Abstract

Dalam penggunaan teknologi, manusia tidak terlepas dari internet untuk bertukar informasi. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, terdapat dampak negatif berupa penyadapan data yang mengakibatkan suatu data dan informasi diambil atau dimiliki oleh orang yang tidak memiliki otoritas atau hak akses untuk merubahnya sehingga aspek keamanan dalam pertukaran informasi dianggap penting. Salah satu informasi yang sering dicari ataupun dikirim adalah dokumen dimana banyak mengandung informasi-informasi penting di dalamnya. Kasus memanipulasi, penyadapan merupakan suatu hal yang sangat merugikan, dengan adanya kemungkinan terjadinya kejadian ini, peningkatan dalam hal keamanan pertukaran informasi menjadi pentin. Kriptografi merupakan salah satu solusi yang tepat untuk keaslian dan kerahasiaan data, serta dapat meningkatkan aspek keamanan suatu data atau informasi. Dalam penelitian ini, algoritma yang digunakan adalah algoritma kriptografi Advanced Encryption Standard (AES) untuk encrypt dan decrypt data berupa file dokumen (PDF, DOC, XLS). AES dipilih karena memiliki keamanan pertukaran informasi yang baik, pada penelitian ini dilakukan uji coba file dokumen untuk melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan selama proses encrypt dan decrypt. Dari hasil implementasi dapat disimpulkan bahwa algoritma kriptografi AES dapat diimplementasikan dalam menjaga kerahasiaan dan keamanan pesan rahasia. Keywords-Advanced Encryption Standard(AES), File Dokumen, Kriptografi I. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat dan sudah menjadi suatu kebutuhan, karena banyak pekerjaan dapat diselesaikan dengan akurat, cepat, efisienn[1]. Teknologi informasi terus berkembang, memberikan pengaruh besar terhadap individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bagi pengguna [2]. Kemajuan teknologi komputer membantu semua aspek kehidupan manusia, dari hal yang kecil sampai hal yang rumit[3]. Kerahasiaan dari data/informasi dibuat untuk menjaga agar informasi tidak dapat dibaca, dibuka ataupun disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak. Upaya dalam menjaga kerahasiaan tersebut sudah sejak jaman romawi dengan metode pergeseran huruf/karakter dengan dasar nilai tertentu[4]. Data yang dikirim biasanya berisi data informasi yang bersifat rahasia dan harus dijaga keamanannya, ancaman kejahatan sangat banyak terjadi didalamnya. Dengan adanya ancaman kejahatan seperti contoh penyadapan, yang akibatnya data bisa jatuh pada orang yang tidak berhak bahkan bisa saja data tersebut akan disalahgunakan[5]. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah keamanan yang digunakan untuk melindungi informasi-informasi dan data-data penting demi menjaga kerahasiaan informasi data tersebut. Kriptografi merupakan metode pengamanan data yang tepat untuk menjaga keaslian dan kerahasiaan data, dan dapat meningkatkan aspek keamanan suatu data atau informasi. Metode ini bertujuan agar informasi yang bersifat rahasia dan dikirim melalui suatu jaringan tidak dapat dimanfaatkan oleh orang lain atau pihak yang tidak berkepentingan[1]. Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari mengenai bagaimana cara mengamankan suatu data informasi[6] .Data tersebut harus tetap rahasia dan tetap utuh pada saat penerimaan ditujuan. Untuk memenuhi hal tersebut, proses penyandian (encrypt dan decrypt) perlu dilakukan[6]. Encrypt disini dapat diartikan sebagai kode atau cipher. Berbagai macam algoritma kriptografi telah diciptakan oleh para ahli kriptografi, namun berbagai usaha juga dilakukan oleh cracker untuk memecahkannya dan tidak sedikit yang membawa keberhasilan. Hal ini mendorong untuk menciptakan algoritma yang lebih aman[6]. Menurut penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Shaikh & Kaul (2014) menunjukkan bahwa Advanced Encryption Standard (AES) adalah algoritma terbaik dari teknologi encrypt simetri. Penerapan algoritma AES akan dilakukan pada pengamanan jenis data informasi berjenis dokumen dengan tipe file pdf, doc, xls II. DASAR TEORI 2.1 Kriptografi Kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan pesan dengan cara menyandikannya ke dalam bentuk yang tidak dapat dimengerti lagi maknanya. Dalam ilmu kriptografi, terdapat dua buah proses yaitu melakukan encrypt dan decrypt. Pesan yang akan diencrypt disebut sebagai plaintext (teks biasa). Algoritma yang dipakai untuk mengencrypt dan mendecrypt sebuah plaintext melibatkan penggunaan suatu bentuk kunci[7]. 2.2 Advance Encryption Standard (AES) Advanced Encryption Standard (AES) merupakan algoritma cryptographic yang dapat digunkan untuk mengamakan data. Algoritma AES adalah blokchipertext simetrik yang dapat mengencrypt (encipher) dan decrypt (decipher) informasi[7]. Algoritma AES merupakan algoritma simetris yaitu mengunakan kunci yang sama untuk proses encrypt dan decrypt. Algoritma AES memiliki tiga pilihan kunci yaitu tipe: AES-128, AES-192 dan AES-256. Masing-masing tipe menggunakan kunci internal yang berbeda yaitu round key untuk setiap proses putaran[8]. 2.3 File File adalah entitas dari data yang disimpan didalam sistem file yang dapat diakses dan diatur oleh pengguna.
Implementasi Kriptografi AES pada File Word
Sheila Maulida Intani
Collage Student
Siliwangi University
Tasikmalaya, Indonesia
177006012@student.unsil.ac.id
Fadilah Salsabila
Collage Student
Siliwangi University
Tasikmalaya, Indonesia
177006006@student.unsil.ac.id
AbstractDalam penggunaan teknologi, manusia
tidak terlepas dari internet untuk bertukar informasi. Namun
seiring dengan kemajuan teknologi, terdapat dampak negatif
berupa penyadapan data yang mengakibatkan suatu data dan
informasi diambil atau dimiliki oleh orang yang tidak memiliki
otoritas atau hak akses untuk merubahnya sehingga aspek
keamanan dalam pertukaran informasi dianggap penting.
Salah satu informasi yang sering dicari ataupun dikirim adalah
dokumen dimana banyak mengandung informasi-informasi
penting di dalamnya. Kasus memanipulasi, penyadapan
merupakan suatu hal yang sangat merugikan, dengan adanya
kemungkinan terjadinya kejadian ini, peningkatan dalam hal
keamanan pertukaran informasi menjadi pentin. Kriptografi
merupakan salah satu solusi yang tepat untuk keaslian dan
kerahasiaan data, serta dapat meningkatkan aspek keamanan
suatu data atau informasi. Dalam penelitian ini, algoritma yang
digunakan adalah algoritma kriptografi Advanced Encryption
Standard (AES) untuk encrypt dan decrypt data berupa file
dokumen (PDF, DOC, XLS). AES dipilih karena memiliki
keamanan pertukaran informasi yang baik, pada penelitian ini
dilakukan uji coba file dokumen untuk melihat berapa lama
waktu yang dibutuhkan selama proses encrypt dan decrypt.
Dari hasil implementasi dapat disimpulkan bahwa algoritma
kriptografi AES dapat diimplementasikan dalam menjaga
kerahasiaan dan keamanan pesan rahasia.
KeywordsAdvanced Encryption Standard(AES), File
Dokumen, Kriptografi
I. PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi telah mengalami kemajuan yang
sangat pesat dan sudah menjadi suatu kebutuhan, karena
banyak pekerjaan dapat diselesaikan dengan akurat, cepat,
efisienn[1]. Teknologi informasi terus berkembang,
memberikan pengaruh besar terhadap individu maupun
organisasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bagi
pengguna [2]. Kemajuan teknologi komputer membantu
semua aspek kehidupan manusia, dari hal yang kecil sampai
hal yang rumit[3]. Kerahasiaan dari data/informasi dibuat
untuk menjaga agar informasi tidak dapat dibaca, dibuka
ataupun disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak. Upaya
dalam menjaga kerahasiaan tersebut sudah sejak jaman
romawi dengan metode pergeseran huruf/karakter dengan
dasar nilai tertentu[4]. Data yang dikirim biasanya berisi data
informasi yang bersifat rahasia dan harus dijaga
keamanannya, ancaman kejahatan sangat banyak terjadi
didalamnya. Dengan adanya ancaman kejahatan seperti
contoh penyadapan, yang akibatnya data bisa jatuh pada
orang yang tidak berhak bahkan bisa saja data tersebut akan
disalahgunakan[5].
Oleh karena itu, dibuatlah sebuah keamanan yang
digunakan untuk melindungi informasi-informasi dan data-
data penting demi menjaga kerahasiaan informasi data
tersebut.
Kriptografi merupakan metode pengamanan data yang
tepat untuk menjaga keaslian dan kerahasiaan data, dan dapat
meningkatkan aspek keamanan suatu data atau informasi.
Metode ini bertujuan agar informasi yang bersifat rahasia dan
dikirim melalui suatu jaringan tidak dapat dimanfaatkan oleh
orang lain atau pihak yang tidak berkepentingan[1].
Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari mengenai
bagaimana cara mengamankan suatu data informasi[6] .Data
tersebut harus tetap rahasia dan tetap utuh pada saat
penerimaan ditujuan. Untuk memenuhi hal tersebut, proses
penyandian (encrypt dan decrypt) perlu dilakukan[6].
Encrypt disini dapat diartikan sebagai kode atau cipher.
Berbagai macam algoritma kriptografi telah diciptakan
oleh para ahli kriptografi, namun berbagai usaha juga
dilakukan oleh cracker untuk memecahkannya dan tidak
sedikit yang membawa keberhasilan. Hal ini mendorong
untuk menciptakan algoritma yang lebih aman[6]. Menurut
penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Shaikh &
Kaul (2014) menunjukkan bahwa Advanced Encryption
Standard (AES) adalah algoritma terbaik dari teknologi
encrypt simetri. Penerapan algoritma AES akan dilakukan
pada pengamanan jenis data informasi berjenis dokumen
dengan tipe file pdf, doc, xls
II. DASAR TEORI
2.1 Kriptografi
Kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga
kerahasiaan pesan dengan cara menyandikannya ke dalam
bentuk yang tidak dapat dimengerti lagi maknanya. Dalam
ilmu kriptografi, terdapat dua buah proses yaitu melakukan
encrypt dan decrypt. Pesan yang akan diencrypt disebut
sebagai plaintext (teks biasa). Algoritma yang dipakai untuk
mengencrypt dan mendecrypt sebuah plaintext melibatkan
penggunaan suatu bentuk kunci[7].
2.2 Advance Encryption Standard (AES)
Advanced Encryption Standard (AES) merupakan
algoritma cryptographic yang dapat digunkan untuk
mengamakan data. Algoritma AES adalah blokchipertext
simetrik yang dapat mengencrypt (encipher) dan decrypt
(decipher) informasi[7].
Algoritma AES merupakan algoritma simetris yaitu
mengunakan kunci yang sama untuk proses encrypt dan
decrypt. Algoritma AES memiliki tiga pilihan kunci yaitu
tipe: AES-128, AES-192 dan AES-256. Masing-masing tipe
menggunakan kunci internal yang berbeda yaitu round key
untuk setiap proses putaran[8].
2.3 File
File adalah entitas dari data yang disimpan didalam
sistem file yang dapat diakses dan diatur oleh pengguna.
Encrypt
User Pengirim
Decrypt
Help
Pilih file
Masukan
kunci
User Penerima
<<extend>> <<extend>> Masukan
kunci
Download file
Pilih file
Download file
Masuk ke
halaman
utama(home)
Pilih menu
Encrypt
Menampilkan
halaman
utama(home)
Menampilkan
halaman Encrypt
Pilih File yang
akan dienkripsi
Masukan Kunci
Klik Submit Menampilkan
hasil enkripsi
Download File
Gambar 2 Use Case Diagram
Sebuah file memiliki nama yang unik dalam direktori di mana
ia berada. [7].
III. METODOLOGI
Pada penelitian ini akan dibuat suatu aplikasi kriptografi
encrypt decrypt file dokumen dengan menggunakan
algoritma AES-256 berbasis web. Terdapat dua tujuan utama
yaitu untuk melakukan proses encrypt file dokumen .doc,
.pdf dan .xls dengan menggunakan symmetric key yang di-
input-kan ketika proses encrypt hasil yaitu ukuran file yang
lebih besar dan juga waktu proses yang dibutuhkan untuk
proses encrypt. Dan selnjutnya yaitu untuk melakukan proses
decrypt terhadap file dokumen yang telah diencrypt
sebelumnya. Diperlukan kunci yang sama seperti yang telah
diinputkan. Hasil keluarannya adalah ukuran file yang
kembali seperti semula dan waktu proses yang dibutuhkan
untuk proses decrypt[4].
Implementasi kriptografi AES pada file dokumen
dilakukan dengan menggunakan sebuah teknik
pengembangan perangkat lunak Linear Sequential Model
atau sering disebut Waterfall Develompment Model
Gambar 1 Linier Sequential Model
. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah
linear sequential model yang melibatkan fase-fase [9]:
1) Analisis
2) Perancangan
3) Implementasi
4) Pengujian
3.1 Analisis Kebutuhan
Pada tahap analisis kebutuhan ini proses dilakukan
dengan menganalisis aplikasi yang meliputi analisa
kebutuhan data, kebutuhan fungsional dan kebutuhan non
fungsional[10].
3.1.1 Analisis Kebutuhan Data
Kebutuhan data yang dibutuhkan adalah dokumen yang
dapat diencript dan di decrypt yang mempunyai format teks
yaitu Word (*.doc/x), PDF (*.pdf) danExcel (.*xls/x)
3.1.2 Analisis Kebutuhan Fungsional
Kebutuhan Fungsional yang dibutuhkan antara lain:
Kemampuan untuk bisa mengencrypt file dokumen, serta
kunci untuk dokumen yang diencrypt, Kemampuan yang
dapat mengencrypt file dokumen dan Kemampuan untuk
mendecryptkan kembali dokumen yang telah diencrypt.
3.1.3 Analisis Kebutuhan Non Fungsional
Kebutuhan Non Fungsional ini menjelaskan mengenai
hal-hal yang dibutuhkan selama pembuatan aplikasi yaitu
spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak.
1. Spesifikasi Perangkat Keras
Spesifikasi perangkat keras yang digunakan dalam
pembuatan aplikasi adalah Processor Intel® Core i3
dengan RAM 4GB
2. Spesifikasi Perangkat Lunak
Spesifikasi perangkat lunak yang digunakan dalam
pembuatan aplikasi ini adalah Windows 10, Visual
Studio Code, dan Xampp
3.2 Perancangan/Desain
Pada proses perancangan ini, akan dijelaskan
menggunakan UML (Unified Modeling Language). Diagram
yang digunakan disini adalah Use-case Diagram dan Activity
Diagram.
3.2.1 Use Case Diagram
3.2.2 Activity Diagram
Activity diagram user pengirim
User Pengirim
Sistem
Masuk ke
halaman
utama(home)
Pilih menu
Decrypt
Menampilkan
halaman
utama(home)
Menampilkan
halaman Decrypt
Pilih File yang
akan dideskripsi
Masukan Kunci
Klik Submit Menampilkan
hasil deskripsi
Download File
Activity diagram user pengirim
Sistem
3.3 Implementasi/Coding
Pada fase ini perancagan yang telah dibuat,
diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman PHP.
3.3.1 Metode AES
AES merupakan jenis algoritma kriptografi yang
bersifat simetri dan chipper block. Jadi, algoritma ini
menggunakan kunci yang sama saat proses encrypt dan
decrypt . Masukan dan keluarannya pun berupa block
dengan jumlah bit tertentu[8].Contoh :
Plaintext : 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F
In HEX : 30 31 32 33 34 35 36 37 38 3 41 42 43 44 45 46
Key : A B C D E F G H I J K L M N O P
In HEX : 41 42 43 44 45 46 47 4849 4A 4B 4C 4D 4E 4F
50
1. AddRound Key
Add Round Key merupakan pengkombinsian
chipertext yang sudah ada dengan chiperkey yang
berhubungan dengan XOR[8].
Gambar 3 AddRound Key
2. SubBytes
SubBytes adalah menukar isi matriks yang ada
dengan matrik lain yang disebut dengan S-Box [8].
Contoh:
Gambar 4 S-Box
Gambar S-Box
Gambar 5 Proses Sub Bytes
3. ShiftRows
ShiftRows merupakan proses yang melakukan
pergeseran pada setiap elemen tabel yang dilakukan
per barisnya. Untuk baris pertama tidak dilakukan
pergeseran, baris kedua dilakukan pergeseran 1 byte,
baris ketiga dilakukan pergeseran 2 byte[8].
Gambar 6 Proses Shift Rows
4. MixColumns
Proses MixColumns dilakukan dengan block
chipper yang dikalikan tiap elemennya dengan
matriks proses sebelumnya. Pengalian dilakukan
seperti perkalian matriks biasanya dengan
menggunakan dot product lalu perkalian keduanya
dimasukkan ke dalam sebuah block chiper baru[8].
Gambar 7 Proses Mix Columns
3.3.2 Alur Proses Aplikasi
Gambar 8 Alur Proses Aplikasi
Berikut ini source code dari algoritma AES dalam file
aes.class.php
Gambar 9 Source Code AES
3.4 Pengujian
Setelah Proses coding, dilanjutkan dengan proses
pengujian pada program. Pengujian ini dilakukan untuk
mengetahuo kualitas dan kelemahan dari aplikasi yang
dibangun.
Proses pengujian meliputi waktu yang diperlukan untuk
proses encrypt dan decrypt dengan beberapa macam ukuran
dan tipe file dokumen yang berbeda. Pengujian disini
dilakukan dengan jenis file dokumen doc, pdf, dan xls. Data
file ini diperlukan untuk mengetahui berapa waktu yang
dibutuhkan dan berapa besar ukuran file yang dihasilkan dari
proses encrypt dan decrypt[4].
Tabel 1 Hasil Proses Pengujian Encrypt
N
o
Nama File
Ukuran
File
awal
Ukuran
file
encrypt
Waktu
Encrypt
1
Doc1.docx
65.8kb
87.7 kb
4.94 s
2
Det-makro 1.doc
223 kb
297.3kb
29.94s
3
Pengumuman-
rekrutmen-cpns-
kemenkeu-ta-
2019.pdf
307.6
kb
411kb
78.77s
4
Kartu ujian
ade.pdf
82.1kb
110kb
5.2s
5
Pricelist akun
lain.xlsx
11kb
15kb
074s
6
Peserta TA.xlsx
60.5kb
81kb
3.84s
Tabel 2 Hasil Proses Pengujian decrypt
N
o
Nama File
Ukura
n File
awal
Ukura
n File
Decry
pt
Wakt
u
Decry
pt
1
Enkrip_doc1.docx
87.7k
b
65.8k
b
3.82s
2
Enkrip_det-makro_1.doc
297.3
kb
223kb
30.34
s
3
Enkrip_pengumuman-
rekrutmen-cpns-
kemenkeu-ta-2019.pdf
411kb
307.6
78.86
s
4
Enkrip_kartu_ujian_ade.
pdf
110kb
82.1k
b
5.11s
5
Enkrip_pricelist_akun_la
in.xlss
15kb
11kb
0.72s
6
Enkrip_peserta_TA.xlsx
81kb
60.5k
b
0.7s
Dari hasil pengujian yang dilakukan, didapatkan hasil
bahwa file dokumen dengan ukuran file awal yang tinggi
akan mempengaruhi waktu proses encrypt/decrypt.
Ukuran file dokumen yang telah dilakukan proses encrypt
akan bertambah baik itu doc, pdf, dan xls. Dan saat dilakukan
decrypt, maka ukuran file akan kembali seperti aslinya
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi kriptografi
dengan algoritma AES pada file dokumen berbasis web yang
dapat mengencrypt dan mendecrypt file dokumen baik itu
dalah bentuk txt, doc, pdf, maupun xls
4.1 Halaman Utama (Home)
Gambar 10 Halaman Utama(home)
Gambar diatas merupakan tampilan dari halaman utama
dari aplikasi yang dibangun. Berisi penjelasan singkat
mengenai algoritma AES dan juga identitas. Dimana dari
tampilan tersebut, dapat terlihat terdapat 3 fitur utama
yaitu encrypt, decrypt, dan help
4.2 Halaman Encrypt
Gambar 11 Halaman Encrypt
Gambar diatas merupakan tampilan dari halaman
encrypt. Berisi apa saja yang harus diinputkan yaitu file
yang akan di encrypt dan kuncinya
4.3 Proses Encrypt
Gambar 12 Proses Encrypt
Gambar diatas merupakan tampilan dari halaman
encrypt pada saat prosesnya.
4.4 Hasil Encrypt
Gambar 13 Hasil Encrypt
Gambar diatas merupakan tampilan hasil encrypt yang
telah dilakukan. Terdapat informasi nama file, type file,
ukuran file, file encrypt, dan waktu prosesnya. Dan
disana, yang paling penting adalah terdapat fitur
download untuk mengunduh file hasil encryptnya
4.5 Halaman Decrypt
Gambar 14 Halaman Decrypt
Gambar diatas merupakan tampilan dari halaman
decrypt. Berisi apa saja yang harus diinputkan yaitu file
yang akan di decrypt dan kuncinya
4.6 Proses Decrypt
Gambar 15 Proses Decrypt
Gambar diatas merupakan tampilan dari halaman
decrypt pada saat prosesnya.
4.7 Hasil Decrypt
Gambar 16 Hasil Decrypt
Gambar diatas merupakan tampilan hasil decrypt yang
telah dilakukan. Terdapat informasi nama file, type file,
ukuran file, file decrypt, dan waktu prosesnya. Dan
disana, yang paling penting adalah terdapat fitur
download untuk mengunduh file hasil decryptnya
4.8 File Encrypt
Gambar 17 File Encrypt
Gambar 18 File Encrypt(2)
Gambar diatas merupakan tampilan pop up yang muncul
saat kita akan membuka file encrypt. Karena sebelumnya
telah diencrypt. Maka file encrypt tidak dapat dibuka
4.9 File Decrypt
Gambar 19 File Decrypt
Gambar diatas merupakan tampilan file hasil decrypt
Karena sebelumnya telah didecrypt. Maka file tersebut
dapat dibuka seperti file semula
4.10 Halaman Help
Gambar 20 Halaman Help
Gambar diatas merupakan tampilan halaman help. Yang
didalamnya berisi penjelasan untuk bagaimana cara
menggunakan aplikasi.
4.11 Tampilan pop up informasi jika file tidak dapat di
encrypt
Gambar 21 Pop up gagal enkrip
Gambar diatas merupakan tampilan pop up yang muncul
saat file gagal diencrypt.
4.12 Tampilan pop up informasi jika file tidak dapat di
decrypt
Gambar 22 Pop up gagal decrypt
Gambar diatas merupakan tampilan pop up yang muncul
saat file gagal didecrypt.
4.13 Tampilan pop up informasi jika saat encrypt/decrypt
kunci kurang dari 8 huruf/ jika kunci kosong
Gambar 23 Pop up kunci kurang dari 8
Gambar diatas merupakan tampilan pop up yang muncul
saat kunci password yang diinputkan kurang dari 8
huruf/kunci password kosong. Hal ini dikarenakan
algoritma yang digunakan yaitu AES-256
V. CONCLUSIONS
Berdasarkan hasil implementasi kriptografi dengan
algoritma AES pada file dokumen, dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:
1. Alternative yang pas untuk proses keamanan data
dokumen bias menggunakan Algoritma AES
2. Untuk melakukan encrypt dan decrypt, terdapat
beberapa proses yang terjadi didalamnya diantaranya
yaitu subbytes, shiftrows dan mixcolumns
3. AES 256 digunakan disini untuk proses encrypt dan
decrypt file dokumen yang aman dengan berbagai
macam ukuran dan tipe file. File tersebut diantaranya
doc, pdf, xls
4. Dari hasil penelitian ini, dibuktikan isi file yang telah
diencrypt merupakan isi file dari file aslinya, sehingga
apabila akan dilakukan proses decrypt, maka akan
kembali seperti file semula.
5. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, terlihat
bahwa semakin besar ukuran file yang digunakan maka
semakin besar ukuran byte file encrypt yang dihasilkan
dan membutuhkan waktu yang lebih lama pula. Ukuran
file ini berpengaruh terhadap waktu proses encrypt dan
decrypt. Dan pada variabel hasil, waktu merupakan
tolak ukur dari proses, apakah akan terhitung cepat atau
lambat dari ukuran file yang harus diproses.
REFERENCES
[1] V. Yuniati, G. Indriyanta, and A. Rachmat C.,
Enkripsi Dan Dekripsi Dengan Algoritma Aes 256
Untuk Semua Jenis File, J. Inform., vol. 5, no. 1,
2011.
[2] A. Rahmatulloh, H. Sulastri, and R. Nugroho,
Keamanan RESTful Web Service Menggunakan
JSON Web Token (JWT) HMAC SHA-512, J. Nas.
Tek. Elektro dan Teknol. Inf., vol. 7, no. 2, 2018.
[3] L. Bruno, Aplikasi proses pembelajaran memaca al-
quran metode iqro, J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no.
9, pp. 16891699, 2019.
[4] A. Prameshwari and N. P. Sastra, Implementasi
Algoritma Advanced Encryption Standard (AES)
128 Untuk Enkripsi dan Dekripsi File Dokumen,
Eksplora Inform., vol. 8, no. 1, p. 52, 2018.
[5] A. U. Rahman, S. U. Miah, and S. Azad, Advanced
encryption standard, Pract. Cryptogr. Algorithms
Implementations Using C++, pp. 91126, 2014.
[6] D. Surian, Algoritma Kriptografi Aes Rijbdael,
TESLA J. Tek. Elektro UNTAR, vol. 8, no. 2, pp. 97-
101101, 2006.
[7] F. N. Pabokory, I. F. Astuti, and A. H. Kridalaksana,
Implementasi Kriptografi Pengamanan Data Pada
Pesan Teks, Isi File Dokumen, Dan File Dokumen
Menggunakan Algoritma Advanced Encryption
Standard, Inform. Mulawarman J. Ilm. Ilmu
Komput., vol. 10, no. 1, p. 20, 2016.
[8] R. Tullah and Y. Dzulhaq, Muhammad Iqbal
Setiawan, Perancangan Aplikasi Kriptografi File
Dengan Metode Algoritma Advanced Encryption
Standard ( AES ), J. Sisfotek Glob., vol. 6, no. 2, pp.
2430, 2016.
[9] F. Maria Rosario B, Yovi Pratama, Penerapan Web
Scraping Pada Website Company Profile, Kntia,
vol. 4, no. 4, pp. 3743, 2017.
[10] A. Kurniawati and M. D. Darmawan,
IMPLEMENTASI ALGORITMA ADVANCED
ENCRYPTION STANDARD (AES) UNTUK
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI PADA DOKUMEN
TEKS Ana Kurniawati 1 , Muhammad Dwiky
Darmawan 2 1), Tesla, vol. 8, no. 2, pp. 113, 2010.
ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication.
Article
Full-text available
Day to day information technology is constantly evolving, allowing a wide range of technologies, programming languages, and diverse architectures to keep popping up. It makes a new problem because at present all these differences must still be able to generate an interconnected information. It needs system integration. Currently, Web Service (WS) is a solution in system integration because it can be used without looking at the platform, architecture, or programming language used by different sources. But, on WS, the existing security is still considered less. Implementation of JSON Web Token (JWT) on WS is very influential in data security. JWT is an authentication mechanism on WS, but the application of standard JWT with HMAC SHA-256 algorithm is still not optimal. Therfore, this study discussed JWT security optimization with HMAC SHA-512 algorithm, which according to some researches, this algorithm will be better than SHA-256 if compiled on 64-bit architecture. The result of this research is that the use of SHA-512 produces a better time of 1% than SHA-256, but in SHA-512 token size is 2% larger than SHA-256.
Article
Full-text available
Perkembangan teknologi terutama pada sistem pengamanan data dalam menjaga keamanan data informasi telah berkembang pesat. Dalam menjaga keamanan data informasi terdapat cabang ilmu dalam pengembangannya seperti kriptografi dan steganografi. Pada penerapannya dilakukan tidak hanya pada satu teknik keamanan saja, melainkan bisa dilakukan dengan kombinasi dalam keamanan data informasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah sistem keamanan data dengan mengimplementasikan kriptografi pada pesan teks, isi file dokumen, dan file dokumen dengan melakukan perhitungan algoritma Advanced Encryption Standard (AES). AES merupakan algoritma cryptographic yang dapat digunakan untuk mengamakan data dimana algoritmanya adalah blokchipertext simetrik yang dapat mengenkripsi (encipher) dan dekripsi (decipher) informasi. Hasil dari penelitian yaitu pengguna dapat mengenkripsi pesan teks kemudian disimpan menjadi sebuah file dokumen dan isi file dokumen tersebut dienkripsi lagi selanjutnya hasil enkripsi isi file dokumen tersebut, file dokumennya dienkripsikan dan selanjutnya dikompresi dan disembunyikan pada sebuah file citra (gambar) agar keamanan data informasi tersebut dapat terjaga keamanannya karena telah dilakukan pengamanan dan penyandian yang berlapis-lapis.
Untuk Semua Jenis File
Untuk Semua Jenis File," J. Inform., vol. 5, no. 1, 2011.
  • Tek
Tek. Elektro dan Teknol. Inf., vol. 7, no. 2, 2018.
Aplikasi proses pembelajaran memaca alquran metode iqro
  • L Bruno
L. Bruno, "Aplikasi proses pembelajaran memaca alquran metode iqro," J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1689-1699, 2019.
Untuk Enkripsi dan Dekripsi File Dokumen
Untuk Enkripsi dan Dekripsi File Dokumen," Eksplora Inform., vol. 8, no. 1, p. 52, 2018.
Advanced encryption standard
  • A U Rahman
  • S U Miah
  • S Azad
A. U. Rahman, S. U. Miah, and S. Azad, "Advanced encryption standard," Pract. Cryptogr. Algorithms Implementations Using C++, pp. 91-126, 2014.
Algoritma Kriptografi Aes Rijbdael
  • D Surian
D. Surian, "Algoritma Kriptografi Aes Rijbdael," TESLA J. Tek. Elektro UNTAR, vol. 8, no. 2, pp. 97-101-101, 2006.
Perancangan Aplikasi Kriptografi File Dengan Metode Algoritma Advanced Encryption Standard ( AES )
  • R Tullah
  • Y Dzulhaq
  • Muhammad Iqbal Setiawan
R. Tullah and Y. Dzulhaq, Muhammad Iqbal Setiawan, "Perancangan Aplikasi Kriptografi File Dengan Metode Algoritma Advanced Encryption Standard ( AES )," J. Sisfotek Glob., vol. 6, no. 2, pp. 24-30, 2016.
Penerapan Web Scraping Pada Website Company Profile
  • F Maria Rosario
  • Yovi Pratama
F. Maria Rosario B, Yovi Pratama, "Penerapan Web Scraping Pada Website Company Profile," Kntia, vol. 4, no. 4, pp. 37-43, 2017.