Conference PaperPDF Available

"Analisis Resepsi Khalayak Terhadap Pemberitaan Media Online inilah.com Periode 1-15 Mei 2016)" - Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Universitas Budi Luhur, Jakarta 30 Juli 2016

Authors:

Abstract

Perkembangan teknologi sekarang ini tumbuh dengan cepat, munculnya media baru berbasis internet. Salah satu media baru adalah portal berita online di Indonesia yang banyak dikonsumsi adalah inilah.com. Dalam menyebarkan informasi, media online memiliki kelebihan yaitu dapat diakses dengan mudah, cepat, di mana saja, kapan saja, dan informasi yang dimiliki lebih update. Akan tetapi, pemenuhan terhadap kebutuhan khalayak akan kecepatan pemberitaan justru tidak memberikan informasi yang baik. Banyak ditemukan kesalahan pada portal berita online. Ketika terjadi kesalahan dalam sebuah berita maka berita menjadi tidak akurat dan mengubah pemaknaan khalayak terhadap isi berita, sehingga berita menjadi tidak kredibel. Hal tersebut yang mendorong peneliti untuk mendeskripsikan dan mengetahui kredibilitas pemberitaan inilah.com. Penelitian ini memiliki fokus untuk mengkaji interpretasi khalayak Pemberitaan Portal Berita Online. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis resepsi yang dikembangkan Stuart Hall. Informan utama merupakan pembaca/pengakses portal berita online. Sumber data diperoleh dari wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menggambarkan bagaimana khalayak memaknai Kredibilitas Pemberitaan Portal Berita Online secara beragam (hegemonik, negosiasional, dan oposisional)
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Universitas Budi Luhur, Jakarta 30 Juli 2016
ISSN :2087 - 0930
vi
WAKTU ACARA LOKASI
08.00 09.00 Registrasi Peserta Unit 6 Lantai 4
(Depan Ruang Teater)
Coffee Morning Ruang 6.4.5 & 3.4.3
09.00 09.05 Laporan Ketua Panitia:
Dra. Dwi Achadiani., M.Kom
Ruang Teater
(Unit 6 Lantai 4)
09.05 09.15 Sambutan oleh Rektor Universitas Budi
Luhur:
Prof. Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo, Ph.D
09.15 09.20 Pembukaan oleh Koordinator Kopertis
Wilayah Jakarta
Dr. Ir. Illah Sailah., MS.
09.20 10.00 Keynote Speaker
Franky Sibarani
10.00 10.30 Invited Speaker
Rosalys Adenan
10.30 10.45 Tanya Jawab
10.45 11.15 Invited Speaker
Dubes Nur Syahrir Rahardjo
11.15 11.30 Tanya Jawab
11.30 11.45 Briefing Diskusi Panel
11.45 13.00 ISHOMA Unit III , VI
13.00 13.15 Registrasi Ulang Diskusi Panel
Unit 8
Lantai 2 & 3
13.15 16.45 Diskusi Panel*
16.45 17.00 Acara Penutupan
(Penyerahan Sertifikat & Door Prize)
SUSUNAN ACARA
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Universitas Budi Luhur, Jakarta 30 Juli 2016
ISSN :2087 - 0930
xiii
Bidang : SOSIAL
No JUDUL Nama
Pemakalah Halaman
80.
Kebijakan Dan Daya Saing Industri Kreatif Di Negara-
Negara Asean Virtuous
Setyaka SOS-745
81.
Patologi Birokrasi Dalam Pelayanan Publik Studi
Perilaku Birokrasi Di Kantor Pertanahan Kota Cianjur Hamirul SOS-752
82.
Pengaruh Pembelajaran Matakuliah Wawasan Budi
Luhur Terhadap Sikap Mental Mahasiswa Universitas
Budi Luhur Jakarta Tahun Ajaran 2011-2014
Sri Rahayu,
Rusdiyanta,
Saskia Lydiani SOS-758
83.
Adaptasi Pengaturan Waralaba Berdasarkan European
Code Of Ethics For Franchsing Di Indonesia Dalam
Rangka Menjamin Kepastian Hukum Guna
Mendukung Perkembangan Ekonomi Kreatif
P. Lindawaty
S.Sewu, Rahel
Octora SOS-766
84.
Analisis Keputusan Indonesia Dalam Penundaan
Aksesi Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau
(Framework Convention On Tobacco Control/Fctc)
Denada
Faraswacyen
L.Gaol, Ria
Agustina Siboro
SOS-773
85.
Motif dan Akar Penyebab Terorisme di Indonesia Sapto Priyanto SOS-785
86.
JEJAK JARINGAN MAFIA TRIAD DI INDOENSIA Supriyono B.
Sumbogo SOS-796
87.
PROSPEK INDUSTRI KREATIF INDONESIA
PADA MODEST FASHION DALAM
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Arin Fithriana,
Sellica
Wandriati SOS-803
Bidang : KOMUNIKASI
No JUDUL Nama
Pemakalah Halaman
88.
Transformasi Aspek Islami Dalam Aktifitas
Komunikasi Pemasaran Di Agen Perjalanan (Studi
Kasus Pada Aktifitas Promosi Travel Agent Hidayah
Hasyid Oetama-H2O Di Jakarta Timur)
Eko Putra
Boediman KOM-810
89.
Ondel-Ondel Sebagai Brand Identity Dalam
Mempromosikan Kota Jakarta Asriyani
Sagiyanto KOM-819
90.
Gaya Komunikasi Dokter Terhadap Pasien (Studi
Kasus Di Rsau M. Hassan Toto, Bogor Dan Rs Premier
Bintaro, Tangerang Selatan)
Nawiroh Vera,
Ade Tuti
Turistiati KOM-829
91.
Analisis Resepsi Khalayak Terhadap Kredibilitas
Pemberitaan Media Online inilah.com Periode 1-15
Mei 2016
Dewirina
Zulfianita,
Umaimah Wahid KOM-835
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Universitas Budi Luhur, Jakarta 30 Juli 2016
ISSN : 2087 - 0930
KOM-835
Analisis Resepsi Khalayak Terhadap Pemberitaan Media Online
inilah.com Periode 1-15 Mei 2016)
Dewirina Zulfianita dan Umaimah Wahid
Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur Jakarta
ABSTRAK
Perkembangan teknologi sekarang ini tumbuh dengan cepat, munculnya media baru berbasis internet.
Salh satu media baru adalah portal berita online di Indonesia yang banyak dikonsumsi adalah
inilah.com. Dalam menyebarkan informasi, media online memiliki kelebihan yaitu dapat diakses dengan
mudah, cepat, di mana saja, kapan saja, dan informasi yang dimiliki lebih update. Akan tetapi,
pemenuhan terhadap kebutuhan khalayak akan kecepatan pemberitaan justru tidak memberikan
informasi yang baik. Banyak ditemukan kesalahan pada portal berita online. Ketika terjadi kesalahan
dalam sebuah berita maka berita menjadi tidak akurat dan mengubah pemaknaan khalayak terhadap isi
berita, sehingga berita menjadi tidak kredibel. Hal tersebut yang mendorong peneliti untuk
mendeskripsikan dan mengetahui kredibilitas pemberitaan inilah.com. Penelitian ini memiliki fokus
untuk mengkaji interpretasi khalayak Pemberitaan Portal Berita Online. Dengan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan menggunakan analisis resepsi yang dikembangkan Stuart Hall. Informan utama
merupakan pembaca/pengakses portal berita online. Sumber data diperoleh dari wawancara, dan
dokumentasi. Hasil penelitian ini menggambarkan bagaimana khalayak memaknai Kredibilitas
Pemberitaan Portal Berita Online secara beragam (hegemonik, negosiasional, dan oposisional)
Kata kunci:
Analisi resepsi, pemaknaan, hegemonik, oposisional, negosiasional
LATAR BELAKANG
Di era globalisasi dengan mudah masyarakat dapat mengakses berbagai bentuk informasi dan
pengetahuan dalam berbagai bidang. Perkembangan teknologi komunikasi memuncukan media komunikasi
baru yaitu internet sebagai media
online
. Media online mampu menyajikan berita yang dibutuhkan oleh
masyarakat dan menguntungkan karena dapat diakses secara cepat. Mudah dan murah, serta dimana dan kapan
saja.
Berita sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat saat ini, hampir setiap lapisan
masyarakat menginginkan informasi. Semua orang membutuhkan berita, baik itu berita yang menghibur atau
sebaliknya. Informasi yang disajikan media
online
juga memiliki kelebihan seperti media-media lainnya,
diantara kelebihan media
online
adalah informasi yang disampaikan kepada khalayak semakin cepat, akurat,
dan juga faktual. Begitu juga dengan tampilan yang disuguhkan media
online
dengan tampilan digital,
sehingga membuat ketertarikan khalayak untuk menggunakan media online dalam mencari informasi.
Masyarakat modern tidak hanya membutuhkan suatu pemberitaan yang aktual, akurat, dan menarik saja akan
tetapi juga kecepatan pemberitaan.
Inilah.com
adalah portal berita dalam jaringan dengan ruang lingkup Indonesia yang dikelola oleh PT.
Indonesia News Center sebagai perusahaan yang bergerak dibidang
Media Online
(Portal Berita) dengan
Ruang lingkup Nasional, telah menjangkau lebih dari 28 Juta
1
pengguna internet di Indonesia yang merupakan
bagian dari Inilah Group. Sesuai tagline yang dibuat, ‘Telinga, Mata, dan Hati Rakyat,
inilah.com
bertujuan
untuk menjadi media
online
yang penuh inovasi dan terpercaya.
inilah.com
memiliki 11 kanal berita dan 11
sub kanal berita. Kanal berita tersebut antara lain Pasar Modal, Ekonomi, Nasional, Metropolitan, Hiburan,
Mozaik Bola, Olahraga, Teknologi, Gaya Hidup, dan Dunia. Sementara 11 sub kanal berita yang ada di
1 Inilah.com - PT Indonesian News Center. [Online].https://www.linkedin.com/company/inilah-com---pt-indonesian-news-center?trk=company_logo .
diakses 27 April 2016 pukul 10.59.
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Universitas Budi Luhur, Jakarta 30 Juli 2016
ISSN : 2087 - 0930
KOM-836
inilah.com yakni, I-Koran, InilahKoran.com, Foto, Karikatur, Inilah Video, Celah, Tokoh, Wawancara,
Citizen
Journalism
, Suara Konsumen, dan Komentarku.
Berdasarkan traffic di dunia media
online
, salah satu faktor penentu popularitas adalah Optimisasi
Mesin Pencari atau
Search Engine Optimization
(SEO) dengan tiga pilar utama: konten, link, dan sosial media,
selain faktor promosi
off line
.
Inilah.com
menurut peringkat
Alexa.com2
, memperoleh urutan
31,108 sebagai
website terfavorit didunia dan urutan ke 560
website lokal berbahasa Indonesia.
Namun
Inilah.com
termasuk 10 Portal Berita Online Paling Populer di Indonesia
3
Perkembangan portal berita di Indonesia memang makin berkembang cukup pesat. Namun sayangnya,
perkembangan positif itu disertai dengan beredarnya isu tentang kurangnya kredibilitas pemberitaan,
khususnya di media online. Seringnya terjadi ketidakakuratan dalam pemberitaan di media online tentunya
membuat kredibilitas dari media online seringkali dipertanyakan. Schweiger dalam Salwen, Garrison, dan
Driscoll
4
menyatakan bahwa kredibilitas menjadi salah satu hal penting yang dipertaruhkan dalam proses
seleksi konten atau informasi mengenai suatu kejadian yang begitu banyak dalam satu waktu. Kredibilitas juga
dapat mempengaruhi kesuksesan jurnalistik maupun komersial suatu media. Beberapa peneliti telah
melakukan berbagai macam pengukuran dan prosedur statistik dalam rangka memahami kredibilitas media.
Salah satu pengukuran kredibilitas media
online
yang dilakukan oleh Flanagin dan Metzer adalah
mengoperasionalisasikan konsep kredibilitas kedalam 5 dimensi, yaitu
believability
(sumber yang dapat
dipercaya),
accuracy
(keakuratan berita yang disajikan),
trustworthiness
(kepercayaan terhadap media),
bi
as
(pemberitaan yang seimbang), and
completeness
(kelengkapan dari fitur berita). Namun begitu, Flanagin dan
Metzer
5
menyatakan bahwa dimensi dalam penelitian kredibilitas terhadap media
online
belum dapat
disimpulkan secara konsisten
Menurut Bradshaw
6
, saling adu kecepatan dalam jurnalisme sudah menjadi hal yang biasa. Jurnalis
berlomba-lomba ingin menjadi yang pertama dalam memberitakan kejadian. Jurnalisme online model abad 21
saat ini berfokus pada dua hal, yaitu kecepatan dan kedalaman. Menurut Cowan, 1998, dalam Bradley
7
menyatakan akurasi seharusnya lebih penting dari pada kecepatan, karena akurasi adalah syarat penting dalam
jurnalisme. Lebih baik berita terlambat diberitakan tapi benar dari pada berita yang cepat tapi salah. Hal ini
dalam mengurangi kredibilitas media, sekali kehilangan kredibilitas, media akan sulit untuk mendapatkannya
kembali. Ketika media memberitakan kejadian dengan salah maka masyarakat pasti sudah menentukan
pandangan atau sikap mereka terhadap media tersebut. Sekali saja tidak akurat, masyarakat kepercayaan
masyarakat terhadapnya akan berkurang, padahal untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat tidaklah
mudah. Sebenarnya, kredibilitas pemberitaan dapat diraih dari netralitas dan objektivitas (kebenaran
pemberitaan) terhadap opini yang dibahas oleh pers itu sendiri.
Saat sekarang ini beredar isu tentang kurangnya kredibilitas pemberitaan, khususnya di media online
karena jurnalis sebagai seorang profesional semakin melenceng dari etika keprofesionalannya. Kuat dugaan
terjadinya hal-hal seperti itu karena pemenuhan terhadap kebutuhan khalayak akan kecepatan pemberitaan,
sehingga jurnalis online berasumsi bahwa kecepatan berita merupakan hal yang paling utama dalam media
online. Namun jurnalis justru mengabaikan kualitas berita dan kredibilitas berita, serta kurangnya tanggung
jawab jurnalis terhadap isi berita sebagai produk jurnalistik.
Melalui portal news
inilah.com
ini peneliti melakukan penelitian yang bersifat eksploratif kualitatif,
dengan menggunakan
reception analysis
yang dikonstruksi oleh pembaca yang berbeda latar belakang,
kebudayaan, jenis kelamin, dan lain-lain. Studi
reception analysis
berguna untuk mengetahui bagaimana
khalayak memahami dan menginterpretasi isi pesan (memproduksi makna) berdasarkan pengalaman (
story of
life
), dan pandangannya selama melakukan interaksi dan mengkonsumsi isi media
online
selama ini
2 500 situs terfavorit didunia versi Alexa. [Online] http://www.alexa.com/topsites . diakses 26 April 2016 pukul 11.13.
3 10 Media Berita Online Paling Populer di Indonesia. [Online] http://www.weha.web.id/2011/12/10-media-berita-online-paling-populer.html . diakses
26 April 2016 pukul 11.20.
4 Salwen, M.B., Garrison, B., Driscoll, P.D. (2005). Online News and The Public. London: Lawrence Erlbaum Associates. P.121
5 Flanagin, A.J., Metzger, M.J. (2000). Perceptions of Internet Information Credibility . Massachusetts: Journalism & Mass Communication. p.515
6 Bradshaw, Paul. 2012. Model for a 21st Century Newsroom - Redux How digitisation has changed news organisations in multiplatform world.
Canada: Leanpub
7 Bradley. 2001. Ethics and Credibility in Online Journalism. Tennessee: The University of Memphis
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Universitas Budi Luhur, Jakarta 30 Juli 2016
ISSN : 2087 - 0930
KOM-837
KERANGKA TEORITIS
Teori Penerimaan Khalayak
(Reception Theory)
Reception Study
(studi penerimaan) adalah salah satu yang berkembang di kajian budaya (
cultural
studies
), yang memfokuskan pada pesan atau wacana komunikasi dan berimplikasi pada pembaca. Analisis
resepsi dalam pandangan kajian budaya merujuk pada kajian yang memfokuskan pada aktifitas interpretif
pemaknaan (
meaning
), produksi (
production
), dan pengalaman (
experience
) khalayak dalam interaksi dengan
teks media.
Isi media mampu menjadi wacana perbincangan yang menarik apabila dikaitkan dengan konteks
budaya. Khalayak tidak sekedar melakukan interpretasi melainkan juga mengkonstruksi situasi. Khalayak
adalah sosok aktif yang selalu melakukan pemaknaan baru tentang realitas sosial, serta menciptakan makna
atas teks media yang berhubungan dengan keadaan sosial dan budaya berdasarkan pengalaman subyektifnya.
Inti dari teori penerimaan (
reception theory
) adalah untuk menemukan pemahaman dan pembentukan
makna pada penerima. Khalayak sebagai aktif
interpreter
. Khalayak diposisikan sebagai pihak yang memiliki
kekuatan dalam menciptakan makna secara bebas dan bertindak atau berperilaku sesuai dengan makna yang
mereka ciptakan atas teks media tersebut.
Proses interpretasi terjadi apabila khalayak media mampu memberikan makna tersendiri atas ritual
konsumsi media yang dilakukan setiap harinya, dalam konteks sosialnya. Konsumsi isi media mampu
memberikan
shared experience
seseorang dengan orang lain melalui tahapan konteks penggunaan media.
Baran
8
menyebutnya perhatian individu dalam proses komunikasi massa merupakan proses pemaknaan dan
pemahaman.
Menurut Street
9
, studi mengenai resepsi melihat khalayak sebagai partisipan aktif dalam membangun
dan menginterpretasikan makna atas apa yang mereka baca, dengar, dan lihat sesuai dengan konteks budaya.
Hal tersebut diperkuat oleh pengertian analisis resepsi yang dipaparkan oleh Bertrand & Hughes
10
, mereka
menyatakan resepsi merupakan studi yang mempelajari khalayak aktif, khalayak mampu secara selektif
memaknai dan memilih makna dari sebuah teks berdasarkan pada posisi sosial dan budaya yang mereka miliki.
Sedangkan menurut Hadi
11
resepsi mencoba memberikan sebuah makna atas pemahaman teks media
(cetak, elektronik, dan internet) dengan memahami bagaimana karakter teks media dibaca oleh khalayak.
Sehingga secara garis besar, analisis resepsi adalah salah satu penelitian tentang media yang menegaskan
bahwa khalayak mempunyai kekuatan dalam melakukan
decoding
terhadap isi pesan yang disajikan media.
Croteau & Hoynes
12
memandang analisis resepsi memiliki dua hal krusial yang harus dipahami oleh
peneliti. Pertama, teks media mendapatkan makna pada saat peristiwa penerimaan dan khalayak secara aktif
memproduksi makna dari media dengan menerima dan menginterpretasikan teks sesuai dengan posisi sosial
dan budaya khalayak. Kedua, pesan di media secara subjektif dikonstruksikan khalayak secara individual,
sekalipun media berada dalam posisi paling dominan.
Kemudian Hall dikutip oleh McQuail
13
mengemukakan sebuah teori mengenai resepsi bahwa dalam
proses riset tentang analisis resepsi setelah khalayak menangkap pesan akan diproses untuk dimaknai atau
decoding.
Hasil makna tersebut memberikan proposisi pada audiens. Proposisi tersebut dibuat oleh Hall,
diawali dari asumsinya tentang perbedaan kelas sosial yang mempengaruhi praktik resepsi setiap
audiens
atau
khalayak.
Proposisi tersebut dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
a. Preferred Reading / dominant hegemonic position
Preferred reading
merupakan makna dominan yang terdapat didalam pesan bisa jadi akan membentuk
makna baru yang sesuai dengan faktor internal audiens atau khalayak.
8 Baran, Stanley J & Dennis K. Davis. (2010). Teori Komunikasi Massa, Dasar, Pergolakan, dan Masa Depan , Edisi 5. Terjemahan Afrianto Daud dan
Putri Iva Izzati. Jakarta: Salemba Humanika. Hal. 269-270
9 Street, John. (2001), Mass Media, Politics and Society, New York: Palgrave, p.95-97
10 Bertrand, Ina & Hughes, Peter. (2005), Media Research Methods: Audience, institutions, Texts. New York: Palgrave McMillan, p. 39.
11 Hadi, I.P, (2008). Perspektif reception Analysis , Jurnal Scriptura 2(1), Hal, 5-6
12 Croteau, D. & Hoynes, W. (2003), Media Society: Industries, Images and Audiences (3rd ed), Thousand Oaks: Pine Forge Press, p, 274.
13 McQuail, Denis (1997), Audience Analysis, London: SAGE Publications, Inc, p. 101
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Universitas Budi Luhur, Jakarta 30 Juli 2016
ISSN : 2087 - 0930
KOM-838
b. Negotiated Meaning
Tidak semua pesan yang disampaikan oleh produser pesan akan bermakna sama saat diproses oleh audiens,
sehingga tidak jarang audiens akan memunculkan makna alternatif yang berbeda dengan
preferred
reading.
c. Oppositional Decoding
makna yang bertolak belakang dengan makna yang dipahami oleh produser pesan.
Teori Media Baru (
New Media/Digital Theory
)
Teori digital oleh Glen Creeber adalah sebuah konsep pemahaman daru perkembangan zaman
mengenai teknologi dan
sains
dari semua yang bersifat manual menjadi otomatis, dan dan semu yang bersifat
rumit menjadi ringkas. Digital adalah sebuah metode yang kompleks dan fleksibel yang membuatnya menjadi
sesuatu yang pokok dalam kehidupan manusia. Teori digital selalu berhubungan dengan media karena media
merupakan sesuatu yang selalu berkembang.
New media
atau media baru adalah media yang terbentuk dari
interaksi manusia dengan teknologi.
New Media
atau media baru adalah media yang sedang berkembang saat
ini dalam konteks teknologi informasi. maupun komunikasi. Media modern menjadi payung kehidupan yang
menghubungkan manusia dengan manusia dan manusia dengan teknologi.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah
metode analisis resepsi
. Analisis resepsi merupakan
satu dari berbagai model metode penelitian komunikasi kualitatif. Analisis resepsi berfokus pada bagaimana
khalayak yang berbeda-beda memaknai isi pesan media, sehingga lebih menekankan khalayak dari pada isi
pesan media itu sendiri. Hal tersebut karena pesan media selalu memiliki banyak makna dan harus
diinterpretasikan.
Tujuan dari metode
Reception Analysis
ini untuk mengetahui bagaimana khalayak memahami,
menginterpretasi isi pesan (memproduksi makna), berdasarkan pengalaman (
story of life
), dan pandangannya
selama melakukan interaksi dan mengkonsumsi isi
inilah.com
selama ini. Penelitian ini menggunakan
wawancara mendalam (
indepth-interview
) kepada para khalayak secara individual yang dipilih secara
purposive sampling
. Wawancara dilakukan dengan tatap muka, atau dengan mediasi lain (misalnya
e-
mail/WhatsApp
). Wawancara mendalam adalah suatu cara mengumpulkan data/info dengan cara langsung
bertatap muka dengan informan, agar mendapatkan data lengkap dan mendalam tentang bagaimana
penerimaan atau pengalaman-pengalaman para pembaca/khalayak tentang kredibilitas pemberitaan yang
terjadi di
inilah.com
selama para khalayak menjadi pengakses portal berita
online
inilah.com
.
Karena penelitian ini merupakan penelitian analisis resepsi yang pada hakekatnya studi ini adalah
mencoba untuk melihat penerimaan suatu media terhadap masyarakat umum yang menjadi khalayaknya. Oleh
karena itu pada suatu analisis resepsi, interpretasi dari setiap khalayak akan menjadi hal yang sangat utama.
Khalayak dalam analisis resepsi sering disebut juga sebagai komunitas interpretatif. Komunitas interpretatif
mengandung pengertian bahwa ada sekumpulan khalayak yang akan memaknai tayangan-tayangan tersebut.
Untuk itu tidak diperlukan suatu kriteria khusus dalam menentukan informan bagi penelitian ini. Tetapi dalam
melakukan penelitian ini, penulis memilih informan berdasarkan
purposive sampling
, yaitu teknik
pengambilan sampel tidak secara acak, tetapi dipilih dengan sengaja pada informan yang memenuhi kriteria
sesuai dengan kebijaksanaan peneliti
14
. Penelitian ini melibatkan 6 (enam) informan sebagai khalayak, yang
akan dilihat bagaimana pemaknaannya terhadap masalah penelitian ini. Dari keenam informan yang telah
dipilih peneliti, rata-rata dua orang sudah mengakses internet lebih dari 5 tahun; dan empat orang sudah
mengakses internet dalam kurun waktu 10-15 tahun. Dan dalam hal ini para informan dianggap sebagai
media
audience
(khalayak media).
HASIL DAN PEMBAHASAN
14 Patton, Michael Quin. 2002. Qualitative Research and Evaluation Methods ; Sage Publication (3rd ed)
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Universitas Budi Luhur, Jakarta 30 Juli 2016
ISSN : 2087 - 0930
KOM-839
Analisis Resepsi Portal Berita
inilah.com
Dan Kredibilitas Pemberitaannya
Di atas telah diulas beberapa kesimpulan mengenai kredibilitas pemberitaan dilihat dari lima
konsepnya. Pada bagian ini peneliti akan mencermati lebih dalam bagaimana penerimaan dan pemaknaan
informan sendiri mengenai kredibilitas pemberitaan portal berita di
inilah.com
. Kredibilitas pemberitaan saat
ini seperti sulit untuk ditentukan, sulit untuk didapatkan dan bahkan sulit untuk kembali begitu ia hilang.
Tugas-tugas media makin bertumbuh bahkan menjadi lebih rumit sejak sepuluh tahun yang lalu, ketika internet
sebagai
new media
ditawarkan kepada masyarakat, serta dapat digunakansebagai cara interaktif untuk
mendapatkan berita dan informasi.
Khalayak bukanlah sekumpulan orang yang pasif. Bukan sebagai pasar yang menjadi sasaran industri
media
online
. Namun khalayak media aktif adalah pembaca yang lebih bijaksana untuk menentukan keputusan
mereka dalam mengkonsumsi isi media
online
. Audiens sebagai konsumen yang menikmati pemberitaan portal
berita
inilah.com
berpendapat secara beraneka ragam. Dari hasil wawancara tersebut, penulis bisa menganalisa
berdasarkan jawabandari masing-masing informan, dengan memakai analisis resepsi Stuart Hall,setidaknya
ada tiga posisi pemaknaan atau
decoding
, kredibilitas pemberitaan portal berita
inilah.com
Ketiganya
tersebutadalah pemaknaan dominan hegemonik, pemaknaan negosiasi, dan pemaknaan oposisi.
1. Dominan-Hegemonik
Posisi pemaknaan dominan-hegemonik adalah posisi pemaknaan di mana khalayak akan mengartikan
dan membaca makna sesuai makna yang ingin disampaikan oleh portal berita
online
. Dalam hal ini, portal
berita
online
menerapkan konsep multidimensional untuk mengukur kredibilitas media yaitu dapat dipercaya
(believability),
akurasi
(accuracy),
bias, dan kelengkapan berita
(completeness)
kepada khalayak yang
membaca pemberitaan
inilah.com
Dalam kaitannya dengan hal tersebut, informan II termasuk dalam posisi pemaknaan secaradominan-
hegemonik ini. Dari jawaban-jawaban yang disampaikan saat wawancaraterlihat bahwa portal berita
inilah.com
tersebut membuat seorang Informan II menilai baik kredibilitasnya karena pemberitaannya yang
aktual. Walaupun informan Informan II tidak terlalu sering mengakses/ membaca
inilah.com
, namun dia tetap
yakin akan kredibilitas media ini.
Dalam beberapa jawaban lain yang juga disampaikan, informan II juga merasa bahwa apa yang
ditampilkan sudah bagus, update, dengan layout yang simple namun informasi nya sudah dirasa sangat lengkap
dan menyakini bahwa berita yang diposting di
inilah.com
pastinya sudah melalui proses
Quality Control
oleh
Redakturnya. Senada dengan apa yang dinyatakan Flanagin dan Metzger, diutarakan pula oleh Informan
bahwa pemberitaan yang dapat dipercaya mencakup dimensi
trustworthiness, believability, accuracy, report
the whole story, balance, fairness
dan Kekinian dalam pemberitaan yang mencakup dimensi
currency, up to
date, timeliness
serta Tidak bias dalam pemberitaan yang mencakup dimensi bias, dan
objective
sudah lengkap
ter-cover dalam pemberitaan pada portal berita
inilah.com
.
Pengamatan yang telah dilihat Informan pada posisi pemaknaan secaradominan-hegemonik, peneliti
menilai bahwa informan ini hanya sekedar menyukai membaca berita di portal berita dengan menggunakan
smartphone sehingga kepedulian dan kesadaran mereka terhadap kredibilitas berita sangat rendah sehingga
tidak berpikir kritis, Sehingga sangat percaya akan pemberitaan pada portal berita inilah.com. Pembaca
menerima berita di
inilah.com
sebagai suatu pemberitaan yang bagus, menarik, menghibur, berisi, dan
bermanfaat. Berita yang ada sudah sudah sesuai kenyataan yang terjadi di lapangan. Didukung dengan
informasi lengkap mengenai Tim Redaksi dan Alamat yang tertera dalam portal berita
inilah.com
serta
mencantumkan nama wartawan/editornya dan sumber yang jelas disetiap beritanya membuatnya semakin
yakin bahwa situs ini memiliki kredibilitas dalam pemberitaannya.
2. Negosiasi
Proses pemaknaan kredibilitas pemberitaan portal berita inilah.com pada posisi negosiasi, dialami oleh
4 informan lainnya (Informan I, IV, V dan VI). Setidaknya itulah yang bisa penulis tangkap darijawaban-
jawaban mereka dalam memaknai kredibilitas pemberitaan portal berita
inilah.com
. Mereka mempunyai
pendapat yang sama bahwa secara keseluruhan isi pemberitaan
inilah.com
tidak berbeda (sama) dengan berita
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Universitas Budi Luhur, Jakarta 30 Juli 2016
ISSN : 2087 - 0930
KOM-840
di portal berita lainnya karena pemberitaannya berita yang disampaikan sangat umum dan global. Penilaian
kredibilitas para pembaca umumnya berbeda-beda, ini bisa dilihat dari minat yang dibacanya.
Walaupun para informan mempunyai
hobby
yang sama yaitu membaca namun mereka mengakui
tidak/jarang pernah membandingkan beritanya dengan portal berita lain. Namun didapati sebuah pemyataan
bahwa para informan menilai tingkat bias
inilah.com
relatif baik. Pemberitaan di
inilah.com
cukup menekankan
objektivitas, berimbang, dan tidak banyak dapat menimbulkan prasangka (makna lain yang tersirat). Jika ada
ketidak-berimbangan berita di masing-masing portal berita pasti ada, malah membuat rasa penasaran dan
keingintahuan informan meningkatkan sehingga mengakses
inilah.com
secara terus menerus.
Dari hasil wawancara ke-empat informan ini ada beberapa masukan terhadap situs inilah.com agar
menjadi portal yangkredibel dan bisa dipercaya dan layak direkomendasikan kepada yang lain. Sebagai
seorang Kepala IT Informan I mengungkapkan
inilah.com
harus bisa mempertahankan karena pemberitaannya
yang netral/berimbang dengan pemilihan kata dan gaya bahasa yang tepat, karena ini yang merupakan ciri
khasnya yang membedakan dengan portal berita lain. Dan yang perlu diperhatikan mengenai kekinian berita
dirasa kurang cepat jika dibandingkan portal berita
onlinedetik.com”15
, dan kurang menampilkan berita
liputan khusus pada kanalnya (seperti : kecelakan : info
traffic
, kecelakaan, kejadian aktual). Untuk segi
tampilan/layout yang terlalu simpel agar lebih dibuat lebih menarik dengan kecepatan loading aksesnya serta
tidak ada iklan yang menutupi beritanya.
Begitu pula yang disampaikan Informan IV, seorang mahasiswa dan pekerja IT (Teknisi Komputer),
Professionalitasnya lebih ditingkatkan juga diimbangi dengan kecepatan akses dan cakupanwilayah berita
bukan di Indonesia (regional)saja tapi berita dunia perlu ditambahkan. Sebagai generasi muda, Informan IV
memberikan masukan agar
inilah.com
lebih memperhartikan anak muda untuk tampil dan menyuarakan
pendapatnya dengan adanya Kanal Forum yang berfungsi sebagai media komunikasi tempat bertukar informasi
antar Pembacanyauntuk berekspresi hal-hal yang positif di ranah publik. Dan
inilah.com
dirasa kurang
menampilkan berita hiburan khususnya untuk penggemar musik. Selanjutnya ada penambahan
Most-Comment
untuk Setiap beritanya, jadi bisa melihat berita apa sedang populer yang dibaca di
inilah.com.
Sementara Informan V yang seorang humas dan Informan VI yang teknisi
remote-
sensing
menambahkan masukkan untuk
inilah.com
segi tampilan/layout, Informan VI menambahkan agar bisa
lebih dipercantik lagidan mudah mudah diakses dari komputer dan HP jadi bisa dimana saja.
Inilah.com
diperlukan promosi lagi agar gaung’nya
inilah.com
lebih diperluaslagi, supaya pembaca/pengaksesnya
semakin banyak dan bisa menjadi 10 portal berita terbesar di Indonesia.
Pengamatan yang telah dilihat Informan pada posisi pemaknaan secara Negosiasi, peneliti menilai
bahwa informan mayoritas bukan seorang yang idealis, tetapi seorang yang realis. Mereka melihat apa yang
terjadi di depan mereka, apa yang mereka alami dan baca. Sehingga mereka dalam memahami masalah tidak
secara menyeluruh, kurang sifat kritisnya. Mereka memahami masalah secara runut, berdasarkan data konkret
yang tersaji, yang dalam hal ini diberikan oleh portal berita online. Hampir Seluruhnya informan mengakses
menggunakan smartphone. Sehingga membaca portal berita online hanya sesuai minatnya yang terdapat di
inilah.com,
selebihnya pembaca tidak membaca kata per kata, tetapi lebih banyak memindai (
scan
) tampilan
situs, terutama kata-kata yang di-highlight dan tidak berlama-lama di satu situs. Informan sebagai bisa menolak
bagian yang dikemukakan, di pihak lain akan menerima bagian yang lain. Salah satunya karena dianggap
pemberitaannya
inilah.com
yang netral/berimbang , dan tidak pernah membandingkan situs yang satu dengan
yang lain. Mereka hanya ingin mendapatkan berita dan selalu update dengan informasi dan peristiwa yang
terjadi.
3. Oposisi
Sementara posisi pemaknaan terakhir adalah posisi pemaknaan oposisi, atauberlawanan. Artinya
pemaknaan media yang coba ditawarkan oleh portal berita
online
dan jurnalis diartikan secara berlawanan
dengan pemaknaan baru yang khalayaksampaikan. Informan yang termasuk dalam posisi pemaknaan ini
15 Kecepatan Puncak Internet Indonesia Ranking 6 Dunia [Online] http://inet.detik.com/read/2016/03/31/095329/3176420/398/kecepatan-puncak -
internet-indonesia-ranking-6-dunia diakses 29 Mei 2016 pukul 16.30
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Universitas Budi Luhur, Jakarta 30 Juli 2016
ISSN : 2087 - 0930
KOM-841
adalah informan Informan III. Secara terang-terangan dari awal tidak melihat makna utama mengenai
kredibilitas pemberitaan portal berita
inilah.com
.
Dari awal, dengan skema pengetahuan mengenai media
online
yang bisa diakses via internet dengan
berita yang
up-to-date
dan Kadang isi beritanya tidak serius, kadang kala beberapa ada yang
hoax
(bohong)
dan sumber yang tidak bisa dipercaya. Bagi Informan III, kredibilitas pemberitaan portal berita
inilah.com
dianggap biasa saja (standar) dan dinilai kurang objektif terutama berita politik, karena sebagai
pembacaberanggap bahwa ketidak-berimbangan berita di masing-masing portal berita pasti ada walaupun
kurang disadari.
Ketidaktelitian jurnalis dalam melaporkan/menganalisa berita,
headline
dan
angle
berita yang sedikit
hiperbola (berlebihan), mungkin pemberitaan
inilah.com
memang secara sengaja ditutup-tutupi atau di
blow-
up
agar menarik perhatian merupakan hal yang pernah ditemui olehnya
Walaupun Informan III pada posisi pemaknaan oposisi tapi yang saat ini terjadi di
inilah.com
, berita
masih dalam batas kewajaran masih lebih baik dibanding portal berita lain. Namun beberapa catatan sebagai
masukan dalam hal objektivitas dan kelengkapan berita harus ditingkatkan lagi. Informan III menaruh
penilaian yang kritis tentang indikator
completeness,
media
online
harus memperhatikan faktor ini layaknya
media cetak, justru dapat memenuhi standar kelengkapan berita dengan jumlah yang relatif tinggi. Berita yang
tidak lengkap biasanya tidak memasukkan unsur HOW atau WHY” dalam pemaparannya, sehingga berita
menjadi tidak lengkap dan kurang mendalam. Serta diharapkan analisa berita nya dipertajam, agar
parapembaca/pengaksesnya dapat memperoleh informasi yang akurat.
Pengamatan yang telah dilihat Informan pada posisi pemaknaan secaraOposisi, peneliti menilai bahwa
informan memang selalu menilai bahwa media cetak (Koran) lebih unggul dibandingkan dengan media online.
Informan ini memang lebih sering membaca berita online menggunakan Komputer/Laptop dibandingkan
menggunakan smartphone karena disebabkan daya tahan mata di depan layar monitor terbatas dam ukuran
tulisan yang dibaca melalui smartphone mengakibatkan mata menjadi mudah lelah disebabkan usianya
54tahun.Informan ini menilai pemberitaan yang ada di inilah.com tidak berbeda dengan portal berita lainnya.
Setelah menganalisis berpendapat bahwa
inilah.com
mempunyai keunggulan berita-beritanya dapat
dipercaya, valid, dan sesuai dengan fakta (realita). Namun, mempunyai sisi kelemahan; yaitu beritanya kurang
akurat, kurang objektif, kurang berimbang, dan menimbulkan prasangka/makna lain saat membaca. Salah satu
faktor yang menyebabkan kesimpulan di atas terjadi adalah karena inilah.com mengejar kecepatan
pemberitaan. Dan itulah memang kelemahan dari
online news
. Namun, kelemahan tersebut dapat ditutupi oleh
inilah.com
yang selalu bisa membuat para pembacanya penasaran dengan berita-berita mereka selanjutnya,
sekaligus menyediakan banyak link pemberitaan
Kesimpulan
Melalui penelitian ini dapat disipulkan bahwa menyimpulkan bahwa interpretasi penerimaan dan
pemaknaan informan dalam penelitian ini sangat beragam. Pemahaman yang berbeda dalam memahami teks
yang ada dalam media tersebut berkaitan dengan latar belakang dari informan tersebut. Keterbatasan waktu
yang dimiliki oleh peneliti dan informan menggunakan teknik wawancara mendalam hanya dengan 6 orang
informan. Berdasarkan analisis resepsi Stuart Hall, setidaknya ada tiga posisi pemaknaan atau
decoding
,
kredibilitas pemberitaan portal berita
inilah.com
Ketiganya tersebut adalah pemaknaan dominan hegemonik,
pemaknaan negosiasi, dan pemaknaan oposisi.
1.
Pertama,
pembaca yang berada dalam tipe pembacaan
dominant reading
melihat pemberitaan inilah.com
sebagai portal berita
online
menerapkan konsep multidimensional untuk mengukur kredibilitas media yaitu
dapat dipercaya
(believability),
akurasi
(accuracy),
bias, dan kelengkapan berita
(completeness)
kepada
khalayak yang membaca pemberitaan
inilah.com
.
2.
Kedua,
pembaca yang tergolong dalam kelompok ini tidak setuju bahwa
inilah.com
sudah menerapkan
semua menerapkan konsep multidimensional ini namun mereka juga senang dengan pemberitaan ini.
Empat orang informan melakukan pemaknaan secara negosisasi. Informan memaknai isi pemberitaan
inilah.com
tidak berbeda (sama) dengan berita di portal berita lainnya karena pemberitaannya berita yang
disampaikan sangat umum dan global.tingkat bias
inilah.com
sudah relatif baik, cukup menekankan
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Universitas Budi Luhur, Jakarta 30 Juli 2016
ISSN : 2087 - 0930
KOM-842
objektivitas, berimbang, Namun di sisi lain informan tetap menolak
inilah.com
sudah menerapkan semua
menerapkan konsep multidimensional untuk mengukur kredibilitas media, karena masih menemukan
ketidak-berimbangan berita walaupun tidak banyak dapat menimbulkan prasangka (makna lain yang
tersirat).
3.
Ketiga,
pembaca yang tergolong dalam kelompok ini menolak segala hal bahwa
inilah.com.
adalah portal
berita sudah menerapkan semua menerapkan konsep multidimensional. Satu informan melakukan
pemaknaan secara berlawanan (oposisional). pemberitaan
inilah.com
dianggap sebagai dianggap biasa saja
(standar) dan dinilai kurang objektif terutama berita politik, karena sebagai pembaca
beranggap bahwa
ketidak-berimbangan berita di masing-masing portal berita pasti ada walaupun kurang disadari.
Ditegaskan bahwa media
online
harus memperhatikan faktor ini layaknya media cetak, justru dapat
memenuhi standar kelengkapan berita dengan jumlah yang relatif tinggi. Berita yang tidak lengkap
biasanya tidak memasukkan unsur HOW atau WHY” dalam pemaparannya, sehingga berita menjadi
tidak lengkap dan kurang mendalam. Serta diharapkan analisa berita nya dipertajam, agar para
pembaca/pengaksesnya dapat memperoleh informasi yang akurat.
DAFTAR PUSTAKA
10 Media Berita Online Paling Populer di Indonesia. [Online] http://www.weha.web.id/2011/12/10-media-
berita-online-paling-populer.html. diakses 26 April 2016 pukul 11.20.
500 situs terfavorit didunia versi Alexa. [Online] http://www.alexa.com/topsites . diakses 26 April 2016 pukul
11.13.
Baran, Stanley J & Dennis K. Davis. (2010).
Teori Komunikasi Massa, Dasar, Pergolakan, dan Masa Depan
,
Edisi 5. Terjemahan Afrianto Daud dan Putri Iva Izzati. Jakarta: Salemba Humanika. Hal. 269-270
Bertrand, Ina & Hughes, Peter. (2005),
Media Research Methods: Audience, institutions, Texts.
New York:
Palgrave McMillan, p. 39.
Bradley. 2001. Ethics and Credibility in Online Journalism. Tennessee: The University of Memphis
Bradshaw, Paul. 2012. Model for a 21st Century Newsroom - Redux How digitisation has changed news
organisations in multiplatform world. Canada: Leanpub
Burrell, G., and Morgan, G, (1979),
Sociological Paradigms and Organizational Analysis: Elements of the
Sociology of Corporate Life
. Aldershot, England: Ashgate Publishing Limited
Croteau, D. & Hoynes, W. (2003),
Media Society: Industries, Images and Audiences (3rd ed),
Thousand
Oaks: Pine Forge Press, p, 274.
Flanagin, A.J., Metzger, M.J. (2000).
Perceptions of Internet Information Credibility
. Massachusetts:
Journalism & Mass Communication. p.515
Hadi, I.P, (2008).
Perspektif reception Analysis
, Jurnal Scriptura 2(1), Hal, 5-6
Inilah.com - PT Indonesian News Center. [Online].https://www.linkedin.com/company/inilah-com---pt-
indonesian-news-center?trk=company_logo . diakses 27 April 2016 pukul 10.59.
Kecepatan Puncak Internet Indonesia Ranking 6 Dunia [Online]
http://inet.detik.com/read/2016/03/31/095329/3176420/398/kecepatan-puncak-internet-indonesia-
ranking-6-dunia diakses 29 Mei 2016 pukul 16.30
McQuail, Denis (1997),
Audience Analysis,
London: SAGE Publications, Inc, p. 101
Neuman, L. (1997),
Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches in Social Works
.
New York: Columbia University, p. 68.
Patton, Michael Quin. 2002.
Qualitative Research and Evaluation Methods
; Sage Publication (3rd ed)
Salwen, M.B., Garrison, B., Driscoll, P.D. (2005).
Online News and The Public
. London: Lawrence Erlbaum
Associates. P.121
ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication.
Article
People increasingly rely on Internet and web-based information despite evidence that it is potentially inaccurate and biased. Therefore, this study sought to assess people's perceptions of the credibility of various categories of Internet information compared to similar information provided by other media. The 1,041 respondents also were asked about whether they verified Internet information. Overall, respondents reported they considered Internet information to be as credible as that obtained from television, radio, and magazines, but not as credible as newspaper information. Credibility among the types of information sought, such as news and entertainment, varied across media channels. Respondents said they rarely verified web-based information, although this too varied by the type of information sought. Levels of experience and how respondents perceived the credibility of information were related to whether they verified information. This study explores the social relevance of the findings and discusses them in terms of theoretical knowledge of advanced communication technologies.
Article
Contenido: Parte I.Cuestiones conceptuales en la investigación cualitativa: Naturaleza de la investigación cualitativa; Temas estratégicos en la investigación cualitativa; Diversidad en la investigación cualitativa: orientaciones teóricas; Aplicaciones cualitativas particulares. Parte II. Diseños cualitativos y recolección de datos: Estudios de diseños cualitativos; Estrategias de trabajo de campo y métodos de observación; Entrevistas cualitativas. Parte III. Análisis, interpretación e informe: Análisis cualitativo e interpretación; Incrementar la calidad y la credibilidad del análisis cualitativo.
Model for a 21st Century Newsroom -Redux How digitisation has changed news organisations in multiplatform world
  • Bradley
Bradley. 2001. Ethics and Credibility in Online Journalism. Tennessee: The University of Memphis Bradshaw, Paul. 2012. Model for a 21st Century Newsroom -Redux How digitisation has changed news organisations in multiplatform world. Canada: Leanpub
Online News and The Public
  • M B Salwen
  • B Garrison
  • P D Driscoll
Salwen, M.B., Garrison, B., Driscoll, P.D. (2005). Online News and The Public. London: Lawrence Erlbaum Associates. P.121
Teori Komunikasi Massa
  • Stanley J Baran
  • K Dennis
  • Davis
Baran, Stanley J & Dennis K. Davis. (2010). Teori Komunikasi Massa, Dasar, Pergolakan, dan Masa Depan, Edisi 5. Terjemahan Afrianto Daud dan Putri Iva Izzati. Jakarta: Salemba Humanika. Hal. 269-270
Perspektif reception Analysis
  • I Hadi
Hadi, I.P, (2008). Perspektif reception Analysis, Jurnal Scriptura 2(1), Hal, 5-6
[Online].https://www.linkedin.com/company/inilah-com---ptindonesian-news-center?trk=company_logo
  • Inilah
  • Com-Pt Indonesian News
  • Center
Inilah.com -PT Indonesian News Center. [Online].https://www.linkedin.com/company/inilah-com---ptindonesian-news-center?trk=company_logo. diakses 27 April 2016 pukul 10.59.