JURNAL PENDIDIKAN IPS

Published by STKIP Taman Siswa Bima
Print ISSN: 2088-0308
Publications
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji lebih dalam mengenai sejarah pendidikan Islam sebelum masa Khulafaur Rasyidin dan sejarah pendidikan Islam pada masa Khulafaur Rasyidin. Penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis melalui studi literatur. Metode yang digunakan dengan menggunakan langkah sebagai berikut. Pertama, heuristik merupakan kegiatan mencari, mengumpulkan, mengkategorikan dan meneliti sumber-sumber sejarah. Kedua, kritik sumber adalah kegiatan menguji sumber sejarah dengan menggunakan kritik ekstern dan intern Ketiga, interpretasi adalah kegiatan menafsirkan terhadap fakta yang sudah diuji dengan kritik sumber. Keempat, penyajian dengan menyampaikan sintesa yang diperoleh dalam sebuah karya sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendidikan Islam pada masa Rasulullah dilaksanakan dalam dua periode, yaitu periode Mekah dan Madinah. Pendidikan periode Mekah dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu tahapan sembunyi-sembunyi, tahapan secara terang-terangan dan tahapan seruan umum. Sedangkan pendidikan periode Madinah merupakan kelanjutan pendidikan di Mekah, yaitu pembentukan dan pembinaan masyarakat baru, menuju satu kesatuan sosial dan politik, pendidikan sosial politik dan kewarganegaraan serta pendidikan anak. Setelah meninggalnya Rasulullah SAW, pendidikan Islam dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin. Pendidikan Islam pada masa ini dibagi menjadi empat periode, yaitu: periode Khalifah Abu Bakar as-Siddiq, periode Khalifah Umar bin Khatab, periode Khalifah Usman bin Affan dan periode Ali bin Abu Thalib.
 
Al-Qur'an merupakan firman Allah yang selanjutnya di jadikan pedoman hidup (way of life) kaum muslim yang tidak ada lagi keraguan di dalamnya. Di dalamnya terkandung ajaran-ajaran pokok (prinsip dasar) menyangkut segala aspek kehidupan manusia yang selanjutnya dapat dikembangkan sesuai dengan nalar masing-masing bangsa dan kapanpun masanya dan hadir secara fungsional memecahkan problem kemanusiaan. Manusia dalam kenyataan hidupnya menunjukan bahwa ia membutuhkan suatu proses belajar yang memungkinkan dirinya untuk menyatakan eksistensinya secara utuh dan seimbang. Manusia tidak dirancang oleh Allah SWT. untuk dapat hidup secara langsung tanpa proses belajar terlebih dahulu untuk memahami jati dirinya dan menjadi dirinya. Dalam proses belajar itu seseorang saling tergantung dengan orang lain. Proses belajar itu dimulai dengan orang terdekatnya. Proses belajar itulah yang kemudian menjadi basis pendidikan. Ketidakberhasilan tertanamnya nilai-nilai rohaniyah (keimanan dan ketaqwaan) terhadap peserta didik (murid) dewasa ini sangat terkait dengan dua faktor penting dalam proses pembelajaran di samping banyak faktor-faktor yang lain, kedua faktor tersebut adalah strategi pembelajaran serta orang yang menyampaikan pesan-pesan ilahiyah (guru). Dalam sistem pendidikan Islam seharusnya menggunakan metode pendekatan yang menyeluruh terhadap manusia, meliputi dimensi jasmani dan rohani (lahiriyah dan batiniyah), di samping itu keberhasilan sebuah proses pembelajaran sangat ditunjang oleh kepribadian setiap penyampai pesan (guru). Materi pendidikannya mencakup pendidikan Aqidah, pendidikan Syari’ah dan pendidikan Akhlak. Metode pengajarannya dengan mauidloh dan tanya jawab. Sifat pendidik mencakup bijaksana dan kasih sayang terhadap anak didik.
 
Penelitian ini bertujuan untuk menalaah kebijakan pemerintah kolonial Belanda sejak 1830-1900, dimana dalam rentang waktu di atas terapkan dua sistem yaitu tanam paksa dan liberal. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, Interprerasi dan historiografi. Peneliti menggunakan pendekatan ekonomi sedangkan model penjelasan yang digunakan adalah kausalitas atau sebab akibat (cause and effect). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa involusi pertanian di Jawa dilatarbelakangi kebijakan kolonial Hindia Belanda (1619-1942) yang membawa produk pertanian Indonesia ke pasar dunia. Namun Belanda tidak pernah berhasil mengembangkan ekonomi ekspor secara luas di pasar dunia. Untuk itu kolonial Belanda terus mendorong petani untuk berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia. Untuk itu Belanda menerapkan sistem tanam paksa 1830-1870 dan sistem liberal 1870-1900. Penerapan dua sistem ini menyebabkan banyaknya lahan pertanian yang digunakan untuk menanam tanaman ekspor dan menyerap tenaga kerja. Artinya, lahan pertanian makin sempit sedangkan jumlah penduduk makin bertambah. Hal inilah yang disebut dengan proses involusi yang kemudian akan menyebabkan petani akan berfikir keras dalam mengelola sawahnya, karena lapangan kerja di luar pertanian tidak tersedia. Kondisi ini membawa dampak bagi desa atau masyarakat Jawa: terjadinya involusi pertanian dan kemiskinan bersama; semakin kuatnya pemilikan tanah komunal, pengembangan produksi palawija, semakin sulitnya pembagian kerja serta untuk memperoleh pendapatan.
 
Virus Corona (Covid 19) ditemukan masuk di Indonesia pada awal bulan maret 2020, hal ini dikarenakan adanya warga Indonesia yang terkonvirmasi terdampak Virus Corona. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang (1). Bagaiman perenacanaan Pembelajaran Sejarah pada masa pandemi Covid 19 (2). Bagaimana implementasi pembelajaran sejarah pada masa pendemi covid 19. (3) Bagaimana kendala dan dampak dalam pembelajaran sejarah pada masa pandemi Covid 19. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Ambalawi dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari Kapala Sekolah, Guru, dan Siswa. tehnik pengumpulan data menggunakan tehnik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Untuk memvaliditas data dalam penelitian ini menggunakan triagulasi sumber, triagulasi data, dan triagulasi peneliti. Analisis data menggunakan analisis interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1). Perencanaan pembelajaran susun lebih awal sebelum melaksanakan kegiatan implementasi pembelajaran, agar pembelajaran berjalan dengan baik dan mencapai tujuan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran pada awalnya, guru membuat perangkat pembelajaran yang berdasarkan pada kompetensi Inti dan Kompetensi dasar yang termuat dalam silabus dan kurikulum 2013. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada masa pandemi Covid 19 di susun dengan terpisah yang sesuai dengan kebuhan dalam pembelajaran daring, (2). Impelementasi pembelajaran sejarah pada masa pandemi Covid 19 di lakukan dengan dua model pembelajaran yaitu pembelajaran dengan model luring atau tatap muka dan juga menggunakan model pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring, (3). Kendala dan Dampak pada implementasi pembelajaran sejarah pada masa pandemi Covid 19 adalah banyak siswa yang tidak memiliki HP android, tidak memiliki paket internet dan jaringan internet yang tidak stabil
 
Model pelaksanaan pembelajaran, selama pandemi covid 19, selalu didominasi oleh pembelajaran daring, karena dapat menghindari guru dan siswa bertemu secara fisik/langsung, namun tidak semua daerah memiliki tingkat kesiapan teknologi informasi yang sama, hal ini menjadi catan buruk dalam praktek pembelajaran daring. Begitu juga halnya di sekolah dasar, terutama yang berada di kabupaten Bima. Rata-rata sekolah, tidak melaksanakan pembelajaran secara daring, dengan alasan; fasilitas pendukung kurang, pemahaman tentang platform pembelajaran online masih kurang juga, rata-rata siswa tidak memiliki perangkat komputer atau gedjet/hp android. Hal ini terjadi karena guru dan pihak sekolah melarang siswa untuk membawa HP, namun ketika pandemi melanda guru dan sekolah menginginkan siswa belajar online dengan dengan gedjet/HP android masing-masing. Pelaksanaan BDR kurang efektif khususnya bagi peserta didik sekolah dasar, ditambah lagi orangtua murid yang belum paham dengan tugasnya dalam mendampingi anak belajar dirumah. Sehingga sekolah-sekolah menyarankan kepada guru untuk berkunjung ke rumah-rumah siswa atau sebaliknya, keterbatasan fasilitas dan sarana penunjang menjadi masalah utama dalam gagalnya kegiatan pembelajaran jarak jauh yang dianjurkan oleh Kemendikbud. Tujuan penelitian; (1) Mendeskripsikan tentang Pelaksanaan BDR sekolah dasar; (2) Menyajikan dan menganalisis tentang hambatan pelaksanaan BDR sekolah dasar. Jenis penelitian ini, merupakan penelitian kualitatif dengan memanfaatkan informasi dari berbagai pihak yang berhubungan dengan pelaksanaan BDR dan disajikan dalam bentuk uraian dan simpulan. Sedangkan teknik pengumpulan datanya dilkukan dengan cara mewawancarai, semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan BDR, samapai pada orangtua/wali, hasil wawancara tersebut akan dibuat matriksnya sesuai indikator masalah kemudian akan dilakukan observasi untuk mengamati pelaksanaan BDR, agar mendapakan gambaran real tentang fenomena keberlangsungan BDR, dan yang terakhir akan dilakukan dokumentasi sebagai data pendukung dalam menelaah penelitian ini lebih lanjut. Sedangkan teknik analisis datanya dilskukan dengan cara menghimpun data hasil penelitian lapangan dalam bentuk pemetaan matriks data, setelah itu akan ditafsirkan dengan memberikan makna pada setiap informasi yang dikumpulkan sebelumnya, sehingga sampai pada langkah terakhir penarikan kesimpulan sebagai point yang di petakan dalam hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan yaitu; 1) Pelaksanaan BDR di sekolah dasar kurang efektif, meskipun sekolah sudah mengikuti pedomannya, namun ditinjau dari model pelasanaan dan efektifitas keterlibatan guru, siswa dan pendampingan orangtua belum maksimal; 2) Hambatan dalam pelaksanaan BDR di sekolah dasar yaitu kurangya fasilitas pendukung, motivasi dan minat siswa dalam belajar secara mandiri, dan siswa kurang memahami materi atau tugas yang diberikan oleh guru, tanpa penjelasan karena keterbatasan waktu, serta pebedaan persepsi anata sekolah dan orangtua dalam mendukung pelaksanaan BDR
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksaan metode pembelajaran daring dirumah pada siswa Sekolah Dasar Ragi akibat dari adanya pandemik COVID-19. Penelitian menggunakan penelitian kepustakaan dimana dalam mengumpulkan informasi data dengan teknik dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal yang relevan dari berbagai macam yang ada di perpustakaan seperti dokumen, buku, majalah, berita.Kriteria artikel dan berita yang dipilih yaitu adanya pembahasan tentang dampak COVID-19 dan pembelajaran daring di Sekolah Dasar Negeri Ragi.Dari 10 sumber yang didapatkan, kemudian dipilih yang paling relevan dan diperoleh 3 artikel dan 6 berita yang dipilih.Hasil dalam penelitian, menunjukkan bahwa dampak COVID-19 terhadap implementasi pembelajaran daring di sekolah dasar dapat terlaksanakan dengan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil data 3 artikel dan 6 berita yang menunjukan bahwa dampak COVID-19 terhadap implementasi pembelajaran daring di SD dapat terlaksana dengan cukup baik apabila adanya kerjasama antara guru, siswa dan orang tua dalam belajar di rumah.
 
Penelitian ini bertujuan menganalisis laratbelakang, proses dan kelebihan maupun kekurangan penerapan Home Visit Method dalam pembelajaran IPS siswa kelas V SDN Inpres Tenga di masa Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik sampiling mengunakan Purposive sampling sedangkan keabsahan data menggunakan triangualasi teknik, sumber dan teori. Tahap akhir melakukan analisa data dengan tahap reduksi data, sajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan Home Visit Method dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V SDN Inpres Tenga dilatarbelakangi kendala yang ditemukan dalam pembelajaran Daring. Kendala pembelajaran Daring di kelas V SDN Inpres Tenga dimana tidak semua siswa memiliki Smartphone. Hal ini berkaitan dengan kemampuan ekonomi orang tua siswa kelas V SDN Inpres Tenga dimana sebagaian besarnya adalah petani. Pelaksanaan Home Visit Method dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V SDN Inpres Tenga dilaksanakan dengan beberapa tahap: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, tindak lanjut dan menyusun laporan. Kelebihan Home Visit Method dimana guru dapat melihat, mengawasi secara langsung kegiatan belajar peserta didik selama masa pandemi Covid-19 dan dapat menjalin silatuhrahmi yang erat dengan orang tua peserta didik. Kedua, guru bisa berinteraksi langsung dengan siswa terkait materi pembelajaran sehingga terhindar dari miskomunikasi. Kelemahannya, dimana sebagian tidak mengikuti pembelajaran, siswa mengutamakan kegiatan yang lain seperti bermain. Demikian halnya dengan waktu belajar dalam Home Visit Method yang sedikit sehingga sulit menjangkau materi IPS yang laus.
 
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kondisi Nusantara pada masa pergerakan nasional, (2) untuk mengetahui bagaimana riwayat hidup Datuk Ibrahim Tan Malaka dan (3) untuk mengetahui usaha perjuangan pahlawan Datuk Ibrahim Tan Malaka dalam mencapai pembebasan nasional Indonesia tahun 1919- 1949. Jenis penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah penelitian kepustakaan (Library research), penelitian ini menggunakan langkah-langkah yaitu (1) Heuristk, proses pengumpulan data (2) Kritik sumber, proses penyeleksian data (3) Interprestasi, penafsiran data (4) Historiografi, penulisan sejarah. Dalam penulisan skripsi ini. Pendekatan yang di gunakan adalah pendekatan sosial dan politik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Perjuangan bangsa Indonesia menghadapi penjajah dipicu oleh harga diri sebagai bangsa yang ingin merdeka di tanah airnya sendiri tanpa tekanan penjajah. Munculnya politik etis memberikan dampak positif bagi rakyat Indonesia, kebijakan politik etis memberikan peluang mudahnya akses pendidikan bagi kaum pribumi yang membawa dampak lahirnya kaum terdidik terpelajar yang menjadi pelopor kebangkitan bangsa termasuk di antaranya Tan Malaka. watak revolusioner Tan Malaka tumbuh dan berkemnbang ketika ia menempuh pendidikan di belanda, melalui pengalaman dan buku-buku yang ia baca selama di Belanda. Usaha perjuangannya dimulai dari tahun 1919 mulai dari mendirikan sekolah rakyat di Semarang, menjadi ketua PKI menggantikan Samaun, mendirikan Partai Republik Indonesia PARI di Bangkok, menggagas terbentuknya organisasi pesatuan perjungan, dan pada tanggal 7 November 1948 Tan Malaka mendirikan partai yang bersifat revolusioner untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang bernama partai Murba. Cita-cita menuju kemerdekaan 100% itu yang mengharuskan Tan Malaka, tidak hanya melihat kemerdekaan hanya sekedar kemerdekaan politik, namun kemerdekaan Indonesia menyeluruh sifatnya, mulai dari kemerdekaan ekonomi, politik, sosial dan budaya.
 
Tujuan penelitian ini yaitu: 1). Untuk mengetahui Bagaimana awal perkembangan pelabuhan Bima. 2). Kebijakan-kebijakan pengelolaan pelabuhan Bima yang berlaku setelah menjadi pelabuhan laut yang di usahakan di bawah pengawasan PT. PELINDO III Cabang Bima? 3). Untuk mengetahui dampak dari perkembangan pelabuhan Bima terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat? Penelitian ini merupakan penelitian sejarah mengunakan metode sejarah yang terdiri dari empat langkah yaitu pengumpulan sumber sejarah (heuristic), kritik terhadap sumber sejarah, analisis dan interpretasi terhadap fakta-fakta sejarah, dan penulisan sejarah. Sumber sejarah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa dokumen, arsip, sumber sekunder berupa buku, berita cetak maupun elektronik yang relevan. Pelabuhan Bima telah ada sejak jaman Kerajaan hingga sekarang. mulai tumbuh dan berkembang seiring dengan ramainya aktifitas perdagangan dan pelayaran di wilayah Nusantara. Menjadi tempat persingahan penting pelayaran dari Malaka ke Maluku. Lokasinya yang strategis dan potesi hinterland yang beragam menjadi pendukung utama perkembangan pelabuhan Bima, hal ini mendorong pengembangan pelabuhan Bima menjadi pelabuhan yang di usahakan di bawah pengelolaan PELINDO III. Dengan peraihan status segala pengelolaan dan tata laksana serta kebijakan yang berkenaan dengan pelabuhan Bima di kelola oleh PELINDO III dan Administrator Pelabuhan Bima di bantu oleh Instansi terkait. Dampak keberadaan pelabuhan Bima dapat di lihat dari sektor ekonomi yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Keberadaan pelabuhan Bima juga memberi kontribusi yang berar dalam sector pendidikan lanacarnya arus transportasi mempermudah masyarakat dalam mengakses pendidikan di daerah lain.
 
Zakat sebagai salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan, memiliki dua aspek, yaitu aspek agama dan aspek sosial ekonomi. Zakat ditinjau dari aspek agama merupakan suatu bukti kepatuhan seorang hamba kepada tuhan, dan dari aspek sosial-ekonomi, zakat memiliki fungsi strategis dalam mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat. Oleh karena itu zakat sering kali disebut sebagai ibadah Maliyah Ijtimaiyyah. Namun fungsi zakat untuk pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan akan terwujud jika zakat tidak hanya didistribusikan dalam bentuk konsumtif, melainkan dalam bentuk produktif, dimana zakat yang peroleh terlebih dahulu dimanfaatkan menjadi suatu usaha, yang kemudian dapat meningkatkan pendapatan dan memberikan penghasilan tetap, sehingga tujuan utama penyaluran zakat dapat terwujud yaitu merubah mustahik menjadi muzakki. Kemudian dilihat dari Pelaksanaan zakat merupakan langkah nyata untuk membangun sinergi sosial yang dapat dikembangkan secara kontekstual dalam kehidupan modern, misalnya orang yang memiliki modal menzakatkan modalnya kepada orang yang memiliki skill dan sebaliknya orang yang memiliki skill menzakatkan skillnya kepada yang memiliki modal. Maka zakat yang disebut dalam al-quran sejajar dengan shalat karena merupakan sarana komunikasi utama antara manusia dengan manusia lain dalam suatu tatanan kehidupan sosial.
 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui ada tidaknya pengaruh model kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar sejarah siswa kelas X di SMAN 1 Manggelewa Tahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Desain adalah Pretest Posttes Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X di SMAN 1 Manggelewa Tahun Pelajaran 2017/2018, berjumlah 6 kelas yaitu X IPA¹, X IPA², X IPA³, X IPS¹, X IPS², dan X IPS³ sebanyak 213 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling, kelas eksperimen dalam penelitian ini adalah X IPS¹ dan kelas kontrol adalah X IPS². Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik tes dan Teknik anlisis data menggunakan rumus uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan model kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar sejarah pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Manggelewa Tahun Pelajaran 2017/2018. Hal ini terbukti dengan hasil nilai rata-rata post-tes kelompok eksperimen 80,57 sedangkan rata-rata untuk kelompok kontrol 65,90 dan perhitungan dengan ujit diperoleh thitung=27,389 > ttabel = 4,001, maka Ha diterima dan Ho ditolak.
 
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar Pada Mahasiswa Semester VI, Mata Kuliah Pendidikan Keterampilan Seni Rupa serta performansi Dosen dan calon guru pada materi mengapresiasi karya seni rupa melalui penggunaan media pembelajaran appreciation card untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar pada peserta didik. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek yang diteliti yaitu mahasiswa Kelas IV A berjumlah 23 orang Program pendidikan guru sekolah dasar stkip taman siswa bima. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan non tes (observasi dan dokumentasi). Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini yaitu ratarata kelas minimal 75, persentase tuntas belajar klasikal minimal 75%, keberanian mahasiswa dalam mengajukan/menjawab pertanyaan Dosen>=50%, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran >=75% dan skor performansi Dosen minimal 70. Hasil penelitian diperoleh persentase aktivitas belajar mahasiswa pada siklus I sebesar 75.70% dan meningkat menjadi 90.20% pada siklus II. Jadi persentase aktivitas belajar mengalami peningkatan sebesar 19.16%. Hasil belajar mahasiswa pada siklus I diperoleh rata-rata kelas sebesar 59.58 dan meningkat menjadi 80.80 pada siklus II. Jadi rata-rata kelas mengalami peningkatan sebesar 35.62%. Sedangkan persentase tuntas belajar klasikal pada siklus I sebesar 56.52% dan meningkat menjadi 86.96% pada siklus II. Jadi persentase tuntas belajar klasikal mengalami peningkatan sebesar 53.86%. Performansi Dosen pada siklus I sebesar 83.85 dan meningkat menjadi 97.35. Jadi performansi Dosen mengalami peningkatan sebesar 16.10%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran appreciation card dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa, hasil belajar mahasiswa, dan performansi guru pada materi mengapresiasi karya seni rupa pada Kelas IVA STKIP Taman Siswa Bima. Oleh karena itu, sebaiknya Dosen menggunakan media pembelajaran appreciation card dalam pembelajaran mengapresiasi karya seni rupa.
 
Tujuan penelitian ini membahasasbagaimana analisa laporan keuangan dalam menilai tingkat efisiensi dan efektifitas operasi pada Politeknik LP3I Kampus Bekasi periode 2017/2018 yang bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan apakah baik atau tidak dibanding dengan perusahaan sejenis. Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan wawancara langsung kepada pihak terkait. Metode penelitian yang digunakan dalam peneltian adalah penelitian deskriptif dan menggunakan variable independen (bebas) yaitu tingkat efisiensi dan efektifitas yang diukur dengan beberapa sub variable diantaranya rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio rentabilitas dan rasio aktifitas; Hasil analisa likuiditas, rasio yang dipergunakan mencakup rasio lancer (current Ratio), Rasio cepat (Quick Ratio), dan rasio kas (Csh Ratio). Analisa dengan rasio ini menunjukan Politeknik LP3I Kampus Bekasi tergolong likuid dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya pada saat jatuh tempo; Hasil analisa solvabilitas, rasio yang dipergunakan adalah rasio Hutang terhadap modal sendiri, dan rasio Hutang terhadap Aktiva. Analisis ini menunjukan bahwa kondisi keuangan Politeknik LP3I Kampus Bekasi Solvabel dalam menjamin seluruh kewajiban-kewajiban jangka pendek dan jangka panjang dengan modal dan aktiva yang ada; Hasil analisa rentabilitas, rasio yang dipergunakan adalah laba usaha berbanding dengan modal yang ada. Dari analisa ini didapat bahwa Politeknik LP3I Kampus Bekasi belum optimal dalam mengelola modalnya untuk bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Hasil analisa aktivitas, rasio yang dipergunakan adalah perputaran aktiva dalam menghasilkan omset. Dari analisa ini diperoleh bahwa perputaran aktiva belum cukup baik sehingga omset yang meningkat bukan diakibatkan karena perputaran aktiva melainkan dari factor lain.
 
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan metode demonstrasi dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas IV terhadap tata cara sholat wajib pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam SDN Inpres Pandai tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Adapaun langkah penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini yaitu (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) pengamatan, dan (d) refleksi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa metode demontrasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan pembelajaran siswa pada mata pelajaran Agama Islam terutama dalam tata cara sholat fardhu. Hal ini dapat dilihat dari nilai siklus I ketuntasan klasikal belajar siswa mencapai 30% sedangkan pada siklus II mencapai 85%. Hal ini menunjukkan bahwa pada setiap siklus II mengalami kenaikan maka dapat dikatakan bahwa peneraapan metode demontrasi dapat meningkatkan pembelajaran bagi siswa pada mata pelajaran Agama Islam pokok bahasan tata cara sholat fardhu. Penerapan metode demontrasi dapat meningkatkan kemampuan siswa terhadap materi tata cara sholat fardhu. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran yang semula gaduh menjadi penuh semangat serta tertarik pada materi yang disampaikan guru dan ketuntasan belajar pada siklus I mencapai 30% dan pada siklus II mencapai 85%. Hal itu menunjukkan pada setiap siklus II mengalami kenaikan/peningkatan.
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang positif antara media pembelajaran power point terhadap hasil belajar sejarah siswa kelas X SMAN 1 Monta Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Desain penelitian adalah Pretest Posttes Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS di SMAN 1 Monta Tahun Pelajaran 2018/2019, yang berjumlah 104 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Kelas kontrol dalam penelitian ini adalah X IPS¹ dan kelas eksperimen adalah X IPS4. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik tes. Teknik anlisis data dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh positif dan signifikan dari penggunaan media pembelajaran power point terhadap hasil belajar siswa di kelas X pada mata pelajaran sejarah SMA Negeri 1 Monta Tahun Pelajaran 2018/2019. Hal ini terbukti dengan hasil nilai rata-rata post-tes kelompok eksperimen 85,97 sedangkan rata-rata untuk kelompok kontrol 77,38 dan perhitungan dengan ujit diperoleh thitung=9,916> ttabel = 4,034, maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya ada pengaruh yang signifikan pengunaaan media pembelajaran power point terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran sejarah SMA Negeri 1 Monta tahun pelajaran 2018/2019.
 
Tujuan yang diharapkan dapat dicapai dalam kegiatan penelitan ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran Sejarah di kelas X IPA1 SMA Negeri 1 Ambalawi Tahun Pelajaran 2018/2019. (2) Untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran Listening Team pada mata pelajaran Sejarah di kelas X IPA1 SMA Negeri 1 Ambalawi Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian yang dilaksanakan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) (Classroom Action Research). Arikunto (2013:130) mendefinisikan penelitian tindakan kelas sebagai suatu pengamatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan dalam sebuah kelas dengan tujuan untuk memperbaiki mutu praktik pembelajaran. Objek penelitian adalah siswa kelas X IPA1 SMA Negeri 1 Ambalawi Kabupaten Bima. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Listening Team dapat meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa kelas X IPA1 SMA Negeri 1 Ambalawi dimana pada siklus I rata-rata nilai tes formatif sebesar 70,92 menjadi 84,07 pada siklus II atau meningkat sebesar 14,94 sedangkan persentase ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 70,37% menjadi 92,59% pada siklus II dimana terjadi peningkatan sebesar 22,22%. Peningkatan prestasi belajar ini disebabkan meningkatnya aktivitas belajar siswa baik kegiatan diskusi maupun presentasi.
 
pelaksanaan layanan bimbingan belajar di kelas IV Negeri 58 Tambana. Metode penelitan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian guru kelas IV. Instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, observasi, catatan lapangan dan angket. Langkah-langkah analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru belum membuat program layanan bimbingan belajar. Layanan bimbingan belajar dilaksanakan oleh guru sesuai dengan pemahamannya. Layanan bimbingan belajar oleh guru dipahami sebagai suatu bentuk bantuan bagi siswa untuk mencapai hasil belajar sesuai target yang ditetapkan. Dalam melaksanakan layanan bimbingan belajar, guru mengalami hambatan antara lain keterbatasan pemahaman, waktu, serta keterampilan.
 
Tujuan penelitian ini yaitu, Ingin mengetahui efektivitas pembelajaran pendidikan Agama Islam dengan menggunakan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) siswa SMPN 4 Madapangga. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh guru dilapangan tempat melakukan penelitian, dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi dan tes hail pembelajaran. Hasil penelitian ini, yaitu pembelajaran pendidikan Agama Islam dengan pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Selain itu, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching Learning (CTL). Adalah pembelajaran yang bukan saja hanya guru yang menguasai pembelajaran dan materi, akan tetapi pembelajaran menuntut siswa untuk selalu aktif mengaitkan pembelajaran dari satu topik ke topik yang lain
 
Pendidikan pada era globalisasi memegang peranan yang sangat penting dan strategis dalam menyikap sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten dalam bidangnya, untuk mewujudkan masyarakat yang maju dan bersaing dalam menjawab tantangan global. Berdasarkan latar belakang pemikiran diatas rumusan penelitian ini yaitu ” bagaimanakah hubungan antara penguasaan peta konsep terhada kemampuan mendesain peta geografi siswa kelas VII di SMPN 2 Wera Tahun 2019. Adapun tujuan penelitian ini adalah “ingin mengetahui bagaimanakah hubungan antara penguasaan peta konsep terhada kemampuan mendesain peta geografi siswa kelas VII di SMPN 2 Wera Tahun 2019”.pelaksanaan penelitian ini dapat memberikan manfaat atau kegunaan penelitian ini yaitu: a. manfaat teoritis. b. manfaat praktis. Metode yang akan digunakan adalah metode deskriptif dalam pelaksanaan penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan fakta tentang hubungan antara penguasaan peta konsep terhadap kemampuan mendesain peta geografi. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII di SMPN 2 Wera Tahun 2019, yang berjumlah 140. Jadi jumlah sampel yang akan diteliti adalah 40 orang siswa. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas maka teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik dengan rumus r Product Moment. Hasil perhitungan analisa data dikonsultasikan pada nilai r tabel. Nilai r hitung yang diperoleh sebesar 0.07 untuk menguji taraf singnifikasi hasil penelitian ini perlu dikonsultasikan ke dalam formula degree of free atau derajat kebebasan nengan formula N 1 = 39, diperoleh nilai r tabel sebesar = 0,316 dengan taraf signifikasi 5%. Dari hasil tersebut diketahui bahwa nilai r hitung lebih kecil dari e tabel (0.07>0,316). Maka dapat disimpulkan bahwa “hubungan antara penguasaan peta konsep terhadap kemampuan mendesain peta geografi siswa kelas VII di SMPN 2 Wera Tahun 2018, tidak singnifikan. Dengan bersandar pada hasil analisis data lapangan, yaitu dengan diperolehnya nilai r hitung yang lebih kecil dari nilai r tabel (0.07>0,316) maka dapat diambil kesimpulan bahwa hubungan antara penguasaan peta konsep terhada kemampuan mendesain peta geografi siswa kelas VII di SMPN 2 Wera Tahun 2019 tidak signifikan.
 
Bahasa yang digunakan dalam politik khususnya saat-saat ingin menarik simpati masyarakat memiliki ciri-ciri tertentu. Komunikasi politik tidak bisa dilepaskan dari penggunaan bahasa yang mengarah pada penyampaian pesan, himbauan, harapan, permintaan, dan keinginan untuk mempengaruhi. Dalam menjalankan fungsinya sebagai alat komunikasi dalam bahasa politik, bahasa dikemas dengan menggunakan lambang-lambang atau pesan-pesan yang dapat mewakili ide atau pikiran para penuturnya. Penelitian ini dilakukan sebagai uapaya mengetahui bagaimana bahasa digunakan dalam iklan politik di Kabupaten Sumbawa Besar pada pemilihan umum legislatif 2019 lalu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Selanjutnya data dalam penelitian ini berupa data kebahasaan dari spanduk iklan, dan masyarakat sebagai sumber data. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pemakaian bahasa dalam spanduk iklan politik di sumbawa besar berkisar pada level kosa kata, kosa kata yang diperjuangkan, kosa kata yang memarjinalkan orang lain, kosa kata bernuansa kedaerahan, metafora yang berdaya gugah, informatif dan persuasif, relasi makna, dan melalui pronomina. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan bahasa pada iklan politik pada PILEG 2019 di kabupaten sumbawa bersifat menggugah, informatif dan persuasif. Menggugah maksudnya adalah bahasa yang digunakan sangat mencermati kebutuhan konsumen, memberikan solusi, dan memberikan perhatian lebih kepada masyarakat mengenai PILEG saat itu. Sedangkan informatif bahasa yang digunakan tidak bertele-tele membuat masyarakat mengerti dengan menggunakan bahasa-bahasa politik. Serta persuasif bahasa yang digunakan sifatnya mengajak dan menghimbau untuk memilih para calon saat PILEG.
 
Peranan Kerajaan Goa-Tallo dalam proses penyebar luasan Islam dikerajaan Bima pada abad XVII sebagai bagian dari penulisan sejarah Bangsa Indonesia pada masa itu adalah sangat penting untuk ditelusuri oleh kita sebagai generasi muda masa sekarang. Adapun tujuan penulisan ini, yaitu Untuk mengetahui fakor masuknya Agama islam di Kesultanan Bima pada abad ke XVII., dan Untuk mengetahui peranan Ulama Kesutanan Goa-Tallo dalam proses penyebarluasan Islam dalam berbagai aspek kehidupan di Kerajaan Bima pada abad ke XVII. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisn ini yaitu telaah pustaka dengan metode penelitian sejarah yang melewati tahap heuristic, kritik, interpetasi dan historigrafi. Sedangkan pendektan dalam penulisan ini menggunakan pedekatan agama, sosail dan politik. Adapun hasil dari penlitian ini menjelskan bahwa Fakor masuknya Islam di kerajaan Bima sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bantuan yang diberikan oleh Raja Gowa-Tallo kepada La Kai dalam melawan kekuasaan Raja Salisi membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan baik dari aspek politik, ekonomi, sosial budaya. Bantuan yang diberikan oleh Kerajaan Gowa-Tallo terhadap La Kai sekaligus dimanfaatkan oleh pihak Kerajaan Gowa untuk menyebarluaskan Islam di Kepulauan Nusa Tenggara termasuk Kerajaan Bima. dalam hal ini Raja Gowa Sultan Alauddin mengirim dua orang ulama Melayu untuk menyebarluaskan sekaligus mengembangkan Islam di Kerajaan Bima yang bernama Datuk Ri Bandang dan Datuk Di Tiro selama 15 tahun lamanya. Usaha ulama Melayu dalam mengembangkan Islam di Kerajaan Bima di awali dengan mengislamkan putra mahkota La Kai bersama tiga saudaranya dengan anggapan bahwa setelah Jena Teke La Kai diislamkan maka dalam waktu singkat Islam akan cepat menyebar karena mendapat legitimasi/pengakuan dari sang raja pada waktu itu. Para Ulama Melayu dalam mengembangkan Islam dalam masyarakat Kerajaan Bima pertama kali mendekati masyarakat dengan pola pendekatan sosial, pendekatan akidah sehingga dalam waktu 15 tahun Islam dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Kerajaan Bima
 
Masuk dan berkembangnya Islam di Bima tidak hanya membawa perubahan besar pada kepercayaan yang di anut oleh masyarakat di kerajaan tersebut namun juga membawa perubahan secara-besaran terhadap tatanan politik, sosial dan kemasyarakatan serta kebudayaan. Pengaruh Islam terlihat nyata pada kebudayaan yang berkembang sesudah agama ini mulai tumbuh dan berkembang di Bima. Perpaduan antara kebudayaan Islam dan kebudayaan local terjalin indah dalam setiap adat dan budaya yang berkembang dalam masyarakat. hal ini terlihat dari berbagai kebudayaan antaa lain; pertama “Rimpu” yang merupakan busana adat harian tradisional yang berkembang pada masa kesultanan Bima. Sebagai pakaian yang mencerminkan identitas wanita Bima yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Upacara memperingatan mauled nabi besar Muhammad SAW di oleh masyarakat Bima di adakan acara Hanta Ua pua. Ketiga Zikir (jiki) kepada Allah yang di lantunkan pada suklus hidup masyarakat. Keempat Hadrah: Merupakan tari tradisional Bima yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT. Kelima Dali merupakan Puisi yang di sebut “dali” ini dapat juga di sebut dalil yaitu suatu petuah dan nasehat yang berdasar atas adat dan agama. Keenam Acara khitan dan Khatam Al-qur’an Dalam adat Bima, proses pendewasaan seorang anak manusia ditandai dengan dua macam upacara adat. Upacara adat ini merupakan pengejawantahan syariat Islam yaitu kewajiban untuk melaksanakan khitan bagi laki-laki serta anjuran untuk menamatkan pembelajaran baca Al-Qur’an sebagai penuntun hidup seorang manusia untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang masuknya agama Islam di bima, peranan msyarakat pesisit bima dalam proses masuknya agama islam di bima dan faktor pendorong masuknya agama islam di bima. Dalam penelitian ini teergolong penelitian sejarah dengan pendekatan deskriftif, metode penelitian sejarah yang digunakan adalah heuristik yaitu merupakan langkah pertama untuk mengumpulkan data-data awal untuk dijadikan sebagai sumber penelitian, Kritik yaitu untuk mencari keaslian sumber data, kritik internal dan eksternal, Intrepretasi yaitu menguraikan kembali dan menafsirkan setelah sumber data terkumpul dan dikritik, dan Historiografi yaitu tahap penulisan dari sebuah hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yaitu (1). Latar belakang masuknya agama islam di bima, tidak hanya dalam jalur perdagangan, tetapi masuknya agama islam di bima di bawah oleh Sunan Prampe dan para mubaliq yang datang daru Gowa, Tallo, Luwu dan Bone. Kedatangan para pedagang di bima tidak hanya untuk berdagang, melaikan memiliki misi untuk menyebarkan agama islam di bima. (2). Dalam proses masuknya agama islam di bima, masyarakat pesisir bima sangat berperan aktif dalam membantu para mubaliq dalam menyiarkan agama islam di bima, selain dari itu masyarakat pesisir bima yang berstatus sebagai pedagang sudah sejak awal membangun hubungan perdagangan yang baik dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara seperti, Demak, Malaka, dan Sulawesi selatan. Kerajaan-kerajaan tersebut merupakan kerajaan yang memeluk dan memili misi dalam menyiarkan agama islam di bagian timur Nusantara Islam masuk di bima pada abad XVII M, yang dibawah oleh para pedagang-pedagang yang datang dari Gowa, Tallo, Luwu dan Bone yang berstatus sebagai mubaliq yang menyebarluaskan agama islam. (3).faktor yang mendorong masuknya agama islam di bima adalah faktor perdagangan dan dakhwah islamiyah para bubaliq dari Gowa, Tallo,Luwu dan Bone.
 
Abstrak Dalam penelitian ini penulis membahas tentang adaptasi petani di So Selence desa Belo kecamatan Palibelo kabupaten Bima dari penelitian ini yaitu : (1). Bagaimana keadaan pengairan yang ada di So Selence desa Belo kecamatan Palibelo kabupaten Bima (2) bagaimana kegiatan para petani di So Selence desa Belo kecamatan Palibelo kabupaten Bima pada musim penghujan. (3) bagaimana kegiatan para petani di So Selence desa Belo kecamatan Palibelo kabupaten Bima pada musim kemarau. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, sumber data terdiri dari sumber data sekunder dan sumber data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, juga dokumentasi. Hasil penelitian (1). Keadaan pengairan di So Selence desa Belo kecamatan Palibelo kabupaten Bima hanya tersedia hanya pada musim hujan saja. (2). Petani di So Selence desa Belo kecamatan Palibelo kabupaten Bima pada musim hujan menanam padi. (3). Petani di So Selence desa Belo kecamatan Palibelo kabupaten Bima pada musim kemarau menanam sayur sayuran, buah-buahan kedelai, kacang tanah, kacang hijau dan jagung. Key Word: Petani, adaptasi
 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : 1) peranan Lembaga Adat Donggo (Lasdo) dalam menyelesaikan suatu tindak pidana; 2) tindak pidana apa saja yang dapat diselesaikan melalui Lembaga Adat Donggo (Lasdo) di Kecamatan Donggo, dan 3) sinergisitas antara Lembaga Adat Donggo Lasdo dengan aparat kepolisian setempat dalam menangani tindak pidana. Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris dengan menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, perekaman, dan catat. Subyek penelitian yakni Ketua Lembaga Adat Lasdo, tokoh masyarakat, dan penegak hukum setempat. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Peranan Lembaga Adat Donggo (LASDO) dalam menyelesaikan tindak pidana di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima sangat strategis. Peran itu terkristalisasi dari diberikan kewenangan LASDO dalam menetapkan jenis sanksi pidana (strafsort), bobot sanksi (strafmaat), serta pelaksanaan/eksekusi pidana (strafmodus) bagi pelaku tindak pidana. 2) Bahwa Lembaga adat dan Syari’at Donggo (LASDO) memiliki peranan dalam menyelesaikan tindak pidana yang terjadi di masyarakat Donggo, baik yang bersifat ringan hingga yang bersifat berat. 3) Sinergisitas antara Lembaga Adat LASDO dan aparat kepolisian setempat dalam menangani tindak pidana adalah berdasar asas saling menghormati dan menghargai serta asas musyawarah mufakat. Pihak Kepolisian akan memberikan kesempatan kepada LASDO terlebih dahulu untuk menyelesaiakan perkara pidana. Apabila LASDO merasa perlu melimpahkan perkara tersebut ke Kepolisian karna alasan dampak tindak pidana yang dilakukan berpotensi meluas dan dapat menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat Donggo, maka perkara tersebut akan diserahkan ke Kepolisian setempat.
 
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah salah satu ilmu pengetahuan yang diajarkan dalam pendidikan di Indonesia. Pendidikan dan Pembelajaran IPS memiliki peran yang sangat strategis baik di tinjau dari aspek akademik maupun kepentingan berbangsa dan bernegara. dijelaskan bahwa IPS merupakan kajian yang wajib dimuat dalam kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah yang antara lain mencakup ilmu geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi yang dimaksudkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis peserta didik terhadap kondisi sosial masyarakat. Pengamatan dalam kegiatan penelitian difungsikan sebagai salah satu cara untuk membawa keadaan yang nyata kepada peserta didik. Secara tidak langsung sebagai contoh nyata dari ilmu sosial yang sedang dipelajari, menerapkan dengan metode penelitian kuantitatif sehingga dapat diartikan sebagai metode yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan intrumen penelitian, analisis data bersifat statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. hasil yang ditunjukkan dari suatu interaksi tindak belajar dan ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan oleh guru. Untuk mengukur hasil belajar peserta didik mendapatkan pengajaran yang lebih yang efektif perlu adanya inovasi terbaru dengan memanfaatkan perkembangan teknologi slah satunya dengan menggunakan media pembelajaran melalui Adobe Animate Creative Cloud. Media yang menarik dan menyenangkan dapat memberikan manfaat sehingga meningkatnya hasil belajar peserta didik dalam proses belajar. Media pembelajaran juga dapat memperjelas penyajian informasi sehingga dapat memudahkan penyerapan materi pembelajaran kepada peserta didik serta membantu para guru mengembakan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif
 
Tujuan melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan tujuan dari pengembangan kualitas budi pekerti siswa, serta mengetahui faktor pengambat dalam mengembangankan kualitas budi pekerti siswa di sekolah. Penelitian ini, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang berupa kata-kata tindakan, sumber tertulis, dan foto. adapun metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang ada di lapangan menunjukan bahwasanya pengembangan kualitas budi pekerti siswa memiliki perkembangan. Faktor ini dapat dilihat dari bentuk perilaku siswa yang bersifat sopan dan santun, saling menghargai, menghormati antara sesama. Hasil wawancara yang dilakukan di SDN Inpres Sorobali merupakan suatu upaya untuk meningkatkan perilaku dan sekaligus untuk memperbaiki moral siswa agar dalam diri mereka terpatri pribadi yang baik. kalaupun masih ada upaya lain yang lebih baik dari apa yang telah disampaikan peneliti dalam skripsi ini, maka hal itu dapat dijadikan masukan atau tambahan agar skripsi ini terus berkembang dan tidak berhenti sampai disini.
 
Dikalangan siswa, PAI seringkali dipandang sebagai mata pelajaran yang menjemukan dan kurang membuka ruang bagi siswa untuk lebih kritis dan kreatif dalam proses pembelajarannya. Hingga kini, telah dilakukan berbagai upaya dalam pengembangan sistem pembelajaran PAI, yang salah satunya dengan mengadaptasi gaya pembelajaran melalui pendekatan konstruktivistik yang disesuaikan dengan kerakteristik dari PAI itu sendiri. Dari fenomena di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang penerapan pendekatan konstruktivistik dalam pembelajaran pendidikan agama Islam pada siswa kelas X SMA Al-Maarif Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dimana penelitian ini melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi, klasifikasi, kemudian diinterpretasikan. Di samping itu juga menyajikan data, menganalisis dan menginterpretasi, serta bersifat komperatif dan korelatif. Sumber data yang di dapat oleh peneliti berasal dari: data primer dan data sekunder. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi (pengamatan), interview/wawancara, dokumentasi. Untuk pengecekan keabsahan data dengan cara keikutsertaan, pengamatan, triangulasi dan pemeriksaan. Hasil dari penelitian ini adalah adanya penerapan pendekatan konstruktivistik dalam pembelajaran agama Islam pada siswa kelas X SMA Al-Maarif Kota Bima yang menekankan pada siswa belajar dengan aktif dan mencari solusi sendiri. Adapun tugas seorang guru disini sebagai fasilitator, inspirator, evaluator dan motivator yang membimbing dan membantu siswa dalam menemukan pengetahuannya sendiri secara utuh dan menyeluruh. Adapun faktor pendukung dari penerapan ini adalah kompetensi kepala sekolah yang baik dan sebagai motivator bagi para guru, kecakapan dan keahlian sebagian guru yang mengajar, serta lokasi SMA yang strategis. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya kreitifitas sebagian guru, latar belakang pendidikan siswa, sarana prasarana, dan upaya-upaya yang dilakukan adalah dengan pembinaan bagi para guru, diskusi/serring sebulan sekali, penambahan fasilitas sarana prasarana, kegiatan SKU, adanya IPNU IIPNU, dan pengembangan kurikulum.
 
Bukti Ketergantungan bangsa Indonesia kepada alam dapat dilihat dari pemanfaatan sumber daya alam yang besar-besaran tanpa melihat kelanjutan fungsinya. sentralisasi pemerintahan, kegiatan exploitasi terhadap sumber daya alam yang tidak berwawasan lingkungan masih terbatas pada pemanfaatan wilayah-wilayah yang strategis saja, namun dewasa ini setiap daerah saling belomba-lomba mengeksploitasi dan memanfaatkan kekayaan alam masing-masing. Penambangan pasir di pantai memang dianggap memberikan kontribusi yang cukup besar bagi masyarakat di Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, hal ini dapat terlihat dari begitu banyaknya aktivitas penggalian pasir di pantai yang dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima. Kegiatan penambangan pasir pantai sering dikonotasikan sebagai salah satu kegiatan yang merusak lingkungan, hal itu dapat terjadi apabila kegiatan penambangan tidak terkendali pasti akan menimbulkan dampak lingkungan, baik bersifat positif maupun bersifat negatif. Meskipun demikian besarnya permintaan pasar terhadap pasir turut mendorong berkembangnya kegiatan ini dengan pesat. Akibatnya, munculah berbagai masalah terhadap lingkungan. Rumusan masalah dalam penelitia ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah proses penambangan pasir pantai yang dilakukan masyarakat di Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima? 2) Bagaimanakah dampak positif maupun dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya eksploitasi pasir pantai di Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima?. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui proses penambangan pasir pantai yang dilakukan masyarakat di Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima. 2)Untuk mengetahui dampak positif maupun dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya eksploitasi pasir pantai di Kecamatan Amba Lawi Kabupaten Bima. Kesimpulan Kegiatan eksploitasi pasir pantai yang berlebihan akan berdampak pada rusaknya kel estarian sumber daya alam dan rusaknya fungsi lingkungan pantai. Eksploitasi pasir pantai yang terus mengalami peningkatan. Kerusakan tersebut disebabkan oleh kegiatan penambangan yang dilakukan secara kelompok terus-menerus dan dilakukan secara ilegal atau tidak berizin. Kerusakan pantai karena eksploitasi yang terus terjadi di sepanjang pantai di kecamatan ambalawi. Dengan bertambahnya Jumlah penduduk yang terus meningkat dan ketersediaan lahan pertanian dan ketrsedian lapangan kerja yang sedikit menyebabkan masyarakat banyak yang alih profesi menjadi penambang pasir pantai. Hal ini yang terjadi pada masyakat yang tinggal di sepanjang pesisir pantai di Kecamatan ambalawi kabupaten Bima. Ada berbagai alasan yang menyebabkan kegiatan eksploitasi pasir pantai terus dilakukan di Kecamatan ambalawi kabupaten Bima antara lain: 1) Pengetahuan masyarakat tentang dampak kerusakan lingkungan pantai. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui dampak jangka panjang yang di timbulkan oleh kegiatan eksploitasi pasir pantai. Masyarakat hanya berpikir untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Masyarakat menganggap bahwa lingkungan itu milik umum, sehingga masyarakat berhak mengeksploitasi sumber daya alam tersbut. 2)Pengetahuan masyarakat tentang illegal. Bagi masyarakat ilegal diartikan sebagai segala sesuatu yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang di perbolehkan. Masyarakat yang melakukan penambangan akan dianggap legal sehingga masyarakat melakukan kegiatan penambangan tersebut. Dalam hal ini Peran pemerintah daerah dalam menyikapi aktivitas penambangan pasir pantai secara illegals sangat diperlukan Peraturan.
 
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah eksistensi kepentingan global Amerika Serikat dalam konflik Tiongkok-Taiwan. Konflik Tiongkok-Taiwan sejak berakhir perang dunia kedua hingga masa kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat langkah yaitu heuristik, kritik, Interprerasi dan historiografi. Peneliti menggunakan pendekatan politik dan ekonomi untuk menjelaskan kepentingan ekonomi, politik dan militer terhadap pihak-pihak yang terlibat. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik antara China-Taiwan disebabkan adanya perbedaan pandangan mendasar mengenai status Taiwan sehingga antara keduanya gagal menemukan titik temu di antara keduanya. Pemerintah Taiwan berpandangan bahwa Taiwan merupakan sebuah negara yang berdaulat dengan nama resmi Republic of China (ROC)/Taiwan. Sebaliknya, pemerintah China menegaskan bahwa eksistensi Taiwan telah berakhir sejak tahun 1949 yang selanjutnya digantikan oleh PRC. Oleh karena itu, pemerintah China menilai bahwa Taiwan tidak berhak mengklaim sebagai pemerintah yang sah di Taiwan. Sedangkan keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik Cina-Taiwan disebabkan kebangkitan China baik dalam bidang ekonomi dan militer telah meningkatkan ketakutan dan ancaman terutama pada sekutu-sekutu Amerika Serikat terutama Taiwan sebagai sekutu lama. Pososi AS, dalam konflik ini memperlihatkan sikap yang ambigi. Disatu sisi tetap menjaga hubungan baik dengan Cina dengan menyetujui Joint Communique pada tahun 1979. Di sisi lain, Amerika Serikat membantu Taiwan karena memiliki posisi yang strategis baik di bidang ekonomi, politik maupun militer.
 
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai perlindungan hukum terhadap hak anak korban kekerasan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di indonesia. Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pemahaman bagi masyarakat kalangan akademisi dan praktisi hukum mengenai pentingnya perlindungan hukum terhadap hak-hak anak korban kekerasan, karena anak adalah generasi penerus untuk kemajuan bangsa dan negara. Selain itu hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat dan para praktisi hukum untuk melaksanakan tugasnya dalam memberikan perlindungan terhadap anak yang menjadi korban kekerasan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan normatif empiris yaitu pendekatan dengan terlebih dahulu membaca dan menganalisis literatur dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pokok bahasan. Tehnik pengumpulan data menggunakan data primer dengan wawancara dan studi pustaka.
 
Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Upaya Pemberian Bantuan Hukum Terhadap Anak Korban Tindak Pidana Menurut Sistem Peradilan Pidana Anak Di Wilayah Hukum Pengadilan Bima. Serta mengindetifikasi permasalahan berupa Bagaimanakah kebijakan formulasi penanggulangan anak sebagai korban tindak pidana dalam sistem peradilan pidana di Indonesia? Bagaimanakah perlindungan hukum terhadap anak di dalam sistem peradilan pidana yang bersifat Restorative Justice? Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, mengkaji data sekunder yang dikumpulkan dengan cara studi pustaka dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach).Kebijakan formulasi penanggulangan anak sebagai korban tindak pidana dalam sistem peradilan pidana di Indonesia harus di dilakukan dengan menggunakan pendekatan restorative juctice, yaitu proses penyelesaian yang dilakukan di luar sistem peradilan pidana (criminal justice system) dengan melibatkan korban, pelaku, keluarga korban dan pelaku, masyarakat serta pihak-pihak yang berkepentingan dengan suatu tindak pidana yang terjadi untuk mencapai kesepakatan dan penyelesaian. Kebijakan ini berangkat dari asumsi bahwa tanggapan atau reaksi terhadap pelaku delinkuensi anak tidak akan efektif tanpa adanya kerjasama dan keterlibatan dari korban, pelaku dan masyarakat. Perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban di dalam sistem peradilan pidana yang bersifat restorative justice dalam menangani persoalan-persoalan perkara anak yang berkonflik dengan hukum, maka perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut: Di Pengadilan Negeri, hakim anak wajib melakukan diversi sebelum melakukan pemeriksaan terhadap perkara tindak pidana anak, karena diversi adalah perintah dari UU-SPPA. Dalam proses diversi, hakim anak diberi kesempatan selama 7 (tujuh) hari, wajib melibatkan pihak-pihak terkait dalam suatu musyawarah sesuai syarat dan ketentuan UU-SPPA di pengadilan negeri secara tertutup untuk umum di ruang khusus, dengan memperhatikan asas-asas penyelesaian perkara pidana anak.
 
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui deskripsi “Korelasi Antara Laba Bersih Sebelum Pajak atau Laba Sebelum Pajak / EBT dan Setara Kas dan Kas di Perusahaan Manufaktur. Adapun populasi target dalam penelitian ini adalah Kas dan Setara Kas di Perusahaan Industri Mebel Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 sampel total EBT dan Setara dan Tunai dalam 12 bulan. Dalam penelitian ini desain penelitian menggunakan desain cross sectional yang bertujuan untuk menentukan frekuensi dan korelasi variabel independen dan hubungannya dengan variabel dependen. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara EBT dan Cash dan Cash Equivalent dengan nilai koefisien <0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat EBT dan Setara dan Tunai di Perusahaan Industri Mebel Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
 
Pembelajaran pada hakikatnya adalah interaksi antara peserta didik dengan lingkunganya sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Dengan adanya pembelajaran tersebut banyak faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari lingkungan individu tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas metode Iqro dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dalam artikel ini adalah dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa artikel/jurnal sebanyak 5 jurnal. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (Content Analysis). Hasil temuan penelitian ini adalah langkah-langkah pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan metode Iqro yang dilaksanakan oleh para guru SD dalam mengajarkan Al-Qur’an dengan menggunakan metode Iqro sudah sangat efektif, hal ini terlihat dari kemajuan para siswanya dalam peningkatan bacaan Al-Qur’an. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pembelajaran Al-Qur’an dengan tercapainya target pembelajaran, dengan adanya metode Iqro rata-rata bertambahnya kualitas bacaan Al-Qur’an siswa.
 
Peneitian ini bertujuan menganalisis desain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Sanggar berdasarkan Permendikbud No. 22 tahun 2016. Dua aspek penting yang dianalisis adalah kelengkapan dan sistematika penyusunan komponen RPP dan kesesuaian isi RPP berdasarkan Permendikbud No. 22 tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripstif. Pengumpulan data menggunakan teknik studi dokumentasi terhadap desain perencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP) mata pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Sanggar. Validasi data dengan perpanjangan pengamatan dan meningkatkan ketekunan serta triangulasi teori. Analisis data merujuk peda pendapat Miles dan Huberman (1884), aktivitas dalam analisis data yaitu data reduction, data display, conclusion drawing/verification. Berdasarkan uraian-uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: (a) Desain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Sanggar sesuai dengan ketentuan dari Permendikbud No. 22 Tahun 2016 sedangkan perbedaannya pada sistematika. (b) Isi Desain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Sanggar sesuai dengan ketentuan Permendikbud No. 22 Tahun 2016.
 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak degradasi moral sopan santun di salah satu sekolah dasar negeri yang terletak di Kabupaten Batanghari, Kecamatan Muara Bulian, Provinsi Jambi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas tinggi di SD tempat penelitian berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terjadi penurunan moral sopan santun pada siswa sekolah dasar di salah satu SD negeri yang terletak di Kabupaten Batanghari, Kecamatan Muara Bulian, Provinsi Jambi. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa masih ada siswa yang tidak memenuhi indikator sopan santun yang baik dalam berperilaku di sekolah.
 
Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui jenis – jenis tumbuhan obat yang dipakai dalam pengobatan tradisional dan mengetahui cara masyarakat Desa Andongrejo dalam memanfaatkan tumbuhan obat sebagai pengobatan tradisional serta bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat. Selain itu untuk mengetahui aksi konservasi masyarakat terhadap tumbuhan obat. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari – Februari 2018. Pengambilan sampel dilakukan di Desa Andongrejo Taman Nasional Meru Betiri. Data yang diambil berupa data primer dan sekunder dengan metode pengambilan data yaitu wawancara, observasi lapang, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa keanekaragaman spesies tumbuhan obat yang diketahui dan digunakan oleh masyarakat Desa Andongrejo sekitar kawasan Taman Nasional Meru Betiri sebanyak 73 Spesies dari 38 famili. Spesies tumbuhan yang diketahui paling banyak terdapat pada famili Zingiberaceae. Bagian yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat dalam pengobatan tradisional adalah bagian daun. Pengobatan yang dilakukan masyarakat masih tergolong sederhana, dapat dilihat dari cara pengolahan tumbuhan obat yang paling banyak digunakan yaitu direbus dan cara pemakaiannya diminum. Kearifan lokal masyarakat dalam mendukung konservasi dapat dilihat dari partisipasi masyarakat dalam konservasi dan budidaya tumbuhan obat. Kata kunci : Etnobotani, Tumbuhan Obat, Andongrejo
 
Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam rangka mengukur tingkat kemandirian daerah. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat menggunakan data skunder, yaitu Data diambil dari data resmi Dinas Pendapatan Daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) yang meliputi data target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), data target dan realisai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pada Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perkembangan penerimaa Pendapatan Asli Daerah pada aspek target dan realisasi rata-rata sebesar 102.72%, dan tingkat kemandirian diukur berdasarkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar 37.80%, termasuk dalam pola Konsultif/sedang dimana campur tangan pemerintah pusat mulai berkurang karena dianggap sedikit lebih mampu melaksanakan otonomi daerah dan menunjukan kinerja keuangan positif.
 
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif yang dilakukan pada situs Wadu Pa’a di Desa Kananta kabupaten Bima. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Sejarah keberadaan Situs Wadu Pa’a, dan untuk menerapkan motif wadu pa,a dalam Pembelajaran Apresiasi Seni Rupa Di Kelas X SMA. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui teknik observasi, dokumentasi, tinjauan pustaka dan wawancara. Sedangkan sampelnya dipilih relief patung Budha dan Ganesha untuk mewakili keseluruhan relief patung yang ada di Situs Wadu Pa’a. Teknik analisis datanya menggunakan teknik deskriptif-kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Kecamatan, Soromandi Kabupaten Bima merupakan peninggalan Hindu yang menurut sejarah bahwa yang memahat Wadu Pa’a ini adalah sang Bima dimana sang bima ini merupakan bangsawan dari kerajaan Medang, ( Jawa Timur). Ornamen pada makam Situs Wadu Pa’a terdapat Pahatan relief Ganesha, Budha, Mahaguru (Siwa), pilar, Catra ( payung) Stupa dan huruf Jawa kuno yang terdiri dari garis lurus, lenkung, dan terbentuk bidang dan penggarapannya dengan cara di pahat. Sehingga bisa diterapkan dalam pembelajaran apresiasi seni rupa.
 
Pola hidup waria dinilai tidak lazim dan menyimpang, bagi masyarakat pada umumnya, namun bagi sebahagian kecil individu beranggapan pola hidup tersebut, suatu hal yang unik. Keberadaan waria dianggap sebagai pola kehidupan yang buruk dan membawa dampak negatif pada perkembangan generasi. Disisi lain terdapat sebahagian kecil individu yang menghargai dengan keberadaannya dan dianggap sebagai keberagaman biasa dalam dinamika kehidupan bermasyarakat.Tujuan penelitian ini yaitu; 1) mendeskripsikan berbagai tanggapan masyarakat terhadap pola hidup waria; 2) mengidentifikasi berbagai upaya yang dilakukan oleh waria agar diterima dilingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sumber data terdiri dari sumber data sekunder dan sumber data primer. Dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, juga dokumentasi. Uraian yang tertuang didalamnya berdasarkan fenomena riil di lapangan yang di temui oleh peneliti. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa; 1) tanggapan masyarakat terhadap pola hidup waria yaitu; a) waria dinilai oleh masyarakat pada umumnya sebagai prilaku menyimpang, melanggar kodrat tuhan dan norma agama; 2) menimbulkan keresahan dan kekhawatiran para orangtua, karena hawatir anak-anaknya terjerumus dalam pola pergaulan waria; c) sebahagian kecil masyarakat menggap bahwa waria sebagai dinamika kehidupan bermasyarakat yang biasa-biasa saja.; 2) Upaya yang dilakukan oleh waria agar diterima di lingkungan masyarakat yaitu; 1) berusaha menjelaskan kepada masyarakt menjadi seorang waria bukanlah semata ingin menyimpang dari kodrat Tuhan, akan tetapi, ada hal yang sulit dipahai secara psikis, sehingga lebih dominan hasrat feminimnya. 5) melibatkan diri dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, profesional dibidang pekerjaan yang digelutinya, dan membagun komunikasi yang baik dengan masyarakat
 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran gender dalam konsep IPS Melalui olahraga sepak bola terutama bagi kaum perempuan. Sedangkan metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh informasi yang lebih dalam peneliti melakukan wawancara kepada narasumber mengenai pandangan mereka terhadap keterlibatan perempuan dalam olahraga sepak bola. Sedangkan teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling dimana partisipan dalam penelitian ini dalah peserta didik SDN Pakuwon, MTs 1 Garut, dan SMA Muhammadiyah. Sedangkan lokasi yang digunakan untuk penelitian adalah Lapangan Alun-Alun Garut tepatnya Jalan Ahmad Yani No. 22, Paminggir, Kec. Garut Kota Kab. Garut, Jawa Barat. Alasan peneliti memilih tempat ini adalah karena terdapat beberapa sekolah yang dekat dengan lokasi penelitian sehingga memudahkan peneliti mengambil subjek dan melakukan wawancara. Hasil yang didapat dari penelitian di lapangan Alun-Alun Garut bahwa permainan sepak bola masih didominasi oleh laki-laki, meskipun terdapat perempuan yang menyukai olahraga tersebut. Tetapi, stereotipe tentang partisifasi perempuan dalam olahraga tersebut masih saja ada, bahkan sebaiknya keberadaan perempuan dalam permainan sepak bola dipisahkan dengan laki-laki karena perbedaan fisik dan psikologis antara keduanya.
 
Fokus dalam riset ini adalah: (1) Memahami sejarah, karakteristik, dan akulturasi kebudayaan yang ada di Menara Kudus, (2) Mengetahui Pemanfaataan Menara Kudus pada pembelajaran IPS di tingkat SMP/MTs, (3) Mengidentifikasi relevansi situs Menara Kudus terhadap materi pada tingkat SMP/MTs, dan (4) Mengetahui Hambatan dan Solusi instansi serta tenaga pendidik dalam memanfaatkan Situs Menara Kudus bagi Pembelajaran IPS tingkat SMP/MTs. Jenis riset ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif-deskriptif dengan memanfaatkan informasi dari pihak yang berhubungan dengan situs kawasan Menara Kudus. Teknik pengumpulan data yakni dengan teknik wawancara kepada narasumber. Observasi langsung dengan mengamati bangunan dan area Menara Kudus. Serta sumber tertulis pada artikel jurnal dan buku-buku yang berkaitan dengan permasalahan. Analisis data diawali dengan mereduksi data, menyajikan data, dan tahap kesimpulan. Hasil riset bahwa (1) Situs Menara Kudus dapat dimanfaatkan dari bidang kajian IPS yakni sejarah, sosiologi, geografi, dan ekonomi dengan nilai-nilai budaya seperti religius, toleransi, historis, tanggung jawab, kerja keras, dan kepercayaan, (2) Relevansi materi terdapat pada kelas VII, VIII, dan IX. (3) Hambatan dalam memanfaatkan situs Menara Kudus diantaranya karena Alat Transportasi dan Biaya, Terbatasnya waktu, Kurangnya kreativitas guru, hingga pihak instansi Pendidikan. Sedangkan, Solusi yang bisa dilakukan terletak pada Dukungan pihak sekolah dan kreativitas dari guru.
 
Kondisional wilayah Garut yang memungkinkan memiliki tingkat kerentanan terhadap bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. Garut kaya akan sumber daya alam terutama di bidang pertanian dan perkebunan seperti sayuran, teh dan lain-lain. Selain itu Garut juga memiliki potensi besar akan kehutanan, salah satunya adalah Bambu. Salah satu daerah yang kaya akan potensi bambu adalah Kecamatan Selaawi, yang mana masyarakat setempat menanam pohon bambu itu di setiap kebunnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi berkaitan dengan sistem sosial dan sistem perekonomian masyarakat sekitar sebagai pembuat kerajinan bambu, juga bisa digunakan sebagai rumah tahan gempa. Hasil dari penelitian ini bahwasannya dapat dijadikan sebagai pencegahan bencana alam gempa karena sifatnya yang lentur dan kuat membuat bambu cocok menjadi konstruksi rumah tahan gempa. Ketika terjadi gempa bambu akan mengikuti arah getaran/guncangan gempa dan akan kembali ke posisi awal. Dengan demikian dapat menjadikan dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang rumah tahan gempa berkonstruksi bambu sebagai metode mitigasi bencana bagi masyarakat Garut.
 
Warisan adalah perkara yang penting bagi kehidupan Kita. Tidak hanya untuk diri pribadi, melainkan juga untuk anak cucu kita akan kelak. Meskipun penting, seringkali perihal warisan ini menimbulkan berbagai permasalahan. Tidak heran, banyak juga orang yang putus tali persaudaraannya karena hak warisan. Permasalahan utamanya biasanya karena perbedaan pendapat mengenai kesetaraan dan keadilan. Berkaitan dengan pelaksanaan hukum kewarisan masyarakat Bima tersebut adalah seorang ahli waris yang posisinya yang digantikan berhak mendapat harta warisan baik dari garis keturunan laki-laki maupun dari garis keturunan perempuan dan seorang ahli waris berhak menerima harta warisan untuk dimiliki secara pribadi ataupun secara keluarga sesuai dengan bagian yang telah ditetapkan. Sebagaimana kekerabatan masyarakat Bima yang menarik keturunan dari garis ayah dan garis ibu. Ahli waris pada masyarakat Bima, baik laki-laki maupun perempuan dapat menerima hak kewarisan baik dari garis ayah maupun ibunya. Dan harta warisan yang sudah didapat, dapat dimiliki dan dikuasai oleh ahli waris dari garis ayah atau ibunya yang meninggal tersebut.
 
Penelitian ini adalah studi awal dalam Identifikasi permasalahan yang dihadapi kelas V SDN Mlajah 1 Bangkalan dalam muatan IPS. Identifikasi permasalah dalam permbelajaran IPS dilaksanakan agar dapat ditemukan sebuah solusi dalam upaya peningkatan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran IPS. Instrument pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument tes, wawancara dan observasi yang Jumlah siswa kelas ini sebanyak 25 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Hasil dari permasalahan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman belajar siswa di SDN Mlajah 1 tergolong masih rendah dan hasil penyebaran tes presentase pemahaman konsep belajar kelas V menunjukkan rata-rata pemahaman konsep siswa kelas V tersebut sekitar 34,375 % Dapat mengenal letak dan luas Indonesia melalui. 22,50% Dapat menyebutkan letak. 3,72% Dapat menggambar sebuah peta. 19,375% Siswa dapat menentukam garis-garis yang terdapat dalam letak geografis dan 5,625% Siswa dapat menentukan jarak pada peta.
 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan semangat belajar Sejarah dengan hasil belajar siswa Kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Untuk menghitung penelitian ini, peneliti menggunakan tes yang diberikan kepada siswa. Dari hasil tes tersebut dapat diketahui tingkat keberhasilan dan hubungan antara semangat belajar dengan hasil belajar Sejarah di SMA Negeri 5 Lubuklinggau. Hasil dan pembahasan diketahui bahwa hasil statistik diketahui bahwa H1 dalam meningkatkan semangat belajar Sejarah dengan hasil belajar siswa di Kelas X IPS SMA Negeri 5 Lubuklinggau diterima dimana hasil nilai thitung 9,376 > 1,986. H1 diteima sedangkan Ho ditolak artinya terhadap hubungan yang dignifikan antara semangat belajar dengan hasil belajar sejarah. Hal ini menunjukan bahwa guru mata pelajaran sejarah mampu meningkatkan semangat belajar siswa melalui pemberian motivasi dan pemanfaatan media pembelajaran yang efektif dengan menggunakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan diri yang didapatkan oleh guru di era digital ini harus diberikan kepada siswa melalui pembelajaran yang inovatif dan menumbuhkan semangat belajar siswa yang tinggi.
 
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penggunaan metode problem solving pada pembelajaran PPKn di kelas VIII E SMP Negeri 1 Pabuaran Subang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E yang berjumlah 40 orang siswa, yang terdiri dari 21 orang laki-laki dan 19 orang perempuan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn dengan penggunaan metode problem solving pada pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Pabuaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pada siklus I adalah rata-rata 74,98 ada di bawah KKM yang ditetapkan sekolah dengan nilai 75. Sedangkan hasil belajar pada siklus II sebesar 80,03 ada di atas KKM. Jadi hasil belajar siswa SMP Negeri 1 Pabuaran Subang dengan metode problem solving dari siklus I sampai dengan siklus II mengalami peningkatan
 
Dalam penelitian ini penulis membahas tentang perbedaan peran berdasarkan gender buruh tani desa Belo kecamatan Palibelo kabupaten Bima dari penelitian ini yaitu: (1). Bagaimana perbedaan peran berdasarkan gender pada masa tanam (2) bagaimana perbedaan peran berdasarkan gender pada masa pemeliharaan padi. (3) perbedaan peran berdasarkan gender pada masa panen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, sumber data terdiri dari sumber data sekunder dan sumber data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, juga dokumentasi. Hasil penelitian (1). Pada masa tanam buruh tani pria berperan sebagai pembajak tanah dan mencabut bibit untuk ditanam, sementara buruh tani perempuan sebagai tenaga untuk menanam. (2). Pada masa pertumbuhan padi buruh tani pria berperan sebagai peyemprot obat-obatan, sementara buruh tani perempuan sebagai tenaga untuk membersihkan rumput yang tumbuh disela-sela padi.. (3). Pada masa tanam buruh tani pria berperan sebagai operator mesin perontok padi dan memikul padi yang sudah selasai dipanen untuk dibawah keluar dari sawah, sementara buruh tani perempuan sebagai tenaga untuk membersihkan padi setelah keluar dari mesin perontok padi. Key Word: Peran, Buruh Tani, Gender
 
Tujuan penelitian ini yaitu; 1) Mendeskripsikan peran guru profesional dalam pembelajaran; 2) Menguraikan upaya guru profesional di lingkungan sekolah; 3) Mengkaji faktor pendukung dan penghambat bagi guru profesional membina karakter religius peserta didik berbasis nilai kearifan lokal maja labo dahu di SDN Sila. Jenis penelitian ini kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan tahapan Reduksi Data, Penyajian Data dan Simpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Peran guru profesional dalam pembelajaran yaitu; (a) Guru mengintegrasikan pembelajaran nilai spiritual, sosial, jujur, disiplin dan tanggung jawab yang terkandung dalam maja labo dahu; (b) menyampaiakan nilai maja labo dahu, dengan cara percakapan, bercerita, perumpamaan, pembiasaan dan keteladanan: 2) Upaya guru profesional di lingkungan sekolah, yaitu; (a) guru mengarahkan, mengawasi, membina karakter peserta didik dengan nilai spiritual, sosial, jujur, disiplin dan tanggung jawab untuk kepribadian; (b) Membudayakan 3S (senyum, salam, sapa), yasinan bersama setiap hari jum’at, sholat dzuhur secara berjamah, dan kegiatan pesantren kilat, dan lain-lain,: 3) Faktor pendukung dan penghambat, yaitu; (a) Faktor Pendukung; Kurikulum 2013 mendukung pembentukan karakter. Melaui program-program intra dan ekstra; (b) Faktor Penghambat; Kurangnya persamaan persepsi dan komitmen guru. Kurangnya dukungan dari orang tua dan Lingkungan pergaulan
 
Pembinaan terhadap guru adalah bagian dari pengembangan pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah studi multi situs dengan seting penelitian dilakukan pada tiga sekolah yaitu SMA Negeri 1 Kota Bima, SMA Negeri 1 Bolo Kab. Bima, dan SMAN 1 Dompu dengan informan kunci yaitu Kepala Sekolah, dan informan lainnya adalah Pengawas Pendidikan Dikmen Diknas kab./kota, seluruh wakil kepala sekolah, beberapa guru, kepala staf tata usaha, dan siswa. Berdasarkan paparan data, temuan penelitian, pembahasan serta disajikan kesimpulan sebagai berikut: 1) proses supervisi dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik supervisi seperti: kunjungan kelas, inservice education and training, rapat guru/pegawai, team-teaching, serta pendekatan klinis dan artistik. 2) Tanggapan guru terhadap pelaksanaan supervisi; (a) pembinaan yang tepat oleh kepala sekolah menumbuhkan komitmen serta motivasi guru untuk melakukan yang terbaik, dan (b) kesadaran mereka akan pentingnya supervisi yang berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal. 3) Kendala, kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan supervisi, yaitu (a) beban mengajar; (b) keterbatasan waktu kepala sekolah maupun guru; (c) dana, perannya sangat mendukung sekali dalam pelaksanaan supervisi pengajaran; (d) komitmen, dan (e) perasaan senioritas. 4) Peningkatan profesionalisme guru ditandai dengan: (a) kompetensi guru meningkat dalam perbaikan situasi pembelajaran, (b) kinerja guru meningkat dalam disiplin tugas, perencanaan pembelajaran dan menumbuhkan prakarsa dan jiwa pengabdian yang tinggi dan terlihat dari perilaku dan bahasa kepala sekolah dan guru yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal dari motto daerah Bima/Dompu (ededu ndai sura dou labo dana, maja labo dahu dan nggahi rawi pahu) melalui keteladanan, kedisiplinan, ketekunan, ketelitian.
 
Top-cited authors
Huriah Rachmah
  • Universitas Islam Bandung