2.0, 3,0 :
A. WEB 1.0
Web 1.0 merupakan teknologi awal dari sebuah website, teknologi ini masih
statis karena antara pembuat website dan penikmat website hanya terjadi komunikasi 1 arah
dimana pembuat sebagai pemberi informasi dan penikmat hanya sebagai pembaca. Aktifitas ini
hanya sebatas searching. Halaman pada web ini masih terkesan “biasa”, bahasa yang digunakan
juga masih bahasa HTML saja.
Ciri-ciri web 1.0 :
1. Halaman statis, bukan dinamis pengguna konten yang dihasilkan.
2. Penggunaan framesets.
3. Milik HTML ekstensi seperti dan tag diperkenalkan pada awal perang browser.
4. Online guestbook.
5. GIF tombol, biasanya 88×31 piksel dalam ukuran web browser dan mempromosikan produk
lain.
6. Pengguna akan mengisi formulir, dan setelah mereka mengklik mengirimkan email klien
akan mencoba untuk mengirim email yang berisi formulir rincian.
B. WEB 2.0
Web 2.0 adalah buzzword terbaru di dunia internet. Berbagai inovasi dan fitur-fitur baru
yang muncul di dunia web membawa suatu pandangan baru tentang jenis situs web atau aplikasi
web yang disebut web 2.0. Istilah web 2.0 disebut-sebut oleh Dale Dougherty dari O’Reilly Media
yang melakukan brainstorming dengan Craig Cline dari Media Live untuk menghasilkan ide
konferensi di mana mereka menjadi host.
Web 2.0 mempunyai keuntungan yaitu memungkinkan pengguna internet dapat melihat
konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan. Kemampuan Web
2.0 juga dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, dan voice seperti layaknya
aplikasi desktop, bahkan berlaku seperti sistem operasi, dengan menggunakan dukungan AJAX
atau berbagai plug-in (API) yang ada di internet. Hal tersebut akan merubah paradigma
pengembang sofware dari distribusi produk menjadi distribusi layanan. Sifat dari web 2.0 adalah
read write. Web 2.0 mempunyai kelebihan dimana interaksi sosial di dunia maya sudah menjadi
kebutuhan, sehingga era Web 2.0 ini memiliki beberapa ciri mencolok yaitu share, collaborate dan
exploit. Di era Web 2.0 sekarang, penggunaan web untuk berbagi, pertemanan, kolaborasi menjadi
sesuatu yang penting. Web 2.0 hadir seiring maraknya pengguna blog, Friendster, Myspace,
Youtube dan Fickr.
Ciri-ciri web 2.0 :
1. Web sebagai platform.
2. Web menyediakan suatu wadah pengetahuan.
3. Aplikasi web ini akan terupdate secara terus menerus.
4. Model pemrogramannya ringan.
C. WEB 3.0
Web 3,0 adalah salah satu istilah yang digunakan untuk menggambarkan tahap evolusioner
dari Web yang berikut Web 2.0. Mengingat bahwa teknis dan sosial dalam mengidentifikasi
kemungkinan kedua istilah ini belum sepenuhnya menyadari sifat mendefinisikan Web 3,0 sangat
spekulatif. Secara umum merujuk kepada aspek yang internet, walaupun mungkin berpotensi,
secara teknis tidak layak atau praktis saat ini.
Teknologi WEB 3.0
1. SOAP
Simple Object Access Protocol adalah standar untuk bertukar pesan-pesan berbasis XML
melalui jaringan komputer atau sebuah jalan untuk program yang berjalan pada suatu sistem
operasi (OS) untuk berkomunikasi dengan program pada OS yang sama maupun berbeda
dengan menggunakan HTTP dan XML sebagai mekanisme untuk pertukaran data.
2. REST
Representational state transfer atau transfer keadaan representasi, adalah suatu gaya
arsitektur perangkat lunak untuk untuk pendistibusian sistem hipermedia seperti WWW.
3. WSDL
Format XML yang diterbitkan untuk menerangkan webservice. WSDL mendefinisikan:
a. Pesan-pesan (baik yang abstrak dan kongkrit) yang dikirim ke dan menuju web service
b. koleksi-koleksi digital dari pesan-pesan (port type, antarmuka)
c. Bagaimana port type yang ditentukan dijadikan wire protokol di mana servis ditempatkan.
4. WDDX
Web Distributed Data eXchange. Mekanisme pertukaran data dari lingkungan yang
berbeda.[2]
Ada pun perusahaan yang mengusulkan konsep web service adalah
Hewlett-Packard's e-Speak pada 1999 adalah penyedia e-service.
Microsoft memperkenalkan nama "web services" pada Juni 2000.
Microsoft “mempertaruhkan nama perusahaan" pada strategi web service ini.
sekarang setiap vendor mulai menjadi “pemain”.
Untuk lebih lanjut mengenai perkembangan sejarah Web service yang mana cikal bakal
terbentuknya dari arsitektur DCE dikarenakan XML Web Service mempunyai
interoperabilitas yang sangat tinggi karena pengembang Web service terdiri dari banyak
vendor.[3]
Interoperabilitas merupakan suatu kemampuan dua atau lebih sistem untuk dapat melakukan
pertukaran informasi. Mengembangkan perangkat lunak sistem informasi yang dapat mendukung
interoperabilitas merupakan salah satu hal yang tidak mudah dilakukan. Interoperabilitas sistem
melibatkan berbagai komponen yang heterogen. Arsitektur sistem yang dibangun dari komponen
heterogen, seperti : platform, sistem operasi, bahasa pemgroman yang berbeda dan basis data,
harus dapat diintegrasikan guna menyediakan layanan yang optimal [4].
Sejarah Web Service
Web Service dapat disamakan dengan library tersebut tetapi tidak memerlukan registrasi
khusus kedalam sistem operasi yang menyimpannya. Web Service tersimpan di Web Server
sehingga dapat diakses oleh berbagai bahasa pemrograman dengan lebih mudah baik dalam
lingkungan LAN maupun Internet. Sistem Web Service ini diharapkan meningkatkan kolaborasi
antar pemrogram dan perusahaan, yang memungkinkan sebuah fungsi di dalam Web Service dapat
dipinjam oleh aplikasi lain tanpa perlu mengetahui detil pemrograman yang terdapat di dalamnya.
W3C mendefinisikan Web Service sebagai subuah sistem perangkat lunak yang dirancang
untuk mendukung komunikasi dan interaksi antar mesin ke mesin (Machine to Machine) melalui
sebuah network (jaringan). Web Service juga termasuk Web APIs yang dapat diakses melalui
jaringan seperti misalnya internet, dan dieksekusi melalui sebuah sistem jarak jauh sesusai dengan
layanan yang diminta.
Web Service merupakan sebuah perangkat lunak yang tidak terpengaruh oleh platform,
arsitektur, maupun bahasa pemrograman, yang menyediakan layanan atau method-method untuk
pertukaran data yang dapat diakses oleh network [1]. Web service juga merupakan kumpulan suatu
layanan berbasis web dengan menggunakan jaringan protokol HTTP, layanan tersebut dapat
diakses dan dimanfaatkan oleh pengguna dengan sistem operasi yang berbeda (interoperability).
Web service harus bersifat stateless, sehingga dapat dibaca dan di akses multi-platform [5]. Web
service sendiri di rancang untuk mendukung inter-operasi dalam interaksi mesin ke mesin melalui
sebuah jaringan. Interaksi di lakukan melalui sebuah mekanisme atau protokol tertentu. Web
service juga memiliki antarmuka yang mendeskkripsikan seluruh layanan yang tersedia dalam
format yang dapat di proses oleh mesin, yaitu web service descripton language (WSDL).
Definisi Web Service menurut W3C juga meliputi banyak sistem berbeda, tetapi pada
umumnya lebih menyangkut pada client dan server yang berkomunikasi menggunakan XML yang
memenuhi standard SOAP (Simple Object Access Protocol). Asumsi secara umum adalah pada
terminologi terdapat deskripsi dari mesin yang layanannya disediakan oleh server, atau sama
seperti konsep dari WSDL. WSDL bukan termasuk standard dari SOAP tetapi merupakan syarat
mutlak untuk client-side otomatis pada framework Java dan .NET SOAP. Beberapa organisasi
industri seperti WS-I mengklaim baik SOAP dan WSDL sebagai definisi sari Web Service.
Definisi lain juga menyebutkan bahwa Web Service merupakan standard yang memungkinkan
adanya interaksi informasi teknologi yang terintregasi antara proses dan sistem. Kita dapat
mendeskripsikannya sebagai keluaran baru dari Web application yang dapat mennyediakan
layanan dari yang palin mudah dan sederhana sampai yang paling rumit dan kompleks, juga
proses-proses yang bersifat scientific. Web Service menyediakan mekanisme standard untuk
komunikasi yang terintegrasi antara system-sistem yang berjauhan. Mekanisme ini membuat Web
Service ideal untuk pengimplementasian Service-Oriented Architecture (SOA).
Arsitektur Web Service
Web service memiliki tiga entitas dalam arsitekturnya, yaitu Service Requester (peminta
layanan), Service Provider (penyedia layanan) dan Service Registry (daftar layanan). [6]
Service Provider : berfungsi untuk menyediakan layanan/service dan mengolah sebuah
registry agar layanan-layanan tersebut dapat tersedia.
Service Broker : berfungsi sebagai lokasi central yang mendeskripsikan semua
layanan/service yang telah di-register.
Service Consumer : peminta layanan yang mencari dan menemukan layanan yang dibutuhkan
serta menggunakan layanan tersebut.
Ada tiga standar utama untuk penerapan Web Service. Standar-standar ini mendukung
pertukaran data berbasis XML. Tiga standar tersebut meliputi SOAP, WSDL, dan UDDI.
1. SOAP (Simple Object Access Protocol)
Protokol ini mendukung proses pengkodean data (biasanya XML) dan transfernya melalui
HTTP (Hyper Text Transfer Protocol). Dalam konteks Web Service, SOAP adalah suatu
bahasa versi bebas dari protocol RPC (Remote Procedure Caoll) yang berguna untuk proses
transaksi melalui HTTP standar. SOAP membuat klien Web Service dapat memilih beberapa
parameter mengenai permintaannya dan memberikannya kepada penyedia. Ketika penyedia
menanggapi permintaan tersebut, maka terjadilah Web Service.
2. WSDL (Web Services Description Language)
Merupakan bahasa berbasis XML yang menjelaskan fungsi-fungsi dalam Web Service.
WSDL menyediakan cara untuk memanfaatkan kapabilitas Web Service. WSDL
memberitahu mesin lain bagaimana memformat / menterjemahkan permintaan yang diterima
berikut respon mereka agar proses Web Service bisa berjalan. Singkatnya WSDL adalah
bahasa yang memungkinkan berbagai dokumen yang dibuat dalam aplikasi yang berbeda
dapat berkomunikasi.
3. UDDI (Universal Description Discovery and Integration)
Adalah semacam direktori global untuk mengelola Web Service. Fungsinya mirip
dengan Yellow Pages untuk versi Web Service. UDDI berisi informasi tentang penawaran
atau layanan apa yang ditawarkan perusahaan berikut dengan detil teknis bagaimana cara
mengaksesnya. Informasi tersebut ditulis dalam bentuk file-file WSDL.
Spesifikasi-spesifikasi di atas pada umumnya merupakan standard dari W3C, termasuk XML,
SOAP2, dan WSDL. UDDI merupakan standard dari OASIS.[7]
Sistem lain yang berinteraksi dengan Web service dilakukan melalui interface/antar muka
menggunakan pesan seperti pada SOAP.
Pada umumnya pesan ini melalui HTTP dan XML yang merupakan salah satu standard web.
Perangkat Lunak aplikasi yang ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman dan berjalan pada
berbagai platform dapat menggunakan Web Service untuk pertukaran data pada jaringan komputer
seperti Internet dalam cara yang serupa dengan komunikasi inter-process pada komputer tunggal.
Interoperabilitas ini (sebagai contoh, antara Java dan Python, atau Microsoft Windows dan aplikasi
Linux) adalah dalam kaitan dengan penggunaan dari open standard.
Web Service adalah aplikasi perangkat lunak yang tersedia pada Web yang melaksanakan
fungsi yang spesifik. Berikutnya, kita akan lihat di pertengahan dari definisi yakni “ditemukan,
diuraikan, dan diakses berdasarkan pada XML dan protokol standard Web.” Dibangun pada XML,
suatu standard yang didukung dan diterima oleh beribu-ribu vendor di seluruh dunia,
Web Service pertama fokus pada interoperabilitas. XML adalah sintaksis dari pesan, dan
Hypertext Transport Protocol (HTTP), bagaimana aplikasi mengirimkan pesan XML ke Web
Service dalam rangka berkomunikasi. Teknologi Web Service, seperti Universal Description,
Discovery, and Integration (UDDI) dan ebXML registries, memungkinkan aplikasi untuk secara
dinamis menemukan informasi tentang Web Service bagian “penemuan” dari definisi kita.
Pesan sintaksis untuk suatu Web Service diuraikan di dalam WSDL, Web Service Definition
Language. Ketika kebanyakan teknolog berpikir tentang Web Service, mereka berpikir tentang
SOAP, bagian “yang diakses” dari definisi Web Service kita. SOAP, yang dikembangkan sebagai
Simple Object Access Protocol, adalah protokol pesan berbasis XML (atau API) untuk
berkomunikasi dengan Web Service. SOAP adalah dasar untuk Web Service, sebab ia adalah
protokol yang telah diakui semua orang.
Bagian akhir dari definisi kita menyebutkan bahwa Web Service tersedia “pada intranets,
extranets, dan Internet.” dimana Web Service tidak hanya menjadi publik, mereka dapat ada pada
suatu jaringan internal untuk aplikasi internal. Web Service bisa digunakan antar mitra organisasi
dalam solusi B2B yang kecil. Penting memahami bahwa ada manfaat bagi penggunaan Web
Service secara internal seperti halnya secara eksternal.
Beberapa karakteristik dari web service adalah:
1) Message-based
2) Standards-based
3) Programming language independent
4) Platform-neutral
Beberapa key standard didalam web service adalah: XML, SOAP, WSDL and UDDI.SOAP
(Simple Object Access Protocol) adalah sebuah XML-based mark-up language untuk pergantian
pesan diantara aplikasi-aplikasi. SOAP berguna seperti sebuah amplop yang digunakan untuk
pertukaran data object didalam network. SOAP mendefinisikan empat aspek didalam komunikasi:
Message envelope, Encoding, RPC call convention, dan bagaimana menyatukan sebuah message
didalam protokol transport.
Sebuah SOAP message terdiri dari SOAP Envelop dan bisa terdiri dari attachments atau tidak
memiliki attachment. SOAP envelop tersusun dari SOAP header dan SOAP body, sedangkan
SOAP attachment membolehkan non-XML data untuk dimasukkan kedalam SOAP message, di-
encoded, dan diletakkan kedalam SOAP message dengan menggunakan MIME-multipart.
WSDL (Web Services Description Language) adalah sebuah XML-based language untuk
mendeskripsikan XML. Ia menyediakan service yang mendeskripsikan service request dengan
menggunakan protokol-protokol yang berbeda dan juga encoding. Ia akan memfasilitasi
komunikasi antar aplikasi. [2]
Perbedaan Web Service dan Web Site
Web pada umumnya digunakan untuk melakukan respon dan request yang dilakukan antara
client dan server. Sebagai contoh, seorang pengguna layanan web tertentu mengetikan alamat url
web untuk membentuk sebuahrequest. Request akan sampai pada server, diolah dan kemudian
disajikan dalam bentuk sebuah respon. Dengan singkat kata terjadilah hubungan client-server
secara sederhana.
Sedangkan pada web service hubungan antara client dan server tidak terjadi secara langsung.
Hubungan antaraclient dan server dijembatani oleh file web service dalam format tertentu.
Sehingga akses terhadap databaseakan ditanggani tidak secara langsung oleh server, melainkan
melalui perantara yang disebut sebagai web service. Peran dari web service ini akan
mempermudah distribusi sekaligus integrasi database yang tersebar di beberapa server sekaligus.
a. Web Site :
1. Memiliki web interface
2. Dibuat untuk ber interaksi langsung dengan user
3. Dibuat untuk bekerja pada web browser.
b. Web Services :
1. Tidak memiliki interface yang bagus
2. Dibuat untuk ber interaksi langsung dengan applikasi yang lain baik beda OS / Konsep
sekalipun.
3. Dibuat untuk bekerja pada semua tipe client applikasi / perangkat device [8]
Kapan Kita Gunakan Web Services ?
Web Services itu digunakan saat kita akan mentransformasi sebuat bisnis logik / sebuah class
dan object yang terpisah dalam 1 ruang lingkup yang menjadi satu, sehingga tingkat keamanan
dan security dapat di tangani dengan baik. Selain itu Web Service juga lebih mudah dalam process
deploymentnya, karena tidak memerlukan registrasi khusus ke dalam sistem operasi. Web Service
cukup diupload ke Web Server dan siap diakses oleh pihak-pihak yang telah diberikan otorisasi.
Web Service berjalan di port 80 yang merupakan protokol standar HTTP, dengan demikian
mengurangi resiko terblokir oleh firewall. Kendala arsitektur COM/DCOM adalah memerlukan
konfigurasi khusus di sisi firewall, dan ini tidak perlu dilakukan untuk mengakses Web Service.
Beberapa vendor luar negeri mulai berkolaborasi satu sama lain dengan konsep web services
, diantaranya : IBM, Microsoft , SUN , ORACLE Diantaranya contoh web services yang sudah
jadi dan dipakai adalah web services keluaran Microsoft ( Microsoft Passport ) web services
untuk user name dan password yang sudah dipasang di web site Microsoft dan HOTMAIL.
Contoh Penerapan Web service :
Contoh implementasi web service seperti system login pada beberapa web site yang dapat
menggunakan akun facebook twitter dan yahoo untuk sinkronsasi. Contoh lain adalah ketika
kita hendak berkomentar detik.com kita dapat menggunakan akun facebook kita sebagai identitas
komentar.
Penjelasan :
Ini dapat terjadi karena facebook,twitter, yahoo dan lain lain memiliki suatu web service
yang memungkinkan system lain dapat menggunakan akun mereka untuk login. Ide dasaranya
adalah ketika ada dua system yaitu A dan B secara masin-masing berdiri secara mandiri. Pada
system a.com disana terdapat database username dan pasword. Pada system b.com terdapat script
form yang nantinya memanggil username dan password dari system a.com. Dalam proses login,
script pada login form tersebut mengirim parameter username dan password ke sistem a.com untuk
dicek validitasnya melalui GET Request. Selanjutnya di dalam sistem a.com terdapat script untuk
membaca username dan password yang berasal dari GET request dari sistem B untuk diproses
validitasnya. Sebagai responnya, sistem A akan mengenerate sebuah dokumen XML yang di
dalamnya terdapat sebuah data misalkan berbentuk TRUE atau FALSE. Bernilai TRUE jika
username dan password tersebut valid, dan FALSE jika tidak valid. Selanjutnya di sistem B respon
tersebut dibaca, jika data yang dibaca bernilai TRUE maka proses login berhasil dan jika FALSE
maka login gagal.
Adapun contoh lainnya yaitu Pemanfaatan Web service pada aplikasi Grab dapat dilihat
dengan adanya penggunaan konsep API (Application Programming Interface) pada aplikasi Grab.
Dimana cara kerja API sendiri yaitu seperti client meminta request ke server biasanya dengan
format JSON atau XML yang nantinya server akan merespon request sesuai dengan format
request dan API tidak menggunakan session, ataupun cookie. API disini berfungsi untuk
mengintregasikan aplikasi satu dengan aplikasi yang berbeda, seperti saat login. Grab
berintregrasi dengan facebook dan google mail untuk login di aplikasi tersebut tanpa harus
membuat akun. Data yang ada pada facebook atau google mail otomatis akan terdata di akun
Grab, kemudian untuk pembayaran dapat melalui aplikasi ovo yang sudah terintegrasi dengan
akun Grab itu sendiri. Jadi untuk pembayaran tidak hanya melalui tunai tetapi bisa juga
menggunakan uang yang ada di aplikasi ovo.
Perusahaan/Instansi Yang Menerapkan Web Service
Beberapa perusahaan dan organisasi yang menyediakan open public Web Services:
Amazon.com - Search Products, Product Information, Cart System, Wish List ; eBay - Auction
Search, Bidding, Auction Creation ; Google - In Beta - Web Search, Maps ; Yahoo! - Maps, Traffic
; FedEx - Tracking ; PayPal - Payment System ; Xignite - Financial market data ; MusicBrainz -
Music Metadata ; StrikeIron - Address Verification, Sales Tax, SMS, Geocode, Yellow Pages, etc.
Facebook juga menerapkan sistem web service. Fungsi dari Webservice sangat lah berguna
dan dapat diimplementasika pada perusahaan atau instansi berskala besar seperti facebook yang
menyediakan layanan info ataupun berita yang berasal dari website lain tanpa harus tau struktur
data pada database website yang akan dimintai informasinya.
Amazon Web Services menyediakan layanan infrastruktur kunci bisnis dunia yang
bermanfaat untuk membangun bisnis perusahaan dan sebagai akses penawaran produk dari suatu
perusahaan ke perusahaan lain. Amazon Web Services juga menyediakan layanan cloud
computing sehingga pengguna dapat menyimpan data secara permanen di dalam server di internet.
Beberapa vendor luar negeri mulai berkolaborasi satu sama lain dengan konsep web services
, diantaranya : IBM, Microsoft , SUN , ORACLE Diantaranya contoh web services yang sudah
jadi dan dipakai adalah web services keluaran Microsoft (Microsoft Passport) web services untuk
user name dan password yang sudah dipasang di web site Microsoft dan HOTMAIL. [2]
DAFTAR PUSTAKA
[1] A. Rahmatulloh, H. Sulastri, and R. Nugroho, Keamanan RESTful Web Service
Menggunakan JSON Web Token (JWT) HMAC SHA-512, J. Nas. Tek. Elektro dan
Teknol. Inf., vol. 7, no. 2, 2018.
[2] C. Kurniawan, A. P. Sari, and A. Syahjaratu, SEJARAH WEB SERVICE DAN
PENGGUNAANYA, 2017. [Online]. Available: http://sejarahwebservice.blogspot.com/.
[3] Wikipedia, Layanan Web, 2019. [Online]. Available:
https://id.wikipedia.org/wiki/Layanan_web.
[4] R. Gunawan and A. Rahmatulloh, JSON Web Token (JWT) untuk Authentication pada
Interoperabilitas Arsitektur berbasis RESTful Web Service, J. Edukasi dan Penelit.
Inform., vol. 5, no. 1, p. 74, 2019.
[5] R. Rizal and A. Rahmatulloh, Restful Web Service Untuk Integrasi Sistem Akademik
Dan Perpustakaan Universitas Perjuangan, J. Ilm. Inform., vol. 7, no. 01, p. 54, 2019.
[6] F. A. Firmansyah, Pengertian Web Service Beserta Fungsi, Arsitektur dan Contohnya,
2019. [Online]. Available: https://www.nesabamedia.com/pengertian-web-service/.
[7] I. Ervianti, Sejarah Web Service, 2011. [Online]. Available:
http://indryervianti.blogspot.com/2011/12/sejarah-web-service.html.
[8] Burhan, Pengertian Web Service, Sejarah Web dan Arsitektur Web, 2015. [Online].
Available: http://burhanbur.blogspot.com/2015/03/pengertian-web-service-sejarah-web-
dan.html.
ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication.
Article
Full-text available
Permasalahan donor darah merupakan masalah disetiap negara, termasuk di Indonesia. Walaupun sudah ada sistem di Palang Merah Indonesia (PMI) namun belum bisa mengatasi permasalahan pencarian maupun distribusi donor darah. Sesuai trend sekarang di jaman gadget yaitu maraknya penggunaan Android, maka untuk mengatasi masalah ini diperlukan aplikasi berbasis Android. Sementara untuk integrasi dengan sistem yang sudah ada diperlukan web service sebagai backend system sehingga layanan donor darah dapat diakses oleh berbagai platform. Arsitektur yang digunakan pada web service menggunakan REST, namun masih ada beberapa masalah pada REST yaitu mengenai keamanan pada proses otentikasi. Pada arsitektur REST diperlukan metode otentikasi yang tidak bernegara (stateless), salah satunya dapat menggunakan JSON Web Token. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan JSON Web Token Authentication pada Web Service and Backend System Blood Donors dapat membentuk sistem yang sangat skalabel, aman, mampu berinteraksi multi-platform serta dapat diandalkan.
Article
Full-text available
Perjuangan University is developing an information system in its campus, but the system is partially built. This has resulted in its own problems, there is no connectivity between systems and the difficulty of developing data integration. So that in the business process that occurs many experience difficulties in data synchronization and the amount of duplicate data that must be entered. One solution to overcome this problem is to utilize web service technology. The web service architecture used is REST. REST as a bridge that is able to integrate data in a stateless format. The results of the application of the web service as a backend system are able to integrate the existing academic information systems and library information systems without changing existing structures, programs or architecture. Format data exchange between systems using the JSON format. In addition, officers do not need to input and verify data several times, when the data in the library information system changes automatically in the academic information system the changes are immediately read.
Article
Full-text available
Day to day information technology is constantly evolving, allowing a wide range of technologies, programming languages, and diverse architectures to keep popping up. It makes a new problem because at present all these differences must still be able to generate an interconnected information. It needs system integration. Currently, Web Service (WS) is a solution in system integration because it can be used without looking at the platform, architecture, or programming language used by different sources. But, on WS, the existing security is still considered less. Implementation of JSON Web Token (JWT) on WS is very influential in data security. JWT is an authentication mechanism on WS, but the application of standard JWT with HMAC SHA-256 algorithm is still not optimal. Therfore, this study discussed JWT security optimization with HMAC SHA-512 algorithm, which according to some researches, this algorithm will be better than SHA-256 if compiled on 64-bit architecture. The result of this research is that the use of SHA-512 produces a better time of 1% than SHA-256, but in SHA-512 token size is 2% larger than SHA-256.
Pengertian Web Service Beserta Fungsi, Arsitektur dan Contohnya
  • F A Firmansyah
F. A. Firmansyah, "Pengertian Web Service Beserta Fungsi, Arsitektur dan Contohnya," 2019. [Online]. Available: https://www.nesabamedia.com/pengertian-web-service/.
Pengertian Web Service, Sejarah Web dan Arsitektur Web
  • Burhan
Burhan, "Pengertian Web Service, Sejarah Web dan Arsitektur Web," 2015. [Online].