Project

Gender studies

Updates
0 new
0
Recommendations
0 new
0
Followers
0 new
0
Reads
0 new
18

Project log

Ester Lianawati
added a research item
Selama jutaan tahun perempuan telah direduksi dalam tiga peran esensial: perawan-ibu-pelacur. Trinitas peran ini kemudian menciptakan persaingan antar-perempuan yang mengerikan, yang tidak hanya menjadikan perempuan korban tetapi juga pelaku patriarki. Ideologi kejantanan penyebabnya, yang berkepentingan untuk mengukuhkan model “kejantanan ideal” bagi laki-laki. Namun ambisi itu tidak pernah tercapai. Kejantanan ideal justru memberi tekanan pada laki-laki sehingga dalam budaya patriarki laki-laki juga menjadi objek, dan ditindas terutama oleh kaumnya sendiri. Sudah saatnya kita membongkar persoalan patriarki dengan melihat perempuan dan laki-laki dalam model pendekatan relasional, tidak sendiri-sendiri. Kita tidak hanya perlu mengangkat pengalaman perempuan tetapi juga laki-laki yang satu sama lain tidak bisa dilepaskan. Keduanya bisa membebaskan diri dari ideologi ini, menemukan cara masing-masing untuk menjadi Subjek atas Diri. Percayalah, kita tidak membutuhkan objek untuk menjadi Subjek. Revolusi feminin baru akan sungguh-sungguh terjadi jika ada revolusi maskulin!
Ester Lianawati
added a research item
La discussion et le lancement du livre BEAUVOIR MELINTAS ABAD (BEAUVOIR TRAVERSE LE SIÈCLE), avec Sylvie Le Bon de Beauvoir, la légataire de droit de l'œuvre de Simone de Beauvoir.
Ester Lianawati
added a research item
La psychologie féministe est une branche de la psychologie qui s'est développée aux Etats-Unis et dans d'autres pays anglo-saxons. Depuis 1975, elle fait partie de l'American Psychological Association. Elle y a été officiellement enregistrée comme la Division 35 : Society for the Psychology of Women. Elle s'appuie effectivement sur les concepts féministes. En France, on connaît à peine cette discipline. Deux explications pourraient le justifier.
Ester Lianawati
added a research item
Mengapa Perlu Melawan Stigma Pelakor (P)? Bagaimana Melawan Stigma P? Untuk dapat melawan stigma P ini, kita perlu terlebih dahulu memahami bagaimana Proses Penciptaan dan Penguatan Stigma P. Dengan perkataan lain : Mengapa Stigma P Ini Ada? Dan Bagaimana Bisa Populer? Tulisan ini kiranya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Ester Lianawati
added a research item
Ester Lianawati
added a research item
L’histoire du mouvement féministe en Indonésie en quatre périodes : avant l’indépendance, l’Orde lama (l’Ordre ancien), l’Orde baru (l’Ordre nouveau), et après la Réformation.
Ester Lianawati
added a research item
Dalam kenyataannya, tidak ada perceraian antara filsafat dan kehidupan. Setiap langkah yang diambil manusia dalam kehidupannya adalah pilihan filosofis (Simone de Beauvoir dalam L’existentialisme et la sagesse des nations, p. 9). Buku ini adalah sebuah biografi Simone de Beauvoir untuk mengantarkan kita pada filsafatnya yang membebaskan. Ia mengandung elemen-elemen utama yang kita perlukan untuk memahami filsafat ala Beauvoir. Kiranya ia juga menjadi sumber yang dapat dipercaya untuk mengenal Beauvoir. “Dapat dipercaya” karena buku ini ditulis dengan upaya keras untuk menyajikan kehidupan yang sesungguhnya tentang Beauvoir, untuk tidak mengkhianati kebenaran, nilai yang sangat dijunjung Beauvoir. Sejak Beauvoir menyadari bahwa setiap manusia “dikutuk” untuk mati, ia tidak ingin kehilangan waktu sedetik pun. Ia justru bersiap memasuki petualangan besar menjadi dirinya. Dalam lembar demi lembar buku ini, Anda pun akan menemukan kehidupan yang penuh, yang melahap, yang menggairahkan, sebagaimana yang ia dambakan dan senantiasa ia upayakan. Mari melintas abad bersama Simone de Beauvoir. Ester Lianawati, Penulis Dapatkan kesempatan mengikuti kuliah Feminisme di Prancis bulan November 2021 dan dapatkan e-sertifikat dari Asosiasi Hypatia. Syarat membeli buku Beauvoir Melintas Abad. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi cr.hypatia@gmail.com.
Ester Lianawati
added a research item
In order to promote gender equality in Indonesia, the church as one of the systematic and organized congregations need to be involved. The priests as leaders who provide teaching in the church hold a large role, especially the male priests whose number exceed the female ones and as a man, they are more resistant to the idea of gender equality. Therefore, this study wanted to see the gender role attitudes of male priests and their understanding of feminist theology that is closely related to the teaching of gender equality in the church. This study revealed three of them have the traditional gender roles attitude and they haven’t known yet the feminist theology. They believe there are different roles and attributes between women and men that must be addressed with respect to and help each other. While not demeaning women, such a view is still potential to perpetuate the patriarchal culture. However, it is interesting that these three male priests do not regard several themes of the feminist theology in the patriarchal perspective although not in the feminist point of view either. Meanwhile, based on the experience of the only one male priest in this research who has an egalitarian gender role attitude and a very good understanding of feminist theology, it seems that a strategy is needed in spreading the idea of gender equality that won’t provoke parishes’s refusal. Inserting it into the sermons, embracing the young people, and giving examples through the words and deeds in everyday life, are several ways that can be applied by the male priests who’d like to carry the gender equality on their teaching in the church.