ArticlePDF Available

Industri 4.0: revolusi industri abad ini dan pengaruhnya pada bidang kesehatan dan bioteknologi

Authors:

Abstract

Ekonomi global saat ini sedang berada pada titik puncak perubahan besar yang sebanding besarnya dengan munculnya revolusi industri pertama atau perkembangan perakitan produksi, atau bahkan penemuan mikrocip. Kemajuan teknologi memungkinkan terjadinya otomatisasi hampir di semua bidang. Sementara itu, kepemilikan perangkat pintar di berbagai bagian dunia mengarah pada tingkat keterkaitan satu sama yang lain yang tak terbayangkan sebelumnya. Di antara berbagai tantangan yang sedang dihadapi dunia saat ini, mungkin yang paling besar adalah bagaimana membentuk Revolusi Industri keempat (disebut juga sebagai Industri 4.0) yang dimulai pada permulaan abad ini. Teknologi dan pendekatan baru yang menggabungkan dunia fisik, digital, dan biologi dengan cara yang fundamental akan mengubah umat manusia. Ada banyak pendapat bahwa sektor kesehatan dan bioteknologi sangat diuntungkan oleh transformasi ini. Sejauh mana transformasi ini akan berdampak positif bergantung pada bagaimana kita menavigasi risiko dan peluang yang muncul di sepanjang jalan.
Working Paper from Dexa Medica Group
2 February 2016
===============================================================================================================
Industri 4.0: revolusi industri abad ini dan
pengaruhnya pada bidang kesehatan dan
bioteknologi
Raymond R. Tjandrawinata
Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS)
Dexa Medica Group
Ekonomi global saat ini sedang pada titik puncak perubahan besar yang
sebanding besarnya dengan munculnya revolusi industri pertama atau
perkembangan perakitan produksi, atau bahkan penemuan mikrocip.
Kemajuan teknologi memungkinkan terjadinya otomatisasi hampir di semua
bidang. Sementara itu, kepemilikan perangkat pintar di berbagai bagian
dunia mengarah pada tingkat keterkaitan satu sama yang lain yang tak
terbayangkan sebelumnya. Di antara berbagai tantangan yang sedang
dihadapi dunia saat ini, mungkin yang paling besar adalah bagaimana
membentuk Revolusi Industri keempat (disebut juga sebagai Industri 4.0)
yang dimulai pada permulaan abad ini. Teknologi dan pendekatan baru yang
menggabungkan dunia fisik, digital, dan biologi dengan cara yang
fundamental akan mengubah umat manusia. Ada banyak pendapat bahwa
sektor kesehatan dan bioteknologi sangat diuntungkan oleh transformasi ini.
Sejauh mana transformasi ini akan berdampak positif bergantung pada
bagaimana kita menavigasi risiko dan peluang yang muncul di sepanjang
jalan.
Saat ini kita berada di ambang revolusi teknologi yang secara fundamental akan
mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berhubungan satu sama lain. Dalam skala, ruang
lingkup, dan kompleksitasnya, transformasi yang sedang terjadi berbeda dengan apa yang
telah dialami manusia sebelumnya. Kita belum tahu persis apa yang akan terjadi di masa
1 |
depan. Tetapi ada satu hal yang jelas: dunia harus merespon terhadap perubahan tersebut
secara terintegrasi dan komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan
politik global, mulai dari sektor publik dan swasta, sampai akademisi, dan tentunya
masyarakat sipil.
Revolusi industri bertumpu pada perubahan sebelumnya
Revolusi industri (RI) pertama yang dimulai sejak 1784 memperkaryakan air dan
kekuatan uap untuk mekanisasi sistem produksi. RI kedua yang dimulai tahun 1870
menggunakan daya listrik untuk melangsungkan produksi masal. Sedangkan RI ketiga yang
dimulai tahun 1969 menggunakan kekuatan elektronik dan teknologi informasi untuk
otomatisasi proses produksi. Sekarang dunia telah memasuki era baru RI keempat, di mana
kekuatannya bertopang pada revolusi industri ketiga. Dalam abad ini, RI ini ditandai dengan
bersatunya beberapa teknologi sehingga kita melihat suatu area baru yang terdiri dari tiga
bidang ilmu independen: fisika, digital dan biologi.
Sebenarnya, dunia sudah sangat maju akibat RI ketiga yang juga disebut sebagai
revolusi digital. Dalam tahap ini, dunia memperoleh internet dengan interkonektivitas yang
begitu cepat. Tak terpikir sebelumnya bahwa kita bisa menjelejahi dunia maya dengan
menggunakan komputer. Di samping itu, kita sekarang dapat melihat berbagai otomatisasi
terjadi pada pabrik-pabrik yang memproduksi barang secara masal, data pada setiap bagian
suatu organisasi yang masif jumlahnya yang saat ini dikenal sebagai “big data”, serta sarana
logistik yang terorganisasi dengan begitu baik. Hal ini dimungkinkan karena ruang lingkup
otomatisasi dapat ditingkatkan mengikuti Hukum Moore suatu pengamatan bahwa jumlah
transistor pada suatu sirkuit terpadu meningkat dua kali lipat setiap dua tahun. Selain
menyebabkan kerusakan lingkungan akibat pertanian modern, kemajuan bidang otomatisasi
juga telah menyebabkan munculnya "revolusi hijau." Hukum Moore umumnya mengacu
langsung ke sirkuit elektronik yang menjadi teknologi dasar dalam era ini. Hukum ini
memiliki implikasi yang lebih luas yaitu bahwa output bisa bertumbuh sebagai fungsi
eksponensial input. Hukum Moore menghasilkan daya komputasi yang semakin besar yang
memungkinkan terjadinya otomatisasi dari proses yang sangat kompleks sekalipun. Di
beberapa bidang, seperti bioteknologi, laju inovasi bahkan telah melampaui Hukum Moore.
Ambil suatu contoh: Akibat inovasi bioteknologi, biaya sekuensing genom telah jatuh dari
USD 100.000 pada tahun 2001 menjadi USD 5.000 di 2010, dan sekarang hanya tinggal USD
1.400. Moore juga memperkenalkan teori "Crossing the chasm(Melintas jurang). Konsep ini
mengakui adanya kesenjangan antara para pengadopsi awal teknologi baru dan mayoritas
awal sebagai para pengadopsi di kemudian hari. Jurang ini paling mudah dijembatani oleh
inovasi berkelanjutan yang dapat meminimalkan gangguan terhadap konsumen.
2 |
RI keempat bertopang pada RI ketiga, dengan ciri transformasi yang berbeda dari
revolusi sebelumnya. RI keempat bahkan menjadi fokus utama perdebatan pada Pertemuan
Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum, WEF) pada tanggal 2013 Januari
2016 di Davos, Swiss. Setidaknya ada tiga hal yang membedakan RI keempat dibanding RI
sebelumnya. Tiga hal tersebut menjadi alasan mengapa transformasi yang terjadi saat ini
bukan merupakan suatu perpanjangan revolusi digital, namun lebih merupakan suatu
revolusi transformasi baru. Pertama, inovasi dapat dikembangkan dan menyebar jauh lebih
cepat dari sebelumnya. Kecepatan terjadinya terobosan-terobosan baru pada era ini terjadi
pada skala eksponensial dan bukan lagi pada skala linear. Kedua, penurunan biaya produksi
marjinal dan munculnya platform yang dapat menyatukan dan mengkonsentrasikan
beberapa bidang keilmuan terbukti meningkatkan output pekerjaan. Transformasi ini
mengakibatkan perubahan dengan ruang lingkup yang begitu luas sehingga menyebabkan
perubahan pada seluruh sistem produksi, manajemen, maupun tata kelola. Ketiga, revolusi
secara global ini akan berpengaruh besar dan terbentuk di hampir semua negara di dunia, di
mana cakupan transformasi ini terjadi pada setiap bidang industri, dan bahkan akan
mempunyai dampak menyeluruh pada level sistem di banyak tempat.
Akibatnya, RI keempat mempunyai potensi untuk memberdayakan individu dan
masyarakat, karena ia dapat menciptakan peluang baru bagi ekonomi, sosial, maupun
pengembangan pribadi. Tetapi ia juga bisa menyebabkan pengkerdilan dan marjinalisasi
beberapa kelompok, memperburuk ketimpangan sosial, menciptakan risiko keamanan yang
baru, serta dapat merusak hubungan antar manusia. Jika kita hendak merebut peluang dan
menghindari perangkap RI keempat ini, kita harus mempertimbangkan pertanyaan yang
ditimbulkannya dengan hati-hati. Kita harus memikirkan kembali ide-ide tentang
pembangunan ekonomi dan sosial, penciptaan nilai, privasi dan kepemilikan, dan bahkan
identitas individu. Contoh yang paling baik adalah suatu teknologi yang dikembangkan baru-
baru ini bernama clustered regularly interspaced short palindromic repeat (CRISPR) / CRISPR-
associated protein (Cas) 9 system, yang telah berkembang pesat hanya dalam waktu yang
sangat singkat, akan dijelaskan pada bagian lain dalam paper ini. Teknologi untuk mengedit
genom ini dapat diterapkan untuk biologi sintetis, skrining genom fungsional, modulasi
transkripsi, dan terapi gen. Ini adalah suatu contoh di mana sebagai suatu teknologi baru
yang terjadi pada permulaan RI keempat ini harus menjawab secara gamblang pertanyaan
moral dan etika yang muncul sebagai respons terhadap penelitian mutakhir bidang
bioteknologi yang akan memungkinkan perpanjangan masa hidup manusia secara signifikan,
“merancang” bayi, maupun ekstraksi ingatan manusia. Bahkan, skala tantangannya tidak
dapat dianggap remeh. RI keempat dapat menyebabkan terjadinya perubahan besar pada
fitrah manusia dan berujung pada pertanyaan filosofis mengenai eksistensi dan nilai
manusia secara hakiki - dan ini bahkan terjadi lebih cepat dari yang dapat dibayangkan
sebelumnya. Tentunya, teknologi bukan merupakan kekuatan besar tersendiri yang tidak
dapat kita kontrol. Kita tidak dibatasi oleh pilihan dasar antara menerima atau menolak.
3 |
Sebaliknya, setiap keputusan yang kita ambil setiap hari sebagai penduduk, konsumen,
maupun investor justru memajukan teknologi. Semakin kita berpikir tentang keputusan-
keputusan itu, semakin kita mempertanyakan model sosial yang berlaku saat ini, semakin
baik kesempatan kita untuk membentuk suatu transformasi yang memungkinkan
tercapainya tujuan kita bersama serta menjunjung tinggi nilai-nilai dasar kemanusiaan.
Apalagi, kemajuan yang dicapai oleh teknologi-teknologi baru pada bidang artificial
intelligence, big data, robotik, internet, mobil tanpa pengendara, drone, pencetakan 3-D,
nanoteknologi, bioteknologi, ilmu material, penyimpanan energi serta komputasi kuantum,
seluruhnya ditujukan bagi kesejahteraan umat manusia. Dalam hal ini, implementasi
artificial intelligence sudah sangat melebar di sekitar kita, mulai dari permainan, drone, alat
kokpit penerbangan sampai ke prangkat lunak yang membantu kehidupan kita sehari-hari.
Kemajuan yang mengesankan telah dibuat dalam artificial intelligence dalam beberapa
tahun terakhir, didorong oleh peningkatan eksponensial dalam daya komputasi dan oleh
ketersediaan sejumlah besar data; dari perangkat lunak yang digunakan untuk menemukan
obat baru, sampai algoritma yang dapat digunakan untuk memprediksi minat konsumen.
Sementara itu, teknologi fabrikasi digital berinteraksi dengan dunia biologi setiap hari.
Bioengineer, bioteknolog, dan perancang teknologi menggabungkan desain komputasi, cara
manufaktur, teknik material, dan biologi sintetis untuk merintis sebuah simbiosis antara
mikroorganisme, tubuh kita, dan produk yang kita konsumsi.
Kesempatan yang ada dalam RI keempat
Seperti halnya pada RI-RI yang terjadi sebelumnya, RI keempat memberikan tawaran
dan kesempatan akan hal-hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada
umumnya. Para ahli berpendapat bahwa RI keempat kan dapat menaikkan rata-rata
pendapatan per kapita di dunia, memperbaiki kualitas hidup masyarakat, serta
memperpanjang usia hidup manusia. Kelihatan sekali bahwa penetrasi alat-alat elektronik
seperti hape yang harganya semakain murah sudah sampai ke pelosok-pelosok dunia, baik
yang mempunyai pendapatan tingkat tinggi maupun rendah. Dan gadget-gadget itu
memberikan kemudahan dalam berbagai hal kehidupan bagi penggunanya. Teknologi telah
memungkinkan penjualan produk dan jasa secara cepat dan efisien, sekaligus memberikan
kepuasan bagi penggunanya. Bahkan, pada masa ini teknologi begitu menyentuh pola
kehidupan manusia secara personal dari berbagai sudut. Ia bisa berfungsi sebagai sekretaris
pribadi, pengatur kesehatan, diet dan olah raga, mengelola investasi, mengatur keuangan
melalui mobile banking dalam cashless society, memesan taksi, memanggil gojek, pesan
makanan, pesan pemijat, beli tiket pesawat, mengatur perjalanan, mengunduh album dari
penyanyi yang paling populer saat ini, menonton film terbaru, main game, membaca buku
yang baru saja diterbitkan, dan sebagainya. Semua ini dapat dilakukan hanya melalui satu
perangkat saja karena dataya sudah disimpan di “awan”. Dapat dibayangkan, dalam bidang
4 |
bisnis dan produksi, RI keempat akan meningkatkan efisiensi terutama dalam bidang rantai
suplai, logistik dan komunikasi di mana biaya keduanya akan terus menurun. Hal ini akan
membuat biaya perdagangan akan jauh lebih rendah. Akibatnya akan terdapat pasar-pasar
baru bagi para pebisnis dan keseluruhannya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Namun para ekonom juga memperingatkan akan terjadinya ketimpangan pada masalah
ketenaga-kerjaaan. Ketika otomatisasi menggantikan peran manusia di seluruh kegiatan
ekonomi, pengurangan tenaga kerja manusia yang digantikan oleh mesin-mesin akan
meningkatkan ketimpangan sosial di sektor perekonomian itu sendiri. Hal ini akan terjadi
terutama di negara-negara yang sedang berkembang. Namun di negara maju, hal ini malah
mungkin peningkatan kesejahteraan pekerja, dari yang tadinya bekerja di pabrik menjadi
bekerja di sektor lain yang tidak memerlukan tenaga otot dalam bekerja tetapi lebih
mengandalkan intelektualitas dan pikiran saja. Tambahan lagi, RI keempat akan
memberikan kenyamanan dan kesejahteraan bagi para inovator dan tenaga penyedia
kekayaan intektual lainnya, termasuk pemegang saham dan investor, karena mereka dapat
meraih keuntungan dari royalti dan pembayaran lisensi atas pemakaian HAKI mereka.
Akibatnya, dikotomi penghasilan antara pekerja yang berkompetensi tinggi versus pekerja
dengan ketrampilan rendah akan semakin melebar.
Area kesehatan akan mendapat keuntungan terbesar pada RI keempat
Di antara berbagai sektor yang terdampak oleh RI keempat, tampaknya sektor
kesehatan adalah sektor yang paling mungkin mendapatkan keuntungan dari bergabungnya
sistem fisika, digital dan biologi, walaupun sektor ini mungkin juga yang paling tidak siap
menerimanya. Hal ini diperkuat dari hasil survei terhadap 622 pemimpin bisnis dari berbagai
industri di seluruh dunia oleh The Economist Intelligence Unit. Jajak pendapat terhadap para
pemimpin bisnis ini menunjukkan bahwa mayoritas yang signifikan dari para eksekutif
tersurvei percaya bahwa kesehatan adalah sektor yang akan mendapatkan keuntungan
besar dari dampak RI keempat ini. Saat ini teknologi konsumen yang memakai telepon
genggam dan alat kebugaran yang dipakai sehari-hari dapat mengumpulkan berbagai data
secara detil tentang kesehatan dan status kebugaran seseorang. Data seperti ini
berpotensial untuk mentransformasi, tidak hanya kesehatan individual dan keperluan
medisnya, namun juga untuk penelitian kesehatan. Bahkan ada suatu studi yang juga
dilakukan oleh The Economist Intelligence Unit mengatakan bahwa 50% dari para dokter
percaya bahwa teknologi telepon pintar sangat memberdayakan pasien agar mereka
berperan dalam mengatur kesehatan mereka secara proaktif.
Sementara itu, banyak penyedia layanan kesehatan mengeksplorasi potensi
telemedicine, yaitu suatu pemantauan dan pengobatan pasien dari jarak jauh melalui sensor
yang tersambung ke internet. Diharapkan bahwa telemedicine akan terbukti sangat
berharga dalam pengobatan penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia. Kedepannya,
5 |
adalah sangat dimungkinkan bahwa warga senior menerima cek-up medis dengan
kenyamanan bahkan di rumah mereka sendiri. Telemedicine juga dapat membawa
perawatan medis kepada masyarakat di lokasi terpencil. Di masa depan, beberapa aplikasi
medis yang sangat hebat muncul dari kombinasi teknologi fisika, digital dan biologi
termasuk pil yang menggabungkan sensor digital untuk mengatur pelepasan obat; anggota
badan robot yang menanggapi pikiran pasien; serta psikoterapi secara virtual reality. Secara
global, semua teknologi ini diharapkan oleh banyak pihak untuk dapat berdampak besar
bagi kesehatan, seperti halnya ketika penggunaan ilmu statistik diterapkan pada semua
bidang ilmu lainnya di akhir abad ke-19. Tentu saja, sebuah revolusi yang mendalam
sepertinya akan memaksa penyedia layanan kesehatan untuk secara substansial
mengadaptasi praktik kerja mereka. Sayangnya, jajak pendapat Uni Eropa juga
mengungkapkan bahwa kurang dari separuh eksekutif kesehatan (38%) yang percaya bahwa
mereka sudah 'cukup' atau 'sangat' siap untuk Revolusi Industri Keempat. Hasil jajak
pendapat ini menyiratkan bahwa penyedia layanan kesehatan perlu meningkatkan upaya
mereka untuk mengintegrasikan Industri 4.0 ke dalam kebiasaan hidup mereka. Seperti yang
telah terjadi berulang kali di tempat lain, jika mereka tidak siap, peran mereka akan
digantikan oleh pasukan dari startups digital yang siap untuk mengambil bisnis mereka.
Beberapa teknologi yang dikembangkan dalam bidang bioteknologi yang akan merajai era
Industri 4.0
Seperti yang telah didiskusikan sebelumnya bahwa RI keempat memberikan dampak
besar pula bagi industri bioteknologi terutama bioteknologi kesehatan. Penggunaan
bioteknologi dalam industri obat-obatan dan farmasi adalah perkembangan yang paling
berpengaruh di dunia teknologi di abad ke-21 ini. Dalam upaya untuk memahami biologi,
memberantas penyakit dan menjaga kesehatan dan kekuatan, bioteknologi telah mencapai
tingkat yang sangat tinggi dalam usaha menemukan rahasia kehidupan serta memanipulasi
kehidupan. Untuk meraih apa yang dijanjikan bioteknologi dalam industri farmasi, alat-alat
diperlukan untuk identifikasi struktur molekul, penciptaan molekul aktif dan pengembangan
terapi yang novel dan komprehensif seperti immunotherapy, terapi seluler dan organisme
dengan sel rekayasa genetika. Namun, sejumlah besar data dan informasi saja tidaklah
cukup untuk mendapatkan entitas molekul baru dan terapi baru, karena melakukan sintesis
jutaan senyawa tetap tidak akan mengisi dunia struktur molekul yang potensial maupun
tidak akan memungkinkan identifikasi struktur-struktur tiga dimensi khusus yang
berinteraksi dengan target.
Bioteknologi adalah dasar dalam hampir semua proses bioterapi farmasi dalam era
RI keempat. Teknologi ini banyak diterapkan untuk memanipulasi berbagai bahan biologis
6 |
yang dapat dipakai sebagai terapi untuk berbagai jenis kondisi penyakit, terutama yang
bersifat mematikan. Bioteknologi modern menggunakan mikroorganisme hasil rekayasa
genetika seperti Escherichia coli, ragi untuk produksi senyawa biologi seperti antibiotika dan
insulin sintetis, maupun sel mamalia untuk memproduksi golongan antibodi monoklonal.
Akhir-akhir ini, bioteknologi farmasi juga menggunakan hewan transgenik atau tanaman
transgenik sebagai medium pembuatan obat. Aplikasi bioteknologi lainnya yang juga
menjanjikan adalah pengembangan bidang diagnostik secara molekuler. Hal ini mengarah ke
terapi personal dicocokkan pada genom pasien. Misalnya, wanita yang menderita kanker
payudara dengan sel kanker yang mengekspresikan protein HER2 dapat diberikan Herceptin.
Herceptin merupakan obat pertama yang disetujui untuk digunakan pada pasien kanker
payudara dengan tes diagnostik yang cocok, yaitu pasien yang mempunyai ekspresi protein
HER2, yang merupakan target bagi obat tersebut untuk dapat bekerja.
Ada beberapa teknologi yang sangat revolusioner yang di pakai dibidang
bioteknologi kedokteran dan akan semakin berkembang pada era RI keempat:
1. Clustered regularly interspaced short palindromic repeat (CRISPR) / CRISPR-
associated protein (Cas) 9 system. Pengembangan cara yang efisien dan dapat
diandalkan untuk membuat perubahan yang ditargetkan pada genom sel-sel hidup
secara tepat adalah tujuan lama bagi para peneliti biomedis. CRISPR / Cas9 system
telah berkembang pesat hanya dalam waktu yang sangat singkat dan sudah
digunakan untuk berbagai gen target yang penting dalam berbagai macam sel dan
organisme, termasuk manusia, bakteri, ikan zebra, cacing C. elegans, tanaman,
Xenopus tropicalis, ragi, lalat Drosophila, monyet, kelinci, babi, tikus serta mencit.
Beberapa peneliti telah menggunakan metode ini untuk membuat point mutation
(penghapusan atau sisipan) dalam gen target tertentu, melalui gRNA tunggal. Suatu
perkembangan yang menarik baru-baru ini adalah penggunaan versi dCas9 dari
sistem CRISPR / Cas9 dalam menargetkan domain protein untuk regulasi transkripsi,
modifikasi epigenetik, dan visualisasi mikroskopik dari lokus genom tertentu. Alat
pengedit dan penarget genom ini telah sangat meningkatkan kemampuan kita untuk
mengeksplorasi patogenesis penyakit dan memperbaiki mutasi penyakit serta
fenotipe. Dengan panduan singkat RNA, Cas9 dapat tepat diarahkan ke target area
DNA tertentu, dan berfungsi sebagai enzim endonuklease yang efisien untuk
menghasilkan pemotongan pada DNA untai ganda. Dalam kurun waktu 20 tahun
terakhir, CRISPR telah berkembang dari alat pengurut DNA dengan fungsi biologis
yang tidak diketahui’ menjadi pengedit genom yang sangat menjanjikan dan telah
berhasil digunakan dalam percobaan yang menggunakan berbagai sel dan
organisme. Teknologi pengedit genom ini juga dapat diterapkan untuk biologi
sintetis, skrining genom fungsional, modulasi transkripsi, dan terapi gen.
7 |
2. Metoda komputasi dalam pencarian obat baru. Pencarian obat dengan bantuan alat
komputasi in silico telah memainkan peran utama dalam pengembangan molekul
kecil lebih dari tiga dekade. Pencarian obat baru cara ini adalah strategi yang sangat
efektif untuk mempercepat dan menghemat penemuan dan pengembangan suatu
obat baru. Oleh karena terjadi peningkatan besar dalam ketersediaan informasi
makromolekul biologis dan molekul kecil, penerapan komputasi penemuan obat
telah diperluas dan telah diterapkan pada setiap tahap dalam alur kerja penemuan
dan pengembangan obat. Termasuk di antaranya: Identifikasi dan validasi target
obat, pencarian dan optimalisasi calon obat, serta tes-tes praklinis. Selama dekade
terakhir, metode komputasi penemuan obat seperti docking molekuler, pemodelan
dan pemetaan pharmafore, desain de novo, perhitungan kemiripan molekuler dan
penapisan virtual berbasis urutan protein telah sangat meningkat. Banyaknya
pekerjaan yang masih harus dilakukan dalam menemukan molekul yang cocok untuk
dikembangkan sebagai obat baru dari berbagai kemungkinan senyawa yang tersedia
secara teoritis membutuhkan tekonologi komputasi in silico yang sangat canggih.
Tantangan ini dijawab dengan menggunakan program in silico yang lebih canggih dan
komputer yang sangat mumpuni yang mendasari proses high throughput screening.
Sekitar 90% dari senyawa yang ditapis dengan menggunakan teknologi in silico ini
berpotensi gagal di tahap terakhir proses penapisan. Dengan demikian, apabila
penapisan dilakukan secara efisien maka molekul yang mempunyai efek toksik akan
dapat disingkirkan lebih dini, sehingga keseluruhan projek riset dapat menghemat
waktu, uang dan tenaga. Ruang kimia adalah himpunan semua senyawa yang
berpotensi menjadi obat (druggable). Dibutuhkan lebih dari jumlah atom di alam
semesta untuk membangun senyawa-senyawa tersebut. Walaupun berbagai sistem
pada area biologi telah dieksplorasi dan digunakan untuk mencari protein-protein
baru yang bersifat farmakologis, namun pekerjaan riset ini masih akan terus
berlangsung bertahun-tahun ke depan karena masih banyak protein yang harus
ditemuan untuk mengobati penyakit-penyakit kronis. Tambahan lagi, mencari obat
sintetik maupun biologis yang dapat secara akurat dan tepat berikatan dengan target
biologis, dalam ruang yang juga relevan secara biologis, seperti analogi “mencari
jarum di tumpukan jerami.” Ada banyak tantangan bagi molekul obat untuk
menembus berbagai hambatan biologis agar dapat berikatan secara efektif dengan
target, bahkan pada konsentrasi rendah. Seringkali, adanya reaksi off-target dari
suatu molekul dapat menimbulkan efek toksik pada organisme, sekalipun potensi
obat tersebut secara farmakologis cukup tinggi. Toksisitas adalah masalah utama
dalam pengembangan suatu obat, dan seringkali toksisitas baru terdeteksi
belakangan dalam tahap pengembangan.
3. Mikrobiota usus sebagai target terapi. Keterlibatan langsung dari mikrobiota usus
dalam menjaga kesehatan dan timbulnya penyakit tertentu pada manusia
menunjukkan bahwa perubahan komposisi mikroba komensal melalui kombinasi
8 |
antibiotik, probiotik dan prebiotik dapat menjadi pendekatan terapi baru. Suatu
perspektif sistem dibutuhkan untuk membantu memahami interaksi kompleks
bakteri dan sel host”, serta hubungan mereka secara patofisiologis fenotip sehingga
perubahan dalam komposisi mikrobiota usus di status penyakit dapat dilakukan.
Saluran gastrointestinal manusia adalah rumah bagi konsorsium kompleks triliunan
mikroba (sekitar 1 X 1013 to 1 X 1014), ribuan filotipe bakteri, serta metanogen
archaea yang menggunakan hidrogen sebagai energi, yang menjelajah sepanjang
usus dengan jumlah genom kolektif (disebut sebagai mikrobiom) yang berisi
setidaknya 100 kali lebih banyak gen dari genom kita sendiri. Walaupun sebagian
besar belum diselidiki dan masih banyak yang harus dipelajari, mikrobiota usus kita
memainkan peran yang rumit dan penting untuk kesehatan kita. Munculnya
teknologi 'omics' , seperti metagenomik dan metabonomik, dapat diterapkan untuk
mempelajari ekologi usus mikroba pada tingkat molekuler. Data-data ini akan
menghasilkan wawasan baru sekaligus peluang untuk mengungkapkan fungsi
fisiologis dari mikrobiota usus untuk kesehatan manusia. Strategi terapi masa depan
untuk berbagai penyakit yang makin kompleks akan memanfaatkan mikrobiota usus
dalam pengobatan pasien. Mikrobioma manusia mungkin memiliki banyak target
potensial, dengan jumlah lebih dari 3.000 target pada genom manusia. Kombinasi
antibiotika, probiotik dan prebiotik dapat digunakan sebagai rejimen terapi bertarget
dalam mikrobiota usus untuk mengatur mikrobioma dan, akibatnya, memulihkan
homeostasis ekologi usus dari host. Pendekatan terapi tersebut dapat dimonitor dan
dievaluasi dengan menggunakan platform teknologi 'omics' metagenomik dan
metabolomik seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dengan menangkap variasi
biokimia holistik dan dinamis yang terkait dengan kondisi patofisiologi dari host.
Integrasi data metagenomik dan metabonomik akan menghasilkan data farmakologi
dan klinis yang dapat menjadi dasar pengembangan alat diagnostik dan prognostik
yang komprehensif mengenai penyakit kompleks.
4. Biologi sistem dan kesehatan masa depan. Pandangan kontemporer penyakit
manusia yang didasarkan pada korelasi sederhana antara sindrom klinis dan analisa
patologis dimulai dari akhir abad ke-19. Meskipun pendekatan untuk diagnosis
penyakit, prognosis, dan pengobatan ini memang baik bagi dunia kedokteran dan
sudah dipakai berpuluh-puluh tahun, namun cara ini belum sepenuhnya sempurna
dan mempunyai kekurangan serius untuk era modern kedokteran genomik karena
cara ini adalah derivatif berasal dari prinsip-prinsip eksperimentasi dan analisa
secara reduksionis. Ada suatu cara baru yang lebih menjanjikan untuk melihat
pengobatan dari sisi holistik. Munculah era baru biologi sistem, yang dapat secara
holistik mengkuantifikasi perubahan sistem pada manusia. Hal ini dapat diterapkan
pada dunia kedokteran untuk menegakkan diagnosis, mendefinisikan predileksi
penyakit, dan mengembangkan strategi pengobatan secara individual (pribadi)
berdasarkan patobiologi molekuler modern dan seperangkat lengkap data genom
9 |
lengkap yang tersedia untuk populasi dan individu. Dengan cara ini, patobiologi
sistem menawarkan janji untuk mendefinisikan bidang kedokteran dan penanganan
terhadap penyakit. Biologi sistem merupakan cara baru yang mengaplikasikan model
komputasi dan matematika pada sistem biologis yang kompleks. Dalam hal ini
digunakan pendekatan rekayasa teknik pada riset biologi ilmiah. Oleh karena itu,
biologi sistem adalah area pembelajaran yang interdisipliner berbasis biologi yang
mempelajari interaksi kompleks dalam sistem biologis menggunakan pendekatan
secara holistik (keseluruhan) daripada secara reduksionisme yang selama ini selalu
dipakai. Pemakaian sistem holistik ini dimulai tahun 2000, di mana salah satu proyek
besar yang sudah dilakukan adalah proyek sequencing genom manusia yang
merupakan proyek kolaboratif dalam bidang genetika. Salah satu tujuan dari biologi
sistem adalah mencari model yang memberikan pengertian tentang bagaimana sel
dan jaringan berinteraksi satu sama lain, sehingga suatu organisme dapat berfungsi
sebagai suatu sistem. Interaksi ini berhubungan dengan jaringan metabolik atau
jaringan sinyal sel. Hal ini memungkinkan para ilmuwan di masa depan mengerti
aplikasi patobiologi sistem pada dunia kedokteran. Keuntungan menggunakan
pendekatan holistik berbasis jaringan adalah bahwa kita dapat mengkarakterisasi
berbagai penyakit tanpa mengikuti prinsip-prinsip sistem reduksi semi empiris,
namun menggunakan suatu sistem yang berdasarkan interaksi molekuler antar sel
dan jaringan serta organ. Di masa depan, pengobatan yang didapatkan dengan
biologi sistem ini akan membawa revolusi baru pada praktek kedokteran.
Kesimpulan
Revolusi Industri Keempat dibangun di atas Revolusi Industri Ketiga, yang juga
dikenal sebagai Revolusi Digital, yang ditandai oleh proliferasi komputer dan otomatisasi
pencatatan di semua bidang. Otomatisasi di semua bidang dan konektivitas adalah tanda-
tanda yang nyata dari RI keempat. Salah satu petanda unik dan khusus dari RI keempat
adalah terjadinya aplikasi artificial intelligence (AI). Transformasi pada RI keempat ini
berbeda dari pendahulunya dalam beberapa aspek. Pertama, inovasi dapat dikembangkan
dan disebarkan lebih cepat dari sebelumnya. Kedua, adanya penurunan biaya produksi
marginal secara signifikan dan munculnya platform yang menggabungkan beberapa aktivitas
konsentrasi di beberapa sektor dan meningkatkan agregat hasil. Ketiga, revolusi ini terjadi
pada tingkat global dan akan mempengaruhi, serta dibentuk oleh, hampir semua negara.
Akibatnya, revolusi industri keempat ini akan berdampak sangat sistemik di banyak tempat.
Salah satu bidang yang paling banyak terdampak oleh RI keempat adalah bidang kesehatan
dan bioteknologi. Bioteknologi adalah dasar dalam hampir semua proses bioterapi farmasi
dalam era RI keempat. Teknologi ini banyak diterapkan untuk memanipulasi berbagai bahan
biologis yang dapat dipakai sebagai terapi untuk berbagai kondisi dan jenis penyakit,
10 |
terutama yang bersifat mematikan. Beberapa teknologi yang akan berkembang dan
digunakan unutk penemuan-penemuan baru adalah CRISPR, metoda komputasi dalam
pencarian obat baru, penemuan target obat lewat mikrobiota usus, serta biologi sistem.
Kesemuanya akan memberikan peluang dikembangkannya obat-obat baru yang dapat
mengurangi angka kematian dan sekaligus meningkatkan kualitas hidup manusia.
11 |
Referensi
1. Cognizant. Informed Manufacturing: The Next Industrial Revolution.
http://www.cognizant.com/InsightsWhitepapers/Informed-Manufacturing-The-
Next-Industrial-Revolution.pdf.
2. Davis, N. 5 ways of understanding the Fourth Industrial Revolution. November 16,
2015. http://www.weforum.org/agenda/2015/11/5-ways-of-understanding-the-
fourth-industrial-revolution.
3. Economist Intelligence Unit. From transplants to implants. December 11, 2015.
http://www.eiuperspectives.economist.com/healthcare/transplants-implants.
4. Kompas. WEF: Tahun 2020, Lima Juta Pekerjaan Bisa Menghilang akibat Teknologi.
Selasa, 19 Januari 2016.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/01/19/105938126/WEF.Tahun.2020.
Lima.Juta.Pekerjaan.Bisa.Menghilang.akibat.Teknologi.
5. Kompas. Penguasaan Teknologi Tentukan Indonesia. 22 Januari 2016.
http://print.kompas.com/baca/2016/01/22/Penguasaan-Teknologi-Tentukan-
Indonesia.
6. Peng, R., Lin, G., Li, J. Potential Pitfalls of CRISPR/Cas9-mediated Genome Editing.
FEBS J. 2015 Nov 4. doi: 10.1111/febs.13586.
7. Robbins, R. The Fourth Industrial Revolution is Still About People and Trust. January
19, 2016. http://blogs.cisco.com/news/the-fourth-industrial-revolution-is-still-about-
people-and-trust.
8. Sander, J.D. and Joung, J.K. CRISPR-Cas systems for editing, regulating and targeting
genomes. 2014. Nature Biotechnology 32:347355.
9. Schlein, L. Pendiri WEF: Dunia Tak Siap Hadapi Revolusi Industri Ke-4. Voice of
America 9 Februari 2016. http://www.voaindonesia.com/content/pendiri-wef-dunia-
tak-siap-hadapi-revolusi-industri-keempat/3144637.html.
10. Schwab, K. The Fourth Industrial Revolution, What It Means and How to Respond.
December 12, 2015. https://www.foreignaffairs.com/articles/2015-12-12/fourth-
industrial-revolution.
11. Schwab, K. Shaping the Fourth Industrial Revolution. January 11, 2016.
https://www.project-syndicate.org/commentary/fourth-industrial-revolution-
human-development-by-klaus-schwab-2016-01.
12 |
12. Sliwoski, G., Kothiwale, S., Meiler, J. Lowe, E.W. Computational Methods in Drug
Discovery. 2014. Pharmacol. Rev. 66:334395.
http://dx.doi.org/10.1124/pr.112.007336.
13. Swabey, P. Healthcare to benefit most from the Fourth Industrial Revolution,
executives predict. January 21, 2016.
http://www.eiuperspectives.economist.com/technology-innovation/healthcare-
benefit-most-fourth-industrial-revolution-executives-predict.
14. UBS. Extreme automation and connectivity: The global, regional, and investment
implications of the Fourth Industrial Revolution. January 2016. https://www.static-
ubs.com/global/en/about_ubs/follow_ubs/highlights/davos-
2016/_jcr_content/par/columncontrol/col1/actionbutton.1402140804.file/bGluay9
wYXRoPS9jb250ZW50L2RhbS91YnMvZ2xvYmFsL2Fib3V0X3Vicy9mb2xsb3ctdWJzL3dl
Zi13aGl0ZS1wYXBlci0yMDE2LnBkZg==/wef-white-paper-2016.pdf.
... The industrial revolution is a change in the way of human life and work processes fundamentally, where the advancement of information technology can integrate in the world of life with digital which can have an impact on scientific disciplines. According to Tjandrawinata (2016), the rapid development of information technology is currently happening automation that occurs in all fields, new technologies and approaches that combine real, digital and fundamental. The concept of this industry was created by Japan which was revealed by the Japanese prime minister on January 21, 2019 due to the rapid development of technology, including the presence of robots with intelligence that are considered to replace the role of humans. ...
... Education is also an effective way as a process of nation and character building, determining the journey and regeneration of a nation. According to Tjandrawinata (2016) in education, the importance of developing more creative and innovative learning models to answer in the era of the industrial revolution continues to grow. Therefore if you want all lines of society to follow the changes in the industrial revolution that occur then it must start from the lowest education to the top. ...
Article
Full-text available
Technology and innovation need to be utilized to help and advance society, not to replace the role of humans. Thus this change is expected to help humans in their daily lives. The characteristics of the two eras are almost the same, including digitalization, optimization and production with customization, automation, interaction between humans and machines, value added services and business, the use of information technology and the wealth of data held. Through the combination and continuity between the industrial revolution 4.0 and society 5.0, it can form a better pattern of social order, so that it can improve the quality of people's social lives. One of the demands of the industrial phenomenon 4.0 and Society 5.0 is the availability of quality data that is always updated. This paper will discuss in detail the direction of change in corporate life from industry 4.0 to society 5.0., The development of the digital economy and the company's strategy to survive to face the existing changes.
... Kemajuan teknologi memungkinkan terjadinya otomatisasi hampir di semua bidang. Teknologi dan pendekatan baru yang menggabungkan dunia fisik, digital, dan biologi secara fundamental di era ini akan mengubah pola hidup dan interaksi manusia (Tjandrawinata, 2016). ...
Article
Full-text available
Kondisi area wisata kemumu masih menjadi perhatian wisatawan saat menuju ke air terjun. Hal ini dipengaruhi oleh anak tangga dengan jumlah 1000 dan tangga yang licin diserta jurang pada sisi kanan tangga. Permasalahan yang kerap terjadi di area wisata Kemumu adalah cedera kepala, cedera tulang belakang, perdarahan, tenggelam, fraktur, sesak napas, henti napas dan jantung sampai kondisi kegawatdaruratan. Pemecahan masalahnya adalah melakukan pemberdayaan remaja dengan pelatihan penanganan kegawatdaruratan. Sasaran kegiatan adalah 10 orang. Tujuan kegiatan adalah untuk mengetahui pengetahuan gemu gadar tentang penanganan kegawatdaruratan di area wisata Kemumu. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan adalah pemberdayaan remaja dengan pelatihan penanganan kegawatdaruratan. Kegiatan tanggal 14-15 Juli tahun 2021, dilaksanakan di balai desa Kemumu dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan pre dan post test pelatihan sebesar 18.40 poin dengan p: 0.00 peningkatan keterampilan sebesar 8.70 poin dengan p : 0.00 dan sebagian besar remaja menyatakan semakin memiliki rasa percaya diri untuk melaksanakan penanganan kegawatdaruratan di area wisata Kemumu. Direkomendasikan agar pelaksanaan penanganan kegawatdaruratan pasca kegiatan PPM dapat dilakukan pendampingan dan dimonitoring oleh kelurahan, PMI dan Puskesmas Kemumu.
... In the opinion of Schwab (2015), the presence of Industry 4.0 will have several impacts, namely; (1) the existence of significant gaps related to "low-skill / low-pay" and "high-skill/high-pay" workforce, (2) the biggest profit takers are those who have capital and technology, (3) world instability business because of speedy changes; (4) the government's unpreparedness to compensate for rapid changes in the community; (5) data security and privacy issues; (6) the emergence of the phenomenon of "robotisation" of humanity. Wolter in Sung (2017) identifies various challenges faced, namely, 1) information technology security issues; 2) the reliability and stability of the production machine; 3) lack of adequate skills; 4) unwillingness to change by stakeholders; and 5) the loss of much work because it turns into automation. Although the challenges of RIN 4.0 are more nuanced to the business sector, but because of good governance, where the government/state sector, business sector, and society are included in a system of state government administration, the actions or experiences of the business sector directly or indirectly affects the Proceedings of the 11th Annual International Conference on Industrial Engineering and Operations Management Singapore, March 7-11, 2021 government/state and community. ...
Conference Paper
Full-text available
As predicted by experts, RIN 4.0 will be an era that can determine an organisation's life and death, including government/state organisations. This research aims to determine the ecology of public administration in Indonesia in the face of the Industrial Revolution 4.0. the formulation of the problem raised in this paper is how the challenges of the Industrial Revolution Era 4.0 (RIN.4.0) and how the ecology of Indonesian Public Administration. The study's primary design is to present evidence and facts about public administration ecology in Indonesia, which are then analysed to obtain a comprehensive conclusion. The study found that the Challenges of the Industrial Revolution Era 4.0 (RIN.4.0) are about (1) the development of information technology and the increasingly critical demands of the public pushing for public administration reforms in all governance of public organisations. (2) the development of information technology and the public's increasingly critical demands encourage public administration reforms in all public organisation governance. (3) as the influence of RIN 4.0, the demand for quality public services in the community is increasing rapidly, but the capacity of public organisations still limited; and (4) education in the field of public administration, both curriculum development, and in the method of learning, in general, is still conventional in its research. In summary, the results of a study on strategic conditions regarding public administration are the pillars of public administration development that greatly influence the implementation of public policies, both within the central government and local and even village governments.
... The industrial revolution will fundamentally change the way of life, work, and relate to one another in its scale, scope, and complexity, the transformation that is happening is different from what humans have experienced before. IR 4.0 can increase the average per capita income in the world, improve the quality of life of people, and extend the life span of humans [3]. The realization of the potential benefits will have a positive impact on a country's economy [4]. ...
Conference Paper
Full-text available
The global economy is currently at the peak of major changes in the form of digitalization in various sectors of life, which is called the Industrial Revolution 4.0 (IR 4.0). In the facing IR 4.0, it needs support from various aspects, one of which is standardization and conformity assessment. Standardization and conformity assessment are important aspects of technology development, product internationalization, and trade relations. The purpose of this study is to review the support of standardization and conformity assessment in facing IR 4.0 in the context of quality infrastructure readiness which includes technology readiness, equipment and personnel competence, test methods and quality requirements on a goods product, service, system, process, or personal. The research method used is descriptive-analytic by describing the facts of how the existence and availability of metrology, standards, and conformity assessment in supporting IR 4.0. Indonesia has a National Metrology Institute (NMI) that manages scientific metrology activities with 223 calibration laboratories accredited by the National Accreditation Committee (KAN), 4.271 Indonesian National Standards (SNI), and 1.940 Conformity Assessment Bodies (CAB) accredited by KAN. Metrology supports in the form of guaranteed measurement results that are correct, trusted, traceable, and internationally recognized. Standards will make a product have higher competitiveness to compete in national and international trade. While the CAB will assess and ensure that goods, services, systems, processes, or personal meet the reference requirements.
... Revolusi industri 4.0 bahkan menjadi fokus utama perdebatan pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum, WEF) pada tanggal 13 Januari 2016 di Davos, Swiss. Pada era industri generasi 4.0 ukuran besar perusahaan tidak menjadi jaminan, namun kelincahan perusahaan menjadi kunci keberhasilan meraih prestasi dengan cepat [1]. Fenomena Uber yang mengancam pemain-pemain besar pada industri transportasi di seluruh dunia. ...
Conference Paper
Full-text available
Visual servoing merupakan sebuah teknologi pergerakan robot dengan citra digital. Trainer visual servoing perlu dikembangkan sebagai media pembelajaran mata kuliah robotika. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan pengembangan, menguji unjuk kerja, dan menguji tingkat kelayakan media pembelajaran trainer visual servoing pada mata kuliah Robotika. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan tahapan: (1) Potensi dan masalah pembelajaran, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji Coba Produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji Coba Pemakaian, (9) Revisi Produk. Objek penelitian adalah media pembelajaran visual servoing. Subjek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika & Informatika FT UNY. Teknik pengumpulan data meliputi pengujian, pengamatan dan kuesioner. Adapun teknik analisis data dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian: (1) media pembelajaran visual servoing berbentuk trainer hardware dengan rangkaian pengendali robot vision dan software aplikasi visual servoing yang dilengkapi dengan jobsheet; (2) Unjuk kerja media pembelajaran berfungsi dengan stabil; (3) Tingkat kelayakan media dan materi memperoleh nilai 89,48% dan 87,50% dengan kategori sangat layak. Tingkat kelayakan pemakaian berdasarkan uji pemakaian kepada mahasiswa diperoleh nilai 85,52% dengan kategori sangat layak. Sehingga media pembelajaran visual servoing dapat dikategorikan sangat layak digunakan pada mata kuliah Robotika jurusan Pendidikan Teknik Elektronika dan Informatika. Kata Kunci-Media Pembelajaran, Mata Kuliah Robotika, Visual Servoing
Article
An interesting physical phenomenon to observe is the dynamics of motion. A physics tool to observe the dynamics of motion phenomena can be used Atwood machine. From the result of observation, it was known that the Atwood machine experiment was still done manually by using the ruler and stopwatch to determine the velocity and acceleration of a falling object. Besides that, the Atwood machine experiment manually had a big error and was unable to visualize the results of the experiment. A solution to solve this problem is to use a tracker video analysis and tool modeling. The analysis result on the tracker can display the position graph, the velocity graph, the acceleration graph, and the rope tension graph. Based on the data analysis, It can be stated third research results. First, the tool modeling system of atwood machine with remote control has good performance specifications. Second, the accuracy and precision of the tool modeling system of Atwood machine with remote control can be put in the high category. Third, the tool modeling system of atwood machine with remote control is able to display the characteristics of linier motion with constant acceleration and linier motion with constant velocity.
Conference Paper
Full-text available
Disrupsi merupakan suatu terobosan atau inovasi yang terjadi pada sebuah sistem dengan tujuan untuk menggantikan seluruh sistem lama dengan sistem yang baru. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam disrupsi pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia pada era digital. Pada era digital terjadi disrupsi pada semua lini kehidupan tidak terkecuali pada bidang pendidikan. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada era digital mengalami juga disrupsi seiring perkembangan era disrupsi 4.0. dan era society 5.0. Secara umum disrupsi meliputi (1) life and career skills (keterampilan hidup dan berkarier), (2) learning and innovation skills (keterampilan belajar dan berinovasi) dan (3) Information media and technology skills (keterampilan teknologi dan media informasi). Pada pembelajaran Bahasa dan sastra Indonesia, disrupsi yang terjadi itu menghasilkan pengembangan pola pembelajaran. Pola pembelajaran campuran (blended learning) merupakan pola pembelajaran yang dapat dipilih dalam rangka memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi. Selain, pola pembelajaran, pada era digital juga terjadi disrupsi pada pola berpikir yaitu pola berpikir kritis, Dengan berpikir kritis mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan wawasan luas serta kemampuan literasi yang memadai. Kemampuan literasi tersebut meliputi literasi digital, literasi informasi dan literasi media. Kata Kunci: Disrupsi, literasi, digital
Article
Full-text available
The Covid-19 pandemic that occurs in the world is one of the challenges that must be addressed by following technological developments. Telemedicine is currently an alternative in doctor-patient communication by taking advantage of technological developments in the Industrial Revolution 4.0. This study uses a normative legal method with an approach to telemedicine theories, regulations, and cases. The formulation of the problem raised in this study is about the benefits of telemedicine in general and the confidentiality of patient medical data and information. Telemedicine can reach all levels of society, especially with the geographical conditions in Indonesia and the uneven distribution of health workers. Telemedicine makes it easy for the public to conduct consultation and communication with health service facilities. The aspect of protecting patient medical data and information is one of the things that need to be considered in this telemedicine service because it is something that is regulated in layers through Law No. 29 of 2004 concerning Medical Practice, Law no. 36 of 2009 concerning Health, Regulation of the Indonesian Medical Council (Perkonsil) No. 74 of 2020.Keywords: Telemedicine, Benefits, Confidentiality
Chapter
Full-text available
The purpose of this study was to answer public concerns about the impact of pornographic content accessed via the internet on high school students. This study describes how children can access, the reasons for accessing it and the consequences of access. The method used is descriptive quantitative by exploring pornographic behavior. The data collection technique was carried out by distributing questionnaires and deepening them by interviewing several students. Data collection involved 718 high school students as respondents from four cities namely Bandung, Pekanbaru, Denpasar, and Yogyakarta. The results showed that students who had been exposed to pornography reached 96.1 percent and most of them looked through cellphones. The result of frequent viewing of pornographic content is feeling anxious, fantasizing frequently, decreased learning achievement, viewing addiction, porn addiction, aggressive or angry, dirty talk, wanting to have sex, and some even having free sex. students can be exposed to pornography from the age of 10, which they mostly see when they are in their own homes. This condition is due to the lack of parental supervision of internet use. They are physically close to parents, but the internet can browse indefinitely and separate communication between children and parents.
Book
Full-text available
ASC2021/FALL II. International Academician Studies Congress 22-24 Ekim/October 2021 Bildiriler/Proceedings
Article
Full-text available
Computer-aided drug discovery/design methods have played a major role in the development of therapeutically important small molecules for over three decades. These methods are broadly classified as either structure-based or ligand-based methods. Structure-based methods are in principle analogous to high-throughput screening in that both target and ligand structure information is imperative. Structure-based approaches include ligand docking, pharmacophore, and ligand design methods. The article discusses theory behind the most important methods and recent successful applications. Ligand-based methods use only ligand information for predicting activity depending on its similarity/dissimilarity to previously known active ligands. We review widely used ligand-based methods such as ligand-based pharmacophores, molecular descriptors, and quantitative structure-activity relationships. In addition, important tools such as target/ligand data bases, homology modeling, ligand fingerprint methods, etc., necessary for successful implementation of various computer-aided drug discovery/design methods in a drug discovery campaign are discussed. Finally, computational methods for toxicity prediction and optimization for favorable physiologic properties are discussed with successful examples from literature.
Article
Recently, a novel technique named clustered regularly interspaced short palindromic repeat (CRISPR)/CRISPR-associated protein (Cas) 9 system has been rapidly developed. This genome editing tool has tremendously improved our ability to explore the pathogenesis of diseases and correct the disease mutations as well as phenotypes. With a short guide RNA, Cas9 can be precisely directed to target sites, and functions as an endonuclease to efficiently produce breaks in DNA double strands. Over the past 30 years, CRISPR has evolved from the "curious sequences of unknown biological function" into a promising genome editing tool. As a result of the incessant development in the CRISPR/Cas9 system, Cas9 co-expressed with custom guide RNAs has been successfully used in a variety of cells and organisms. This genome editing technology can also be applied to synthetic biology, functional genomic screening, transcriptional modulation, and gene therapy. However, although CRISPR/Cas9 has a broad range of action in science, there are several aspects that affect its efficiency and specificity, including Cas9 activity, target sites selection and sgRNAs design, delivery methods, off-target effects, and the incidence of homology-directed repair. Here, we highlight the factors that affect the utilization of CRISPR/Cas9 as well as possible strategies to handle these problems. Addressing these issues will allow us to take better advantage of this technique. In addition, we will also review the history and rapid development of the CRISPR/Cas system from the time of its initial discovery in 2012. This article is protected by copyright. All rights reserved.
Article
Targeted genome editing using engineered nucleases has rapidly gone from being a niche technology to a mainstream method used by many biological researchers. This widespread adoption has been largely fueled by the emergence of the clustered, regularly interspaced, short palindromic repeat (CRISPR) technology, an important new approach for generating RNA-guided nucleases, such as Cas9, with customizable specificities. Genome editing mediated by these nucleases has been used to rapidly, easily and efficiently modify endogenous genes in a wide variety of biomedically important cell types and in organisms that have traditionally been challenging to manipulate genetically. Furthermore, a modified version of the CRISPR-Cas9 system has been developed to recruit heterologous domains that can regulate endogenous gene expression or label specific genomic loci in living cells. Although the genome-wide specificities of CRISPR-Cas9 systems remain to be fully defined, the power of these systems to perform targeted, highly efficient alterations of genome sequence and gene expression will undoubtedly transform biological research and spur the development of novel molecular therapeutics for human disease.
Informed Manufacturing: The Next Industrial Revolution. http://www.cognizant.com/InsightsWhitepapers/Informed-Manufacturing-The-Next- Industrial-Revolution
  • Referensi Cognizant
Referensi Cognizant. Informed Manufacturing: The Next Industrial Revolution. http://www.cognizant.com/InsightsWhitepapers/Informed-Manufacturing-The-Next- Industrial-Revolution.pdf.
5 ways of understanding the Fourth Industrial Revolution-ways-of-understanding-the-fourth-industrial- revolution
  • N Davis
Davis, N. 5 ways of understanding the Fourth Industrial Revolution. November 16, 2015. http://www.weforum.org/agenda/2015/11/5-ways-of-understanding-the-fourth-industrial- revolution.
Penguasaan Teknologi Tentukan Indonesia
  • Kompas
Kompas. Penguasaan Teknologi Tentukan Indonesia. 22
The Fourth Industrial Revolution is Still About People and Trustthe-fourth-industrial-revolution-is-still-about-people- and-trust
  • R Robbins
Robbins, R. The Fourth Industrial Revolution is Still About People and Trust. January 19, 2016. http://blogs.cisco.com/news/the-fourth-industrial-revolution-is-still-about-people- and-trust.
The Fourth Industrial Revolution, What It Means and How to Respond
  • K Schwab
Schwab, K. The Fourth Industrial Revolution, What It Means and How to Respond. December 12, 2015. https://www.foreignaffairs.com/articles/2015-12-12/fourthindustrial-revolution.
Healthcare to benefit most from the Fourth Industrial Revolution, executives predict http://www.eiuperspectives.economist.com/technology- innovation/healthcare-benefit-most-fourth-industrial-revolution-executives-predict
  • P Swabey
Swabey, P. Healthcare to benefit most from the Fourth Industrial Revolution, executives predict. January 21, 2016. http://www.eiuperspectives.economist.com/technology- innovation/healthcare-benefit-most-fourth-industrial-revolution-executives-predict.