Journal Civics & Social Studies

Published by Institut Pendidikan Indonesia
Print ISSN: 2655-7304
Publications
Penerapan Model Pembelajaran Terpadu UntukMeningkatkan Hasil Belajar Siswa TentangTema Kesehatan Di Kelas I Sekolah Dasar Negeri Tebet Timur 07 KecamatanTebet Jakarta Selatan
 
Pembelajaran abad 21 menimbulkan paradigma pendidikan yang di tandai dengan perbedaan orientasi belajar, dimana harus ada suatu interaksi edukatif antara guru dan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam penelitian ini tujuan pokok yang penulis kaji merupakan partisipasi belajar peserta didik dan pembelajaran PPKn berbasis daring serta efektivitas pembelajaran PPKn berbasis daring terhadap partisipasi belajar peserta didik di SMAN 11 Garut. Dengan adanya permasalahan partisipasi belajar peserta didik dalam Pembelajaran PPKn serta proses pembelajaran yang tidak memungkinkan dilaksanakan di sekolah karena adanya pembatasan fisik (physical distancing), maka metode pembelajaran PPKn berbasis daring sesuai batasan dan kemampuan guru dan peserta didik dengan menggunakan media komunikasi yang ada seperti menggunakan WhatsApp, Google Classroom, Zoom Meeting dan sebagainya yang tepat untuk mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif pada kelas X, dan dianalisis berdasarkan statistik. Hasil analisis data uji menggunakan uji t dengan (Ha) penelitian di terima, artinya terdapat pengaruh pembelajaran PPKn berbasis daring terhadap partisipasi belajar peserta didik. Uji koefisien korelasi memiliki hubungan yang signifikan dengan (r) = 0,639 artinya tingkat hubungan kedua variabel “Kuat”. Koefisien determinasi (d) = 40,8% dapat dikatakan bahwa pembelajaran PPKn berbasis daring ini memiliki pengaruh terhadap partisipasi belajar peserta didik sebesar 40,8% sisanya 59,2% dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil penelitian tersebut memberikan kesimpulan bahwa pembelajaran PPKn dengan metode pembelajaran berbasis daring efektif terhadap partisipasi belajar peserta didik di SMAN 11 Garut.
 
Berdasarkan observasi di lapangan, hasil tes praktek dribbling dengankaki bagian dalam dan luar pada Siswa SD Negeri Srengseng Sawah 11 PagiKecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan masih kurang maksimal. Adapun yangmelatar belakangi permasalahan tersebut adalah disebabkan karena kelengkapansarana dan prasarana yang mampu mendukung anak untuk memaksimalkankemampuannya dalam permainan sepak bola tidak tersedia hal tersebut jugadiakibatkan karena praktek pembelajaran yang kurang berjalan dengan baik,mungkin karena hal itu yang mengakibatkan anak kurang dapat melakukanketerampilan dalam permainan sepak bola. Karena fakta diatas penelitiberpikiran untuk memperbaiki pembelajaran melalui permainan gunameningkatkan gerak dasar dribbling dimana permainan yang digunakan yaitupermainan zig-zag. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahuibagaimana perencanaan pembelajaran, bagaimana kinerja guru dalammelaksanakan proses pembelajaran, untuk mengetahui aktivitas siswa danpeningkatan hasil belajar dribbling dengan kaki bagian dalam dan luar melaluipermainan zig-zag dengan penilaian yang dilakukan pada akhir pembelajaran.Penilaian proses pembelajaran dilakukan dengan observasi, wawancara, danaktivitas anak yang meliputi aspek antusias, disiplin, dan kerjasama. Sedangkantes akhir dilakukan dengan tes praktik melakukan dsribbling pada pembelajaransepakbola. Pelaksanaan kinerja guru mengalami peningkatan dari pertemuan Isampai pertemuan IV. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari persentase setiapsiklusnya selama penggunaan permainan dribblingpada pembelajaran sepakbola.
 
Implementasi pembelajaran inkuiri terbimbing diketahui melalui dataobservasi sedangkan efektivitas implementasi pembelajaran inkuii terbimbingserta peningkatan keterampilan proses sains diketahui pre tes dan pos tes denganmenggunakan tes pemahaman KPS sebanyak 12 soal dan data observasi.Berdasarkan pengolahan dan analisis data diperoleh informasi bahwaimplementasi pembelajaran inkuiri terbimbing melalui kegiatan praktikum dapatmeningkatkan keterampilan proses sains. Begitu pula berdasarkan pengolahandata observasi eterampilan proses sains siswa saat pembelajaran mengalamikenaikan. Kesimpulannya sesuai dengan rumusan masalah yaitu rencanapembelajaran IPA dengan menggunakan keterampilan proses siswa melaluipendeklatan inkuiri dalam konsep benda-benda langit di kelas I SD NegeriLenteng Agung 11 Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan, meningkatkan aktivitassiswa kelas I melalui pendekatan inkuiri dalam pembelajaran sains terhadapkonsep benda-benda langit, mengupayakan hasil belajar siswa melalui pendekataninkuiri dalam pembelajaran sains melalui konsep benda-benda langit kelas I di SDNegeri Lenteng Agung 11 Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan.Saran denganpembelajaran inkuiri terbimbing maka penelitian ini dapat meningkatkan kualitaspembelajaran sains dengan gambaran meningkatnya IPK siswa.
 
The research was conducted in an effort to find out the differences between students who were taught by using Flip book and those who were taught without using the Flip book in mastery of low level of cognitive aspects. This research design was a quasi-experimental using two groups. In the experimental group was applied the learning process of learning media flipbook while the control group it was not applied the learning media flipbook. The Subjects in this study were 35 students of XII IPA 5 class as an experimental class and 35 students of XII IPA 4 as the control class in SMAN 16 Garut. The research Result showed that: (1) The Mastery of the cognitive aspects of low-level concept of tenses in English Language Learning in SMAN 16 Garut before it was given the study treatment by applying the learning media flipbook in the learning process are at low qualifying on aspects of knowledge, understanding and aspects of the application, (2) The mastery of Cognitive low-level Aspects of tenses in English Language Learning in SMAN 16 Garut after applying research treatment increased. Classes that implement instructional media flipbook increased on aspects of knowledge into high qualifications, aspects of the understanding and application increased into medium qualification, whereas classes that did not implement instructional media flipbook, aspect of knowledge and understanding increased into medium qualification and low qualifying for aspects of the application , (3) There were significant different increase in the cognitive aspects of low-level in mastery of the concept of tenses between students who learn by applying the learning media flipbook with students who learnt without implementing instructional media flipbook in English learning at XII IPA class at SMAN 16 Garut. Keywords: Flipbook, Cognitive Aspects of Learning Outcomes, tenses, English Language Learning.
 
Pola pembelajaran konvensional di perguruan tinggi telah berubah menjadi pembelajaran berbasis bencana global wabah covid-19. Setiap pengelola universitas, baik negeri maupun swasta, membutuhkan solusi untuk menjawab permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang implementasi Manajemen Pembelajaran Online di Perguruan Tinggi pada saat Pandemi Covid-19 di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Galuh Ciamis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara melalui google form dan zoom cloud meeting. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen dalam manajemen pembelajaran di perguruan tinggi pada masa pandemi Covid-19 adalah: 1) berinovasi dan merancang perkuliahan lengkap, 2) metode pembelajaran yang bervariasi,Kata kunci: manajemen, brave chase, kuliah, pandemi covid -19.
 
The era of globalization has led to the rapid development of science andtechnology, including in the world of education and learning. Civics is one of thesubjects that are still considered saturating, therefore the development of scienceand technology is the supporting force of how civic learning is more interesting.Video tutorial media is one of the effective means to convey the learning messageof Civics. In this study the main objectives that the authors review are themotivation to learn and the use of video tutorial media and their effectiveness inlearning Civics in the SMA Negeri 19 Kabupaten Garut. This research is a quasiexperimental research with One Group Pretest-Posttest Desig research design instudents of class X MIPA 6. The results of hypothesis testing data analysis using ttest tests with (Ha) research is accepted, meaning that if the value of Civic Class Xlessons is more than 70 then there is a significant increase in the effectiveness ofthe use of video tutorials as learning media in increasing students' learningmotivation, reinforced with average test results increased, before using pretestvideo tutorials = 39.80 after the use of posttest = 73.47. Test the correlationcoefficient has a significant relationship with (r) = 0.809 means that the level of therelationship between the two variables "Very High", the coefficient ofdetermination (d) = 65.5% can be said that the use of media video tutorials have aninfluence on increasing student learning motivation as much as The remaining65.5% 34.5% is influenced by other variables. The results of this study concludethat the video tutorial media as a Civics learning media can improve students'learning motivation in SMA Negeri 19 Kabupaten Garut. So that it is expected thatthe teacher can utilize various learning media to improve students' learningmotivation.Keywords: video tutorial, civics learning, learning motivation
 
Ketahanan nasional (national resilience) baru akan terwujud ketika ditopang oleh ketahanan pada lapisan dibawahnya yakni ketahanan regional/wilayah. Ketahanan regional/wilayah juga mustahil tercipta jika tidak adanya ketahanan pada level keluarga (diri/individu). Pandemic Covid-19 berpotensi mengancam ketahanan nasional bangsa Indonesia. Oleh karenanya keluarga sebagai pilar penyokong ketahanan nasional harus ditingkatkan peranannya. Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat memiliki tanggung jawab dalam mencetak generasi penerus yang unggul dan berdaya saing, mendidik anak bangsa yang memiliki kecerdasan yang berimbang antara intelektual, moral, dan juga spiritual. Tulisan ini bermaksud menerangkan kondisi ketahanan keluarga pada masa Pandemic Covid-19 serta menjelaskan kontribusi keluarga dalam mewujudkan ketahanan masyarakat yang berdampak terhadap menguatnya ketahanan nasional bangsa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara (interview) dan penyebaran kuesioner kepada responden. Pendekatan kualitatif dipilih dalam kajian ini melalui studi pustaka yang relevan.Kata Kunci: Ketahanan Nasional, Ketahanan Keluarga, Pandemic Covid-19
 
The COVID-19 pandemic has had a significant impact on the world of education, especially learning at school, learning challenges and offline has become a relentless tug of war until now. The use of learning methods demands teacher creativity in current conditions, so the ability to integrate various learning methods must continue to be carried out. This study examines the integration of learning methods in Social Studies and Citizenship Education thematic learning carried out by classroom teachers at SDIT ALAM GARUT during the COVID-19 pandemic. This research was conducted using a descriptive approach where data collection was done by interview, observation and documentation. Interviews were conducted with teachers, students, and parents, observations with teachers, students, and parents, as well as observing several supporting documents. The results showed that there was an integrated use of methods in Social Studies and Citizenship Education thematic learning at SDIT Alam Garut, including: lectures via voicenotes, direct or limited demonstrations via video, giving through photos, written assignments given via WhatsApp or students or parents taking assignments at the school. schools, and practices that are videoed and sent via the WhatsApp application. The use of this integration of learning methods is solely to maintain the continuity of the learning process for students at SDIT Alam Garut during the Covid 19 Pandemic.
 
Pandemi Covid19 telah memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap kehidupan manusia secara global. Pandemi ini telah memaksa manusia untuk mencari solusi dan alternative untuk bisa bertahan dalam berbagai bidang. Adaptasi kebiasaan baru (new normal) merupakan sebuah konsep yang diterapkan agar manusia masih bisa menjalankan aktivitasnya tanpa harus mengorbankan keselamatan dan kesehatannya. Salah satu konsep yang diterapkan dalam bidang pendidikan adalah dengan penerapan pembelajaran daring yang diadopsi oleh seluruh jenjang dan jenis pendidikan di seluruh dunia. Pembelajaran daring dianggap memberikan solusi agar proses pembelajaran masih tetap bisa dilakukan ditengah pandemic covid-19. Dilatarbelakangi konsep ini, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah pembelajaran daring ini dianggap sebagai sebuah solusi atau justru masalah baru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak yang terlibat secara langsung dalam proses penerapan pembelajaran daring. Partisipan penelitian ini terdiri atas 60 orang peserta didik, yang merupakan siswa sekolah menengah serta mahasiswa, 20 orang pendidik yang berprofesi sebagai dosen atau guru, serta 20 orang orang tua siswa atau mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial yang berbeda. Pemilihan partisipan dilakukan melalui system convenience sampling. Data penelitian diperoleh melalui angket dan wawancara. Setiap kategori partisipan mendapat pertanyaan yang berbeda disesuaikan dengan kebutuhan data yang ingin diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum pembelajaran daring ini masih menghadirkan masalah-masalah yang perlu dibenahi secara prinsip. Fasilitas, sarana pendukung, dan factor lain masih harus diperkuat untuk memperlancara proses pembelajaran daring ini. Pembelajaran daring masih berada pada fase transisi sehingga masih banyak penyesuaian yang harus dibenahi. Perlu adanya langkah bertahap dalam memperbaiki semua aspek agar proses pembelajaran daring ini bisa berfungsi secara maksimal.Kata kunci: Pembelajaran daring, Pandemi, Covid-19.
 
ABSTRAKKekerasan seksual terhadap perempuan di Timor Timur pada masa konflik (1974-1999) seringkali ditinjau menggunakan berbagai pendekatan yang tidak mampu menjelaskan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengoperasionalisasikan konsep-konsep feminisme radikal dalam gerakan OPMT. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif pada studi kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Timor Timur pada masa konflik (1974-1999). Gerakan feminissme radikal OPMT tidak hanya memperjuangkan kebebasan perempuan dari belenggu kekerasan seksual militer Indonesia melainkan juga belenggu tradisi komunitas lokal yang merugikan perempuan. Hasil penelitian merujuk pada kekuatan militer dan komunitas lokal Timor Timur sehingga peran OPMT perlahan meredup dan terlupakan dalam dominasi kelompok perjuangan maskulin di Timor Timur.Kata Kunci: Kekerasan Seksual, OPMT, Timor Timur, Feminisme Radikal
 
Penelitian tindakan sekolah ini dilatarbelakangi oleh kenyataan di MTsS Attarbiyah Kota Tasikmalaya, 36 orang guru hanya 10 orang (27,78%) yang mampu menyusun (RPP) Kurikulum 13, sisanya 26 orang (72,22%) belum dapat menyusun RPP Kurikulum 2013. Di MTsS Baitul Hikmah Kota Tasikmalaya, 26 orang guru hanya 6 orang (23,08%) yang mampu menyusun (RPP) Kurikulum 2013, sisanya 20 (76,92) orang belum dapat menyusun RPP Kurikulum 2013. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal diantaranya : (1) pemahaman guru tentang penyusunan (RPP) Kurukulum 2013 masih kurang; (2) belum optimalnya pembimbingan terhadap guru dalam penyusunan (RPP) Kurukulum 2013 (3) sebagian besar guru belum pernah mengikuti kegiatan workshop penyusunan (RPP) Kurukulum 2013; (4) kurangnya sumber yang dimiliki guru tentang teknik penyusunan (RPP) Kurukulum 2013; (5) RPP yang dimiliki guru pada umumnya bukan produk guru itu sendiri. Penelitian tindakan sekolah ini dibatasi pada masalah “Upaya pengawas sekolah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan (RPP) Kurukulum 2013 melalui supervisi akademik teknik kelompok di dua sekolah binaan”. Tujuan dari penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan (RPP) Kurukulum 2013 melalui supervisi akademik teknik kelompok di dua sekolah binaan. Kerangka berfikir dalam penelitian tindakan sekolah ini adalah : (1) Kemampuan guru yang tinggi mempengaruhi peningkatan kualitas pembelajaran. Semakin meningkat kemampuan guru dalam penyusunan (RPP) Kurukulum 2013 akan semakin meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis karakter; (2) Supervisi akademik akan mendorong peningkatan profesional guru. Semakin baik kinerja guru melalui supervisi akademik akan semakin meningkatkan profesionalisme guru. Semakin profesional guru akan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Sekolah yang dilakukan peneliti terhadap guru MTsS Attarbiyah Kota Tasikmalaya dan MTsS Baitul Hikmah Kota untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun (RPP) Kurukulum 2013 melalui supervisi akademik teknik kelompok dengan variasi antara bimbingan kelompok secara klasikal dan individual dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan guru yang signifikan dalam menyusun (RPP) Kurukulum 2013. Hal ini, terlihat dari meningkatnya seluruh indikator pengamatan dari siklus I ke siklus II, yang di akhir siklus II seluruh guru sudah mampu menyusun (RPP) Kurukulum 2013 sesuai dengan aturan yang berlaku, nilai-nilai karakter nampak dalam tujuan pembelajaran dan indikator pembelajaran, nilai-nilai karakter nampak dalam proses pembelajaran, dan munculnya nilai-nilai karakter dalam kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.Kata Kunci : Kemampuan Guru, Penyusunan RPP 2013, Supervisi Akademik Teknik Kelompok
 
Rendahnya hasil belajar siswa mata pelajaran IPS di SD perlu dicarikan suatu solusi agar pembelajaran yang dilaksanakan dapat memberikan hasil optimal. Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan suatu media pembelajaran yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa. Media pembelajaran sebagai wahana untuk memberikan pengalaman belajar, sebagai alat komunikasi guna mengefektifkan proses belajar mengajar, salah satu media pembelajaran yang menyenangkan dalam pembelajaran adalah media pembelajaran bermain King Ludo. Metode yang digunakan dalam melakukan pengabdian masyarakat ini yaitu dengan pendekatan kolaboratif antara pengusul dengan mitra. Pendekatan ini perlu dilakukan agar pelaksanakan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan tidak ada halangan yang bersifat teknis. Reid (2004) mengemukakan bahwa collaborative learning memiliki lima tahapan, yaitu: 1) Engagement. 2) Exploration. 3) Transformation. 4) Presentation. 5) Reflection. Pembahasan King Ludo adalah model yang menggunakan papan catur dimainkan oleh 4 orang siswa, semua siswa bermain games memainkan bidak-bidak dari start sampai finish. King ludo ini adalah suatu games yang bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran pada mata pelajaran IPS SD. Media King Ludo terdiri dari papan catur, bidak, dadu, gelas, dan kotak soal. Hasil Penilaian Ketercapaian Program dari jumlah peserta 30 orang menyatakan bahwa 100% memiliki kebermanfaatan yang sangat signifikan dalam rangka untuk menambah pengetahuan para guru yang berada di Kota Tangerang Selatan. Sedang kepuasan mitra terhadap pelaksanaan PkM dosen ini menyatakan 97.2% menyatakan sangat puas hal ini ditandai dengan para peserta antusias mengikuti pelatihan ini sampai waktu yang ditentukan berakhir.Kata kunci: IPS, King Ludo
 
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak terhadap kekerasan anak di lingkungan sekolah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dengan melakukan wawacara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa implementasi undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak telah dilaksanakan dengan baik hal tersebut dibuktikan dengan terlaksananya berbagai komponen dalam proses penerapan kebijakan seperti kegiatan sosialisasi rutin, pembentukan tim khusus serta pendampingan kepada peserta didik. Adanya faktor penghambat dalam implementasi kebijakan pencegahan dan perlindungan adalah masyarkat yang masih cenderung acuh dan belum adanya kegiatan yang dilakukan oleh dinas terkait. Solusi dari faktor penghambat tersebut adalah dengan terus melakukan koordinasi dengan sesama tenaga pendidik, selalu memberikan pemahaman kepada peserta didik, menjalin kerjasama dengan kepolisian setempat serta melakukan koordinasi dengan masyarakat.Kata kunci : Pencegahan, perlindungan, tindak kekerasan, peserta didik
 
Landasan dari penelitian ini ialah kurangnya pengetahuan politik pemuda Desa Kendalsewu tentang pemilihan umum (Pemilu). kebanyakan dari mereka adalah pemilih pemula dengan pendidikan politik rendah dan mendominasi jumlah partisipasi politik di tingkat nasional. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui: 1) Bagaimana partisipasi politik pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden di Desa Kendalsewu pada tahun 2019? 2) Apa faktor yang mempengaruhi partisipasi pemilih pemula dalam pelaksanaan Pemilu presiden dan wakil presiden di Desa Kendalsewu pada tahun 2019? 3) Upaya apasajakah yang sudah dilakukan oleh KPPS untuk meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden di Desa Kendalsewu di masa depan?. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi politik pemilih pemula di Desa Kendalsewu adalah 84,8% atau dari 132 pemilih pemula ada 112 atau 12,8% yang datang ke TPS dan memberikan hak suara mereka. Faktor-faktor yang mendorong pemilih pemula berpartisipasi dalam pemilu diantaranya kesadaran pemilih pemula, motivasi dari orang tua,pendidikan dan Teknologi. Sedangkan faktor-faktor penghambatnya; tidak ada undangan (C6) dan adanya kesibukan pribadi. Upaya yang dilakukan KPPS dalam meningkatkan partisipasi politik adalah memberikan sosialisasi khusus kepada pemilih pemula dan memberikan pendidikan politik.
 
The purpose of this research is to develop a learning model that is in accordance with the demands of the times in the industrial revolution era 4.0. Which has an impact on the shifting paradigm of learning patterns, namely learning patterns that use technology with learning that does not use technology, as well as the differences in learning concepts in class to be digital learning that doesn't have to be always in the classroom. This research uses the Research and Development approach by grouping it into three stages, namely: 1) Preliminary Study, 2) Program planning and preparation and 3) program trials. This research was conducted at 92 Jakarta Junior High School, in the even semester of the 2019/2020 Academic Year. The sampling technique in this study was a by purpose sampling by taking a sample of a group of students in class VII Junior High School 92 Jakarta. The results of this study develop a model of infusing blended learning carried out using cooperative and contextual learning models with a scientific approach and integrating or incorporating digital information technology into learning to use Google Classroom and kahoot! managed to improve student's learning outcomes and student's learning activeness. So, it can be concluded that the use of the blended learning model of learning by integrating Google Classroom and kahoot! in social studies learning is in accordance with the 4.0 industrial revolution which is characterized by the use of internet-based information technology and can be used as an alternative for teachers in learning innovation.Key Word: Industry Revolution 4.0, Infusing Blended Learning, Social Studies
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Peran Pemerintah Desa dan Lembaga Adat dalam menerapkan Hukum Adat dan Efektivitas Penerapan Sanksi Adat menurut Peraturan Desa Nomor 07 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Sanksi Adat solo hulir sea’ng hala. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Informan yang terlibat dalam penelitian adalah Kepala Desa, Ketua Adat dan BPD. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian bahwa Peran Pemerintah Desa sebagai sebagai Mediator, Fasilitator, Motivator, Hakim Perdamaian Dan Lembaga Adat berperan sebagai sebagai Mediator, Regulator, Hakim Perdamaian. Efektivitas penerapan sanksi adat oleh Pemerintah Desa Koting D dapat dikatakan efektif, karena penerapan sanksi adat itu benar-benar dijalankan dan tepat sesuai sasaranya dan aturan tersebut sebelum dijalankan terlebih dahulu disosialisasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat mengerti dengan peraturan yang dibuat.
 
Ethnobotany Study of Cangkuang (Pandanus furcatus Roxb.) Plants in the Indigenous Peoples of Kampung Pulo Garut. Aims to determine the ethnobotany of Cangkuang plants through several studies, and to find out the percentage of growth strata, parts of organs used, and their utilization. The benefit of this research is to provide information on ethnobotany from various aspects of the study and to inspire the community to cultivate Cangkuang. The research method uses descriptive qualitative method, the method of work is carried out directly in the field and supported by interview respondents (semi-structural and open ended). Determination of respondents and data collection of plant samples using purposive sampling method. Based on research, observation and interviews, the botanical study of Cangkuang plants has an elongated taper leaf morphology, thory edges, has tap roots, no flower shape found. Ethnopharmacology, leaves and fruit as a medicine for diarrhea, dysentery, and antioxidants. Ethnolinguistics, Cangkuang is used as the name of a village, lake, temple and tourist park. Ethnoanthropology, the fruit has a myth as a repellent for spirits. Ethnoeconomics, the leaves are useful as household tools and food wrappers. Percentage of growth stages, 68 % seedlings, 16 % saplings, 9 % poles, and 7 % trees. The percentage of plant parts used, leaves 83% and fruit 17%. Percentage of plant utilization, 50 % medicine, 30 % of food wrappers, 17 % household appliances, and 3 % mythical object.
 
Konsep pendidikan tasawuf amali yang sesuai dengan abad 21 karena kondisi sekarang manusia berada pada zaman materialisme dan mengendalikan diri diatas tuntunan dan norma islami sebagai akibat dari akibat pengaruh arus globalisasi dan modernisasi. Dari alasan diatas, penulis tertarik untuk menganalisis kitab Durrah An-Nasihin yang dikarang oleh syaikh Utsman ibn Hasan ibn Ahmad Syakir Al-Khaubawi untuk dijadikan rujukan dalam menemukan konsep pendidikan tasawuf amali juga kitab ini memiliki keunikan dan gagasan yang menjadi bacaan kaum pesantren (santri) sebagai landasan berfikir, bertindak, berperilaku dan berucap. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pendidikan tasawuf amali menurut kitab Durrah An-nasihin dan implementasinya dalam pembelajaran PAI.penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan kajian pustaka (library research). Sumber data primer yang digunakan ialah kitab Durrah An-Nasihin dan data sekundernya adalah Al-Qur’an, Hadits, artikel dan buku ilmu pengetahuan lainnya.adapun pengumpulan data dilakukan ialah dokumentasi yakni pengumpulan data seseorang baik berupa tulisan, gambar atau karya. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep pendidikan tasawuf amali menurut kitab Durrah An-nasihin mengandung empat hal pokok, yaitu wara’, menafkahkan harta di jalan Allah, mengikuti sunnah nabi saw dan berteman dengan fakir dan miskin.Implementasi konsep tasawuf amali dalam pembelajaran PAI terdapat pada mata pelajaran aqidah akhlak kelas XI semester genap. Kata Kunci: Tasawuf Amali. kitab Durrah An-Nasihin, Pembelajaran PAI
 
Penelitian bertujuan untuk mengetahui Peran Pemerintah Desa dalam Mengatasi Konflik Perkelahian Warga akibat Minuman keras dan untuk mengetahui efektivitas Peran Pemerintah Desa dalam Mengatasi Konflik Perkelahian Warga akibat Minuman keras di Desa Aibura, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka. Subyek penelitian Kaur Pelayaan Desa, sekertaris BPD dan tokoh adat. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Pemerintah Desa dalam mengatasi konflik perkelahian warga akibat minuman keras yaitu pemerintah dengan menggunakan pola mediasi dan diakhiri dengan hukum adat guni gelo yang artinya bayaran dari pihak pelaku terhadap pihak korban sebagai proses penyelesaian konflik seperti yang tertera dalam Panggilan Penyelesaian Hukum adat dan Berita Acara, sedangkan efektivitas Pemerintah Desa dalam mengatasi konflik perkelahian warga akibat minuman keras Penyelesaian tersebut dilakukan secara efektif oleh Pemerintah Desa Aibura dengan menyediakan sarana prasarana yang cukup memadai antara lain Ketua BPD, tokoh adat, hakim perdamaian desa, kepala dusun, para ketua RT/RW, anggota Linmas, pihak pelaku, pihak korban, tempat atau lokasi pertemuan. Dari hasil penelitian maka penulis mengambil kesimpulan bahwa peran pemerintah diharapkan lebih maksimal dalam memberikan sosialisasi tentang minuman keras dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai kesehatan, psikologi agar masyarakat mengetahui dampak dari mengkonsumsi minuman keras dan diharapkan juga agar Pemerintah Desa Aibura membuat Peraturan Desa tentang minuman keras. Kata Kunci: Peran, konflik, minuman keras.
 
Bahan ajar menjadi salah satu tonggak bagi keberhasilan pembelajaran, sebab melaluipengorganisasian bahan ajar ini, peserta didik akan ditransformasikan ilmu pengetahuan yangbermakna dan bernilai jika bahan ajar yang disampaikan memberikan pengalaman danpengetahuan yang berarti bagi dirinya.Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rawan konflik sehingga rentandengan disintegrasi bangsa, konflik GAM dan NKRI memberikan persepsi dan pemahamanyang berbeda diantara kedua belah pihak. Berkaca dari itu, Negeri ini harus tetap utuh menjadibangsa dan Negara yang merdeka dan berdaulat itulah yang harus dijaga oleh generasi mudabangsa ini.Setiap daerah memiliki nilai dan norma atau kearifan local yang menjadi kekayaandaerah itu untuk mengembangkan nilai dan kesadaran nasional dalam mewujudkan kokoh dankuatnya bangsa dan Negara ini diatas Bhineka Tunggal Ika. Melalui pendidikan danpembelajaran lah yang lebih efektif dalam upaya membangun nilai-nilai nasionalisme itu agartidak tercerabut dalam akarnya
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunaan model pembelajaran scremble pada mata pelajarana akidah akhlak dalam topik mengenal Nabi dan Rasul. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dan subjeknya adalah siswa kelas IV yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus 4 pertemuan. Hasil penelitian pada pennelitian ini dapat dilihat pada hasil belajar siswa yang meningkat yaitu, siklus I pertemuan 1 rata-rata nilai 4,70, siklus I pertemuan 2 rata-rata nilai meningkat menjadi 5,70, siklu II pertemuan 1 meningkat menjadi 6,40, dan pada siklus II pertemuan 2 meningkat kembali menjadi 7,28. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran scremble dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajarana akidah akhlak dalam topik mengenal Nabi dan Rasul.
 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keunikan yang terkandung dalam batu akik Garutan sebagai salah satu daya tarik pariwisata. Penelitian ini terfokus menelusuri keunikan apa saja yang terkandung dalam batu akik baik secara pisik yaitu bentuk dan warna juga fungsi-sungsi lain selain sebagai aksesoris seperti sebagai alat terapi, pemancar energi tubuh dan hal-hal lain yang diyakini masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, sedangkan metode pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi. Uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan / verifikasi.Kata kunci: Keunikan Batu Akik, Ciri khas Batu akik Garut, Batu Akik Garut
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran PPKn dengan menggunakan model Discovery Learning dengan variasi Carousell Feedback dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada materi Persatuan dalam Keberagaman Bangsa Indonesia di Kelas IX – B SMP Negeri 17 Tasikmalaya tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis and Taggart, dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing dilaksanakan dalam 2 pertemuan. Tahapan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas peserta didik. Hasil analisis terhadap data yang diperoleh bahwa aktivitas peserta didik pada pra tindakan sebesar 25%% menjadi 100% pada siklus II, berarti terjadi peningkatan aktivitas belajar peserta didik sebesar 75%. Rerata hasil belajar meningkat dari 72,38 di siklus I menjadi 84,38 pada siklus II. Presentasi ketuntasan belajar meningkat dari 15,63% pada pra tindakan menjadi 96,88% pada siklus II, berarti terjadi peningkatan sebesar 81,25%. Dari data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning dengan variasi model carousell feedback efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada materi Persatuan dalam keragaman SARA dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika pada peserta didik kelas IX – B SMP Negeri 17 Tasikmalaya.
 
This study aims to examine efforts to educate Islamic values in urban youth, especially in Bikers Subuhan Manado. The research problem raised is how the efforts to educate Islamic values in Bikers Subuhan Manado, the programs implemented and what factors influence the education of Islamic values in urban youth. This research uses a qualitative approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that efforts to educate Islamic values in urban youth, especially in the Bikers Subuhan Manado, are carried out with dawn congregation activities from mosque to mosque, Islamic religious studies, and mosque cleaning activities. The implementation of the Bikers Subuhan Manado program is aimed at increasing adolescent insights about Islamic values, improving worship, without leaving hobbies such as gathering and riding motorbikes. Factors supporting the educational activities of Islamic values in urban youth are the characteristic concepts and approaches of adolescent coaching, the existence of social media as a means of socializing programs and platforms for the existence of adolescents and support from the community. While the inhibiting factors are psychological factors of adolescents and lack of activity funding support.
 
Penelitian ini dilakukan dengan harapan untuk mengetahui Pengaruh Ukuran Perusahaan (X₁), Kompleksitas Operasi Perusahaan (X₂), dan Ukuran Kantor Akuntan Publik (X3) secara parsial, dan simultan terhadap Audit Report Lag pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Penelitian ini menggunakan data sekunder, metode kuantitatif, dan menganalisis hubungan antar variabel terikat, alat ukur metode yang digunakan yaitu dengan mengambil 45 sampel penelitian dari populasi yang ada. Untuk uji regresi peneliti menggunakan analisis statistik dengan progam SPSS 25 for windows.Dari hasil penelitian diketahui persamaan regresi linear berganda ARL = 235,806 - 5,835 X1 + 7,084 X2 + 4,487 X3. Secara parsial variabel Ukuran Perusahaan (X₁) berpengaruh dan signifikansi dengan nilai sig. 0,000, variabel Kompleksitas Operasi Perusahaan (X₂) tidak berpengaruh dengan nilai sig. 0,085, variabel Ukuran Kantor Akuntan Publik (X3) tidak berpengaruh dengan nilai sig. 0,273. Secara simultan mempengaruhi variabel Audit Report Lag (Y) dilihat dari sig. sebesar 0,000.Kata Kunci: Ukuran Perusahaan, Kompleksitas Operasi Perusahaan, Ukuran Kantor, Akuntan Publik, dan Audit Report Lag
 
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan yang ada di lapangan bahwa hasil belajar siswa masih kurang memuaskan khususnya pada mata pelajaran IPA materi tentang sumber daya alam dan pelestariannya. Pada materi-materi sebelumnya, hasil belajar siswa menunjukkan hasil yang kurang memuaskan sehingga untuk penelitian ini, penulis mencoba melakukan pre test dan hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata yang diperoleh tidak mencapai KKM. Hal ini dikarenakan pada proses pembelajaran guru kurang memperhatikan instrument pembelajaran yang mendukung, proses pembelajaran hanya berlangsung seperti LKS yang digunakan hanya berbentuk perintah, sehingga siswa kurang memahami. Metode penelitian ini digunakan dalam penelitian penelitian tindakan di kelas. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 memperoleh nilai rata-rata 63.75, ini menunjukkan bahwa pada siklus I pertemuan 1 belum mencapai KKM. Pada siklus I pertemuan 2 memperoleh nilai rata-rata 68,13, hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan 2 masih belum mencapai KKM. Pada siklus II pertemuan 1 memperoleh nilai rata-rata 76,88, ini menunjukkan bahwa pada siklus II pertemuan 1 sudah mencapai KKM. Sedangkan pada siklus II pertemuan 2 mengalami peningkatan rata-rata 84,38, hal ini menunjukkan bahwa siklus II pertemuan 2 sudah mencapai 85% siswa dan memperoleh rata-rata di atas KKM. Berdasarkan persiapan pengajaran yang dilakukan semakin baik, dimana peneliti menggunakan pendekatan konstektual yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa terhadap percobaan-percobaan yang mereka lakukan sehingga proses belajar siswa pun semakin kondusif dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan ini membuktikan bahwa penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
 
Penelitian ini dilatarbelakangi dari kesulitan dan hambatan yang muncul dari guru SDN Srengseng Sawah 04 Pagi mengenai pembelajaran IPS, yang mana siswa tidak dapat menghubungkan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapanya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Tindakan penelitian dilakukan dalam 2 siklus 4 pertemuan.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, diskusi dan tes.Untuk pengolahan data menggunakan analisis deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru dalam merancang RPP siklus 1 pertemuan 1 presentase55%,siklus I pertemuan 263%, siklus II pertemuan 170%, dan siklus II pertemuan 2 76%.Hasil kinerja guru dalam KBM siklus 1 pertemuan 1presentase58%,siklus 1 pertemuan 266%, siklus 2 pertemuan 1 73% dan siklus2 pertemuan 2 80%.Hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS pada konsep sumber daya alam terjadi peningkatan dari tiap-tiap siklus. siklus 1 pertemuan 1 rata-rata60,32, siklus 1 pertemuan 2 rata-rata 67,26, siklus 2 pertemuan 173,87 dan siklus 2 pertemuan 2 78,39. Dengan demikian, hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa metode pembelajaran kontekstual dapat meniingkatkan pemahaman dan keaktivan siswa pada pembelajaran IPS tentang sumber daya alam.
 
Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami konsep volume kubusdan balok sertakemampuan guru dalam mendesain pembelajaran yang aktif,inovatif, kreatif dan menyenangkan.Penelitian dilandasi oleh pandangan Piagetyang beranggapan bahwa perkembangan kognitif dari setiap individu dibagimenjadi empat tahap dan setiap tahapnya memiliki karakteristik yang berbeda.Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsepvolume bangun ruang kubus dan balok melalui penggunaan alat peraga kubussatuan. Penelitian menggunakan metode PTK model Kemmis dan MC. Taggart.Terbukti penggunaan alat peraga kubus satuan dapat meningkatkan pemahamansiswa tentang konsep volume bangun ruang kubus dan balok. Dalam prosespembelajaran terdapat perubahan positif dari diri siswa, yaitu siswa memilikibanyak aktifitas, terjadi interaksi multi arah, dan antusias siswa dalampembelajaran menjadi lebih tinggi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan BelajarMengajar tentang konsep volume bangun ruang dengan menggunakan alat peragakubus satuan, berjalan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran, dantelah berhasil menciptakan situasi belajar yang kondusif yakni siswa terlibatsecara langsung pada proses pembelajaran, meningkatkan motivasi danpemahaman konsep siswa. Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwasiswa menyukai pelajaran matematika khususnya pada penggunaan alat peragakubus satuan dalam pemahaman konsep volume bangun ruang kubus dan balok.Penggunaan kubus satuan sangat membentuk dalam meningkatkan aktivitas siswadalam pembelajaran. Pemahaman siswa tentang konsep volume bangun ruangkubus dan balok sangat terbantu dengan penggunaan alat peraga kubus satuan.Nilai pemahaman siswa pada siklus 1 pertemuan bernilai rata-rata 71,77, siklus 1pertemuan 2 sebesar 76,19, siklus 2 pertemuan 1 sebesar 80,69 dan siklus 2pertemuan 2 sebesar 91,73 berkategori sangat baik. Terdapat peningkatanpemahaman siswa sebesar 23,96
 
Learning media is one of the essential components in the world of education. In its use, learning media is used to explain and convey information related to the learning that is being carried out. Learning media helps teachers to be able to attract students' attention when learning. The cause of this is to take a look at the impact of using simple seismograph learning media on the impact of Indonesia's geographical location in elementary school. Social studies learning in this elementary school needs an update so that when delivering material it does not only use the lecture method which results in making students bored and not involved when learning. Therefore, researchers made this research so that teachers can always develop a renewal, namely by developing learning media in the form of a simple designed seismograph. The results of this study can be concluded by developing a simple seismograph tool as a learning medium for social studies material in elementary schools about the impact of Indonesia's geographical location on the sample material taken, namely earthquakes. It can be stated that in the use and manufacture of this simple seismograph tool, it is able to make students involved in learning, make students curious when studying and can motivate students to learn actively. Its simple construction is an added value in the development of this learning media because it is suitable for use for elementary school children.Keywords: Learning Media, Seismograph Tools, Social Studies Material, Geographical Impact
 
Tujuan dari penelitian yang berjudul Pendidikan Politik sebagai Amanat Undang-Undang adalah untuk mengetahui apa dan bagaimana pendidikan politik itu dan bagaimana penyampaian pendidikan berpolitik kepada masyarakat sesuai dengan amanat dari Undang-Undang No 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik. Beberapa partai politik di Indonesia memang telah memiliki perencanaan dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dengan mengadakan sekolah partai atau seminar-seminar bertemakan pendidikan politik. Namun didalam pelaksanaannya, ada saja masalah yang menghambat program yang telah dirancang dan ditetapkan tersebut. Hambatan yang sering dihadapi oleh partai politik dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat adalah seringkali masyarakat bersikap skeptis terhadap partai politik dikarenakan berbagai permasalahan yang ada di dalam tubuh partai politik itu sendiri. Mulai dari masalah internal seperti dualisme kepemimpinan sampai kepada masalah eksternal seperti terjerat kasus korupsi menjadi problematika dari partai politik dalam memberikan pendidikan politik. Di dalam menghadapi permasalahan inilah kemudian diperlukan peran dari seluruh elemen partai politik, dari ketua hingga simpatisan, untuk mengembalikan citra partai politik agar dapat memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.
 
Industri keuangan dan perbankan di wilayah ASEAN akan diintegrasikan mulai tahun 2020 yang merupakan kesepakatan antar negara ASEAN dalam pemberlakuan pasar ASEAN Economic Community (AEC). Bank-bank yang saat ini beroperasi di seluruh negara ASEAN haras lebih meningkatkan faktor efisiensi karena hanya bank yang efisienlah yang dapat bersaing dalam pasar bebas. Industri perbankan Indonesia sampai saat ini masih memiliki masalah dalam hal efisiensi. Rata-rata rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) masih tinggi yaitu 81,49% per Desember 2017. Rasio Net Interest Margin (NIM) masih di atas lima persen (5,39%) per Desember 2017. Rasio NIM tersebut masih jauh di atas rata-rata rasio NIM di lima negara besar ASEAN yang berada pada kisaran angka 50 persen dan 3,5 persen.
 
AbstrakPendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia pada umumnya. Pendidikan mampu memberantas suatu kebodohan dan juga mampu menjunjung martabat manusia sebagi makhluk yang dianugerahi sebuah akal yang sehat serta fisik yang sempurna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuai permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa program studi PPKN dalam mengikuti praktik pemahaman hukum di Pengadilan Negeri Bojonegoro. Jenis penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Subjek penelitian yaitu mahasiswa program studi P PPKN semester lima.Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis permasalahan mahasiswa program studi PPKN dalam mengikuti praktik pemahaman hukum di pengadilan negeri Bojonegoroadalah kurang lengkapnya pembekalan, informasi yang kurang jelas terkait waktu pelaksanaan, Penyusunan proposal praktik pemahaman hukum,tetap aktif meski ditengah pandemi covid-19, peran dosen pembimbing yang kurang maksimal, jarak tempuh yang jauh, penyusunan laporan praktik pemahaman hukum. Kata kunci : mahasiswa,praktik, hukumAbstract Education is one of very important parts of human life in general. Education is able to eradicate ignorance and it’s also able to uphold human dignity as a creature that is endowed with a healthy mind and perfect physical. The purpose of this research is to find out the problems faced by civic study program students in following the practice of lawunderstanding in the Bojonegoro District Court. This type of research uses descriptive qualitative approach. The research subjects were students of the fifth semester of civicstudy program. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques using an interactive model. Based on the results of research on the problemsanalysis of civic study program students in following the practice of lawunderstanding in the Bojonegorodistrict court is incomplete debriefing, unclear information related to the time of implementation,proposal preparation for law understanding practices, remained active although in the middle of covid-19pandemics, less role of the supervisor, long distance traveled, compilation of law understanding practice reports. Keywords: students, practice, law
 
Dalam era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 peran dan posisi Teknologi Informasi menjadi sangat vital bagi setiap organisasi dimana teknologi informasi menjadi strategi bisnis yang dapat menjada eksistensi sebuah organisasi, tak terkecuali Perguruan Tinggi Swasta. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh teknologi informasi terhadap iklim organisasi perguruan tinggi swasta di Kabupaten Garut serta dampaknya terhadap komitmen organisasi pada lingkungan perguruan tinggi. Selain itu penelitian ini memiliki urgensi untuk mengetahui seberapa besar peranan teknologi informasi ditengah-tengah organisasi yang belum optimal menerapkan Teknologi tersebut sebagai alat pendukung dalam proses bisnis di perguruan tinggi swasta. Metodologi Penelitian yang digunakan adalah Penelitian desrkiptif dan verifikatif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk memperoleh gambaran atau karakteristik dari suatu variabel, dalam hal ini variabel teknologi informasi, iklim organisasi perguruan tinggi dan komitmen organisasi perguruan tinggi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara teknologi informasi pada iklim organisasi di perguruan tinggi swasta, selain itu juga terdapat dampak yang signifikan terhap komitmen yang dibangun oleh perguruan tinggi swasta di Kabupaten Garut. Kata Kunci: Teknologi informasi, Iklim organisasi, Komitmen organisasi.
 
The purpose of this study is to determine the basic values that must be owned and understood by Lecturers as State Civil Apparatus and to actualize the basic values of ASN through the use of the jigsaw learning method. Through this habituation activity, it is hoped that it can be a measure of success in improving public services. There are 6 supporting activities chosen to solve the selected core issues, namely making and packaging learning plans that focus on student activity. delivering learning materials using the Jigsaw cooperative learning model, compiling questions in varied forms, carrying out formative evaluations, checking student test/test results, and analyzing student test/test results. The research finding is that the actualization of ANEKA values has been successful in motivating and increasing students' understanding and activeness with innovative learning models in the Basic Occupational Health and Safety course. This increase in understanding can be seen from the results of evaluation tests in participating in learning during actualization and increasing student activity during learning time. By analyzing the results of the evaluation, it is known that student learning completeness with predicates is very good at 35%, good at 50%, and quite good at 15%.
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dari tokoh masyarakat dalam mebina toleransi antar umat beragama yang ada di Kelurahan Karang Baru Kota Mataram, serta mengetahui hal-hal lain yang menyangkut dengan toleransi di masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatan deskriptif dan landasan teori fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan cara wawancara, obsevasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, Kesimpulan dan verivication. Teknik untuk menguji keabsahan data menggunakan trianggulasi (gabungan). Sehingga, peneliti dapat melihat cara tokoh masyarakat membina toleransi antar umat beragama yang sudah ada melalui peran yang tokoh masyarakat jalankan sesuai dengan kedudukannya.
 
Kegiatan pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas masih berpusat pada guru atau teacher based learning dan peserta didik kurang aktif, sehingga hasil belajar tidak maksimal sehingga guru dituntut untuk mengupayakan peningkatan hasil belajar dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat. Hasil penelitian penelitian menunjukan bahwa: 1) Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik yang menggunakan Model pembelajaran ARIAS dengan Seting Kooperatif tipe Jigsaw dari pengukuran awal (pretest) ke pengukuran akhir (posttest) dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 58,86 dan pada pengukuran akhir diperoleh nilai rata-rata sebesar 76 sehingga diperoleh selisih sebesar 17,14.; 2) Model pembelajaran ARIAS dengan Seting Kooperatif tipe Jigsaw lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dibandingkan model pembelajaran konvensional, hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen sebesar 76 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 72,14 sehingga diperoleh selisih sebesar 3,86.Kata kunci : Hasil belajar, ARIAS, Seting Kooperatif, Jigsaw
 
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dari referensi yang telah ada untuk memahami makna dari hak asasi manusia di dalam kehidupan bermasyarkat serta hubungan antara siswa dan belajar lebih banyak tentang hubungan dengan mereka Menerapkan hak asasi manusia. Hak asasi memiliki wewenang berkekuatan fundamental atau mendasar. Terdapat kasus-kasus pelanggaran yang telah terjadi karena banyak yang masih belum paham kasus-kasus pelanggaran sehingga, orang dapat lebih mudah melakukan pelanggaran kepada hak orang lain. Perlindungan dan pemeliharaan hak asasi manusia dalam kerangka kelembagaan nasional dibentuk dalam sebuah Lembaga seperti Lembaga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi ( KKR), dibubarkan karena KKR mungkin tidak bertanggung jawab serta tidak melaksanakan fungsinya dengan baik. Saat ini penegakan hukum hak asasi manusia dilaksanakan secara khusus melalui badan peradilan, yang Pengadilan HAM menyasar pada pengadilan HAM berat, dan yang mempunyai wewenang untuk mengetes UUD 1945 yaitu mahkamah konstitusi. Hak-hak tersebut sebagian besar ditegakkan oleh Mahkamah Konstitusi, dan banyak putusan yang melanggar hukum telah dibuat. Keputusan ini memiliki nilai strategis, sehingga dapat menjaga hak asasi warga negara.Kata kunci : pentingnya HAM, Lembaga negara, dan penegakan
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan kemandirian belajar siswa dengan pemanfaatan CAI model Tutorial. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan populasi siswa kelas tujuh di SMP Negeri 2 Garut, sampelnya yaitu siswa kelas VII-I sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VII-G sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes tertulis. Dengan menggunakan uji satu pihak dan taraf signifikan 5% diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pemanfaatan CAI model Tutorial lebih baik secara signifikan daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Dan hasil analisis kemandirian belajar siswa terhadap pembelajaran dengan pemanfaatan CAI model Tutorial secara keseluruhan bersifat positif atau menerima. Kata kunci : Computer Assisted Instruction,CAI, model Tutorial, kemampuan komunikasi, kemandirian belajar
 
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kebudayaan suku Baduy dalam menghadapi perkembangan global. Lokasi penelitian ini di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teori. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau kesimpulan. Fokus kajian dalam penelitian ini untuk menganalisis realitas suku Baduy menghadapi perkembangan global dari segi 1) sistem pengetahuan, 2) sistem peralatan hidup dan teknologi, serta 3) sistem mata pencaharian hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur-unsur kebudayaan suku Baduy di tengah arus perkembangan global mulai mengalami perubahan. Sudah banyak masyarakat suku Baduy melanggar hukum adat yang sebelumnya menjadi pedoman hidup mereka. Perubahan yang terjadi terlihat dari perubahan sistem peralatan hidup dan teknologi yang sudah mulai modern, perubahan sistem pengetahuan, dan mata pencaharian hidup yang juga sudah berubah. Perubahan unsur-unsur kebudayaan tersebut karena beberapa faktor, diantaranya karena banyaknya wisatawan, kebijakan pemerintah untuk pembangunan nasional, serta perkembangan teknologi komunikasi yang mulai masuk di wilayah suku Baduy.
 
Tulisan ini dilatarbelakangi oleh fenomena ahir-ahir ini yang menunjukkanadanya kecenderungan sebagian masyarakat khususnya generasi muda, lebihmengagung-agungkan budaya, sistem, dan pola tata-laku kehidupan asing, ketimbangmenjunjung tinggi nilai budaya bangsa sendiri. Nilai-nilai luhur bangsa yang sejatinyadipegang kuat oleh masyarakat, mulai bergeser dan bahkan ditinggalkan. Sebagaiakibatnya, rasa kebangsaan dan jatidiri bangsa di kalangan generasi mudasudahmengalami erosi yang sangat tajam, hal ini dapat membahayakan kelangsungan bangsa.Masalah utama penelitian ini adalah “Bagaimana pembelajaran PKn berbasiskontekstual memberikan kontribusi bagi penguatan karakter bangsa pada peserta didikSMA di kabupaten Garut
 
Pengembangan keterampilan sosial merupakan hal yang penting untuk dimiliki siswa karena dapat membentuk kesadaran berperilaku bagi siswa, baik dari segi berinteraksi dengan orang lain, cara berkomunikasi, membangun sebuah kelompok yang saling menguatkan, percaya satu sama lain dan sampai dimana individu mampu menyelesaikan masalah. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah (1) mengetahui pemahaman tentang penerimaan teman sebaya siswa SMPN 1 Pakenjeng. (2) mengetahui bentuk keterampilan sosial siswa SMPN 1 Pakenjeng. (3) mengetahui bagaimana efektivitas penerimaan teman sebaya terhadap penguatan keterampilan sosial siswa SMPN 1 Pakenjeng. Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya penerimaan teman sebaya, sehingga berdampak bagi penguatan keterampilan sosial siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, pengumpulan datanya melalui penyebaran angket dan wawancara. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Pakenjeng, kemudian melalui simple random sampling akhirnya diperoleh responden sebanyak 35 siswa. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan bahwa (1) pemahaman penerimaan teman sebaya pada siswa SMPN 1 Pakenjeng tergolong cukup/sedang (2) bentuk keterampilan sosial pada siswa SMPN 1 Pakenjeng adalah Self-related Behaviour (perilaku yang berhubungan dengan diri sendiri) (3) eksistensi penerimaan teman sebaya cukup efektif terhadap penguatan keterampilan sosial pada siswa SMPN 1 Pakenjeng. Kata Kunci : Eksistensi, Teman Sebaya, Penerimaan Teman Sebaya, Penguatan, Keterampilan Sosial
 
This study aims to analyze the Indonesian language syntactic interference on English Speaking Skills of English Language Students. The research subjects were students of semester 3 at a non-English language college in Garut. This study uses a qualitative descriptive approach with equivalent and distribution methods. Meanwhile, the corpus was obtained by using the listening technique (SBLC), recording and taking notes from students' conversation assignments about their past activities in the form of videos. The results showed that the syntactic interference in this study includes the inaccuracy of word forms that are influenced by the past, inaccurate subject-verb agreements, inaccuracies, absence of articles, sentence patterns that do not match S + V + O, inaccurate use of the words 'no' and 'not'.Keywords: interference, syntax, speaking skills
 
Industri batik di indonesia umumnya merupakan industri kecil menengah yang menjadi sebagian besar pencaharian masyarakat di berbagai daerah di indonesia. sebelum krisis moneter tahun 1997 industri kecil menengah ini sempat mengalami kemajuanyang pesat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara teoritis hubungan antar variabel untuk menciptakan daya saing ikm. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan tujuan menemukan landasan teori dalam pendekatan solusi masalah untuk perumusan hipotesis yang bakal diuji dalam penelitian. Hasil dari kajian tersebut adalah pertama kepemimpinan, teknologi, organisasi dan organisasi pembelajaran secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap knowledge management, kepemimpinan, teknologi, organisasi dan organisasi pembelajaran mempunyai hubungan antar variabel, kepemimpinan, teknologi, organisasi dan organisasi pembelajaran berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap inovasi, knowledge management berpengaruh terhadap inovasi, inovasi berpengaruh terhadap daya saing, knowledge management berpegaruh secara simultan dan parsial melalui inovasi terhadap daya saing dan knowledge management berpegaruh secara simultan dan parsial melalui inovasi terhadap daya saingKata Kunci : Daya Saing, Inovasi, IKM Batik, Manajemen Pengetahuan
 
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan subtitle editor terhadap motivasi dan hasil belajar pada mata kuliah terjemahan. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu perguruan tinggi swata terkemuka di Kabupaten Garut-Jawa Barat. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan bahasa inggris tingkat tiga semester satu yang terdiri dari empat kelas yaitu kelas A,B,C, dan D. Sampel diambil secara acak sebanyak dua kelas yaitu kelas A sebagai kelas eksperiment dan kelas C sebagai kelas kontrol. Sedangkan dua kelas yang lain dijadikan sebagai kelas untuk melakukan kriteria uji validitas instrument yaitu kelas B dan D.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Model yang digunakan adalah experimental design dengan metode pretest – post test control group design.Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa penggunaan subtitle editor dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dalam translation. Hal ini berdasarkan hasil uji hipotesis yang pertama yaitu nilai Sig. (2-tailed) > α atau 0,135> 0,05. Kemudian berdasarkn hasil uji pengaruh penggunaan subtitle editor terhadap hasil penerjemahan mahasiswa, disimpulkan bahwa dengan uji Mann Whitney U diperoleh nilai sebesar 14,500 dengan nilai z sebesar -6,505 serta nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Karena pada pengujian ini nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 lebih kecil dari a = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar, antara mahasiswa yang menggunakan subtitle editor dengan mahasiswa yang belajar dengan metode pembelajaran translation secara konvensional. Berdasarkan hasil tersebut terbukti bahwa penggunaan subtitle editor dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar pembelajaran terjemahan. Kata kunci: Subtitle editor , motivasi, hasil belajar dan terjemahan.
 
Penelitian penggunaan metode penemuan terbimbing adalah untukmeningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnyakemampuan siswa kelas VI SD Negeri Lenteng Agung 11 Kecamatan JagakarsaJakarta Selatan pada konsep Faktor Penyebab Perubahan Benda yang rata-ratadi bawah 6, rendahnya hasil belajar tersebut karena siswa sulit memahami materiFaktor Penyebab Perubahan Benda yang selama ini hanya menggunakan metodeceramah. Dengan metode penemuan terbimbing diharapkan dapat meningkatkanhasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakankelas dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian setelah dianalisis menunjukkanbahwa tes hasil belajar pada Siklus I dilanjutkan dengan Siklus II mengalamipeningkatan. Siklus I P1 yaitu 67,06%, siklus I P2 yaitu 70%, siklus II P1 77,06%dan siklus II P2 82,35%. Target yang ingin dicapai sebelumnya adalah 75%. Hasilyang dicapai pada siklus terakhir adalah 82,35%. Hal ini menunjukan bahwapembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing dapatmeningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PenerapanMetode Penemuan Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada padaKonsep Faktor Penyebab Perubahan Benda di Kelas VI SD Negeri Lenteng Agung11 Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan
 
Rendahnya hasil belajar merupakan salah satu masalah dalam penelitian ini, karena hasil belajar merupakan tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran. Rendahnya hasil belajar dilatarbelakangi oleh berbagai faktor diantaranya penggunaan model pembelajaran oleh pendidik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji homogenitas, N-Gain, dan Uji-t. Penelitian ini menghasilkan simpulan sebagai berikut: 1) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe (Reciprokal Teaching) pada pengukuran awal (Pretest) dan pengukuran akhir (Postest) dengan rata-rata nilai pretest sebesar 49,33 dan rata-rata nilai posttest sebesar sebesar 83,33. Dengan nilai N.Gain hasil belajar peserta didik dari pretest ke posttest diperoleh angka sebesar 0,66. 2) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe reciprokal teaching dengan yang menggunakan metode konvensional pada pengukuran akhir (posttest) dengan rata-rata nilai hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif learning tipe reciprokal teaching pada pengukuran akhir (Posttest) sebesar 83,33. Sedangkan rata-rata nilai hasil belajar peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir (Posttest) sebesar 62,33 dan hasil uji t menghasilkan sebesar 9,09 dengan 1,67 dapat disimpulkan bahwa > atau 9,09 > 1,67 (Ha diterima). Kata kunci: Model pembelajaran, Kooperatif Learning tipe Reciprokal Teaching, Hasil Belajar
 
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil belajar siswa yang menggunakan metode Active Learning Problem Solving Type dengan hasil belajar siswa yang menggunakan metode Cooperative Learning Type Group Investigation pada pengukuran posttest (kelas eksperimen 1) dan posttest (kelas eksperimen 2) di bidang akuntansi. Subjek Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X Ak di SMK Bahrul Uluum Kawali. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif, yaitu data yang berupa angka. Bentuk desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment, yang dilakukan dengan memberikan perlakuan kepada subjek penelitian dan kemudian memberikan tes kepada subjek penelitian.Kata Kunci: Hasil Belajar Siswa, Pemecahan Masalah, Investigasi Kelompok
 
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya proses pembelajarandan perolehan hasil belajar yang tidak seimbang antara aspek kognitif, afektif danpsikomotor di SD Negeri Tebet Barat 01 Kecamatan Tebet Jakarta Selatan.Subjek penelitian dilakukan di kelas V SD dengan jumlah siswa 30 orang yangterdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. Perbaikan dititik beratkan pada pemilihan model pembelajaran, agar model yang dipilih lebihmengutamakan keterlibatan siswa secara efektif di dalam memahami danmenerapkan konsep yang dipelajarinya, model yang dimaksud adalah modelpenerapan metode pembelajaran koperatif teknik jigsaw. Upaya guru dalammeningkatkan hasil belajar siswa tentang konsep jenis-jenis pesawat sederhanamelalui model koperatif teknik jigsaw diawali dengan menyusun perencanaanpembelajaran yang mengacu pada KTSP 2006, pelaksanaan pembelajaran melaluialur (a) Pengungkapan pengetahuan awal, (b) Eksplorasi, (c) Diskusi danPenjelasan konsep dan (d) Pengembangan dan Aplikasi konsep. Dari data hasilanalisis terhadap pengetahuan awal siswa, terbukti bahwa pemahaman terhadapkonsep jenis-jenis pesawat sederhana siswa masih sangat minim. Dalam prosespembelajaran IPA, siswa mengalami perkembangan dalam aspek keterampilanmengamati, mengkomunikasikan, berdiskusi. Sikap ilmiah siswa pun mengalamipeningkatan baik selama proses pembelajaran maupun setelah prosespembelajaran diantaranya; sikap bekerja sama, dan sikap ingin tahu. Aktivitasdi luar jam pelajaran dari siklus I pertemuan 1, siklus I pertemuan 2, siklus IIpertemuan 1 sampai siklus II pertemuan 2 semakin berkurang dan pembelajaransemakin efektif dan tentunya menyenangkan. Pada siklus I pertemuan 1 hasilbelajar siswa meningkat dengan rata-rata nilai 63,50. Pada siklus I pertemuan 2hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 70,83 dari siklussebelumnya. Pada siklus II pertemuan 1 hasil belajar siswa mengalamipeningkatan dengan nilai rata-rata 81,00 dari siklus sebelumnya. Dan siklus IIpertemuan 2 rata–rata nilai 87,40. Peningkatan hasil belajar ini sebagai buktibahwa model koperatif teknik jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswatentang konsep jenis-jenis pesawat sederhana pada pembelajaran IPA di kelas VSekolah Dasar dalam II siklus tindakan.
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran IPS berbasis Macromedia flash untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa SD. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi esperimental dengan desain penelitian pre-test and post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Sendangadi. Sampel yang diambil dengan teknik random sampling dengan 2 kelas kelompok eksperimen dan 1 kelas kontrol. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini berupa lembar observasi dan lembar soal tes. Analisis data menggunakan uji MANOVA dengan rumus Hotellings Trace dengan taraf signifikan 5%. perbedaan nilai signifikansi uji Hotellings Trace adalah 0,000 < 0,05 untuk uji beda kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan demikian media pembelajaran IPS berbasis macromedia flash efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa SD kelas IV. Kata Kunci: Media Pembelajaran, IPS, Macromedia Flash, Motivasi, Hasil Belajar.
 
Top-cited authors
Tetep Tetep
  • institut pendidikan indonesia Garut
Dinie Anggraeni Dewi
  • Universitas Pendidikan Indonesia
Wahid Hasim
  • Institut Pendidikan Indonesia Garut
Dikdik Baehaqi Arif
  • Ahmad Dahlan University