BookPDF Available

Esensi Ekonomi Makro

Authors:

Figures

Content may be subject to copyright.
ESENSI
EKONOMI
MAKRO
PRIYONO
TEDDY CHANDRA
Esensi Ekonomi Makro
Penulis : Priyono dan Teddy Chandra
© 2016
Diterbitkan Oleh:
Jl. Taman Pondok Jati J 3, Taman Sidoarjo
Telp/fax : 031-7871090
Email : zifatama@gmail.com
Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Zifatama Publisher,
Anggota IKAPI No. 149/JTI/2014
Cetakan Pertama, Februari 2016
Ukuran/ Jumlah Hal: 15,5x23 cm /
Layout: Fitri
Desain Cover: Emjy
ISBN : 978-602-14020-0-9
Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau
seluruh isi buku ke dalam bentuk apapun, secara elektronis maupun mekanis, termasuk fotokopi,
merekam, atau dengan teknik perekaman lainnya, tanpa izin tertulis dari Penerbit. Undang-Un-
dang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Hak Cipta, Bab XII Ketentuan Pidana, Pasal 72, Ayat (1), (2),
dan (6)
Teori Ekonomi Makro iii
Kata Pengantar
Buku ini merupakan edisi revisi ke tiga yang disusun dengan
suatu harapan agar mahasiswa dapat mengikuti jalannya kuliah
Pengantar Teori Ekonomi Makro dengan baik. Adapun edisi revisi
yang ketiga dalam buku ini adalah penambahan topik baru yaitu
tentang inasi dan deasi, dan buku ini disusun terdiri atas dua bagian
penting yaitu : bagian pertama terdiri atas, konsep dan teori ekonomi
makro. Sedangkan bagian kedua terdiri atas soal –soal dan tugas yang
terangkum dalam Lembar Kerja Mahasiswa (LKM).
Pada edisi revisi ke tiga ini juga penulis merubah judul buku
yang semula pengantar ekonomi makro menjadi esensi ekonomi
makro, hal ini menurut penulis karena isi buku ini adalah pokok-
pokok pikiran dalam ekonomi makro.
Buku ini awalnya ditulis oleh Prof. Dr. Supriyanto, MM (Alm)
dari Universitas Negeri Malang dan Dr. Priyono, MM dari Universitas
PGRI Adi Buana Surabaya, yang terdiri dari 7 bab, ide awal ini
dilaksanakan ketika sama sama menempuh kuliah Program Doktor,
kemudian pada edisi ke dua oleh Dr. Priyono, MM., ditambahkan satu
bab lagi tentang Subsidi BBM, dan edisi revisi ketiga ini ditabahkan
satu bab lagi tentang Inasi dan Deasi oleh Dr. Teddy Chandra dari
STIE Pelita Indonesia Pekanbaru Riau.
Buku ini masih jauh dari sempurna oleh sebab itu berbagai
saran dan kritik demi penyempurnaan buku ini amat kami harapkan.
Terima kasih kami ucapkan pada berbagai pihak yang telah membantu
proses pembuatan buku ini.
Surabaya, Januari 2016
Penyusun
Teori Ekonomi Makro
iv
Kata Sambutan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Saya menyambut penerbitan cetakan dan revisi
yang ketiga dari buku ini dengan gembira disertai ucapan
puji dan syukur kepada Allah SWT., serta menyampaikan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penulis yang telah
menyempurnakan penulisan buku ini. Dengan diterbitkannya
cetakan ketiga ini menunjukkan bahwa peredaran cetakan
pertama dan kedua mendapat sambutan yang positif dari
kalangan pendidik, mahasiswa dan Masyarakat.
Mudah-mudahan cetakan ketiga ini lebih meningkatkan
kebutuhan pendidik, mahasiswa dan masyarakat untuk
memperoleh informasi yang lebih banyak tentang ekonomi
makro. Pada edisi ketiga ini penulis telah menyempurnakan
dengan menambahkan materi tentang Inasi dan Deasi. Buku
Pengantar Ekonomi Makro ini memberikan Informasi tentang
ruang lingkup ekonomi secara menyeluruh .Mudah-mudahan
edisi ketiga dari buku ini dapat meningkatkan pengetahuan dan
memperluas cakrawala pendidik, mahasiswa dan masyarakat
tentang ilmu ekonomi makro.
Diharapkan kehadiran buku ini dapat menarik minat
pendidik, mahasiswa dan masyarakat untuk membacanya.
Semakin banyak buku yang layak dan perlu kita baca, maka
pengetahuan akan semakin berkembang serta kita menjadi
semakin cerdas dalam arti yang luas. Harapan selanjutnya ialah
agar para pendidik terutama di Perguruan Tinggi memakai
Teori Ekonomi Makro v
buku ini sebagai referensi bagi mahasiswanya, karena buku ini
disusun berdasarkan silabus dan kurikulum Nasional.
Pekanbaru, 20 Januari 2016
Prof. Dr. Marnis, SE., MS.
Teori Ekonomi Makro
vi
Kata Sambutan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Buku Esensi Ekonomi Makro edisi ke tiga yang disusun oleh
saudara Priyono dan saudara Teddy Chandra ini menggunakan tata
bahasa yang mudah dipahami oleh mahasiswa, apalagi disertai contoh-
contohnya.
Oleh karena itu, saya menyambut gembira atas penerbitan
cetakan dan revisi yang ketiga dari buku ini, diertai ucapan rasa syukur
kepada Allah SWT, serta menyampaikan penghargaan yang setinggi-
tingginya kepada penulis yang telah menyempurnakan penulisan buku
ini, pada edisi revisi ke tiga ini penulis menambahkan materi tentang
inasi dan deasi.
Saya berharap dengan kehadiran buku cetakan ketiga ini
dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa dan masyarakat dalam
memperoleh informasi tentang pengetahuan ekonomi makro, dan
juga dapat menarik minat pendidik, mahasiswa serta masyarakat
untuk membacanya.
Selanjutnya saya menyampaikan selamat dan sukses kepada
penulis, semoga karya ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan
umumnya dan mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah
pengantar ekonomi makro khususnya.
SILABI DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAAN
A. IDENTITAS MATA KULIAH
1. Nama Mata Kuliah : Pengantar Ekonomi Makro
2. Sandi : -
3. Sks : 3 Sks
4. Jurusan/Program : S-1 Manajemen
5. Prasyarat : -
B. TUJUAN
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan menyebutkan dan menganalisis
konsep dasar dan permasalahan serta hubungan antara variable ekonomi mikro, baik bersifat kualitatif
maupun yang bersifat kuantitatif.
C. DISKRIPSI MATA KULIAH
Mata kuliah ini dirancang untuk memberi pengetahuan dan ketrampilan dasar tentang konsep prinsip
dasar makro, variable-variabel ekonomi makro dan analisa pendapatan nasional, baik yang bersifat
kualitatif maupun kuantitatif
D. KETERKAITAN ANTARA TOPIK DAN SUB TOPIK
Sektor
Fungsi C dan S
Keadaan dalam
keseimbangan
Angka penggandaan
(multiplier)
Produk Nasional dan
kapasitas produksi
Sektor
Kebijakan Fisikal
Analisa kebijakan
fiskal dalam
perpajakan sederhana
Analisa kebijakan
Fiskal dalam
perpajakan yang builit
Model Ekonomi Terbuka
Peranan sektor luar
negeri dalam
perekonomian
Analisa pendapatan
nasional dalam
perekonomian terbuka
Subsidi BBM
Pengertian subsidi
Metode perhitungan
diskusi
Konsep Dasar Ekonomi
Makro
Ekonomi baru dari
Keynes
Permasalahaan Ekonomi
Makro
Ekonomi Makro dan
Mikro
Pendapatan Nasional
Pengertian Pendapatan
Nasional
Cara Perhitungan PN
Jenis-jenis PN
Manfaat Perhitungan
PN
Teori Konsumsi
Life cycle hypothesis
Relativ income
Permanent income
hypothesis
Teori Investasi
Penentuan tingkat rate
of return
Hubungan l dan i
Faktor yang
mempengaruhi
investasi
ANALISA
PENDAPATAN
NASIONAL
Inflasi & Deflasi
Pengertian inflasi
Pengertian deflasi
Efek dari inflasi &
deflasi
Analisa Kuantitatif
Analisa Kuantitatif
E. SUMBER RUJUKAN
1. Rujukan Utama
1.1 Dembrug, F Thomas. 1992 Makro Ekonomi : Konsep, Teori dan Kebijakan, Jakarta :
Erlangga ( Edisi Terjemah).
1.2 Sukirno, S. 1995. Pengantar Teori Makro Ekonomi. Jakarta : Rajawali Pers.
1.3 Mangkusubroto, G. 1992. Teori Ekonomi Makro. Yogyakarta : Bagian Penerbit STIE
1.4 Soediyono, 1995. Ekonomi Makro : Pengantar Analisa Pendapatan Nasional.
Yogyakarta : Liberty
2. Rujukan Pengayaan
2.1 Sobri,1992. Ekonomi Makro. Yogyakarta ; BPFE-UII
2.2 Kelana, S. 1996. Teori Ekonomi Makro. Jakarta : PT. Rajawali Grafindo Persada
2.3 Wiratmo, M. 1994. Sinopsis Pengantar Ekonomi Makro. Yogyakarta : Media Widya
Mandala.
2.4 Samuelson dan William, 1992. Ekonomi. Jakarta : Erlangga (Edisi Terjemahan)
F. GARIS BESAR RENCANA SAJIAN
Minggu
Ke
Topik/Sub Topik Sajian
Tujuan Khusus Pembelajaran (TPK)
Sumber
1.
Pendahuluan
Ekonomi Baru JM Keynes
Permasalahaan Ekonomi Makro
Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro
Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip
dasar ekonomi makro
E.2.1.
E.1.2.
2 dan 3
Pendapatan Nasional
Pengertian Pendapatan Nasional
Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
Jenis-jenis Pendapatan Nasional
Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional
Mahasiswa dapat menjelaskan dan
menyebutkan persoalan pendapatan
nasional khususnya tinjauan dari aspek
kualitatif
E.1.1.
E.1.2.
E.1.3
4 dan 5
Teori Konsumsi
Teori Konsumsi dengan Hipotesis Siklus Hidup
Teori Konsumsi dengan Hipotesis Pendapatan Relatif
Teori Konsumsi Dengan Pendapatan Permanen
Mahasiswa dapat menjelaskan,
menyebutkan dan menganalisis
permasalahan yang berkaitan dengan
teori konsumsi.
E.1.3
6
Teori Investasi
Menentukan rate of retrun
Hubungan investasi dengan bunga dan MEC
Faktor-faktor yang mempengaruhi investasi kurva
MEC dan Mei
Mahasiswa dapat menjelaskan,
menyebutkan dan menganalisis
persoalan yang berkaitan dengan teori
investasi
E.1.1.
E.1.3.
E.2.1.
E.2.2.
7 dan 8
Analisa Pendapatan Nasional Dalam Ekonomi 2 Sektor
(Tertutup Sederhana)
Fungsi konsumsi dan tabungan
Keseimbangan Pendapatan Nasional
Angka Pengganda (Multiplier)
Produk Nasional dan kapasitas produksi nasional
(Konsep IG dan DG)
Mahasiswa dapat menjelaskan,
menyebutkan dan menganalisis dalam
menyelesaikan soal-soal yang berkaitan
dengan analisa Pendapatan Nasional
dalam Ekonomi 2 Sektor
10 dan 11
Analisa Pendapatan Nasional dalam Ekonomi 3 Sektor
(Tertutup Tidak Sederhana)
Kebijakan fiscal
Analisa fiscal dalam perpajakan yang sederhana
Analisa fiscal dalam system perpajakan yang built in
flexible
Mahasiswa dapat menjelaskan,
menyebutkan dan menganalisis dalam
menyelesaikan soal-soal ekonomi 3
sektor
E.1.2.
E.1.1.
E.2.1.
E.2.2.
12 dan 13
Model Perekonomian Terbuka
Peranan Pemerintah dalam Perekonomian Antar Bangsa
Analisa Pendapatan Nasional Dalam Perekonomian
Terbuka
Mahasiswa dapat menjelaskan.
Menyebutkan dan menganalisis peran
pemerintah dalam perekonomian antar
bangsa
E.1.2.
E.1.4
14 dan 15
Jam Cadangan dan untuk test tengah semester
16
Acara umpan balik dosen dengan mahasiswa
G. RANCANGAN EVALUASI
NO
UNSUR PENILAIAN
BOBOT
1.
Penilaian atas Lembar Kerja Mahasiswa
30%
2
Test Tengah Semester
20%
3
Final Test
40%
4
Lain-lain
10%
Jumlah
100%
Teori Ekonomi Makro vii
Daftar ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR iv
KATA SAMBUTAN v
DAFTAR ISI vii
PENDAHULUAN 1
Analisa Ekonomi Mikro dan Makro 1
Permasalahan Ekonomi Makro 4
Macam –macam Model Kegiatan Ekonomi
Dalam Masyarakat 12
BAB II : PENDAPATAN NASIONAL 25
Pengertian dan Arti Penting Pendapatan Nasional 25
Jenis- jenis Pendapatan Nasional 28
Cara penghitungan Pendapatan Nasional 31
Hubungan Antara Konsep- Konsep Pendapatan 35
Pembagian Pendapatan Nasional 39
BAB III : TEORI KONSUMSI
Perilaku Konsumsi Masyarakat 45
Pola Konsumsi Masyarakat 48
Macam – Macam Teori Konsumsi 50
Teori Ekonomi Makro
viii
BAB IV : TEORI INVESTASI 63
Teori- Teori Investasi 63
Investasi dan Kapasitas Produksi 68
Pelaksanaan- Pelaksanaan Investasi 73
BAB V : ANALISA PENDAPATAN NASIONAL
DALAM PEREKONOMIAN TERTUTUP
SEDERHANA 77
Hakekat Perekonomian Tertutup Sederhana 77
Fungsi Konsumsi,MPC dan APC 78
Fungsi Saving MPS dan APS 82
Hubungan MPC,MPS,APC dan APS 83
Pendapatan Nasional Ekuilibrium 85
Pengertian dan Proses Bekerja Multiplier 88
Inationary Gap (IG) dan Deationary Gap ( DG) 91
BAB VI : ANALISIS KEBIJAKAN FISKAL
DALAM PEREKONOMIAN TERTUTUP 97
Masalah Kebijakan Fiskal 97
Analisis Kebijakan Dalam Sistem Perpajakan
Yang Sederhana 102
Pendapatan Nasional Ekulibrium 105
Macam –Macam Angka Pengganda Pajak 109
Teori Ekonomi Makro ix
BAB VII : ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL
DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA 121
Hubungan Ekonomi International 121
Analisis Pendapatan Nasional Dalam
Perekonomian Terbuka 124
BAB VIII : BBM,SUBSIDI DAN
KEMANDIRIAN BANGSA 129
Blok Cepu Dan Bangsa Mandiri 129
Dialog Mamad Dan Djadjang Tentang Subsidi BBM 133
Menaikkan Harga Bensin Premium 139
Pengertian Subsidi 140
Berapa Kelebihan Uang Pemerintah 141
Harus Impor 142
Fundamental Kebijakan BBM 143
BAB IX : INFLASI DAN DEFLASI 151
Teori Ekonomi Makro
x
Daftar tabel
No. Judul Tabel
2.1 Contoh Cara Menghitung Nilai Tambah 32
2.2 Pertumbuhan GNP Dalam Dua Negara 38
3.1 Alokasi Penggunaan PDB Pada Tahun 1970-1993 47
3.2 Pengeluaran Rata- rata Per Bulan Pada
Tahun 1984-1993 48
3.3 Struktur Konsumsi Rumah Tangga
Beberapa Negara 49
4.1 Hubungan Y,C,S,APC,APS,MPC dan MPS 84
4.2 Proses Multiplier Secara Angka – Angka 90
Teori Ekonomi Makro xi
Daftar gambar
No. Judul Gambar
1.1 Pembagian Ilmu Ekonomi 1
1.2 Bagan Alur Model Perekonomian Dua Sektor 14
1.3 Bagan Alur Model Perekonomian Dua
Sektor dengan Adanya Tabungan dan Investasi 15
1.4 Bagan Alur Model Perekonomian Tiga Sektor 16
1.5 Bagan Alur Model Perekonomian Terbuka 18
1.6 Hubungan Antar Variabel Ekonomi Makro 20
1.7 Proses Multiplier Secara Gras 22
1.8 Bagan Proses Multiplier 22
2.1 Arus Pendapatan Nasional 35
2.2 Kurva Lorenz 40
2.3 Derajat Kemerataan / Ketidakmerataan Kurva Lorenz 42
2.4 Perkiraan Koesien Gini 42
3.1 Perbedaan Pola Konsumsi Negara Maju
dan Negara Sedang Berkembang 46
3.2 Kurva Pengeluaran Konsumsi dengan
Hipotesis Siklus Hidup 52
3.3 Kurva Pengeluaran Konsumsi Dengan
Hipotesis Pendapatan relatif 57
3.4 Marginal Efciency of Investment 66
3.5 Bentuk Kurva Autonomous Investment 74
3.6 Bentuk Kurva Induced Investment 75
5.1 Menemukan Persamaan Fungsi Konsumsi 80
Teori Ekonomi Makro
xii
5.2 Kurva Konsumsi dan Saving 85
5.3 Keadaan Ekuilibrium 88
5.4 Proses Multiplier Secara Gras 91
5.5 Proses Terjadinya IG dan DG 94
6.1 Fungsi Konsumsi dan Saving Setelah
Kebijakan Fiskal 105
.
Teori Ekonomi Makro 1
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini bertujuan untuk menjelaskan:
• Perbedaaan analisa ekonomi makro dan analisa ekonomi
makro
• Berbagai permasalahan ekonomi makro
• Macam-macam model kegiatan ekonomi dalam
masyarakat
ANALISA EKONOMI MIKRO DAN MAKRO
Ekonomi mikro dan makro adalah bagian dari pada teori ekonomi
sedangkan yang dimaksud dengan ekonomi teori adalah ilmu
yang menganalisa tentang kebutuhan antara variable-variable
ekonomi, variable-variable ekonomi yang dimaksud dapat
bersifat mikro maupun makro. Guna memahami kedudukan dari
analisa ekonomi mikro dan makro dalam ilmu ekonomi dapat
dilihat dalam gambar 1.1 berikut ini.
Gambar 1.1 pembagian ilmu ekonomi
Teori Ekonomi Makro
2
Ekonomi diskriptif adalah bagian dari ilmu ekonomi yang
menggambarkan keadaan atau kegiatan ekonomi yang bener-
bener terjadi pada suatu tempat atau negara tertentu. Teori
ekonomi pada dasarnya berusaha untuk menjelaskan hubungan
antara variable-variable ekonomi baik variable mikro maupun
variable makro. Dalam ekonomi terapan menyangkut persoalan
kebijakan ekonomi yang perlu di terapkan dalam daerah atau
negara tertentu.
Teori ekonomi pada dasarnya dibagi menjadi teori
ekonomi mikro dan teori ekonomi makro. Baik ekonomi mikro
maupun teori ekonomi makro kedua-duanya mempelajari
masalah-masalah ekonomi. Namun permasalahan ekonomi yang
dipelajari berbeda dalam sudut pandangnya.
Ekonomi mikro mempelajari kegiatan-kegiatan ekonomi
dari unit-unit ekonomi individual, yaitu individu sebagai
konsumen. Individu sebagai pemilik faktor produksi, maupun
individu sebagai produsen. Analisa ekonomi mikro terdiri dari:
teori harga, teori produsen dan teori distribusi. Teori harga antara
lain membahas tentang proses pembentukan harga oleh interaksi
antara penawaran dan permintaan akan suatu barang dan jasa di
dalam suatu pasar, faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan
permintaan dan penawaran, hubungan antara harga permintaan
dengan penawaran; bentuk-bentuk pasar; dan sebagainya.
Teori produksi antara lain menganalisa tentang masalah biaya
produksi; tingkat produksi yang paling menguntungkan bagi
produsen yang harus dipilih oleh produsen agar tujuan untuk
mencapai laba maksimun tercapai. Sedangkan teori distribusi
membahas tentang faktor-faktor yang menentukan tingkat upaya
Teori Ekonomi Makro 3
tenag kerja; tingkat bunga yang harus dibayar karena penggunaan
modal; dan tingkat keuntugan yang diperoleh para pengusaha.
Teori ekonomi mikro mula-mula dikembangkan oleh ahli-
ahli ekonomi klasik pada abad 18 dan 19, seperti adam smith,
david recardo, yang selanjutnya dikembangkan oleh marshall
dan plgou. Guna menyusun teori ahli-ahli ekonomi klasik
(mikro) mendasarkan pada anggapan-anggapan dasar tertentu,
antara lain.
• Setiap subyek ekonomi selalu bertindak ekonomis rasional,
yakni para konsumen selalu berusaha untuk mencapai
kepuasan maksimal dari setiap barang dan jasa yang
dikonsumsi. Sedangkan produsen selalu berusaha untuk
memperoleh keuntungan yang maksimal.
• Setiap subyek ekonomi mempunyai informasi yang lengkap
atas segala sesuatu yang terjadi dipasar.
• Tingkat mobilitas yang tinggi. Sehingga para subyek
ekonomi dapat segera menyesuaikan diri dengan perubahan-
perubahan yang terjadi di pasar.
Berdasarkan anggpan-anggapan tersebut diatas para ahli
ekonomi klasik berkeyakinan bahwa kegiatan ekonomi akan
berkembang secara esien, pertumbuhan ekonomi akan semakin
meningkat, dan akan tercapai kesempatan kerja penuh (full
imployment).
Apabila di dalam ekonomi mikro menganalisa kegiatan-
kegiatan dan permasalahan ekonomi dari unit-unit ekonomi
individual, maka di dalam ekonomi makro menganalisanya dari
pendekatan sebaliknya. Artinya yang dipelajari dalam ekonomi
makro adalah variable-variable total seperti pendapatan nasional,
Teori Ekonomi Makro
4
konsumsi, tabungan masyarakat, investasi total, dan sebagainya.
Ekonomi makro menganalisa keadaan keseluruhan
dari kegiatan perekonomian. Di dalam ekonomi makro tidak
membahas kegiatan yang dilakukan oleh seorang produsen,
seorang konsumen atau seorang pemilik faktor produksi, tetapi
pada keseluruhan tindakan para konsumen, para pengusaha,
pemerintah, lembaga-lembaga keuangan, dan negara lain serta
bagaimana pengaruh tindakan-tindakan tersebut terhadap
perekonomian secara keseluruhan.
Teoriekonomi makro ini lahir ditandai dengan keluarnya
sebuah buku yang berjudul the general theory of employment.
Interest and money pada tahun 1937 yang ditulis oleh JM keynes
ahli ekonomi universitas cambridge inggris. Buku tersebut juga
dipandang sebagai tonggak yang sangat penting dalam sejarah
pemikiran ekonomi barat.
Dalam buku tersebut keynes menyajikan suatu teori yang
menunjukkan bahwa penganggaran dapat terjadi dan bahkan
untuk jangka yang tidak terbatas akhirnya banyak ahli ekonomi
yang menerima pendapat keynes, dan kelompok ini disebut
keynesian economist yang sampai sekarang diterima sebagai
teori yang benar dan dipraktekkan di banyak negara.
PERMASALAHAN EKONOMI MAKRO
Pada dasarnya ilmu ekonomi dipelajari karena mempunyai
kegunaan. Ilmu ekonomi berguna karena dapat memberikan
petunjuk-petunjuk mengenai kebijakan apa yang bisa diambil
untuk menanggulangi suatu permasalahan ekonomi tertentu.
Ekonomi makro yang merupakan salah satu cabang ilmu
Teori Ekonomi Makro 5
ekonomi dapat membantu memecahkan permasalahan kebijakan
ekonomi secara makro.
Permasalahan kebijakan ekonomi makro mencakup
masalah-masalah yang berkaitan dengan pengelolaan dan
pengendalian perekonomian secara umum tugas pengendalian
ekonomi makro adalah mengusahakan agar perekonomian bisa
bekerja dan tumbuh secara seimbang, terhindar dari keadaan-
keadaan yang dapat mengganggu keseimbangan umum tersebut.
Ada tiga masalah ekonomi makro jangka pendek yang
harus diatasi setiap saat. Ketiga masalah yang dimaksud adalah:
Masalah inasi
Inasi merupakan salah satu masalah ekonomi yang
selalu dialami oleh, hampir semua negara pembicaraan tentang
inasi selalu dikaitkan dengan kenaikan harga, karena hargalah
indikator penting dari pada inasi. Yang dimaksud inasi
adalah suatu keadaan dimana terdapat kecenderungan kenaikan
harga–harga secara umum dan terus menerus dengan demikian
kalau dalam masyarakat terjadi kenaikan satu atau beberapa
oarang (dan bersifat sementara), maka kondisi semacam itu
tidak dianggap sebagai inasi oleh sebab itu kondisi semacam
itu tidak dianggapsebagai suatu masalah dan tidak diperlukan
kebijakan khusus untuk mengatasinya. Walaupun inasi tidak
secara otomatis menurunkan standar hidup, namun inasi tetap
merupakan masalah, karena tiga alasan :
• Inasi dapat mengakibatkan redistribusi pendapatan
diantara anggota mastarakat.
• Inasi dapat menyebakan penurunan esiensi ekonomi
Teori Ekonomi Makro
6
• Inasi dapat menyebkan perubahan out-put dan kesempatan
ke dalam masyarakat.
Masalah Pengangguran
Pengangguran ini terjadi karena jumlah tenaga kerja atau
angka kerja melebihi tingkat kesempatan kerja yang tersedia. Di
negara-negara yang sedang berkembang tingkat pertumbuhan
angkatan kerja cukup tinggi, sehingga tidak seimbang dengan
kesempatan kerja yang ada kalau kenyataan tersebut terjadi,
maka angka pengangguran cukup tinggi tidak semua penduduk
termasuk angkatan kerja adalah penduduk dalam usia anak
dan usia muda. Penduduk dalam usia kerja / angkatan kerja
adalah penduduk dalam usia anatar 15 tahun sampai 59 tahun
berdasarkan tingkat kesempatan kerja penuh (full imployment)
atau secara teoritis perekonomian dianggap mencapai tingkat
kesempatan kerja penuh apabila tenaga kerja yang tersedia
seluruhnya digunakan dalam praktek yang dimaksud dengan
tingkat kesempatan kerja penuh mengandung arti yang sedikit
berbeda. Guna menentukan apakah perekonomian telah
mencapai full imployment atau yang belum menjadi ukuran
bukanlah penggunaan tenaga kerja 100%, tetapi penggunaan
tenaga kerja yang sedikit lebih rendah dari itu. Di amerika
serikat misalnya full imployment telah dianggap telah tercapai
bila tingkat pengangguran paling banyak sekitar 4%. Di negara
kita upayakan untuk menekan tingkat pengangguran dilakukan
melalui pengendalian tingkat pertumbuhan penduduk. Program
keluarga berencana adalah salah satu alternatif untuk menekan
laju pertumbuhan penduduk. Hal ini disebabkan pembangunan
ekonomi tidak mempunyai arti kalau dibarengi dengan tingkat
Teori Ekonomi Makro 7
pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi.
Faktor utama yang menimbulkan pengangguran adalah
kekurangan pengeluaran agregat para pengusaha produksi barang
dan jasa denagn maksud mencari keuntungan. Keuntungan
tersebut hanya akan didapat diperoleh apabila para pengusaha
dapat menjual barang yang mereka produksikan. Semakin besar
permintaan, semakin banyak barang dan jasa yang mereka
wujudkan. Kenaikan produksi yang lakukan akan menembah
penggunaan tenaga kerja. Dengan deminkian terdapat hubungan
yang erat diantara tingakat pendapatan nasional yang dicapai
dengan penggunaan tenaga kerja yang dilakukan. Semakin
tinggi pendapatan nasional, semakin banyak penggunaan tenaga
kerja dalam perekonomian.
Kekurangan permintaan agregat adalah faktor penting
yang menimbulkan pengangguran. Disamping itu faktor lain
yang menimbulkan pengangguran adalah : (1) menganggur
karena ingin mencari kerja lain (2) pengusaha menggunakan
perlatan modern; (3) ketidak sesuian antara keterampilan pekerja
yang sebenarnya dengan keterampilan yang diperlukan dalam
industri yang ada.
Salah satu faktor penting yang menentukan kemakmuran
suatu masyarakat adalah tingkat pendapatannya. Pendapatan
masyarakat menacapai maximun apabila tingkat pendapatan
penggunaan tenaga kerja penuh (full imployment)dapat
diwujudkan. Pengangguran dapat mengurangi pandapatan
masyarakat. Dan kondisi ini tentu dapat mengurangi tingakat
kemakmuran masyarakat yang pernah dicapai.
Edwars membedakan lima bentuk pengangguran, yaitu:
Teori Ekonomi Makro
8
• Pengangguran terbuka
Yang termasuk dalam penganguran terbuka ini baik sukarela
(mereka yang tidak mau bekerja karena mengharap pekerjaan
yang lebih baik mamupun terpaksa secara terpaksa (mereka
yang mau bekerja tetapi tidak memperoleh pekerjaan)
• Setengah menganggur (under umployment)
Yang ternasuk dalam penganguran ini adalah mereka yang
bekerja lamanya (hari, minggu. musiman) kurang dari yang
mereka bisa kerjakan.
• Mereka yang tidak digolongkan penganguran ternuka dan
setengah penganguran. Yang termas uk dalam pengangguran
ini adalah
Pengangguran yang tidak kentara (diquised
unemployment). Misalnya petani yang bekerja di ladang
selama sehari penuh, padahal pekerjaan itu sebenarnya
tidak memerlukan waktu yang sehari penuh.
Pensiunan lebih awal; fenomena ini dilakukan guna
memberi peluang pada mereka yang muda dan belum
bekerja.
• Tenaga kerja yang lemah
Yaitu mereka yang mungkin bekerja full-time, tetapi
intensinya lemah karena kurang gizi atau penyakit.
• Tenaga kerja yang tidak produktf
Yaitu mereka yang mampu bekerja secara produktif, tetapi
karena sumber daya- sumber daya penolong kurang memadai.
Dalam kondisi semacam itu mereka tidak bisa menghasilkan
sesuatu dengan baik.Dalam realisasinya terdapat hubungan
yang erat sekali antara tingginya tingkat pengangguran,
Teori Ekonomi Makro 9
luasnya kemiskinan, dan distribusi pendapatanyang tidak
merata. Bagi sebagian besar mereka yang tidak mempunyai
pekerjaan tetap atau hanya bekerja part- time selalu berada
diantara kelompok masyarakat yang sangat miskin, dan
terpinggirkan. Dalam proses pembangunan yang selama ini
dilaksanakan mestinya mereka itulah yang perlu diberdayakan
untuk mencapai kondisi ekonomi yang lebih baik.Namun
demikian adalah salah jika beranggapan bahwa setiap orang
yang tidak mempunyai pekerjaan adalah kemiskinan, sedang
yang bekerja secara penuh adalah orang kaya. Masalah
kaya dan miskin berkaitan dengan banyak faktor yang
mempengaruhi dan tergantung juga diri manusianya itu
sendiri.
Masalah Ketimpangan Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah neraca yang memuat ikhtisar
dari segala transaksi yang terjadi antara penduduk suatu negara
dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu,
biasanya satu tahun.
Transaksi – transaksi yang terdapat dalam neraca
pembayaran menyangkut barang- barang dan jasa, dalam bentuk
ekspor maupun impor, transaksi dinanciil seperti pemberian
atau penerimaan kredit kepada atau dari negara lain, penanaman
modal di luar negeri dan transaksi- transaksi yang bersifat
unilateral seperti pembayaran transfer dari orang- orang yang
tinggal di luar negeri tidak sama dengan jumlah penerimaan
yang diperoleh dari luar negeri, selisihnya dapat berupa surplus
atau desit pada neraca pembayaran. Ketidakseimbangan dalam
Teori Ekonomi Makro
10
neraca pembayaran suatu negara dapat dikatakan merupakan
masalah apabila ketidakseimbangan tersebut cukup besar. Kalau
kenyataan itu terjadi, maka diperlukan kebijakan pemerintah
untuk mengatasinya.
Pada tingkat mikro ekonomis, neraca pembayaran
berhubungan dengan aktitas internasional agregat serta
memberikan petunjuk apakah dalam ekonomi terdapat
keseimbangan atau apakah sebaliknya.
Meskipun neraca pembayaran harus selalu dalam keadaan
keseimbangan secara akuntansi, namun tidak selalu harus
dalam keadaan keseimbangan secara ekonomis. Hal ini karena
jumlah transaksi kredit otonom tidak selalu sama dengan
debet otonom.Transaksi otonom dilaksanakan untuk pos-pos
itu sendiri sebagai respon stimuli ekonomis, sosial bahkan
politis yang berbeda-beda. Transaksi demikian dilakukan untuk
menciptakan pendapatan serta memperbaiki kesejahteraan
ekonomi pos-pos yang termasuk dalam transaksi otonom adalah
ekspor dan impor barang dan jasa, investasi asing, bantuan
pemerintah, bantuan militer, serta kelompok tertentu arus
kapital. Semua ini dicatat dalam rekening neraca pembayaran
sebagai kredit atau debit sesuai dengan arus yang dicerminkan.
Transaksi penampungan atau pengakomodasian dilaksanakan
untuk mengkompensasi transaksi otonom dan secara esensial
mencerminkan mitra nansial dari transaksi-transaksi tersebut.
Transaksi pengakomodasian ini pada dasarnya terdiri atas arus
kapital jangka pendek yang dicatat sebagai kredit atau debet
sesuai dengan arus yang dicerminkannya.
Dalam era globalisasi ekonomi yang terjadi pada saat ini
ketergantungan perkembangan ekonomi antara negara yang
Teori Ekonomi Makro 11
ada di dunia semakin bertambah besar. Neraca pemabayaran
akan memberikan informasi mengenai nilai ekspor dan import,
transaksi jasa dan lain- lain.
Setiap negara akan berusaha menjaga stabilitas neraca
pembayaran yaitu suatu keadaan dimana aliran uang keluar
negeri sebagai akibat impor barang dan jasa dan aliran. Modal
keluar adalah seimbang dengan aliran uang yang masuk dari
hasil eksport barang dan jasa dan alirang masuk modal asing.
Keseimbangan dalam neraca pembayaran ini cenderung akan
mewujudkan kestabilan neraca pembayaran ini, usaha lain
yang biasanya dilakukan setiap negara adalah menggalakkan
perkembangan eksport barang dan jasa dan meningkatkan
pengaliran masuk.
Berbagai masalah akan timbul apabila suatu negara tidak
dapat menstabilkan dan mengembangkan sektor luar negerinya
dan menjaga kurs valuta asingnya.dalam teori makro ekonomi
selalu ditunjukkan bahwa apabila suatu negara mengimport
scara berlebihan yaitu import selalu lebih tinggi dari eksport,
beberapa masalah akan timbul. Berbagai masalah akan timbul
adalah:
1. Import yang berlebihan itu cenderung akan menurunkan
nilai mata uang domestik.
2. Kondisi ini menyebutkan harga barang import semakin
mahal dan inasi akan menghantui pembelanjaan atas
barang-barang yang diproduksi di dalam negeri dan
keadaan ini dapat mengurangi kegiatan dan pertumbuhan
ekonomi.
3. Permasalahan ekonomi makro di atas, pada prinsipnya
Teori Ekonomi Makro
12
jangka pendek.
Masalah ekonomi makro yang bersifat jangka panjang
menyangkut persoalan pertumbuhan ekonomi disetiap
periode suatu masyarakat akan menambah kemampuannya
untuk memproduksikan barang dan jasa. Ini disebabkan oleh
pertambahan faktor-faktor produksi yang berlaku. Dalam setiap
periode jumlah tenaga kerja akan bertambah karena ada golongan
penduduk yang akan memasuki angkatan kerja investasi masa
lalu akan menambah barang-barang modal dan kapasitas
memproduksi di masa kini. Di samping itu investasi biasanya
diikuti oleh perkembangan teknologi alat-alat produksi, dan
ini akan mempercepat lagi pertumbuhan ekonomi yang sesuai
dengan perkembangan kemampuan memproduksi yang dimiliki
oleh negara yang bersangkutan.
Minimnya anggaran pendidikan dalam suatu negara
menjadikan keterbatasan kemampuan negara itu dalam
mengembangkan teknologi.hal ini diperparah lagi dengan
keberadaan sumber daya manusia yangmasih sangat rendah
tingkat pendidikannya. Akibat dari kondisi itu seringkali
pertumbuhan ekonomi yang sebenarnya adalah jauh lebih rendah
dari potensi pertumbuhan yang dapat dicapai.
MACAM-MACAM MODEL KEGIATAN EKONOMI
DALAM MASYARAKAT
Kegiatan ekonomi dalam masyarakat secara makro dapat
dibedakan atas tiga model yaitu model kegiatan perekonomian
Teori Ekonomi Makro 13
tiga sektor, model kegiatan perekonomian tiga sektor, dan model
kegiatan perekonomian empat sektor (model perekonomian
terbuka). Masing-masing model perkonomian terdiri atas
beberapa indikator/besaran ekonomi makro yang saling
berhubungan dengan satu sama lain.
Secara lebih terinci model-model kegiatan perekonomian di
atas dapat diuraikan sebagai berikut:
Model Perekonomian Dua Sektor
Untuk mempermudah pengamatan mengenai
bekerjanyaperekonomian secara nasional, masyarakat suatu
perkonomian dibagi menjadi beberapa sektor, yaitu sektor rumah
tangga, sektor perusahaan, sektor pemerintah, dan sektor luar
negeri. Dalam pembahasan yang pertama adalah perekonomian
yang sangat sederhana (perekonomian dua sektor). Yang
dimaksud dengan perekonomian sederhana (perekonomian
dua sektor) adalah suatu perekonomian yang hanya terdiri dari
sektor peruasahaan memerlukan faktor-faktor produksi yang
berasal dari sektor rumah tangga, sedangkan sektor rumah
tangga sebagai pemilik faktor-faktor produksi (seperti alam/
tanah, modal, tenaga dan interpreneur). Memerlukan barang-
barang konsumsi dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga
perusahaan. Gambaran tentang alur kegiatan perekonomian
sederhana (perekonomian dua sektor dapat dilihat dalam gambar
1.2 berikut ini:
Teori Ekonomi Makro
14
Gambar 1.2 bagan alur model perekonomian dua sektor
Pada bagian atas gambar 1.2 menunjukkan aliran
faktor-faktor produksi (seperti tanah, modal, tenaga kerja, dan
interpreneur) yang berasal dari sektor dari sektor rumah tangga
dan digunakan oleh sektor perusahaan dalam kegiatan produksi.
Kemudian sektor perusahaan memberikan balas jasa/imbalan
dalam bentuk uang. Uang inilah sebenarnya yang merupakan
pendapatan bagi sektor rumah tangga.
Bagian bawah dari Gambar 1.2 menunjukkan aliran
barang-barang dan jasa-jasa dihasilkan oleh sektor perusahaan
dan selanjutnya dikonsumsi oleh sektor rumah tangga. Sebagai
gantinya sektor rumah tangga memberikan uang kepada sektor
perusahaan sebagai pembelian barang-barang dan jasa yang
Teori Ekonomi Makro 15
dihasilkan oleh sektor perusahaan. Apabila seluruh pendapatan
yang diperoleh rumah tangga dibelanjakan untuk barang dan jasa
yang dihasilkan oleh sektor perusahaan, maka perekonomian
berada dalam keadaan seimbang, karena sisi pendapatan sama
dengan sisi pengeluaran.
Terdapat kemungkinan sektor rumah tangga tidak
membelanjakan seluruh pendapatannya untuk konsumsi, tetapi
sebagian pendapat yang diperoleh disimpan sebagai tabungan
(saving). Apabila hal ini yang terjadi, maka keseimbangan
perekonomian terganggu karena adanya bagian pendapatan
yang tidak dibelanjakan akan berakibat barang dan jasa yang
dihasilkan oleh sektor perusahaan yang terjun habis.
Gambar 1.3 berikut ini menunjukkan keseimbangan apabila
sektor rumah tangga menyimpan sebagian pendapatan yang
diperoleh sebagai tabungan.
Gambar 1.3 Bagan Alur Model Perekonomian Dua Sektor
Teori Ekonomi Makro
16
Dengan Adanya Tabungan Dan Investasi.Bagian
pendapatan yang tidak dibelanjakan oleh rumah tangga
(tabungan) disebut kebocoran (leakage). Agar perekonomian
tetap pada keadaan seimbang. Maka bagian pendapatan yang
tidak dibelanjakan (tabungan) tadi harus digunakan dalam
perekonomian.
Tabungan rumah tangga biasanya disalurkan kepada
sektor perusahaan melalui pasar modal atau sektor perbankan
dan oleh perusahaan digunakan untuk membiayai pengeluaran
investasinya.investasi sektor perusahaan merupakan
penyeimbang dari adanya kebocoran tabungan dalam
perekonomian.
Model Kegiatan Perekonomian Tiga Sektor
Yang dimaksud dengan kegiatan perekonomian tiga
sektor adalah kegiatan perekonomian yang terdiri atas sektor
rumah tangga, sektor perusahaan, dan sektor pemerintah,
guna memperoleh gambaran kongrit tentang model kegiatan
perekonomian tiga sektor dapat dilihat dalam gambar 1.4 berikut
ini.
Teori Ekonomi Makro 17
Gambar 1.4 di atas memperlihatkan bagian alur kegiatan
perekonomian dengan adanya campuran tangan pemerintah
dalah pajak (Tx), transfer pemerintah (Tr), dan pengeluaran
pemerintah (G). dengan adanya campuran tangan pemerintah
di dalam bidang ekonomi ini berarti pemerintah turut campur
tangan dalam mengendalikan kegiatan ekonomi, pemerintah
melalui intruksi kebijakan ekoninomi makro dapat mengurangi
terjadinya gangguang tersebut.
Dalam pereekonomian tiga sektor I,G dan Tr adalah
bocoran dari sirkulasi aliran pendapatan, sedangakan s dan Tx
adalah untikan. Dengan demikian, dalam keceimbangan ekonomi
tiga sektor juga berlaku keadaan bocoran untikan. Sebagai
kesimpulan dapatlah dirumuskan bahwa dalam perekonomian
tiga sektor yang mencapai keseimbangan akan ber;aku keadaan
berikut : I + G + Tr = S + Tx
Penerimaan pemerintah, yaitu pajak netto yang dipungut
dari cektor rumah tangga, digumakan oleh pemerintah untuk
membiayai pengeluaran dan aktivitac pemerintah kebijakan
mengenai pengelolahan belanja pemerintah diebut kebijakan
skal (scal policy).
Model kegiatan perekonomian terbuka
Dalam perekonomian terbuka, kegiatan perekonomian
dilakukan perekonomian di lakukan oleh tiga sektor,yaitu
kegiatan perekonomian rumah tangga, kegiatan perekonomian
perusahaan, kegiatan perekonomian pemerintah, dan kegiatan
perekonomian oleh luar negeri.
Teori Ekonomi Makro
18
Guna memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang kegiatan
perekonomian terbuka dapat dilihat dalam gambar 1.5 berikut
ini.
Penggunaan faktor-faktor produksi oleh sektor
perusahaan akan mewujudkan aliran pendapatan ke sektor
rumah tangga, yang berupa gaji dan upah, ewa, bunga dan
keuntungan. Hal ini terlihat dalam aliran 1. Pendapatan ini udah
dikurangi oleh pajak keuntungan perusahaan (aliran 2), tetapi
belum dikurangi oleh pajak pendapatan rumah tangga (aliran 3).
Rumah tangga dalam perekonomian akan menggunakan
pendapatan mereka untuk transaksi yang berikut :
• Membeli barang-barang dan jasa- jasa yang
diproduksi sektor perusahaan dan pengeluaran
ke atas barang dan jasa yang diproduksi di dalam
negeri (aliran 4).
Teori Ekonomi Makro 19
• Membayar pajak pendapatan kepada pemerintah
(aliran 3)
• Mengimport, yaitu membeli barang-barang yang
diproduksikan negara lain (aliran 5).
• Menabung siswa pendapatan yang diperoleh ke
dalam lembaga keuangan (Aliran 6).
Dalam perekonomian terbuka, disamping adanya aliran
uang k luar untuk membayar import, juga terdapat aliran uang
yang masuk yang diperoleh dari negara- negara lain (Aliran
8). Aliran 8 adalah pengeluaran penanaman modal dari sektor
perusahaan. Sedangkan aliran 7 adalah pengeluaran pemerintah
ke sektor perusahaan untuk membeli barang barang kebutuhan
administrasi pemerintah dan barang modal untuk investasi
pemerintah.
Demikianlah secara garis besar kegiatan ekonomi dalam
masyarakat ini dilaksanakan mulai dari kegiatan ekonomi
yang paling sederhana (ekonomi dua sektor). Semua kegiatan
ekonomi itu dilaksanakan guna mencapai tujuan bersama, yaitu
kemakmuran bersama.
Hubungan antara fundamental tentang variabel-variabel
ekonomi makro dapat dilihat dalam gambar 1.6 pada bagian
berikut ini.
Teori Ekonomi Makro
20
Keterangan
M : jumplah uang yang beredar
L : liquidity preference
i : Rate of interet (tingkat bunga)
r : Marginal Efcenci of Capital
C : Conumi
I : Investasi
Y : Pendapatan
E : kecempatan
Komposisi antara jumplah uang yang beredar (penawaran
akan uang) denagn liquidity preference (permintaan akan uang)
akan rendahnya tingkat bunga. Di samping itu tinggi rendahnya
tingkat bunga juga ditentukan oleh kebijakan otoritacmonoter di
Teori Ekonomi Makro 21
dalam uatu negara, dalam hal ini adalah kebijakan bank sentral
suatu negara.
Perbandingan antara besarnya tingkat bunga (i) dengan
tingkat marginal efciency of capital (MEC/r) menentukan
dilaksanakan atau tidaknya suatu investasi. Apabila i>r,
investasi tidak akan dilaksanakan. Dalam kondisi semacam itu
orang yang mempunyai uang akan lebih suka resiko. Apabila
i>r, maka investasi akan dilaksanaka, karena investasi masih
menguntungkan bila dibandingkan dengan bunga bank.
Perubahan pada besarnya tingkat investasi (I), melalui
perubahan pada tingkat konsumsi (C) mengakibatkan perubahan
pada tingkat pendapatan (Y) secara berganda micalnya apabila
terdapat pertambangan investasi, melalui pertambangan
pada tingkat konsumsi mengakibatkan pertambangan tingkat
pendapatan secara berganda. Proses perubahan pada tingkat
investasi melalui perubahan konsumsi mengakibatkan
perubahan-perubahan secara berganda ini disebut dengan proses
multiplier.
Secara lebih jelas proses multiplier itu dapat dilihat
dalam Gambar 1.7 berikut ini
Teori Ekonomi Makro
22
Gambar 1.7 Proses Perubahan Investasi Melalui
Perubahan Konsumsi Mengakibatkan Perubahan Pendapatan
Secara Berganda.
Grak di atas apabila digambarkan dalam bagan akan
terlihat dalam gambar 1.8 berikut ini.
Gambar 1.8 bagan proses multiplier
Teori Ekonomi Makro 23
Proses multiplier tidak hanya berlaku untuk pertambahan
investasi tetapi juga pengurangan investasi. Oleh sebab itu
multiplier dapat diibaratkan sebagai pandang bermata dua,
karena pada suatu sisi multiplier bermanfaat bagi kita (bila ada
tambahan investasi). Sedang pada sisi lain merugikan bagi kita
(bila ada pengurangan investasi). Apabila terjadi pengurangan
jumplah investasi yang terjadi pada suatu masyarakat, melalui
pengurangan jumplah besarnya konsumi mengakibatkan
berkurangnya pedapatan secara berganda. Pengurangan
pendapatan secara berganda berarti memperluas terjadinya
jumplah kemiskinan dalam masyarakat. Bila ini yang terjadi
akan sama artinya memperluas terjadinya masalah sosial, dan
pada akhirnya akan mengganggu stabilita ekonomi nasional.
Perubahan di dalam tingkat pendapatan nasional akan
berpengaruh dalam tingkat kesempatan kerja yang ada dalam
tingkat masyarakat. Misalnya apabila terjadi peningkatan
pendapatan , maka hal itu akan menambah kesempatan kerja
dalam masyarakat. Dengan pendapatan yang naik, permintaan
(konsumi) masyarakat akan bertambah merupakan indikator
keempatan kerja juga bertambah.
Teori Ekonomi Makro
24
Teori Ekonomi Makro 25
BAB II PENDAPATAN NASI0NAL
Bab ini bertujuan untuk menjelaskan :
• Pengetahuan pendapatan nasional arti penting pendapatan
nasional
• Jenis-jenis pendapatan nasional
• Cara penghitungan pendapatan nasional
• Hubungan antara konsep-konsep pendapatan
• Pembagian pendapatan nasional
PENGERTIAN DAN ARTI PENTING PENDAPATAN
NASIONAL
Pengertian Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional yang merupakan salah satu indikator
ekonomi makro, merupakan variabel penting guna mencari
hubungan di antara variabel-variabel lain dalam ekonomi makro.
Perubahan di dalam variabel pendapatan nasional
mempunyai pengaruh terhadap variabel yang lain.
Di dalam seluruh teori ekonomi makro, pembahasan
yang menyangkut Pendapatan Nasional merupakan bagian
yang paling menarik perhatian untuk dibicarakan. Hal tersebut
disebabkan pembahasan Pendapatan Nasional di anggap pilar
utama penyangga Politik Ekonomi artinya kearah Pendapatan
Nasional itulah hampir semua kebijakan di bidang perekonomian
difokuskan.
Teori Ekonomi Makro
26
Pengertian tentang Pendapatan Nasional dapat ditinjau dari
sudut pandang berikut :
• Dari pengertian Produk Nasional Kotor (Gross National
Product)
Keseluruhan dari barang dan jasa-jasa yang dihasilkan
oleh suatu masyarakat di dalam waktu tertentu , biasanya
satu tahun.
Mengenai barang-barang disini meliputi baik barang-
barang konsumsi maupun barang-barang investasi.
Nilai barang produksi tersebut dinyatakan dengan uang
pada harga pasar yang berlaku. Sedangkan barang dan
jasa yang dimasukkan untuk menyusun Pendapatan
Nasional hanyalah barang-barang yang merupakan nal
goods. Hal ini dilakukan guna menghindari terjadinya
perhitungan rangkap.
• Dari pengertian Pendapatan Nasional Kotor (Gross
National Income)
Keseluruhan pendapatan yang diterima oleh suatu
masyarakat, dalam pengertian main power yang umumnya
mempunyai jangka waktu satu tahun. Pendapatan di sini
meliputi balas jasa baik terdapat proses produksi secara
langsung ikut serta di dalam proses produksi.
- Golongan pendapatan yang diterima oleh orang-
orang yang secara langsung ikut serta dalam suatu
proses produksi pemilik tanah akan menerima sewa
tanah.
Pemilik tenaga kerja akam memperoleh balas jasa
berupa upah/gaji.
Pemilik modal akan memperoleh balas jasa dalam
Teori Ekonomi Makro 27
bentuk bunga.
Pengusaha/interprenuer akan memperoleh balas jasa
dalam bentuk laba.
- Golongan pendapatan yang diperoleh oleh orang-
orang yang tidak langsung terlihat pada proses
produksi, yaitu : Orang-orang yang mempunyai
pekerjaan secara bebas, seperti dokter, dan pengacara.
Orang-orang yang bekerja di dalam suatu lembaga
atau organisasi seperti pegawai negeri, dan ABRI.
Arti Penting Pendapatan Nasional
Pentingnya mengetahui besarnya Pendapatan Nasional
antara lain adalah :
• Pendapatan Nasional itu merupakan alat ukur bagi tinggi
rendahnya tingkat hidup atay kemkmuran suatu bangsa.
Secara kuantitatif tingkat hidup atau kemakmuran suatu
bangsa itu ditentukan oleh perbandingan antara jumlah
Pendapatan Nasional dengan jumlah penduduknya.
Konsep ini biasa kita kenal dengan istilah pendapatan
perkapita. Walaupun pendapatan perkapita itu sendiri
belum menggambarkan tingkat kemakmuran seluruh
rakyat.
• Pendapatan Nasional berguna untuk mengetahui struktur
prekonomian suatu negara. Hal tersebut bisa dilihat dari
sumbangan tiap-tiap sektor kegiatan ekonomi terhadap
pembentukan Pendapatan Nasional.
• Pendapatan Nasional berguna untuk menentukan dan
kemudian menyusun sebagai kebijakan yang dipandang
perlu. Dari sektor pertanian umpamanya, dapat disusun
berbagai kebijakan seperti pengadaan pangan, industri
Teori Ekonomi Makro
28
pupuk, irigasi dan sebagainya.
• Pendapatan Nasional berguna untuk mengetahui
dan membandingkan kegiatan ekonomi masyarakat
dari tahun ke tahun. Hal ini kaitannya dengan gerak
gelombang kehidupan ekonomi (konjungtur).
JENIS-JENIS PENDAPATAN NASIONAL
Istilah Pendapatan Nasional merupakan pengertian yang
agak komplek. Dalam istilah Pendapatan Nasional terkandung
lima tingkat pendapatan. Adapun ke lima tingkat pendapatan
yang dimaksud adalah sebagai berikut :
Produk Nasional Kotor (Gross National Product)
GNP adalah jumlah nilai dari barang dan jasa yang
dihasilkan oleh suatu masyarakat dalam waktu satu tahun
berdasarkan harga pasar yang berlaku. Dalam menghitung
besarnya GNP berdasarkan harga pasar, haruslah diperhatikan
jangan sampai terjadi perhitungan ganda (double accounting).
Dalam konsep GNP ini meliputi barang-barang dan jasa yang
dihasilkan oleh seluruh warna negara suatu negara, baik yang
ada di dalam negeri ataupun yang ada di luar negeri.
Produk Nasional Bersih (Net National Product)
NNP diperoleh dari jumlah GNP setelah dikurangi
dengan barang modal untuk penggantian. Tentang penyusutan
bagi peralatan produksi yang terpakai dalam proses produksi
umumnya bersifat tapsiran, sehingga mungkin saja kurang tepat
dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
Pendapatan Nasional Bersih (Net National Income)
Net National Income (NNI) diperoleh dari NNP setelah
Teori Ekonomi Makro 29
dikurangi dengan pajak tidak langsung. Yang dimaksud dengan
pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat
digeserkan kepada pihak lain. Misalnya penjualan pajak import
dan sebagainya.
Personal Income
Personal Income ini dapat diperhitungkan dari NNI
dikurangi dengan :
• Pajak Perseroan, yaitu pajak yang dibayar oleh setiap
badan usaha kepada pemerintah.
• Laba yang tidak dibagi, yaitu sejumlah laba yang tetap
ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan
tertentu, misalnya untuk keperluan perluasan perusahaan.
• Iuran pensiun yaitu iuran yang dikumpulkan oleh setiap
tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud
untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut
mencapai umur tertentu dan tidak lagi bekerja.
Untuk personal income ini harus kita tambahkan
dengan transfers payment. Yang dimaksud trnasfers
patment adalah pembayaran-pembayaran di negara-
negara yang dibayarkan kepada orang-orang tertentu,
dan pembayaran tersebut bukan merupakan balas jasa
atas keikutsertaannya dalam proses produksi tahun
sekarang, melainkan sebagai balas jasa untuk tahun-
tahun sebelumnya, atau pembayaran pada seseorang
yang sebenarnya berasal dari income orang lain.
Adapun contoh-contoh dari transfers payment adalah :
• Pembayaran kepada orang yang sudah pensiun.
• Tunjangan para veteran.
Teori Ekonomi Makro
30
• Dana-dana sosial (pembayaran untuk para pengangguran).
Disposable Income
Disposable Income adalah sejenis pendapatan yang
siap untuk dimanfaatkan. Disposable income ini diperoleh dari
personal income setelah dikurangi dengan pajak langsung. Yang
dimaksud pajak langsung adalah pajak yang bebannya tidak
dapat digeserkan kepada pihak lain/langsung ditanggung jawab
oleh wajib pajak. Misalnya pajak pendapatan.
Dari penjelasan yang menyangkut jenis-jenis pendapatan
nasional di atas selanjutnya dapat disederhanakan sebagai
berikut :
• Gross National Product (GNP) terdiri atas :
a. Upah + tunjangan (wages and supplement to
employees).
b. Penghasilan perusahaan perseorangan (net
income of unincorporated enterprise).
c. Persewaan rumah, tanah (rent).
d. Bunga (interest).
e. Devident.
f. Keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan
(net corporated Prot).
g. Pajak perusahaan (indirect bisiness taxes).
h. Pajak tidak langsung (indirect taxes).
i. Penyusutan (depreciation).
• GNP (-) depreciation = NNP
(NNP = a sampai dengan h)
• NNP (-) indirect taxes = NNI
(NNI = a sampai dengan g)
Teori Ekonomi Makro 31
• Personal Income = NNI
(-) net coporated prot
(-) business tax
(-) social security tax contribution
(+) transfers payment
• Disposable Income = Personal Income – Pajak Langsung
CARA PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Ada tiga cara yang dipergunakan untuk menghitung
besarnya pendapatan nasional. Ketiga cara/metode yang
dimaksud secara berturut-turut adalah sebagai berikut :
Cara/Metode Produksi
Cara yang pertama dilakukan dengan jalan menjumlahkan
nilai tambah yang diwujudkan oleh berbagai sektor dalam
perekonomian.
Penggunaan cara itu dalam menghitung pendapatan nasional,
disamping untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai
sektor ekonomi di dalam mewujudkan pendapatan nasional,
juga sebagai salah satu cara untuk menghindari perhitungan dua
kali yaitu dengan hanya menghitung nilai produk netto yang
diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi.
Mengenai cara dalam menghitung nilai tambah, dapat
dilihat dalam Tabel 2.1 berikut ini.
Teori Ekonomi Makro
32
Tabel 2.1. Contoh Cara Menghitung Nilai Tambah
No.
Jenis
Kegiatan
Nilai
Produksi
(Ribuan
rupiah)
Nilai
Tambah
1. Mengambil kayu
di hutan.
50 50
2. Menggergaji
papan.
200 150
3. Membuat
Perabot.
600 400
4. Menjual perabot
di toko.
800 200
Jumlah nilai
tambah
800
Berdasarkan data dalam Tabel 2.1 di atas, besarnya
jumlah nilai tambah yang diwujudkan oleh keempat kegiatan itu
adalah (Rp. 50,00 + Rp. 150,00 + Rp. 400,00 + Rp. 200,00) = Rp.
800,00. Dengan demikian besarnya tambah yang diperhitungkan
dalam menghitung pendapatan nasional untuk barang tersebut
adalah Rp. 800,00.
Cara/Metode Pengeluaran
Perhitungan Pendapatan Nasional dengan cara
pengeluaran dilakukan dengan jalan menjumlahkan nilai
barang-barang jadi yang dihasilkan dalam perekonomian.
Dalam menghitung nilai pendapatan nasional menurut cara
pengeluaran adalah penting untuk membedakan dengan sebaik-
Teori Ekonomi Makro 33
baiknya diantara barang-barang jadi dan barang-barang setengah
jadi. Tindakan itu dilakukan, untuk menhindari terjadinya
perhitungan dua kali atas nilai barang-barang dan jasa-jasa yang
diproduksikan.
• Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
Nilai belanja yang dilakukan oleh rumah tangga
untuk membeli berbagai jenis kebutuhannya dalam satu
tahun tertentu dinamakan pengeluaran konsumsi rumah
tangga. Tidak semua transaksi yang dilakukan oleh rumah
tangga digolongkan sebagai konsumsi (rumah tangga).
Pengeluaran untuk membeli rumah digolongkan sebagai
investasi. Pengeluaran-pengeluaran seperti membayar
asuransi dan mengirim uang kepada orang tua (atau anak
yang sedang sekolah) tidak digolongkan sebagai konsumsi
karena ia tidak merupakan pengeluaran atas barang atau jasa
yang dihasilkan dalam perekonomian.
• Pengeluaran Pemerintah
Berbeda dengan rumah tangga, yang membeli
barang untuk memenuhi kebutuhannya, pemerintah
membeli barang terutama untuk kepentingan masyarakat.
Yang termasuk dalam pengeluaran ini antara lain
pengeluaran untuk menyediakan fasilitas pendidikan dan
kesehatan, pengeluaran gaji untuk pegawai pemerintah
dan juga pengeluaran untuk mengembangkan
insfrastruktur untuk kepentingan masyarakat. Pembelian
pemerintah atas barang dan jasa dapat digolongkan
kepada dua golongan utama, yaitu konsumsi dan
investasi pemerintah.
Teori Ekonomi Makro
34
• Pembentukan Modal Sektor Swasta
Pembentukan modal sektor swasta akan lebih
penting dinyatakan sebagai investasi. Yang dimaksud
dalam pembentukan modal sekor swasta adalah
pengeluaran untuk membeli barang modal yang dapat
menaikkan produksi barang dan jasa di masa akan
datang.
• Eksport Neto
Yang dimaksud dengan eksport neto adalah nilai
eksport yang dilakukan suatu negara dalam suatu tahun
tertentu dikurangi dengan nilai import dalam periode
yang sama. Eksport suatu negara biasanya terdiri dari
barang dan jasa yang dihasilkan di dalam negeri. Oleh
sebab itu nilainya harus dihitung ke dalam pendapatan
nasional.
Cara/Metode Pendapatan
Penghitungan pendapatan nasional dengan metode
pendapatan ini dapat dilakukan dengan cara menghitung jumlah
pendapatan dari seluruh warga negara/masyarakat yang berasal
dari penggunaan faktor-faktor produksi. Adapun golongan-
golongan masyarakat yang mempunyai pendapatan itu adalah :
• Pendapatan para pekerja, yaitu gaji dan upah.
• Pendapatan dari usaha perseorangan (perusahaan
perseorangan).
• Pendapatan dari sewa.
• Bunga Neto, yaitu seluruh nilai pembayaran bunga yang
dilakukan dikurangi bunga atas pinjaman konsumsi dan
bunga pinjaman pemerintah.
Teori Ekonomi Makro 35
• Pendapatan dari keuntungan perusahaan.
Di negara maju, dimana administrasi perpajakannya
sudah demikian maju dan tertib, kesadaran tentang pentingnya arti
perpajakan sudah demikian tingginya, maka jumlah pendapatan
masyarakat dapat diketahui melalui pajakpendapatan. Hal
yang demikian tentunya kemungkinan kecil diterapkan di
indonesia. Kesadaran wajib pajak dinegara kita masih sangat
memperihatikan, orang indonesia lebih cenderung untuk
menghidari dari kewajiban pajak, daripada dengan sadar menjadi
wajib pajak yang baik.
HUBUNGAN ANTARA KOSEP-KONSEP PENDAPATAN
Berbagai jenis/konsep pendapatan pada prinsipnya terjadi
suatu hubungan yang erat satu sama lain. Guna memperoleh
gambara yang jelas tentang hubungan diantara jenis atau konsep
pendapaan dapat dilihat dalam gambar 2.1 pada bagian berikut
ini:
Gambar 2.1. Arus Pendapatan Nasional
Teori Ekonomi Makro
36
Dalam gambar 2.1 diatas nampak jelas kedudukan dan
peranan tiga sektor yang terlibat dalam pembentukan GNP, yaitu
rumah tangga konsumen (RTK). Rumah Tangga Perusahaan
(RTP) dan Rumah Tangga Pemerintahan (RTP).
Mula-mula sekali terlihat gambar 2.1 penyusutan
dikeluarkan dari bab 1. Penyusutan ini adalah uang yang
dicadangkan dan masuk ke Rumah Tangga Bisnis, karena
memang bisis itulah yang akan memanfaatkannya untuk
mengganti alat-alat modalnya yang telah aus dan susut. Dari
NNI selanjutnya dikurangi pajak tak langsung dan oajak tak
langsung ini mengalir masuk ke Rumah Tangga Pemerintah.
Pemerintah pajak pemerintah dipergunakan untuk membiayai
berbagai kegiatan pemerintah demi kesejateraan masyarkat.
Dari Nasional Income dikurangi laba tak dibagikan
dan pajak laba perusaan perseroran, laba tak dibagikan itu
mengalir masuk kembali ke rumah tangga bisnis untuk
digunakan membiayai hal-hal sebagai mana diterangkan
didepan. Sedangkan pajak laba Perusahaan Perseroan sudah
jelas mengalir ke rumah tangga pemerintah. Tetapi dalam hal ini
pemerintah tidak semata-matamenerima pembayaran pajak saja
tetapi juga mengeuarkan transfor, yang terlihat dalam gambar
menjadi personal Income.
Disposable Income atau pendapatan yang sia
dibelanjakan, harus dikurangi dengan pajak perseorangan yang
selanjutnya mengalir ke rumah tangga pemerintah.pendapatan
yang siap dibelanjakan ini dimanfaatkan untuk konsumsi
guna memenuhinkebutuhan hidup, sedangkan sisanya di
tabung. Tabungan ini mengalir ke rumah tangga bisnis untuk
Teori Ekonomi Makro 37
dimanfaatkan.
GNP itu pada hakikatnya sama dengan GNI sebagai
GNP, maka produk yanag terdapat di dalamnya niscaya di beli
orang. Sebagai GNI, pun pendapatan yang ada di dalamnya aka
dibelanjakan.
Di dalam GNP, maka produk yang ada di dalamnya itu
sendiri dari berbagai macam, semuanya itu akan di beli oranag.
Mereka yanga membeli seluruh produk yanag menjadi GNP
terdiri atas empat jenis barang, yaitu:
• Konsumen yang membei barang-barang konstribusi.
• Investor yang membeli barang-barang investasi.
• Pemerintah ( govermentexpenditure) dan
• Pihak luar negeri yang membeli barang-barang ekspotr
kita.
Di dalam GNI, maka pendapatan yang ada di dalamnya
itu dibelanjakan untuk bagi macam kebutuhan. Disini pun di
dapat pembelian seperti pada GNP,yaitu:
• Konsumsi
• Investasi
• Pengeluaran pemerintah dan
• Perdagangan luar negeri.
Dengan demikian, baik, lihat sebagai GNP maupun,
tetaplah didapati adanyaempat komponen yang mencerminkan
pengunanya, yakin konsumsi, investsi, pengeluaran pemerintah
dan perdagangan luar negri.
GNP biasanya di pakai sebagai alat ukur kemjuan ekonomi
suatu negara. Oleh sebab itu setiap negara akan berusaha untuk
mencapai kenaikan jumlah GNP-nya. GNP mempunyai sifat
Teori Ekonomi Makro
38
yang lebih menyeluruh di banding dengan indikator yang lain.
Pada Tabel 2.2. berikut ini aalah contoh proses pertumbuhan
dua negra dalm rentang waktu yang berbeda.
Tabel 2.2 Pertumuhan GNP Dalam Dua Negara
Tahun GNP Negara A
(dalam milyar)
Pertumbuhan
(%)
GNP Negara B
(dalam milyar)
Pertumbuhan
(%)
1992 $ 1.000 - $ 10.000 -
1993 $ 1.500 50 $ 12.000 20
Berdasarkan Tabel 2.2. di atas nampak jelas sekalipun
baik di tahun 1992 maupun tahun 1993 negara A lebih miskin
dari pada negara B, namun perekonomian negara A maju lebih
cepat dari pada negara B, sebenarnya adalah GNP negara A
sekalipun lebih kecil, tetapi lebih pesat lainnya/ pertumbuhannya
dari pada GNP negara B.
Pada prinsipnya GNP dapat berubah setiap waktu/
priode, baik karena berubahnya jumlah out-put yang dihasilkan,
maupun kaena perubahan dalam tingkat harga-harga yang terjadi
di pasrar.
Dalam bagian berikut akan di jelaskan perbedaan
antara GNP dan GDP. Pada prinsipnya antara GNP dan GDP
tidak ada pepprbedaan dalam cara menghitung yang berbeda
hanyalah apa yang di hitung, yakin apakan hasil produksi orang
asing di dalam negeri, demikian jiga apakah milik nasional
di luar negeri akan di hitung atu tidak. Dalam arti kalau yang
dihitung termasuk pendapatan orang kita di luar negeri, tetapi
tidak termasuk pendapatan orang asing di dalam negeri maka
Teori Ekonomi Makro 39
ini berkaitan dengan GN. Sedangkan apabila yang di hitung
termasuk pendapatan orang asing di dalam negeri, tetapi tidak
termasuk pendapatan orang kita di luar negeri maka hal ini
berkaitan dengan GNP.
Apabila dalam suatu priode tertentu nilai GDP lebih
besar dari pada GNP, maka kenyataan itu menunjukan kepada
kita bahwa dalam negara tersebut cukup banyak modal asing
yanag beroprasi di dalam negeri. Di samping itu gambaran
tersebut kurang mencerminkn adany upaya memaksimalkan
potensi yang ada di dalam negeri. Prof. Sri Edi Swaso pernah
memberikan kesan bahwa perekonomian ongkos jahit.
DISTRIBUSI PENDAFTARAN
Ketidak merataan distribusi pendapatan dan semakin
bertambahnya kemiskinana adalah inti permasalahan
pembangunana ekomoni. Ketidk merataan distribusi pendapatan
hanyalah merupakan sebagian kecil dari masalah ketidak
merataan yang lebih luas di negara sedang berkembang.
Cara untuk menganalisis distribusi pendapatan
perorangan adalah membuat kurva yang disebut kurva lorenz.
Dinamakan kurva lorenz seorang ahli statistik di Amerika
serikat. Pada tahun 1905 ia mengembangkan hubungan antara
kelompok-kelompok penduduk dan pangsa ( Share ) pendapatan
mereka. Bentuk dari kurva lorenz terlihat dalam Gambar 2.2
berikut ini.
Teori Ekonomi Makro
40
Gambar 2.2 Kurva Lorenz
Gambar 2.2 menunjukkan bagaimana cara membuat
Kurva Lorenz.jumlah penerimaan pendapatan digambarkan
pada sumbu horizontal tidak dalam angka muntlak tetpi dalam
persentase komulatif. Misalnya titk 20 menunjukkan 20 persen
produk termiskin 9 palig rendah pendapatannya dan pada titk
60 menunjukkan jumlah 100 persen produk yang di hitung
pendapatanya.
Sumbu vertikal menunjukkan pangsa pendapatan yang
di terima oleh masing-masing persentase jumlah penduduk
jumlah ini juga komulatif sampai 100 persen,dengan demikian
kedua sumbu itu sama panjangnya dan akhirnya membuat bujur
sangkar.
Sebuah garis diagonal kemudian di gambarkan melalui
titik margin menuju sudut kanan atas dri bujur sangkar tersebut.
Teori Ekonomi Makro 41
Setiap titik pada garis diagonal tersebut menujukkan bahwa
persentase pendapatan yang di terima sama persis dengan
persentase penerima pendapatan tersebut. Sebagai contoh titik
tengah dari diagonal tersebut betul-betul menunjukkan bahwa
50 persen jumlah penduduk. Demikian juga titik75 menujukkan
distribusi pendapatan dalam keadaan ketidak merataan sempurna.
Oleh sebab itu garis tersebut bisa juga di sebut sebagai garis
ketidak merataan sempurna.
Kurva Lorenz menunjukkan hubungan kuantitatif antara
persentase penduduk dan persentasi pendapatan yang mereka
terima, misalnya selama 1 tahun, semakin jauh Kurva Lorenz
tersebut dari garis diagonal, semakin tinggi derajat ketidak
merataan yang ditunjukkan keadaan yang paling ekstrim dari
ketidak merataan sempurna, misalny keadaan dimana seluruh
pendapatan hanya diterima oleh satu orang, akan ditunjukkan
oleh berimpitnya Kurva Lorenz tersebut dengan sumbuh
horizontal bagian bawah dan sumbuh vertikal sebelah kanan.
Oleh karena iti tidak ada suatu negarapun yang mengalami
ketidak merataan sempurna dalam distribusi pendapatannya,
Kurva –kurva Lorenz untuk setiap negara akan terletak di
sebelah kanan kurva diagonal tersebut, semakkin tinggi derajat
ketidak merataan, Kurva Lorenz itu akan semkain melengkung
dan semakin mendekati sumbu horizontal sebelah kanan bawah.
Pada Gambar 2.3 berikut ditunjukkan Kurva Lorenz
yang di distribusi relatif merata dan distribusi yang relatif tidak
merata.
Teori Ekonomi Makro
42
Gambar 2.3 Derajat kemerataan / ketidak merataan Menurut
Kurva Lorenz
KOEFISIEN GINI
Suatu ukuran yang singkat mengenai derajat ketidak
merataan distribusi pendapatan dalam suatu negara bis diperoleh
dengan menghitung luar daerah antara garis diagonal / dengan
Kurva Lorenz dibanding dengan luas total dari separuh bujur
sangkar dimana terdapat Kurva Lorenz tersebut.
Dalam Gambar 2.4 Koesien Gini itun ditunjukkan oleh
perbandingan antara daerah yang di arsir A dengan luas segitiga
BCD.
Teori Ekonomi Makro 43
Gambar 2.4 Perkiraan Koesien Gini
Koesien Gini ini merupakan ukuran ketidak merataan
angregant dan nilainya terletak antara o ( kemerataan sempurn )
sampai 1 (ketidak merataan sempurna ). Negara –negara yanga
mengalami ketidak merataan tinggi, koesien gininya berkisar
antara 0,50-0,70 ketidak merataan sedangkan berkisar 0,36-0,49
dan mengalami ketidak merataan rendah berkisaar antara 0,20-
0,35.
Suhu negara yang menunjukkan ketidak merataan tinggi
akan terlihat adanya kenyataan yang jauh antara kaya dan
miskin, kenyataan itu perlu dibenahi gunan tercapainya stabilitas
ekonomi negara. Berbagai strategi / kebijkan perlu dilakukan
untuk mengatasinya.
Berbagai strategi / kebijakan yang dapat dilakukan untuk
mengatasi ketidak merataan yang tinggi antara lain :
• Pembangunan di bidang pertanian.
• Pembangunan sumberdaya manusia.
• Meningkatkan peran berbgai Lembaga Swadaya
Masyarkat ( LSM ).
Teori Ekonomi Makro
44
Teori Ekonomi Makro 45
BAB III TEORI KONSUMSI
PERILAKU KONSUMSI MASYARAKAT
Pengeluaran konsumsi masyarakat merupakan salah satu
variabel makro ekonomi. Konsumsi seseorang berbanding lurus
dengan pendapatannya. Hal ini berarti semakin besar pendapatan
semakin besar pula pengeluran konsumsinya. Perilaku tabungan
juga dipengaruhi oleh faktor pendapatan.Dengan demikian maka
jika pendapatan bertambah baik konsumsi maupun tabungan
akan sama-sama bertambah.
Perbandingan besarnya tambahan pengeluaran konsumsi
terhadap pendapatan disebut hasrat marginal untuk konsumsi
atau MPC, sedangkan besarnya tambahan tabungan terhadap
pendapatan dinamakan hasrat marginal untuk menabung atau
MPS.
Pebedaan antara masyarakat negara yang sudah maju
dengan negara yang sedang berkembang bukan hanya terletak
dalam atau dicerminkan oleh perbandingan relatif besar kecilnya
angka MPC atau MPS, akan terjadi juga dalam pola konsumsi
itu sendiri. Pola konsumsi masyarakat yang sedang berkembang
didominasi oleh konsumsi kebutuhan pokok atau kebutuhan
primer. Sedang pada masyarakat yang sudah maju cenderung
lebih banyak teralokasi kebutuhan sekunder atau tersier.
Secara lebih jelas perbedaan pola konsumsi negara
sedang berkembang dengan negara maju dalam kaitannya
dengan gambar 3.1 berikut ini :
Teori Ekonomi Makro
46
Keterangan :
Y : Pendapatan
A : Kebutuhan Primer
B : Kebutuhan Sekunder
C : Kebutuhan Tersier
Gambar3.1. Perbandingan Pola Konsumsi Negara Maju dan
Negara Sedang Berkembang.
Berdasarkan gambar 3.1 diatas nampak jelas perbedaan
pola konsumsi masyarakat negara sedang berkembang dengan
negara maju digambarkan dalam piramid yang tebalik. Pada
negara yang sedang berkembang sebagian besar pendapatan
digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok atau primer,
sedang sebagian kecil digunakan untuk memenuhi kebutuhan
tersier. Pada negara maju sebagian besar pendapatan justru
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan tersier sedangkan
sebagian kecil pendapatan dipergunakan untuk memenuhi
kebutuhan pokok.
Dalam petandingan relatif terhadap pendapatan nasoinal,
Teori Ekonomi Makro 47
proporsi pengeluaran konsumsi masyarakat makin lama makin
menurun. Pada tahun 1970 hampir 80% penggunaan PDB
teralokasi untuk pengeluaran konsumsi masyarakat. 10 Tahun
kemudian proporsi itu berkurang menjadi hanya sekitar 60%.
Dan pada awal tahun 90-an proporsi pengeluaran konsumsi
masyarakat dalam penggunaan PDB tinggal berkisar 50%.
Penurunan proporsi relatif pengeluaran konsumsi masyarakat
mengisyaratkan bahwa alokasi PDB kini semakin terarah
kepada penggunaan yang lebih produktif. Kondisi ini memang
sangat diperlukan guna menunjang pelaksanaan pembangunan.
Pada tabel 3.1 berikut ini dipaparkan data proses perkembangan
persentase alokasi konsumsi masyarakat Indonesia terhadap
PDB.
Tabel 3.1. Alokasi Penggunaan PDB Pada Tahun 1970-1993
(Persentase, Berdasarkan Harga Berlaku)
Sektor Penggunaan 1970 1975 1980 1985 1990 1993
Konsumsi Masyarakat 79,64 69,06 60,52 58,97 53,77 52,43
Pembentukan Modal 14,05 20,34 20,87 28,05 36,49 35,28
Konsumsi Pemerintah 9,05 9,92 10,32 11,23 8,87 9,85
Eksport 13,40 22,92 30,47 22,20 25,89 25,29
Import 16,14 22,24 22,18 20,45 25,03 25,85
Produk Domestik Bruto 100 100 100 100 100 100
Sumber : BPS beberapa edisi
Berdasarkan data tabel 3.1 diatas perubahan alokasi
penggunaan untuk konsumsi masyarakat yang tahun 1970 adalah
79,64% dari PDB dan tahun 1993 adalah 52,43%. Sedangkan
untuk tahun 1970 adalah 14,05% dari PDB untuk tahun 1993
Teori Ekonomi Makro
48
menjadi 35,28%. Perubahan alokasi penggunaan dari sektor
yang bersifat konsumtif dan mengarah pada sektor yang bersifat
produktif adalah sangat positif, karena hal tersebut akan dapat
lebih menggerakkan roda perekonomian yang terjadi dalam
masyarakat.
POLA KONSUMSI MASYARAKAT
Pola konsumsi dapat dikenali berdasarkan alokasi
penggunaannya. Untuk keperluan analisis secara garis besar
alokasi pengeluaran konsumsi masyarakat digolongkan dalam
2 kelompok penggunaan yaitu pengeluaran untuk memakan dan
pengeluaran untuk bahan makanan. Gambaran mengenai pola
konsumsi masyrakat berdasarkan jenis pengeluarannya terlihat
dalam table 3.2 berikut ini .
Tabel 3.2 Pengeluaran Rata-Rata per Bulan/Kapita
pada Tahun 1984-1993 (Menurut Jenis Pengeluarannya dalam
rupiah)
Jenis
Pengeluaran 1984 1987 1990 1993
A. Pengeluaran
Makanan
9.146
(68,55%)
12.247
(67,21%)
16.379
(67,41%)
21.228
(63,59%)
B. Pengeluaran
Bukan Makanan
4.197
(31,45%)
5.926
(32,79%)
7.917
(32,59%)
12.517
(36,41%)
Jumlah 100% 100% 100% 100%
Sumber : Statistik Indonesia 1994
Berdasarkan data table 3.2 diatas terjadi pla pergeseran
Teori Ekonomi Makro 49
jenis pengeluaran konsumsi masyarakat seirama dangan
proses pertumbuhan ekonomi yang terjadi dalam masyarakat.
Pola pergeseran itu juga mencerminkan adanya peningkatan
tingkat kesejahteraan dalam masyarakat. Tingkat kesejahteraan
masyarakat yang semaki baik akan cenderung untuk memenuhi
kebutuhan hidup bukan makanan.
Bagaimana pola konsumsi masyarakat Indonesia jika
dibandingkan dengan masyarakat lain? Publik Bank Dunia
tahun 1993 memaparkan 48% pengeluaran konsumsi rumah
tangga Indonesia tersita untuk pangan. Persentase ini jauh lebih
tinggi dibandingkan Negara tetangga Malaysia yang hanya 23%.
Sedangkan rumah tangga di Jepang hanya membelanjakan 17%
dari pengeluarannya untuk pangan. Orang Amerika Serikat lebih
mapan lagi, meeka hanya membelanjakan 10.5% unuk pangan.
Struktur konsumsi rumah tangga beberapa Negara terlihat dalam
table 3.3 berikut ini.
Tabel 3.3 Struktur Konsumsi Rumah Tangga Beberapa Negara
(Dalam Persentase)
Alokasi
Pengeluran Indonesia India Malaysia USA Jepang
Pangan 48 52 23 10 17
Sandang 711 46 6
Macam-Macam
sewa dan energi 13 10 9 18 17
Perawatan
Kesehatan 2 3 9 14 10
Pendidikan 4 4 5 14 10
Pengangkutan dan
Perhubungan 4 4 19 14 9
Konsumsi Lainnya 22 13 33 30 34
Sumber : World Development Report, 1993 World Bank
Teori Ekonomi Makro
50
Gambaran tentang pola struktur konsumsi rumah tangga seperti
ditunjukkan dalam tabel 3.3 diatas dapat dipakai sebagai strategi
kebijakan pembangunan yang dilakukan dalam suatu Negara.
Pada Negara-negara yang relatif sudah maju kebutuhan akan
non pangan seperti pendidikan, kesehatan, pengangkutan dan
perhubungan menjadi prioritas utama. Oleh sebab itu strategi
kebijakan pemerintah akan mengikuti pola tersebut. Kondisi
akan berbeda pada negara berkembang dimana prioritas utama
pola struktur pengeluaran pada konsumsi kebutuhan akan
pangan.
Pola konsumsi masyarakat berbeda untuk lapisan
pengeluaran. Terdapat kecenderungan umum bahwa semakin
rendah kelas pengeluaran masyarakat, semakin alokasi
belanjanya untuk pangan. Di pihak lain kian tinggi kelas
pengeluarannya kian besar pula proporsi belanjanya untuk
konsumsi bukan makanan. Semua pola konsumsi itu juga dapat
dipakai dasar pertimbangan di dalam strategi pemasaran oleh
suatu perusahaan. Bagi Indonesia distribusi penduduk menurut
pengeluaran konsumsi sangat bervariasi dari satu propinsi ke
propinsi yang lain.
MACAM-MACAM TEORI KONSUMSI
Tori konsumsi yang telah kita kenal sebelumnya adalah
merupakan teori konsumsi yang dikemukakan oleh Keynes.
Dalam teori tersebut dikemukakan bahwa besar kecilnya
pengeluaran konsumsi hanya didasarkan pada besar kecilnya
tingkat pendapatan masyarakat. Keynes menyatakan bahwa
Teori Ekonomi Makro 51
ada pengeluaran konsumsi minimum yang harus dilakukan oleh
masyarakat(Konsumsi Aoutomous) dan pengeluaran konsumsi
akan meningkatkan dengan bertambahnya penghasilan.
Dalam perkembangan selanjutnya timbul pertanyaan
bagaimanakah hubungan yang sebenarnya antara pengeluaran
konsumsi dan pendapatan serta factor-faktor pendapatan?
Hubungan yang menyangkut factor-faktor lain itulah yang akan
dibicarakan oleh berbagai teori lain mengenai konsumsi.
Teori Konsumsi Dengan Hipotesis Siklus Hidup (Life Cycle
Hypothesis)
Teori konsumsi dengan hipotesis ini dikemukakan oleh
Ando,Brimberg,dan Modigliani 3 ekonomi besar yang hidup
di abad 18. Menurut teori ini factor social ekonomi seseorang
sangat mmpengaruhi pola konsumsi orang tersebut.
Teori ini membagi pola konsumsi menjadi 3 bagian berdasarkan
umur seseorang, yaitu :
1. Dari seseorang berumur 0 tahun sampai usia dimana
orang tersebut bisa menghasilkan pendapatan sendiri
maka ia mengalami Disaving (berkonsumsi tetapi tidak
menghasilkan pendapatan).
2. Dimana usia seseorang yang sudah bisa bekerja
kemudian menghasilkan pendapatan sendiri dan lebih
besar dari pengeluaran konsumsinya maka ia mengalami
saving.
3. Dimana seseorang berada pada usia yang sudah tidak
bisa bekerja lagi ia mengalami disaving.
Apabila dilihat dalam grak, pola konsumsi berdasarkan teori
Teori Ekonomi Makro
52
konsumsi dengan hipotesis siklus hidup dapat dilhat dalam
gambar 3.2 berikut ini.
Gambar 3.2 Kurva Pengeluaran Konsumsi Dengan Hipotesis
Siklus Hidup
Pada gambar 3.2 diatas sumbu vertikal menunjukkan tingkat
konsumsi seseorang dan sumbu horizontal menunjukkan waktu.
Bagian I adalah umur 0 sampai dengan t0 seseorang mengalami
dissaving dimana orang tersebut belum memiliki pendapatan
akan tetapi ia perlu konsumsi . Umur t0 sampai t1 orang ini
masih melakukan dissaving karena konsumsi yang lebih besar
daripada pendapatan. Bagian II adalah umur t1 sampai dengan
t2 seseorang mengalami saving dimana pendapatan lebih besar
Teori Ekonomi Makro 53
daripada konsumsi. Untuk bagian III adalah umur t2 dimana orang
kembali melakukan dissaving. Ia tidak cukup lagi menghasilkan
pendapatan yang cukup untuk menutupi pengeluaran.
AMB menggunakan bentuk fungsi konsumsi sebagai
berikut :
C = Aw
Yang menyatakan , bahwa a adalah MPC berbeda dengan Keynes
yang menyatakan bahwa MPC merupakan suatu bilangan static
AMB menyatakan bahwa a bukanlah bilangan static, tetapi
nilainya tergantung dari umur,selera dan tingkat bunga.
W adalah nilai sekarang (Present Value) dari kekayaan yag
terdiri dari 3 faktor yaitu :
• Present value dari penghsilan dari kekayaan seperti
misalnya bunga,sewa dan sebagainya.
• Present value dari penghasilan sebagai balas jasa kerja,
misalnya upah,gaji
• Present value dari upah yag diharapkan akan diterima
selama hidup.
Secara spesik bentuk persamaan konsumsi yang dikemukakan
oleh AMB adalah sebagai berikut :
C = a At + a Y1
L + a(T-1) Y1
LE
Keterangan :
C : Pengeluaran Konsumsi
a : MPC
A : Kekayaaan
Teori Ekonomi Makro
54
YL : Penghasilan dari kerja
YLE :
Penghasilan yan diharapkan seumur hidup sejak tahun ini
T : Sisa umur seseorang dihitung pada saat ini
Permasalahan yang sering timbul dalam upaya
menghitung persamaan diatas adalah mengistimasi penghasilan
yang diharapkan pada masa yang akan datang. Salah satu cara
yang digunakan oleh AMB adalah dengan membuat asumsi
bahwa :
Yt
LE = b yt
L dan 0>b<1
Asumsi ini menyatakan bahwa penghasilan yang
diharapkan mengalami peningkatan sebesar b dengan demikian
maka persamaan konsumsi dapat disubtitusikan menjadi :
C = a At + a[Yt L + b(T-1) Yt
LE]
C = a At + a[1 + b(T-1)] Yt
L
Pada konsumsi jangka pendek a At menjadi intersip yang
secara empirik fungsi konsumsi menurut AMB adalah sebagai
berikut : Ct = 0.06 At + 0.07 Yt
L
Teori Konsumsi Dengan Hipotesis Pendapatan Relatif
(Relatif Income Hypotesis),
Teori dengan menggunakan hipotesis pendapatan relatif
ini dikemukakan oleh James Duesenberry, dalam teorinya
duesenberry membuat 2 asumsi yaitu :
1. Selera semua rumah tangga atas barang konsumsi adalah
independent yaitu terpengaruh atas pengeluaran yang
dilakukan oleh tetangganya.
Teori Ekonomi Makro 55
2. Pengeluaran Konsumsi adalah irreversible, artinya pola
pengeluaran pada saat penghasilan naik berbeda dengan
pola pengeluaran pada saat penghasilan mengalami
penurunan.
Duesenberry menyatakan bahwa teori konsumsi atas dasar
penghasilan absolute sebagaimana dikemukakan oleh Keynes
tidak mempertimbangkan aspek ekologi konsumen. Duesenberry
menyatakan bahwa pengeluaran konsumsi suatu rumah tangga
sangat tergantung pada posisi rumah tangga tersebut pada
masyarakat disekelilingnya. Apabila konsumen senantiasa
melihat pola konsumsi tetangganya yang lebih kaya, maka ada
efek demontrasi (demontrasi effect).Akan tetapi peniruan pola
konsumsi tetangga harus dianalisis dengan melihat kedudukan
relatif rumah tangga tersebut pada masyarakat sekelilingnya.
Sebagai misal sebuah rumah tangga yang berpenghasilan
Rp. 3 juta setiap bulan dan tinggal di daerah masyarakat yang
rata-rata berpenghasilan Rp. 500.000. Ia akan cenderung untuk
menabung lebih banyak dan berkonsumsi lebih sedikit, sebab
penghasilannya relatif lebih tinggi dari masyarakat sekitarnya.
Sebaliknya apabila rumah tangga tersebut tinggal di daerah
yang rata-rata penghasilan masyrakat sebesar Rp5 juta, maka
rumah tangga dengan penghasilan Rp 3 juta cenderung akan
mempunyai pengeluaran konsumsi yang lebih besar dari
tabungan yang lebih sedikit, sebab penghasilanya relatif lebih
rendah dari penghasilan masyarakat sekitarnya.
Apabila dari tahun ke tahun terdapat kenaikan penghasilan
bagi seluruh masyarakat, maka distribusi penghasilan seluruh
masyarakat tidak mengalai perubahan, kenaikan penghasilan
absolute menyebakan pengeluaran konsumsi juga akan naik,
Teori Ekonomi Makro
56
begitu juga jumlah tabungan juga akan naik dalam proporsi yang
sama. Ini berarti APC + C/Y tidak mengalami perubahan dan
ini berarti pula APC = MPC yang merupakan fungsi konsumsi
jangka panjang sebagaimana ditunjuk dalam Gambar 3.3.
Dari fungsi konsumsi jangka panjang tersebut
Duesenberry memperoleh fungsi konsumsi jangka pendek yang
didasarkan pada asumsi kedua. Besarnya pengeluaran konsumsi
dipengaruhi oleh besarnya pendapatan tertinggi yang pernah
dicapai. Apabila terjadi kenaikan pendapatan maka pengeluaran
konsumsi akan cenderung meningkat dengan proporsi tertentu.
Sedangkan apabila pendapatan menurun maka pengeluaran
konsumsi juga akan menurun tetapi proporsinya lebih kecil tidak
sebanding dengan turunnya pendapatan. Hal ini disebabkan
karena suatu pola konsumsi yang terjadi dalam jumlah tertentu
(pendapatan tertinggi yang pernah dicapai) akan sulit untuk
dikurangi pada saat pendapatan turun, apalagi turunnya sangat
drastic.
Konsep dasar pemikiran teori konsumsi dengan hipotesis
pendapatan relatif inilah yang menjadi dasar landasan sulitnya
upaya pemberantasan KKN dikalangan aparatur birokrasi kita
di era reformasi ini. Para aparatur birokrasi yang korup dengan
penghasilan 10 kali lipat dari gaji resmiya, mungkinkah mereka
dapat mengurangi konsumsi dengan hanya menerima gaji
resminya (1/10), sedangkan pola konsumsinya sudah terlanjur
sangat tinggi (pendapatan dari hasil korup)
Bentuk fungsi konsumsi masyarakat menurut
Duesenberry adalah sebagai berikut:
Teori Ekonomi Makro 57
Dimana:
Y= penghasilan tahun tertentu
Y*= penghasilan tertinggi yang pernah dicapai pada masa lalu
Masalah yang berkaitan dengan kurva pengeluaran
konsumsi dengan hiotesis pendapatan relatif dapat dilihat dalam
gambar 3.3 berikut ini
Gambar 3.3 Kurva pengeluaran konsumsi dengan hipotesis
pendapatan relatif
CL dalam gambar 3.3 diatas menunjukkan fungsi
konsumsi jangka panjang. Apabila pendapatan sebesar Oy0
maka besarnya pengeluaran konsumsi yang terjadi sebesar
By0. Apabila pendapatan rumah tangga tersebut mengalami
penurunan dari Oy0 menjadi Oy2 , maka besarnya pengeluaran
konsumsi tidak akan turun ke titik E sepanjang kurva konsumsi
jangka panjang CL, namun akan turun ke titik A pada kurva
Teori Ekonomi Makro
58
pengeluaran konsumsi jangka pendek C1. Hal ini karena pada
saat terjadinya penurunan pendapatan, pola konsumsi rumah
tangga tidak mudah turun drastis. Penurunan pendapatan akan
menyebabkan pengeluaran konsumsi turun secara perlahan
dan rumah tangga cenderung akan mengurangi tabungan untuk
menunjang pola konsumsi yang lama. Apabila pendapatan
kemudian naik kembali dari Oy2 ke Oy0 pengeluaran konsumsi
rumah tangga juga tidak akan naik secara dratis, akan tetapi
kenaikannya secara perlahan. Ini disebabkan karena rumah
tangga tersebut berusaha untuk mengembalikan tabungannya
yang berkurang pada saat penghasilan turun. Setelah pendapatan
OY0 tercapai dan tabungan sudah mencapai tingkat semula,
sehingga apabila terjadi kenaikan pendapatan dari Oy0 menjadi
Oy1, maka pengeluaran konsumsi rumah tangga akan meningkat
secara drastis dari titik B ke titik D. Seterusnya, apabila
pendapatan turun kembali menjadi OY0 maka pengeluaran
konsumsi tidak turun di titik B namun turun ke titik F yaitu
pada fungsi konsumsi yang berada pada kurva pengeluaran
konsumsi jangka pendek C2 yang lebih tinggi kurva konsumsi
jangka pendek C1. Ini adalah yang di sebut Ratchet effect oleh
karena itu penurunan ekonomi akan menyebabkan pengeluaran
konsumsi turun sepanjang kurva konsumsi jangka pendek, dan
tidak pada kurva fungsi konsumsi jangka panjang.
Teori Konsumsi Dengan Hipotesis Pendapatan Permanen
(Permanent Income Hypothesis)
Teori konsumsi dengan hipotesis pendapatan permanen
ini dikemukakan oleh M Friedman berdasarkan teori ini
pendapatan yang diterima masyarakat dapat dibagi menjadi 2
Teori Ekonomi Makro 59
bagian yaitu : (1) pendapatan permanen (permanent income) dan
(2) pendapatan sementara (transitory income).
Adapun yang dimaksud dengan pendapatan permanen
adalah:
• Pendapatan yang selalu diterima pada setiap periode
tertentu dan dapat diperkirakan terlebih
dahulu, misalnya pendapatan dari upah, gaji.
• Hasil dari semua faktor yang menentukan kekayaan
seseorang(yang menciptakan kekayaan). Ke k a yaan
sebuah rumah tangga terdiri dari dua kategori, yaitu
kekayaan non-manusia dan kekayaan manusia.
Kekayaan non manusia misalnya kekayaan sik(barang
konsumsi tahan lama, gedung dan sebagainya)
dan kekayaan nancial(saham,sumbangan berharga),
sedangkan kekayaan manusia adalah kekayaan yang
melekat pada diri manusia itu sendiri, seperti
keahlian, keterampilan, pendidikan.
Dengan demikian kekayaan(W) dapat dirumuskan
sebagai berikut:
W = Yp/i W sehingga Yp = i W
Dimana :
W : kekayaan seseorang
Yp : pendapatan permanen orang tersebut
i : tingkat bunga
Teori Ekonomi Makro
60
Yang dimaksut pendapatan sementara adalah pendapatan
yang baik dapat dihasilkan terlebih dahulu dan nilainya dapat
positif apabila nasibnya baik atau negatif apabila mendapat
nasib buruk. Seseorang yang mendapatkan pendapatan transitory
positif, sedangkan seorang petani yang gagal panen karena iklim/
cuaca buruk dikatakan mendapatkan pendapatan transitory yang
negatif.
Jadi pendapatan terukur seseorang dipengaruhi oleh
pendapatan permanen dan pendapatan transitory dengan
persamaan sebagai berikut:
Y = Yp + Yt
Y = pendapatan yang terukur
Yp = pendapatan permanen
Yt = pendapatan sementara
Selanjutnya dalam teori Friedman membuat 2 buah
asumsi mengenai hubungan antara pendapatan permanen dengan
pendapatan sementara,yaitu:
• Tidak ada korelasi Yp Yt atau dengan kata lain pendapatan
transitory yang diterima semata-mata merupakan suatu
faktor kebetulan saja.
• Pendapatan transitory tidak mempengaruhi pengeluaran
konsumsi yang berarti apabila ditabung. Sebaliknya
apabila pendapatan seseorang mengalami pendapatan
transitory negatif maka reaksinya adalah dengan
mengurangi tabungan serta tidak mempengaruhi
pengeluaran konsumsi.
Teori Ekonomi Makro 61
Menurut pendapatan Friedman pengeluaran konsumsi
juga dibagi dua kategori yaitu konsumsi permanen (Cp) dan
konsumsi sementara/transitory (Ct). Pengeluaran konsumsi
permanen adalah kosumsi yang direncanakan, sedangkan
konsumsi sementara/transitory merupakan pengeluaran
konsumsi yang tidak di rencanakan. Hubungan antara pendapatan
terukur (Y) dan konsumsi terukur (C) akan tetapi hubungan
antara pendapatan permanen dan konsumsi permanen.
Teori Ekonomi Makro
62
Teori Ekonomi Makro 63
BAB IV TEORI INVESTASI
Bab ini bertujuan untuk menjelaskan:
• Teori-teori tentang investasi.
• Investasi dan kapasitas produksi.
• Pelaksana-pelaksana investasi.
TEORI-TEORI INVESTASI
Investasi merupakan salah satu indikator penting didalam
kaitannya dengan pendapatan nasional. Hubungan antara
investasi dan pendapatan nasional itu sedemikian pentingnya,
sehingga dapatlah dimengerti mengapa dalam semua teori
ekonomi makro investasi dibahas dalam bagian tersendiri.
Berbagai kegoncangan dalam investasi (melalui proses
multiplier) out-put nasional. Multiplier adalah angka yang
menunjukkan berapa besarnya perubahan pendapatan nasional
sebagai akibat berubahnya investasi. Perubahan investasi yang
sering menyebabkan mengapa tingkat pendapatan nasional
turun dibawah kapasitas produksi potensial, dan sering pula
menyebabkan mengapa pendapatan nasional pada suatu waktu
meningkat jauh diatas kapasitas potensial dalam masyarakat,
sehingga meningalkan gejala-gejala investasi.
Investasi merupakan suatu masalah yang langsung
berhubungan dengan besarnya pengharapan akan pendapatan
Teori Ekonomi Makro
64
(prospect of yield) dari barang modal dimasa depan. Pengharapan
akan pendapatan masa depan inilah faktor yang penting untuk
penentuan besarnya investasi. Mengenai persoalan kapan atau
dalam keadaan bagaimana seorang pengusaha akan melakukan
investasi, ada dua teori yang membahasnya, (I) teori konvensional
(klasik) dan (II) teori dari Keynes.
Teori Konvensional (Klasik)
Teori konvensional (klasik) tentang investasi pada
pokoknya didasarkan atas teori produktivitas batas (marginal
productive) dari faktor produksi modal (capital). Berdasarkan
teori ini besarnya modal yang akan di investasikan dalam
proses produksi ditentukan oleh produktivitas marginalnya
dibandingkan dengan tingkat bunga, sehinga investasi itu akan
terus dilakukan bilamana produktivitas batas dari investasi
masih lebih tinggi dari tingkat bunga yang akan diterima.
Kenyataan menunjukkan bahwa berbagai bentuk
kekayaan itu memberikan hasil yang berbeda-beda, dan juga
mengandung resiko yang tidak sama, maka haruslah dipilih cara
mana yang lebih baik, yang menguntungkan dan memberikan
kepuasan secara maksimal bagi seorang yang memiliki kekayaan.
Pemilik kekayaan harus memilih dan menentukan putusan
tentang manakan yang lebih menguntungkan antara membeli
saham, obligasi jangka panjang, obligasi jangka pendek, atau di
investasikan dalam perusahaan.
Berdasarkan teori produktivitas batas, maka soal
investasi oleh ahli-ahli ekonomi klasik dipecah atas prinsip-
prinsip maksimisasi laba dari perusahaan-perusahaan individual.
Teori Ekonomi Makro 65
Sebab suatu perusahaan akan memaksimir labanya dalam
situasi persaingan sempurna, bila mana perusahaan tersebut
menggunakan modalnya sampai dalam jumlah produk marginal
dari modal itu sama dengan harga modal, yaitu suku bunga.
Adapun secara garis besar teori klasik tentang investasi
adalah sebagai berkut:
• Investasi akan dijalankan bilamana pendapatan dari investasi
itu (prospected yield) lebih besar dari tingkat bunga. Bila
hendak membandingkan antara pendapatan dari investasi
dangan suku bunga maka tidak boleh dilupakan bahwa
barang-barang modal umumnya mempunyai penggunaan
yang panjang dan tidak hanya sekali pakai, sehingga
pendapatan dari investasi (yang akan dibaandingkan dengan
bunga) adalah terdiri dari jumlah-jumlah pendapatan yang
akan diterima setiap akhir tahun, selama penggunaan
barang modal itu dalam produksi (umur ekonomis), jumlah
pendapatan tiap-tiap tahun selanjutnya dibandingkan
dengan tingkat bung yang berlaku sekarang.
• Investasi dalam suatu barang modal adalah menguntungkan
bilamana baiaya (ongkos) plus bunga lebih kecil dari hasil
pendapatan yang diharapkan dari investasi itu. Dengan
demikian unsur-unsur yang diperhitungkan dalam penentuan
investasi adalah: (1) tingkat ongkos (biaya) atas modal; (2)
tingkat bunga; dan (3) tingginya hasil pendapatan yang
diterima. Berubahnya salah satu dari ketiga faktor diatas,
akan mengakibatkan berubahnya perhitungan protabilitas.
Teori Ekonomi Makro
66
Teori Dari JM.Keynes
Menurut pandangan dari JM. Keynes, masalah investasi,
baik penentuan jumlah maupun kesempatan untuk melakukan
investasi didasarkan atas konsep Marginal Effeciency of
Investment (MEI). Dengan mendasarkan atas konsep pemikiran
tersebut investasi akan dilaksanakan apabila MEI masih lebih
tinggi daripada tingkat bunga.
Secara gras MEI itu digambarkan sebagai suatu skedul
yang menurun, skedul ini menggambarkan jumlah investasi yang
akan terlaksana pada setiap tingkat bunga. Menurunya tingkat
skedul MEI ini antara lain disebabkan oleh dua hal, yaitu:
• Bahwa semakin banyak jumlah investasi yang terlaksana
dalam masyaraka, semakin rendahnya MEI itu.
• Semakin banyak investasi dilakukan, maka ongkos dan
barang modal (asset) menjadi lebih tinggi.
Pada bagian berikut menunjukkan skedul MEI pada
Gambar 3.4. berikut ini.
Gambar 3.4 Marginal Efciency of Investment (MEI)
Teori Ekonomi Makro 67
Menurut teori Keynes tentang investasi, pertimbangan
pokok untuk terlaksananya investasi adalah faktor esiensi
marginal dari investasi itu sendiri. Esiensi marginal dari
investasi ini sangat tergantung pada perkiraan-perkiraan dan
perhitungan pengusaha terhadap pekembangan situasi ekonomi
masa depan. Oleh sebab itu tingkat MEI tidak dapat ditentukan
dengan pasti.
Pandangan kehari depan bagi pengusaha dengan
kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi sangat dipengaruhi
oleh berbagai faktor, baik faktor-faktor ekonomi maupun faktor-
faktor psikologis. Menghubungkan antara pengusaha dengan
kemungkinan-kemungkinan untuk mengadakan investasi,
perlulah diketahui tentang apa yang disebut entrepreneur.
Entrepreneur, merupakan sejenis pengusaha yang memiliki
kelakuan dan bakat-bakat khusus yang tidak didapati pada
pengusaha-pengusaha lainnya. Golongan entrepreneur ini
mempunyai peranan yang sangat penting artinya dalam sejarah
perkembangan ekonomi di dunia barat.
Entrepreneur adalah seorang innovator, yaitu orang yang
mengusahakan kombinasi-kombinasi dari dalam proses produksi
guna menciptakan kemajuan-kemajuan baru dan kenaikan-
kenaikan hasil produksi. Para entrepreneur inilah yang mampu
mempergunakan kesempatan investasi yang potensial sehingga
kemungkinan keberhasilan sangat besar.
Teori Ekonomi Makro
68
INVESTASI DAN KAPASITAS PRODUKSI NASIONAL
(Masalah COR dan ICOR)
Masalah Capital Output Ratio (COR) dan incremental
Capital Output Ratio) merupakan alat yang banyak dipergunakan
dalam teori pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi itu
bertujuan utama untuk menaikkan kemakmuran dan tingkat
hidup masyarakat. Sampai berapa jauh, tingginya kemakmuran
dan tingkat hidup di cerminkan oleh pendapatan nasional yang
dicapai oleh kegiatan ekonomi masyarakat itu sendiri.
Investasi adalah aktivitas ekonomi baik yang berupa
penambahan faktor produksi maupun berupa peningkatan-
peningkatan kualitas fakto produksi. Investasi ini jadinya
akan memperbesar pengeluaran masyarakat yang kemudian di
perkuat oleh efek multiplier yang akhirnya akan memperbesar
pendapatan nasional.
Agar supaya produksi nasional tidak berkurang maka
penyusutan produksivitas haruslah diimbangi dengan investasi
itu akan terjadi bila investasi baru lebih besar dari penyusutannya.
Dalam konsep multiplier, pendapatan nasional akan
berubah bilamana besarnya investasi mengalami perubahan.
Sehubungan dengan hal itu, timbul persoalan berapakah
jumlah investasi harus ditanamkan ke dalam masyarakat, agar
supaya pendapatan dapat dinaikkan dengan jumlah tertentu.
Hal ini dilakukan dan tergantung pada COR, yaitu angka yang
menyatakan perbandingan (ratio) antara besarnya investasi
dengan besarnya hasil produksi nasional.
Jadi bilamana COR itu 4, sedangkan kenaikan pendapatan
nasional yang diinginkan adalah 5, maka besarnya investasi
Teori Ekonomi Makro 69
yang harus ditanamkan adalah 4x5=20
Perhitungan COR dapat dirumuskan
Dimana :
K : jumlah investasi yang diperlukan
Q : besarnya hasil produksi nasional yang ingin dicapai denagn
investasi tersebut
Apabila yang diperbandingkan itu adalah tambahan
investasi dengan tambahan pendapatan, maka diperoleh ICOR.
Oleh karena itu maka :
• Untuk menghitung besarnya kapasitas produksi nasional
digunakan COR.
Teori Ekonomi Makro
70
• Untuk menghitung besarnya pertambahan kapasitas
produksi nasional digunakan ICOR.
• Masalah besarnya penyusutan
Besarnya penyusutan dinyatakan dengan presentase (D).
Bilamana besarnya kapasitas produksi nasional pada
suatu tahun adalah K, maka besarnya kapasitas produksi
pada suatu tahun adalah DK. Pada akhir tahun itu juga
kapasitas produksi nasional masyarakat yang baru adalah
:
K-DK=(1-D)K
Kapasitas produksi masyarakat itu pada tahun
berikutnya bilamana tidak ada investasi baru dengan
sendirinya adalah tetap, yakni (1-D)K. Jumlah hasil
produksi dalam tahun berikutnya adalah Q dan
Pada kelanjutannya bilamana dalam tahun
berikutnya tadi terjadi penambahan investasi baru,
Teori Ekonomi Makro 71
maka penambahan kapasitan produsinya adalah
dan jumlah kapasitas dalam dua tahun tersebut adalah
Contoh
Diketahui :
Dalam suatu perekonomian terdapat data sebagai berikut:
1. Pada awal tahun 1980 dalam perekonomian
tersebut mempunyai peralatan kapital yang mampu
menghasilkan output seharga Rp. 8000 milyar.
2. Besarnya COR dan ICOR masing masing ^ dan %.
3. Dalam tahun 1970 itu terjadi gross investment Rp.
3000 milyar.
4. Besarnya penyusutan ditapsir 10%
Dinyatakan :
1. Besarnya kapasitas produksi nasional perekonomianb
tersebut, untuk tahun 1981 !
2. Besarnya penyusutan tahun 1981 !
Teori Ekonomi Makro
72
Penyelesian
1. Besarnya kapasitas produksi tahun 1981
Jadi kapasitas produksi nasional tahun 1981 :
Teori Ekonomi Makro 73
PELAKSANA-PELAKSANA INVESTASI
Apabila di lihat dari sisi siapa yang akan melaksanakan
investasi, dapat dibedakan atas : (1) investasi pemerintah (2)
investasi swasta dan (3) investasi pemerintah dan swasta. Ketiga
unsur pelaksana investasi tersebut secara garis besar dapat
diuraikan sebagai berikut :
Investasi Pemerintah (Public Investment)
Investasi pemerintah ini umumnya dilakukan tidak
dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan, tetapi tujuan
utamanya adalag untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
seperti pembangunan jalan, jembatan, bendungan dan lain-lain.
Investasi-investasi itu sering disebut Social Overhead Capital
(SOC).
Keuntungan bagi investasi-investasi ini baru terasa
bilamana timbulah pertambahan permintaan dalam masyarakat.
Bertambahnya permintaan efektif, juga menaikkan pendapatan.
Public investment ini sering juga disebut sebagai
investasi yang otonom, yaitu investasi yang timbul bukan
karenanya adanya tambahan pendapatan. Investasi ini tidak
menarik bagi swasta, karena investasi ini memerlukan biaya yang
sangat besar, dan investasi ini tidak memberikan keuntungan
secara langsung, melainkan secara berangsur-angsur dalam
beberapa tahun.
Adapun bentuk kurva autonomous, investment terlihat
dalam Gambar 3.5 berikut ini.
Teori Ekonomi Makro
74
Gambar 3.5 Bentuk Kurva Autonomous Investment
Berdasarkan Gambar 3.5, besar kecilnya investasi
tidak dipengaruhi oleh tingkat pendapatan tetapi dapat berubah
oleh karena adanya perubahan-perubahan faktor-faktor di
luar pendapatan sekalipun investasi ini tidak dipengaruhi oleh
tingkat pendapatan tetapi akiabat dari tingkat pendapatan dalam
masyarakat.
Investasi Swasta (private investment)
Private investment adalah jenis investasi yang dilakukan
swasta dan ditunjukan untuk memperoleh pendapatan dan
diring oleh karena adanya pertambahan pendapatan. Oleh sebab
itu apabila pendapatan bertambah konsumsi bertambah dan
bertambah pula effective demand. Investasi swasta ini juga
disebut induced investment, Induced investment adalah suatu
Teori Ekonomi Makro 75
investasi yang ditimbulkan oleh sebab bertambahnya permintaan
yang sumbernya terletak pada penambahan pendapatan.
Adapun bentuk kurva inclued investment terlihat Gambar 3.6
berikut ini.
Gambar 3.6 bentuk kurva Induced Investment
Berdasarkan Gambar 3.6 di atas investasi diletakkan
pada sumbu tegak, sedang sumbu datar untuk menyatakan
pendapatan. Fungsi investasi adalah I (Y), dimana fungsi ini
menyatakan tingginya tingkat investasi terimbas pada berbagai
tingkat pendapatan.
Fungsi investasi ini naik dari kiri ke bawah ke kanan
atas, dan mulai dari suatu tingkat pendapatan tertentu. Fungsi
investasi I (Y), itu juga dilukiskan sedemikian rupa, sehingga
memotong sumbu Y dari bawah, hal ini dimaksudkan untuk
menyatakan bahwa terdapat investasi negatif. Pada suatu tingkat
pendapatan yang rendah. Dengan perkataan lain rendah tingkat
pendapatan nasioanal (kurang atau sama dengan OY2) justru
Teori Ekonomi Makro
76
akan membawa bencana bagi kehidupan mereka di masa depan.
Investasi Pemerintah Dan Swasta
Jenis investasi yang dilakukan oleh publik dan swasta
adalah investasi luar negri (foreign investment). Foreign
Investment terjadi dari selisih antara export di atas import.
Induced investment dalam hal ini adalah disebabkan oleh
perkembangan ekonomi diluar negeri. Jadi sifat induced
investment adalah suatu investasi karena adanya pertambahan
pendapatan.
Investasi dalam jenis ini sangat memungkinkan
dikembangkan dalam era globalisasi ekonomi di mana batas-
batas wilayah ekonomi suatu negara menjadi tidak jelas.
Masalahnya sekarang adalah bagaimana tiap-tiap negara dapat
memberikan rangsangan agar investasi asing masuk.
Teori Ekonomi Makro 77
BAB V
ANALISA PENDAPATAN NASIONAL
DALAM PEREKONOMIAN
TERTUTUP SEDERHANA
Bab ini bertujuan untuk menjelaskan :
• Hakekat perekonomian tertutup sederhana
• Fungsi konsumsi, APC dan MPC
• Fungsi saving, APS dan MPS
• Hubungan antara MPC,MPS,APC, dan APS
• Pendapatan Nasional Ekuilibrium
• Arti dan proses bekerjanya angka pengganda (multiplier)
• Inationary Gap (IG) dan Deatinary Gap (DG)
HAKEKAT TENTANG PERKEMBANGAN TERTUTUP
SEDERHANA
Yang dimaksud dengan perekonomian tertutup adalah
suatu perekonomian yang tidak mengenal hubungan ekonomi
dengan Negara lain.
Dalam perekonomian semacam ini kita tidak akan
menjumpai persoalan-persoalan yang timbul dari adanya
transaksi-transaksi ekonomi luar negeri, seperti eksport dan
import.
Sedangkan istilah sederhana disini kita gunakan
sekedar untuk menunjukkan bahwa perekonomian yang diberi
predikat sederhana tersebut tidak mengenal adanya transaksi
ekonomi yang dilakukan pemerintah. Dengan demikian bentuk
Teori Ekonomi Makro
78
perokoniman yang akan kita bahas adalah perekonomian tanpa
hubungan ekonomi dengan Negara lain dan tanpa adanya
transaksi ekonomi oleh pemerintah.
Di dalam perekonomian tertutup sederhana ini
pengeluaran masyarakat pada tiap tahunnya, atau pada tiap
satuan waktunnya, akan terdiri dari pengeluaran untuk konsumsi
rumah tangga dan pengeluaran untuk investasi. Pengeluaran
total dari masyarakat tersebut, sekaligus merupakan pendapatan
masyarakat itu juga. Dengan cara lebih singkat, pernyataan
tersebut dapat ditulis:
Y=C+I
Dimana:
Y : Menunjukkaan besarnya pendapatan nasional per tahunnya
C : Menunjukkan besarnya konsumsi rumah tangga per tahun
I : Besarnya investasi per tahun
Dalam analisis sederhana tentang pendapatan nasional
ini, investasi kita pandang sebagai suatu variable yang eksogen.
Yang dimaksud dengan variable yang tidak diuraikan oleh model
yang kita gunakan, melainkan merupakan variable-variabel yang
ditentukan oleh kekuatan-kekuatan yang berasal dari luar modal
yang digunakan. Jadi dengan kata lain, semua nilai dan pada
variable yang eksogen kita anggap sebagai datum, atau sebagai
suatu variable yang nilainya tidak kita cari asalnya.
Teori Ekonomi Makro 79
FUNGSI KONSUMSI APC DAN MPC
Dalam bentuknya yang umum, fungsi konsumsi yang
merupakan garis lurus (liner) mempunyai persamaan sebagai
berikut:
C=a+Cy
Dimana:
a : Menunjukkan besarnya konsumsi pada pendapatan nasional
sebesar nol
c : Menunjukkan besarnya Marginal Propencity to Consume.
Sedangkan MPC adalah angka perbandingan antara
besarnya perubahan konsumsi dengan besarnya perubahan
pendapatan nasional. Adapun MPC tersebut dapat dirumuskan
sebagai berikut:
Dimana:
c : MPC
ΔC : Besarnya perubahan konsumsi
ΔY : Besarnya perubahan pendapatan
Besarnya angka MPC itu umumnya lebih kecil dari
satu, akan tetapi lebih besar dari setengah. Dan yang lebih
pasti angka MPC itu mempunyai tanda positif. Positifnya
MPC mengandung arti bahwa bertambahnya pendapatan akan
mengakibatkan bertambahnya konsumsi. Angka MPC yang
lebih kecil dari satu, menunjukkan bahwa tambahan pendapatan
Teori Ekonomi Makro
80
yang diterima seseorang tidak seluruhnya dipergunakan untuk
konsumsi, melankan sebagian disisihkan untuk ditabung. Angka
MPC yang lebih besar dari setengan menunjukkan bahwa
penggunaan tambahan pendapatan sebagai besar diguanakan
untuk menambah besarnya konsumsi, sedangkan sisanya, yaitu
yang jumlahnya lebih kecil, akan merupakan tambahan sebagai
berikut:
C= (APCn-MPC)Yn+MPC.Y
APCn menunjukkan besarnya APC pada tingkat
pendapatan nasional n yang dimaksud dengan APC adalah
perbandingan antara besarnya konsumsi pada suatu tingkat
pendapatan nasional dengan besarnya pendapatan nasional itu
sendiri. Apabila dirumuskan akan terlihat dalam formula berikut:
APCn=
Adapun pembuktian perumusan di atas adalah sebagai
berikut :
Teori Ekonomi Makro 81
Gambar 5.1 Menemukan Persamaan Fungsi Konsumsi
Berdasarkan Gambar 4.1 di atas maka :
a = Yn-MPC.Yn-(YN-APCn-Yn)
= Yn-MPC.Yn-Yn-APCn.Yn
= APCnYn-MPC.Yn
a= (APCn-MPC).Yn
dengan demikian, maka:
C= )APC-MPC)Yn+MPC.Y
Contoh Soal :
Diketahui :
Pada tingkat pendapatan nasional per tahun sebesar Rp 100
milyar besarnya konsumsi sebesar Rp 95 milyar pertahun.
Pada tingkat pendapatan nasional sebesar Rp 120 milyar per
tahun, besarnya konsumsi per tahunya Rp 110 milyar per tahun.
Ditanyakan :
a. Cari fungsi konsumsinya !
b. Break-even point tercapainya pada tingkat pendapatan
nasional berapa ?
Penyelesaian :
Teori Ekonomi Makro
82
Kesimpulan :
a. Persamaan fungsi konsumsinya adalah:
C= 0,75Y+20 milyar rp
b. Tingkat pendapatan break-even :
80 milyar rp
FUNGSI SAVING, APS DAN MPS
Saving adalah bagian dari pada pendapatan nasional per
tahunnya yang tidak dikonsumsi.
S= Y-C
C= a+cY
Maka:
S= Y-(a+cY)
= Y-a-cY
S= (1-c) Y-a
Yang dimaksud dengan Marginal Propencity to
Save (MPS) adalah perbandingan antara bertambahnya
saving dengan bertambahnya pendapatan nasional yang
mengakibatkan bertambahnya saving di maksud, sedang
penerusnya adalah:
Teori Ekonomi Makro 83
Yang dimaksud dengan Average Propensity to
Save (APS) adalah perbandingan antara besarnya saving
pada suatu tingkat pendapatan nasional dengan besarnya
pendapatan nasional bersangkutan. Sedang perumusanya
adalah sebagai berikut:
HUBUNGAN ANTARA MPC,MPS,APC DAN APS
Hubungan antara MPC dan MPS dapat kita nyatakan
sebagai berikut:
MPC+MPS = 1
Pembuktian dari rumus di atas:
Y= C+ S
Maka:
Sedangkan hubungan antara APC dan APS adalah:
APC + APS = 1
Pembuktian dari rumus di atas:
y= C+S
Ini berarti Yn= Cn +Sn
Kalau ruas dari kiri masing-masing dibagi Yn maka:
Teori Ekonomi Makro
84
Penerapanya Dalam Contoh Soal :
Diketahui :
Fungsi konsumsi suatu masyarakat merupakan
persamaan :
C =0,75Y+20 milyar rp
Ditanyakan :
Hitung besarnya C,S,MPC,APS,MPS dan APS untuk
pendapatan-pendapatan sebagai berikut:
20,40,60,80,100,120 dan 140 dalam milyar rp
Penyelesaian:
Table 4.1. hubungan Y,C,S,APC,APS,MPC dan MPS
Pendapatan
(Y)
Konsumsi
(C)
Saving
(S)
APC
(C/Y)
APS
(S/Y)
MPC MPS
0 20 -20 - - 0,75 0,25
20 35 -15 1,75 -0,75 0,75 0,25
40 50 -10 1,25 -0,25 0,75 0,25
60 65 -5 1 1/12 -1/12 0,75 0,25
80 80 0 1 0 0,75 0,25
100 95 5 0,95 0,05 0,75 0,25
120 110 10 11/12 1/12 0,75 0,25
140 125 15 25/28 3/28 0,75 0,25
Angka-angka dalam milyar rp
Teori Ekonomi Makro 85
Dari jawaban contoh di atas juga dapat digambarkan
bentuknya dalam kurva konsumsi dan saving :
Gambar 5.2 Kurva Konsumsi dan Saving
PENDAPATAN NASIONAL EKUILIBRIUM
Apabila dilihat dari sisi sumbernya, pendapatan nasional
terdiri dari konsumsi dan investasi. Jadi C + I = Y. sedangkan
apabila dilihat dari sisi penggunaanya, pendapatan nasional
sebagian dipergunakan untuk pengeluaran konsumsi, sedangkan
selebihnya adalah merupakan saving, sehingga Y= C+ S
Apabila pendapatan dalam periode o digunakan dalam
periode 1, pendapatan nasional pada periode 1 digunakan untuk
periode 2, pendapatan periode 2 digunakan untuk periode 3,
Teori Ekonomi Makro
86
demikian seterusnya, maka hubungan konsumsi, investasi,
saving dan pendapatan nasional dapat dituliskan sebagai berikut
:
Co + Io = Yo
Yo = C1 = S1
C1+ I1 = Y1
Y1= C2 + S2
C2 + I2 = Y2
Y2= C3 + S3
C3+ I3 = Y3
Yang dimaksud dengan pendapatan nasional
ekuilibrium adalah tingkat pendapatan nasional di mana
tidak ada kekuatan ekonomi yang mempunyai tendensi
untuk mengubahnya. Pendapatan nasional dalam
keseimbangan akan tercapai apabila dipenuhi syarat :
S = I
Terdapat tiga buah cara untuk menemukan
formula untuk menghitung tingkat pendapatan nasional
ekuilibrium.
Kedua cara itu adalah sebagai berikut:
Cara ke I :
Y= C+ 1
C= a+cY
Maka Y= a+cY+I
Y-cY= a+ I
(1-c) Y= a+ I
Y= (a+1)
Teori Ekonomi Makro 87
Dengan demikian formula (rumus) untuk mencari
pendapatan nasional ekuilibrium adalah :
Contoh soal
Diketahui :
Fungsi konsumsi per tahun :
C= 0,75 Y+ 20 milyar rp
Besarnya investasi per tahun
I= 40 milyar rp
Ditanyakan :
a. Hitung besarnya Y,C,dan S dalam keseimbangan !
b. Gambarkan!
Penyelesaian :
a. Besarnya Y dalam keseimbangan:
Y= (a+1)
= (20+40)
Y= 4(60)= 240 milyar rp
Besarnya konsumsi keseimbangan :
C= 0,75Y+20
= 0,75(240)+20
C= 200 milyar rp
Besarnya saving keseimbangan :
S= Y-S
= 240- 200
S= 40 milyar rp
Teori Ekonomi Makro
88
b. Gambarnya adalah :
Gambar 5.3 Keadaan Ekuilibrium
PENGERTIAN DAN PROSES BEKERJANYA
MULTIPLIER
Apabila pada suatu ketika besarnya investasi
tidak sama dengan besarnya saving, maka akan terjadilah
ketidakseimbangan dalam perekonomian pendapatan nasional,
pengeluaran konsumsi dan besarnya saving berada dalam
keadaan disekuilibrium. Pendapatan nasional besarnya akan
terus berubah, sehingga tingkat pendapatan nasional ekuilibrium
yang baru akan tercapai, yaitu pendapatan nasional di mana
besarnya sama dengan besarnya investasi. Demikian juga
halnya dengan pengeluaran konsumsi dan saving. Hubungan
antara perubahan investasi dan perubahan pendapatan nasional
ekuilibrium yang diakibatkan oleh perubahan investasi tersebut,
Teori Ekonomi Makro 89
diterangkan dalam konsep multiplier.
Multiplier adalah angka atau formula yang menunjukkan
berapa kali lipat pendapatan nasional akan berubah sebagai
akibat adanya perubahan investasi. Pendapatan lain mengatakan
multiplier adalah bilangan dengan mana investasi harus kita
kalikan, apabila kita ingin mengetahui besarnya perubahan
pendapatan nasional ekuilibrium yang diakibatkan oleh
perubahan investasi tersebut.
Jadi kalau k menunjukkan besarnya multiplier, maka:
= k. ΔI
Dan besarnya multiplier :
K=
Kalau misalnya tambahan investasi (ΔI), mengakibatkan
pendapatan nasional berubah dari Y menjadi Y+ΔY, maka:
Y+ΔY= (a+I+ΔI)
Y+ΔY= (a+I) + ΔI
Kalau persamaan diatas ruas kanan dan kiri kita kurangkan
dengan Y, yang besarnya sama dengan
Y = (a+I)
Maka hasilnya ΔY= ΔI
Jadi yaitu K1 =
Teori Ekonomi Makro
90
Contoh soal
Diketahui :
Fungsi konsumsi tahunan
C=0,75 +20 milyar rp
Pada periode ke-1, besarnya investasi I=40 milyar rp
Pada period eke-2, besarnya investasi I=80 milyar rp
Ditanyakan :
1. Dengan menggunakan angka pengganda hitung besarnya
pendapatan nasional ekuilibrium pada period eke-2!
2. Bagaimana proses multiplier berlangsung.
a) Secara angka-angka
b) Secara gras
Penyelesaian:
1. Besarnya angka pengganda adalah :
K1= = = 4
Besarnya perubahan investasi :
ΔI = I2 – I1 = 80-40=40
PN keseimbangan pada periode 1:
Y= (a+1) = (20+40) = 240
PN keseimbangan pada periode 2 :
Y2= Y1+ΔY= Y1+K1.ΔI= 240+4(40) = 400
2. a. Proses Multiplier Secara Angka-Aangka
Table 4.2 Proses Multiplier Secara Angka-Aangka
Periode ΔIΔCΔYI
I40 - 40
II - 30 30
Teori Ekonomi Makro 91
III - 22.50 22.50
IV - 16,88 16.88
-
-
-
n
Jumlah 40 120 160
Proses Secara Gras
Gambar 5.4 Proses Multiplier Secara Gras
INFLATIONARY GAP DAN DEFLATIONARY GAP
Konsep tentang inationary Gap dan deationary Gap
berkaitan dengan persoalan sejauh mana tingkat employment
yang terjadi menyimpang dari kapasitas produk yang ada.
Dalam hal ini apabila semakin besar angka inationary Gap
Teori Ekonomi Makro
92
akan berrati semakin besar over employmentnya. Dan semakin
besar angka deationary gap-nya berrati semakin jauh tingkat
employment berada dibawah tingkat full-employment, yang
dengan perkataan lain, semakin besar tingkat penggangguran
yang terjadi.
Yang dimaksud denga Inationary Gap adalah besarnya
perbedaan antara jumlah investasi yang terjadi dengan besarnya
full employment saving (saving pada tingkat full employment
saving). Sedangkan yang dimaksud dengan Deationary Gap
adalah angka yang menunjukkan besarnya perbedaan antara
investasi yang terjadi dengan full-employment saving, dimana
besarnya investasi tersebut lebih kecil dibandingkan dengan full
employment savingnya.
Contoh soal tentang inationary Gap dan Deationary
Gap adalah sebagai berikut:
Diketahui:
Fungsi konsumsi per tahun
C=0,75Y+20milyar rp
Besarnya investasi per tahun
I=40 milyar rp
Ditanyakan:
1. hitung besarnya IG dan DG, kalau diketahui bahwa
perekonomian mempunyai kapasitas produksi masing-
masing per tahun.
a. 200 milyar rp
b. 280 milyar rp
2. Gambarkan bentuk kurvanya!
Teori Ekonomi Makro 93
Penyelesaian:
1. a. Pada perekonomian yang kurang kapasitas produksi
sebesar 200 milyar rp besarnya full-employment
savingnya adalah:
S= Y-C
S=Y-(0,75+20)
= 200-(0,75.200+20)
= 30 milyar
Oleh karena besarnya investasi I=40 milyar rp, maka
akan terjadi Inationary Gap.
IG= Investasi- full-employment saving
= 40 milyar rp – 30 milyar rp
= 10 milyar rp
b.Pada perekonomian yang mempunyai kapasitas produksi
sebesar 280 milyar rp. Besarnya full-employment savingnya
adalah:
S= Y-C
= Y- (0,75Y+20)
=280-(0,75.280+20)
= 280 milyar rp- 230 milyar rp
= 50 milyar rp
Oleh karena besarnya investasi I= 40 milyar rp. Maka
akan terjadi Deationary Gap.
DG= Full-employment saving- Investasi
= 50 milyar rp – 40 milyar rp
= 10 milyar rp
Teori Ekonomi Makro
94
2. Gambar adalah sebagai berikut :
Gambar 5.5 proses terjadinya IG dan DG
Besarnya Gambar 5.5 di atas agar tidak dapat terjadi
IG kapasitas produksi dapat ditingkatkan dari 200 milyar
rp menjadi 240 milyar rp. Sedangkan agar tidak terjadi DG
kapasitas produksi dapat diturunkan dari 280 milyar rp menjadi
240 milyar rp.
Kesimpulan
Dalam perekonomian tertutup sederhana, pengeluaran
masyarakat pada setiap tahunnya terdiri atas pengeluaran
konsumsi dan pengeluaran investasi.
MPC selalu lebih kecil dari satu tetapi lebih besar dari
Teori Ekonomi Makro 95
setengah.
S = -a + MPS Y
MPS adalah perbandingan antara bertambahnya saving
dengan bertambahnya penapatan nasional.
MPC + MPS = 1 ( mutlak )
Pendapatan nasional ekuilibrium adalah tingkat
pendapatan nasional dimana tidak ada kekuatan ekonomi
yang mempunyai tendensi untuk mengubahnya.
Hubungan antara perubahan investasi dan perubahan
pendapatan nasional ekuilibirium yang di akibatkan oleh
perubahan investasi tersebut.
Infaltionary Gap adalah besarnya perbedaan antara jumlah
investasi yang terjadi dengan besarnya full employment
saving ( saving pada tingkat full employment saving ).
Dapat dihitung dengan mencari S = Y - C
Teori Ekonomi Makro
96
Teori Ekonomi Makro 97
BAB VI ANALISA KEBIJAKAN FISKAL DALAM
PEREKONOMIAN TERTUTUP
Bab ini bertujuan untuk menjelaskan :
• Masalah kebijakan skal
• Analisis kebijakan skal dalam sistem perpajakan yang
sederhana
• Pendapatan nasional ekuilibrium
• Macam-macam angka pengganda
MASALAH KEBIJAKAN FISKAL
Kebijakan skal atau politik adalah segala kebijakan
pemerintah yang ditujukan untuk memengaruhi jalanya atau
proses kehidupan ekonomi masyarakat melalui anggaran belanja
Negara.
Anggaran belanja ( budget ) Negara adalah suatu
anggaran yang disusun oleh pemerintah mengenai pendapatan-
pendapatan atau penerimaan-penerimaan Negara serta
pengeluaran-pengeluaran Negara yang disusun selama masa
tertentu,biasanya satu tahun.
Dalam hubungannya dengan kebijakan anggaran belanja
Negara,terdapat tiga fungsi pokok,yaitu :
• Fungsi Alokasi
Berdasarkan fungsi ini, kebijakan anggaran belanja
diarahkan untuk mengalokasi faktor-faktor produksi yang
Teori Ekonomi Makro
98
tersedia di dalam masyarakat sedemikian rupa,sehingga
kebutuhan masyarakat akan apa yang disebut public
goods. Tanpa adanya prakarsa dari pemerintah dalam hal
ini kecil kemungkinannya masyarakat dapat memenuhi
secara cukup kebutuhan-kebutuhan mereka akan
terselenggaranya keamanan, keadilan, pendidikan dan
lain-lain.
• Fungsi Distribusi
Fungsi distribusi ini mempunyai tujuan demi
terselenggaranya pembagian pendapatan nasional yang
relatif lebih adil. Kenyataan menunjukkan ketimpangan
dalam pembagian pendapatan sering kali menimbulkan
gejolak dalam masyarakat.
• Fungsi stabilisasi
Fungsi stabilisasi ini antara lain bertujuan untuk
terpeliharanya tingkat kesempatan kerja yang tinggi,
tingkat harga yang stabil dan tingkat pertumbuhan
ekonomi yang cukup memadahi.
Kenyataan ini menunjukkan,bahwa volume transaksi
yang diadakan oleh pemerintah di kebanyakan Negara dari
tahun terus mengalami peningkatan. Ini berarti bahwa peranan
dari pada tindakan skal pemerintah dalam ikut menentukan
tingkat pendapatan nasional menjadi besar.
Untuk Negara yang sudah maju perekonomiannya,semakin
besarnya peranan tindakan skal pemerintah dalam mekanisme
pembentukan tingkat pendapatan nasional terutama dimaksudkan
agar supaya pemerintah dapat lebih mampu dalam mempengaruhi
jalannya perekonomian. Dengan demikian diharapkan bahwa
dengan kebijakan skalnya, pemerintah dapat mengusahakan
Teori Ekonomi Makro 99
terhindarnya perekonomian dari keadaan-keadaan yang tidak
diinginkan, seperti banyak pengangguran,inasi,dan sebagainya.
Bagi Negara-negara yang sedang berkembang pemerintah
pada umumnya menyadari akan rendahnya investasi yng timbul
atas inisiatif dari masyarakat. Hal ini disebabkan masih sangat
rendahnya tingkat pendapatan masyarakat sehingga upaya untuk
menghimpun dana guna investasi juga terbatas. Oleh sebab itu,
maka tanpa campur tangan pemerintah kecil kemungkinan suatu
perekonomian yang masih terbelakang dapat melaksanakan
investasi neto yang cukup besar, untuk mempertinggi kapasitas
produksi nasional demi kemakmuran masyarakatnya. Dari
seluruh uraian di atas dapat kita pahami betapa besarnya
peranan kebijakan skal pemerintah bagi masyarakat yang ingin
memajukan perekonomiannya.
Pada dasarnya terdapat dua komponen besar dari pada
anggaran belanja yaitu komponen penerimaan dan komponen
pengeluaran.
Komponenen Anggaran Belanja Negara
Komponen anggaran belanja terdiri atas komponen
penerimaan dan komponen pengeluaran. Sedangkan secara
lebih rinci adalah sebagai berikut :
• Penerimaan, yang dalam buku ini kita asumsikan hanya
terdiri dari pada hasil penerimaan pajak.
• Pengeluaran, yang dilakukan pemerintah terdiri atas :
Pengeluaran konsumsi pemerintah yang biasa
disebut government expenditure.
Pengeluaran pemerintah yang berupa government
Teori Ekonomi Makro
100
transfer.
Pajak dimaksudkan sebagai uang atau daya beli yang
diserahkan oleh masyarakat kepada pemerintah dimana terdapat
penyerahan uang atau daya beli tersebut pemerintah tidak
memberikan balas jasa yang langsung. Alasan mengapa kita
katakan tidak ada balas jasa yang langsung diterima oleh si
pembayar pajak adalah karena bagaimanapun juga bentuk dari
pada pajak yang dibayar oleh masyarakat kepada pemerintah,
masyarakat tentu akan memperoleh jasa-jasa juga hanya
saja,balas jasa yang diterima oleh si pembayar pajak sifatnya
adalah tidak langsung.
Seorang wajib pajak ( pembayaran pajak ) pendapatan,
misalnya dari pembayaran pajak tersebut si pembayar pajak
tidak memperoleh sesuatu apapun dari pemerintah. Akan tetapi
mengingat bahwa hasil pungutan pajak oleh pemerintah tersebut
nantinya akan dipergunakan untuk membiayai pengeluaran-
pengeluaran pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat
dimana termasuk wajib pajak.
Agar penerimaan pajak bisa berfungsi optimal,
diperlukan kesadaran wajib pajak sebagai suatu warga Negara
yang baik. Sedangkan pada sisi yang lain diperlukan aparat
pajak yang bersih dari unsur kolusi dan korupsi.
Apabila dua hal ini dapat dilaksanakan dengan baik,
masyarakat akan dapat menikmati semua kebutuhan hidupnya
dengan baik,khususnya berkaitan dengan berbagai prasarana
kehidupan.
Pengeluaran konsumsi pemerintah yang dimaksudkan
adalah semua pengeluaran pemerintah dimana pemerintah
Teori Ekonomi Makro 101
secara langsung menerima balas jasanya. Contohnya pemerintah
membayar gaji PNS yang bersangkutan. Suatu harapan
dari masyarakat adalah semua macam-macam pngeluaran
pemerintah tersebut,secara langsung atau tidak langsung
nantinya akan diperoleh manfaat yang besar bagi masyarakat
secara keseluruhan per satuan waktu ditandai dengan symbol G.
Disamping itu terdapat pengeluaran yang kita sebut
government transfer,yaitu pengeluaran pemerintah tanpa balas
jasa langsung. Adapun beberapa contoh dari pada transfer
pemerintah adalah :
• Sumbangan pemerintah yang diberikan kepada kaula
Negara yang menderita sebagai akibat dari pada adanya
bencana alam.
• Sumbangan yang diberikan oleh pemerintah kepada para
penganggur.
• Uang pension yang diterima oleh para pegawai negeri
yang telah pension.
• Subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada
perusahaan-perusahaan.
• Bea siswa yang diberikan oleh pemerintah kepada
mahasiswa dan sebagainya.
Teori Ekonomi Makro
102
ANALISIS KEBIJAKAN FISKAL DALAM SISTEM
PERPAJAKAN SEDERHANA
Fungsi Konsumsi dan Saving dengan Adanya Tindakan
Fiskal Pemerintah.
Setelah adanya tindakan skal pemerintah pengeluaran
masyarakat untuk konsumsi tidak lagi secara langsung ditentukan
oleh tinggi rendahnya pendapatan nasional sebagai earning,akan
tetapi oleh tinggi rendahnya pendapatan yang siap dibelanjakan
(disposable income ).
Pendapatan nasional sebagai earning yaitu jumlah
pendapatan yang diterima oleh para anggota masyarakat untuk
jangka waktu tertentu, sebagai balas jasa atas faktor produksi
yang mereka sumbangkan dalam membentuk produk nasional.
Apabila YD menunjukkan besarnya disposable
income, Tr menunjukkan besarnya transfer pemerintah dan Tx
menunjukkan besarnya pajak yang dipungut oleh pemerintah,
maka secara matematik sebagai berikut :
Dengan mendasarkan,bahwa besar kecilnya konsumsi
suatu masyarakat dalam analisis sekarang tidak lagi tergantung
kepada besar kecilnya pendapatan nasional sebagai earning,
melainkan tergantung kepada besar kecilnya disposable income,
maka fungsi konsumsi yang berlaku untuk perekonomian tanpa
adanya tindakan pemerintah tidak lagi dapat dipergunakan.
YD = Y + Tr +Tx
Teori Ekonomi Makro 103
Untuk perekonomian yang mengenal adanya tindakan
skal pemerintah fungsi konsumsi mempunyai persamaan :
Dimana :
YD = Y + Tr – Tx
Sedangkan fungsi saving dapat kita temukan dengan cara sebagai
berikut :
S = YD – C
= YD - ( a – cYD )
= YD – a - cYD
= (1 – c) YD – a
Dengan demikian persamaan fungsi saving adalah sebagai
berikut :
S = (1 - c) YD – a
Mengingat bahwa :
YD = Y + Tr – Tx
Maka :
Persamaan fungsi konsumsi dapat ditulis :
C = c + a (Y + Tr - Tx)
Atau
C = a + cY + cTr – cTx
Dan fungsi savingnya dapat ditulis :
S = (1 - c) (Y + Tr - Tx)
= sY + sTr – sTx – a
C = a + cYD
Teori Ekonomi Makro
104
Catatan :
S = Marginal Propencity ti Save (MPS)
Contoh soal
1. Diketahui :
Fungsi Konsumsi C = 0,75YD + 20 M. Rp
Tranfers pemerintah Tr = 40 M.rp
Pajak Tx = 20 M.rp
Ditanya :
1. Carilah persamaan fungsi konsumsi
2. Carilah fungsi saving sesudah Tr dam Tx
3. Gambarkan pertanyaan no 1 dan no 2 diatas !
Penyelesaian :
1. a. Persamaan fungsi konsumsi sebelum Tr dan Tx
C = 0,75YD + 20
= 0,75 (Y + Tr - Tx) + 20
= 0,75 (Y + 0 + 0) + 20
= 0,75Y + 20 M.rp
b. Persamaan fungsi konsumsi sesudah Tr sebelum
Tx
C = 0,75YD + 20
= 0,75 (Y + Tr - Tx) + 20
= 0,75Y + 50 M.rp
Teori Ekonomi Makro 105
c. Persamaan fungsi konsumsi sesudah Tr dan Tx
C = 0,75 YD + 20
= 0,75 (Y + Tr - Tx) + 20
= 0,75 (Y + 40+ 20) + 20
= 0,75Y + 35 M.rp
2. Persamaan fungsi saving sesudah Tr dan Tx
S = (1 - c) (Y + Tr - Tx) – a
= (1 – 0,75) (Y + 40 - 20) – 20
= 0,75Y + 35 M.rp
3. Gambar adalah sebagai berikut :
PENDAPATAN NASIONAL EKUILIBRIUM
Pendapatan nasional dengan adanya tindakan skal oleh
pemerinah terdiri dari pengeluaran konsumsi (C), pengeluaran
investasi (I), pengeluaran konsumsi pemerintah (G). Kegiatan
diatas kalau diformulasikan adalah sebagai berikut :
C = C + I + G
Teori Ekonomi Makro
106
Dari pendapatan ini oleh penerima pendapatan sebagian
dipergunakan untuk membayar pajak kepada pemerintah.
Akan tetapi sebaliknya pemerintah memberikan kepada orang-
orang atau badan hukum tanpa mengaharapkan balas jsa yang
berlangsung tanpa ini disebut dengan transfer pemerintah (Tr).
Dengan demikian maka besarnya disposable income (YD) sama
dengan besarnya pendapatan nasional (Y) ditambah transfer (Tr)
dikurangi besarnya pajak (Tx). Dan secara matematik adalah :
Mengingat disposable income itulahyang dipergunakan untuk
konsumsi dan sisanya untuk saving,makadapat ditulis:
YD=C+S
Kalau berbagi analisa diatas kita kumpulkan,maka:
C=C+I+G
Y=YD-Tr+Tx
YD=Y+Tr+Tx
Maka:
C+I+G=YD-Tr+Tx
Atau
C+I+G=C+S-Tr+Tx
Dengan demikian,maka:
I+G+Tr=S+Tx
Formula menemukan pendapatan nasional Ekuilibrium
Ada dua cara untuk menurunkan formula yang dapat
dipergunakan untuk menemukan besarnya pendapatan nasional
ekuilibrium.kedua cara yang dimaksud adalah:
Teori Ekonomi Makro 107
Cara ke-1
Dengan mempergunakan perumusan-perumusan dasar:
Y=C=I+G
C=a+cYD
YD=Y+Tr-Tx
Maka:
Y=C+I+G
=a+cYD+I+G
=a+c(Y+Tx)+I+G
=a+cY+cTr-cTx+I+G
Y-cY=a+cTr-cTx+I+G
(1-c)Y=a+cTr-cTx+I+G
Y=
Cara ke-2
Dengan mempergunakan persamaan: S+Tx=G+Tr+I,maka akan
diperoleh rumus yang sama:
S + Tx =G + Tr + I
YD – C + Tx = G + Tr + I
YD (a+cYD)+Tx=G+Tr+I
(Y+Tr-Tx)-{a-c(Y+Tr-Tx)}+Tx=G+Tr+I
Y+Tr-Tx-a-cY-cTr+cTx+Tx=G+Tr+I
Y-Cy=-TTr+Tx+a+C Tr-c Tx –Tx=G+Tr+I
(1-c)Y =a c Tr-c Tx+G+I
Y =
Teori Ekonomi Makro
108
Contoh soal:
Diketahui:
Fungsi konsumsi C =0,75 YD + 20 M.Rp
Investasi I = 40 M.Rp
Pajak Tx = 20 M.rP
Konsumsi pemerintah G = 60 M.Rp
Transfer pemerintah Tr = 40 M.rP
Ditanyakan:
Berdasarkan data diatas,cari besarnya?
1. Pendapatan nasional keseimbangan.
2.Konsumsi keseimbangan.
3.Saving keseimbangan
Peyelesaian:
1.Pendapatan nasional
Y = (a-cTx + cTr +G +I)
= (20 -0,75 +0,75.40 +60 +40)
= 4x (20 -15 +30+60+40)
Y = 540 M.rP
2.konsumsi dalam ekuilibrium:
C = 0,75 YD+20
= 0,75( Y +Tr –Tx)+ 20
= 0,75 (560) + 20
C = 440 M.rP
Teori Ekonomi Makro 109
3.saving dalam keseimbangan:
S =YD-C
=(Y +Tr-Tx) –C
S = 120 M.rP
Pencocokan :
S +Tx=IG+Tr
120+20=40+60+40
140 = 140.
MACAM-MACAM ANGAKA PENGGANDA PAJAK
Dalam perekonomian tertutup sederhana,kita mengenal
satu macam angka pengganda,yaitu angaka pengganda investasi
yang bisa disebut investment multiplier.akan tetapi dalam
perekonomia yang melibatkan campur tangan pemerintah
dalam perekonomian,kita mengenal macam-macam angka
pengganda,yaitu:
Angka pengganda investasi
Angaka pengganda konsumsi
Angka pengganda penggeluaran konsumsi pemerintah
Angka pengganda transfer pemerintah
Angka pengganda pajak
Angka pengganda anggaran belanja seimbanbg.
Secara garis besar, masing-masing angka pengganda
akan di uraikan pada bagian berikut ini.
Teori Ekonomi Makro
110
Angka Pengganda Investasi
Yang dimaksud dengan angka pengganda investasi adalah
angka yang menunjukkan perbandingan antara berubahnya
tingkat pendapatan nasional ekuilibrium dengan berubahnya
jumlah pengeluaran investasi.
Adapun formulanya adalah sebagai berikut:
K1 = = =
Cara untuk menurunkan formula angka pengganda
investasi adalah :
Apabila investasi bertambah dari sebesar 1 per tahun
menjadi ( I + I ) per tahun, dan perubahan ini mengakibatkan
berubahnya tingkat pendapatan nasional ekuilibrium dari semula
setinggi Y per tahun berubah menjadi ( Y + Y ) per tahun,
maka kalau kita liat secara aljabar sebagai berikut :
Y =
Sesudah adanya perubahan investasi :
Y + =
Y + = +
=
Teori Ekonomi Makro 111
=
K1= =
Angka Pengganda Konsumsi
Yang dimaksud dengan angka pengganda konsumsi
adalah angka perbadingan antara tingkat pendapatan nasional
ekuilibrium dengan perubahan jumlah pengeluaran konsumsi
masyarakat yang mengakibatkan berubahnya tingkat pendapatan
nasional ekuilibrium tersebut.
Adapun formula angka pengganda konsumsi adalah
sebagai berikut :
Kc = =
Cara menurunkan adalah :
Apabila fungsi konsumsi bergeser dengan jumlah pengeluaran
konsumsi pada tingkat disposable income sebesar nol berubah
dari semula sebesar a menjadi sebessar ) mengakibatkan tingkat
pendapatan nasional ekuilibrium berubah dari semula Y menjadi
sebesar maka ini berarti sebelumnya adanya bergeseran fungsi
konsumsi :
Y =
Teori Ekonomi Makro
112
Sesudah fungsi konsumsi bergeser sejauh :
Angka Pengganda Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
Yang dimaksud dengan angka pengganda pengeluaran
konsumsi pemerintah atau goverment exoenditure multiplier
adalah nilai perbandingan anatara berubahnya jumlah pendapatan
nasional ekuilibrium sebagai akibat dari pada berubahnya
jumlah pengeluaran konsumsi pemerintah yang mengakibatkan
pendapatan nasional tersebut :
Adapun formula angka pengganda penguluaran konsumsi
pemerintah adalah :
KG =
=
Prinsip dasar menurunkan formula ini sama dengan angka
pengganda di atas.
Teori Ekonomi Makro 113
Angka Pengganda Transfer Pemerintah
Yang dimaksud dengan angka pengganda transfer
pemerintah atau goverment transfer multiplier adalah nilai
perbandingan antara berubahnya jumlah pendapatan nasional
ekuilibrium sebagai akibat dari pada berubahnya jumlah
transfer pemerintah dengan berubahnya jumlah transfer
pemerintah dengan perubahnya jumlah transfer pemerintah
yang mengakibatkan berubahnya tingkat pendapatan nasional
ekuilibrium tersebut.
Adapun formula angka pengganda pengeluaran transfer
pemerintah :
KTr = =
Prinsip dasar menurunkan formula ini sama dengan
angka pengganda di atas.
Angka Pengganda Pajak
Yang dimaksud dengan angka pengganda pajak adalah
nilai perbandingan antara perubahan tingkat pendapatan nasional
ekuilibrum dengan perubahan jumlah pajak yang dipungut oeh
pemerintah yang menyebabkan berubahnya tingkat pendapatan
nasional ekuilibrium tersebut.
Adapun formula angka pengganda pajak adalah :
KTx = = =
Prinsip dasar menurunkan formula ini sama dengan
angka pengganda di atas.
Teori Ekonomi Makro
114
Angka Pengganda Anggaran Belanja Yang Seimbang
Yang dimaksud dengan angka pengganda belanja yang
seimbang adalah angka pengganda yang kita pergunakan untuk
mengalikan perubahan goverment expenditure yang dibarengi
oleh berubahnya pajak dengan jumlah yang sama untuk
menemukan perubahan tingkat pendapatan nasional ekuilibrium
yang terjadi.
Adapun formulanya adalah sebagai berikut :
KB = = 1
Prinsip dasar menurunkan formula ini sama dengan
angka pengganda di atas.
Contoh Soal 1
Diketahui :
• Periode sebelum 1982.
- Besarnya investasi : I = 40 M.rp per tahun.
- Konsumsi pemerintah : G = 60 M.rp per tahun.
- Tranfer pemerintah : Tr = 40 M.rp per tahun.
- Pajak : Tx = 20 M.rp per tahun.
• Periode sesudah tahun 1981.
- Investasi : I = 50 M.rp per tahun.
- Konsumsi pemerintah : G = 30 M.rp per tahun.
- Transfer pemerintah : Tr = 60 M.rp per tahun.
- Pajak : Tx = 40 M.rp per tahun.
• Fungsi Konsumsi :
C per tahun = 0,75 YD = 20 M.rp
Teori Ekonomi Makro 115
Ditanyakan :
Dengan menggunakan angka-angka pengganda hitunglah
besarnya pendapatan nasional ekuilibrium, konsumsi dan
saving ekuilibrium untuk periode sesudah tahun 1981.
Penyelesaian :
• Pendapatan nasional ekuilibrium sebelum tahun 1982
(yaitu periode 1) :
Y1 = (20-0,75 x 20 + 0,75 x 40 + 60 + 40)
• Konsumsi ekulibrium dan saving ekuilibrium sebelum
tahun 1982 (yaitu periode 1) :
C1 = 0,75 YD + 20 M.rp
= 0,75 (540 + 40 – 20) + 20
= 0,75 x 560 + 20 = 440
S1 = YD – C
= (540 + 40 – 20) – 440 = 120
• Besarnya angka-angka pengganda :
Angka pengganda investasi :
K1 = = = 4
Angka pengganda pengeluaran konsumsi
pemerintah :
KG = = = 4
Angka pengganda transfer pemerintah :
KTr = = = 4
Teori Ekonomi Makro
116
• Besarnya perubahan-perubahan I, G, Tr dan Tx
I = 50 – 40 = + 10
G = 60 – 60 = 0
Tr = 60 – 40 = + 20
Tx = 40 – 20 = + 20
• Besarnya pendapatan nasional ekuilibrium sesudah
tahun 1981 :
Y2 = Y1 +
Y2 = Y1 + (K1 I + KG + KTr + KTx)
= 540 + (4 x 10 + 4 x 0 + 3 x 20 + (-3 x 20)
= 580
• Besarnya konsumsi ekuilibrium :
C2 = C1 + MPC. YD dimana C1 = 440
= 440 + 0,75 (580 + 60 – 40) – 540 + 40 + 20
= 470
• Besarnya saving ekuilibrium :
S2 = S1 + MPS. YD
Oleh karena S1 = 120
Maka :
S2 = 120 + 0,25 (580 + 60 – 40) – (540 + 40 – 20)
= 130
• Besarnya pendapatan nasional ekuilibrium periode
sesudah tahun 1981 = 580 M.rp per tahun.
• Besarna konsumsi ekuilibrium sesudah tahun 1981 = 470
M.rp per tahun.
Teori Ekonomi Makro 117
• Besarnya saving nasional ekuilibrium sesudah tahun 1981
= 130 M.rp per tahun.
Pencocokan :
S + Tx = I + G + Tr
130 + 40 = 50 + 60 +60
170 = 170
Contoh Soal 2 :
Diketahui :
• Fungsi konsumsi :
C per tahun = 0,75 YD + 3/20 M.rp
• Besarnya investasi
I = 40 M.rp per tahun
• Besarnya konsumsi pemerintah
G = 60 M.rp per tahun
• Besarnya transfer pemerintah
Tr = 40 M.rp per tahun
• Besarnya pajak
Tx = 20 M.rp rasional
• Kapasitas produksi nasional :
Qm = 600 M.rp per tahun
Ditanyakan :
• Dengan hanya merubah besarnya transfer pemerintah,
dengan jumlah berapakah transfer pemerintah harus di
perbesar/diperkecil agarsupaya pendapatan nasional
mencapai ekuilibrium pada tingkat fuul employment?
• Dengan hanya merubah besarnya “government
Teori Ekonomi Makro
118
expenditure” dengan berapakah pengeluaran konsumsi
pemerintah perlu ditambah/dikurangi agar supaya
pendapatan nasional mencapai ekuilibrium pada tingkat
full employment?
• Dengan merubah besarnya “government expenditure”
dan merubah besarnya pajak dengan jumlah yang sama,
berapakah “government expenditure” dan pajak masing-
masing perlu diperbesar atau diperkecil agar supaya
pendapatan nasional mencapai ekuilibrium pada tingkat
full employment?
Penyelesaian :
• Pendapatan nasioanal ekuilibrium yang terjadi :
Y =
= 540
• Untuk tercapainya ekuilibrium pada tingkat full
employment, pendapatan nasional perlu mengalami
perubahan sebesar :
Y1 + ∆Y = Qm
540 + ∆Y = 600
∆Y = 600 = 540
∆Y = +60
Dimana Qm = pendapatan nasional pada tingkat full
employment.
• Untuk menaikkan pendapatan nasional sebesar 60
milyar rupiah, kita dapat memilih salah satu diantara
keempat cara tersebut di bawah ini :
Teori Ekonomi Makro 119
a) Merubah besarnya transfer pemerintah sebesar :
KTr ∆ Tr = 60
x ∆Tr =60
3 ∆Tr = 60
∆Tr = 20
b) Merubah besarnya pengeluaran konsumsi
pemerintah dengan :
KG ∆ G = 60
x ∆G = 60
4 ∆G = 60
∆G = 15
c) Merubah besarnya pajak sebesar :
KTx ∆ Tx = 60
x ∆Tx = 60
3 ∆Tx = 60
∆Tx = 20
d) Dengan : balanced budget policy “atau kebijakan
anggaran seimbang, konsumsi pemerintah dan
pajak masing-masing harus diubah besarnya
dengan :
KD . ∆G = 60
1 x ∆G = 60
∆G = 60 = ∆Tx
Teori Ekonomi Makro
120
Teori Ekonomi Makro 121
BAB VII ANALISA PENDAPATAN NASIONAL
DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA
Bab ini bertujuan untuk menjelaskan :
• Hubungan ekonomi internasional
• Analisa pendapatan nasional dalam perekonomian
HUBUNGAN EKONOMI INTERNASIONAL
Hubungan ekonomi antara suatu negara dengan negara
lain meliputi berbagai macam bentuk yaitu :
• Pertukaran atau perdagangan barang dan jasa yang
dihasilkan
• Pertukaran sumber daya ekonomi atau faktor-faktor
produksi dan
• Hubungan tentang hutang piutang
Ketiga macam hubungan ekonomi tersebut diatas
mempunyai kaitan yang erat satu sama lain. Misalnya hubungan
hutang piutang antara negara dengan negara lain mungkin timbul
karena adanya perdagangan atas barang dan jasa.
Walaupun ketiga macam hubungan tersebut saling
berkaitan,namun tetap perlu dibedakan, karena kadang-kadang
perkembangan ketiga macam hubungan tersebut tidak selalu
sejalan.
Teori Ekonomi Makro
122
Manfaat Hubungan Internasional
Hubungan ekonomi yang berlangsung antar negara
akan memberi manfaat dan keuntungan bagi masing-masing
negara yang melakukan hubungan ekonomi. Beberapa manfaat
atau keuntungan yang dapat dinikmati dari adanya hubungan
ekonomi internasional antara lain :
• Melalui hubungan ekonomi dan perdaganan antar negara,
negara-negara yang bersangkutan dapat memperoleh
barang-barang dan jasa yang tidak dapat dihasilkan
dalam negeri.
• Memungkinkan masing-masing negara melakukan
spesialisasi dalam menghasilkan barang atau jasa yang
esiensinya lebih tinggi dari negara lain,atau karena
dapat dihasilkan dengan harga yang relatif lebih rendah
dari negara lain. Dengan adanya spesialisasi faktor-faktor
produksi dapat dipergunakan lebih esien, sehingga
barang-barang dapat diproduksi dengan lebih murah,dan
penduduk dapat menikmati lebih banyak barang.
• Memungkinkan diadakannya perluasan pasar bagi
barang-barang yang diproduksi didalam negeri,tetapi
tidak dapat lagi dinaikkan penjualannya. Kebutuhan
akan beberapa jenis barang atau hasil industri tertentu
yang diptoduksi didalam negeri, mungkin sudah
terpenuhi,namun kapasitas penggunaan mesin-mesin
belum mencapai optimal. Dengan melakukan eksport
keluar negeri kapasitas produksi dapat ditingkatkan dan
alat-alat produksi yang digunakan makin efesien dan
ongkos produksi dapat dikurangi
Teori Ekonomi Makro 123
• Melalui hubungan ekonomi internasional memungkinkan
suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang
lebih baik dan cara-cara memimpin perusahaan yang
lebih modern. Hal ini akan memungkinkan negara yang
bersangkutan menaikkan tingkat produktivitasnya dan
mempercepat peningkatan produksi nasionalnya.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Eksport dan Import
Besar kecilnya eksport dan import ditentukan oleh
tempat, yaitu :
• Harga-harga dalam negeri. Makin tinggi harga-harga
dalam negeri, produsen dalam negeri akan makin sulit
bersaing dengan produsen luar negeri. Dengan main
tingginya harga-harga dalam negeri, eksport makin
berkurang. Kondisi sebaliknya akan berpengaruh pada
import.
• Jika harga-harga diluar negeri makin tinggi, maka
produsen dalam negeri akan mengalami kesulitan dalam
persaingan dengan produsen dalam negeri. Jadi harga-
harga yang semakin tinggi diluar negeri akan mendorong
eksport. Eksport dari Indonesia ke Amerika Serikat atau
ke Jepang akan terdorong bila kenaikan harga-harga di
Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan
harga di Amerika Serikat atau Jepang, sebaliknya juga
berpengaruh pada import.
• Perubahan nilai kurs valuta asing juga mempengaruhi
eksport. Apabila nilai rupiah terdepresiasi atau didevaluasi
atas mata uang dollar Amerika Serikat, maka eksport
Teori Ekonomi Makro
124
Indonesia-Amerika Serikat juga mengalami kenaikan.
Demikian juga kalau mata uang rupiah terapresiasi akan
terjadi sebaliknya (berpengaruh pada import).
• Makin tinggi pendapatan penduduk luar negeri, makin
besar permintaan terhadap barang-barang eksport.
Kondisi sebaliknya berpengaruh pada import.
Eksport merupakan salah satu komponen pengeluaran
agregat. Karena makin besar nilai eksport, maka pendapatan
nasional semakin tinggi. Tetapi sebaliknya besarnya pendapatan
nasional tidak berpengaruh terhadap besarnya eksport. Walaupun
pendapatan nasional meningkat, eksport belum tentu meningkat.
Besarnya import suatu negara akan berpengaruh pada besarnya
cadangan devisa suatu negara.
ANALISA PENDAPATAN NASIONAL DALAM
PEREKONOMIAN TERBUKA
Pendapatan Nasional Ekuilibrium
Untuk perekonomian terbuka dimana pendapatan
investasi pada neraca pembayaran mempunyai saldo no berlaku
persamaan :
Y = C + I + X – M
Teori Ekonomi Makro 125
Dimana variabel barunya adalah :
X : nilai eksport
Y : nilai import
Oleh karena.
Maka :
C + S = C + I + X – M
S + M = I + M
Dalam model ini pengeluaran investasi dan eksport
kedua-duanya diperlukan sebagai variabel yang eksogen,
sedangkan S dan M masing-masing diperlukan sebagai variabel
yang endogen dengan persamaan dibawah ini :
S = S0 + sY
M = M0 + m Y
Dimana :
S0 = Besarnya saving pada tingkat pendapatan nasional
sebesar nol. S0 disini menggantikan –a pada persamaan
S = -a + (1 - c) Y.
S = (Marginal Propensity to Save)
S disini menggantikan (1-c) pada persamaan
S = -a + (1-c) Y
M0 = Besarnya import pada tingkat pendapatan nasional
sebesar nol
m = (Marginal Propensity to Import)
Teori Ekonomi Makro
126
Dengan memasukkan persamaan-persamaan diatas,
maka pendapatan nasional ekuilibrium dapat
diperoleh :
S0 + sY + M0 = mY = I + X
sY + mY = I + X – S0 – M0
(s – m) Y = I + X – S0 – M0
Contoh Soal :
Diketahui :
Fungsi saving S : -40 + 0,30 Y
Fungsi Import M : 20 + 0.20 Y
Pengeluaran Investasi I : 280
Eksport X : 100
Ditanyakan :
Pendapatan nasional, saving, import, konsumsi dan
neraca perdagangan dalam keseimbangan!
Penyelesaian :
• Pendapatan nasional ekuilibrium
•
Y =
= 800
Teori Ekonomi Makro 127
• Saving ekuilibrium
S = -40 + 0,30 Y
S = -40 + 0,20 . 800
S = 200
• Import ekuilibrium
M = 20 + 0,20 Y
M = 20 + 0,20 . 800
M = 180
• Konsumsi ekuilibrium
Y = C + I + X – M
800 = C + 280 + 100 – 180
800 = C + 20
600 = C
• Neraca perdagangan ekuilibrium
X = 100 , M = 180
• Neraca perdagangan dalam keadaan pasif
M – X = 80
Pencocokan :
S + M = I + X
280 + 180 = 280 + 100
380 = 380
Teori Ekonomi Makro
128
Teori Ekonomi Makro 129
BAB VIII BBM, SUBSIDI DAN KEMANDIRIAN
BANGSA
BLOK CEPU DAN BANGSA MANDIRI
Perundingan antara Pertamina dan Exxon Mobil (EM)
guna mencapai titik temu kerjasama mengeksplotasi sumur Blok
Cepu amat alot.Perundingan telah lama dimulai.Ketika saya
masih duduk sebagai anggota Dewan Komisaris Pemerintah
untuk Pertamina ex ofcial, Pemerintah AS sudah ikut campur.
Pemimpin tertinggi EM, lalu Dubes Ralph Boyce, dan
terakhir Presidan George W. Bush ikut menekan Pemerintah
Indonesia jangan sampai EM tidak dibolehkan ikut mendapatkan
manfaat dari minyak disumur Blok Cepu. Semua kontraktor asing
boleh mengeksplorasi dengan peraturan dan syarat jelas. Maka
tidak perlu ada perundingan a lot sampai melibatkan presiden
kedua pihak. Alotnya perundingan disebabkan karena EM yang
sejak awal harus ditolak sama sekali tak mau berunding.
Dijual Tommy Soeharto
Menurut Kwik Kian Gie (2006) Semula Tommy
Soeharto mempunyai izin untuk mengeksplotasi minyak di
sumur “kecil” Cepu. Lisensi itu berakhir tahun 2010, lalu
dijual ke EM. Mengetahui ada cadangan minyak 600 juta barel,
EM mengusulkan agar kontarak antara Indonesia dan EM
diperpanjang hingga 2030 disertai deal bisnis rinci.
Teori Ekonomi Makro
130
Saat itu status hokum Pertamina masih perum. Menurut
undang-undang, yang berhak memutuskan adalah Dewan
Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP), terdiri atas
lima menteri dengan acara aklamasi. Jika tidak, keputusan oleh
presiden. Tiga anggaota DKPP setuju, dua menolak diperpanjang.
Karena aklamasi tidak dicapai, Presiden Megawati menerima
“bola panas”.
Sebelum keputusan diambil, badan hokum Pertamina
berubah dari perum menjadi persero. Kekuasaan tertinggi
terletak di pemegang saham, yaitu pemerintah. Namun karena
bentuk hukumnya persero, pemerinyah harus berpura-pura
Memeberikan wewenang kepada Direksi Pertamina.
Ternyata Direksi Pertamina dibawah Widya Purnama tak mau
menyerah dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun
karena pemerintah dan Presiden AS ikut campur, menarik
disimak apabila setelah diambil alih oleh presiden keputusannya
menjadi lebih lunak daripada yang dikehendaki oleh Widya
Purnama?
Kita telusuri argumentasi pro-kontraterus bersama EM
atau 100 persen di eksplotasi oleh Pertamina. Mengapa EM
ngotot? Karena mereka menemukan kandungan minyak 600 juta
barel. Belakangan disebutkan, kandungannya 1,2 miliar sampai
dua miliar barel.
Kontrak adalah kontrak, setelah 2010 Blok Cepu harus
100 persen dieksplotasi oleh Pertamina. Alasanya sederhana,
Jika EM ngotot, pasti labanya besar. Maka, jika sepenuhnya
dieksplotasi Oleh Pertamina, 100 persen laba jatuh ke Pertamina.
Mampukah Pertamina? Dirut Pertamina saat itu, Baihaki
Teori Ekonomi Makro 131
Hakim menyatakan mampu, apalagi terletak di Pulau Jawa dan
mudah aksesnya. Soal apartise bisa disewa, bukan mengundang
EM sebagai majikan. Apakah ada dana, jelas ada, karena banyak
bank antre member kredit jika kandungan minyak begitu besar.
Pesan Bung Karno
Setelah 60 tahun merdeka, pantaskah 92 persen minyak
Indonesia dieksplotasi oleh asing? Kini saatnya memperbesar
porsi Indonesia dalam eksplotasi minyak sendiri. Khusus Blok
Cepu, sumur ini dijadikan titik awal menjalankan strategi.
Sekitar dua Wan setelah menjadi Dirut Pertamina,
Baihaki dan jajarannya memberikan paparan kepada saya selaku
menko ekuin kala itu tentang kebijakannya. Dikemukakan, visi
dan misinya adalah menjadikan Pertamina perusahaan kelsa
dunia yang mampu mengembangkan diri menjadi perusahaan
multinasional, seperti BP, Shell, dan EM.
Pertamina sudah menjadi organisasi besar, sementara
cadangan minyak terus menyusut, dan minyak dalah sumber
daya alam yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable resource).
Maka jika cadangan sudat menyusut,Pertamina harus menjadi
perusahaan multinasional besar sehingga sumber-sumber
minyak mentah diperoleh dari mana saja. Jika tidak, mau
diapakan organisasi Pertamina dengan cadangan minyak yang
sudah habis?
Itulah sebabnya Presiden Aburrahman Wahid waktu itu
memerintahkan saya menyetujui Pertamina mengambil risiko
menanamkan modalnya untuk eksplorasi dimana saja. Saya
berpesan agar dicermati supaya risiko yang diambil sudah
Teori Ekonomi Makro
132
diperhitungkan (well calculated risk).
Ketika Executive Vice President EM mendatani saya
dan mencoba meyakinkan, saya katakan, “Please, bolehkan saya
belajar menjadi perusahan seperti Anda di Tanah Air sendiri,
menggunakan cadangan minyak sendiri sebagai modal awal?
Apakah EM saat mulai tidak mengambil risiko besar, yang Anda
gambarkan menakutkan? Saya bukan Inlander.”
Saya kisahkan sikap Bung Karno yang membatasi
eksploitasi sumber daya alam oleh asing. Yang lain, “Kita
simpan ditanah sampai para insinyur kita mampu menggarap
sendiri,” kata Bung Karno. Referansi lain, bagian pleidoi
Bung Hatta dipengadilan Scheveningen 1932. Dalam sidang,
mempertanyakan pakah bangsa Indonesia mampu diri sendiri
dialam merdeka yang dikehendaki olah Bung Hatta bersama
mahasisiwa Indonesia yang beragabung dalam Perhimpunan
Indonesia di Negeri Belanda.
Bung Hattab mengatakan, “Saya lebih suka melihat
Nusantara tenggelan dilaut daripada dijajah Tuan-Tuan. Majelis
Hakim memvonis Bung Hatta bebas murni, tetapi di Nederlands-
Indie (Hindia-Belanda) dengan alas an yang sama, tiga tahun
sebelumnya, Bung Karno divonis dibuang dan dipenjara.
Haruskah kita berjiwa terjajah sampai sekarang? Presiden
Yudhoyono selayaknya tidak menuruti kemauan EM dan tidak
takut tekanan AS. Tidak semestinya pemerintah ikut dalam deal
bisnis.
Teori Ekonomi Makro 133
DIALOG MAMAD DAN DJAJANG TENTANG SUBSIDI
BBM
Seperti orang lain, Mamad dan Djadjang banyak me-
nonton TV yang penuh dengan acara kampanye capres. Yang
melakukan kampanye tentu sangat banyak ekonomi terkenal dan
hamper semuanya bertitle doctor, bahkan banyak yang professor.
Mamad ( M ) dan Djadjang (D) , mahasiswa ekonomi dan baru
tingkat tiga .Jadi, belum banyaklah pengetahuannya. Tetapi, se-
dikit – sedikit, kalau hanya yang mendasar saja cukup mengerti.
Mereka tidak mengerti satu hal, yaitu tentang subsidi ba-
han bakar minyak (BBM). Maka di antara mereka terjadi dis-
kusi berjalan sebagai berikut:
D : Mad, apakah elo perhatikan juga ketakutan para ahli
ekonomi yang menjadi tim suksesnya para capres tentang
meningkatnya subsidi BBM yang begitu menggila.Mereka,
kan , terus mengatakan bagaimana presiden baru nanti
mengatasinya , siapapun dia yang nantinya terpilih.
M : Memang gue perhatikan Djang .Hanya saya tidak mengerti
apa yang diartikan dengan subsidi?
D : Bodoh amat elo,Mad.Subsidi itu artinya sumbangan untuk
tujuan tertentu .Misalnya,elo sangat membutuhkan rumah
yang paling sederhana, dan harganya Rp 10 juta,tetapi elo
Cuma punya uang Rp 8 juta.Gue baik hati dan memberi
elo kekurangan yangRp 2 juta dengan Cuma-Cuma.Itu
namanya gue member elo subsidiRp 2 juta supaya bisa
membeli rumah.
M : Jadi elobenar-benar keluar Rp 2 juta uang betulan untuk
disumbangkan kepada gue?
Teori Ekonomi Makro
134
D : Jelas dong , memangnya gue bisa mencetak uang palsu
tanpa ketahuan ?
M : Gue tanya ini karena para ekonomi itu mengatakan para
pemerintah akan babak belur mengeluarkan subsidi BBM
puluhan triliun rupiah.Gue tidak mengerti mengapa kalau
harga BBM dipasar dunia menghubung tinggi , pemerintah
mesti keluar uang?Minyak bumi itu kan,ada didalam perut
bumi Indonesia?
D : Iya, rumah sangat sederhana yang elo itukan,juga ada di
Depok?Terus apa yang elo katakan?
M : Rumah itu milik pengembangnya dan untuk membangun
rumah itu pengembang rumah benar – benar keluar uang
Rp 9,5 juta. Dia ingin laba 0,5 juta. Maka memasang harga
mati Rp 10 juta.
D : Lho iya, tetapi dalam hal minyak, kan tidak ada yang
punya. Itu,kan terdapat dalam perut bumi Indonesia
miliknya rakyat semuanya ? Kalau itu disedot sampai
keluar harganya minyak mentah itu kan tidak ada ? Artinya,
minyak mentahnya kan tida yang keluar uang ?
M : Memangnya disedot pakai mulut ? Untuk menyedot
minyak supaya bisa keluar dari perut bumi kan peralatan
mahal dan ini semua kan pengeluaran betulan.Masa elo
katakana tidak ada uang yang keluar?
D : Ada mad, gue memang tidak pandai seperti elo , tapi kalau
dianggap tidak mengerti menyedot minyak butuh peralatan
, elo menghina gue dong.
M : Terus yang elo artikan apa ?
Teori Ekonomi Makro 135
D : Begini lho mad, semua biaya peralatan dan biaya untuk
tenaga manusia yang harus dikeluarkan untuk menyedot
minyak kita catat. Lantas biaya penggarapan sampai
menjadi bensin kita tambahkan. Dalam prose situ
dihasilkan berbagai macam produk yang laku dijual.Hasil
penjualannya kita kurangkan. Kan , keluar sebuah angka?
Angka ini pasti jauh lebih kecil daripada harga bensin per
liter, baik itu premium maupun premix.
M : Susah ngomong sama elo, lha minyaknya yang disedot
itulah yang paling mahal dan oleh elo di hargai 0.Yang
terang saja jauh di bawah harga bensin per liternya !
D : Kalau tidak dihargai 0 , terus dihargai berapa ?
M : Ya harga yang setiap harinya ditentukan oleh pasar minyak
di New York dan diumumkan oleh Reuters itu, yang sekarang
membumbung sampai 40 dollar AS per barrel.Kalau ini
ditambahkan dalam hitung – hitungan elo tadi,harganya
selangit tapi pemerintah hanya menerima Rp 1.850 untuk
premium dan Rp 2150 untuk premix.Bayangkan berapa
ruginya ! Menteri keuangan mengatakan ruginya sampai di
atas Rp 50 triliun !
D : Itu kan hanya betul kalau pemerintah membeli minyak
mentahnya.Minyak mentah itu kan tadi tidak dibeli Mad?
Jadi tidak ada uang yang dikeluarkan. Bagaimana bisa
disebut rugi?
M : Memang,tapi seandainya dijual di pasar dunia kan
menghasilkan uang sangat banyak? Sekarang kesempatan
memperoleh uang sangat banyak itu hilang.Itulah yang
dikatakan pemerintah rugi karena harus memberi subsidi.
Teori Ekonomi Makro
136
D : Oh , jadi yang diartikan subsidi itu tidak ada uang yang
dikeluarkan , tetapi hanya kerugian di atas kertas , atau di
dalam pikiran sambil mengomel,” Sialan, kalau saja gue
tidak perlu memenuhi kebutuhan bensin rakyatku sendiri,
aku bisa untung besar,” Jadi begitulah kira – kira yang ada
dalam pikiran sang menteri keuangan, semua anggota DPR
, dan para ekonom itu?
M: Iyalah, dan itu sesuai dengan teori mendalam yang mereka
pelajari di sekolahan .Elo masih tingkat tiga sih, maka
tidak bisa memahami yang sudah doctor apalagi yang
sudah professor.
D: Oh makanya menteri keuangan mengatakan “ Karena harga
minyak di pasaran dunia melonjak tinggi , subsidi kita
membengkak sekitar Rp 53 triliun.: Terus dikatakan lagi.”
Dan dampak akhirnya adalah penambahan decit anggaran
sebesar Rp 1,2 triliun saja.: Tadinya sih gue bingung,
subsidi bertambah begitu banyak , kok dampaknya pada
desit anggaran hanya begitu kecil ? Eh dinamakan subsidi
itu tidak ada uang keluar, begitu Mad?
M : Ya Djang, itulah yang dinamakan berpikir secara abstrak.
Semakin pandai orang, semakin abstrak cara berpikirnya.
D : Abstrak itu artinya apa Mad , semakin di awang – awang?
M : Lho ingat enggak bahwa dosen kita selalu mulai kuliah
perdananya dengan guyonan yang mengatakan bahwa kita
disini akan terus – menerus melakukan pekerjaan ilmiah.
Dan yang diartikan dengan ilmiah itu seringkali adalah
seni untuk membuat hal – hal sangat sederhana menjadi
sangat ruwet.
Teori Ekonomi Makro 137
D : Memang, tapi bukannya tetap saja hebat Mad, karena
dengan membuat hal-hal yang ruwet itu dia memang
menunjukkan bahwa otaknya sangat pandai karena bisa
merangkai begitu banyak faktor yang ruwet-ruwet itu.
M : Iya, karena di awing-awang, lantas jauh sekali hubungannya
dengan perut gue. Lapar dikatakan kenyang dan kenyang
dikatakan lapar.
D : Lho, apa lagi yang elo artikan?
M : Dalam hal minyak, perut bangsa Indonesia tidak terlampau
lapar, tetapi digambarkan sangat lapar. Dalam hal APBN,
perut rakyat lapar dikatakan kenyang.
D : Sekarang elo ngarang. Elo yang sekarang mau sok mbulet
supaya gue puyeng dan menganggap elo pinter. Bukannya
begitu Mad?
M : Enggak dong. Coba lihat APBN kita tahun 2004.
Denisinya, kan, dikatakan hanya Rp 24,92 triliun atau 1,2
persen dari PDB.
D : Terus, menurut elo bagaimana?
M : Menurut gue, semua uang yang dikeluarkan betulan
tanpa peduli untuk apa, termasuk untuk membayar utang,
dikurangkan yang masuk, tekornya kan Rp 89,9 triliun
atau 4,49 persen dari PDB. Ini pengeluaran betulan, yang
membuat perut kita sebagai rakyat kecil terasa lapar
betulan, wong uang yang banyak itu harus dkeluarkan
betulan. Lihat saja, membayar bunga dan utang saja sedah
Rp 131,2 triliun dari seluruh anggaran Negara Rp 471,03
triliun.
Teori Ekonomi Makro
138
D : Oh, jadi dalam subsidi BBM sebenarnya perut kita kenyang
digambarkan sebagai lapar. Dalam hal APBN, perut kita
lapar digambarkan sebagai kenyang?
M : Menurut gue, esensinya memang begitu. Kalau bahasa
kerennya, yang dinamakan subsidi itu opportunity loss atau
hilang kesempatan. Kalau saja pemerintah menjual semua
BBM milik rakyat Indonesia itu di pasar internasional,
pemerintah memperoleh uang buanyak sekali. Tetapi
karena minyak diperut bumi itu milik rakyat, kebutuhan
mereka hams kita penuhi. Itupun tidak gratis, tetapi
harga minyak mentahnya masih di hargai cukup tinggi
dibandingkan dengan ongkos produksinya tok. Ongkos
produksinya tok itu hanya sekitar Rp 500 per liter. Di
jualnya, kan, dengan harga Rp 1.850 untuk premium dan
Rp 2.150 untuk premix. Jadi pemerintah masih untung
seandainya kita tidak membanding-bandingkannya dengan
harga internasional.
D : Yang menentukan harga internasional itu siapa?
M : Pasar minyak di New York, yang volumenya hanya 30
persen dari seluruh perdagangan minyak di dunia. Dan
yang boleh menyiarkan perkembangan harga-harga itu
hanya Reuters, seperti halnya dengan monopoli penyiaran
harga berbagai valuta asing setiap menitnya.
D : Ah, kok fantastis begitu. Jangan-jangan elo ngawur.
M: Memang Djang, siapalah kita? Hanya mahasiswa
tingkat tiga. Itu pun tidak di UI, tetapi di USC.
M: Elo pernah sekolah di University of Southern California?
Teori Ekonomi Makro 139
D : Bukan, kita dua-duanya, kan sedang kuliah di Universitas
Sebelah (Hotel)n Ciputra?
M : Tapi urusannya sebenarnya lebih ruwet daripadayang kita
bicarakan, karena ada yang di ekspor, lantas ada yang di
impor dengan kualitas rendah, lantas ada bagi hasil. Terus
ada namanya prorate dan ada yang namanya in kind dan
sebagainya. Juga ada PT Petral yang di pakai untuk nyolong
segala.
D : Memang, tapi inti permasalahannya gue kira-kira tidak
salah. Man kita kuliah dulu, <