Page 1

297

Dampak Moneter Kebijakan Defisit Anggaran Pemerintah dan Peranan Asa Nalar

Dalam Simulasi Model Makro-Ekonomi Indonesia (1983:1-2002:4)

A b s t r a c t

DAMPAK MONETER KEBIJAKAN DEFISIT ANGGARAN

PEMERINTAH DAN PERANAN ASA NALAR DALAM

SIMULASI MODEL MAKRO-EKONOMI INDONESIA

(1983:1-2002:4)

R. Maryatmo1

The purpose of this research is to observe the impact of the budget deficit policy on the macro-

economic variables in general, and specifically on the monetary variables in the short and long run.

We apply macroeconomic model with rational expectation specification to allow agents altering

their economic decision in encountering the authority policies. The model constructed contains eight

(8) long run behavior equations, eight (8) short run behavior equations, four (4) rational expectation

equations, and at least twelve (12) identity equations. The parameters are estimated by using the Two

Stage Least Squares (2SLS) method. The endogenous variables which has become the independent

variables are replaced by the instrument al variables. The instrumental variables are obtained from

the reduced form structural equations.

The statistical test on the impact of budget deficit on monetary variables are conducted by

using reduced form equations and causality test. Both of the tests show that budget deficit through

the government revenue mechanism affects the interest rate in the short and long run. In the short run

through government expenditure mechanism, budget deficit would affect the exchange rate and price

level. In the long run, however, causality tests show that the exchange rate and price level would in

turn affect the budget deficit.

Keyword: macro model, monetary policy, fiscal budget

JEL: B22, D84, E44, E63

1 Lulusan Program Doktor dari PPS IESP Universitas Gadjah Mada, maryatmo@fe.uajy.ac.id

Page 2

298

Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, September 2004

1. PENDAHULUAN

Seperti terulis dalam judul, penelitian ini mencoba mengamati dampak moneter dari

kebijakan defisit anggaran. Secara teoritis kebijakan defisit anggaran mempengaruhi variabel

moneter melalui dua jalur. Kedua jalur transmisi pengaruh defisit anggaran terhadap variabel

moneter itu adalah melalui sektor riil, dan melalui hubungan keuangan antara pemerintah

dan penguasa moneter. Dalam penelitian ini juga akan diperkenalkan konsep asa nalar

(rational expectation). Dalam konsep asa nalar, pelaku ekonomi melakukan keputusan

ekonomi tidak saja didasarkan pada informasi masa lampau saja, tetapi juga berdasarkan

informasi terkini ketika keputusan itu dibuat. Pelaku ekonomi melakukan keputusan ekonomi

tidak hanya didasarkan pada fakta yang sudah terjadi, namun juga pada peristiwa atau

kondisi yang diharapkan terjadi di masa depan.

Untuk menelusuri mekanisme transmisi dan melihat pengaruh defisit anggaran

terhadap variabel moneter digunakan tiga tahapan penelitian. Tahap pertama dilakukan

penelusuran teori, dan penurunan model persamaan simultan. Dalam peneluruan teori

dan penurunan model diberlakukan asumsi bahwa setiap pelaku ekonomi memiliki informasi

yang cukup dan menggunakan informasi tersebut untuk melakukan optimasi terhadap

keputusan ekonominya. Masing-masing persamaan struktural dalam model persamaan

simultan mencerminkan perilaku agen yang selaku mengoptimalkan diri berdasarkan informasi

yang dimilikinya. Model yang diturunkan adalah model dinamis antar waktu (intertemporal),

sehingga memungkinkan pelaku ekonomi mempertimbangkan variabel harapan dalam

keputusan ekonominya. Berdasarkan persamaan perilaku dalam persamaan struktural dan

persamaan identitas yang diperlukan dapat dicari reduced form yang menunjukkan hubungan

pengaruh kebijakan defisit anggaran terhadap variabel moneter. Arah hubungan antara defisit

anggaran dan variabel moneter serta transmisinya dapat dideteksi.

Analisa tahap kedua adalah melakukan estimasi parameter persamaan struktural yang

telah dispesifikasi secara ekonometrik. Metode estimasi yang dipakai adalah metode estimasi

dua tahap atau yang sering disebut metode Two Stage Least Squares (2SLS). Langkah

pertama dilakukan estimasi reduced form sebagai variabel instrumen dari variabel endogen

yang menjadi variabel independen dalam persamaan struktural. Langkah kedua melakukan

estimasi koefesisien persamaan struktural dalam model simultan dengan kondisi variabel

endogen dalam persamaan struktural telah digantikan dengan variabel instrumennya. Analisa

tahap kedua tersebut menghasilkan estimasi parameter persamaan struktural serta arah

hubungan antar variabel dependen dan independen, sehingga dimungkinkan menelusuri

mekanisme transmisi pengaruh kebijakan defisit anggaran terhadap variabel moneter. Untuk

mengetahui hubungan antara instrumen fiskal dan variabel moneter dipakai uji kausalitas.

Page 3

299

Dampak Moneter Kebijakan Defisit Anggaran Pemerintah dan Peranan Asa Nalar

Dalam Simulasi Model Makro-Ekonomi Indonesia (1983:1-2002:4)

Analisa tahap ketiga adalah simulasi. Simulasi dibagi dalam dua bagian. Bagian

pertama adalah simulasi di dalam sampel untuk melihat kemampuan model untuk

memprediksi. Bagian kedua adalah simulasi di luar sampel. Simulasi di luar sampel berguna

untuk melihat dampak instrumen fiskal terhadap variabel-variabel endogen di dalam model

dengan asumsi variabel-variabel eksogen tidak berubah (ceteris paribus).

Pengaruh defisit anggaran yang didanai oleh utang pemerintah terhadap perekonomian

merupakan isu yang sangat kontroversial baik dalam tataran teori maupun secara empirik

(Khan dan Agheveli, 1978; Eisner, 1989; Seater, 1993). Secara teoritik paling tidak ada tiga

kelompok jawaban yang berbeda yang mencoba menjawab permasalahan tersebut di atas

(Bernheim, 1989). Ketiga kelompok itu adalah Ricardian, Neo Klasik, dan Keynesian.

Kelompok pertama, yakni kaum Ricardian, dengan teorinya Ricardian Equivalence

(RE) berpendapat bahwa defisit anggaran tidak akan mempunyai pengaruh apa-apa

terhadap perekonomian. Kelompok kedua adalah kelompok Neo Klasik. Kaum Neo Klasik

menyimpulkan bahwa dalam kondisi kesempatan kerja penuh, defisit anggaran yang

permanen akan menyebabkan investasi swasta tergusur (crowding-out). Secara umum

kaum Neoklasik berpendapat bahwa defisit anggaran akan merugikan perekonomian.

Kelompok ketiga adalah kaum Keynesian yang berpendapat bahwa defisit anggaran

mempengaruhi perekonomian. Kelompok Keynesian mengasumsikan bahwa pelaku

ekonomi mempunyai pandangan jangka pendek (myopic), hubungan antargenerasi tidak

erat, serta tidak semua pasar selalu dalam posisi keseimbangan. Salah satu

ketidakseimbangan terjadi di pasar tenaga kerja, dan dalam perekonomian selalu terjadi

pengangguran.

Berbagai studi empiris di Indonesia menunjukkan hasil yang beragam. Adji (1995)

menggunakan model persamaan tunggal dan data tahun 1971-92. Aplikasi Error Correction

Model (ECM) digunakan untuk melihat proses keseimbangan jangka panjang dan jangka

pendek antara tingkat inflasi dan defisit anggaran. Hasil penelitian membuktikan bahwa

Ricardian Equivalence berlaku di dalam perekonomian Indonesia. Dalam jangka panjang

utang publik tidak mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat.

IBII (2000) dan Woo (1994) menghasilkan kesimpulan yang berbeda dari hasil

penelitian Adji (1995). Kedua penelitian itu dilakukan dengan menggunakan model makro

persamaan simultan dengan kurun waktu pengamatan yang berbeda. Woo menggunakan

data tahun 1965-90, sedangkan IBII menggunakan data tahun 1987-97. Kedua penelitian

tersebut secara tidak langsung menyimpulkan bahwa kebijakan defisit anggaran

mempengaruhi perekonomian.

Page 4

300

Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, September 2004

Menyadari bahwa hubungan antarvariabel tidak terjadi secara instan, seperti penelitian-

penelitian sebelumnya, persamaan struktural dalam penelitian ini dibangun dengan

menggunakan model dinamis. Salah satu keuntungan penggunaan model dinamis adalah

model mampu menampung perubahan perilaku pelaku ekonomi untuk menyesuaikan diri

dengan perubahan kebijakan pemerintah (Willes, 1987; Snowdon, 1995; Woodford, 1999).

Berbeda dengan model-model sebelumnya, penelitian ini mangadopsi model koreksi

kesalahan (ECM) dan menyertakan asa nalar ke depan (forward expectation). Model-model

sebelumnya menggunakan model dinamis yang menyertakan variabel lag yang adaptif,

dalam bentuk model PAM atau Koyck. Pemakaian model tersebut tidak menjamin terjadinya

kointegrasi antarvariabel dependen dan variabel independen, sehingga potensi hasil estimasi

yang lancung menjadi sangat tinggi. Selain itu hasil prediksi model yang adaptif akan

cenderung bias (Holden et all, 1985). Pemakaian model koreksi kesalahan memudahkan

untuk mendeteksi adanya proses kointegrasi (Thomas, 1995). Dengan melibatkan asa nalar

ke depan, prediksi menjadi tidak bias. Pelaku ekonomi sangat mungkin melakukan

kesalahan prediksi, namun rata-rata kesalahan menjadi nol. (Holden et all, 1985). Penelitian

ini menggunakan data 1983:1-2002:3. Berbeda dengan berbagai penelitian sebelumnya,

penelitian ini meliputi periode krisis moneter di Indonesia yang memungkinkan untuk

mengamati perubahan perilaku pelaku ekonomi dalam menghadapi kejutan perekonomian

dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

2. LADASAN TEORI

Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model persamaan simultan. Model

dibuat sesederhana mungkin, namun diharapkan tetap mampu mewakili permasalahan.

Model tersusun atas delapan (8) persamaan perilaku jangka panjang dan jangka pendek,

empat (4) persamaan asa nalar, dan paling tidak ada dua belas (12) persamaan identititas.

Persamaan perilaku diturunkan berdasarkan asumsi bahwa perekonomian diwakili oleh

para pelaku ekonomi yang homogin. Para pelaku ekonomi memiliki informasi yang cukup,

sehingga mereka mampu menggunakan informasi itu untuk melakukan optimasi. Dari hasil

optimasi didapatkan persamaan perilaku para pelaku ekonomi. Persamaan perilaku tersebut

adalah sebagai berikut.

Permintaan konsumsi ct,

ct=

α10 + α11 it + α12 at + α13 Eat+1 + e10

α11 < 0, α12 > 0, α13 > 0

Page 23

319

Dampak Moneter Kebijakan Defisit Anggaran Pemerintah dan Peranan Asa Nalar

Dalam Simulasi Model Makro-Ekonomi Indonesia (1983:1-2002:4)

Brown, T.M., Specification and Uses of Econometric Models, New York: Macmillan,

1970.

Bryant, John, “ A Simple Rational-Expectations Keynes-Type Model”, in Gregory

Mankiw dan David Romer, eds, New Keynesian Economics: Coordination Failures and Real

Rigidities, Vol.2, N., The MIT Press, Cambridge, London, 1995.

Cagan, Phillip, “The Monetary Dynamics of Hyperinflation.” In Studies in the Quantity

Theory of Money, ed. By Milton Friedman, University of Chicago Press, 1956.

Chacholiades, Miltiades, International Economics, McGraw-Hill, New York, 1990.

Chiang, Alpha, C., Fundamental Methods of Mathematical Economics, 3rd Edition,

McGraw-Hill Book Company, New York, 1984.

Cooper, Russel and Andrew John, “Coordinating Coordination Failures in Keynesian

Models, in New Keynesian Economics: Coordination Failures and Real Rigidities, Vol.2, N.

Gregory Mankiw dan David Romer, eds, The MIT Press, Cambridge, London, 1995.

Davidson, J.D., Hendry, F. Srba and S. Yeo, “Econometric Modelling of the Aggregate

Time-Series Relationship between Consumers’ Expenditure and Income in the United

Kingdom”, Economic Journal, vol. 88, 1978, 661-692.

De Grouwe, Paul, Macroeconomic Theory for The Open Economy, Gower Publishing

Company Limited, Hampshire, England, 1983.

De Haan, Jacob, dan Jan Egbert Storm, “ Do Financial Markets and the Maastricht

Treaty Discipline Governments? New Evidence”, Applied Financial Economics (APF), ISSN

0960-3107, Vol 10 iss 2 April 2000, 221.

Deaton, A., “Involuntary Saving Through Unanticipated Inflation”, American Economic

Review, vol. 67, no. 5, 1977, 900-910.

Dornbusch, Rudiger, Stanley Fischer, Gordon R.Sparks, Macroeconomics, 3rd edd.,

McGraw-Hill Ryerson Limited, Toronto, 1989.

Dutton, Dean S., “A Model of Self Generating Inflation: The Argentine Case”, Journal

of Money, Credit and Banking, Vol.. 3, Mei 1971, 245-262.

Egwalkhide, Festus, O., “Effect of Budget Deficits on The current Account Balance in

Nigeria: A Simulation Exercise”, The African Economic Research Consortion, The Regal

Press Kenya, 1997.

Page 24

320

Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, September 2004

Eisner, Robert, “Budget Deficit: Rhetoric and Reality”, Journal of Economic

Perspectives, Vol. 3, No. 2, Spring 1989, 73-93.

Engle, Robert F. and C.W.J. Granger, “Co-integration and Error Correction:

Representation, Estimation, and Testing”, Econometrica, Vol.55, No.2, March, 1987, 251-

76.

Flavin, M., The Adjustment of Consumption to Changing Expectations about Future

Income, Journal of Political Economic, No. 89, 1981, 974-1009.

Friedman, M. and M.S. Khan, A Theory of the Consumption Function, Princeton:

Princeton University Press. 1957.

Galardo, J Lopez, “Budget Deficit and Full Employment”, Journal of Post Keynesian

Economics, Summer 2000, Vol. 22, No. 4, 549-563.

Ghiglino, Christian dan Karl Shell, “The Economic Effects of Restrictions on Government

Budget Deficits” Journal of Economic Theory (JET), ISSN 0022-0531, Vol. 94, Iss:1, Sept

2000, 106.

Goweke, Laszlo; “ Labour Taxation, Efficiency Wages and The Long Run”, Bulletin of

Economic Research (BOE), ISSN 0307-3378, Vol 52 Iss;4 Oct 2000, 241.

Gramlich, Edward, M., “Budget Deficits and National Saving: Are Politicians

Exogenous?”, Journal of Economic Perspectives, Vol.3, No.2, Spring 1989, 23-35.

Grossman, Herschel, I., “Rational Expectations, Business Cycles, and Government

Behavior”, in Stanley Fischer, eds, Rational Expectations and Economic Policy, The University

of Chicago Press, Chicago, 1980, 5-22.

Gujarati, Domodar, N., Basic Econometrics, 3rd edd., McGraw-Hill International Editions,

1995.

Hall, S.G., S.G.B. Henry, Macroeconomic Modelling, Bank of England, London, UK,

1988.

Hayashi, Fumio, “Tests for Liquidity Constraints: a Critical Survey and some New

Observation”, in Bewley, Truman F, ed., Advances in Econometrics, Fifth World Congress,

Cambridge: Cambridge University Press, 1987.

Holden, K., D.A.Peel, dan J.L.Thompsons, Expectations: Theory and Evidence,

St.Matin’s Press, New York, 1985.

Page 25

321

Dampak Moneter Kebijakan Defisit Anggaran Pemerintah dan Peranan Asa Nalar

Dalam Simulasi Model Makro-Ekonomi Indonesia (1983:1-2002:4)

Howard, Anton, and Chris Rorres, “Elementary Linear Algebra, Applications Version”,

8th edd, John Wiley and Sons, Inc., New York, 2000.

IBII, Proyeksi Ekonomi Indonesia Tahun 2000; Berdasarkan Perhitungan Macromodel,

Lembaga Penelitian Ekonomi Indonesia-IBII, Jakarta, 2000.

Insukindro, “Pembentukan Model Dalam Penelitian Empirik Dengan Pendekatan Koreksi

Kesalahan”, Journal Ekonomi dan Bisnis Indonesia (JEBI), Vol. 14 No.1, 1999, 1-8.

Insukindro, Ekonomi Uang dan Bank : Teori dan Pengalaman di Indonesia, BPFE,

Jogjakarta, 1993

Insukindro, “Regresi Linier Lancung dalam Analisis Ekonomi: Suatu Tinjauan dengan

Satu Studi Kasus di Indonesia”, Journal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 5, 1991, 75-88.

Jehle, Geoffrey, A., Advanced Microeconomic Theory, Prentice-Hall International Inc.,

Englewood Cliffs, New York, 1991.

Khan, Mohsin, S., “The Variability of Expectation in Hyperinflations” Journal of Political

Economy, Vol.85, Agustus 1977, 817-827.

Kotlikoff, Laurence J., “Intergenerational Transfers and Savings”, Journal of Economic

Perspectives, Vol. 2, Spring 1988, 41-58.

Lucas, R.E., Jr. “Econometric Policy Evaluation: A Critique”, in K. Brunner and A.

Meltzer (eds), The Phillips Curve and Labor Markets, Amsterdam: North Holland, Carnegie-

Rochester Series on Public Policy, 1976.

Mankiw, Gregory N., Macroeconomics, 3rd edition, Worth Publishers, New York, 1992.

Mansur, Ahsan H, “Effect of a Budget Deficit on the Current Account Balance: The

Case of the Philippines”, in Blejer, M.I. and K.Chu eds, Fiscal Policy Stabilization and Growth

in Developing Countries, Washington , D.C. : International Monetery Fund, 1989.

Maryatmo, Rogatianus, “The Role of Oil in Indonesian Economy: A Case of Causality

Test”, Modus, Edisi 06, 1994, 37-44.

McCafferty, Stephen, Macroeconomic Theory, Harper & Row Publishers, New York,

1990.

Pindyck, Robert S., Daniel L. Rubinfeld, Econometric Models and Economic

Forecasting, 4rd Edition., McGraw-Hill, New York, 1998.

Page 26

322

Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, September 2004

Price, Simon, and Insukindro, “The Demand for Indonesian Narrow Money: Long-run

Equilibrium, Error Correction and Forward-Looking Behaviour”, The Journal of International

Trade & Economic Development 3 (2) July 1994, 147-163.

Repse, Einors, “Latvia: Focus on Country Development”, Finance & Development

(FID), ISSN 0015-1947, Vol. 37 Iss:3, September 2000, 17.

Romer, David, Advanced Macroeconomics, International Edition, 2nd edd., McGraw-

Hill Higher Education, Singapore, 2001.

Saleh, Samsubar, “Pengaruh Kebijakan Defisit Anggaran Pemerintah Terhadap

Perekonomian Indonesia”, Disertasi S3, Universitas Gajah Mada Jogjakarta, tidak

dipublikasikan, 2002.

Sargent, Thomas J., and Neil Wallace, “Rational Expectation and the Dynamics of

Hyperinflation”, International Economic Review, Vol 14, June 1973, 328-350.

Sargent, Thomas, J., Macroeconomics Theory, 2nd Edition., Academic Press, Inc.,

New York, 1987.

Seater, John J., “Ricardian Equivalence”, Journal of Economic Literature (JEL), Vol

XXXI, March, 1993, 142-190.

Snowdown, B., and Vane H.R., A Modern Guide to Macroeconomics; An Introduction

to Competing Schools of Thought, Edward Elgar Publishing Limited, Gower House, United

Kingdom, 1995.

Thomas, R.L., Modern Econometrics; an Introduction, 1st Edition., Addison Wesley

Longman, 1997.

Wiles, Mark, H., “Harapan Rasional Sebagai Kontrarevolusi”, dalam buku Daniel Bell

dan Irving Kristol (editor), Krisis Teori Ekonomi, LP3ES, Jakarta, 1987.

Woo, W.T., Glassburner B., and Nasution A., Macroenomomic Policies, Crisis, and

Long-Term Growth in Indonesia 1965-90, The World Bank, Washington, DC, 1994.

Woodford, Michael, “Revolution and Evolution in Twentieth-Century Macroeconomics”,

Paper Prepared for the Conference on “Frontiers of The Mind in the Twenty-First Century”

Library of Congress, Washington, June 14-18, 1999.

World Bank, Entering the 21st Century, World Development Report 1999/2000

Bank Indonesia, Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia; Indonesian Financial Statistics,

1983-2002.