ArticlePDF Available

Abstract

This study aims to describe each stage of design thinking at PT Karya Anak Bangsa (Gojek) to create appropriate and practical solutions to problems that arise in the community. The methodology used for this research was a literature review with descriptive analysis and identification with David Kelley & Tim Brown's theory. The expert opinion of each explanation strengthens it. The results of this study were that with a good design thinking process PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) had produced a variety of solutions that were only online-based transportation applications. However, currently, Gojek also created a variety of services according to various community needs. It was also able to create business opportunities from a problem that occurred in the community.
Organum: Jurnal Saintifik Manajemen dan Akuntansi
Page 1 of 11 Vol. 02 No. 01, 2019
Design Thinking David Kelley & Tim Brown: Otak Dibalik Penciptaan
Aplikasi Gojek
Pendahuluan
ermasalahan mengenai kemacetan di kota-kota besar
terutama di Jakarta menjadi permasalahan yang sering
kali dikeluhkan oleh masyarakat. Permasalahan
kemacetan ini sangat berdampak bagi kegiatan
masyarakat terutama dalam hal mobilitas warga. Kemacetan
telah banyak membuang waktu dan menghambat aktivitas
masyarakat Jakarta. Apalagi Jakarta dengan segala aktivitas
masyarakatnya yang terbilang tinggi. Produktifitas masyarakat
menjadi menurun hanya karena kemacetan. Menurut Menteri
Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bapenas Bambang
Brodjonegoro dalam sebuah artikel di website liputan6.com
pada tahun 2019 mengatakan kerugian ekonomi akibat kema-
P
Authors:
Muhammad Lutfi Lazuardi1
Iwan Sukoco2
Affiliations:
1,2Departemen Administrasi
Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik, Universitas
Padjadjaran
Corresponding Author:
Muhammad Lutfi Lazuardi
Emails:
1muhammad18109@mail.unpa
d.ac.id.
2iwan.sukoco@unpad.ac.id
Article History:
Received: February 21, 2019
Revised : May 5, 2019
Accepted: June 4, 2019
How to cite this article:
Lazuardi, M. L., & Sukoco, I.
(2019). Design Thinking David
Kelley & Tim Brown: Otak
Dibalik Penciptaan Aplikasi
Gojek. Organum: Jurnal
Saintifik Manajemen dan
Akuntansi, 2(1), 1-11. doi:
https://doi.org/10.35138/organu
m.v2i1.51
Journal Homepage:
ejournal.winayamukti.ac.id/ind
ex.php/Organum
Copyright:
© 2019. Published by
Organum: Jurnal Saintifik
Manajemen dan Akuntansi.
Faculty of Economics and
Business. Winaya Mukti
University.
Abstract. This study aims to describe each stage of design thinking
at PT Karya Anak Bangsa (Gojek) to create appropriate and
practical solutions to problems that arise in the community. The
methodology used for this research was a literature review with
descriptive analysis and identification with David Kelley & Tim
Brown's theory. The expert opinion of each explanation strengthens
it. The results of this study were that with a good design thinking
process PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) had produced a
variety of solutions that were only online-based transportation
applications. However, currently, Gojek also created a variety of
services according to various community needs. It was also able to
create business opportunities from a problem that occurred in the
community.
Keywords: Design thinking; strategy; technology; gojek.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan setiap
tahapan design thinking pada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa
(Gojek) dalam upaya menciptakan solusi yang tepat dan efektif
terhadap permasalahan yang timbul di masyarakat. Metodologi
yang digunakan untuk penelitian ini yaitu melakukan tinjauan
literatur dengan analisis deskriptif dan identifikasi dengan teori
David Kelley & Tim Brown dan diperkuat oleh pendapat ahli dari
setiap penjelasannya. Hasil dari penelitian ini yaitu dengan proses
design thinking yang baik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek)
telah menghasilkan berbagai macam solusi yang tadinya hanya
berupa aplikasi transportasi berbasis daring, namun saat ini Gojek
juga menciptakan berbagai macam layanan sesuai dengan berbagai
kebutuhkan masyarakat. Selain itu, juga mampu menciptakan
peluang bisnis dari sebuah permasalahan yang terjadi di
masyarakat.
Kata kunci : Design thinking; strategi; teknologi; gojek.
Organum: Jurnal Saintifik Manajemen dan Akuntansi
Page 2 of 11 Vol. 02 No. 01, 2019
cetan di Jakarta pada tahun 2013 sebesar
65 triliun rupiah, sedangkan pada tahun
2019 kerugian yang diakibatkan oleh
kemacetan di Jakarta diperkirakan
sebesar 100 triliun rupiah. Hal ini
tentunya bukan berita baik bagi
keberlangsungan hidup masyarakat
Jakarta. Untuk itu, permasalahan
mengenai kemacetan ini harus
diselesaikan dengan menghadirkan
solusi-solusi alternatif terutama
ketersediaan transportasi yang mudah
diakses dan memiliki mobilitas yang
tinggi untuk mendukung aktivitas
masyarakat Jakarta.
Bermula dari permasalahan tersebut
lahirlah sebuah inovasi yang diciptakan
oleh salah satu perusahaan aplikasi yaitu
PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek).
Fenomena Gojek di Indonesia
memberikan banyak perubahan pada
kehidupan sehari-hari mayarakat.
Kehadiran Gojek memberikan solusi
dengan menghadirkan banyak layanan
yang dibutuhkan masyarakat seperti
layanan ojek online, pembelian makanan,
pengiriman, jasa pijat, jasa
membersihkan rumah, dan berbagai
fasilitas layanan lainnya yang mampu
membantu dan memenuhi kebutuhan
masyarakat, terutama dalam
permasalahan ketersediaan transportasi
alternatif untuk mendukung aktivitas
masyarakat.
Kehadiran Gojek juga mendapat
respon positif dari masyarakat. Dari 9
tahun berdirinya sampai saat ini, Gojek
telah banyak mengalami peningkatan.
Dalam website resminya
www.gojek.com saat ini Gojek
mengklaim telah memiliki lebih dari satu
juta mitra driver Gojek, lebih dari 125
juta orang telah mengunduh aplikasi
Gojek, dan terdapat sebanyak 100 juta
transaksi yang ada pada aplikasi Gojek
serta jangkauan Gojek lebih dari 50 kota
yang tersebar di Indonesia. Valuasi
perusahaannya pun saat ini telah lebih
dari 39 Miliar dolar U.S yang menjadikan
Gojek startup “Unicorn” pertama dari
Indonesia.
Perkembangan yang cukup
signifikan pada Gojek ini tidak lepas dari
design thinking yang dibuat oleh Gojek.
Hal ini karena Gojek mampu
memberikan solusi efektif dan tepat bagi
pemenuhan kebutuhan masyarakat
sehingga mendapat respon baik dari
masyarakat. Gojek memanfaatkan
teknologi sebagai ujung tombak dengan
tetap menjadikan manusia sebagai pusat
interaksi dan kendali dalam menciptakan
sebuah solusi.
Hal ini sejalan dengan pernyataan
(Kolko, 2015) orang-orang
membutuhkan agar interaksi mereka
dengan teknologi dan sistem kompleks
lebih sederhana, intuitif, dan
menyenangkan. Ketika dilakukan dengan
baik, desain yang berpusat pada manusia
juga mampu meningkatkan pengalaman
pengguna di setiap titik sentuhan yang
ada pada produk dan mendorong
penciptaan produk dan layanan yang
sangat beresonansi dengan pelanggan.
Desain juga bersifat empatik, dengan
demikian secara implisit mendorong
pendekatan manusia yang lebih mudah
diterima dan mampu memiliki nilai
bisnis.
Design thinking juga terbukti
mampu memberikan dampak nyata
dalam bisnis. Salah satu bukti nyata
lainnya bisa dilihat dari peningkatan
design value index perusahaan-
perusahaan besar di Amerika.
Organum: Jurnal Saintifik Manajemen dan Akuntansi
Page 3 of 11 Vol. 02 No. 01, 2019
Gambar 1. Design Value Index 2016
Sumber: The Design Management Institute (2016)
Diagram pada Gambar 1
mendeskripsikan mengenai perusahaan
yang memiliki fokus pada penerapan
design thinking seperti Apple, Pepsi,
Procter & Gamble, dan SAP telah
mengungguli perusahaan seperti S&P
500 dengan kenaikan design value index
211%. Hal ini membuktikan jika design
thinking dilaksanakan dengan benar dan
strategis dapat mempengaruhi hasil bisnis
dan menghasilkan keunggulan kompetitif
yang nyata. Selain itu, ketika prinsip-
prinsip desain diterapkan pada strategi
dan inovasi tingkat keberhasilan untuk
inovasi meningkat secara dramatis
(Design Management Institute and Motiv
Strategies, 2015).
Desain juga mengubah cara
perusahaan dalam menciptakan nilai.
Fokus inovasi saat ini telah bergeser dari
yang awalnya berfokus pada hal teknis
menjadi berfokus pada desain, dari
sebelumnya product centric ke customer
centric, dan dari fokus pada pemasaran
kini beralih ke fokus pada pengalaman
pengguna. Untuk itu, design thinking
merupakan inti dari pengembangan
strategi yang efektif dan perubahan
organisasi (Naiman, 2019).
Oleh karena itu, peneliti tertarik
untuk membahas design thinking yang
Gojek lakukan dalam merancang solusi
yang tepat pada masalah yang terjadi di
masyarakat, dan menjadikan hal tersebut
sebagai strateginya dalam meningkatkan
daya saing perusahaan. Selain itu, mereka
juga mampu menciptakan peluang bisnis
dari permasalahan transportasi yang
terjadi di masyarakat. Penelitian ini
diharapkan memberikan ulasan yang
bermanfaat dalam upaya menciptakan
bisnis yang baik dan berkelanjutan.
Kajian Literatur
Design Thinking
Menurut (Kelley & Brown, 2018)
design thinking adalah pendekatan yang
berpusat pada manusia terhadap inovasi
yang diambil dari perangkat perancang
untuk mengintegrasikan kebutuhan orang-
orang, kemungkinan teknologi, dan
persyaratan untuk kesuksesan bisnis.
Organum: Jurnal Saintifik Manajemen dan Akuntansi
Page 4 of 11 Vol. 02 No. 01, 2019
Gambar 2. Elemen dalam Design Thinking
Pada Gambar 2 dapat diketahui
elemen dalam membuat desain sebuah
solusi, metode ini menggabungkan
beberapa elemen sebagai bahan
pertimbangan dalam menciptakan ide
yang dibutuhkan. Design thinking
mempertimbangkan kebutuhan pengguna
dan menggabungkannya dengan
kemampuan teknologi yang sesuai,
sehingga mampu menjadi produk bisnis
yang baik karena memberikan kelayakan
dan solusi efektif bagi suatu
permasalahan. Selain itu, design thinking
bukan hanya tentang menciptakan sebuah
produk tetapi (Kelley & Brown, 2018)
menekankan bahwa desain layaknya
sebuah tim dengan tiga nilai utama:
1. Many eyes Dalam desain yang akan
dibuat kita bisa mengolaborasikan
berbagai macam keahlian untuk
mencapai hasil yang diinginkan. Tidak
bergantung pada satu keahlian tapi
melainkan berbagai macam keahlian
seperti teknik, pengelolaan sumber
daya manusia, komunikasi, etnografi,
dan sebagainya. Perbedaan pandangan
dari setiap anggota tim bisa menjadi
sebuah keunikan yang mampu
memberikan sudut pandang yang luas
yang tidak dapat dilihat oleh yang
lainnya.
2. Customer View Point Tim desain
harus mampu merespon dan
memahami cara pandang customer
terhadap suatu hal atau sebuah
permasalahan yang terjadi dan
memahami reaksi dan harapan mereka
terhadap hal itu.
3. Tangibility Dari identifikasi yang
didapat, tim desain membuat
prototype atau maket untuk
melakukan berbagai percobaan dan
mempelajari reaksi yang terjadi.
Design thinking mampu
memberikan solusi bagi beberapa
permasalahan yang kompleks. Tim desain
menghasilkan suasana kolaborasi yang
sering kali mengarah pada terciptanya
terobosan untuk menyelesaikan masalah
yang ada. Ketika tim desain menyatukan
semua pemangku kepentingan berbagai
perusahaan, mereka sering dapat
memenangkan komitmen dari berbagai
divisi perusahaan untuk melihat ide-ide
baru hingga menjadi sebuah solusi. Perlu
dicatat bahwa design thinking bukan satu-
satunya metode yang berhasil untuk
menghasilkan kolaborasi dan mampu
menyelesaikan semua permasalahan
(Macfadyen, 2014).
Organum: Jurnal Saintifik Manajemen dan Akuntansi
Page 5 of 11 Vol. 02 No. 01, 2019
Namun, seiringnya perkembangan
zaman, esensi dari proses desain semakin
berubah dan berevolusi. Desain bukan
hanya sekedar membuat sebuah produk
atau aplikasi yang akan laku di pasaran,
memiliki bentuk yang indah dan menarik,
ataupun mudah untuk dibuat. Desain
sekarang ini adalah berkaitan dengan
penciptaan sesuatu atau ide yang sesuai
keinginan dan kebutuhan pengguna atau
banyak orang.
Menurut (Kelley & Brown, 2018)
design thinking memiliki beberapa elemen
penting yaitu :
1. People Centered : dalam tahapan ini
yang perlu diperhatikan bahwa setiap
tindakan berpusat pada kebutuhan dan
kepentingan pengguna.
2. Highly Creative : metode ini juga
memberikan keleluasaan dan
kreativitas yang tinggi, sehingga
dalam proses perencanaannya tidak
baku dan kaku.
3. Hands On : proses desain juga perlu
dilakukan percobaan yang nyata tidak
hanya sebuah ide atau gagasan berupa
gambar dan teori yang tertuang dalam
sebuah perencanaan semata.
4. Iterative : proses desain merupakan
sebuah proses dengan tahapan-
tahapan yang dilakukan berulang-
ulang untuk melakukan improvisasi
dan menghasilkan sebuah produk atau
aplikasi yang baik yang sesuai dengan
harapan customer.
Proses yang dilakukan dengan
metode design thinking akan
menghasilkan produk yang tidak hanya
dapat dijual atau menciptakan sebuah
produk yang unggul karena menggunakan
teknologi yang paling canggih. Metode ini
juga menggabungkan kebutuhan user atau
pengguna, dengan kemampuan teknologi
yang sesuai dan mampu menyelesaikan
sebuah permasalahan saja, namun tetap
mampu menjadi sesuatu yang dapat
berhasil dalam sebuah bisnis.
Dalam membuat sebuah produk atau
aplikasi dengan metode design thinking,
(Kelley & Brown, 2018) menjelaskan
terdapat beberapa tahapan yang
dibutuhkan untuk menghasilkan produk
yang sesuai.
Gambar 3. Tahapan Design Thinking
Sumber: Design Thinking Process Stanford University (2019)
Organum: Jurnal Saintifik Manajemen dan Akuntansi
Page 6 of 11 Vol. 02 No. 01, 2019
1. Empathize
Ketika sudah mengetahui user atau
pengguna yang akan dituju, maka
seorang design thinker perlu
mengetahui pengalaman, emosi, dan
situasi dari si pengguna. Mencoba
menempatkan diri sebagai pengguna
sehingga dapat benar-benar
memahami kebutuhan pengguna. Hal
ini dapat dilakukan dengan melakukan
wawancara, observasi kehidupan
pengguna, dan cara lainnya.
2. Define
Setelah design thinker mengerti
kebutuhan pengguna, maka desainer
perlu menggambarkan sebuah ide atau
pandangan user yang akan menjadi
dasar dari produk atau aplikasi yang
akan dibuat. Hal ini dapat dilakukan
dengan membuat list kebutuhan user
dan menggunakan pengetahuan
mengenai kondisi yang sedang terjadi.
3. Ideate
Dengan kebutuhan yang ada, maka
desainer perlu menggambarkan solusi
yang dibutuhkan. Hal ini dapat
dilakukan melakukan evaluasi
bersama tim desain dengan
menggabungkan kreativitas dari
masing-masing desainer.
4. Prototype
Ide yang sudah ada sebelumnya maka
perlu langsung diimplementasikan
dalam sebuah aplikasi atau produk uji
coba. Perlu dihasilkan sebuah produk
nyata dan kemungkinan skenario
penggunaan.
5. Test
Dari produk atau aplikasi uji coba
yang sudah dibuat, maka akan
dilakukan sebuah percobaan dengan
pengguna. Dari pengalaman pengguna
dalam menggunakan produk uji coba,
maka akan didapatkan masukkan
untuk membuat produk yang lebih
baik dan melakukan perbaikan pada
produk yang ada.
Metode Penelitian
Metodologi yang digunakan untuk
penelitian ini yaitu melakukan tinjauan
literatur dengan mencari referensi teori
yang relevan dengan kasus atau
permasalahan yang ditemukan. Studi
literatur adalah cara penelitian yang
digunakan dengan mengumpulkan
berbagai macam informasi, teori dan
referensi yang sesuai dengan penelitian
yang dilakukan untuk membahas dan
memberikan ulasan pada sebuah
permasalahan. Selain itu, penelitian ini
menggunakan analisis deskriptif dan
identifikasi menggunakan teori design
thinking. David Kelley membagi beberapa
tahapan yaitu 1) Empathize, 2) Define, 3)
Ideate, 4) Prototype, 5) Test, yang
bertujuan untuk memberikan kajian atau
ulasan mengenai design thinking PT
Aplikasi Karya Anak Bangsa.
Hasil dan Pembahasan
Menurut Russell L. Ackoff et al.
(2006) design thinking yang ideal adalah
cara berpikir tentang perubahan yang
tampak sederhana hingga mampu
dinyatakan dalam menyelesaikan masalah
dalam bentuk apapun, cara untuk
mendapatkan hasil terbaik adalah
membayangkan seperti apa solusi yang
ideal kemudian melakukan pengamatan
dan menghasilkannya sampai menjadi
solusi yang nyata.
Sedikit berbeda dengan pendapat
sebelumnya. Menurut (Collopy, 2009),
design thinking lebih besar dari hanya
sebuah aplikasi untuk menyelesaikan
masalah dalam manajemen, organisasi,
dan kehidupan sosial design thinking
dianggap sebagai metode yang terdiri dari
banyak teknik tertentu yang sudah tersirat
dalam sistem berpikir.
Dalam konteks design thinking
Gojek, mereka memahami bahwa banyak
hal yang akan terlibat dalam penciptaan
solusi kemacetan yang sedang melanda.
Aspek-aspek sosial, ekonomi, hukum, dan
aspek-aspek lainnya merupakan hal yang
Organum: Jurnal Saintifik Manajemen dan Akuntansi
Page 7 of 11 Vol. 02 No. 01, 2019
patut diperhatikan dalam upaya
menciptakan solusi yang tepat dan efektif.
Salah satu bukti beberapa aspek
yang memiliki dampak baik dari hasil
design thinking Gojek yang berdampak
pada masyarakat adalah aspek ekonomi,
Berdasarkan data hasil pengamatan
Gambar 4, dampak Gojek pada aspek
ekonomi dan sosial yaitu:
1. Perekonomian Nasional &
Masyarakat:
Gambar 4. Kontribusi Gojek pada Perekonomian Nasional dan Masyarakat.
Sumber: Lembaga Demografi Universitas Indonesia (2018)
2. Mitra Pengemudi:
Mengurangi pengangguran
dengan menciptakan kesempatan
kerja.
Meningkatkan pendapatan mitra
pengemudi dan membantu
menyejahterakan keluarga mitra
pengemudi.
Meningkatkan kualitas hidup
mitra pengemudi.
3. Mitra UMKM:
Mendukung UMKM menjadi
berbasis online.
Meningkatkan volume transaksi
mitra UMKM.
Membuka akses pasar lebih luas,
mendorong penggunaan teknologi,
dan meningkatkan aset usaha.
Pada penjelasan di atas bisa
diartikan jika Gojek merumuskan design
thinking tidak sembarangan hingga
terbukti mampu memberikan dampak
positif yang begitu besar di masyarakat.
Menurut (Kelley & Brown, 2018) ada 5
tahapan pada design thinking:
1. Emphatize
Dalam membaca situasi dan kondisi
dari pemasalahan mengenai kemacetan
dan penciptaan solusi transportasi, Gojek
mengawalinya dengan menanamkan
empati dari setiap keresahaan masyarakat
mengenai kemacetan dan solusi alternatif
untuk menciptakan transportasi yang
sesuai dengan harapan masyarakat. Upaya
Gojek memahami sudut pandang
pengguna tergambar dalam pernyataan
Chief Executive Officer (CEO) Gojek
Nadiem Makarim dalam interview pada
laman liputan6.com (8 Juli 2018):
"Dulu saya naik ojek ke mana-mana.
Karena kalau naik mobil gak akan
nyampe. Saya rasa banyak orang-
orang yang dulu tidak percaya bahwa
ojek bisa profesional. Hal ini cukup
membuat saya frustrasi, karena saya
juga harus mengetahui secara persis
pengendara ojek di Indonesia.
Dengan mengetahui mereka secara
personal, saya segera sadar bahwa
sektor ini benar-benar sungguh
bernilai.”
8,2
1,7
0
5
10
Dalam hitungan Triliun Rupiah
Kontribusi Gojek
Perekonomian Nasional & Masyarakat
Mitra Driver Mitra UMKM
Organum: Jurnal Saintifik Manajemen dan Akuntansi
Page 8 of 11 Vol. 02 No. 01, 2019
Hal ini sejalan dengan pendapat
(Goonetilleke & Karwowski, 2016) tahap
empati dari proses design thinking adalah
sejauh mana kita mampu memahami dan
merasakan permasalahan yang ada. Hal ini
bisa dilakukan dengan menghasilkan cara-
cara baru untuk mengatasi masalah lama,
memahami dan mengubah respon orang
lain sehingga kita dapat merasakan
kepekaan yang ada di lingkungan tempat
tinggal mereka.
2. Define
Dari empati tersebut kemudian
Gojek berupaya menggabungkan semua
saran dan keresahan yang dialami
masyarakat dan menentukan beberapa
poin penting. Dalam memaknai setiap
keresahan, Gojek mencoba memahami
setiap keresahan dan mengisinya dengan
sebuah solusi. Menurut CEO Gojek
Nadiem Makariem dalam sebuah
wawancara pada laman liputan6.com
menyampaikan:
“Konsumen adalah mereka yang
memiliki masalah hari demi hari, dan
kami menciptakan produk dimana
Go-Jek dapat menembus ruang
kosong tersebut.”
Dari pernyataan di atas Gojek
mencoba menegaskan jika mereka mampu
memahami setiap keresahan yang
dirasakan masyarakat, kemudian
menjabarkannya dengan solusi yang
dianggap sulit untuk didapat namun
faktanya berhasil memberikan dampak
positif. Sejalan dengan itu, menurut (Tim
Brown & Jocelyn Wyatt, 2016) fase define
adalah sebuah proses mensintesiskan
temuan dari empati yang didapatkan dari
pengguna untuk membentuk sudut
pandang pengguna yang akan dituangkan
pada penciptaan solusi yang akan dibuat.
3. Ideate
Posisi Gojek dalam ekosistem bisnis
yang mereka ciptakan, Gojek berusaha
berperan sebagai penghubung antara
konsumen dan mitra yang bekerjasama
dengan mereka dari setiap layanan yang
mereka ciptakan. Hal ini menunjukkan
jika Gojek mendesain strateginya dengan
begitu komprehensif dengan
memaksimalkan setiap peluang yang ada.
Pada praktiknya Gojek berupaya
menciptakan beragam solusi berupa
layanan-layanan yang mampu membantu
memenuhi kebutuhan masyarakat.
Gambar 5. Layanan pada Aplikasi Gojek
Sumber: Karinov.co.id (2018)
Organum: Jurnal Saintifik Manajemen dan Akuntansi
Page 9 of 11 Vol. 02 No. 01, 2019
Menurut (Lee, 2018) fase ini adalah
fase untuk menjelajahi berbagai solusi
yang mungkin dihasilkan dalam jumlah
yang besar dan beragam, memungkinkan
kita untuk melangkah lebih jauh dan
mengeksplorasi berbagai ide.
Dalam banyak kasus, metode untuk
menghasilkan ide hampir tergantung pada
sedikit atau banyaknya diskusi dan media
untuk memberikan pendapat dari berbagai
tim yang multidisiplin.
4. Prototype
Menurut (Lee, 2018) fase ini adalah
fase untuk mengubah ide-ide menjadi
bentuk fisik yang cepat dan murah
sehingga kita dapat menjalani dan
berinteraksi dengan ide tersebut, dan
dalam prosesnya, fase ini mempelajari dan
mengembangkan ide dengan lebih banyak
empati.
Pada awal berdirinya tahun 2010,
Gojek membuat aplikasi yang awalnya
hanya sebagai pusat call center bagi
penyedia ojek konvensional yang
berjumlah 20 orang pengemudi. (sumber :
www.gojek.com). Kemudian Gojek
melakukan pembaruan dan evaluasi untuk
mengembangkan aplikasi yang telah
mereka buat. Hal ini mereka lakukan
melihat respon positif dari masyarakat
mengenai keberadaan aplikasi yang
mereka buat.
Gambar 6. Diagram Context Aplikasi Gojek
Sumber: Karinov.co.id (2018)
Organum: Jurnal Saintifik Manajemen dan Akuntansi
Page 10 of 11 Vol. 02 No. 01, 2019
Sejalan dengan itu (Tim Brown &
Wyatt, 2016) mengatakan fase prototype
yaitu mengubah ide menjadi produk dan
layanan aktual yang kemudian diuji,
diulang, dan diperbaiki. Melalui
pembuatan prototype, proses design
thinking berupaya untuk mengungkap
tantangan implementasi yang tidak
terduga dan konsekuensi yang tidak
diinginkan untuk mencapai kesuksesan
jangka panjang yang lebih andal.
5. Test
Pada tahun 2015, Gojek
meluncurkan Aplikasi Go-Ride. Melihat
respon positif, Gojek mulai mencoba
melakukan test untuk mendapatkan respon
dari masyarakat. Pada tahun 2015 Gojek
mendapatkan peningkatan mitra driver
dari 20 orang menjadi 800 orang mitra
driver (sumber: Techinasia.com).
Menurut (Lee, 2018) dalam fase ini
cobalah membuat produk dengan resolusi
tinggi dan gunakan pengamatan dan
umpan balik untuk memperbaiki
prototype, mempelajari lebih lanjut
tentang pengguna, dan memperbaiki sudut
pandang asli kita dalam memahami segala
kondisi.
Melihat respon yang baik dan
peningkatan yang dialami Gojek, sampai
saat ini mitra yang bergabung dengan
Gojek lebih dari 1 juta mitra driver
(sumber: www.gojek.com). Belum lagi
mitra dari layanan lain yang ada pada
Gojek saat ini. Hal ini menunjukkan
bahwa Gojek mampu melakukan evaluasi
dan pengembangan dari setiap hal yang
diterapkan sebelumnya.
Kesimpulan
Dari fenomena kemacetan yang
terjadi, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa
(Gojek) telah menghasilkan berbagai
macam solusi yang tadinya hanya berupa
aplikasi transportasi berbasis online,
namun saat ini Gojek juga menciptakan
berbagai macam layanan yang
dibutuhkan masyarakat dari sebuah
proses design thinking yang baik.
Solusi ini dihasilkan dari
kemampuan Gojek dalam membaca
kondisi, dan memetakan segala aspek
yang berkaitan dengan permasalahan
yang terjadi di masyarakat. Menguraikan
setiap permasalahan yang kemudian
dirumuskan pada setiap tahapan design
thinking. Memperlihatkan kemampuan
Gojek dalam menangkap, merespon,
kemudian mengidentifikasi setiap sisi
permasalahan dan peluang. Sehingga
mampu menghasilkan solusi yang tepat
dan efektif dalam menyelesaikan
permasalahan yang hadir di masyarakat.
Terutama dalam hal membantu mobilitas
dan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Daftar Pustaka
Ackoff, R. L., Magidson, J., & Addison,
H. J. (2006). Introduction to
Idealized Design: Creating an
Organization’s Future. Upper
Saddle River: Wharton School
Publishing.
Brown, T., & Wyatt, J. (2010). Design
Thinking for Social Innovation.
Stanford Social Innovation Review,
8, 3035. doi:
https://doi.org/10.1596/1020-
797X_12_1_29
Cerita Nadiem Makarim Bangun Go-Jek
Dari Nol Hingga Raih Sukses. (7
Oktober 2019). liputan6.com.
Diakses dari
https://www.liputan6.com/bisnis/rea
d/3582132/cerita-nadiem-makarim-
bangun-go-jek-dari-nol-hingga-
raih-sukses
Collopy, F. (2019). Why the failure of
systems thinking should inform the
future of Design Thinking
(06.07.09). Design Issues, 35(2),
97100. doi:
https://doi.org/10.1162/desi_a_0053
8
Design Thinking Process. (2019). d-
school.stanford.edu. Diakses dari
https://dschool.stanford.edu/executi
Organum: Jurnal Saintifik Manajemen dan Akuntansi
Page 11 of 11 Vol. 02 No. 01, 2019
ve-education/dbootcamp
Gojek Profile. (7 Oktober 2019). Gojek.
Diakses dari
https://www.gojek.com/about/
Goonetilleke, R., & Karwowski, W.
(2016). Advances in Physical
Ergonomics and Human Factors:
Proceedings of the AHFE 2016
International Conference on
Physical Ergonomics and Human
Factors, July 27-31, 2016, Walt
Disney World®, Florida, USA (Vol.
489). doi:
https://doi.org/10.1007/978-3-319-
41694-6
Karinov, K. (26 Oktober 2018). Contoh
Analisis Swot dan Bisnis Model dari
Perusahaan Gojek. Karinov.com
Diakses dari
https://karinov.co.id/analisis-swot-
bisnis-model-Gojek/
Kelley, D., & Brown, T. (2018). An
introduction to Design Thinking.
Institute of Design at Stanford. doi:
https://doi.org/10.1027/2151-
2604/a000142
Kolko, J., (September 2015). The
Evolution of Design Thinking.
Harvard Business Review. Diakses
dari https://hbr.org/2015/09/design-
thinking-comes-of-age
Lee, K. (2018). Innovative Design
Thinking Process with TRIZ. In:
Cavallucci D., De Guio R., Koziołek
S. (eds) Automated Invention for
Smart Industries. TFC 2018. IFIP
Advances in Information and
Communication Technology, vol
541. Springer, Cham. doi:
https://doi.org/10.1007/978-3-030-
02456-7_20
Macfadyen, J. S. (2014). Design Thinking.
Holistic Nursing Practice, 28(1), 3-
5. doi:
https://doi.org/10.1097/HNP.00000
00000000008
Niman, L. (20 Mei 2019). Design
Thinking as a Strategy for
Innovation. The European Business
Review. Diakses dari
https://www.europeanbusinessrevie
w.com/design-thinking-as-a-
strategy-for-innovation/
Pratama, A. H. (13 Agustus 2016). How
Gojek Became Unicorn. Techinasia.
Diakses dari
https://www.techinasia.com/how-
go-jek-became-unicorn
Sofian, A. (2 Juli 2019). Kerugian
Ekonomi Akibat Kemacetan Ibu
Kota Jakarta. Liputan6. Diakses dari
https://www.liputan6.com/news/rea
d/4003307/foto-kerugian-ekonomi-
akibat-kemacetan-ibu-kota-
jakarta?page=1
The Design Management Institute DMI
Value Index 2015. (2019). dmi.org.
Diakses dari
https://www.dmi.org/page/2015DVI
andOTW
Walandouw, P., Primaldhi, A., Wisana, I
D. G. K., & Nugroho, A. H. (2018).
Dampak GO-JEK terhadap
Perekonomian Indonesia 2017.
Lembaga Demografi Universitas
Indonesia. Diakses dari
http://ldfebui.org/special-project/
Yadika, B. (8 Juli 2018). Cerita Nadiem
Makarim Bangun Go-Jek Dari Nol
Hingga Raih Sukses. Liputan6.com.
Diakses dari
https://www.liputan6.com/bisnis/rea
d/3582132/cerita-nadiem-makarim-
bangun-go-jek-dari-nol-hingga-
raih-sukses
... Not only to solve a problem, but also to shape and design a problem. In the process, design thinking is human-centered or human-centered [19]. Every design thinking process originates and is aimed at humans. ...
Article
Full-text available
The development of information technology is currently very rapid and unavoidable, especially in the world of education. Global demands require the education sector to constantly adjust technological developments with efforts to improve the quality of education, adjust the use of information and communication technology. STMIK Rosma is a university that utilizes computer technology. However, there are still shortcomings, namely the absence of a student complaint application so that the process of submitting student complaints is still running manually. This results in not recording student complaints, student complaint data not well documented, so that the college leadership of the campus cannot monitor the complaints submitted by students. This study aims to analyze the functional requirements of the STMIK Rosma student complaint application. The method used in this research is Design Thinking. The result of this research is the UI / UX design of the student complaint handling application (mobile application) at STMIK Rosma Karawang which is designed using the classic mockuplus tools. This research is expected to provide suggestions to universities to improve the process of handling student complaints.
Book
This book reports on the state of the art in physical ergonomics and is concerned with the design of products, process, services, and work systems to assure their productive, safe, and satisfying use by people. With focus on the human body's responses to physical and physiological work demands, repetitive strain injuries from repetition, vibration, force, and posture are the most common types of issues examined, along with their design implications. The book explores a wide range of topics in physical ergonomics, which includes the consequences of repetitive motion, materials handling, workplace safety, and usability in the use of portable devices, design, working postures, and the work environment. Mastering physical ergonomics and safety engineering concepts is fundamental to the creation of products and systems that people are able to use, as well as the avoidance of stresses and minimization of the risk of accidents. Based on the AHFE 2016 International Conference on Physical Ergonomics & Human Factors, held on July 27-31, 2016 in Walt Disney World®, Florida, USA, the book provides readers with a comprehensive view of the current challenges in Physical Ergonomics, which are a critical aspect in the design of any human-centered technological system, and factors influencing human performance.
Article
DESIGNERS HAVE TRADIIONALLY FOCUSED ON ENHANCING THE LOOK AND FUNCTIONALITY OF PRODUCTS. RECENTLY, THEY HAVE BEGUN USING DESIGN TOOLS TO TACKLE MORE COMPLEX PROBLEMS, SUCH AS FINDING WAYS TO PROVIDE LOW-COST HEALTH CARE THROUGHOUT THE WORLD. BUSINESSES WERE FIRST TO EMBRACE THIS NEW APPROACH—CALLED DESIGN THINKING—NOW NONPROFITS ARE BEGINNING TO ADOPT IT TOO.
Contoh Analisis Swot dan Bisnis Model dari Perusahaan Gojek
  • K Karinov
Karinov, K. (26 Oktober 2018). Contoh Analisis Swot dan Bisnis Model dari Perusahaan Gojek. Karinov.com Diakses dari https://karinov.co.id/analisis-swotbisnis-model-Gojek/
An introduction to Design Thinking
  • D Kelley
  • T Brown
Kelley, D., & Brown, T. (2018). An introduction to Design Thinking. Institute of Design at Stanford. doi: https://doi.org/10.1027/2151-2604/a000142
The Evolution of Design Thinking
  • J Kolko
Kolko, J., (September 2015). The Evolution of Design Thinking. Harvard Business Review. Diakses dari https://hbr.org/2015/09/designthinking-comes-of-age
Design Thinking as a Strategy for Innovation. The European Business Review
  • L Niman
Niman, L. (20 Mei 2019). Design Thinking as a Strategy for Innovation. The European Business Review. Diakses dari https://www.europeanbusinessrevie w.com/design-thinking-as-astrategy-for-innovation/
How Gojek Became Unicorn
  • A H Pratama
Pratama, A. H. (13 Agustus 2016). How Gojek Became Unicorn. Techinasia. Diakses dari https://www.techinasia.com/howgo-jek-became-unicorn