ArticlePDF Available

Rancang Bangun Sistem Informasi Logistik

Authors:
  • University of Trunojoyo Madura

Abstract

The purpose of this study to design a logistics management information system, which is able to overcome the problem of delay in sending information data items. This information system is designed to be easier to manage enterprise data, and makes all job become more effective and efficient. One of the conveniences one would be given through this information system is in search for an information about an item because all the data items will be recorded for inclusion into the database so that the information search an item will be easy and fast. Keywords: Information system, logistic, effective, efficient, database Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi manajemen logistik yang mampu untuk mengatasi permasalahan keterlambatan dalam pengiriman item-item data informasi. Sistem informasi ini dirancang untuk mempermudah manajemen data perusahaan dan menjadikan semua pekerjaan lebih efektif dan efisien. Salah satu kemudahan yang ditawarkan oleh sistem informasi ini ada dalam hal pencarian informasi terkait sebuah item karena semua data item akan disimpan untuk penyertaannya dalam database sehingga pencarian informasi menjadi lebih mudah dan cepat. Keywords: Sistem informasi, logistik, efektif, efisien, database
Rancang Bangun Sistem....(R. Hidayat) 707
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI LOGISTIK
Rachmad Hidayat1
1Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Trunojoyo Madura
Email: hidayat.utm@gmail.com
Abstract
The purpose of this study to design a logistics management information system, which is
able to overcome the problem of delay in sending information data items. This information
system is designed to be easier to manage enterprise data, and makes all job become more
effective and efficient. One of the conveniences one would be given through this information
system is in search for an information about an item because all the data items will be
recorded for inclusion into the database so that the information search an item will be easy
and fast.
Keywords: Information system, logistic, effective, efficient, database
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi manajemen logistik yang
mampu untuk mengatasi permasalahan keterlambatan dalam pengiriman item-item data
informasi. Sistem informasi ini dirancang untuk mempermudah manajemen data perusahaan
dan menjadikan semua pekerjaan lebih efektif dan efisien. Salah satu kemudahan yang
ditawarkan oleh sistem informasi ini ada dalam hal pencarian informasi terkait sebuah item
karena semua data item akan disimpan untuk penyertaannya dalam database sehingga
pencarian informasi menjadi lebih mudah dan cepat.
Keywords: Sistem informasi, logistik, efektif, efisien, database
1. PENDAHULUAN
Sistem Informasi Manajemen Logistik
merupakan sistem pengelolaan persediaan
barang habis pakai yang dapat memberikan
kemudahan dalam pengelola data dan
informasi logistik, menyediakan data logistik
yang akurat untuk keperluan perencanaan
kebutuhan barang, analisa kebutuhan dan
distribusi, Membantu kelancaran pekerjaan
di bidang logistik, terutama dalam
pembuatan laporan kebutuhan, distribusi
barang. Keakuratan informasi sangatlah
dibutuhkan, terutama informasi mengenai
harga jual, harga pokok penjualan dan sisa
persediaan dalam sistem informasi
manajemen karena keakuratan informasi-
informasi tersebut mempengaruhi hubungan
perusahaan terhadap pihak-pihak yang
bersangkutan serta sistem informasi
manajemen pada perusahaan itu sendiri [1].
Fitur Sistem Informasi Manajemen
Logistik biasanya adalah (1) Remainder/
Notifikasi. Sistem ini dikembangkan sebagai
alat bantu pengelola untuk mendapatkan
informasi mengenai apa yang harus diproses
agar proses administrasinya tidak
mengalami keterlambatan. Informasi yang di
tampilkan antara lain: (a) Jumlah Barang
Masuk Berdasarkan Kelompok Barang. (b)
Jumlah Barang Keluar Berdasarkan
Kelompok Barang. (c) Stok Barang
Berdasarkan Kelompok Barang. (d) Jumlah
Ajuan Barang. (2) Dashboard. Sistem
informasi eksekutif yang menjadi kebutuhan
pengambil kebijakan atau pegawai yang
berkompeten terhadap permasalahan
logistik, dapat dijadikan dalam tampilan
dashboard yang berisi tampilan informasi
dalam bentuk grafik dengan parameter-
parameternya sehingga mudah untuk
dimengerti. Fitur dashboard dikembangkan
untuk Sistem Informasi Manajemen Logistik
ini antara lain menampilkan : (a) Monitoring
Stok Barang, (b) Monitoring Barang Masuk
dan (c) Monitoring Barang Keluar [2].
Informasi dapat diibaratkan sebagai
darah yang mengalir di dalam tubuh
manusia, seperti halnya informasi di dalam
sebuah perusahaan yang sangat penting
untuk mendukung kelangsungan
perkembangannya, sehingga terdapat alasan
bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi
sebuah perusahaan. Akibat bila kurang
708 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:707-724
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
mendapatkan informasi, dalam waktu
tertentu perusahaan akan mengalami
ketidakmampuan mengontrol sumber daya,
sehingga dalam mengambil keputusan-
keputusan strategis sangat terganggu, yang
pada akhirnya akan mengalami kekalahan
dalam bersaing dengan lingkungan
pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi
yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja
dengan baik [3].
Masalah utamanya adalah bahwa sistem
informasi tersebut terlalu banyak informasi
yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem
terlalu banyak data). Memahami konsep
dasar informasi adalah sangat penting (vital)
dalam mendesain sebuah sistem informasi
yang efektif (effective business system).
Menyiapkan langkah atau metode dalam
menyediakan informasi yang berkualitas
adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-
transaksi yang harus diolah agar bisa
menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar
gaji harus disiapkan, penjualan dan
pembayaran atas perkiraan harus
dibutuhkan semua ini dan hal-hal lainnya
adalah kegiatan pengolahan data dan harus
dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang
mengikuti suatu prosedur standar tertentu.
Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas
pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah
sistem informasi menajemen melkasanakan
pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar
sistem pengolahan data. Adalah sistem
pengolahan informasi yang menerapkan
kemampuan komputer untuk menyajikan
informasi bagi manajemen dan bagi
pengambilan keputusan.
2. TINJAUAN PUSTAKA
Suatu sistem suatu jaringan kerja dari
prosedur-prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama-sama untuk melakukan
suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan
suatu sasaran yang tertentu. Sistem adalah
kumpulan dari elemen-elemen yang
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan
tertentu. Sistem dapat terdiri dari beberapa
subsistem yang saling berinteraksi satu
sama lainnya dan saling berhubungan
membentuk satu kesatuan sehingga tujuan
atau sasaran dapat tercapai. Sistem adalah
kumpulan dari beberapa elemen-elemen
yang berinteraksi untuk mencapai suatu
tujuan tertentu [4].
Suatu sistem mempunyai karakteristik
atau sipfat-sifat yang tertentu, yaitu (1)
Komponen Sistem. Suatu system yang
terdiri dari sejumlah komponen-komponen
yang saling berinteraksi, yang artinya saling
bekerja sama membentuk suatu kesatuan
komponen-komponen sistem atau elemen
sistem mempunyai sifat-sifat dari sistem itu
sendiri yang akan menjalankan fungsi
tertentu dan akan pula mempengaruhi
proses sistem secara keseluruhan. (2) Batas
Sistem. Batas sistem merupakan batas
daerah yang membatasi sistem dengan
sistem atau lingkungan luar sistem lainnya.
(3) Lingkungan Luar Sistem. Lingkungan
luar sistem merupakan batas dari system
yang mempengaruhi operasi system. (4)
Penghubung Sistem. Penghubung sistem
atau Interface merupakan media
penghubung antar subsistem-subsistem
dengan sistem lainnya. Dengan penghubung
suatu sistem dapat berinteraksi dengan
subsistem lainnya untuk membentuk suatu
kesatuan.
(5) Masukan Sistem. Masukan sistem
adalah data yang dimasukan untuk diproses
yang akhirnya berguna bagi pemakaiannya.
Masukan dapat berupa masukan perawatan
(maintenance input). (6) Keluaran Sistem.
Keluaran (output) system merupakan hasil
dari data yang telah diproses. (7) Pengolah
Sistem. Pengolah sistem merupakan alat
pemrosesan dari suatu masukan (inputan)
yangberupa data sehingga menghasilkan
suatu keluaran (output). (8) Sasaran
Sistem. Suatu sistem pasti mempunyai
tujuan (goal) atau sasaran (objective).
Kaluau suatu sistem tidak mempunyai
sasaran, maka operasi tidak akan ada
gunannya. Sasaran dari sistem sangata
menentukan sekali masukan yang
dihubungkan sistem dan keluaran yang akan
dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan
berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan.
[5].
Suatu proses pengolahan data terdiri dari
3 tahap dasar yang disebut dengan diagram
pengolahan data yaitu, Input, Processing,
Output seperti pada gambar 1.
Gambar 1. Diagram Pengolahan
Input merupakan komponen bergerak
dimana sistem itu dioperasikan output
adalah hasil operasi yang merupakan
aktifitas yang dapat mentranformasikan
input menjadi output. Tiga tahap desain dari
diagram pengolahan data tersebut dapat
dikembangkan lebih lanjut sebagai alat
pengembang proses pengolahan data
tersebut mempunyai empat tahap proses
[6].
Rancang Bangun Sistem....(R. Hidayat) 709
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
Sistem Informasi Manajemen merupakan
sebuah bidang yang mulai berkembang
sejak tahun 1960an. Walaupun tidak
terdapat konsensus tunggal, secara umum
Sistem Informasi Manajemen didefinisikan
sebagai sistem yang menyediakan informasi
yang digunakan untuk mendukung operasi,
manajemen, serta pengambilan keputusan
sebuah organisasi. Sistem Informasi
Manajemen menggambarkan suatu unit atau
badan yang khusus bertugas untuk
mengumpulkan berita dan memprosesnya
menjadi informasi untuk keperluan
manajerial organisasi dengan memakai
prinsip sistem. Dikatakan memakai prinsip
sistem karena berita yang tersebar dalam
berbagai bentuk dikumpulkan, disimpan
serta diolah dan diproses oleh satu badan
yang kemudian dirumuskan menjadi suatu
informasi [7].
Sistem informasi manajeman
digambarkan sebagai sebuah bangunan
piramida dimana lapisan dasarnya terdiri
dari informasi, penjelasan transaksi,
penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan
berikutnya terdiri dari sumber-sumber
informasi dalam mendukung operasi
manajemen sehari-hari. Lapisan keriga
terdiri dair sumber daya sistem informasi
untuk membantu perencanaan taktis dan
pengambilan keputusan untuk pengendalian
manajemen. Lapisan puncak terdiri dari
sumber daya informasi utnuk mendukung
perencanaan dan perumusan kebijakan oleh
tingkat manajemen. Definisi sebuah sistem
informasi manajemen, istilah yang umum
dikenal orang adalah sebuah sistem
manusia/mesin yang terpadu (intregeted)
untuk menyajikan informasi guna
mendukung fungsi operasi, manajemen, dan
pengambilan keputusan dalam sebuah
organisasi. Sistem ini menggunakan
perangkat keras (hardware) dan perangkat
lunak (software) komputer, prosedur
pedoman, model manajemen, keputusan,
dan sebuah data base [8].
3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Peramalan Dalam Sistem
Penjabaran tentang metode peramalan
dalam system ini. Peramalan menggunakan
metode single moving average merupakan
indikator yang paling sering digunakan dan
paling standar. Jika di Indonesiakan artinya
kira-kira adalah rata-rata bergerak. Moving
average sendiri memiliki aplikasi
(1)
Selain itu juga disertakan rumus
perhitungan error atau kesalahan dalam
peramalan. Berikut rumus menghitung
kesalahan dalam ramalan.

 (2)
dimana: Xi adalah data periode ke i
Fi adalah ramalan periodeke t
Mean Absolute Error adalah rata rata
absolute dari kesalahan meramal, tanpa
mengiraukan tanda positif atau negatif.
(2)
Mean Squared Error adalah rata-rata
kesalahan meramal dikuadratkan.
(3)
Nilai dari peramalan 4 bulanan digunakan
sebagai permintaan pada economic order
quantity (EOQ). Perhitungan persediaan
barang menggunkan metode economic order
quantity. Model ini memiliki parameter yang
dipakai:
(4)
Dimana:
R = Permintaan satu periode (unit )
C = Biaya pemesanan satu kali pesan
H = Biaya penyimpanan perunti dalam satu
periode
Pemodelan EOQ bertujuan untuk
meminimalkan jumlah pesanan yang
disesuaikan dengan jumlah permintaan per
periode, kemudian dilanjutkan ke titik
pemesanan kembali. Pemesanan kembali
(Reorder Point) harus dilakukan agar barang
yang dipesan dapat datang tepat pada
waktunya.
Reorder Point (B) ditentukan berdasarkan
3 variabel, yaitu tenggang waktu antara
pemesanan dengan saat barang datang yang
disebut lead Time (L), permintaan satu
periode (R) dan banyaknya periode lead
time dalam periode permintaan (N).
(5)
Setelah menentukan economic order
quantity dan reorder point, dilanjutkan
= +1++(+1)
  = 
=
 = 2
=
= 2
= 
710 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:707-724
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
dengan perhitungan safety stock. Untuk
menentukan safety stock dapat dipakai cara
yang lebih mudah yaitu dengan
menggunakan metode perbedaan pemakaian
maksimum dan rata rata. Metode ini
dilakukan dengan menghitung selisih antara
pemakainan maksimum dan pemakaian rata
rata dalam jangka waktu tertentu
(misalnya perbulan) kemudian selisih
tersebut dikalikan dengan lead time.


3.2 Use Case Diagram
Diagram use case menyajikan interaksi
antara use case dan aktor, dimana aktor
dapat berupa orang, peralatan, atau sistem
lain yang berinteraksi dengan sistem yang
sedang dibangun. Use case diagram
merupakan penjelasan sistem jika dilihat
menurut pandangan orang yang berada
diluar sistem (aktor). Diagram ini
menunjukkan fungsionalitas suatu sistem
atau kelas dan bagaimana system
berinteraksi dengan dunia luar. Use case
diagram dapat digunakan selama proses
analisis untuk menangkap requirements
sistem dan untuk memahami bagaimana
sistem seharusnya bekerja. Use case
diagram disajikan seperti gambar 2.
Gambar 2. Diagram use case
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis Sistem
Analisa sistem merupakan penguraian
dari suatu sistem informasi yang utuh ke
dalam bagian-bagian komponennya dengan
maksud untuk mengidentifikasikan dan
mengevaluasi permasalahan, kesempatan,
hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang
diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikan. Perancangan proses aplikasi
dilakukan dengan mengecek terlebih dahulu
data yang telah diinputkan dengan
menganalisa data kemudian data diproses
Rancang Bangun Sistem....(R. Hidayat) 711
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
untuk menghasilkan outputan atau hasil
laporan sesuai dengan yang diingankan.
Dalam sistem yang dibuat inputan data
berupa data informasi barang yang
diperlukan sistem, diantaranya, data barang,
dan segala sesuatau yang berhubungan
dengan sistem. Setelah pengimputan data
informasi barang, data tersebut diproses
oleh sistem. Proses disini meluputi
memasukkan data ke database dan oleh
sistem akan diproses tergantung keinginan
user. Sedangkan output dari sistem tersebut
berupa laporan yang nantinya akan mejadi
pertimbangan perusahaan untuk
memutuskan tindakan yang diambil
kedapan.
Kebutuhan data dalam Sistem Informasi
yang akan dibuat diperlukan antara lain: (1).
Data Barang. Data-data yang dibutuhkan
dalam barang adalah Nomer Id barang,
nama barang, harga jual, harga beli, stock
barang. (2). Data Master Supplier. Data
yang dibutuhkan adalah ID suplier, nama
nama suplier, alamat, telpon. (3). Data
Komsumen. Data yang dibutuhkan adalah
Nomer Faktur, Tgl Faktur, nama, alamat,
telpon, batal, tanggal batal. (4). Data Stock
Barang. Data yang dibutuhkan adalah
jumlah barang yang tersedia.
4.2 Design Sistem
Berdasarkan diagram use case, secara
umum aplikasi sistem informasi managemen
ini mempunyai menu akses login bagi tiap-
tiap user yang menampilkan beberapa menu
pilihan yaitu:
Admin
Setelah sukses login, admin dapat
melakukan beberapa hal sebagai berikut :
- Add, update, delete Data Barang
- Add, update, delete Data Supplier
- Add, update, delete Data Peramalan
- Add, update, delete Data EOQ
- Add, update, delete Data Stock
- Add, update, delete Data Pembelian
- Add, update, delete Data Penjualan
Manager
Setelah sukses login, Mananager dapat
melakukan beberapa hal sebagai berikut :
- Add, update, delete Data Barang
- Add, update, delete Data Supplier
- Add, update, delete Data Peramalan
- Add, update, delete Data EOQ
- Add, update, delete Data Stock
- Add, update, delete Data Pembelian
- Add, update, delete Data Penjualan
- Add, update, delete Username
- Cetak Grafik Penjualan
- Cetak Grafik Pembelian
- Cetak Laporan Peramalan
- Cetak Laporan EOQ
- Cetak Laporan Stock
- Cetak Laporan Pembelian
- Cetak Laporan Penjualan
4.3 Pemodelan Sistem
Pemodelan dilakukan dengan activity
diagram yaitu memodelkan alur kerja
(workflow) sebuah proses bisnis dan urutan
aktivitas dalam suatu proses. Diagram ini
sangat mirip dengan sebuah flowchart
karena kita dapat memodelkan sebuah alur
kerja dari satu aktifias ke aktifitas lainnya
atau dari satu aktifitas kedalam keadaan
sesaat (state).
Admin login, jika sukses admin dapat
mengakses halaman admin, jika gagal admin
harus login ulang. Demikian seterusnya
Activity Diagram dilakukan pada Input Data
Barang. Admin memasukkan data barang
pada tabel Data barang. Input Data Kondisi
Persediaan Barang. Admin memasukkan
data barang pada tabel data kondisi
persediaan Barang. Input Data Stock History
Barang. Admin dapat memeriksa stok
barang dari mulai masuknya barang, keluar
barang sampai sisa persediaan barang yang
ada. Input Data Supplier. Admin
memasukkan data barang pada tabel Data
Supplier. Activity Diagram Input Data Detail
Pembelian. Admin memasukkan data barang
pada tabel Data Detil Pembelian. Input Data
Detil Penjualan. Admin memasukkan data
barang pada tabel Data Detil Penjualan.
Mencetak Laporan Pembelian. Manager
dapat mencetak laporan Pembelian untuk
mengatahui transaksi yang telah terjadi.
Mencetak Laporan Penjualan. Manager dapat
mencetak laporan Penjualan untuk
mengatahui transaksi yang telah terjadi.
Mencetak Laporan Persediaan EOQ. Manager
dapat mencetak laporan EOQ barang.
Mencetak Laporan Peramalan. Manager
dapat mencetak laporan dari hasil
peramalan.
4.4 Rancangan Database
Membangun sebuah aplikasi desktop
khususnya aplikasi desktop yang dinamis
salah satu hal yang paling penting untuk
mendukungnya adalah keberadaan sebuah .
informasi manajemen program barang
logistik ini telah mempunyai rancangan
database tabel Barang berisi data-data
barang. Data base data ramaalan dan hasil
ramalan. Tabel Kondisi Persediaan berisi
data kondisi barang. Tabel Kota berisi data
nama kota. Tabel Stock History berisi data-
data history stock barang. Tabel Detil
Pembelian berisi data-data detil pembelian
barang. Tabel Pembelian berisi data-data
pembelian barang. Tabel EOQ (Economic
712 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:707-724
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
Order Quantity) berisi data-data pemesanan
barang. Tabel Supplier berisi data-data
supplier barang. Tabel Detil Penjualan berisi
data-data detil penjualan barang. Tabel
Penjualan berisi data-data penjualan barang.
Tabel Stock barang berisi data-data jumlah
persediaan barang, Tabel pengguna berisi
data-data yang bisa menggunakan aplikasi
ini karena aplikasi ini dilengkapi dengan
login yang disesuaikan level user. Semua
data base diisi oleh admint.
4.5 Implementasi Sistem
Implementasi sistem ini berisi tampilan-
tampilan menu yang terdapat pada sistem
informasi peningkatan performa hardware.
Spesifikasi perangkat keras yang kami
gunakan untuk membuat sistem sebagai
implementasi program adalah Pentium IV
1,6 GHz; DDRAM 256 MB; HARDISK 40 GB;
VGA CARD dan SOUND CARD, Keyboard,
Mouse, Stavolt, Speaker. Untuk perangkat
lunak yang digunakan dalam membangun
sistem ini adalah Microsoft SQL Server 2005
sebagai Server, Database; Bahasa
pemrograman Microsoft Visual, Studio 2005.
Halaman awal ini merupakan tampilan
awal dari sistem yang menghubungkan
semua user ke menu-menu selanjutnya.
Pada halaman ini terdapat beberapa menu
yaitu: (1) Menu Master yang terdiri dari
Master Barang dan Master Supplier. (2)
Menu Transaksi yang terdiri dari Pembelian,
Penjualan, Peramalan, EOQ (Economic Oder
Quantity) dan Stock. (3) Menu Laporan
terdiri dari Laporan Pembelian, Laporan
Penjualan, Laporan Permalan dan Persediaan
EOQ. (4) Menu Grafik yaitu Grafik Penjualan
dan Grafik Pembelian. (5) Menu System
yaitu Username dan About. (6) Menu Login,
Loguot dan Exit.
Form login adalah login yang harus
dilakukan admin dan manager untuk
memasuki halaman seperti gambar 3.
Gambar 3. Form login
Form Master Barang adalah berisi
pengimputan data informasi barang yang
mengelompokakan barang berdasarkan
groupnya. Pengisian data dilakukan oleh
admin, seperti gambar 4.
Rancang Bangun Sistem....(R. Hidayat) 713
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
Gambar 4. Form Master Barang
Form Master Supplier adalah pengimputan
data Infromasi supplier atau penyedia
barang yang dilakukan oleh admin, seperti
Gambar 5.
Gambar 5. Form Master Supplier
Form peramalan barang adalah prediksi
atau peritungan suatu barang dalam kurun
waktu satu tahun, seperti Gambar 6.
714 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:707-724
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
Gambar 6. Form Peramalan Barang
Form Pembelian adalah pengimputan data
transaksi pembelian yang dilakukan oleh
admin, seperti Gambar 6 seperti Gambar 7.
Gambar 7. Form Pembelian Barang
From Penjualan adalah pengimputan data
transaksi penjualan yang dilakuan oleh
admin, seperti Gambar 8.
Rancang Bangun Sistem....(R. Hidayat) 715
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
Gambar 8. Form Penjualan Barang
Form EOQ adalah pengimputan data
pemesanna barang yang dilakukan admin.
EOQ ini berfungsi untuk memperhitungkan
kebutuhan barang yang diperlukan dalam
pemesanan, seperti gambar 9.
Gambar 9. Form EOQ
Form Stock adalah pengimputan data stock
barang yang dilakukan oleh admin, seperti
gambar 10.
716 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:707-724
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
Gambar 10. Form Stock Barang
Form pembelian barang adalah grafik
mengenai data pembelian dalam satu tahun.
Form pembelian barang seperti gambar 11.
Gambar 11. Form Pembelian Barang
Form penjualan barang adalah form
laporan ini berisi mengenai laporan
Penjualan barang, seperti gambar 12.
Rancang Bangun Sistem....(R. Hidayat) 717
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
Gambar 12. Form Penjualan Barang
Laporan Pembelian adalah laporan yang
berisi mengenai laporan penjualan barang,
seperti gambar 13.
Gambar 13. Form laporan pembelian
Laporan Penjualan adalah Laporan yang
berisi mengenai laporan penjualan barang.
seperti gambar 14.
718 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:707-724
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
Gambar 14. Form Laporan Penjualan
Laporan Peramalan adalah laporan yang
berisi mengenai laporan data-data hasil
peramalan yang datanya dimasukkan oleh
admin, seperti gambar 15. Ramalan di sini
dimaksudkan untuk memperkirakan
permintaan dimasa yang akan datang
berdasarkan data penjualan masa lampau
yang dianalisis dengan cara tertentu. Data
peramalan masa lampau dapat memberikan
pola pergerakan atau pertumbuhan
permintaan pasar. Dalam peramalan,
perubahan-perubahan penjualan selalu
diketahui dan dimonitor. Sebab-sebab yang
menimbulkan perubahan volume penjualan
biasanya merupakan hal yang sangat
kompleks dan dibutuhkan analisis yang lebih
dalam.
Gambar 15. Form Laporan Peramalan
Laporan Peramalan EOQ adalah laporan
yang berisi mengenai laporan Peramalan
EOQ. Gambar 16 adalah EOQ (Economic
Order Quantity) berisi data-data pemesanan
Rancang Bangun Sistem....(R. Hidayat) 719
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
barang yang datanya dimasukkan oleh
admin.
Gambar 16. Form Laporan Peramalan EOQ
4.6. Pengukuran kesuksesan sistem
Pengujian sistem adalah proses
eksekusi suatu program dengan maksud
menemukan kesalahan. Proses ini
merupakan elemen kritis dari jaminan
kualitas sistem dan merepresentasikan
spesifikasi, desain dan pengkodean. Pada
pengujian sistem ini digunakan jenis
pendekatan Black Box yaitu Pengujian yang
digunakan untuk menguji fungsi-fungsi
khusus dari perangkat lunak yang dirancang.
Pada teknik ini, kebenaran perangkat lunak
yang diuji hanya dilihat berdasarkan
keluaran yang dihasilkan dari data atau
kondisi masukan yang diberikan untuk
fungsi yang ada tanpa melihat bagaimana
proses untuk mendapatkan keluaran
tersebut. Dari keluaran yang dihasilkan,
kemampuan program dalam memenuhi
kebutuhan pemakai dapat diukur sekaligus
dapat diiketahui kesalahan-kesalahannya.
Hasil pengujian menggunakan pendekatan
black box seperti Tabel 1.
720 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:707-724
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
Tabel 1. Pengujian Sistem dengan Pendekatan Black Box
No.
Jenis
pengujian
Deskripsi
Hasil Pengujian
1.
Fungsi
Pencarian dokumen terkait.
.
Dapat melakukan akses dokumen terkait berupa
sejarah dan lampiran.
Penggunaan modus Boolean OR
Penggunaan modus Boolean OR telah berfungsi
dengan baik.
Penggunaan modus Boolean AND
Penggunaan modus Boolean AND telah berfungsi
dengan baik
Pencarian berdasarkan 1 kata kunci
Hasil pencarian telah sesuai dengan kata kunci
yang dimasukkan
Pencarian berdasarkan lebih dari 1 kata
kunci
Pencarian l ebih dari 1 kata kunci telah berfungsi
dengan baik dan menampilkan hasl yang sesuai.
Pencarian sederhana
Pencarian sederhana dapat melakukan pencarian
sesuai dengan kata kunci yang dii nputkan.
Menampilkan dokumen dengan tipe PDF
Dapat menampilkan dokumen tipe PDF dengan
tampilan yang lengkap dan format yang sesuai
dengan dokumen asli
Menampilkan dokumen dengan tipe HTML
Dapat menampilkan dokumen tipe HTML dengan
tampilan yang lengkap dan format yang ses uai
dengan dokumen asli
Menampilkan dokumen dengan tipe
Microsoft Office
Dapat menampilkan dokumen Microsoft Office
dengan tampilan yang lengkap dan format yang
sesuai dengan dokumen asli
Pembuatan tipe dokumen
Pembuatan tipe dokumen dapat dilakukan dengan
mudah dan cepat.
Pembuatan atribut
Pembuatan atribut dapat berfungsi dengan baik.
Pembuatan segmen atau kelompok
Pembuatan segmen atau kelompok dapat
dilakukan dengan baik serta dapat menampung
dokumen yang sesuai criteria segmen.
Pengelompokkan dokumen ke dalam
segmen.
Dokumen dapat ditampung dalam segmen yang
disesuaikan dengan atribut yang dimili ki dokumen.
2.
Antarmuka
Antar muka login
Antarmuka login sudah dapat menampil kan kol om
isian nama pengguna dan password
Antar muka pencarian dokumen
Antarmuka pencarian dokumen yang tidak terlalu
banyak menampilkan kolom, memudahkan
pengguna dalam melakukan pencarian dokumen.
Antar muka entri data
Halaman entri data sudah menampilkan seluruh
kolom pengisian secara lengkap dan menampilkan
menu tambahan dalam bentuk tombol yang akan
dibuka jika dibutuhkan.
Antar muka viewer
Tampilan viewer berupa segmen-segmen yang
sederhana sehingga mudah dipahami oleh
pengguna, termasuk keterangan segmen y ang
selalu tertera di bagian atas halaman.
Antar muka administrator aplikasi
Halaman administrator aplikasi menampilkan
menu berupa tombol-tombol sehingga
menyederhanakan tampilan.
Antar muka administrator pengguna
Halaman administrator pengguna menampilkan
menu berupa tombol-tombol sehingga
menyederhanakan tampilan.
3.
Struktur
data/
pengaksesan
basis data
Struktur data / pengaksesan basis data
Pengaksesan basis data sudah sesuai dengan
fungsi yang sedang dijalankan
4.
Inisialisasi
dan
akhir
program
Inisialisasi dan akhir program
Untuk setiap jenis user, tahap inisialisasi dan akhir
program sudah sama yaitu Login dan Logout
5.
Performasi
Mengukur performasi sistem dalam
kurun waktu tertentu
Penggunaan system secara terus menerus dalam
kurun waktu 1 minggu tidak mengubah
fungsionalitas sistem dan konsistensi basis data.
Rancang Bangun Sistem....(R. Hidayat) 721
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
Setelah melakukan implementasi sistem
dan melakukan bebagai perbaikan, maka
bisa diukur tingkat keberhasilan sistem.
Berikut ini beberapa pengukuran kesuksesan
sistem pada tahap implementasi.
Tabel 2. Kriteria Kesuksesan Sistem
Kriteria Kesuksesan Sistem
Nilai
1. Keterlibatan pemakai
19
2. Dukungan manajemen eksekutif
16
3. Kebutuhan yg jelas
15
4. Perencanaan yg sesuai
11
5. Harapan yg realistis
10
6. Visi & sasaan ygjelas
3
7. Kerja keras
26
TOTAL
100
Setelah memberi nilai pada seluruh kriteria
kesuksesan sistem, dilakukan persentasi
pada setiap kriteria tersebut.
Tabel 3. Persentasi Kriteria Kesuksesan Sistem
Kriteria Kesuksesan Sistem
Persentasi
1. Keterlibatan pemakai
15.9%
2. Dukungan manajemen eksekutif
13,9%
3. Kebutuhan yg jelas
13,0%
4. Perencanaan yg sesuai
9,6%
5. Harapan yg realistis
8,2%
6. Visi & sasaan ygjelas
2,9%
7. Kerja keras
2,4%
Lainnya
13,9%
Selain kriteria kesuksesan, faktor tantangan
sistem juga menentukan tingkat kesuksesan
sistem. Berikut ini adalah persentasi faktor
tantangan yang muncul pada proses
pengembangan sistem.
Tabel 4. Persentasi Faktor Tantangan Sistem
Faktor Tantangan Sistem
Prosentase
1. Tidak ada masukkan dari pemakai
12,8
2. Kebutuhan & spesifikasi tg tdk sempurna
12,3
3. Mengubah kebutuhan dan spesifikasi
11,8
4. Tidak ada dukungan manajemen eksekutif
7,5
5. Ketidakmampuan teknologi
7,0
6. Tidak ada sumber daya
4
7. Harapan yg tdk realistis
5,9
8. Sasaran tdk jelas
3
9. Batasan waktu tdk realistis
3
10. Teknologi baru 3.7%
3,7
Lainnya 23.0%
23
Selain tantangan yang muncul pada proses
pengembangan sistem, terdapat factor yang
sifatnya menghalangi atau memperlambat
kegiatan. Berikut ini persentasi faktor
penghalang.
722 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:707-724
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
Tabel 5. Persentasi Faktor Penghalang Kesuksesan Sistem
Faktor Penghalang Kesuksesan Sistem
%Persentasi
1. Kebutuhan tdk lengkap
13,1%
2. Tidak ada masukan/ keterlibatan pemakai
12,4%
3. Tidak ada sumber daya
10,6%
4. Harapan yg tdk realistis
9,9%
5. Tidak ada dukungan manajemen eksekutif
9,3%
6. Perubahan kebutuhan dan spesifikasi
8,7%
7. Tidak ada perencanaan
8,1%
Lainnya
9,9%
Dari proses persentasi faktor kesuksesan,
tantangan dan penghalang disimpulkan
bahwa kebutuhan pengguna menjadi faktor
penting dalam kesuksesan sistem. Proses
pengembangan sistem dirancang dari
kebutuhan pengguna yang mengalami
kesulitan dalam menggunakan sistem yang
berjalan saat ini.
4.7. Analisis Cost-Benefit
Efektifitas penggunaan sistem informasi
manajemen secara umum memang sangat
sulit diidentifikasi, hal ini dikarenakan
pengembangan sistem informasi manajemen
yang biasanya menyita banyak investasi
perusahaan ternyata tidak bisa memberikan
kepastian pengembalian hasil yang nyata
secara ekonomis. Kenyataan ini
menyebabkan kebingungan para pengambil
keputusan strategis perusahaan dalam
mencari alat analisis yang dapat mendukung
dalam memutuskan untuk membeli atau
mengembangkan sistem informasi
perusahaan untuk mendukung efektifitas
kinerja operasional sehari-hari perusahaan.
Secara umum memang sulit untuk
mengukur secara ekonomis tingkat
pengembalian hasil dari suatu investasi
pengembangan sistem informasi
manajemen, karena sulitnya mengukur nilai
keuntungan ekonomis yang dihasilkan dari
sebuah sistem informasi manajemen karena
yang dihasilkan lebih berupa peningkatan
kinerja operasional perusahaan yang
sifatnya intangible. Sebenarnya sudah ada
metode pengukuran yang dapat dipakai
untuk mengantisipasi permasalahan
tersebut. Namun diyakini bahwa metode
tersebut masih belum bisa memberikan
peertimbangan penilaian yang akurat atas
tingkat kelayakan secara ekonomis
pengembangan suatu sistem informasi
manajemen yang lebih dikarenakan
kesulitan dalam mengkonversikan
peningkatan kinerja operasional perusahaan
dalam satuan nilai ekonomis (moneter) yang
nyata.
Metode tersebut adalah Cost & Benefits
Analysis’ dimana dalam penilaian tersebut
terlebih dahulu kita harus dapat
mengidentifikasi dan mengkonversikan
komponen-komponen penilaian yaitu biaya-
biaya dan manfaat-manfaat yang dihasilkan
oleh proyek sistem informasi tersebut
kedalam nilai ekonomis atau moneter.
Berikut ini adalah disajikan data dan hasil
perhitungan menggunakan alat ukur analisis
finansial.
Tabel 6. Komponen Biaya Dalam jutaan rupiah
Komponen Penilaian
Tahun 0
Rp.
Tahun `1
Rp.
Procurement Cost
13,1
0,0
Start Up Cost
2,0
0,0
Project Related Cost
9,0
0,0
Ongoing Cost
0,0
116,1
TOTAL COST
24,1
116,1
Tangible benefits
0,0
24,362
Intangible Benefits
0,0
124,106
TOTAL BENEFITS
0,0
148,469
SELISIH
24,1
32,369
Komponen biaya untuk procurement
cost adalah biaya konsultasi pengadaan dan
biaya fasilitas hardware berturut-turut
adalah 5 juta, 7 juta dan 1.1 juta. Untuk
start up cost adalah biaya instalasi dan biaya
reorganisasi masing-masing 1 juta. Untuk
project related cost adalah biaya survei,
biaya dokumentasi, biaya rapat, biaya
Rancang Bangun Sistem....(R. Hidayat) 723
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
pelatihan SDM, biaya trasnportasi dan biaya
komunikasi berturut-turut adalah 1.5 juta, 1
juta, 2 juta, 1.5 juta, 1.5 juta dan 1.5 juta.
Untuk ongoing cost adalah biaya SDM, biaya
overhead, biaya perawatan hardware, biaya
perlengkapan dan biaya manajemen
operasional berturut-turut adalah 2.1 juta,
60 juta, 36 juta, 6 juta dan 12 juta.
Komponen manfaat untuk tangible benefits
adalah efisiensi biaya lembur admin dan
efisiensi biaya nomer antrian sebesar 24 juta
dan 362 ribu.
Payback Period. Berdasarkan data pada
tabel 6, perhitungan payback period untuk
model
pertama.
Nilai investasi = Rp24.100.000,00
Cash inflow tahun 1 = Rp32.369.212,50
= Rp 8.269.212,50
Berdasarkan perhitungan diatas, nilai
investasi adalah lebih rendah dibandingkan
cash inflow yang mengakibatkan surplus
pada tahun pertama dengan nilai Rp
8.269.212,50. Dalam waktu kurang dari satu
tahun nilai dari investasi yang dikeluarkan
sudah dapat ditutupi dengan cash inflow
pada tahun pertama. Untuk perhitungan
pengembalian investasi (payback period)
untuk lebih tepatnya adalah 8,934 bulan.
Return On Investment. Berdasarkan data
pada Tabel 6, perhitungan return on
Investment (ROI) untuk model pertama.
Total Manfaat = Rp148.469.212,50
Untuk total biaya yang dikeluarkan:
Biaya tahun ke-0 = Rp 24.100.000,00
Biaya tahun ke-1 = Rp116.100.000,00
Total Biaya = Rp140.200.000,00
Kemudian, ROI adalah:
ROI =((Rp148.469.212,50 - Rp140.200.000)/
Rp140.200.000,00) X 100%
= 0,0590
= 6%.
Nilai ROI adalah lebih besar dari 0, jadi
investasi sistem informasi manajemen
logistik ini dapat diterima. Pada proyek ini
nilai ROI adalah 0,0590 atau 6%, ini berarti
bahwa proyek dapat diterima karena akan
memberikan keuntungan sebesar 6% dari
total biaya investasinya.
Net Present Value. Berdasarkan data pada
tabel 6, perhitungan net present value (NPV)
adalah:
NPV = (-24.100.00,00) + 30.609.184,40
= Rp 6.509.184,40
Pada perhitungan NPV, tingkat suku bunga
diskonto adalah sebesar 5,75% pertahun
berdasarkan data Bank Indonesia Juli 2014.
Hasil perhitungan nilai NPV adalah sebesar
Rp 6.509.184,40. ini berarti bahwa nilai NPV
proyek tersebut > 0 sehingga proyek dapat
diterima.
Internal Rate of Return. Berdasarkan data
pada tabel 6, perhitungan IRR adalah seperti
Gambar 17.
Gambar 2. Perhitungan IRR
Perhitungan nilai IRR diatas dilakukan
menggunakan Microsoft Excel 2007. Untuk
nilai dari IRR yang disyaratkan adalah 25%,
maka didapat nilai IRR sesungguhnya adalah
0,34 atau 34%.
5. KESIMPULAN DAN SARAN
Sistem informasi logistik ini dapat
membantu pimpinan perusahaan dalam
pengawasan barang-barang logistik dan
membantu memutuskan kapan perusahaan
menyediakan stock barang. Sistem ini
memberikan kemudahan dalam mendata
barang-barang logistik yang bertujuan
memberikan informasi mengenai barang
barang tersebut. Sistem ini dapat melakukan
cetak laporan penjualan, laporan pembelian,
laporan peramalan, laporan EOQ.
Perusahaan dapat melakukan perencanaan
kedepan dari hasil laporan- laporan tersebut.
Sistem informasi manajemen ini dapat
dikembangkan dengan sistem pengambilan
keputusan bagi pimpinan perusahaan untuk
menentukan seberapa besar penambahan
barang logistik dalam satu tahun. Sistem
informasi ini bisa dikembangkan lebih lanjut
dengan menambahkan menu-menu yang
lebih interkatif dan user lebih mudah
mengoperasikannya.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Ismail, M. UMM. Retrieved from UMM
Web Site: http://directory.umm.ac.
id/SIPT/akuntansi-mutia.pdf, 22
Oktober 2013.
[2] Yulia, Winda Natalia dan Indro
Setiawan, Sistem Informasi Logistik
Untuk Perusahaan Ekspedisi PT.
Rajawali Imantaka Sempurna,
Unpublished [Laporan Penelitian No.
133/Pen/Informatika/I/2012]. Univer
sitas Kristen Petra, 2012.
724 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:707-724
ISSN 2088-4842
OPTIMASI SISTEM INDUSTRI
[3] Pangestu, D. W. Ilmu Komputer. Com.
Retrieved from Ilmu Komputer.Com
Web Site: ilmu komputer.com, 22
October 2003.
[4] Gaol, C. J. Sistem Informasi Manaje-
men: Pemahaman dan Aplikasi. Jakarta:
Grasindo, 2008.
[5] Raymond McLeod, J., & Schell, G. P.
Sistem Informasi Manajemen. Jakarta:
Penerbit Salemba Empat, 2008.
[6] Djumiarti, T. Undip. Retrieved from
Undip Web Site:http://eprints.undip.
ac.id/9848/1/BUKU_AJAR_SIM_Pubk_U
TK_Mhs.pdf. 22 Okober 2013.
[7] Sentranet. Sentranet. Retrieved from
Sentranet Web Site: http: //www.
sentranet.co.id / component
/content/article/46-ict-world/93-apa-itu
- sistem - informasi - manajemen. html,
22 Okober 2013.
[8] Nugroho, Adi. 2005. Rational Rose
Untuk Pemodelan Berorientasi Objek.
Bandung: Informatika, 2005.
... 10 Sedangkan, sistem informasi dalam manajemen logistik adalah sistem pengelolaan persediaan barang habis pakai yang dapat memberikan kemudahan dalam pengelola data dan informasi logistik, menyediakan data logistik yang akurat untuk keperluan perencanaan kebutuhan barang, analisa kebutuhan dan distribusi, membantu kelancaran pekerjaan di bidang logistik, terutama dalam pembuatan laporan kebutuhan, distribusi barang. 11 Unit kateterisasi jantung RS menggunakan metode konsumsi dengan memperhitungkan buffer stock atau stock aman yang harus ada dengan menyesuaikan dan mengefektifkan waktu tunggu pemesanan obat dengan target 5 hari kerja (untuk obat dan APD) dan 7 hari kerja (untuk alat kesehatan BHP). Selama pandemi ini, RS yang baik serta kerja keras tim kateterisasi dalam melaporkan setiap barang yang dipakai membuat metode konsumsi ini cukup aman digunakan di RS. ...
Article
Full-text available
COVID-19 merupakan masalah yang dihadapi tidak hanya di Indonesia tetapi juga seluruh dunia. Dengan meningkatnya angka infeksi COVID-19 di masyarakat akan mengubah pelayanan Rumah Sakit (RS), dimana akan menerapkan promosi kesehatan yang ketat di lingkungan RS. Selain itu, RS selama pandemi ini seharusnya bersiap dalam memenuhi ketersediaan obat dan alat kesehatan terutama alat pelindung diri (APD) yang akan dipakai oleh tenaga kesehatan. Semua bidang pelayanan di RS seharusnya bersiap menghadapi pandemi ini, tidak kecuali pada layanan kateterisasi jantung. Unit kateterisasi jantung pada awal pandemi tidak melakukan pelayanan untuk mencegah penyebaran Covid-19, akan tetapi selanjutnya dibuka pelayanan unit tersebut dengan beberapa persyaratan. Dengan dibukanya layanan pada unit kateterisasi jantung, dibutuhkan obat, alat kesehatan bahan habis pakai dan APD yang tepat selama pandemi ini. Manajemen logitik RS terutama instalasi farmasi RS (IFRS) berperan dalam pengelolaan dan penyediaan obat dan alat kesehatan yang dibutuhkan di RS. Diperlukan metode tertentu dalam pengelolaan tersebut, salah satunya dengan metode konsumsi. Makalah ini akan memberikan gambaran umum pengelolaan obat menggunakan metode konsumsi di laboratorium kateterisasi RS selama pandemi.
... The increase in real estate investment in the logistics and industrial sectors reflects the changing strategy users are adopting for higher-quality assets. In addition, there is a shift in the composition of new economic users, which is largely influenced by the growth of ecommerce and the supply chain supported by technology [1]. The growing portfolio and the number of large transactions as well as several macroeconomic factors contributed to the increase in investment volume. ...
Conference Paper
Full-text available
As the Capital of the Riau Archipelago Province, Tanjungpinang City is still in crucial need of various investments to support facilities and infrastructure for economic development, especially in the Industrial and Warehousing sectors. Various problems occur such as infrastructure development, development of facilities and development of human resources related to ports. It is necessary to do considering the number of ships are leaned getting bigger. This study aims to analyze the investment potential related to the industrial and warehousing sectors which spreading across Tanjungpinang city. For primary data, the research method used was questionnaires given to each sub-district in Tanjungpinang City using the AHP (Analytic Hierarchy Process) method to compare one option with another. Secondary data was collected from documents that have legality, statistical data, and spatial data. The results of this study can provide input for industry and warehousing in Tanjungpinang City to provide funding for economic development.
... merupakan suatu sistem pengelolaan persediaan barang habis pakai yang dapat memberikan kemudahan dalam pengelolaan data dan informasi logistik, menyediakan data logistik yang akurat untuk keperluan perencanaan kebutuhan barang, analisis kebutuhan dan distribusi, serta membantu kelancaran pekerjaan di bidang logistik terutama dalam hal pembuatan laporan kebutuhan dan distribusi barang. Fitur dalam LMIS ini biasanya terdiri dari reminder/notifikasi dan dashboard (Hidayat, 2014 3. Mempermudah relokasi logistik antar lokasi dengan mempertimbangkan ketersediaan obat dan tanggal kedaluwarsa sehingga obat dan BMHP dapat digunakan secara optimal. ...
Book
Full-text available
E-book ini diharapkan menjadi tambahan bahan bacaan bagi siapa saja yang ingin mempelajari Ilmu Kesehatan Masyarakat terkait manajemen logistik, khususnya tentang perkembangan dan aplikasinya di seluruh Rumah Sakit di Indonesia. Terbitnya e-book juga bertujuan untuk mempermudah mahasiswa dalam memahami Ilmu Kesehatan Masyarakat terkait dengan manajemen logistik di Rumah Sakit dan perkembangan manajemen logistik di Indonesia.
Sistem Informasi Manajemen: Pemahaman dan Aplikasi
  • C J Gaol
Gaol, C. J. Sistem Informasi Manajemen: Pemahaman dan Aplikasi. Jakarta: Grasindo, 2008.
Jakarta: Penerbit Salemba Empat
  • Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Penerbit Salemba Empat, 2008.
Retrieved from Undip Web Site
  • T Djumiarti
  • Undip
Djumiarti, T. Undip. Retrieved from Undip Web Site:http://eprints.undip. ac.id/9848/1/BUKU_AJAR_SIM_Pubk_U TK_Mhs.pdf. 22 Okober 2013.
Rational Rose Untuk Pemodelan Berorientasi Objek. Bandung: Informatika
  • Adi Nugroho
Nugroho, Adi. 2005. Rational Rose Untuk Pemodelan Berorientasi Objek. Bandung: Informatika, 2005.
  • D W Pangestu
  • Komputer
Pangestu, D. W. Ilmu Komputer. Com. Retrieved from Ilmu Komputer.Com Web Site: ilmu komputer.com, 22 October 2003.