Conference Paper

Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Pertanian 225 SKRINING MELON (Cucumis melo L.) TERHADAP LAYU FUSARIUM MENGGUNAKAN ASAM FUSARAT SECARA IN-VITRO

Conference: Seminar Nasional Hasil Peelitian Pertanian dan Perikanan tahun 2012 "Peranan Penelitian Bidang Pertanian dan Perikanan dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Petani dan Masyarakat", At Yogyakarta

ABSTRACT

Abstrak Layu fusarium adalah penyakit utama melon yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp.melonis (FOM). Pemuliaan tanaman secara in-vitro melalui variasi somaklonal telah digunakan selama beberapa dekade untuk perbaikan karakter ketahanan tanaman.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi optimal dari asam fusarat yang mampu memberikan efek cekaman sehingga dapat digunakan untuk tujuan skrining ketahanan layu fusariumsecara in-vitro. Kalus lima galur melon dipaparkan pada empat konsentrasi asam fusarat yaitu 0 ppm, 15 ppm, 30 ppm, dan 60 ppm. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan kalus melon pada media dengan konsentrasi 0 dan 15 ppm tidak berbeda nyata, penurunan pertumbuhan kalus mulai terlihat pada konsentrasi 30 ppm dan berlanjut pada konsentrasi 60 ppm. Kematian kalus terendah pada konsentrasi 30% ditunjukkan oleh M-21 yaitu 12% sedangkan yang tertinggi adalah M-8 dan M-13 yaitu 50%. Pada konsentrasi 60 ppm kematian kalus terendah ditunjukkan oleh M-21 yaitu 30% dan tertinggi ditunjukkan oleh M-27 yaitu 92%. Pertumbuhan kalus pada media seleksi dipengaruhi oleh genotipe masing-masing. Kalus yang mampu beregenerasi dan menghasilkan plantlet kemudian dinyatakan sebagai plantlet yang tahan pada tingkat in-vitro. Kata kunci: Fusarium oxysporum f.sp. melonis, Cucumis melo L., asam fusarat, skrining in-vitro, ketahanan. PENGANTAR Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman buah semusim yang penting di Indonesia. Produksi melon terus meningkat pada periode 2004 – 2009 (BPS, 2009). Pada umumnya budidaya tanaman buah dilakukan secara monokultur dan intensif, sehingga sering menimbulkan serangan hama penyakit. Layu fusarium adalah salah satu penyakit utama tanaman melon. Patogen penyebab layu fusarium pada melon adalah Fusarium oxysporum f.sp.melonis. Serangan layu fusarium bisa terjadi hampir di semua tahapan pertumbuhan tanaman mulai dari bibit sampai tanaman dewasa.Kerusakan akibat layu fusarium pada tanaman melon bisa mencapai 60%.Hingga saat ini diketahui terdapat empat ras FOM yaitu ras 0, 1, 2 dan ras 1,2tipe wilting dan yellowing (Sumirat, 2003; Zitter, 1998). Ras pada FOM diketahui berkaitan dengan gen pengendali pada tanaman. Tanaman yang memiliki gen ketahanan Fom 1 dan Fom 3 menyebabkan tanaman tahan terhadap ras 0 dan 2, sedangkan gen Fom 2 membuat tanaman tahan terhadap ras 0 dan 1. Ketahanan terhadap ras 1,2 dilaporkan dikendalikan oleh interaksi beberapa gen dimana tipe wilting interaksi gen bersifat dominan sebagian, sementara itu pada tipe yellowing bersifat resesif (Risser et al., 1976; Rouhou et al., 2008; Zink et al., 1985). Fusarium oxysporum secara umum dapat bertahan di dalam tanah sebagai klamidospora yang merupakan bentuk modifikasi dari miselium. Patogen ini dalam bentuk klamidospora dapat bertahan hingga bertahun-tahun. Hal ini menyebabkan pengendalian serangan FOM menggunakan fungisida tidak efektif. Penggunaan fungisida hanya bisa menurunkan tingkat serangan FOM pada melon maksimal sebesar 40% (Zitter, 1998). Oleh karena itu, perakitan tanaman tahan terhadap FOM adalah cara yang efektif dan ramah linkungan untuk pengendalian serangan FOM.

This research doesn't cite any other publications.