ArticlePDF Available

Peran Wanita Indonesia dalam Surat Kabar Indonesia

Authors:

Abstract

Media massa secara umum mengembangkan pandangan stereotip mengenai perbedaan jenis kelamin antara pria dengan wanita. Di media massa Amerika, diperbandingkan dengan pria, wanita menjadi kaum kelas dua dalam penyajiannya. Dan, kalaupun tampil, wanita lebih banyak menjadi obyek seks, kaum yang lemah, pasif, sebagai kekasih atau ibu. Semua cenderung menimbulkan stereotip negatif tentang wanita. Media massa dapat menyebarkan ide perbedaan soal pria dan wanita. Perbedaan tersebut merupakan ekspetasi masyarakat yang berakar pada tradisi, agama, hasil identifikasi sejak masa kanak-kanak, serta sosialisasi. Studi kepustakaan ini berupaya menjawab masalah mengapa media massa sampai ikut menyajikan perbedaan-perbedaan tersebut? Bagaimana penyajian semacam itu dapat terjadi? Bagaimana pula penyajiannya di media massa Indonesia? Apakah wanita juga ditampilkan sebagai kaum kelas dua, sebagai obyek seks, kaum lemah, pasif, sebagai kekasih atau ibu, sebagaimana ditunjukkan hasil-hasil penelitian terhadap media massa di Amerika? Faktor apa saja yang dapat mendorong dan menghambat ke arah penyajian semacam itu? (Tulisan ini dimuat di Jurnal Psikologi Sosial, No. 4, tahun 3, Oktober 1990, diterbitkan Jurusan Psikologi Sosial, Fakultas Psikologi UI).
A preview of the PDF is not available
ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication.
Article
An abstract is not available.
  • Arief Budiman
Arief Budiman, Pembagian Kerja Secara Seksual, Jakarta: Gramedia, 1985.
Perempuan = Dibela atau Dihapuskan?
  • Ariel Heryanto
Ariel Heryanto, ''Perempuan = Dibela atau Dihapuskan?", Kompas, 21 April 1990.
  • Astrid S Susanto
  • komunikasi Dan Media
Astrid S. Susanto, ''Komunikasi dan Media", Prisma, 3, Juni, 1974.
Undang-undang tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers dan Peraturan Pelaksanaannya
  • R I Deppen
Deppen R.I., Undang-undang tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers dan Peraturan Pelaksanaannya, Jakarta: 1985.