ArticlePDF Available

"Peran Generasi Milenial Dalam Menghadapi Bonus Demografi di Indonesia Untuk Menuju Indonesia Emas 2045"

Authors:

Abstract

Generasi Milenial dihadapkan oleh peristiwa Bonus Demografi yang berarti usia produktif lebih banyak daripada non-produktif. Bonus demografi terjadi hingga 2030. Untuk menghadapi peristiwa tersebut maka harus ada peran dari generasi muda terutama generasi milenial guna menciptakan generasi yang berkualitas serta mampu mewujudkan Indonesia Emas di Tahun 2045.
TUGAS INDIVIDU MATA KULIAH FILSAFAT ILMU dan DASAR-DASAR
ILMU SOSIAL
“Peran Generasi Milenial Dalam Menghadapi Bonus Demografi di Indonesia
Untuk Menuju Indonesia Emas 2045”
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Nadiroh, M.Pd
Disusun oleh:
Adrian Azhari
1401619049
Kelas PPKN B 2019
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
PROGRAM STUDI PPKN
FAKULTAS ILMU SOSIAL
2019
Peran Generasi Milenial Dalam Menghadapi
Bonus Demogra di Indonesia Untuk Menuju
Indonesia Emas Tahun 2045
Abstrak
Generasi Milenial dihadapkan oleh peristiwa Bonus Demografi yang berarti usia
produktif lebih banyak daripada non-produktif. Bonus demografi terjadi hingga
2030. Untuk menghadapi peristiwa tersebut maka harus ada peran dari generasi
muda terutama generasi milenial guna menciptakan generasi yang berkualitas serta
mampu mewujudkan Indonesia Emas di Tahun 2045.
Kata Kunci: Bonus, Demografi, Milenial, Indonesia, Emas.
Pendahuluan
Bonus Demografi adalah meningkatnya jumlah penduduk yang berusia produktif
(15-64 tahun) dibandingkan dengan jumlah penduduk yang berusia tidak produktif.
Di Indonesia sendiri puncak dari Bonus Demografi akan terjadi pada tahun 2030.
Tentunya peran generasi muda terutama pada saat ini harus dapat menjadi
penggerak untuk berhadapan dengan Bonus Demografi. Selain itu dalam Bonus
Demografi juga mempersiapkan para generasi muda khususnya milenial untuk
mewujudkan Indonesia Emas 2045. Di tahun 2045 indonesia tepat berusia 100
tahun.
Mengapa dikatakan Generasi Emas Indonesia ? Karena merupakan
Generasi penerus bangsa yang pada periode tersebut adalah sangat produktif,sangat
berharga.dan sangat bernilai, sehingga perlu dikelola dan dimanfaatkan dengan
baik agarberkualitas menjadi insan yang berkarakter, insan yang cerdas, dan insan
yang kompetitif, serta menjadi bonus demografi (Triyono and Dharma 2018).
Indonesia Emas berkaitan dengan bagaimana keadaan generasi Indonesia ketika
berusia 100 tahun merdeka dan sebagai bangsa yang besar dengan modalitas yang
sangat luar biasa; baik sumberdaya manusia, sumberdaya alam, sumberdaya
kultural, maupun sumber daya lainnya; sudah saatnya dikelola dan dimanfaatkan
dengan sebaik-baiknya untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan
rakyat.
Pembahasan
Pada tahun 2045 mendatang indonesia tepat berusia 100 tahun. Di tahun itu pula
terjadi jendela demografi yang dimana jumlah usia produktif lebih besar dibanding
usia non produktif. Menurut survei, Pada tahun 2045 usia angka produktif
mencapai 70% , sedangkan usia yang tidak produktif hanya berkisar 30%.
Bonus demografi merupakan suatu tantangan sekaligus peluang bagi bangsa
Indonesia. Mengapa? Karena pada saat bonus demografi itu terjadi bangsa
Indonesia memiliki para pemuda serta usia produktif yang lebih banyak. Peran dari
para pemuda tersebut sangat lah diharapkan dapat mampu meningkatkan kualitas
sumber daya manusianya. Dengan melimpahnya jumlah penduduk usia produktif
atau usia kerja, tentunya akan menguntungkan Negara kita dari sisi pembangunan
sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Bonus Demografi di Indonesia
sendiri akan berlangsung pada rentang tahun 2012-2030.
Indonesia harus memanfaatkan para pemuda sebagai generasi calon pemimpin
merupakan satu keharusan. Kesempatan tersebut dilakukan secara simultan oleh
seluruh organisasi kepemudaan. Pola gerakan bersama yang dapat dilakukan yakni
dalam meningkatkan kualitas pemuda melalui peningkatan pendidikan,
ketrampilan dan kesehatan, serta kemampuan bangsa dalam menyiapkan lapangan
pekerjaan bagi para tenaga kerja sesuai dengan kemampuan pendidikan dan
ketrampilan yang dimiliki, sehingga mereka mampu memperoleh pendapatan yang
dapat menopang kehidupan diri sendiri dan keluarganya, terutama orang yang
menjadi tanggung jawab mereka di usia non produktif (Mukri 2018).
Untuk memanfaatkan bonus demografi maka anak-anak harus dibentuk kualitasnya
sejak sekarang. Pada tahun 2025 nanti anak-anak sudah dewasa dan termasuk
dalam usia produktif. Untuk itu, mulai saat ini, generasi muda harus
mempersiapkan diri agar mampu bersaing meraih kesempatan kerja, dan bersaing
dengan negara-negara lain di seluruh dunia. Artinya mulai sekarang, anak-anak
harus meningkatkan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan
spiritual secara optimal (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia 2017).
Peningkatan sumber daya manusia yang baik tentu akan menjadikan Bonus
Demografi sebagai peluang besar yang natinya akan memberikan suatu
perkembangan kemajuan terhadap bangsa indonesia yang akan menyongsong
Indonesia Emas 2045.Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia peran
pendidikan merupakan hal utama karena akan memberikan suatu dampak para
pemuda untuk menjadi karakter yang kuat dan tekun terutama pada generasi
milenial saat ini yang akan berdampak banyak pada bonus demografi ini.
Peran generasi muda terutama milenial sangat penting menghadapi bonus
demografi yang terjadi karena generasi mereka lah yang kelak akan menjadi
pemimpin dari bangsa ini. Lalu apakah yang harus dilakukan generasi milenial saat
ini guna menghadapi Bonus Demografi di Indonesia agar terwujudnya Indonesia
Emas 2045?
Pertama, Pendidikan merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter setiap
individu. Perbedaan antara orang - orang yang menerima pendidikan dengan orang
- orang yang tidak pernah mengenal pendidikan sangat terlihat dengan jelas.
Mengapa berkarakter? Karena karakter menentukan kulitas moral dan arah dari
setiap generasi muda dalam mengambil keputusan dan tingkah laku. Karena
karakter merupakan bagian integral yang harus dibangun,agar generasi muda
sebagai harapan bangsa,sebagai penerus bangsa yang akan menentukan masa
depan harus memiliki sikap dan pola pikir yang berlandaskan moral yang kokoh
dan benar dalam upaya membangun bangsa (Triyono and Dharma 2018).
Pendidikan tak lepas dari seorang Guru. Guru ditantang untuk lebih
kreatif,inovatif, dan inspiratif guna mencapai pendidikan yang berkualitas dan guru
juga harus merancang kegiatan pembelajaran yang bermutu dalam mencapai
Indonesia Emas 2045. Guru menjadi kunci utama keberhasilan sumber daya
manusia yang tidak hanya produktif tetapi juga unggul dan religious. Sehubungan
dengan itu, tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk bersinergi mencerdaskan
anak bangsa.
Dari pendidikan yang berkualitas maka akan tercipta pemuda yang berkualitas
pula. Oleh karena itu, Peran generasi Milenial dalam kependidikan sangat penting
dan utama karena akan mendukung dan terciptanya karakter yang baik serta
generasi yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi bonus demografi di
Indonesia.
Sasaran pendidikan merupakan proses untuk memanusiakan manusia. Pada esensi
potensial pendidikan, pendidikan merupakan suatu daya yang mampu membuat
manusia (generasi emas) berada dalam kepribadiannya sebagai manusia kreatif
kepribadian yang kreatif. Pada esensi kongkrit, pendidikan merupakan daya yang
mampu membuat setiap generasi emas berkesadaran utuh terhadap hakikat
keberadaannya berdasar pada nilai asal usul dan tujuan kehidupannya (Abi 2017).
Kedua, Generasi Milenial harus kompetitif. Kompetitif berarti generasi milenial
mempunyai kemampuan karakteristik dan kemampuan yang berdaya saing tinggi.
Dengan kemampuan kompetitif generasi milenial akan mampu mencapai
keunggulan, memiliki daya saing yang tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain, dan
senantiasa akan menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa Indonesia.
Ketiga, Generasi Milenial harus memiliki jati diri dan prinsip. Hal ini dapat
membuat kepercayaan diri para generasi milenial yang memiliki jati diri terutama
dalam berbangsa yang bersifat pancasilais. Mengapa harus memiliki jati diri?
Karena agar para generasi milenial tidak menghilangkan kecintaannya terhadap
bangsa dan Negara serta budaya yang ada di Indonesia.
Pemuda Indonesia merupakan generasi penerus bangsa Indonesia. Pemuda
merupakan aset masa depan Indonesia. Sudah sepatutnya sebagai pemuda
memberikan inovasi dan kontribusi untuk memajukan bangsa. Oleh karena itu
diperlukan suatu strategi agar terwujudnya Generasi Emas pada tahun 2045. Hal-
hal yang kecil perlu dilakukan pemuda masa kini adalah merubah kebiasaan-
kebiasaan yang banyak mengahabiskan waktu.
Pemuda adalah aset bangsa yang sepantas kita pupuk dengan knowladge, atitude
dan skill yang mempuni dan mengembangkan kapasitasnya sebagai pemuda dalam
menghadapi bonus demografi dan bersaing secara global akar dapat menuai hasil
yang masksimal.
Pemuda juga harus memiliki ekoliterasi. Pemuda yang memiliki ekoliterasi tinggi
akan mengasilkan kontribusi yang tinggi di lingkungan juga. Karena d kehidupan
sehari hari mereka telah menerapkan ekoliterasi di segala aspek kehidupan
(Nadiroh, Hasanah, and Zulfa 2019). Ekoliterasi merupakan suatu pemahaman
yang mempelajari interaksi dengan lingkungan.
Oleh karena itu, Pemuda Milenial harus menerapkan ekoliterasi mereka dalam
kehidupan sehari hari agar dapat berkontribusi terutama dalam kepercayaan diri
dalam mengenal lingkungan terutama menghadapi Bonus Demografi yang ada di
Indonesia.
Selain itu generasi milenial juga harus dapat melakukan 4C yaitu, Communication,
Collaborative, Creative dan Critical Thinking. Dalam berpikir kritis pemuda
diharapkan mampu memanfaatkan keterampilannya dalam membuat penilaian dan
perspektif yang kompleks (Nadiroh, Hasanah, and Zulfa 2019).
Dengan peran generasi muda yang maksimal bukan tidak mungkin Indonesia Emas
Tahun 2045 akan menjadi suatu hal yang pasti karena Indonesia ditahun tersebut
memiliki para pemimpin dari pemuda-pemudi yang mengahadapi persaingan
bonus demografi sehingga mempunyai daya saing dan keunggulan tersendiri.
Kesimpulan
Bonus demografi sudah terjadi di Indonesia, maka dari itu Indonesia harus mampu
menciptakan generasi yang berdaya saing dan tentunya tak lepas dari peran para
pemuda terutama generasi milenial saat ini. Indonesia Emas 2045 merupakan
impian besar bangsa yang nantinya akan mendorong kemajuan bangsa terutama
dalam sumber daya manusia yang nantinya dapat membantu menyelasaikan
persoalan dan masalah bangsa ini dengan menggunakan ide kreatifitas dan
inovatifnya. Untuk itu, Kunci mewujudkan Indonesia Emas 2045 adalah kualitas
sumber daya manusia terutama pada para pemuda bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
Nadiroh, Nadiroh, Uswatun Hasanah, and Vania Zulfa. 2019. “Behavioral Geography: An
Ecoliteracy Perspective and Critical Thinking Skills in Men and Women.” Indonesian
Journal of Geography.
Abi, Antonius Remigius. 2017. “Paradigma Membangun Generasi Emas Indonesia Tahun 2045.”
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2(2): 85–90.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2017. “Peta Jalan Generasi Emas
Indonesia 2045.” Kemdikbud.go.id. https://paska.kemdikbud.go.id/wp-
content/uploads/2018/08/170822-V.2-Generasi-Emas-2045-.pdf.
Mukri, Syarifah. 2018. “Menyongsong Bonus Demografi Indonesia.” ’Adalah 2(6): 51–52.
Triyono, Triyono, and Universitas Widya Dharma. 2018. “Menyiapkan Generasi Emas 2045.”
Seminar Nasioanl ALFA-VI, Unwindha Klaten, 5 Oktober 2016 (March): 1–9.
... Sebagian besar generasi milenial tersebut sekarang berada pada posisi staf operasional hingga level pengawas. Kondisi SDM produktif yang kemudian diistilahkan sebagai bonus demografi untuk Indonesia ini diprediksi akan mencapai puncaknya pada 2030-2045 (Azhari, 2019 Pesatnya kemajuan teknologi dalam satu dekade terakhir menyebabkan perubahan budaya pada masyarakat (Oktovenus, 2019), termasuk pada generasi milenial. Generasi milenial adalah generasi yang sangat produktif namun memiliki karakter yang berbeda dengan generasi sebelumnya. ...
Article
Full-text available
ABSTRAK Tahun 2020-2030, Indonesia diprediksikan berada pada fase bonus demografi Indonesia berupa peningkatan generasi produktif yang berusia 15-64 tahun. Generasi produktif angkatan kerja tersebut sebagian besarnya adalah Generasi Milenial (GM) yang lahir pada periode 1980-2000. Pekerja milenial ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya yang umumnya berada pada level pemimpin saat ini. Kondisi tersebut juga terjadi di BMKG. Untuk mengetahui perubahan paradigma model kepemimpinan dalam pengelolaan SDM BMKG milenial guna mengoptimalkan layanan bisnis utama BMKG kepada publik. Hasil kajian menunjukan sebagian besar pimpinan pada unit kerja di BMKG telah dapat mengidentifikasi karakteristik bawahannya meski terdapat beberapa hal mendasar seperti sifat generasi milenial yang cenderung menuntut fleksibilitas yang masih berbenturan dengan regulasi ASN saat ini. Kata kunci: milenial, kepemimpinan, paradigma, SDM PENDAHULUAN BMKG merupakan lembaga yang banyak memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) usia produktif karena secara konsisten setiap tahun menerima pegawai "fresh graduate" yang berasal dari Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG) dan secara berkala dari lulusan sarjana umum. Sebagian besar generasi milenial tersebut sekarang berada pada posisi staf operasional hingga level pengawas. Kondisi SDM produktif yang kemudian diistilahkan sebagai bonus demografi untuk Indonesia ini diprediksi akan mencapai puncaknya pada 2030-2045 (Azhari, 2019). Tabel 1. Data komposisi pegawai BMKG (SDM BMKG, 2020) Mengacu pada De Meuse dkk. (2010) generasi milenial adalah generasi yang lahir setelah tahun 1980. Artinya saat ini mereka berusia kurang dari 40 tahun. Sebagaimana tersaji pada Tabel 1, generasi ini merupakan SDM mayoritas di BMKG yang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 3.000 orang. Pesatnya kemajuan teknologi dalam satu dekade terakhir menyebabkan perubahan budaya pada masyarakat (Oktovenus, 2019), termasuk pada generasi milenial. Generasi milenial adalah generasi yang sangat produktif namun memiliki karakter yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi ini cenderung bersikap mandiri, sangat visual dan kurang sabar terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan selera dan kepribadian mereka yang unik. Pada satu sisi, sebagian besar level kepemimpinan saat ini dipegang dan dikelola oleh generasi satu zaman sebelum generasi milenial ini. Generasi ini dibesarkan dengan paradigma kepemimpinan yang masih berjalan mengacu pada sistem birokrasi dan juga regulasi pada kondisi yang berbeda dengan karakter generasi milenial. Tentunya akan memiliki pengaruh dalam manajemen SDM dan tata kelola organisasi yang dapat menyebabkan kendala untuk tercapainya misi dan tujuan organisasi, dalam hal ini BMKG. Mustomi & Reptiningsih (2020) menyebutkan untuk memahami sebuah generasi bukan hal mudah karena banyak faktor yang memengaruhi karakter sebuah generasi.
ResearchGate has not been able to resolve any references for this publication.