Conference PaperPDF Available

TAYANGAN KEKERASAN DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI REMAJA

Authors:

Abstract

Tulisan ini mencoba memotret proses pembentukan identitas diri pada remaja yang ahir-ahir ini cenderung kehilangan arah, fakta yang dapat dilihat adalah banyaknya kaum muda remaja yang tidak mampu mengidentifikasikan cita-cita masa depannya, perilaku yang cenderung anti sosial, kekerasan antar remaja yang tidak kunjung padam, malah cenderung meluas keberbagai dimensi kehidupan dan menyangkut berbagai aspek. Apa lagi jika diingat bahwa pada masa remaja merupakan masa mereformasi identitas diri, sehingga sangat menghawatirkan jika dikemudian hari para remaja akan tumbuh dan berkembangn menjadi indivdu-individu beridentitas diri kekerasan. Salah satu faktor yang paling patut dicurigai memberikan andil sangat signifikan dalam melahirkan tindakan kekerasan pada remaja adalah tayangan-tangan media massa elektronik (televisi) yang mengandung unsur kekerasan. Pengelaloa siaran televisi di Indonesia nampaknya tidak mendapat kontrol dalam menentukan materi tayangannya agar tidak membawa dampak bagi identitas diri remaja yang cenderung beridentitas kekrasan. Hampir setiap hari ditayangkan oleh berbagai media massa televisi berbagai adegan yang berbau kekerasan. Bahkan acara-acara diskusi yang mestinya menampilkan proses berdiskusi yang santun untuk saling memberi pendapatpun telah beralih menjadi ajang saling memaki dan menyerang pihak lain. Kedepan mestinya para pengelola siaran televisi harus mendapat kontrol dalam menyajikan acara-acara, agar proses pembangunan bangsa ini, khususnya pembentukan identitas diri remaja berjalan dengan baik, ada keterlibatan berbagai pihak. Remaja Indonesia harus ditangani secara holistik, karena manusia memang mahluk yang unik dan kompleks.
ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication.
ResearchGate has not been able to resolve any references for this publication.