Thesis

PERKEMBANGAN POLA HUNIAN RUMAH PRODUKTIF KAMPUNG SANAN ‘TEMPE’, MALANG

ITS Surabaya, Architecture-Human Settlement & Environment
Thesis for: Magister Teknik (Master of Engineering), Advisor: Prof. Dr. Ir. Happy Ratna Santosa, M.Sc. & Ir. Ispurwono Soemarno, M.Arch., Ph.D.

ABSTRACT

Tempe merupakan salah satu jenis lauk pauk pokok masyarakat Indonesia. Selain karena harganya yang murah, nilai gizinya pun tinggi. Dalam perkembangannya, tempe diolah dalam bentuk makanan ringan, yaitu kripik. Berkenaan dengan hal tersebut terdapat suatu kampung yang menjadi sentra indutri tempe dan menyebabkan kota Malang terkenal dengan produk tempenya. Untuk menjaga kelangsungan produksi, maka kampung ini berusaha mempertahankan image terhadap produksi tempe mereka.
Di kampung Sanan ‘Tempe’, Malang, beberapa rumah tinggal sekaligus berfungsi sebagai tempat industri kecil (makanan). Selain itu terdapat usaha sampingan ternak sapi untuk memanfaatkan limbah produksi makanan tersebut. Hal ini diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap pola hunian dan pola permukiman mereka.
Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi tentang rumah produktif kampung Sanan ‘Tempe’ yang dipengaruhi perkembangan usaha dan daya dukung permukiman, serta gambaran lengkap tentang masyarakatnya. Tujuan lebih jauh adalah mengamati pola-pola perkembangan rumah produktif dan faktor-faktor yang mempengaruhi daya dukung permukiman yang berkelanjutan.
Metode yang digunakan untuk penelitian kualitatif ini adalah metoda penelitian historis dan penelitian perkembangan. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, pendekatan yang dilakukan untuk melakukan studi tentang perkembangan rumah produktif adalah dengan menggunakan teori pengembangan rumah oleh Silas (1993). Sedangkan untuk menelusuri hal-hal yang perlu diperhatikan, hasilnya ditampilkan dalam bentuk diagramatis, ditunjang oleh kognisi lingkungan yang dikemukakan oleh Rapoport (1977).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 pola hunian pada rumah produktif di kampung Sanan ‘Tempe’. Ketiga pola ini memiliki kecenderungan perkembangan yang berbeda-beda, sehingga selanjutnya dapat membantu dalam menentukan arah perkembangan rumah dari aspek produktif dan domestik. Hasil lain penelitian ini adalah berupa usulan pengolahan limbah ternak sapi, dimana keberadaan kandang sapi ini merupakan rangkaian proses produksi tempe di kampung Sanan ‘Tempe’.

Download full-text

Full-text

DOI: 10.13140/RG.2.1.4979.3447 · Available from: Pindo Tutuko, Apr 30, 2015
  • Source
    [Show abstract] [Hide abstract]
    ABSTRACT: Build environment as property of certain society represent a result is solving of wise to environments of their place. Vernacular in the form of build environment, intrinsically a form of repetition or duplication from an environmental element or building component. With any motivation constituting the happening of build environment of coherent in it a requirement accomplishment. While at the time we converse about build environment development (house) in kampong, which must be comprehended by that pattern socialize to develop the house is not linear growing, but the immeasurable process of finished level, which is either through dynamic and continue. Basically that growth result of parallel physical more or less with level of mobility of social-economic family. Interrelationship between physical environment of human settlement with its society, each other influence. Human settlement as environment of dwelling and place of activity supporting life and subsistence have one of its element that is house. Productive house and the human settlement support Kampong Sanan 'Tempe', experiencing of change of dwelling pattern influenced by development of their effort. Research methods used in this qualitative research is historical and developmental research. To get the expected result, the approach being used to study productive house development was using house development theory of Silas (1993). To keep track of objects that need to be observed, the results presented in a diagrammatical way, supported by environmental cognition, by Rapoport’s theory (1977). Research results showed three dwelling patterns in kampung Sanan ‘Tempe’ productive house. These three patterns have different development tendency, that in turn will help to determine house development direction from productives and domestical aspect. Other result of this research is waste-processing proposal for the livestock-breeding, considering the existence of the cow shed represent a link in the chain of tempe production process in kampung Sanan ‘Tempe’.
    Full-text · Conference Paper · Jan 2004