ArticlePDF Available

Respon Pemberian “Blok Suplemen” Berbasis Bahan Lokal Terhadap Pertambahan Bobot Sapi Bali

Authors:

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon pemberian blok suplemen berbasis bahan local terhadap pertambahan bobot badan sapi Bali. Untuk itu dilakukan penelitian dengan menggunakan 3 ekor sapi Bali jantan umur 1-1.5 tahun. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin dengan 3 perlakuan dan 3 priode . Perlakuan yang diberikan hádala Ro (hijauan ad limitum ) yang akan dijadikan sebagai control, R1 ( hijauan ad libitum + Lam Blok), dan R2 ( hijauan ad limitum + SAM Blok ). Peubah yang diamati konsumsi bahan kering ransum, pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan ransum. Hasil menunjukkan bahwa pemberian blok suplemen berupa LAM Blok dan SAM Blok dapat meningkatkan bobot badan, dan efisiensi penggunaan ransum tetapi tidak meningkatkan konsumsi ransum. Kata Kunci.; Blok Suplemen , Lumpur sawit dan Serat Sawit
ISSN 1978 - 3000
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol. 5, No. 1. Januari – Juni 2010
65
Respon Pemberian “Blok Suplemen” Berbasis Bahan Lokal
Terhadap Pertambahan Bobot Sapi Bali
Response of Supplementation of Blocks Made of Local Ingredients
On Body Weight of Bali Cattle
Sri Arnita Abutani, Syafrida Rahim, Noverma
Fakultas Peternakan Univ. Jambi, 0741- 582907
ABSTRACT
The aim of this research was to evaluate the response of supplementation of blocks made of local ingredients on
body weight of Bali cattle. There were 3 cattle allocated into three treatments, R0 (ad lib. Forage) as control, R1
(ad lib. Forage + LAM block), and R2 (ad lib. Forage + SAM block) in Latin Square experimental design. LAM
block contains palm sugar, rice bran, corn, palm oil sludge, lime, urea, salt, TSP, Cement, premix, yeast ) and
SAM block consists of palm sugar, rice bran, corn, palm fiber, lime urea, salt, TSP, cement, premix, yeast
.Variables collected were ration dry matter intake (DMI), body weight gain, and ration efficiency. Results
showed that both blocks increased body weight ( 0.2 - 0.45 kg) and the efficiency of ration ( 1.2 – 2.9 ), but the
DMI didn’t change relatively.
Keywords : Supplement Block, Palm Oil Sludge and Palm Fiber
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon pemberian blok suplemen berbasis bahan local terhadap
pertambahan bobot badan sapi Bali. Untuk itu dilakukan penelitian dengan menggunakan 3 ekor sapi Bali
jantan umur 1-1.5 tahun. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin dengan 3 perlakuan
dan 3 priode . Perlakuan yang diberikan hádala Ro (hijauan ad limitum ) yang akan dijadikan sebagai control,
R1 ( hijauan ad libitum + Lam Blok), dan R2 ( hijauan ad limitum + SAM Blok ). Peubah yang diamati konsumsi
bahan kering ransum, pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan ransum. Hasil menunjukkan bahwa
pemberian blok suplemen berupa LAM Blok dan SAM Blok dapat meningkatkan bobot badan, dan efisiensi
penggunaan ransum tetapi tidak meningkatkan konsumsi ransum.
Kata Kunci.; Blok Suplemen , Lumpur sawit dan Serat Sawit
PENDAHULUAN
Pemeliharaan ternak sapi di
masyarakat perdesaan masih bersifat
tradisional. Pemberian pakan hanya
berupa rumput lapangan tanpa adanya
sentuhan teknologi. Kondisi ini
disebabkan karena ketidak tahuan
peternak terhadap inovasi baru dalam
pemeliharaan ternak sapinya. Mereka
lebih cendrung menerapkan sistim
pemeliharaan yang turun temurun. Oleh
karena itu umumnya produktivitas sapi
yang dipelihara tidak mencapai
pertumbuhan yang optimum.
Seiring dengan permasalahan di
atas sebenarnya banyak limbah yang
dapat digunakan untuk ternak sapi antara
lain, limbah perkebunan sawit. Sebagai
provinsi penghasil sawit limbah ini tentu
saja diproduksi secara besar-besaran, dan
ini bisa dijadikan pakan ternak sapi
dengan dijadikan pakan suplemen berupa
blok yang dicampur dengan bahan pakan
ISSN 1978 - 3000
Respon Pemberian “Blok Suplemen”
66
spesifik lokasi. Irsan (1997) menyatakan
bahwa pakan suplemen berbentuk blok
memberikan dampak positif terhadap
pertumbuhan ternak sapi.
Pertumbuhan adalah pertambahan
bobot badan atau ukuran tubuh sesuai
dengan umur sedangkan perubahan
ukuran tubuh serta fungís dari berbagai
bagian tubuh semenjak embrio sampai
mencapai dewasa tubuh. Proses
pertumbuhan dimulai semenjak awal
terjadinya pembuahan yang
menghasilkan embrio hingga pedet lahir
dan dilanjutkan sampai sapi menjadi
dewasa pertumbuhan ini meliput
pertumbuhan sel, organ dan jaringan dari
individu ( Sugeng, 2002). Faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan adalah
makanan, umur, bangsa , jenis kelamin,
bobot lahir, dan lingkungan. Siregar
(2003) menyatakan bahwa pertumbuhan
bobot badan sapi ditentukan oleh faktor
jenis sapi , jenis kelamin , umur , ransum,
atau pakan yang diberikan dan teknik
pengelolaannya. Pertumbuhan secara
umum diketahui dengan pengukuran
kenaikan berat badan yang dengan
mudah dapat dilakukan lewat
penimbangan berulang dalam waktu
tertentu serta dapat dicatat pertambahan
bobot badan perhari, minggu dan bulan
(Murtidjo, 2000)
Pakan adalah sesuatu yang dapat
dimakan dan dicerna baik sebagian
maupun secara keseluruhan dengan idak
mengganggu kesehatan ternak yang
memakannya. Pemberian pakan pada
ternak sapi diberikan acuan 10 % dari
bobot badan dalam sehari serta kosentrat
dapat diberikan sebanyak 2.5-3 % dari
bobot badan sapi (Bandini, 1999).
Pemberian pakan berbentuk blok sebagai
suplemen dapat meningkatkan bobot
badan. Oleh Hatmono dan Hastoro, 1997
dinyatakan konsumsi UMB (urea
molasses Blok ) pada sapi potong dapat
mencapai 350 g/ ekor/ hari dan sekitar 120
g/ekor/hari untuk ternak kecil seperti
kambing dan domba .
Limbah industri pengolahan
kelapa sawit d Indonesia cukup melimpah
tetapi penggunaannya lumpur sawit
masih terbatas. Pengolahan kelapa sawit
menjadi minyak sawit akan menghasilkan
limbah dinataranya berupa bungkil inti
sawit , serat sawit dan lumpur sawit.
Lumpur sawit merupakan larutan
buangan yang dihasilkan selama proses
ekstrasi minyak . Untuk setiap ton hasil
akhir hasil minyak sawit akan dihasilkan
antara 2-3 ton lumpur sawit.. sebagai
komponen terbesar dalam bahan ini
adalah air (95%), padatan (4-5 %) dan sisa
minyak sebesar 0.5-1 %. Limbah ini
biasanya dibuang dan langsung dialirkan
ke sungai sekitar pabrik sehingga
menyebabkan gangguan ekologi. Melihat
adanya padatan dan beberapa zat
makanan yang terkandung di dalamnya,
limbah ini sebenarnya masih dapat
diandalkan potensinya baik sebagai
pupuk maupun campuran pakan ternak
(BPS, 2005), sedangkan serat sawit
pemnfaatannya sebagai pakan ternak sapi
dapat berfungsi sebagai substitusi rumput
gajah sebanyak 50 %, namun bila lebih
dari batas itu akan mengakibatkan selera
makan sapi , kecernaan energi , retensi
nitrogen pakan dan pertumbuhan akan
terganggu.
Pakan suplemen dapat berfungsi
sebagai pakan pemicu pertambahan bobot
badan sapi , juga meningkatkan populasi
mikroba didalam rumen Hal tersebut
akan merangsang ternak sapi untuk
menambah jumlah konsumsi pakan
sehingga akan meningkatkan produksi (
Karta disastra, 1997). Manfaat pemberian
pakan suplemen dari aspek fisiologis
ternak terhindar dari defisiensi vitamin
dan defisiensi mineral,ternak terhindar
dari malnutrisi . respon suplemen yang
menyediakan nutrien untuk
mikroorganisme rumen ditandai oleh
ISSN 1978 - 3000
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol. 5, No. 1. Januari – Juni 2010
67
peningkatan laja pencernaan serat dan
peningkatan proporsi protein mikrobial
pada saat akhir pencernaan.
MATERI DAN METODE
Penelitian ini menggunakan 3 ekor
sapi Bali Jantan berumur 1-1.5 tahun ,
yang dirancang dengan Rancangan Bujur
sangrar Latin, dengan 3 perlakuan dan 3
priode . Perlakuan yang diberikan adalah
Ro (hikauan ad lib ) , R1 ( hijauan ad lib +
LAM Blok) dan R2 ( hijauan ad lib +SAM
Blok). Peubah yang diamati pertambahan
bobot badan, konsumsi ransum dan
efisiensi penggunaan ransum. Seluruh
data yang diperoleh akan diolah dengan
analisis sidik ragam sesuai dengan
rancangan yang digunakan. Bahan
penyusun Blok Suplemen adalah : aren,
dedakl padi , jagung, kapur, urea , TSP,
garam, ragi , premix semen, lumpur sawit
dan serat sawit. Susunan blok sawit yang
digunakan disajikan pada Tabel 1.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil analisa kedua blok suplemen
Tabel 1. Susunan Formula Blok Suplemen ( LAM Blok dan SAM Blok) (%)
No. Bahan Baku Formula I
(LAM BLOK) Bahan Baku Formula II
(SAM BLOK)
1. Gula aren 25 Gula aren 17
2. Dedak Padi 23 Dedal Padi 27
3. Jagung 6 Jagung 10
4. Lumpur Sawit
28
Serat sawit 28
5. Kapur 8 Kapur 8
6. Urea 6 Urea 6
7. garam 1 garam 1
8. TSP 1 TSP 1
9. Semen 1 Semen 1
10. Premix 0.5 Premix 1
11. Ragi 0.5 Ragi 1
Jumlah 100 Jumlah 100
Tabel 2. Hasil Analisis Blok Suplemen LAM Blok dan SAM Blok
No.
Bahan
Makanan
Zat Makanan (%)
BK TDN PK Abu SK LK Beta -
N Ca
1. LAM
BLOK
79.81
69.15
77.15
62.35
18.53
12.17
10.99
10.77
6. 37
11.54
6.66
3.18
37.26
31.49
2.97
0.72
Ket. Analisa Proximat Laboratorium Ilmu dan teknologi pakan Fakultas Peternakan
IPB, (2003)
ISSN 1978 - 3000
Respon Pemberian “Blok Suplemen”
68
LAM blok Dan SAM Blok disajikan pada
Tabel 2. Pada tabel tersebut dapat
dikemukakan bahwa kandungan PK dan
TDN antara kedua Bahan limbah sawit ,
lumpur sawit blok ternyata lebih tinggi
dari serat sawit blok.
Konsumsi Bahan Kering Ransum
Konsumsi bahan kering ransum,
pertambahan bobot badan dan efisiensi
ransum dari masig-masing perlakuan
disajikam pada Tabel 3.
Konsumsi bahan kering ransum
tidak berbeda antar perlakuan, walaupun
ada kecendrungan untuk sapi yang diberi
lumpur sawit blok (LAM Blok)
meningkat. Kondisi ini dimungkinkan
karena pemberian lam blok dan sam blok
pada sapi tersedia setiap saat, sehingga
ternak cendrung lebih sering
mengkonsumsi blok suplemen.
Pada pertambahan bobot badan
sapi sebagai pemberian Lam Blok dan
Sam blok, terlihat juga bahwa perlakuan
yang diberikan pada sapi yakni rumput ad
lib dan Lamb blok (R2) dan SAM Blok
cendrung meningkat dibandingkan
dengan sapi yang diberi hanya rumput
(Ro). Walaupun tidak berbeda
pertambahan bobot badan dari sapi yang
memperoleh Lam Blok (R1) dari data yang
ada terlihat adanya peningkatan PBB
dibandingkan dengan sapi yang
memperoleh Sam Blok (R3). Peningkatan
pertambahan bobot badan pada sapi yang
memperoleh Lamb Blok (R1) di duga
karena kandungan protein pada suplemen
LAM Blok lebih tinggi dibandingkan
dengan suplemen Sam Blok yakni 18.53 %
dan TDN 77.15 %. Tomaszewska et al.
(1993) menyatakan bahwa ada korelasi
antara komposisi protein kasar dengan
pertambahan bobot badan . Ternak yang
mendapat proetein lebih tinggi
mempunyai pertambahan bobot badan
yang lebih tinggi (Parakkasi. 1999). Pakan
suplemen berbentuk blok dapat
memperbaiki kondisi lingkungan rumen
karena suplemen blok dapat menyediakan
zat essensial untuk pertumbuhan mikroba
. Pakan suplemen dapat meningkatkan
populasi mikroba di dalam rumen.
Selanjutnya diduga ragi yang digunakan
dalam lam blok dapat juga merangsang
peningkatan pertambahan bobot badan.
Seperti yang dikemukakan Pathak et al (
2000). Bahwa ragi merupakan sumber
vitamin, enzim dan kofaktor untuk
meningkatkan aktifitas mikroba dalam
rumen.
Efisiensi Penggunaan Ransum
Efisiensi Pengunaan Ransum
terbesar diperoleh dari sapi yang
mendapatkan rumput ad lib + Lam Blok
(R1). Berati lumpur sawit Blok (Lam Blok)
yang diberikan pada sapi lebih dapat
memperbaiki kualitas dari pakan yang
Tabel 3. Rataan Konsumsi Bahan kering Ransum, Pertambahan Bobot Badan
dan Efisiensi Ransum
Peubah
Perlakuan
Ro R1 (LAM) R (SAM)
Konsumsi BK ransum (gr/ekor/hr) 2121.31
a
2493.25
a
2362.33
a
Pertambahan Bobot Badan (gr/ekor/hr) 166.67
a
541.67
b
450.00
b
Efisiensi Penggunaan Ransum 1.16
a
2.97
b
2.59
b
Superskrip berbeda pada kolom yag sama menunjukkan pengaruh sangat nyata (p< 0.01)
ISSN 1978 - 3000
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol. 5, No. 1. Januari – Juni 2010
69
diberikan . Ali dan Noeriyanto (2000)
dalam Setiadi dkk ( 2002) bahwa
perbaikan kualitas pakan akan
meningkatkan efisiensi. Semakin
meningkat angka efisiensi maka semakin
efisien ternak tersebut memanfaatkan
pakan menjadi daging. Selanjutnya
dikemukakan bahwa ternak yang
mendapatkan protein lebih tinggi akan
lebih efisien dalam menggunakan
makanan.
SIMPULAN
Pemberian pakan suplemen Blok
multinutrien dari limbah sawit (lumpur
sawit /Lam Blok dan serat sawit/ Sam
Blok) berbasis bahan pakan local dapat
meningkatkan pertambahan bobot badan
0.3 – 0.4 gram/ekor/hari. Meningkatkan
efisiensi ransum (1.2-2.9)
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. 2005. Kelapa Sawit
. Usaha Budidaya, pemanfaatan
Hasil, dan aspek Pemasaran.
Penebar Swadaya , Jakarta.
Bandini. Y. 1999. Sapi Bali. Penebar
Swadaya. Jakarta.
Hatmono, H., I. Hastoro. 1997. Urea
Molasses Blok. Pakan Suplemen
Ternak Ruminansia. PT Trubus
Agriwidya, Jakarta.
Irsan, R. U. Zaituni, R. Jurnida, R. Yose.
1997. Peningkatan Productivitas
SApi dengan Menggunakan Saka
Blok di Sumatera Barat. Facultas
Peternakan Unov Andalas.
Kartadisastra, H.R., 1997. Tata Laksana
dan Pengolahan Pakan Ternak
Ruminansia. Kanisius.
Yogyakarta.
Murtidjo, A. B. 2000. Beternak Sapi
Potong. Penerbit Kanisius.
Yogyakarta.
Parakkasi, A. 1999. ilmu Nutrisi dan
Makanan Ternak Ruminansia.
Universitas Indonesia Press.
Pathak., N.N., L. C. Chowdhury dan D.N.
Kamra. 2000. Effect Of Dietary
Supplementation UIT Yeast Cell
(saccharomyces , cerevisiae) On
Nutrient Utilizaion and Growth
Response in Cross Breed. Ajas.
Vol. 11 : 268-271.
Setiadi B., M.H. Togotrop dan Muryanto.
2002. Introduksi usa Ternak Sapi
Dalam Sistem Usaha Tani, di
daerah Pasang Surut. Pusat
penelitian dan Pengembangan
peternakan Bogor.
Siregar, S. B. 2003. Penggemukkan Sapi .
Penebar Swadaya, Jakarta.
Sugeng, Y.B. 2002. Sapi Potong. Penebar
Swadaya, Jakarta
.
... Our result was in agreement with Arnita et al., (2010) who stated that nonprotein nitrogenous (NPN) in the formulation of beef cattle feedstuff has a specific limitation. The use of urea which is more than 5% can cause poisoning due to its high nitrogen content (45%). ...
... The energy was defined as the ability or capacity to work in a living organism (AOAC, 1990). Arnita et al., (2010) argued energy was essential for the maintenance of life processes including cellular metabolism, growth, reproduction, and physical activity. Gross energy (GE) was the quantity of heat resulting from the complete oxidation of food, feed, or other substances (Boushy and Poel, 2000). ...
Article
Full-text available
The research evaluated the nutrient content of dried poultry waste urea-molasses block (DPW-UMB). The use of dried poultry waste in the manufacture of the urea-molasses block was as a substitution of urea and could improve the value added in dry season. The treatments used for research were T1 (10% manure of laying chicken and 25% molasses), T2 (15% manure of laying chicken and 30% molasses), and T3 (20% manure of laying chicken and 30% molasses). Chemical analysis: the dried poultry waste were analyzed for dry matter, crude protein, crude fiber, ash, fat, and gross energy. The statically formulation diet composed with Microsoft Excel Ver. 2016. The results showed that the 20% manure layer chicken and 30% molasses T3 were better than T2 and T1 on nutrient content. The study concludes that DPW-UMB T3 are dried poultry waste containing sufficient levels of gross energy, crude protein, crude fiber, ash, and fat it could be used as feedstuff for ruminants for supplementation with the required nutrients.
... Wayne et al. (2003) stated microbial production is high-quality by-pass protein and drastically altered rumen VFA. The result giving additional statement from Arnita et al. (2010) stated rumen microbial growth requires N availability as much as 1.28% N or equivalent with 8% protein. ...
Article
Full-text available
p> The research purpose was to determine nutrient content of dried of poultry waste urea molasses block (DPW-UMB). The research method was used completely randomized design with 3 treatments and 5 replicates. The treatments used for research were T1 (10% manure of laying chicken and 25% molasses), T2 (15% manure of laying chicken and 30% molasses), and T3 (20% manure of laying chicken and 30% molasses). The data analysis was the analysis of variance (anova) and continued by Duncan Multiple Range Test. The results showed that treatments has significantly difference (P<0.01) on dry matter, crude protein, and ash. It could be concluded that dpw-umb contained sufficient levels of nutrients. it could be used as feedstuff for ruminants for supplementation with the required nutrients. </p
... Wayne et al. (2003) stated microbial production is high-quality by-pass protein and drastically altered rumen VFA. The result giving additional statement from Arnita et al. (2010) stated rumen microbial growth requires N availability as much as 1.28% N or equivalent with 8% protein. ...
Article
Full-text available
The research purpose was to determine nutrient content of dried of poultry waste urea molasses block (DPW-UMB). The research method was used completely randomized design with 3 treatments and 5 replicates. The treatments used for research were T1 (10% manure of laying chicken and 25% molasses), T2 (15% manure of laying chicken and 30% molasses), and T3 (20% manure of laying chicken and 30% molasses). The data analysis was the analysis of variance (anova) and continued by Duncan Multiple Range Test. The results showed that treatments has significantly difference (P<0.01) on dry matter, crude protein, and ash. The result of nutrients will stimulate the process of rumination and rumen contractions, which in turn will improve the fermentation process the fiber feed. It could be concluded that DPW-UMB contained sufficient levels of nutrients. It could be used as feedstuff for ruminants for supplementation with the required nutrients. Kata kunci: Manure, DPW-UMB, Urea, Molasses Evaluasi Kandungan Nutrien Kotoran Ayam Kering Molasses Blok (Kamblok) Secara In-Vitro ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan nutrisi dari kotoran ayam kering molasses blok (KAMBLOK) secara in-vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini adalah P1 (10% kotoran ayam kering dan 25% molasses), P2 (15% kotoran ayam kering dan 30% molasses), P3 (20 % kotoran ayam kering dan 30% molasses). Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bahan kering, protein kasar, dan abu. Hasil daripada ini dapat menstimulasi dan meningkatkan proses ruminansi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kamblok dapat digunakan sebagai pakan potensial untuk suplementasi
... Wayne et al. (2003) stated microbial production is high-quality by-pass protein and drastically altered rumen VFA. The result giving additional statement from Arnita et al. (2010) stated rumen microbial growth requires N availability as much as 1.28% N or equivalent with 8% protein. ...
Article
Full-text available
The research purpose was to determine the nutrient content of dried poultry waste molasses block (DPW-UMB). The use of dried poultry waste in the manufacture of the urea-molasses block was as a substitute of urea and could improve the value added in dry season. The treatments used for research were T1 (15% manure layer chicken and 25% molasses), T2 (10% manure layer chicken and 30% molasses), and T3 (20% manure layer chicken and 30% molasses). Chemical analysis: the dried of poultry waste were analyzed for dry matter, crude protein, crude fibre, ash, fat, and gross energy. The statistical formulation diet composed with Microsoft Excel Ver. 2016. The results showed that the 20% manure layer chicken and 30% molasses (T3) were better than T2 and T1 on nutrient content with 92.04% Dry Matter (DM), 13.34% Crude Protein (CP), 13.39% Crude Fiber (CF), 37.16% ash, 3.44% fat, but low in Gross Energy (GE) (2631.63 kcal/kg). It could be concluded that dpw-umb T3 were dried of poultry waste contained sufficient levels of gross energy, crude protein, crude fibre, ash, and fat it could be used as feedstuff for ruminants for supplementation with the required nutrients.
... Many studies showed the benefits of UMMB. Reference [5] found that UMMB can increase body weight between 0.2 and 0.45 kg each day. Feed efficiency increased between 1.2 and 2.9. ...
Article
Full-text available
Urea Mineral Molasses Block is very important for beef cattle, because it can increase beef production. The purpose of this research was to know beef cattle farmers' perception towards Urea Mineral Molasses Block (UMMB). This research was conducted in Gowa Regency, South Sulawesi, Indonesia in 2016. The population of this research were all beef cattle farmers. Sample was chosen through purposive sampling. Data were collected through observation and face to face with deep interview using questionnaire. Variables of perception consisted of relative advantage, compatibility, complexity, observability and triability. There were 10 questions. The answer for each question was scored by 1, 2, 3 which refer to disagree, agree enough, strongly agree. The data were analyzed descriptively using frequency distribution. The research revealed that beef cattle farmers' perception towards UMMB was categorized as strongly agree.
Article
Full-text available
The aim of this research was to detect the presence of nematode worms that infects sacrificial cattle slaughtered duringEid al-Adha 1439 H in East Surabaya. This research used 24 sampels of sacrificial cattle and used digestive tract surgical method. Based on the result of the examination using a microscope with 100x magnification, there are positive samples infected with nematode worms. In caecum cattle consist of Oesophagostomum radiatum and Trichuris spp. In colon cattle consist of Oesophagostomum radiatum.
Conference Paper
Full-text available
The low productivity of beef cattle is primarily due to the low rumen degradability of forage ration. This study aims to determine the level of addition complete supplement in improving rumen degradability to low quality tropical forages. The study was conducted in vitro using beef cattle rumen fluid treated with 4 levels of addtion complete supplement (0, 5,10 and 15% DM) in tropical forage was paspalum conjugatum containing CP 5.41%, NDF 56.47% and lignin 10.86%. Complete supplements are prepared from red sugar, bran, coconut meal, soybean meal, tapioca, urea, salt and mineral, with addition of 10% gambier pulp as source of condensed tannin. The addition of a complete supplement at level 10% significant (P <0.01) increased rumen degradability of dry matter, organic matter, crude fiber and crude protein. The concentration of NH3 in rumen fluid increased significantly (P <0.01) at the supplement level of 10% while the TCA-soluble N increased significantly (P <0.01) at the 5% supplement level. But the pH and total VFA were not significant effect (P> 0.05). Best level of complete supplement addition is 10% DM ration, while at level 15% gives negative tendency effect caused by negative effect of condensed tannin.
Twenty crossbred calves of 88 ± 5.5 kg initial live weight and 3-4 month of age were divided into two groups and fed wheat straw and concentrate to support a 500 g daily gain in body weight. Calves in the experimental group (YC) were given a daily dose of 10 ml yeast cell suspension (YC) containing live cells (5 × 109 cells/ml) of Saccharomyces cerevisiae ITCCF 2094. After a growth study of 122 days metabolism trials were conducted. The calves in the YC group recorded a daily weigt gain of 492 ± 27.8 g as compared to 476 ± 20.1 g in control group. There were no significant differences in feed intake, nutrient digestibility, feed/gain ratio and nitrogen retention between the YC supplemented and control groups.
Kelapa Sawit . Usaha Budidaya, pemanfaatan Hasil, dan aspek Pemasaran. Penebar Swadaya
  • Statistik Badan Pusat
Badan Pusat Statistik. 2005. Kelapa Sawit . Usaha Budidaya, pemanfaatan Hasil, dan aspek Pemasaran. Penebar Swadaya, Jakarta. Bandini. Y. 1999. Sapi Bali. Penebar Swadaya. Jakarta.
Peningkatan Productivitas SApi dengan Menggunakan Saka Blok di Sumatera Barat. Facultas Peternakan Unov Andalas
  • R U Irsan
  • R Zaituni
  • R Jurnida
  • Yose
Irsan, R. U. Zaituni, R. Jurnida, R. Yose. 1997. Peningkatan Productivitas SApi dengan Menggunakan Saka Blok di Sumatera Barat. Facultas Peternakan Unov Andalas.
Tata Laksana dan Pengolahan Pakan Ternak Ruminansia
  • H R Kartadisastra
Kartadisastra, H.R., 1997. Tata Laksana dan Pengolahan Pakan Ternak Ruminansia. Kanisius. Yogyakarta.
Beternak Sapi Potong
  • A B Murtidjo
Murtidjo, A. B. 2000. Beternak Sapi Potong. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia
  • A Parakkasi
Parakkasi, A. 1999. ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. Universitas Indonesia Press.
Introduksi usa Ternak Sapi Dalam Sistem Usaha Tani, di daerah Pasang Surut. Pusat penelitian dan Pengembangan peternakan Bogor
  • B Setiadi
  • M H Togotrop Dan Muryanto
Setiadi B., M.H. Togotrop dan Muryanto. 2002. Introduksi usa Ternak Sapi Dalam Sistem Usaha Tani, di daerah Pasang Surut. Pusat penelitian dan Pengembangan peternakan Bogor.
Penggemukkan Sapi . Penebar Swadaya
  • S B Siregar
Siregar, S. B. 2003. Penggemukkan Sapi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Sapi Potong. Penebar Swadaya
  • Y B Sugeng
Sugeng, Y.B. 2002. Sapi Potong. Penebar Swadaya, Jakarta .