Jurnal Menssana

Published by Universitas Negeri Padang (UNP)
Print ISSN: 2527-645X
Publications
Masalah penelitian adalah rendahnya kemampuan bidding dan playing mini bridge siswa SD Negeri 004 Rambah Samo. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan bidding dan playing mini bridge siswa SD Negeri 004 Rambah Samo dengan penerapan metode drill. Metode yang digunakan penelitian eksperimen semu berupa memberikan perlakukan latihan drill yang dirangkum dalam program latihan dengan menggunakan modul pembelajaran mini bridge. Data penelitian dianalisa menggunakan t-tes pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan, nilai pretest kemampuan bidding dan playing mini bridge siswa sebesar 53,75 meningkat menjadi nilai posttest sebesar 77,19 setelah memberikan perlakuan penerapan metode drill. Hasil analisa data diperoleh t hitung sebesar 18,486 sedangkan t tabel sebesar 1,753. Berarti, penerapan metode drill memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan bidding dan playing mini bridge. Disimpulkan, terjadinya peningkatan perlakuan penerapan metode drill terhadap kemampuan bidding dan playing mini bridge siswa SD Negeri 004 Rambah Samo yaitu sebesar 23,44%.
 
The purpose of this research is to determine the level of aerobik endurance capability athletes global football school age 14-16 years old Payakumbuh city. This reseach used descriptive research approach. Population of this reseach is amounted 25 athletes. The technique of taked sampling is done by total sampling that all the population sampled with the number of 25 athletes. The data collection using by instrument yo-yo intermitten recovery test. Data analysis technique used is descriptive statistic technique with percentage counting. The results of this research is showed that 3 peoples (12%) were classified as moderate, 12 peoples (48%) were classified as less, and 10 peoples (40%) had aerobic endurance classified as poor. Conclusion of this reseach is the endurance ability of aerobic athletes global football age 14-16 years old Payakumbuh city is classified in poor cotegory.
 
Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Di SDN 16 Pisang Kecamatan Pauh Kota Padang ditemui permasalahan yang timbul di lapangan dimana tidak efektifnya pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan seperti keterampilan dalam membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan pelajaran dan mengelola kelas. Hal ini menyebabkan kurangnya perhatian siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru pendidikan jasmani seperti: siswa merasa bosan atau tidak sesuai dengan pola mengajar yang diterapkan guru, siswa memandang guru kurang menguasai bahan pelajaran yang sedang disajikan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui sejauhmana Persepsi Siswa Terhadap Keterampilan Guru Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Di SDN 16 Pisang Kecamatan Pauh Kota Padang. Populasi pada penelitian ini adalah Siswa-Siswi SDN 16 Pisang Kecamatan Pauh Kota Padang Tahun Ajaran 2012/2013 yang terdiri dari siswa kelas IV sebanyak 235 orang yang terdiri dari 98 siswa dan 135 siswi, kelas V sebanyak 204 orang yang terdiri dari 84 siswa dan 120 siswi serta kelas VI sebanyak 200 orang yang terdiri dari 84 siswa dan 116 siswi. Total populasi keseluruhan adalah sebanyak 639 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil 10 % dari siswa-siswi kelas IV dan kelas V dengan menggunakan teknik Strata Stratified Purposive Random sampling yaitu siswa kelas IV sebanyak 24 orang yang terdiri dari 10 laki-laki dan 14 perempuan, kelas V sebanyak 20 orang yang terdiri dari 8 laki-laki dan 12 perempuan. Total keseluruhan 44 orang. Alat pengumpul data dilakukan dengan angket berskala Likert, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif melalui tabulasi frekuensi. Hasil analisis data terhadap masing-masing variabel ditemukan : (1) Persepsi siswa terhadap guru dalam membuka pembelajaran diklasifikasikan “Cukup” dengan perolehan persentase (54,54%). (2) Persepsi siswa terhadap guru dalam materi pembelajaran diklasifikasikan “Cukup” yaitu dengan perolehan persentase (58,40%). (3) Persepsi siswa terhadap guru dalam metode pembelajaran diklasifikasikan “Cukup” yaitu dengan perolehan persentase (52,98%). (4) Persepsi siswa terhadap guru dalam menutup pembelajaran diklasifikasikan “Cukup” dengan perolehan persentase (52,27%).
 
Abstrak Seluruh aspek kehidupan mengalami penyesuaian sejak pandemi covid-19. Hal ini menjadi sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan aktivitas fisik melalui olahraga, agar imunitas tubuh terjaga serta terhindar dari virus dan penyakit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap tingkat aktivitas fisik Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama masa karantina covid-19 di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali yang dilakukan selama 14 hari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional. Instrumen yang digunakan yaitu lembar recall physical activity 24 jam selama 14 hari untuk mengumpukan data status gizi dan tingkat aktivitas fisik. Setelah data terkumpul akan dilakukan uji normalitas menggunakan teknik kolmogorov smirnov dan uji homogenitas menggunakan teknik levene statistic dengan taraf signifikan 5% (p > 0.05). Selanjutnya, uji hipotesis menggunakan teknik korelasi dengan taraf signifikan 5% (p < 0.05). Hasil penelitian menunjukan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai sig 0.167 (status gizi) dan sig 0.073 (tingkat aktivitas fisik) p > 0.05 dan data bersifat homogen dengan nilai sig 0.133 (p > 0.05). Hasil uji hipotesis dengan teknik korelasi mendapatkan hasil nilai sig sebesar 0.005 (p < 0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan status gizi terhadap tingkat aktivitas fisik PMI selama masa karantina covid-19 di Kabupaten Jembrana. Kata Kunci: status gizi, tingkat aktivitas fisik, covid-19
 
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan aktivitas fisik pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya minat Komunitas Lari OerangTjianzoeRun dalam melakukan aktivitas fisik di rumah pada pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dalam bentuk kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode survei. Subjek dalam penelitian anggota komunitas lari OerangTjianzoeRun yang berjumlah 100 orang. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik angket tertutup. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan minat Komunitas lari OerangTjianzoeRun dalam melakukan aktivitas fisik di rumah masuk ke dalam kategori tinggi dilihat dari data rerata sebesar 59.47%. Tidak dipungkiri meski dengan keadaan ruang gerak yang terbatas, rata-rata anggota komunitas lari OerangTjianzoeRun masih melakukan aktivitas fisik walaupun hanya dengan dirumah saja. Pandemi COVID-19 tidak menjadi penghalang untuk tidak beraktivitas fisik. Selama mematuhi aturan protokol kesehatan yang berlaku aktivitas fisik dapat dilakukan di rumah dengan melakukan berbagai macam aktivitas fisik seperti: Work out, skipping, yoga, senam aerobik, dan lain-lain. Dengan melakukan aktivitas fisik di rumah kita sudah mengikuti protokol kesehatan salah satunya physical distancing dan social distancing serta membantu pemerintah dengan memutus rantai penyebaran COVID-19. .
 
Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi pembelajaran dari mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SMA di masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Brebes. Data dari penelitian ini adalah data pokok yang diperoleh dari hasil kuisioner oleh guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dan 32 SMA di kabupaten Brebes. Penelitian ini memiliki 2 kriteria tujuan yaitu secara umum dan khusus, yang mana untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan pembelajaran daring mata pelajaran PJOK di tinjau dari beberapa aspek, yaitu kontek, input, proses, dan produk. Penelitian ini menggunakan teori yang dicetuskan oleh Sugiyono (2012). Metode penelitian dari penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah evaluasi rekapitulasi dari 4 aspek dari guru yaitu 78.99% (baik) dan siswa 68% (cukup). Serta hasil evaluasi dari keseluruhan yaitu 73.5% (baik). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran PJOK secara daring ternyata dapat dikategorikan dengan kesimpulan baik dengan prosentase 73.5%, namun aspek produk menjadi terendah. Sehingga aspek produk membutuhkan perbaikan dan pengingkatan serius dalam program pembelajaran PJOK secara daring.
 
The problem in this study is that there has not been an evaluation of online learning through e learning during the Covid-19 pandemic in the Sports Physiology course. For this reason, this study aims to determine the achievement of online learning that has been carried out until mid-semester as a form of learning evaluation. In this study, the sample was obtained from students who took the Sports Physiology lecture who met the inclusion criteria as many as 58 people. This type of research is a quantitative descriptive study using two methods, survey methods namely in the form of a questionnaire to determine the ability of students to access e learning and an essay test to determine student learning outcomes until mid-semester, especially in the cognitive aspects. The results showed that students had been able to access e learning well and had a good average value of learning outcomes.
 
This study aims to determine the application of the rules (rules) and routines (routines) in the learning process of Physical Education in SMP Negeri throughout the Banyumas Regency. This research is quantitative descriptive research. The research method used was a survey method. The subjects in this study were physical education teachers in Banyumas Regency, totaling 36 schools. The sampling technique uses a total sampling technique. The research instrument used in the form of a questionnaire application of rules (rules) with a validity coefficient of 0.925 and a reliability coefficient of 0.991, as well as a routine questionnaire (routines) with a validity coefficient of 0.925 and a reliability coefficient of 0.987. Data analysis techniques using quantitative descriptive analysis presented in the form of a percentage. The results showed that: (1) The application of the rules in Physical Education learning in state junior high schools in Banyumas Regency was in the category of "very less" by 0% (0 teachers), "less" by 0% (0 teachers), "Enough" at 30.56% (11 teachers), "good" at 69.44% (25 teachers), and "very good" at 0.00% (0 teachers). (2) Implementation of routines in Physical Education learning in state junior high schools in Banyumas Regency is in the category of "very less" by 0% (0 teachers), "less" by 0% (0 teachers), "enough" by 69, 44% (25 teachers), "good" by 27.78% (10 teachers), and "very good" by 2.78% (1 teacher). With these results, it can be concluded that the application of rules and routines in SMPs throughout the Banyumas Regency is in the sufficient category.
 
Rendahnya kualitas hasil pembelajaran tenis dasar mahasiswa yang mengambil mata kuliah tenis dasar di jurusan pendidikan olahraga FIK UNP, merupakan salah satu masalah pembelajaran yang sangat perlu dicarikan solusi agar dapat meningkatkan kualitas hasil belajar tenis mahasiswa di masa depan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat dan objektif tentang kualitas pembelajaran tenis dasar yang dapat dijadikan pertimbangan untuk memperbaiki proses pembelajaran tenis berikutnya. Program pembelajaran tenis dasar ini merupakan salah satu program yang dapat dijadikan percontohan untuk program pembelajaran lainnya di FIK UNP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode evaluasi dengan menggunakan model CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam, model ini terdiri dari konteks (context), masukan (input), proses (prosess) dan hasil (product). Hasil penelitian tentang evaluasi program pembelajaran tenis dasar ini adalah, yang pertama dari sudut konteks, bahwa konsep pembelajaran tenis dasar perlu direvisi kembali, terutama terkait dengan tingkat kedalaman materi permbelajaran yang terlalu sulit, sehingga dengan tingkat potensi mahasiswa yang masih rendah sulit terjangkau. Dari sudut input, bahwa tidak semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah dasar memiliki bakat dan minat terhadap olahraga tenis ini, sehingga diperlukan pertimbangan dan aturan yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan potensi mahasiswa, termasuk perhatian dosen yang perlu di tingkatkan serta memaksimalkan penggunaan fasilitas perkuliahan yang telah disiapkan oleh jurusan/ fakultas. Dari sudut proses, pengelolaan dan pengornisasian materi perlu di tata ulang, agar mahasiswa mendapatkan kesempatan yang banyak untuk belajar dan latihan, serta menggunakan metode yang lebih kompleks, karena metode yang kurang kompleks, sulit bagi mahasiswa untuk menguasai materi yang diberikan. Dari sudut hasil, bahwa secara kualitas mahasiswa belum memenuhi syarat untuk dapat lulus artinya belum berhasil, karena belum memiliki penguasaan gerak dasar tenis yang memadai untuk dapat diterima pada mata kuliah tenis pendalaman atau lanjutan. Oleh karena itu, jika program pembelajaran tenis dasar mahasiswa jurusan FIK UNP ini dapat berjalan dengan baik, maka komponen-komponen yang telah disampaikan di atas perlu diperbaiki dan direvisi, agar kegiatan pembelajaran tenis dasar dapat berkualitas dan bermakna.
 
Masalah dalam penelitian ini adalah belum optimalnya pelaksanaan pembelajaran penjasorkes di SD Negeri 22 Andalas Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran, motivasi siswa dan sarana prasarana di SD Negeri 22 Andalas Padang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, yaitu mengungkap dan menerangkan pelaksanaan UKS di SD Negeri 22 Andalas Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SD Negeri 22 Andalas Padang yang berjumlah 57 orang. Teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling yang berjumlah 57 orang. Alat pengumpulan data adalah angket dengan mengunakan model skala guttman dengan kategori jawaban ‘ya’ dan ‘tidak’.. Selanjutnya data diolah dan dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil analisis data SD Negeri 22 Andalas Padang antara lain kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes di peroleh tingkat capaian sebesar 70% berada pada klasifikasi cukup. Motivasi siswa diperoleh tingkat capaian sebesar 73% berada pada klasifikasi cukup, sedangkan pada sarana dan prasarana diperoleh tingkat capaian sebesar 60% berada pada klasifikasi kurang baik.
 
Masalah dalam penelitian berawal dari kurang terlaksananya kegiatan kepramukaan di Gugus Depan SDN 22 Ulak Karang Utara Kota Padang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motivasi instrinsik dan ekstrinsik siswa dalam kegiatan kepramukaan di Gugus Depan SDN 22 Ulak Karang Utara Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan keadaan atau kondisi pada saat penelitian. Populasi dalam penelitian seluruh siswa yang mengikuti kegiatan pramuka yang berjumlah 30 orang. Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel yaitu 30 orang. Alat pengumpul data adalah angket dengan skala Likert. Data di analisis dengan statistik deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut : (1) Motivasi intrinsik siswa dalam aktivitas pengembangan diri bidang kepramukaan di Gugus Depan SDN 22 Ulak Karang Utara Kota Padang sebesar 73.83%, termasuk klasifikasi ”Sedang”. 2) Motivasi ekstrinsik siswa dalam aktivitas pengembangan diri bidang kepramukaan di Gugus Depan SDN 22 Ulak Karang Utara Kota sebesar 69.97%, termasuk klasifikasi “Sedang”. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa motivasi siswa dalam aktivitas pengemangan diri Bidang Kepramukaan di Gugus Depan SDN 22 Ulak Karang Utara Kota Padang termasuk klasifikasi “Sedang” dan perlu ditingkatkan lagi.
 
Masalah dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes di SD Negeri 28 Air Tawar Timur Kecamatan Padang Utara Kota Padang belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Banyak faktor yang menyebabkannya, salah satu faktor penulis duga disebabkan oleh kemampuan motorik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan motorik siswa SD Negeri 28 Air Tawar Timur Kecamatan Padang Utara Kota Padang Jenis Penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 28 Air Tawar Timur Kecamatan Padang Utara Kota Padang yang berjumlah 35 orang, Penarikan Sampel menggunakan teknik total sampling, yaitu menetapkan siswa kelas V sebagai sampel yang berjumlah 35 orang, dimana siswa putra 16 orang dan siswa putri 19 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan pengukuran tes kemampuan motorik yang meliputi: Lempar bola basket. tes koordinasi mata tangan, lari 40 meter, Tes lompat jauh tanpa awalan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik persentase Dari analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: 1) Dari 16 orang responden putra menunjukkan bahwa kemampuan motorik pada kategori sangat baik 6 orang, baik 10 orang sedangkan kategori sedang, kurang dan sangat kurang tidak ada. Rata - rata skor kemampuan motorik siswa putra 13.38, termasuk kategori baik, 2) Dari 19 orang responden putri menunjukkan bahwa kemampuan motorik pada kategori sangat baik 4 orang, baik 11 orang, sedang 4 orang sedangkan kategori kurang dan sangat kurang tidak ada. Rata - rata skor kemampuan motorik siswa putri 12.58, termasuk kategori baik.
 
Masalah dalam penelitian ini berawal dari observasi peneliti yaitu rendahnya hasil belajar PENJASORKES murid Kelas V SD Negeri 28 Karang Pauh Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar PENJASORKES adalah dengan pemilihan pengembangan model permainan yang efektif dan efisien. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengembangan Model Permainan Teknik Dasar Sepak Bola pada Murid Kelas V SD Negeri 28 Karang Pauh Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model. Populasi pada penelitian ini adalah murid kelas V SD Negeri 28 Karang Pauh Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan yang berjumlah 27 orang. Setelah data didapat, maka teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus persentase dan uji-t. Dari Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengembangan Model Permainan dapat Meningkatkan Teknik Dasar Sepak Bola pada Murid Kelas V SD Negeri 28 Karang Pauh Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan terbukti dengan thitung ((115,4593) > t table(2,0560) pada α=0.05
 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan Incline Push Up Depth Jump terhadap hasil tolak peluru gaya ortodox pada siswa SMP Negeri 29 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, metode eksperimen. Populasi berjumlah 318 siswa dengan sampel berjumlah 20 siswa putra. Sampel yang diperoleh selanjutnya dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 10 orang sebagai kelompok Eksperimen yang diberi perlakuan latihan Incline Push Up Depth Jump dan 10 orang sebagai kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan tes. Analisis regresi linear sederhana diperoleh Y = 3,91 + 0,79X hasil nilai positif ini menunjukkan bahwa diprediksikan terdapat pengaruh latihan Incline Push Up Depth Jump terhadap hasil tolak peluru gaya ortodox siswa. Analisis selanjutnya menggunakan korelasi product moment diperoleh rxy = 0,90 dengan kategori tingkat hubungan kuat, selanjutnya hasil nilai r dikuadratkan dan presentase sehingga diketahui kontribusi variabel X terhadap variabel Y sebesar 81%. Dan hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t diperoleh thitung > ttabel (8,86 > 1,734), dengan demikian terdapat pengaruh latihan Incline Push Up Depth Jump terhadap hasil tolak peluru gaya ortodox pada siswa SMP Negeri 29 Palembang. Memperjelas bahwa Ha diterima dan Ho ditolak secara signifikan.
 
Masalah dalam penelitian ini dilihat dari pekerjaan orang tua siswa rata-rata bertani,dan jam kerja mereka bahkan lebih dari 12 jam sehari. Karena kesibukan yang dialami oleh orang tua tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka timbul kebiasaan yaitu orang tua kurang memperhatikan asupan gizi anaknya, misalnya anak-anaknya tidak dibiasakan untuk sarapan pagi, hanya diberi uang saku untuk membeli makanan di sekolah, membiasakan mengkonsumsi makanan yang dijual di warung, sementara keseimbangan gizi dan kebersihannya kurang diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memaparkan Pengetahuan Ilmu Gizi Siswa-siswi SMP Negeri 32 Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SMP Negeri 32 Padang. Penarikan sampel dengan teknik Purposive Sampling, ditetapkan sebanyak 72 orang sebagai sampel. Teknik pengambilan data pengetahuan ilmu gizi dengan membagikan angket. Teknik analisis data yaitu dengan menggunakan distribusi frekuensi (statistik deskriptif) dengan perhitungan persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa Pengetahuan Ilmu Gizi Siswa-Siswi SMP Negeri 32 Padang mencapai persentase 73,24%. Dengan demikian, pengetahuan ilmu gizi siswa-siswi di SMP Negeri 32 Padang dikategorikan “BAIK”.
 
Masalah dalam penelitian ini adalah kekuatan shooting atlet masih jauh dari yang diharapkan, karena terbukti dari banyaknya shooting yang dilakukan oleh atlet baik dalam pertandingan maupun latihan sangat sedikit yang bisa menghasilkan gol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk latihan squat jump terhadap kemampuan shooting di dalam permainan sepakbola atlet Pro:Direct Academy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pengambilan data kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet Pro:Direct Academy sebanyak 85 orang. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling, dengan kriteria atlet yang sudah berlatih selama setahun. Maka sampel dalam penelitian ini adalah atlet U17-U18 sebanyak 20 or. Instrumen penelitian yang digunakan adalah alat tes kecepetan dan kekuatan shooting yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan bentuk latihan squat jump kepada atlet. Analisa data menggunakan uji-t. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa t-hitung untuk hasil tes kekuatan sebesar 3,548, di mana nilai tersebut lebih besar dari nilai tabel dengan derajat bebas 19 dan taraf signifikansi sebesar 1% yaitu 2,539. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan berupa latihan squat jump memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan shooting di dalam permainan sepakbola.
 
Objectives: The aim of this study to evaluate the sports activities in Saudi universities from the students perspective also, to investigate the obstacles influencing sports activities in Saudi universities. Methods: This study is used the descriptive approach to study 114 respondents were randomly selected from in some Saudi university. The questionnaire was used study comprises five questions. An online questionnaire was designed by Google forms and was distributed by email and WhatsApp. Results: The study revealed some obstacles that hinder the success of sports activities in Saudi Arabia universities for males are: Sports injuries, Lack of facilities, Lack of tools, Non updated programs, admission conditions are not clear, Lack of student interest to do sport, Lack of time in university time table to do sport, There is no scheduled for the sport activities in Saudi universities, lack of fund and lack of human recourse. Conclusion: Can see the importance to investigate the most important factors to enhance sports activities. As well most of the university's students agree with the important need to enhance the sports activities. In addition, all of the obstacles consider by the student are easy to solve if universities implement important the factors.
 
Adapun tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui peredaan adaptasi lingkungan bagi atlet yang berlatih di daerah dataran tinggi dengan dataran rendah terhadap VO2max dan Kadar Hemoglobin (Hb)darah. Jenis penelitian ini berupa eksperimen semu. Data VO2Max diambil menggunakan bleep test, sedangkan untuk prngambilan data hemoglobin (Hb) darah menggunakan metode shahly. Uji hipotesis pada penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap VO2Max atlet yang brlatih di daerah dataran tinggi dengan dataran rendah pada olahraga anaerobik. Tidak terdapat perbedaan terhadap hemoglobin (Hb) darah atlet yang berlatih di daerah dataran tinggi dengan dataran rendah pada olahraga anaerobik.
 
Penelitian ini bertujuan untuk melihat “perbedaan pengaruh latihan senam mixed impact aerobic dan body language terhadap indeks massa tubuh.” Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, karena jumlah anggota populasi penelitian terbatas. Jumlah populasi adalah sebesar 20 orang dan seluruh anggota populasi dijadikan sampel, yaitu anggota Studio Senam Hayati Kota Padang. Data body mass index diambil melalui berat dan tinggi badan dari anggota sanggar. Data diperoleh dengan dua cara yaitu tes awal (sebelum perlakuan) dan tes akhir (sesudah perlakuan) dengan tujuan untuk melihat seberapa besar perbedaan pengaruh metode latihan terhadap berat badan. Data diolah dan dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjuklan bahwa (1) latihan senam mixed impact aerobic didapat thitung 2,88 > ttabel 2,262 hal ini berarti signifikan terhadap penurunan indeks massa tubuh anggota sanggar; (2) latihan body language didapat thitung 3,74 > ttabel 2,262 berarti signifikan terhadap penurunan indeks massa tubuh anggota sanggar; dan (3) tidak terdapat perbedaan pengaruh antara latihan senam mixed impact aerobic dan body language terhadap penurunan indeks massa tubuh anggota Studio Senam Hayati Kota Padang.
 
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh senam aerobikmix impact terhadap penurunan kadar lemak tubuh pada sanggar senam Rai Kota Sawahlunto. Populasi dalam penelitian ini adalah member wanita yang aktifdalamkelassenamaerobik di SanggarSenamRaiKotaSawahluntosebanyak 57 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel berjumlah 14 orang. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah pengaruh signifikan senam aerobikmix impact terhadap penurunan kadar lemak tubuh pada sanggar senam Rai Kota Sawahlunto. Berdasarkan tabel diatas didapatkan nilai thitung =38.00sedangkan ttabel sebesar 1.771 dengan taraf signifikan α = 0.05 dan dk = 14 Berdasarkan pengambilan keputusan diatas maka thitung > ttabel (38>1.771).Dapat disimpulkan bahwa adanya efek dari latihan senam aerobikmix impact terhadap penurunan kadar lemak tubuh anggota sanggar senam Rai Sawahlunto.
 
This study aims to determine the effect of implementing traditional game learning models on improving basic motor skills in children. The research method used is the experimental method. The designs used are the Pre-test and Post-test Group Design. The study population consisted of two classes with a total of 60 students and the sampling technique used simple random sampling with a sample size of 30 students. The test instruments used in this study included: 1) 4 x 10-meter shuttle run test, 2) throw-and-catch test at a distance of 1 meter from the wall, 3) Stork stand test positional balance, 4.) Test 30 sprint meter. The data analysis technique used is the prerequisite test which includes data normality test and data homogeneity test, as well as hypothesis testing using paired t-test. The results showed that there was an effect of traditional game-based learning models on the improvement of children's Fundamental Motor Skills as evidenced by p-value = 0.001. In addition, from the control group data, it is known that there is no significant effect of conventional learning on improving children's Fundamental Motor Skills as evidenced by p-value = 0.072, with these results it can be concluded that traditional game-based learning models are proven to improve children's fundamental motor skills, and can be used as an alternative to the learning process that is more effective than conventional learning.
 
Multimedia is a more complex learning media, and a means of delivering messages in two or more forms. This study aims to determine the effect of 50 M freestyle swimming course using multimedia on the learning outcomes of student majoring in sports education at FIK UNP. The method used is quasi experiment. The sampling technique is done by using a random sample quota technique. The sample size for each treatment group is 10 people, so the number of samples is 20 people or 50% of the total population. The results of the data normality test calculation used the Kolmogorov Smirnov test at a significance level of 0.05, showing a significance value> 0.05, so that all sample groups in this study came from normally distributed populations. From the hypothesis test using the t test, tcount> ttable or significance ≤ α value (0.05) was produced. The conclusion of the study was the 50 M freestyle swimming course using multimedia significantly affected the learning outcomes of FIK UNP's Sport Education students.
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi IKIP Budi Utomo Malang pada pengembangan buku ajar Ilmu Gizi Olahraga. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan buku ajar Ilmu Gizi OLahraga. Pengembangan buku ajar Ilmu Gizi Olahraga ini mengacu pada model 4D yang dikembangkan olehThiagarajan, dkk. (1974) yang terdiri dari 4 tahap yaitu Define, Design, Development, dan Disseminate, dimodifikasi untuk disesuaikan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan buku ajar Ilmu Gizi Olahraga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi IKIP Budi Utomo Malang.
 
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui keaktifan indera, keaktifan akal, keaktifan ingatan, dan keaktifan emosi atlet dalam mengikuti latihan sepak bola di masa new normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan bentuk penelitian survei. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Penelitian ini menggunakan skala Likert. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet sepak bola di Pontianak berjumlah 97 orang. Sampel yang digunakan total sampling yang berjumlah 97 orang. Langkah analisis dan mengolah data yaitu Editing, Klasifikasi, Tabulasi, Skala, Mempersentasekan data, Menyimpulkan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat keaktifan atlet dalam mengikuti latihan sepak bola di masa new normal tergolong pada tiga klasifikasi yaitu sangat baik sebesar 44,3%, baik sebesar 52,6% dan cukup sebesar 3,1%. Sedangkan jumlah pengelompokan skor keseluruhan dari semua atlet termasuk dalam klasifikasi baik yaitu sebesar 52,6%.
 
Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) adalah ketidak nyaman atau nyeri pada otot yang terjadi setelah latihan dan pada umumnya disebabkan oleh latihan yang didominasi oleh kontraksi eksentrik. DOMS biasanya disertai dengan gejala-gejala seperti kekakuan, penurunan pada kekuatan otot serta nyeri yang dirasa 12-24 jam setelah latihan dan mencapai puncaknya pada 24-48 jam setelah latihan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempercepat pemulihan DOMS dengan mengetahui pengaruh pemberian kurkumin dalam meringankan gejala DOMS setelah latihan eksentrik. Gejala DOMS yang diukur pada penelitian ini adalah nyeri otot. Desain penelitian ini adalah randomized group pretest and posttest design. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PJKR IKIP Budi Utomo yang dibagi secara acak ke dalam 2 kelompok, 18 orang coba kelompok kontrol (K1) dan 18 orang coba kelompok perlakuan (K2). Kurkumin diberikan secara oral dalam bentuk kapsul setelah aktivitas eksentrik dengan dosis 150 mg. Pemberian kurkumin dilakukan 1 jam dan 24 jam setelah aktivitas eksentrik. Nyeri otot diukur dengan Visual Analogue Scale. Pengukuran dilakukan 1, 24 dan 48 jam (selama 3 hari) setelah aktivitas eksentrik. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pemberian kurkumin pada kelompok perlakuan dapat menurunkan nyeri otot pada 48 jam setelah aktivitas eksentrik (5,08,3±0,79) jika dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai p=0,00 (p<0,05).
 
Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengetahui potensi Germanggis untuk dijadikan prasarana aktivitas jasmani, 2) Mengetahui faktor penghambat dalam pengembangan Germanggis sebagai prasarana aktivitas jasmani, 3) Mengetahui faktor pendukung Germanggis, untuk dijadikan prasarana aktivitas jasmani. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, focus group discusion, wawancara dan dokumentasi. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling untuk pengelola dan snowball sampling untuk guru dan siswa. Digunakan trianggulasi data untuk keabsahannya, dan analisa interaktif model Miles dan Huberman untuk menganalisa datanya. Hasilnya: 1) Potensi dari Germanggis yaitu memiliki sumber mata air yang cukup, berdiri diatas lahan seluas 1,5 hektar, dan masih ada 3,5 Hektar lagi untuk dikembangkan, udaranya masih sejuk, pandangan saat sunrise dan sunset bagus, 2) Faktor Penghambatnya; jalannya menanjak, belum dilalui jalur bus, 3) Faktor Pendukungnya: harga tiket masuk terjangkau, tersedianya fasilitas ibadah dan warung makan, banyak terdapat spot foto menarik, terdapat area camping, dan area outbond masih dalam penataan. Kesimpulan: Objek Wisata Germanggis sudah mulai digunakan oleh Guru Penjasorkes untuk pembelajaran aktivitas jasmani berbasis outdoor activity karena terdapat fasilitas yang mendukung yaitu camping ground, outbound, fasilitas ibadah dan warung makan, spot foto. Germanggis dapat digunakan sebagai prasarana pembelajaran aktivitas jasmani berbasis outdoor activity karena respon guru dan siswa sangat baik setelah melakukan pembelajaran aktivitas jasmani berbasis outdoor activity.
 
Para ahli dan pakar telah mengemukan berbagai pendapat mengenai hakekat bermain antara lain: “Bermain adalah sesuatu yang membantu anak mencapai perkembangan yang utuh baik fisik, intelektual, sosial, moral, emosional.Bermain adalah prasyarat untuk keterampilan masa yang akan datang. Bermain juga merupakan kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan tanpa mempertimbangkan hasil.Di samping itu bermain adalah kegiatan yang tidak mempunyai peraturan yang dibakukan melainkan ditetapkkan oleh para pemain sendiri” (Elizabeth B. Hurlock. 1993:320). Dari pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa bermain adalah suatu kegiatan yang melibatkan atau mental seseorang anak (siswa) sehingga, dapat mempengaruhi dalam bidang kehidupan. Terlihat dari kegiatan bermain dapat menyenangkan, menggembirakan, spontan, sukarela, cukup aktif dan mempunyai tujuan-tujuan tertentu
 
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kecepatan renang atlet melalui latihan interval. Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 9 atlet diperoleh menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes kecepatan 100m gaya bebas. Semua data dianilis menggunakan software Minitab versi 17 dengan taraf signifikansi 0,05. Uji statistik data menggunakan Paired t test. Hasil penelitian diperoleh nilai P = 0,000 < 0,05 terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok pret-test dengan kelompok post-test. Studi ini menyimpulkan bahwa pemberian latihan interval dapat meningkatkan kecepatan renang pada atlet para-renang.
 
Penelitian ini berawal dari keingin tahuan penulis tentang tingkat kebugaran jasmani dari ibu-ibu di Jorong kp. Alai Nagari Jambak Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran nyata bagaimana tingkat kebugaran jasmani masing- ibu-ibu tersebut. Jenis penelitian yaitu jenis penelitian deskriptif, Populasi dalam penelitian ini sebanyak 280 orang, dan Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebesar 10% dengan demikian jumlah sampel adalah 28 0rang ibu rumah tangga Jorong Kp. Alai Nagari Jambak Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Jenis data dalam penelitian yaitu data primer berasal dari hasil pengukuran tes kebugaran jasmani terhadap ibu-ibu yang terpilih menjadi sampel dan data sekunder yaitu data ibu-ibu yang diperoleh dari Kantor Wali Nagari Jambak Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani ibu-ibu Jorong Kp. Alai Nagari Jambak Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman memiliki rata-rata sangat kurang . 0 orang ibu rumah tangga dengan kebugaran jasmani baik sekali , dengan persentase (0%), 0 orang ibu rumah tangga dengan kebugaran jasmani baik, dengan persentase (0%), 11 orang ibu rumah tangga dengan kebugaran jasmaninya cukup persentase (39,28%), 5 orang ibu rumah tangga dengan kebugaran jasmani kurang persentasi (17,87%) selanjutnya yaitu kategori kebugaran jasmani ibu rumah tangga sangat kurang sebanyak 5 orang ibu rumah tangga , dengan persentasi (42,85%).
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan kemampuan motorik terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah renang. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Penjaskesrek FKIP Universitas PattImura Ambon pada tahun 2016. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data status gizi mahasiswa menggunakan Indeks Antropometri (BB/TB). Untuk kemampuan motorik menggunakan tes Barrow Motor Ability, sedangkan untuk prestasi belajar diambil dari nilai tes semester genap. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga diperoleh sampel berjumlah 51 mahasiswa. Hasil analisis data menunjukkan, bahwa: 1) terdapat hubungan yang positif antara status gizi terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah renang dengan koefisien korelasi rx1y sebesar 0,53 dan koefisien determinasi sebesar 0,28 yang berarti bahwa jumlah kontribusi sebesar 28%. 2) terdapat hubungan yang positif antara kemampuan motorik terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah renang dengan koefisien korelasi rx2y sebesar 0,54 dan koefisien determinasi sebesar 0,29 yang berarti bahwa jumlah kontribusi sebesar 29%. 3) terdapat hubungan yang positif antara sataus gizi dan kemampuan motorik terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah renang dengan koefisien korelasi Ry12 sebesar 0,46 dan koefisien determinasi sebesar 0,2116 atau 21,16%. Artinya status gizi dan kemampuan motorik memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah renang 21,16%.
 
Masalah penelitian adalah rendahnya keterampilan Sepak Sila pemain Sepaktakraw SMP Negeri 2 Batang Anai. Hal ini diduga dipengaruhi oleh keseimbangan dan kelincahan yang dimiliki pemain. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan keseimbangan dan kelincahan terhadap keterampilan Sepak Sila Pemain Sepaktakraw SMP Negeri 2 Batang Anai. Jenis penelitian adalah korelasi, dengan populasi pemain Sepaktakraw SMP Negeri 2 Batang Anai sebanyak 15 orang. Penarikan sampel menggunakan teknik total sampling yang mana seluruh populasi 15 orang dijadikan sampel. Pengumpulan data penelitian keseimbangan menggunakan tes keseimbangan dengan tes berdiri dengan satu kaki dengan mengembangkan kedua tangan, dan kelincahan menggunakan tes suthle run (lari bolak-balik), keterampilan Sepak Sila, dengan melakukan Sepak Sila pemain diberi kesempatan melakukanya selama 60 detik. Data diolah menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil penelitian ditemukan 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara keseimbangan dengan keterampilan Sepak Sila dalam Sepaktakraw pemain SMP Negeri 2 Batang Anai dengan thitung (3.240) > ttabel (1.771), 2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kelincahan dengan keterampilan Sepak Sila dalam Sepaktakraw pemain SMP Negeri 2 Batang Anai dengan thitung (0.371) < ttabel (1.771), 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara keseimbangan dan kelincahan secara bersama-sama terhadap keterampilan Sepak Sila dalam Sepaktakraw dengan Fhitung (5.86) > Ftabel (3.88) dilihat dari pemain Sepaktakraw SMP Negeri 2 Batang Anai.
 
Berdasarkan studi awal, masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan objek kontrol siswa PAUD di Kota Pariaman yang masih rendah. Hal ini diduga disebabkan oleh banyak factor, penulis menduga beberapa factor yang berpengaruh adalah koordinasi mata tanga, body mass index dan gender yang dimiliki anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh koordinasi mata tanga, body mass index dan gender terhadap kemampuan objek kontrol anak. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa siswa PAUD di Kota Pariaman. Teknik pengambilan sampel secara total sampling yang berjumlah 95 anak. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data mengenai koordinasi mata tangan siswa adalah dengan tes M-ABC, body mas index dengan antropometri, gender dengan kemampuan objek kontrol dengan instrument Test of Gross Motor Skill Second Edition (TGMD-2). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat pengaruh koordinasi mata tangan, body mass index dan gender terhadap kemampuan objek kontrol siswa dengan nilai signifikan (Sig) sebesar 0,006 lebih kecil dari probabilitas 0,05 dan nilai regresi Y= 18.11+0.280X1+0.093X2+0.265X3. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa siswa PAUD di Kota Pariaman dipengaruhi oleh koordinasi mata tanga, body mass index dan gender yang mereka miliki. Semakin baik kriteria koordinasi mata tangan, body mass index yang dimiliki serta gender akan semakin baik pula kemampuan objek kontrol yang mampu mereka tampilkan.
 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis, dan 2. Teknik dasar pukulan yang dominan digunakan dalam permainan bulutangkis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik survei. Populasi penelitian adalah semua pemain yang mengikuti pertandingan bulutangkis HSBC World Tour Final Tahun 2019. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, sehingga sampel yang digunakan adalah pasangan ganda putra Indonesia yang mengikuti pertandingan tersebut. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan pengamatan video yang ada di Youtube pada pertandingan bulutangkis HSBC World Tour Final Tahun 2019 dan kemudian memasukkannya ke dalam tabel yang disesuaikan dengan teknik dasar bermain bulutangkis yang dilakukan selama pertandingan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistic deskriptif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1. Teknik dasar pukulan overhead sebanyak 26%, pukulan netting sebanyak 19%, pukulan drive sebanyak 37% dan pukulan service sebanyak 18%. 2. Teknik dasar pukulan yang dominan digunakan dalam permainan bulutangkis pada pertandingan bulutangkis HSBC World Tour Final Tahun 2019 adalah pukulan drive forehand. Sehingga disarankan kepada para pelatih untuk selalu melakukan latihan untuk melatih semua teknik dasar pukulan terutama teknik dasar pukulan yang dianggap bisa mematikan lawan sehingga bisa memenangkan pertandingan bulutangkis.
 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Velocity Critical Run Tim futsal putra Sekolah menengah atas Plus PGRI Cibinong, menganalisis seberapa jauh jarak para pemain melakukan aktifitas fisik dengan bejalan ,berlari dan sprint serta menganalisis seberapa lama durasi yang ditempuh para pemain dengan berjalan berlari, dan sprint pada Kejuaraan Allievo Futsal Championship. Penelitian ini dilaksanakan di Gor Laga tangkas Kab. Bogor tanggal 21 – 26 februari 2020 dan metode yang dipergunakan dalam penilitian ini adalah metode analisis deskriptif. Teknik pengambilan samplenya yaitu total Sampling atau teknik pengambilan sampel total dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Keseluruhan pemain futsal putra Sekolah menengah atas Plus PGRI Cibinong yang bertanding di Allievo Futsal Championship sebanyak 12. Hasil pertama pada penelitian adalah Jarak Velocity Critical Run Tim Futsal Putra Sekolah menengah atas Plus PGRI Cibinong pada Kejuaraan Allievo Futsal Championship terjadi sebanyak 32006 meter. Dari hasil tersebut rata-rata pemain dalam melakukan aktifitas fisik adalah hanya 1,9 m/s maka dapat disimpulkan pada pertandingan tersebut para pemain Futsal Putra SMA Plus PGRI Cibinong dalam tiga pertandingan melakukan aktfitias dengan intesitas rendah. Dengan demikian Vcr para pemain futsal Tim Futsal SMA Plus PGRI Cibinong harus ditingkatkan 2.2 m/s -2.4 m/s dari indikator 70-75% dari VO2max. Kata kunci — Analisis, Vo2Max, Velocity Critical Run (VCR), Futsal
 
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik psikologi Atlet pada cabang olahraga Atletik serta membandingkan perbedaan antar nomor event yang terdiri dari nomor Lari, Lempar dan lompat. Penelitian dilakukan pada Atlet UKM Atletik Universitas Negeri Semarang dengan jumlah 27 Atlet Mahasiswa (11 Atlet Sprint, 6 Atlet Lari Jarak Panjang, 6 Atlet Lompat dan 6 Atlet Lempar). Instrumen penelitian yang digunakan yaitu instrumen Psychological Skill Inventory For Sport (PSIS-IR-5) Oleh Mahoney (1987) dan diadopsi dan dikembangkan pada Negara Deutch yaitu menjadi (PSIS-Youth-Cro) (Sindik et al., 2013). Hasil penelitian menyimpulkan analisis karakteristik Psikologi Atlet UKM Atletik adalah sebagai berikut Faktor yang paling dominan dari 6 faktor yang diteliti Motivasi dan Percaya diri. Motivasi paling baik ditunjukkan oleh atlet lempar dan setelah diikuti oleh atlet lompat sprit dan atlet lari jarak jauh, Sedangkan faktor percaya diri paling baik dimiliki oleh atlet lari jarak menengah diikuti alet lempar, sprint dan lompat. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dari masing-masing nomor event, pada faktor Kecemasan, Persiapan Mental, Motivasi, Perhatian Tim, Konsentrasi dan Percaya Diri. Ini dapat disimpulkan bahwa, Karakteristik Psikologi Atlet Atlet dari keempat nomor event tersebut tidak memiliki peredaaan berarti.
 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kondisi fisik mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang yang meliputi kecepatan, kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut, daya ledak otot tungkai dan kemampuan volume oksigen maksimal (Vo2max). Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif untuk mengetahui keadaan sebenarnya di lapangan tentang kemampuan kondisi fisik mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang. instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah: tes lari 40 meter untuk mengukur kecepatan, tes push up untuk mengukur kekuatan otot lengan, tes sit up untuk mengukur kekuatan otot perut, tes standing broad jump untuk mengukur daya ledak otot tungkai dan bleep test untuk mengukur Vo2max. Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata kecepatan berada pada kategori baik, rata-rata kekuatan otot lengan berada pada kategori baik, rata-rata kekuatan otot lengan pada kategori kurang dan rata-rata daya ledak otot tungkai berada pada kategori baik sekali serta rata-rata vo2max berada pada kategori baik. Simpulan berdasarkan pengukuran yang telah dilakukan maka disimpulkan bahwa rata-rata kemampuan kondisi fisik mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang berada pada kategori sedang.
 
The times that show the existence of learning innovations using online devices require learning innovations. The purpose of this research is to develop learning media for human body anatomy based on Lectora Inspire. The method used in research which is research and development (Research & Development). Lectora Inspire is an application that is used to develop instructional media products. In this study, the researchers analyzed that learning human body anatomy based on lectora inspire was still not widely used. Therefore, research on this learning media is quite urgent to do. Researchers provide a different point of view regarding lectora inspire-based learning media. In doing the validation, the researchers tested the material, media and learning validation by experts in their fields. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis techniques that were expressed in the distribution of scores and a predetermined category rating scale. The sample used involved students who took part in the learning. Based on the results of the evaluation in the field of material received an average score of 4.19 and categorized as good. Evaluation in the media sector has an average score of 4.31 and is categorized as good, and students' responses in the small group average score of 4.26 are categorized as good. From the results of this study it can be concluded that the Lectora Inspire application is very effective in using learning media, especially human anatomy because it is supported by features that can facilitate the learning process
 
The problem in this research is based on observations in the field, there is still a lack of some aspects of the physical conditions that affect the Heian said yodan conducted by karate dojo LEMKARI Space Lanud Padang. Presumably there are several factors that affect the Kata heian yodan, among these factors is the motor ability and concentration. This study aims to explain the contribution of the motor ability and concentration on the mastery of the Kata heian yodan. This research method is quantitative method using data analysis techniques regression and correlation, either single or double. The population in this study is the karateka LEMKARI Dojo Space Lanud Padang enrolled in training, totaling 52 people, with a sample of 32 people were taken by purposive sampling that karateka daughter alone. Measurements ability using Barrow motor data Motor Ability Test were then processed using the formula lewis, to the concentration data using Grid Concentration Test. For mastery of data pegukuran Kata Heian yodan with Rule Of Competition World Karate Federation of the Executive Board of Forki with Kata Scoring Form of Free Game FKTI-INKAI. Based on data analysis results: (1) The components of motor abilities contributed 17.39% to the mastery of the kata heian yodan; (2) Components of concentration contributed 12.47% to the mastery of the word kata heian yodan; (3) Taken together the motor ability and concentration contributed 25.17% to the Heian yodan word mastery, and the remaining percentage is influenced by other factors. Based on these results, we can conclude that the motor ability and concentration to contribute jointly towards mastery of the kata heian yodan.
 
Masalah dalam penelitian ini berawal dari observasi penulis temui di lapangan, bahwa kemampuan teknik angkatan snatch masih lemah dan rendah, serta kurangnya mental sangat mempengaruhi jiwa seseorang dalam pertandingan akibatnya teknik angkatan snatch mentok kurang berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar kontribusi kekuatan otot lengan terhadap hasil teknik angkatan snatch di Sasana HBT (Himpunan Bersatu Teguh) Padang. Jenis penelitian adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah yang atlet Angkat Besi di Sasana HBT (Himpunan Bersatu Teguh) Padang berjumlah 15 orang dengan menggunakan teknik total samping, maka sampel di tetapkan sebanyak 15 orang. Untuk mendapatkan data penelitian digunakan ball medicine test dan teknik angkatan snatch. Data yang diperoleh dianalisis dengan product moment sederhana pada @0,05 dan untuk menentukan seberapa besar kontribusinya ditentukan dengan menggunakan rumus koefisien determinan. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa kekuatan otot lengan mempunyai hubungan signifikan dengan teknik angkatan snatch, ditandai dengan hasil yang diperoleh yaitu rhitung > rtabel dengan kontribusi sebesar 31,80%.
 
Berdasarkan observasi yang dilakukan di lapangan terhadap siswa SD Negeri 40 Sungai Lareh Kota Padang bahwa dalam mengikuti mata pelajaran ditemukan kurangnya pencapaian terhadap hasil belajar ini terlihat dari hasil semester terdahulu bahwa nilai siswa masih di bawah rata-rata atau di bawah standar kelulusan sehingga banyak siswa remedial, diduga faktor penyebabnya adalah motivasi belajar dan status gizi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan status gizi terhadap hasil belajar siswa SD Negeri 40 Sungai Lareh Kota Padang. Penelitian ini bersifat korelasional yaitu untuk mengetahui seberapa jauh suatu variabel berkaitan dengan variabel yang lainnya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD Negeri 40 Sungai Lareh Kota Padang yang berjumlah 148 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive Sampling yaitu siswa kelas V dan VI laki-laki saja yang berjumlah 20 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan rumus korelasi Product Moment sederhana dan Ganda. Berdasarkan dari hasil penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajr penjasorkes, dimana rtab pada taraf signifikan α (0,05) = 0,444 berarti rhitung (0,497) > rtab (0,444). Kemudian juga terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi terhadap hasil belajar penjasorkes, dimana rtab pada taraf signifikan α (0,05) = 0,444 berarti rhitung (0,485) > rtab (0,444). Selanjutnya terdapat hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara motivasi belajar dan staus gizi terhadap hasil belajar penjasorkes di SD Negeri 40 Sungai Lareh Kota Padang, dimana rtab pada taraf signifikan α (0,05) = 0,444 berarti Rhitung (0,609) > rtab (0,444).
 
Service merupakan teknik dasar yang sangat penting, karena merupakan teknik dasar yang memulai suatu permainan. Kurangnya keterampilan service atas pada siswa peserta ekstrakurikuler tentunya perlu segera ditangani melalui latihan yang tepat dan juga sesuai dengan karakteristik siswa yang merupakan remaja. Kecenderungan remaja yang sangat erat dengan smartphone merupakan suatu aspek yang perlu dipertimbangkan dan dimanfaatkan untuk menunjang latihan. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan aplikasi smartphone “Home Workout no Equipment” dalam melatih kekuatan otot lengan guna meningkatkan keterampilan service atas bola voli. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kuasi eksperimen, desain penelitian menggunakan One Group Pretest Posttest Design. Sampel penelitian sejumlah 20 orang siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMPN 1 Ciracap Kabupaten Sukabumi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes service atas. Penelitian dilakukan sebanyak 16 kali pertemuan, yang terdiri dari 3 kali dalam 1 minggu. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah paired sample t test. Hasil analisis data menunjukan nilai signifikansi < 0,05 menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan latihan kekuatan otot dengan memanfaatkan aplikasi smarphone terhadap peningkatan keterampilan service atas bola voli pada siswa peserta ekstrakurikuler SMPN 1 Ciracap Kabupaten Sukabumi.
 
The purpose of this study is to examine the level of knowledge and skills to apply the Psychological Skills Training (PST) among the Co-Curriculum Coaches of Malaysian Teachers' Teachers Institute which are randomly selected. A total of 77coches participated in this study consisting of 63 male coaches and 14 female coaches. The instrument for this study is a set of The Sports Psychology Revised Coach-2 (SPARC) questionnaire modified by the researchers based on the suitability. The questionnaire consists of 2 parts namely coaches demography and knowledge level Psychological Skills Training (PST) consisting of 10 items of questions and skilled to apply psychological Skills Training (PST) exercise sports psychology skills (10 items) based on Likert scale five values. An analysis is carried out descriptively involving frequency and percentage. The results based on application training showed that the method of self-talk training was very frequent and always applied, by 10 samples or 12.9%, followed by stress management training method by 6 samples or 7.8% and findings also showed that 66.2% or 51 samples did not apply the biofeedback training session method while training their athletes. Findings also showed that Co-Curriculum Coaches at the Malaysian Teachers Institute of Malaysia are less knowledgeable and less skilled to apply Psychological Skills Training (PST) even though the coaches have the qualifications in sports specific and sports science certificate at the highest level. 8% and findings also showed that 66.2% or 51 samples did not apply the biofeedback training session method while training their athletes. Findings also showed that Co-Curriculum Coaches at the Malaysian Teachers Institute of Malaysia are less knowledgeable and less skilled to apply Psychological Skills Training (PST) even though the coaches have the qualifications in sports specific and sports science certificate at the highest level. 8% and findings also showed that 66.2% or 51 samples did not apply the biofeedback training session method while training their athletes. Findings also showed that Co-Curriculum Coaches at the Malaysian Teachers Institute of Malaysia are less knowledgeable and less skilled to apply Psychological Skills Training (PST) even though the coaches have the qualifications in sports specific and sports science certificate at the highest level.
 
Pertolongan pertama merupakan langkah awal sebelum penanganan yang lebih kompleks oleh tim medis. Pertolongan pertama cedera olahraga dapat dilakukan oleh tim medis, pelatih, atau atlet sendiri. Tujuan pertolongan pertama cedera olahraga yaitu mencegah cedera lebih berat, mencegah infeksi, mengurangi rasa sakit bahkan dapat mencegah kematian. Penting bagi atlet untuk memahami pertolongan pertama cedera olahraga sebagai langkah awal dalam mencegah cedera lebih berat. Penelitian ini dilakukan di SMA, SMK, dan MA Negeri dan Swasta Kota Surakarta dengan syarat setiap sekolah mempunyai minimal 3 kegiatan ekstrakurikuler bidang olahraga. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 499 siswa dari 35 sekolah menengah atas. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner berupa pilihan ganda yang sudah dilakukan uji validitas dan reabilitias. Kuesioner yang dibuat dalam bentuk google form yang diberikan kepada sampel. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari (1) pengetahuan mengenai pencegahan cedera olahraga, (2) pengetahuan mengenai penanganan cedera olahraga, dan (3) pengetahuan mengenai pertolongan pertama cedera olahraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa mengenai pencegahan cedera menunjukkan kategori sedang (68,1%), pengetahuan siswa mengenai perawatan cedera menunjukkan kategori sedang (65,7%), dan pengetahuan siswa mengenai pertolongan pertama cedera olahraga menunjukkan kategori sedang (64,7%).
 
Tujuan penelitian ini berguna nantinya untuk memotivasi atlet agar memperbaiki teknik mereka ke arah yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah klub bolabasket putra Sekolah Menengah Atas Pembangunan Laboratorium UNP yang berjumlah 15 pemain. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan rangkaian tes tingkat teknik dasar bermain bolabasket yang meliputi, kemampuan shooting, dribbling dan passing.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Berdasarkan analisis statistik deskriptif, didapatkan hasil penelitian sebagai berikut, kemampuan memasukkan bola ke ring lawan (shooting) terbanyak berada pada kategori kurang dengan nilai T- Score 50-59 dan persentase 40%. Kemampuan menggiring bola (dribbling) tim bolabasket berada pada kategori baik dengan nilai T-Score 65-69 dan persentase 33,33%. Kemampuan mengoper bola (passing) tim bolabasket berada pada kategori sedang dengan nilai T-Score 60-64 dan persentase 33,33%.
 
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh sistem sirkuit terhadap peningkatan daya ledak otot lengan pada atlet FIK UNP Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian exsperimen semu yang dilakukan di GOR PPSP Pembangunan UNP. Sampel penelitian ini adalah pemain bolabasket putra FIK UNP yang berjumlah 10 orang yang diberikan perlakuan 16 kali latihan. Teknik pengambilan data menggunakan two hand medicine ball push. Data yang telah terkumpul digunakan untuk menguji hipotesis yang menggunakan uji t. Sebelum uji t dilakukan terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil dari uji hipotesis yang menggunakan statistik uji t dapat disimpulkan sebagai berikut : Sistem sirkuit berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan daya ledak otot lengan dapat diperoleh nilai thit 10.30 > ttab2.26 dan p 0.00 < 0.05α
 
Penelitian ini berawal dari rendahnya kemampuan chest pass atlet SMA Pembangunan Laboratorium Padang. Diprediksi disebabkan oleh rendahnya kondisi fisik koordinasi mata tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi koordinasi mata tangan terhadap kemampuanchest pass atlet bolabasket SMA Pembangunan Laboratorium Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional. Populasi adalah seluruh atlet putra SMA Pembangunan Laboratorium Padang yang berjumlah 20 orang, penarikan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui Test koordinasi mata tangan menggunakan ball werfen und-fangen serta test kemampuan chest pass menggunakan chest passtest. Teknik analisis data denganFmetode statistik regeresi sederhana dan ganda. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa (1) koordinasi mata tangan berkontribusi terhadap kemampuanchest pass sebesar 45,43%
 
The Problems this research were the weakened a scythe athletes Silahturahmi Kalumbuk Kec.Kuranji Padang.This research aims to to express what is the relationship agility and explosive power limb muscles together to a scythe athletes Silahturahmi Kalumbuk Kec.Kuranji Padang. Population research is athletes Silahturahmi Kalumbuk Kec.Kuranji Padang. Technique withdrawal sample with a total of sampling, so samples to research is established as many as 30 people. The result of the analysis data showed that there are relations together between agility and explosive power limb muscles together to a scythe athletes Silahturahmi Kalumbuk Kec.Kuranji Padang where obtained the first significant α=0,05 and contributing of 46,4%.
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkapkan pengaruh Daya Ledak Otot Tungkai terhadap kemampuan jumpshot pada atlet bola basketkota Padang. Populasi penelitian ini adalah atlet bolabasket kota Padang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling, sehingga jumlah sampel penelitian ini berjumlah 40 orang atlet. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes vertical jump untuk mengukur daya ledak otot tungkai, dan speed spot shooting test untuk mengukur kemampuan jump shot. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan teknik analisis jalur. Dari hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan daya ledak otot tungkai secara langsung berpengaruh terhadap kemampuan jump shoot Atlet Bola Basket Kota Padang, besarnya pengaruh daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan jump shoot melalui kekuatan otot lengan pada Atlet Bola Basket Kota Padang adalah 0,145 atau sebesar 14,5%.
 
Abstrak Penelitian ini berawal dari kenyataan di Pemusatan Latihan Daerah Sumatera Barat bahwa kemampuan tendangan yang dilakukan atlet tidak sesuai dengan harapan. Melihat gejala tersebut maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah pengaruh Latiha naik turun tangga terhadap kemampuan tendangan dwi chagi atlet Taekwondo Pemusatan Latihan Daerah Sumatera Barat. Yang bertujuan untuk melihat Pengaruh Latihan Naik Turun Tangga Terhadap Kemampuan Tendangan Dwi Chagi Atlet Taekwondo Pemusatan Latihan Daerah Sumatera Barat Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet taekwondo Pemusatan Latihan Daerah Sumatera Barat yang berjumlah 29 orang atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan sampel berjumlah 18orang atlet putra dan 11 atlet putri. Penelitian ini dilaksanakan pada 2 Mei sampai 31 Mei 2016 dengan 4 kali pertemuan, latihan diberikan dalam bentuk Naik Turun Tangga. Hasil pengujian hipotesis dari penelitian ini diperoleh hasil untuk atlet putrathitung (4,123) > ttabel (2,00),dan atlet putri thitung (8,117) > ttabel (2,49), artinya penerapan latihan Naik Turun Tangga dapat meningkatkan kemampuan tendangan dwi chagiatlet taekwondo Pemusatan Latihan Daerah Sumatera Barat.
 
Problem in this research that is decreasing achievement of athlete of club NEO Clach Bukittinggi, as for research purpose is to know the relation of speed and hand eye coordination to dribbling ability of club basketball athlete of NEO CLACH Bukittinggi. The method of this research is correlation method. The population of this study is all athletes Bolabasket NEO Clach Bukittinggi amounted to 14 people, sampling in this study was done by total sampling technique. So in this study are sampled is 14 people athletes who follow the training of club bolabasket NEO Clach Bukittinggi. This research was conducted in January 2018, while the research place was conducted in SMA 4 N Bukittinggi. Speed data with a 30-meter speed test, eye-hand coordination data of the Neo Clach Bukititinggi basketball athlete, was taken using a throw ball test to the wall and dribbling ability data with a dribbling zig-zag ability test.The result of data analysis shows that: (1). Speed has a significant relationship to dribbling ability, this is indicated by the results obtained is tcount 2.03> ttabel 1.76 (2). Eye Coordination has a significant relationship to dribbling ability, this is indicated by the result obtained that is tcount 3.48> ttabel 1.76 (3). There is a significant joint relationship between speed and hand-eye coordination with dribbling ability. Obtained Fcount 8.97> Ftable 3.35, with the value R = 0.736 obtained R2 = 0.542, while the contribution is 54.2%.
 
Top-cited authors
Didik Rilastiyo Budi
  • Universitas Jenderal Soedirman
Rifqi Festiawan
  • Universitas Jenderal Soedirman
Arfin Deri Listiandi
  • Universitas Jenderal Soedirman
Reshandi - Nugraha
  • Universitas Pendidikan Indonesia
Ajeng Dian Purnamasari
  • Universitas Jenderal Soedirman