Lab

Kelompok Keahlian Sejarah, Teori, dan Kritik Arsitektur

Featured projects (1)

Project
This research is the first of three series of research on the vernacular architecture of matrilineal community in Indonesia. The cultural concept of inheritance according to maternal lineage is not only happening in the Minangkabau ethnic community, but in other ethnic groups that are veiled by bilateral kinship labels. This study was designed to explore matrilineal concepts and female gender significance in matrilineal vernacular architecture that has been dominated by Minangkabau vernacular architecture. Construction of the resulting knowledge will also address the impact of modernization on the sustainability of vernacular architecture, as well as explore the potentials that could be considered for its conservation efforts.

Featured research (2)

”Teori” merupakan terminologi yang maknanya jarang dipahami dengan benar oleh para mahasiswa, dosen dan bahkan peneliti sekalipun. Gambaran mental yang mereka miliki tentang teori adalah sesuatu yang abstrak, mengawang-awang, rumit, oleh karena itu dianggap sebagai hal yang patut dihindari. Seorang sosiolog terkenal Ian Craib (1984) dengan tepat memberikan gambaran tersebut: ”The very word “theory”sometimes seems to scare people … (Only) few people feel at home with theory or use it in a productive way”. Tidak dapat dibantah, teori mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam penelitian di bidang ilmu apapun, termasuk penelitian di bidang arsitektur. Teori berperan untuk menjelaskan keterkaitan antara suatu fenomena dengan data empiris yang diamati dan dianalisis secara sistematis oleh peneliti. Kerlinger (1973) mendefinisikan teori sebagai ”seperangkat konsep, definisi dan proposisi yang menyajikan gambaran sistematik tentang suatu fenomena beserta hubungan di antara variabel-variabelnya, dengan tujuan memberi penjelasan atau memprediksi tentang fenomena tersebut”. Lebih lanjut Neuman (2003) menjelaskan bahwa teori memiliki peran penting dalam mengkaitkan suatu hasil penelitian dengan sejumlah pengetahuan relevan yang telah disumbangkan oleh para peneliti sebelumnya, sehingga melalui penelitiannya seorang peneliti tidak hanya mampu melihat sebatang pohon, tetapi sebuah hutan yang dipenuhi dengan banyak pohon. Teori dengan kata lain berperan meningkatkan kesadaran peneliti terhadap interkonektisitas di antara data dan hasil penelitian. Sayangnya banyak peneliti yang tidak mampu secara eksplisit menentukan teori mana yang sesuai dengan penelitiannya, dan bagaimana teori tersebut harus digunakan. Sebagai akibatnya mereka cenderung menjadi peneliti yang a-teoretis dan perannya hanya terbatas pada kolektor data empiris. Untuk meneliti tentang makna dalam arsitektur misalnya, seorang peneliti secara eksplisit harus menetapkan alternatif teori mana yang paling relevan baginya di antara sekian banyak teori yang telah berkembang, apakah teori strukturalisme, fenomenologi, pasca strukturalisme atau teori lainnya.
Makalah ini membahas tentang pengertian dan karakteristik pengetahuan pribumi, serta landasan-landasan filosofis dan teoretis yang diperlukan untuk membangun perspektif dan kerangka berpikir kritis bagi studi pengetahuan pribumi dalam bidang ilmu arsitektur dan lingkungan binaan di Indonesia. Akan dijabarkan landasan ontologis, epistemologis, axiologis dan metodologis yang perlu dianut oleh studi pengetahuan pribumi di Indonesia, agar dapat dikembangkan menjadi bidang kajian yang memenuhi kaidah-kaidah keilmiahan, terbebas dari kekangan wacana kolonial yang cenderung mendegradasikan nilai pengetahuan pribumi, maupun dari godaan wacana nasionalis yang cenderung meromantisasikan pengetahuan pribumi sebagai nostalgia masa lalu untuk membangun identitas etnis atau sentimen kebangsaan. Tantangan utama yang perlu dijawab adalah: Bagaimana studi pengetahuan pribumi di Indonesia harus dilaksanakan, agar dapat berkontribusi secara efektif pada pengkayaan khasanah pengetahuan, pelestarian, dan pemanfaatan pengetahuan pribumi bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan komunitasnya; agar terjadi interaksi yang efektif dan kreatif antara pengetahuan pribumi dengan sistem pengetahuan ilmiah, sehingga dapat dihasilkan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pengembangan keilmuan arsitektur dan lingkungan binaan, serta bagi kepentingan masyarakat umum. Kata kunci: kerangka kritis, landasan filosofis dan teoretis, studi pengetahuan pribumi, arsitektur dan lingkungan binaan.

Lab head

Iwan Sudradjat
Department
  • Architectural History, Theory and Criticism
About Iwan Sudradjat
  • Iwan Sudradjat is Professor in theory and history of architecture at the Department of Architecture, School of Architecture, Planning and Policy Development, Institut Teknologi Bandung, Indonesia. He received his PhD in theory and history of architecture from Sydney University in 1991. His research interests include: Historiography of Indonesian Architecture, Architectural Research Methodology, Gender and Built Environment.

Members (10)

Himasari Hanan
  • Bandung Institute of Technology
Indah Widiastuti
  • Bandung Institute of Technology
Bambang Setia Budi
  • Bandung Institute of Technology
Feni Kurniati
  • Bandung Institute of Technology
Christina Gantini
  • Bandung Institute of Technology
Nita Dwi Estika
  • Soegijapranata Catholic University
Arif Sarwo Wibowo
  • Bandung Institute of Technology
Ahmad Zuhdi Allam
  • Bandung Institute of Technology