FINANSIA Jurnal Akuntansi dan Perbankan Syariah

Published by IAIN Metro Lampung
Print ISSN: 2621-4636
Publications
The purpose of this research is to find out the relationship between the frequency of interim financial reporting with information asymmetry and cost of equity for issuers in the Jakarta Islamic Index for the period 2012 to 2018. Research findings on 84 companies, namely (1) there is no relationship between the frequency of interim financial reporting with information asymmetry (2 ) there is no relationship between the frequency of interim financial reporting with the cost of equity. The absence of this relationship is caused by (1) interim financial reporting frequency data that are not different between issuers (2) research settings.
 
Mudarabat financing is an agreement between Shahibul Mall and Mudarib to carry out business activities. In Kotabumi Syariah BPR, mudharabah financing is classified as financing with a low number of customers. The purpose of this study is to determine the obstacles in the implementation of mudharabah contract in PT BPR Syariah Kotabumi. The research method used is a field research method that is descriptive qualitative in nature. Methods of data collection are interview methods and documentation. Analysis of the data used is a qualitative data analysis technique with inductive thinking. The low mudharabah financing of PT BPR Syariah Kotabumi is caused by several inhibiting factors which come from customers such as moral hazard risk, customer transparency, type of business financed by the bank, customer productivity in managing the business, small demand for financing from customers, and factors from internal bank, namely the absence of a supervisory board that fosters and directs customers in managing the business, the low interest of the bank in channeling mudharabah financing products, lack of competent marketing human resources. Efforts made by PT BPR Syariah Kotabumi to minimize obstacles in the implementation of mudharabah financing contracts, namely customer business feasibility analysis, providing financing to customers with clear economic conditions, improving the quality of HR (Human Resources) internal BPR Syariah Kotabumi.
 
This study has two main objectives. The first aims to determine the application of the accounting information system procedures on the revenue cycle. Second, to determine the factors that constrain revenue cycle in thecompany. Data analysis method use disdescriptive qualitative analysis with case study approach. The analysisis done by describing the circumstances objectsordescribe real researchto identify and analyze problems faced by the Research object, and then be able to provide alternatives and suggestions of solving the problems faced. The analysisshowed that the accounting information system on there venue cycle LPP TVRI Sumsel Babel has someweaknesses, particularly in the sales procedure, billing to the customer receivables, and cashreceipts. The author provides recommendations that can be used to strengthen the control over these flaws.
 
Abstrak: Bank Indonesia memiliki satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dimana untuk mencapai tujuan tersebut Bank Indonesia menggunakan instrumen moneter konvensional dan syariah. Selain itu Bank Indonesia juga berkewajiban menyediakan sistem pembayaran yang efisien seperti alat pembayaran nontunai yang mana perkembangannya dapat mempengaruhi perhitungan jumlah uang beredar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Pasar Uang Antar Bank Syariah (PUAS), kartu debit/ATM, dan e-money terhadap jumlah uang beredar (M1) di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Statistik Ekonomi dan Keuangan (SEKI) Bank Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, sedangkan jumlah sampel sebanyak 72 sampel dari bulan Januari 2013 sampai Desember 2018 yang dianalisis dengan menggunakan analisis Error Correction Model (ECM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transaksi SBIS tidak berpengaruh terhadap jumlah uang beredar di Indonesia secara parsial, berbeda dengan transaksi PUAS dan transaksi kartu debit/ATM yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang beredar di Indonesia secara parsial. Sedangkan transaksi e-money juga tidak berpengaruh terhadap jumlah uang beredar di Indonesia secara parsial. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa transaksi SBIS, PUAS, kartu debit/ATM, dan e-money secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang beredar di Indonesia. Keyword : SBIS, PUAS, Kartu Debit/ATM, E-Money, Jumlah Uang Beredar (M1).
 
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa alternatif lokasi kecamatan di Kabupaten Cirebon yang akan dipilih sebagai lokasi pendirian rumah sakit kelas C. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan untuk mendeskripsikan kondisi di lapangan, sedangkan pendekatan kuantitatif dilakukan melalui uji kepakaran dengan metode pembobotan dan peratingan terhadap alternatif lokasi kecamatan, yaitu Palimanan, Plumbon dan Karangsembung. Hasil peneltian menunjukkan bahwa stakeholders kunci, yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon merekomendasikan pembangunan rumah sakit di wilayah timur Kabupaten Cirebon. Hasil analisis kepakaran menunjukkan bahwa Kecamatan Karangsembung merupakan lokasi yang tepat untuk dibangun rumah sakit kelas C.
 
Penelitian ini menganalisis kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan rasio profitabilitas, dan rasio likuiditas pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel pada penelitian ini adalah 3 perusahaan pertambangan yaitu PT Adaro Energi Tbk, PT Aneka Tambang Persero Tbk, dan PT Ratu Prabu Energi Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Menurut Ross Stephen (2000) kinerja keuangan suatu perusahaan dapat dinilai dengan menggunakan beberapa teknik analisis keuangan, yaitu: analisis rasio keuangan, analisis common size, analisis horizontal/trend, analisis sumber dan penggunaan kas, dan analisis diskriminan/Z-Score. Teknik analisis yang digunakan dalam menganalisis adalah teknik analisis rasio keuangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan secara keseluruhan rasio profitabilitas dan rasio likuiditas PT Adaro Energi Tbk, PT Aneka Tambang Persero Tbk, dan PT Ratu Prabu Energi Tbk. Kata Kunci: Profitabilitas, Likuiditas, dan Kinerja Keuangan.
 
This study aims to determine and analyze the effect of leverage, firm size, FCF, and OCF on the earnings management of the food and beverage subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2015-2018 period. The population in this study were 26 companies. The technique of determining the sample using purposive sampling technique, so that the final sample obtained was 12 companies. The data used are secondary data obtained from the financial statements of the food and beverage sub-sector companies listed on the Stock Exchange in the 2015-2018 period. The data analysis technique used is the classic assumption test and multiple linear regression analysis with the help of the application SPSS version 22. Based on the results of the study showed that leverage, FCF, and OCF have no effect on earnings management, while firm size affects earnings management.
 
Layanan digital fintech merupakan inovasi layanan keuangan yang pengoprasiannya menggunakan atau memanfaatkan teknologi digital. Bank Muamalat KCP Metro sebagai salah satu bank yang sudah menyediakan layanan-layanan berbasis digital fintech yaitu layanan virtual account, cash management system, internet banking, m-banking (M-DIN), dan ATM. Perlunya penerapan strategi pemasaran yang membangun kepuasan dan kepercayaan nasabah akan pelayanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Pemasaran Bank Muamalat KCP Metro Berbasis Digital Fintech Terhadap Pelayanan Nasabah. Jenis penelitian ini adalah field research di Bank Muamalat KCP Metro. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber primer melalui wawancara kepada sub branch manager, customer service, dan nasabah Bank Muamalat KCP Metro, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari dokumentasi atau studi pustaka untuk melengkapi data-data primer. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa Bank Muamalat KCP Metro telah menggunakan beberapa indikator pemasaran syari’ah, dimana pihak bank menerapkan beberapa komponen dan 7P marketing mix. Strategi pemasaran yang paling dominan sebagai eksistensi Bank yaitu Promotion. Value pemasaran diciptakan karena adanya brand, service, dan procces. Bank Muamalat KCP Metro juga tidak terlepas dari tiga prinsip utama pemasaran syari’ah yakni ketaqwaan, kesederhanaan dan kebajikan. Prinsip tersebut yang paling dominan diterapkan adalah Prinsip Ketaqwaan. Bank Muamalat KCP Metro juga perlu mengevaluasi atau meningkatkan strategi pemasaran terkait pelayanan digital fintech, perlu upaya pengenalan berkelanjutan untuk penggunaan sistemnya yang efektif dan efisien karena masih terdapat nasabah yang tidak mengenali layanan digital fintech Muamalat terutama virtual account, cash management system, internet banking.
 
Di Indonesia penerapan wakaf sejatinya sudah ada sejak masa pra kolonial-kolonial-hingga Indonesia merdeka. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masjid maupun madrasah yang dibangun diatas tanah wakaf, akan tetapi hal tersebut menimbulkan presepsi bahwa kegiatan wakaf hanya berkutat pada tanah dan bangunan sedangkan seiring dengan berjalanya waktu wakaf sendiri sudah menemukan suatu format atau pola yang proporsional dengan realitas situasi dan kondisi yang ada. Wakaf uang adalah instrumen agama yang menggunakan media uang untuk berwakaf, kalkulasi dari wakaf uang yang diakumulasi bisa mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan umat. Bank Muamalat Indonesia KCP Metro sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) memiliki tugas pokok menghimpun dana wakaf dalam rangka optimalisasi potensi wakaf uang. Realita yang terjadi adalah, sebagai LKS-PWU Bank Muamalat Indonesia KCP Metro menjalin kerjasama dengan BMT Surya Abadi untuk proses fundrising wakaf uang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab belum optimalnya fundrising wakaf uang pada Bank Muamalat Indonesia KCP Metro. Kajian dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis lapangan (field research) dengan sifat deskrptif kualitatif, kemudian pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat dua faktor yang menjadi kendala fundrising wakaf uang, pertama adalah Bank Muamalat Indonesia KCP Metro tidak memberikan pelayanan wakaf sebagaimana mestinya dan kedua adalah pemahaman masyarakat serta antusiasme terhadap wakaf masih cenderung kurang.
 
Penyaluran pembiayaan bagi hasil hingga saat ini masih rendah dibandingkan pembiayaan lainnya, terutama jika dibandingkan dengan pembiayaan jual beli seperti murabahah. Namun, dari pembiayaan bagi hasil yang menggunakan akad mudharabah dan musyarakah, akad mudharabah masih sangat jauh perkembangannya dibandingkan dengan musyarakah. Kendala yang terjadi dalam penyalurannya ini, dapat timbul dari keterbatasan SDM yang memahami tentang karakteristik pembiayaan mudharabah, kepedulian bank terhadap keterbatasan nasabah yang diwujudkan dalam bentuk penyusunan strategi bank dalam pengelolaan risiko, dan penerapan standar yang ada tentang pembiayaan mudharabah, ketidakpahaman nasabah terhadap prinsip syariah khususnya mudharabah dan moral hazard yang dilakukan oleh nasabah.
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor ekonomi makro seperti inflasi, BI rate, nilai tukar, dan Jumlah Uang Beredar (JUB) terhadap pembiayaan mudharabah perbankan syariah yang meliputi seluruh Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) di Indonesia. Analisis Error Correction Model (ECM) digunakan untuk mengidentifikasi efek jangka pendek dan jangka panjang dari variabel independen terhadap variabel dependen. Selama periode bulanan 2016-2021, data sekunder dikumpulkan dari Statistik Perbankan Syariah (SPS) OJK, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bank Indonesia (BI). Data menunjukkan bahwa hanya Jumlah Uang Beredar (JUB) yang memiliki pengaruh terhadap pembiayaan mudharabah internal dalam waktu dekat, sedangkan tiga faktor lainnya, seperti inflasi, BI rate, dan suku bunga, tidak berpengaruh.
 
This study examines the effect of capital, asset quality, liquidity, and operational efficiency on profitability using a dataset of 7 Islamic commercial banks in Indonesia over the 2014-2018 period. This research uses a quantitative approach. The analysis technique uses Panel Least Square processed by Eviews 8. We find that the Islamic bank’s profitability is affected by operational efficiency. Nevertheless, the capital factor, asset quality, and liquidity have no impact on the Islamic bank’s profitability. In addition, the evidence shows that the bank’s fund has not been maximized to financing.
 
financial statements have an important role for stakeholders to be able to provide information for decision making. Therefore, managers are required to be able to prepare quality financial reports. Financial statements are declared qualified if they meet the qualitative quality of financial statements. In this study trying to show the effect of leverage, firm size and tenure of directors on the quality of financial statements. The object of this study is in Islamic banks in Indonesia. The research sample consisted of 11 Islamic commercial banks with an observation period in 2013-2017. From the results of data processing, the results show that the leverage variable cannot affect the quality of islamic banks financial statements, while firm size and director tenure have a significant effect on the quality of financial statements
 
Single Index Model is a stock return model that divides the effect on returns into a systematic factor (as measured by yields on the market index) and company-specific factors. The shares used in the formation of the portfolio of the Single Index Model are stocks included in the LQ45 Index in the Indonesia Stock Exchange because this Index has always increased from year to year. However, not all shares in the LQ45 Index can be used, there must be a determination to get the most suitable shares to be used as a portfolio. Therefore, the author uses the Single Index Model Application in the Formation of the LQ45 Optimal Stock Portfolio on the Indonesia Stock Exchange so that investors know how to form an optimal portfolio using a simpler model of the single index model. This study aims to apply the application of a single index model in the formation of a stock portfolio registered in LQ45, determine the proportion of stock investment in the number of lots based on the proportion of stock portfolios, and determine the funds needed for stock investment based on the number of lots. Based on the results of data analysis using the Single Index Model Optimal Portfolio, the results show that out of 45 stocks in LQ45, 13 optimal stocks will be purchased by investors. Thirteen shares and market prices include LPPF Rp.3,400, INTP Rp20,025, LPKR Rp274, INCO Rp3,030, PTPP Rp.2,180, SCMA Rp1,615, TBIG Rp.3,850, AALI Rp.10,350, CTRA Rp1. 070, PWON Rp725, TAXI Rp50, WIKA Rp2,340, and WSKT Rp1,970. The proportion of shares is 9% LPPF, 7% INTP, 5% LPKR, 13% INCO, 19% PTPP, 12% SCMA, 9% TBIG, 7% AALI, 4% CTRA, 6% PWON, 3% TAXI, 4% WIKA , WSKT 2%. The funds to be invested are IDR 1,000,000, the total number of shares to be purchased is 1,271 sheets, or if in the lot lot there are around 12 lots.
 
Moral Hazard merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya penerapan pembiayaan pada sistem bagi hasil yaitu pada akad kerja sama mudharabah dan musyarakah. Jenis penelitian ini yaitu dengan penelitian langsung pada lapangan dengan lokasi penelitian pada PT BPRS Madani Kota Metro, Lampung. Peneliti mengambil data yaitu dengan sistem pengumpulan data yang melalui proses wawancara dan dokumentasi dari beberapa data pendukung lainnya disitus jurnal. Sedangkan teknik analisisnya bersifat deskriptif kualitatif, penelitian yang berusaha mengungkap fenomena secara holistik dengan cara mendeskripsikannya melalui bahasa non numerik dalam konteks dan paradigma alamiah. Kemudian peneliti menganalisis data dan menginterprestasikan data yang didapatkan. Data yang telah didapat kemudian dianalisis dari serangkaian data yang ada dan digambarkan secara menyeluruh dari fenomena yang terjadi pada penerapan pembiayaan pada sistem mudharabah dan akad musyarakah serta faktor yang mendorong terjadinya moral hazard pada pembiayaan sistem bagi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku moral hazard nasabah pada PT BPRS Madani Kota Metro, Lampung merupakan salah satu risiko yang harus ditanggung oleh pihak bank itu sendiri terkait pembiayaan pada sistem bagi hasil. Dalam penerapan pembiayaannya sudah sesuai terhadap apa yang telah disyariatkan Islam karena telah terpenuhinya rukun pada sistem akad mudharabah serta musyarakah pada BPRS Metro Madani, serta faktor yang mendorong terjadinya moral hazard dalam pembiayaan berbasis bagi hasil adalah karena kepentingan masing-masing pihak tersebut.
 
Allegedly, the reason for the number of cooperatives not actively running cooperative units is because there are still many financial problems. Individual needs and increasingly complex financial products require cooperative managers to have adequate financial literacy. Individuals need basic financial knowledge and the ability to effectively manage financial resources for better welfare and development of cooperatives.A person's ability to use money depends very much on the knowledge they have, the better the financial literacy that someone has, the better the financial management behavior of that person. This kind of thing, then, will have an impact on one's financial performance. Therefore, studies regarding this matter are very important to do. In this study, the total sample was 50. all the data obtained were analyzed using path analysis. Path analysis is used to analyze the pattern of relationships between variables in order to determine the direct and indirect effects of a set of independent variables on the dependent variable Based on the results of data processing, it can be seen that the value of the direct effect of the variable behavior of financial management on financial performance is equal to 0.681. Whereas, the indirect effect of variables x1, x2 and x3 on financial performance through financial management behavior is 0.0051 (0.367 x 0.480 x 0.029). by comparing the two values, it can be proved that the influence of knowledge variables (X1), understanding (X2), and application (X3) on financial performance is directly smaller than their influence on financial performance (Z) through financial management behavior (Y), so it can be concluded that the behavior of financial management is an intervening factor for financial literacy with financial performance Someone who has good financial literacy, coupled with proper financial management behavior, can be said as prosperous in terms of finances. By having good skills in managing finances, a cooperative manager will be free from financial problems so that the cooperative's financial performance will be achieved optimally.
 
Pembiayaan murabahah di Bank Syariah Rajasa disalurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif ataupun produktif masyarakat. Dalam pengajuan pembiayaan murabahah, calon nasabah melakukan pengajuan pembiayaan dengan memalui proses yang ditetapkan di Bank syariah Rajasa. Dalam proses pengajuan Bank Syariah Rajasa harus mematuhi Standar Produk Perbankan Syariah Murabahah tahun 2016 yang ditetapkan OJK. Maka tujuan penelitian ini untuk melihat kesesuaian proses pengajuan pembiayaan murabahah dengan Standar Produk Perbankan Syariah Murabahah tahun 2016. Berdasarkan hasil di lapangan, disimpulkan bahwa proses penyaluran pembiayaan murabahah pada Bank Syariah Rajasa Kantor Kas Kalirejo melalui empat tahap,sesuai standar OJK, tetapi, ada kesenjangan antara praktik dengan standar dari OJK yaitu pada tahap ketiga mengenai persetujuan pengajuan pembiayaan oleh pihak bank.Standar OJK disebutkan untuk mengkonfirmasi persetujuan pengajuan pembiayaan murabahah dalam bentuk surat persetujuan prinsip atau Offering Letter, sedangkan Bank Syariah Rajasa melakukan pemberitahuan ke calon nasabah melalui telepon tanpa memberikan surat persetujuan prinsip atau Offering Letter.
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui procedure pembiayaan murabahah dan penerapan pembiayaan murabahah pada BMT Dana Barokah. Dalam melakukan penelitian ini penulis memilih subyek pada kantor kas BMT Dana Barokah Muntilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara langsung dengan nasabah dan karyawan BMT. Hasil studi yang penulis dapatkan dari penelitian ini adalah procedure dalam pengajuan pembiayaan murabahah melalui tiga tahap yaitu memenuhi persyaratan sebagai pemohon, selanjutnya coordinator pembiayaan mengumpulkan berkas yang diajukan oleh pemohon berfungsi untuk melakukan survey, kemudian koordinator pembiayaan melakukan analisa dari hasil survey terhadap calon nasabah jika layak kemudian dilakukan pencairan dana. Penerapan pembiayaan murabahah pada BMT Dana Barokah yaitu Dalam penerapan pembiayaan murabahah didasarkan pada dua elemen pokok yaitu harga beli serta tambahan biaya keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Beberapa karakteristik pembiayaan murabahah yaitu nasabah harus mengetahui tentang biaya-biaya yang terkait seperti biaya administrasi dan harga pokok barang beserta tambahan keuntungan yang ditetapkan dengan presentase dari total harga. Barang yang dijual adalah barang yang halal dan barang kebutuhan nasabah yang dibayar dengan uang, barang yang diperjualbelikan sesuai kebutuhan nasabah harus dimiliki penjual dan mampu menyerahkan kepada pembeli. Pembayaran dapat dilakukan dengan angsuran atau tunai dengan jatuh tempo sesuai dengan kesepakatan yang telak dibuat antara pihak BMT dan Nasabah.
 
Berdasarkan hasil penelitian perbandingan kualitas pelayanan bank konvensional dan bank syariah dinyatakan bahwa terdapat perbedaan atara nilai rata-rata kualitas pelayanan pada bank konvensional dengan bank syariah, dimana nilai rata-rata kualitas pelayanan bank konvensional lebih tinggi dibandingkan bank syariah dan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Market Research Indonesia (MRI)terdapat 5 bank syariah peraih penghargaan Banking Service Excellence Awards dan BNI Syariah merupakan bank kedua yang meraih penghargaan dari Banking ServiceExcellence Awards dimana penilaian yang dinilai dari penentuan peringkat ini yaitu dengan pengukuran aspek kinerja dari staff, satpam, costumer service, dan teller. Sedangkan penilaian aspek fisik dinilai dari banking hall, kenyamanan, kinerja ATM, dan layanan e-channel (sms, mobile, internet banking).Paper ini menganalisis tingkat kepuasan pelanggan melalui kualitas pelayanan Bank BNI Syariah KCP. Ciputat. Ini menggunakan metode non probability sampling. Tingkat kepuasan diukur dengan menggunakanImportance Performance Analysis (IPA)dan Costumers Statisfaction Index (CSI).Adapun responden pada penelitian ini adalah nasabah Bank BNI Syariah KCP. Ciputat yang pernah mendapatkan layanan pada Bank BNI Syariah KCP. Ciputat Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan puas dengan layanan dari Bank BNI Syariah KCP. Ciputat dengan tingkat CSI sebesar 79,34%. Berdasarkan Importance Performance Analysis (IPA), 5 atribut dikategorikan sebagai “prioritas perbaikan”, dan 13 atribut dikategorikan sebagai “pertahankan prestasi”. Selanjutnya, ada 3 atribut yang dikategorikan “berlebihan” dan 9 atribut adalah sebagai “prioritas rendah”. Kemudian rata-rata nilai kesesuaian/selisih dari seluruh atribut pelayanan Bank Bank BNI Syariah KCP. Ciputat adalah minus 0,14.
 
Keberadaan bank berprinsip syariah tidak terlepas dari faktor margin dan pelayanan. Nasabah mulai selektif dalam menentukan tempat untuk melakukan pembiayaan. Hal tersebut membuat bank syariah untuk mengambil kebijakan penetapan margin yang kompetitif dan pelayanan yang baik diharapkan nasabah bisa mencapai nilai kepuasan pada bank syariah. Tujuan utamanya agar nasabah bisa memilih untuk menggunakan jasa bank syariah yang berdampak pada berkembangnya perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantatif dengan tujuan untuk meneliti pengaruh tingkat margin dan pelayanan terhadap kepuasan nasabah di BPRS Metro Madani. Hasil dari penelitian ini yaitu faktor yang paling memberikan pangaruh pada produk pembiayaan Murabahah di BPRS Metro Madani Kota Metro adalah pelayanan. Pada Pengujian Beta dapat dilihat bahwa nilai pada Variabel Tingkat Margin (X1) adalah sebesar 0,388 sementara untuk Variabel Pelayanan (X2) adalah sebesar 0,754. Hal ini menunjukan bahwa Beta X1 < Beta X2 yang memiliki arti faktor pelayanan adalah faktor dominan pada kepuasan nasabah. Sehingga pelayanan menjadi faktor kepuasan nasabah pembiayaan murabahah pada BPRS Metro Madani Kota Metro.
 
Abstrak: Keputusan struktur modal adalah salah satu masalah terpenting dalam manajemen keuangan yang dapat berkontribusi untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Demikian juga, keputusan struktur modal mempengaruhi biaya modal dan keputusan penganggaran modal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh variabel yang dipilih terhadap leverage sesuai dengan penyelidikan empiris Özde Öztekin, sebagian besar faktor penentu perusahaan, industri, dan makroekonomi adalah ukuran perusahaan, tangibilitas, leverage industri, laba, dan inflasi yang menghubungkan teori struktur modal berdasarkan pembiayaan perusahaan di perusahaan-perusahaan syariah di Indonesia menggunakan analisis regresi berganda. Sampel yang digunakan dari perusahaan yang konsisten terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) selama periode 2016 hingga 2018 yaitu sebanyak 18 perusahaan. Hasil menunjukkan bahwa variabel leverage industri memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan leverage sesuai dengan teori trade off, semakin besar leverage industri semakin tinggi pembiayaan hutang. Dan ada hubungan terbalik yang signifikan antara laba dan leverage mengacu pada teori pecking order, semakin banyak keuntungan yang diperoleh perusahaan semakin sedikit hutang yang digunakan Kata Kunci: Struktur modal, Perusahaan Syariah, Jakarta Islamic Index, Indonesia.
 
Strategic Charity, as the more specific implementation of Corporate Social Responsibility (CSR), is now gained its popularity among the company in Indonesia, including the Islamic Financial Institution. However, the execution sometimes did not achieve the goal nor misdirected. This study was conducted to determine the implementation of strategic charity done by BMT Al-Hikmah, Ungaran, Central Java. The method used was qualitative descriptive, and data collection was done using interviews and observations. The study revealed that the source of funds of the strategic charity comes from zakat, infaq, alms, and fines fund. The implementation was right on the target even though sometimes it is not enough since the source of funds is minimal while so many parties need those funds.
 
The separation of ownership between the principal and agent in a company could cause a conflict of interest where both parties try to maximize their own interests. The mechanism of corporate governance is expected to minimize this conflict of interest. This study examines the corporate governance variables as moderating variable in the influence of earnings quality on firm value. The population of this research is manufacturing company listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014-2016 with 66 manufacturing companies and 175 observations as sample. Determination of the sample in this study is carried out by purposive sampling method. Coorporate governance is measured by manajerial ownership, institutional ownership, independent commissioners, and the audit committee), earnings quality is measured by Earnings Response Coefficient (ERC), and the firm value is measured with Price Book Value (PBV). Testing hypotheses using regression analysis. The results show that mangerial ownership has not been proven as moderating variable in the influence of earnings quality on firm value. Institutional ownership, independent board of commissioners, and audit committee could moderate the influence of the earnings quality to firm value.
 
The occurrence of inflation in the modern era is used by creditors to request additional loans given to debtors. In Islamic economics, loans must be repaid without the determination of the index of commodities, currencies, or any group of currencies. However, someone can lend in the form of gold or other currencies which according to the perception of people are not vulnerable to inflation. Inflation control in Islamic commercial law must be in accordance with mu'amalah validity by using instruments that avoid gharar, usury, qimar and maisir (game of opportunity), and two contracts (contracts) that are interdependent and free mutual agreement, contractual compliance ( contract) with maqasid syariah, profits with obligations, are permitted as general rules.
 
Integrasi pada saat ini sudah terjadi diberbagai belahan dunia. Keterkaitan Negara satu dengan Negara yang lain berpengaruh terhadap perekonomian suatu Negara. Saat ini kerjasama antar Negara dapat memajukan segala aspek yang ada didalamnya.Pasar modal memiliki peran penting dalam perekonomian suatu Negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi utama yaitu sarana untuk pendanaan usaha bagi perusahaan yang dapat mendorong perusahaan melakukan ekspansi pasar dan dapat untuk penambahan modal, sedangkan fungsi kedua sebagai wadah atau sarana yang dapat digunakan oleh investor untuk menginvestasikan uangnya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Adakah Integrasi Dow JonesIslamic World Malaysia Index (DJMY25D) terhadap Indeks Saham SyariahIndonesia(ISSI), Adakah Integrasi Dow Jones Islamic Market Japan Index (DJIJP) teradap Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), dan Bagaimana Integrasi Dow JonesIslamic World Malaysia Index (DJMY25D) dan Dow Jones Islamic Market Japan Index (DJIJP) terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia(ISSI). Metode penelitian ini menggunakan data kuantitatif yaitu data yang diukur dalam suatu skala numerik (angka). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu indeks harga closing price diakhir bulan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan terlebih dahulu melakukan uji asumsi klasik. Untuk mengetahui pengaruh secara simultan digunakan uji F dan untuk mengatuhi pengaruh secara parsial digunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dow Jones Islamic World Malaysia Index(DJMY25D) memiliki pengaruh yang signifikan dengan Indeks saham syariah Indonesia (ISSI) dan hubungan yang positif. Dow Jones Islamic Market Jepang Index (DJIJP) memiliki pengaruh yang signifikan dengan Indeks saham syariah Indonesia (ISSI) dan hubungan yang positif.Berdasarkan hasil uji determinasi besarnya nilaiAdjustedRSquareadalah 0.537, halini berarti 53,7% variasi ISSI.JK dapat dijelaskan oleh variasi dari dua variabel yang berpengaruh terhadap ISSI.JK. sedangkan sisanya (100% - 53,7% = 46,3%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model persamaan regresi.Terintegrasinya indekssaham syariah pada Indonesia dan Malaysia karena adanya perjanjian bilateral antara BEI dan Bursa Malaysia. Terintegrasinya Indonesia dengan Jepang diakibatkan meningkatnya modal asing ke dalam Indonesia, perluasan teknologi di Indonesia, kemajuan ilmu pengetahuan dalam Negeri. Penelitian ini berkesimpulan bahwa adanya hubungan positif dalam pasar modal syariah antara Malaysia dan Jepang terhadap Indonesia. Hubungan ini menimbulkan keuntungan dan kesejahteraan bagi Negara masing-masing
 
Pasar modal selalu mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Selain pasar modal konvensional, pasar modal syariah juga mengalami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dengan terbitnya sukuk. Sukuk merupakan instrumen investasi yang berdasar akad syariah, kondisi perekonomian suatu negara memiliki peran penting dalam pertumbuhan sukuk. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui dan menganalisis faktor variabel makroekonomi terhadap pertumbuhan sukuk korporasi di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang di peroleh dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan. Metode penelitian menggunakan model regresi linear berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa variabel makroekonomi seperti inflasi, nilai tukar, jumlah uang beredar memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan sukuk korporasi.
 
This study aims to provide empirical evidence regarding stock returns as the impact of Management's Discussion and Analysis disclosure on companies listed in the Jakarta Islamic Index, Indonesia Stock Exchange, in the 2015-2017 period. The motivation behind this research is the absence of research in Indonesia which studies the presentation of MD & A which influences investors' decisions to invest in companies listed in the Jakarta Islamic Index, seen from the company's stock returns. This study used 63 samples. The hypothesis in this study was tested using a partial correlation of simple linear regression. The results showed that there is a positive relationship between MD & A disclosure of stock returns. From the results presented, it is expected that companies listed in the Jakarta Islamic Index can disclose MD & A fully and openly so that they can attract investors to invest. With the increase in stock returns to the value of the company, the existence of Islamic stocks can be increased. Therefore, Indonesia is expected not only to become a large market and place for the Muslim population but also to empower its people through the halal industry including the existence of Islamic stocks in Indonesia.