Agro Bali Agricultural Journal

Published by Universitas Panji Sakti
Online ISSN: 2655-853X
Publications
Article
Merkuri merupakan salah satu logam berat yang berbahaya bagi lingkungan. Pemanfaatan bakteri endofit bambu sebagai bakteri pendegradasi logam merkuri belum banyak dilaporkan sehingga perlu dilakukan penelitian untuk memperoleh isolat bakteri endofit bambu resisten logam merkuri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi isolat bakteri endofit bambu terhadap logam merkuri. Isolat bakteri yang digunakan merupakan koleksi isolat Laboratorium Biologi STKIP Pembangunan Indonesia, yang diberi kode KL2 A Hitam, KL2 Rehitam, KL2 Blit2, KL2 Rebatik. Pada uji resistensi, sebanyak 100 µL larutan HgCl2 diteteskan pada paper disk yang ditumbuhkan pada media Nutrient Agar sebagai media tumbuh bakteri endofit bambu selama 24 jam pada suhu 37 °C. Konsentrasi HgCl2 yang digunakan adalah 10, 20, 30, 40 dan 50 ppm. Hasil menunjukkan keempat isolat bakteri dapat tumbuh pada seluruh media yang mengandung larutan HgCl2, yang ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar paper disk. Berdasarkan pengukuran zona bening, isolat KL2 Rebatik membentuk zona bening sebesar 13 mm pada media mengandung 10 ppm HgCl2 dan merupakan zona bening terbesar. Tiga isolat lainnya, isolat KL2 A Hitam, KL2 Rehitam dan KL2 Blit2 pada media mengandung 10 ppm HgCl2 membentuk zona bening masing-masing 10,66 mm dan 7,6 mm. Seluruh isolat bakteri menunjukkan penurunan ukuran zona bening seiring dengan meningkatnya konsentrasi HgCl2 yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri endofit bambu resisten terhadap ion Hg2+ hingga konsentrasi 50 ppm. Isolat KL2 Rehitam dipilih untuk diindentifikasi menggunakan amplikasi gen 16S rRNA. Hasil identifikasi menunjukkan isolat KL2 Rehitam memiliki tingkat kemiripan sebesar 99% dengan Bacillus cereus.
 
Article
Kendala dalam budidaya tanaman padiadalah adanya serangan patogen seperti cendawan Pyricularia oryzae Cav. penyebab penyakit blas. Penggunaan varietas yang tahan penyakit blas adalah solusi yang efektif untuk meningkatkan produksi. Hal ini karena beragamnya ras penyakit blas yang berkembang, salah satunya yang paling virulen adalah ras 173. Untuk menghasilkan varietas padi yang tahan, diperlukan gen tahan penyakit blas yang bersumber dari genotip lokal padi beras merah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketahanan 5 genotip lokal padi beras merah, mengetahui keragaman dan menduga apakah sifat tersebut dapat diwariskan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2014, di desa Ketawang, kecamatan Gondanglegi, kabupaten Malang. Bahan yang digunakan adalah 5 genotip lokal padi beras merah dan 2 varietas cek. Penelitian ini menggunakan rancangan IRRI SES. Hasil penelitian menunjukkan genotip Mandel memiliki penampilan terbaik pada semua karakter ketahanan seperti periode laten, skor tingkat ketahanan dan intensitas serangan penyakit.
 
Article
Pandemi CoronaVirus Disease-2019 yang terjadi sejak tahun 2019 lalu membawa dampak serius pada berbagai sektor ekonomi. Pandemi covid-19 juga berdampak negatif pada sektor bisnis termasuk bisnis komoditi pertanian dan perkebunan termasuk usahatani kelapa sawit rakyat. Akibat pandemi covid-19 kehidupan petani kelapa sawit rakyat turut terdampak yang ditandai dengan penurunan tingkat pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi usahatani kelapa sawit rakyat pada masa pandemi covid-19, mengetahui kesiapan petani dalam mengelola usahataninya di masa pandemi covid-19, merumuskan strategi pengelolaan usahatani kelapa sawit rakyat masa pandemi covid-19. Penelitian dilakukan di Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang yang dipilih secara sengaja. Jumlah sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan rumus slovin dengan jumlah 96 responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan; kondisi pengelolaan usahatani kelapa sawit rakyat pada masa pandemi covid-19 berada pada kondisi yang tidak menguntungkan bagi petani, yang ditandai dengan terjadinya peningkatan biaya produksi, peningkatan biaya tenaga kerja; terjadi penurunan produksi, terjadi penurunan penerimaan dan pendapatan petani. Petani responden siap untuk mengembangkan usaha taninya pada masa pandemi covid-19 dengan strategi khusus. Strategi agresif merupakan strategi yang relevan untuk diimplementasikan dalam pengelolaan usahatani kelapa sawit rakyat pada masa pandemi covid-19.
 
Article
Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi memberikan dampak pada setiap aspek, terutama pada aspek UMKM Pisang Sale UD. Bungong Jeumpa. Sejak adanya pandemi Covid-19 permintaan terhadap pisang sale UD. Bungong Jeumpa menurun yang berdampak terhadap pendapatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19 terhadap pendapatan usaha pisang sale pada UD. Bungong Jeumpa di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat, Aceh, Indonesia. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan usaha pisang sale UD. Bungong Jeumpa mengalami penurunan pendapatan sebesar 46.22%.
 
Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of Test Organisms to Various Nipa Disinfectant/Antiseptic Formulations after 24 hr of incubation at 37˚C
Minimum Bactericidal Concentration (MBC) of four concentrations of Nipahol to Test Organisms to which showed minimal or no visible growth after 24 hr of incubation at 37˚C
Mean Percentage (%) Cell Forming Unit (CFU) Reduction of viable bacterial count after 5 and 15 minutes contact time to various nipahol concentrations
Cell Forming Unit Log Reduction of test organisms after 5 and 15 minutes contact time to various nipahol concentrations
Confirmatory Antimicrobial Susceptibility of 70% Nipahol and 95% Nipahol conducted by DOST RO1 Microbiology Laboratory
Article
“Nipahol” is high-grade bioethanol produced from nipa sap using the proprietary fermentation and distillation technologies developed by a group of researchers at the Mariano Marcos State University-National Bioenergy Research and Innovation Center (MMSU-NBERIC). To ensure the quality and efficacy of the formulated product, the present study was set to explore the antibacterial potential of the locally formulated nipa disinfectant/antiseptic as an alternative alcohol formulation for possible use during the COVID-19 pandemic using standard microbiological assays. Susceptibility test revealed that at least 70% nipa alcohol formulations showed inhibitory activity against Staphylococcus aureus (6.25 mm and 4.25 mm zone of inhibitions). The 95% nipa alcohol concentration showed a bactericidal effect against Escherichia coli and S. aureus. High percent (%) bacterial cell reduction (90-99.9% log reduction) was observed when alcohol concentration and time increases. A confirmatory antimicrobial susceptibility test conducted by Philippine Department of Science and Technology, Microbiology Division reported that 95% nipa alcohol showed active inhibitory effect to test organisms while partial active observed in 70% nipa alcohol formulation. Glo-Germ Test revealed nipa disinfectant/antiseptic is as effective as commercial alcohol, thus, it can be utilized as an alternative intervention to prevent the spread of infectious microorganisms. The effectiveness of nipa disinfectant/antiseptic formulations is heightened with proper handwashing, strictly following proper hygiene, and health protocols. In conclusion, the formulated nipahol possesses the antibacterial potential to inhibit the multiplication of E. coli and S. aureus.
 
The protein sequences of rice αAMY 3D
Comparison the amount of proteases appeared in αAMY 3D sequences
Comparison Between Predicted Proteases and Experimental Identified in αAmy3D sequences
Article
Proteases is a proteolytic enzyme that often determined the crucial process in degradation pathway occurred in all of organisms. Prediction of novel protease is important action to design the protease inhibitor. In the secretion of rice αAmy3 protein in outside cells will be followed by secretion of recombinant protein target and proteolytic enzymes together, which means potentially also degraded the recombinant protein target In this study, the proteases was detected in rice αAMY 3D protein sequences. Our study resulted the 3 major proteases appeared in rice αAMY 3D protein sequences, they were cysteine proteases, serine proteases and metalloproteases. Based on the literature, such proteases also appeared in rice suspension cells. Design the inhibitor for such proteases will be suggested for reduction of proteases level.
 
Gambar 1. Hasil Rata-rata Diameter Bibit Tanaman Kopi (mm)
Article
Masalah yang dihadapi dalam pengembangan tanaman kopi adalah masalah pembibitan yang berkwalitas dan pemupukan di tingkat petani. Hal ini mendorong dilakukan penelitian pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi berbagai dosis pupuk organi cair terhadap Pertumbuhan bibit tanaman kopi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari enam perlakuan pemberian pupuk organik cair (POC), yaitu 50 ml pupuk organik cair per liter air, 100 ml pupuk organik cair per liter air,150 ml pupuk organik cair per liter air, 200 ml pupuk organik cair per liter air, 250 ml pupuk organic cair per liter air dan 300 ml pupuk organik cair per liter air. Setiap perlakuan diulang 5 kali sehingga terdapat 30 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman dan jumlah daun berpengaruh sangat nyata pada taraf uji Duncan 0,05 dan 0,01 dan memberikan rata-rata hasil tertinggi pada perlakun 200 ml per liter air dengan nilai 39,6 cm terhadap tinggi tanaman, dan perlakuan 50 ml perliter air dengan nilai 39,8 helai terhadap jumlah daun pada pertumbuhan bibit tanaman kopi. Parameter diameter batang pada perlakuan 50 ml per liter air memberikan hasi tertinggi dengan nilai 3,96 mm bibit tanaman kopi.
 
Article
AB Mix merupakan nutrisi hidroponik yang mengandung unsur hara yang lengkap, namun harganya relatif mahal sehingga diperlukan alternatif untuk menggantikan nutrisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui apakah ekstrak fermentasi dari campuran pupuk kandang sapi dengan daun gamal atau daun afrika atau daun kelor dapat dijadikan sebagai subtitusi nutrisi AB Mix. (2) Mengetahui persentase ekstrak fermentasi dari campuran pupuk kandang sapi dengan daun gamal atau daun afrika atau daun kelor yang dapat dijadikan sebagai subtitusi nutrisi AB Mix. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu P0 (100% AB Mix), P1(75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun gamal), P2 (50% AB Mix + 50% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun gamal), P3 (75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun afrika), P4 (50% AB Mix + 50% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun afrika), P5(75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun kelor), dan P6 (50% AB Mix + 50% ekstrak fermentasi campuran 25% pupuk kandang sapi dan daun kelor) dengan enam ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 25% ekstrak fermentasi campuran pupuk kandang sapi dengan daun gamal atau daun afrika atau daun kelor memberikan pengaruh yang sama dengan nutrisi AB Mix, namun hasil terbaik diperoleh dari perlakuan 75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi campuran pupuk kandang sapi dan daun gamal yang terlihat pada peubah bobot segar tajuk.
 
Article
This study aims to determine the effect of the concentration of AB Mix nutrients on the growth and yield of pakcoy plants. This research has been carried out at the agronet house of the Faculty of Agriculture, Panji Sakti University at an altitude of 39 m above sea level (above sea level), in March-May 2019. The experimental design used a single randomized block design (RCBD), namely the concentration of the AB Mix nutrition treatment ( K). Statistical analysis showed that AB Mix nutrient concentration had a very significant effect (p <0.01) on plant height at 14 days after planting, 21 days after planting, 28 days after planting, total wet weight per plant, leaf area per plant, and economic fresh weight per plant. The nutrient concentration of AB Mix 1.2% provides the best growth and yield of pakcoy plants. The higher concentration of AB Mix nutrition given causes the total wet weight per plant to change quadratically Ŷ = -137.83x2 + 325.54x - 88.997 with the coefficient of determination (R2) = 1 so that the optimum concentration = 1.18% and wet weight is obtained maximum total planting = 103,226 grams.Keywords: hydroponics, AB Mix nutrition, pakcoy Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini telah dilaksanakan di rumah agronet Fakultas Pertanian Universitas Panji Sakti pada ketinggian tempat 39 m dpl (dari atas permukaan laut), pada bulan Maret -Mei 2019. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal yaitu perlakuan konsentrasi nutrisi AB Mix (K). Hasil analisis staistik menunjukkan konsentrasi nutrisi AB Mix berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap tinggi tanaman pada umur 14 hst, 21 hst, 28 hst, 35 hst, berat basah total per tanaman, luas daun per tanaman, dan berat segar ekonomis per tanaman. Konsentrasi nutrisi AB Mix 1,2% memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy terbaik. Semakin tinggi konsentrasi nutrisi AB Mix yang diberikan menyebabkan berat basah total per tanaman berubah secara kuadratik yaitu Ŷ= -137,83x2 + 325,54x - 88,997 dengan koefisien determinasi (R2) = 1 sehingga diperoleh konsentrasi optimum = 1,18% dan berat basah total pertanaman maksimum =103,226 gram.Kata kunci: hidroponik, nutrisi AB Mix, pakcoy
 
Article
This study aims to determine the effect of the concentration of AB Mix nutrients on the growth and yield of pakcoy plants. This research has been carried out at the agronet house of the Faculty of Agriculture, Panji Sakti University at an altitude of 39 m above sea level (above sea level), in March-May 2019. The experimental design used a single randomized block design (RCBD), namely the concentration of the AB Mix nutrition treatment ( K). Statistical analysis showed that AB Mix nutrient concentration had a very significant effect (p <0.01) on plant height at 14 days after planting, 21 days after planting, 28 days after planting, total wet weight per plant, leaf area per plant, and economic fresh weight per plant. The nutrient concentration of AB Mix 1.2% provides the best growth and yield of pakcoy plants. The higher concentration of AB Mix nutrition given causes the total wet weight per plant to change quadratically Ŷ = -137.83x2 + 325.54x - 88.997 with the coefficient of determination (R2) = 1 so that the optimum concentration = 1.18% and wet weight is obtained maximum total planting = 103,226 grams.Keywords: hydroponics, AB Mix nutrition, pakcoy Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini telah dilaksanakan di rumah agronet Fakultas Pertanian Universitas Panji Sakti pada ketinggian tempat 39 m dpl (dari atas permukaan laut), pada bulan Maret -Mei 2019. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal yaitu perlakuan konsentrasi nutrisi AB Mix (K). Hasil analisis staistik menunjukkan konsentrasi nutrisi AB Mix berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap tinggi tanaman pada umur 14 hst, 21 hst, 28 hst, 35 hst, berat basah total per tanaman, luas daun per tanaman, dan berat segar ekonomis per tanaman. Konsentrasi nutrisi AB Mix 1,2% memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy terbaik. Semakin tinggi konsentrasi nutrisi AB Mix yang diberikan menyebabkan berat basah total per tanaman berubah secara kuadratik yaitu Ŷ= -137,83x2 + 325,54x - 88,997 dengan koefisien determinasi (R2) = 1 sehingga diperoleh konsentrasi optimum = 1,18% dan berat basah total pertanaman maksimum =103,226 gram.Kata kunci: hidroponik, nutrisi AB Mix, pakcoy
 
Saccharification Reactor used in the upscale enzymatic hydrolysis of pretreated banana pseudostem. The major components are reaction tank with rotating screw and jacket (A), motor (B), electrically-heated water drum for temperature control (C) and water pump (D).
Flask fermentation Set-ups
Surface response model graph of Box-Bhenken optimization of enzyme-mediated saccharification at 0.55% enzyme loading
Growth and residual sugars formed in various saccharification parameters.
Article
Banana (M. acuminata x balbisiana) is an abundant lignocellulosic waste material in large plantations all over the Philippines, especially in Mindanao, which can be utilized as substrate in producing high-value products like ethanol. To compensate for the low yield based on total weight of substrate due to the high moisture content of banana pseudostem, there is the primary challenge to make the conversion of this lignocellulosic biomass into monomeric sugar and then into ethanol more efficiently in order to achieve yields that would make it cost-competitive. Hence, this study evaluated the effects of solid loading, incubation time and amount of enzyme on yield of reducing sugars in the enzymatic hydrolysis process and attempted to optimize the significant factors by Response Surface Methodology (RSM), specifically using Box-Behnken design. There was significant improvement on the reducing sugar yield of the pretreated banana pseudostem at 20 h incubation time, 15 g solid loading and 0.55 % enzyme concentration. Ethanol production was observed to be higher in the detoxified substrate although biomass was higher for the non-detoxified substrate. As to our knowledge, the present study is the first attempt to produce second generation ethanol using banana pseudostem waste as feedstock in the Philippines.
 
Article
Climate change as a result of global warming creates climate uncertainty (anomaly) in the form of excessive drought (El-Nino) and excessive rain (La Nina) which greatly affects the productivity of rice plants. Under normal conditions. Indonesia's rice production will decline to 65 million tons in 2050. But due to climate change, the decline in rice production can be even more drastic to reach 90 million tons or down by 38 per cent. Rice plants need around 2,500 litres of water to produce 1 kg of grain (rough rice). This water is filled from rainwater and/or irrigation water. La Nina can interfere with the growth and yield of rice plants because the plants suffer damage due to limited air exchange, both in the form of carbon dioxide (CO2) and oxygen (O2) which inhibits the process of photosynthesis and plant respiration. The level of growth disturbance and yield of rice due to excess water depends on the tolerance level of the variety, the level of inundation and the length of time of inundation. Physiologically the adaptation of lowland rice plants to excess water is classified as complex. Plants that produce PDC and ADH are more tolerant of inundation. Molecularly, plants that contain the Sub1 gene are more resistant to excess water.Keywords: flooding, global warming, climate change, rice, food Abstrak. Perubahan iklim (climate change) sebagai dampak pemanasan global menimbulkan ketidakpastian (anomali) iklim berupa kekeringan yang berlebihan (El-Nino) dan hujan yang berlebihan (La Nina) yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman padi. Dalam kondisi normal. produksi padi di Indonesia akan mengalami penurunan hingga 65 juta ton pada tahun 2050. Namun akibat perubahan iklim, penurunan produksi padi dapat lebih derastis hingga mencapai 90 juta ton atau turun hingga 38 persen. Tanaman padi membutuhkan sekitar 2.500 liter air untuk menghasilkan 1 kg butir gabah (rough rice). Air ini dipenuhi dari air hujan dan/atau air irigasi. La Nina dapat mengganggu pertumbuhan dan hasil tanaman padi karena tanaman mengalami kerusakanakibat terbatasnya pertukaran udara, baik berupa karbondioksida (CO2) maupun oksigen (O2) yang menghambat proses fotosintesis dan respirasi tanaman. Tingkat gangguan pertumbuhan dan hasil tanaman padi akibat kelebihan air tergantung pada tingkat toleransi varietas, tingkat genangan dan lama waktu terjadinya genangan. Secara fisiologis adaptasi tanaman padi sawah terhadap kelebihan air tergolong kompleks. Tanaman yang menghasilkan PDC dan ADH lebih banyak lebih toleran terhadap genangan. Secara molekuler, tanaman yang mengandung gen Sub1 lebih tahan terhadap kelebihan air.Katakunci: penggenangan, pemanasan global, perubahan iklim, padi, pangan
 
Article
Climate change as a result of global warming creates climate uncertainty (anomaly) in the form of excessive drought (El-Nino) and excessive rain (La Nina) which greatly affects the productivity of rice plants. Under normal conditions. Indonesia's rice production will decline to 65 million tons in 2050. But due to climate change, the decline in rice production can be even more drastic to reach 90 million tons or down by 38 per cent. Rice plants need around 2,500 litres of water to produce 1 kg of grain (rough rice). This water is filled from rainwater and/or irrigation water. La Nina can interfere with the growth and yield of rice plants because the plants suffer damage due to limited air exchange, both in the form of carbon dioxide (CO2) and oxygen (O2) which inhibits the process of photosynthesis and plant respiration. The level of growth disturbance and yield of rice due to excess water depends on the tolerance level of the variety, the level of inundation and the length of time of inundation. Physiologically the adaptation of lowland rice plants to excess water is classified as complex. Plants that produce PDC and ADH are more tolerant of inundation. Molecularly, plants that contain the Sub1 gene are more resistant to excess water.Keywords: flooding, global warming, climate change, rice, food Abstrak. Perubahan iklim (climate change) sebagai dampak pemanasan global menimbulkan ketidakpastian (anomali) iklim berupa kekeringan yang berlebihan (El-Nino) dan hujan yang berlebihan (La Nina) yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman padi. Dalam kondisi normal. produksi padi di Indonesia akan mengalami penurunan hingga 65 juta ton pada tahun 2050. Namun akibat perubahan iklim, penurunan produksi padi dapat lebih derastis hingga mencapai 90 juta ton atau turun hingga 38 persen. Tanaman padi membutuhkan sekitar 2.500 liter air untuk menghasilkan 1 kg butir gabah (rough rice). Air ini dipenuhi dari air hujan dan/atau air irigasi. La Nina dapat mengganggu pertumbuhan dan hasil tanaman padi karena tanaman mengalami kerusakanakibat terbatasnya pertukaran udara, baik berupa karbondioksida (CO2) maupun oksigen (O2) yang menghambat proses fotosintesis dan respirasi tanaman. Tingkat gangguan pertumbuhan dan hasil tanaman padi akibat kelebihan air tergantung pada tingkat toleransi varietas, tingkat genangan dan lama waktu terjadinya genangan. Secara fisiologis adaptasi tanaman padi sawah terhadap kelebihan air tergolong kompleks. Tanaman yang menghasilkan PDC dan ADH lebih banyak lebih toleran terhadap genangan. Secara molekuler, tanaman yang mengandung gen Sub1 lebih tahan terhadap kelebihan air.Katakunci: penggenangan, pemanasan global, perubahan iklim, padi, pangan
 
List of parental inbred lines used in experiment to generate the single cross hybrids using Mating design-II.
Article
In spite of the importance of quality protein maize to alleviate protein deficiency, almost all maize varieties cultivated in Ethiopia are normal maize varieties, which are devoid of lysine and tryptophan. Perusing the combining ability of QPM inbred for grain yield and its components is vital to design appropriate breeding strategies for the development of nutritionally enhanced maize cultivars. A line x tester analysis involving 36 crosses generated by crossing 9 elite maize inbred lines with 4 testers were evaluated for different desirable agronomic traits during the 2019 main season at BNMRC and JARC. The experiment was conducted using alpha lattice design with 3 replications. The objectives were to determine the combining ability of quality protein maize inbred lines, adapted to mid altitude agroecology of Ethiopia for agronomic traits. The crosses were evaluated in alpha lattice design replicated 3 times. Analyses of variances showed significant mean squares due to crosses for almost all the traits studied. GCA mean squares due to lines and testers were significant (P<0.05 or P<0.01) for most studied traits. SCA mean squares were also significant for most attributes across locations. The comparative importance of GCA and SCA variances observed in the current study for most studied traits indicated the preponderance of additive genetic variance in governing these attributes. Only L3 was the best general combiner for grain yield. Inbred line L3, for days to anthesis and L5 for days to silking had negative and significant GCA effects. L5 and L6 displayed negative and significant GCA effects for plant and ear height. Crosses, L2xT4, L3xT4, L4xT4, L5xT2, L6xT3, L7xT2, L9xT1 and L9xT4 were good specific combiners for grain yield. In general, these genotypes help as a source of promising alleles that could be used for forthcoming breeding work in the development of quality protein maize cultivars with desirable traits.
 
continued
Article
Maize is a primary crop in most farming systems and staple food of the rural population in abundant of the mid-altitude sub- humid agro-ecologies of Ethiopia. Nearly 88% of maize produced in Ethiopia is consumed as food, both as green and dry grain. Yet, it has low protein content since it is normal maize, with poor protein quality limited by deficiencies in lysine and tryptophan and has an excess of leucine and isoleucine. Suggestions on hybrid performance and heterosis of QPM inbred for grain yield and its components is vital to design suitable breeding strategies for the development of nutritionally enhanced maize varieties. A line x tester analysis involving 36 crosses generated by crossing nine elite maize inbred lines with four testers and four checks were evaluated for yield and yield related traits at Bako and Jimma. The objectives were to evaluate mean performance and the magnitude of heterosis for quality protein maize inbred lines, adapted to mid altitude agroecology of Ethiopia. The genotypes were evaluated in alpha lattice design replicated three times. Analyses of variances showed significant (p<0.05 or p<0.01) mean squares due to genotypes in each and across locations for most traits studied, indicating the existence of appropriate genetic variability. The crosses, L5xT2, L7xT2, L8xT1, L8xT2, L3xT2, L5xT1, and L1xT1 showed higher grain yield. The estimated mid and better parent heterosis for grain yield across locations for all crosses displayed positive and highly significant variances which ranged from 386.6% to 111.2% and 288.9% to 72.2%, respectively. From this study, about 77.78% of crosses had better potential for grain yield. The results attained in this experiment suggest that the hopeful potentials of the identified inbred lines for further breeding of QPM for the mid-altitude agroecology of Ethiopia.
 
Article
The use of fertilizers in agriculture is an absolute must, both organic fertilizers and inorganic fertilizers. Considering the increasing price of inorganic fertilizers, innovation is needed to make organic fertilizers from easily obtained materials, one of which is market organic waste. Among the aerobic microorganisms used are lignolytic, cellulotic, proteolytic, lipolytic and aminolytic which are capable of changing compost in time. The purpose of this study was to analyze the right time in the composting process so as to produce a maximum source of essential nutrients. The research method or stages used is to divide the composting time into 4 parts, namely 5 weeks, 6 weeks, 7 weeks and 8 weeks. The results showed that the C-Organic content in the 5-7 weeks composting phase met the minimum SNI standards, while in the 8-week composting phase it is below the minimum standard of SNI. Phosphorus content is also above the minimum limit of the standard determined by SNI, Meanwhile, Potassium and Nitrogen are below the minimum SNI standard. The content of secondary macronutrients such as Calcium, Magnesium, and Sodium does not exceed the maximum limit set by SNI.
 
Article
Several factors that affect the use of fuel in boilers are combustion efficiency, quality of feed water management, calorific value, and the potential for available fuel from oil palm varieties. The purpose of this research is to identify the use of fuel and its potential savings based on variations in boiler efficiency and water temperature that entered the boiler. The materials used in this research are FFB mass balance data and boiler fuel composition. Based on the analysis results, the lowest used fuel mass and the highest fuel savings are found in the DxPLangkat variety with an intake water temperature of 105o C and 80% boiler efficiency. The use of fuel is 4,231 kg/hour with shell savings of 967 kg/hour with a value of IDR 725,701. Fiber savings was 487 kg/hour with a value of IDR 121,751.The highest used fuel mass and the lowest fuel savings were found in the Yangambi derivative variety with an intake water temperature of 85o C and 60% boiler efficiency.The fuel consumption is 5,830 kg/hour with shell savings totalling -380 kg/hour. There is no fiber analysis because it is used up hence additional fuel is needed. Additional fuel can be done by asking for other palm oil mill units or buying. If they buy a shell with a requirement of 380 kg/hour, the funds required are IDR 284,939.
 
Effect of type and concentration of LOF on tiller diameter.
Effect of type and concentration of LOF on plant fresh weight.
Article
Fruit waste can be a good source of liquid organic fertilizer (LOF) because it contains macro and micronutrients needed by plants. This study aims to determine the type and concentration of LOF for the growth and yield of leek (Allium fistulosum, L.). This research was conducted from June to August 2019, in Pematang Gubernur, Muara Bangkahulu, Bengkulu City, Indonesia. Treatment consist of types of Liquid Organic Fertilizer (LOF) which were cow manure (CM) and guava waste (GW) at concentrations of 25%, 50%, and 75%. Experimental treatment included; without LOF, CM LOF (25%), CM LOF (50%), CM LOF (75%), GW LOF (25%), GW LOF (50%), GW LOF (75%), CM LOF + GW LOF (25%), CM LOF + GW LOF (50%) and CM LOF + GW LOF (75%). The study used a completely randomized design (CRD), one factor, repeated five times. Differences in LOF concentration and source significantly affected the number of leaves and tiller diameter. Nonetheless, it did not affect the number of tillers, plant height, and fresh weight. Cow manure liquid organic fertilizer at a 50 % concentration raised the number of leaves by 35 %, whereas guava waste increased the leaves numbers by 25%. With the application of guava waste liquid organic fertilizer at a concentration of 75%, so the number of tillers increased by 23%.
 
Article
Kecombrang (Nicolaia speciosa) adalah sejenis tumbuhan rempah yang dimanfaatkan sebagai bahan campuran atau bumbu penyedap pada berbagai macam masakan di Nusantara. Kecombrang adalah salah satu koleksi tumbuhan Kebun Raya Bali yang sering terserang oleh larva A. flavipuncta. Penanggulangan hama menggunakan pestisida sintetis menimbulkan banyak dampak negatif terhadap manusia dan lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah menggunakan pestisida nabati yang bersumber dari tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas beberapa tanaman koleksi Kebun Raya Bali seperti legundi (Vitex trifolia), sirsak (Annona muricata) dan damar (Agathis borneensis) terhadap mortalitas larva A. flavipuncta dan menentukan konsentrasi ekstrak yang paling efektif dalam membunuh larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak yang paling efektif membunuh larva A. flavipuncta adalah ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi optimum 60 g/L.
 
Article
Penumpukan sampah organik pada tempat penampungan akhir (TPA), sebetulnya menimbulkan masalah baru bagi masyarakat sekitarnya. Sampah organik dapat mengalami perubahan melalui dekomposisi anaerobik, sehingga menimbulkan bau busuk dan pelepasan gas metana (CH4) ke atmosfer. Gas CH4 pada lapisan stratosfer berperan sebagai gas rumah kaca (GRK) dan berefek pada munculnya pemanasan global. Oleh karena itu, diperlukan pengubahan sampah organik melalui cara yang ramah lingkungan. Pengubahan sampah organik melalui dekomposisi aerob dengan bantuan EM-4, dapat menghasilkan kompos dan pelepasan gas CO2 ke lapisan stratosfer. Gas CO2 yang lepas ke lapisan stratosfer, juga dapat berperan sebagai gas rumah kaca (GRK). Namun demikian, efek pemunculan pemanasan globalnya 21 kali lebih rendah bila dibandingkan dengan gas CH4. Untuk menanggulangi timbunan gas CO2 pada lapisan stratosfer, dapat dilakukan melalui penanaman aglaonema di pekarangan. Tanaman aglaonema merupakan salah satu tanaman yang dapat menyerap gas CO2 dalam jumlah yang tinggi.
 
Article
Salah satu konsep pengembangan UMKM Agribisnis adalah melalui pendekatan klaster. Akibat rendahnya akses terhadap informasi, teknologi, produksi, pemasaran, manajemen, dan permodalan, sehingga perlu adanya strategi dan upaya komprehensif dalam membangun dan memperkuat pengembangan UMKM. Pada penelitian ini akan dilakukan pemodelan terhadap pengembangan agribisnis pertanian terpadu dengan pendekatan klaster di Kabupaten Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah melalui survey dan Focus Group Discussion (FGD). Kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang terjadi. Adapun sub klaster yang diamati adalah sub klaster peternakan, makanan olahan, jamur, dan pertanian organik. Dari hasil yang diperoleh sejauh ini keempat sub klaster mengalami permasalahan yang sama yaitu kurang terorganisir dengan baik, sehingga informasi terkait pengembangan usaha yang diperoleh pun menjadi kurang optimal. Meskipun pada dasarnya pemerintah setempat melalui Bappeda dan dinas terkait lainnya sudah cukup terlibat dalam meningkatkan pengembangan usaha UMKM ini.
 
Article
Kombinasi komponen kehutanan dan komponen pertanian pada suatu pengelolaan secara intensif dikenal dengan istilah agroforestri yang dapat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dan meningkatkan produktivitas dengan hasil panen beragam. Kemiri merupakan tanaman agroforestri rempah yang bermanfaat. Kabupaten Maros merupakan daerah penghasil kemiri di Sulawesi Selatan sejak tahun 1960-an. Tanaman kemiri di Kabupaten Maros tersebar di beberapa kecamatan. Kurangnya informasi terkait luasan dan sebaran tanaman kemiri di Kabupaten Maros mengindikasikan banyak perbedaan data terkait produksi tanaman kemiri sehingga diperlukan informasi yang dapat menunjang sebaran dan luasan dari tanaman kemiri. Penelitian ini menggunakan interpretasi citra dengan metode delineasi visual secara manual pada citra sentinel-2A dengan melakukan pengamatan terhadap kenampakan serupa yang kemudian dipadukan dengan metode ground check point untuk mendapatkan ketelitian informasi dalam interpretasi citra terhadap tanaman kemiri serta metode analisis deskriptif kualitatif untuk menggambarkan informasi komponen agroforestri dengan cara pengamatan langsung terhadap objek tanaman kemiri di lapangan. Hasil interpretasi citra Sentinel-2a dan pengamatan langsung di tiga kecamatan yaitu Cenrana, Camba dan Mallawa menunjukkan bahwa Kecamatan Mallawa memiliki luas lahan kemiri yang lebih besar yaitu 507,08 ha, dengan persentase pola agroforestri sebesar 18,10% dan monokultur sebesar 43,16% dari luasan kemiri di 3 kecamatan, kemudian luas lahan kemiri Kecamatan Camba sebesar 238, 04 ha, dengan persentase pola agroforestri 7,61% dan monokultur 21,15% dari luasan kemiri di 3 kecamatan, selanjutnya luas lahan kemiri di Kecamatan Cenrana yaitu 82,60 ha dengan pola agroforestri sebesar 5,79% dan monokultur sebesar 4,19% dari luasan kemiri di 3 kecamatan.
 
Article
Kota Sungai Penuh adalah salah satu pusat perdagangan dan perekonomian di Provinsi Jambi, dan memiliki peluang dalam pengembangan agroindustri kopi karena didukung dengan ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia. Hanya saja pengembangan agroindustri Kopi di Kota Sungai Penuh dirasakan masih belum optimal karena disebabkan masih rendahnya kemampuan sumber daya manusia serta minimnya pengetahuan dan penguasaan tentang teknologi sehingga pada akhirnya berdampak terhadap tingkat efisiensi agroindustri kopi di Kota Sungai Penuh. Adapun penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengukur efisiensi kinerja agroindustri kopi di Kota Sungai Penuh pada tahun 2020. (2).Mengetahui apa yang menjadi sumber ketidakefisienan bagi pelaku agroindustri kopi di Kota Sungai Penuh. Untuk menjawab tujuan penelitian ini, maka penulis menggunakan metode DEA (Data Envelopment Analysis). Metode ini dapat mengevaluasi kinerja suatu unit pengambilan keputusan (unit kerja) yang menggunakan sejumlah input untuk memperoleh suatu output yang ditargetkan Dari hasil penelitian ditemukan tiga agoindustri yang dapat mencapai nilai efisiensi teknis dengan nilai sebesar 100 persen (efisien) yaitu agroindustri kopi Putri Kembar, Kopi Kincai dan Kopi Nur sedangkan agroindustri Kopi Rindu, Kopi gantino, Kopi Annisa dan Kopi KPLPA masih mengalami inefisiensi selama tahun 2020. Adapun sumber yang menyebabkan terjadinya inefisiensi dari agroindustri kopi di Kota Sungai Penuh diantaranya disebabkan faktor Kapasitas Produksi, Nilai BB/BP dan Laba Kotor.
 
Article
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk organik dan kosentrasi penyemprotan air kelapa yang memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman tebu G3 Hasil kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Penelitian KPTR Manis Harum Kab. Pasuruan . Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai Desember 2018. Racangan percobaan menggunakan rancangan faktorial yang diatur dalam rancangan acak lengkap (completely randomized design) yang terdiri atas dua faktor yaitu jenis pupuk (P), konsentrasi air kelapa (K). Data dianalisis dengan sidik ragam (analysis of variance). Apabila ada beda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda (Duncan’s Multiple Range Test) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa.pada perlakuan berbagai jenis pupuk organik dan konsentrasi penyemprotan air kelapa menunjukkan adanya interaksi pada parameter berat segar daun. Berat segar daun tertinggi dihasilkan oleh perlakuan kompos sebesar 327,16 gram dengan perlakuan penyemprotan air kelapa dengan konsentrasi 100ml/l, tetapi pada perlakuan lain juga terdapat rerata yang berbeda tidak nyata. Perlakuan kompos sebesar 246,50 gram dan kotoran sapi sebesar 302,66 gram menunjukkan interaksi yang nyata pada perlakuan penyemprotan air kelapa kontrol (tanpa penyemprotan).
 
Article
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk organik dan kosentrasi penyemprotan air kelapa yang memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman tebu G3 Hasil kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Penelitian KPTR Manis Harum Kab. Pasuruan . Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai Desember 2018. Racangan percobaan menggunakan rancangan faktorial yang diatur dalam rancangan acak lengkap (completely randomized design) yang terdiri atas dua faktor yaitu jenis pupuk (P), konsentrasi air kelapa (K). Data dianalisis dengan sidik ragam (analysis of variance). Apabila ada beda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda (Duncan’s Multiple Range Test) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa.pada perlakuan berbagai jenis pupuk organik dan konsentrasi penyemprotan air kelapa menunjukkan adanya interaksi pada parameter berat segar daun. Berat segar daun tertinggi dihasilkan oleh perlakuan kompos sebesar 327,16 gram dengan perlakuan penyemprotan air kelapa dengan konsentrasi 100ml/l, tetapi pada perlakuan lain juga terdapat rerata yang berbeda tidak nyata. Perlakuan kompos sebesar 246,50 gram dan kotoran sapi sebesar 302,66 gram menunjukkan interaksi yang nyata pada perlakuan penyemprotan air kelapa kontrol (tanpa penyemprotan). DOI: 10.37637/ab.v3i1.415
 
Article
Penelitian ini bertujuan untuk menduga kadar air buah cabai rawit domba (Capsicum frutescens L.) menggunakan spektroskopi UV-Vis-NIR. Total sampel yang digunakan yaitu 45 buah. Analisis dilakukan di Laboratorium Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Akuisisi data spektra dengan rentang panjang gelombang 300 – 1050 nm (Nirvana AG410). Spektra diperbaiki dengan metode multiplicative scatter correction (MSC), standard normal variate transformation (SNV), orthogonal signal correction (OSC), first derivative (dg1) dan second derivative (dg2). Analisis data dilakukan dengan menggunakan partial least squares regression (PLSR). Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa metode koreksi OSC menghasilkan model kalibrasi tertinggi dengan Rkal, RMSEC, Rval, RMSECV, RPD dan faktornya masing-masing yaitu 0.99, 0.31, 0.98, 0.68, 6.62 dan 4. Hal ini menunjukkan bahwa spektroskopi UV-Vis-NIR dapat digunakan untuk memprediksi kadar air pada buah cabai rawit domba.
 
Article
Air lindi sisa pakan maggot merupakan salah satu pupuk organik cair yang berasal dari larutan hasil pembusukan bahan organik oleh lalat tentara hitam, penggunaan air lindi sisa pakan maggot yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan serta ketergantungan dari pemakaian pupuk anorganik pada sistem hidroponik. Air lindi sisa pakan maggot mengandung unsur hara alami yang telah terurai sehingga lebih mudah diserap oleh tanaman serta dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air lindi sisa pakan maggot sebagai pengganti AB mix pada pertumbuhan tanaman sawi pagoda dengan sistem hidroponik, mendapatkan konsentrasi air lindi sisa pakan maggot terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi pagoda, dan mengetahui efektivitas pemberian air lindi sisa pakan maggot dalam mengurangi pemakaian pupuk anorganik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari AB mix (Kontrol), kombinasi AB mix dan air lindi sisa pakan maggot dengan perbandingan (3:1), (1:1), (1:3), dan air lindi sisa pakan maggot tanpa AB mix. Hasil penelitian menunjukan pemberian kombinasi AB mix dan air lindi sisa pakan maggot memberikan pengaruh yang berbeda nyata secara statistik dan memberikan pengaruh yang sama dengan kontrol pada parameter berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Pemberian hanya air lindi sisa pakan maggot tidak dapat menggantikan pemakaian AB mix. Perlakuan (1:1) merupakan konsentrasi paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi pagoda dan dapat meminimalkan pemakaian pupuk anorganik sebesar 50%.
 
Article
Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas dosis dan usia biakan dari isolat Trichoderma spp. dalam pengendalain penyakit akar gada pada tanaman sawi. RAK Faktorial digunakan pada penelitian dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosisdari isolat Trichoderma spp. yang terdiri dari 3 level dosis, yaitu 500 ml; 250 ml dan 0 ml. Faktor kedua adalah usia biakan dari isolate Trichoderma spp. yang terdiri dari 3 lever usia biakan isolate Trichoderma spp yaitu usia biakan 1 minggu; usia biakan 2 minggu dan usia biakan 3 minggu. Pada tanaman sawi yang terinfeksi penyakit akar gada, perlakuan beberapa dosis isolat Trichoderma spp. dan perlakuan beberapa usia biakan dari Trichoderma spp. memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap variabel tinggi tanaman sawi, daun tanaman sawi dan persentase penyakit. Perlakuan dari isolat Trichoderma spp. dosis 500 ml menghasilkan tinggi tanaman 21,68% dan daun tanaman 26,63 % lebih tinggi secara nyata dibandingkan dengan tinggi tanaman dan daun pada perlakuan tanpa pemberian isolat Trichoderma spp. Perlakuan dari isolat Trichoderma spp. dengan usia biakan 2 minggu, menghasilkan tinggi tanaman 12,80 % dan daun 16,04% nyata lebih tinggi, dibandingkan dengan tinggi dan daun tanaman pada perlakuan isolat Trichoderma spp. usia biakan 1 minggu . Persentase penyakit akar gada pada tanaman sawi pada perlakuan kombinasai isolat Trichoderma spp. dosis biakan 500 ml dan usia biakan isolat Trichoderma spp 2 minggu, mencapai 0 %, yang berarti tanpa adanya serangan penyakit akar gada. DOI: 10.37637/ab.v3i1.422
 
Article
Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas dosis dan usia biakan dari isolat Trichoderma spp. dalam pengendalain penyakit akar gada pada tanaman sawi. RAK Faktorial digunakan pada penelitian dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosisdari isolat Trichoderma spp. yang terdiri dari 3 level dosis, yaitu 500 ml; 250 ml dan 0 ml. Faktor kedua adalah usia biakan dari isolate Trichoderma spp. yang terdiri dari 3 lever usia biakan isolate Trichoderma spp yaitu usia biakan 1 minggu; usia biakan 2 minggu dan usia biakan 3 minggu. Pada tanaman sawi yang terinfeksi penyakit akar gada, perlakuan beberapa dosis isolat Trichoderma spp. dan perlakuan beberapa usia biakan dari Trichoderma spp. memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap variabel tinggi tanaman sawi, daun tanaman sawi dan persentase penyakit. Perlakuan dari isolat Trichoderma spp. dosis 500 ml menghasilkan tinggi tanaman 21,68% dan daun tanaman 26,63 % lebih tinggi secara nyata dibandingkan dengan tinggi tanaman dan daun pada perlakuan tanpa pemberian isolat Trichoderma spp. Perlakuan dari isolat Trichoderma spp. dengan usia biakan 2 minggu, menghasilkan tinggi tanaman 12,80 % dan daun 16,04% nyata lebih tinggi, dibandingkan dengan tinggi dan daun tanaman pada perlakuan isolat Trichoderma spp. usia biakan 1 minggu . Persentase penyakit akar gada pada tanaman sawi pada perlakuan kombinasai isolat Trichoderma spp. dosis biakan 500 ml dan usia biakan isolat Trichoderma spp 2 minggu, mencapai 0 %, yang berarti tanpa adanya serangan penyakit akar gada
 
Article
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kolkisin dan waktu perendaman terbaik dalam proses induksi kolkisin untuk mendapatkan tingkat keragaman tertinggi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan 2 Sektor Timur, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh yang dilaksanakan dari bulan Juni sampai Agustus 2020. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi larutan kolkisin dengan 4 taraf (0%, 1%, 2%, 3%) dan faktor kedua yaitu lama perendaman dengan 4 taraf (2 jam, 4 jam, 6 jam, 8 jam). Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang 4 kali, sehingga diperoleh 64 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter, jumlah cabang, jumlah tunas, jumlah daun, panjang cabang dan luas permukaan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kolkisin berpengaruh nyata terhadap luas permukaan daun setelah perlakuan (90 HSP), dengan rataan tertinggi terjadi pada perlakuan konsentrasi kolkisin 3%. Lama perendaman dengan kolkisin tidak berpengaruh nyata pada semua peubah yang diamati. Kombinasi perlakuan konsentrasi kolkisin dengan lama perendaman berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang tanaman nilam pada umur 30 HSP, dimana jumlah cabang terbanyak terdapat pada konsentrasi kolkisin 2% dengan lama perendaman 6 jam.
 
Article
Perbanyakan tanaman anggrek secara generatif memiliki masalah karena biji anggrek tidak memiliki endosperm perlu diperbanyak menggunakan teknik kultur jaringan. Kontaminasi merupakan faktor pembatas dalam perbanyakan tanaman secara kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kontaminan yang terdapat pada kultur kalus Bromheadia finlaysoniana. Penelitian ini dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama dilakukan kultur dari berbagai eksplan Bromheadia finlaysoniana menggunakan media Murashige dan Skoog dengan pengayaan hormon 6-BAP (Benzylaminopurine) 1 mg/l; NAA (Naphthalene acetic acid) 0,5 mg/l; 100 mg myo inositol; pyridoxine-HCl 0,5 mg/l; thiamine-HCl 0,1 mg/l; nicotinic-acid 0,5 mg/l; glysine 2 mg/l. Tahap kedua menghitung jumlah dan persentase jamur kontaminan serta melakukan pengamatan makroskopik dan mikroskopik. Karakter makroskopis jamur kontaminan yang diamati meliputi warna koloni, arah pertumbuhan koloni dan bentuk permukaan koloni hifa, karakter mikroskopik yang diamati meliputi bentuk hifa (bersekat/tidak bersekat) dan produksi spora. Penentuan jenis kontaminan dibandingkan dengan morfologi dari Pustaka. Hasil yang diperoleh adalah persentase kontaminasi tertinggi pada eksplan tangkai bunga yaitu 81 % dan jumlah kontaminan tertinggi terjadi pada eksplan daun sebanyak 28 koloni. Jamur kontaminan yang tumbuh didominasi jamur dengan warna putih dan abu-abu dengan bentuk permukaan kasar. dari karakter mikroskopik sebagian besar memiliki hifa bersekat/bersepta dan tidak memproduksi spora. Hasil pengamatan karakter makroskopik mikroskopik jamur kontaminan pada kultur jaringan beberapa eksplan anggrek ditemukan dari jenis Rhizoctonia sp dan Mucor sp.
 
Article
Anggrek alam merupakan kekayaan yang dimiliki oleh suatu Kawasan, sehingga keberadaannya perlu diidentifikasi agar tidak terjadi kepunahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi anggrek alam di Kawasan Rawan Gangguan di Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang dan Bukit Baling Resort Kuantan Singingi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling melalui tahapan identifikasi baik dengan cara pengambilan hasil foto atau gambar dan spesimen hasilnya akan diidentifikasi dengan bantuan buku identifikasi. Kesimpulan penelitian ini adalah ditemukan 12 jenis anggrek dan 10 genera di Kawasan Rawan Gangguan Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang dan Bukit Baling, dari ketinggian 90 – 200 mdpl. Dari 12 jenis ini ada beberapa jenis yang terancam punah yaitu Grammatophyllum speciosum Blume hanya ditemukan di satu titik saja, Dendrobium aloifolium (Blume) Reichb.f, Robiquetia spathulata (Blume) J.J.Smith, Epigeneium sp, Cimbidium spp, ditemukan di 2 titik
 
Article
Benih sawi pagoda yang telah kadaluarsa dapat ditingkatkan viabilitas dan vigornya dengan invigorasi metode hydropriming menggunakan ZPT alami seperti air kelapa, ekstrak bawang merah dan ekstrak daun lidah buaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan jenis ZPT alami yang memberikan efek terbaik pada viabilitas dan vigor benih sawi pagoda kadaluarsa. Penelitian dilaksanakan di Rumah Paranet Fakultas Pertanian Universitas Panji Sakti dari bulan Maret-April 2020. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan dan apabila hasil uji F signifikan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Perlakuan yang diuji adalah: Z0 (Aquades Tanpa ZPT/Kontrol); Z1 (Air Kelapa 25%); Z2 (Air Kelapa 50%); Z3 (Ekstrak Bawang Merah 25%); Z4 (Ekstrak Bawang Merah 50%); Z5 (Ekstrak Lidah Buaya 25%) dan Z6 (Ekstrak Lidah Buaya 50%). Hasil penelitian menunjukkan perendaman ZPT alami berpengaruh nyata terhadap viabilitas dan vigor benih sawi pagoda kadaluarsa, serta perlakuan air kelapa konsentrasi 50% (Z2) memberikan pengaruh terbaik.
 
Article
Benih sawi pagoda yang telah kadaluarsa dapat ditingkatkan viabilitas dan vigornya dengan invigorasi metode hydropriming menggunakan ZPT alami seperti air kelapa, ekstrak bawang merah dan ekstrak daun lidah buaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan jenis ZPT alami yang memberikan efek terbaik pada viabilitas dan vigor benih sawi pagoda kadaluarsa. Penelitian dilaksanakan di Rumah Paranet Fakultas Pertanian Universitas Panji Sakti dari bulan Maret-April 2020. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan dan apabila hasil uji F signifikan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Perlakuan yang diuji adalah: Z0 (Aquades Tanpa ZPT/Kontrol); Z1 (Air Kelapa 25%); Z2 (Air Kelapa 50%); Z3 (Ekstrak Bawang Merah 25%); Z4 (Ekstrak Bawang Merah 50%); Z5 (Ekstrak Lidah Buaya 25%) dan Z6 (Ekstrak Lidah Buaya 50%). Hasil penelitian menunjukkan perendaman ZPT alami berpengaruh nyata terhadap viabilitas dan vigor benih sawi pagoda kadaluarsa, serta perlakuan air kelapa konsentrasi 50% (Z2) memberikan pengaruh terbaik. DOI: 10.37637/ab.v3i1.462
 
Contamination rate during the germination stage of the common cress seed (%)
Mean Shoot Length of the common cress seed (cm)
Mean root Length of the common cress seed (cm)
Article
Allelochemicals are widely known to have antagonistic effects on the environment by inhibiting the physiological activities of other plants. However, this is the whole characteristic of allelochemicals since their effects are not only limited to inhibiting. In low concentration, allelochemicals could have a promoting effect on other plants especially on the germination and seedling stage. This research was conducted to examine the allelochemical activity of Parthenium hysterophorus L., Eucalyptus creba F. Muell., and Casuarina cunninghana Miq. on Lepidium sativum L. with the sandwich method. The leaves of parthenium, eucalyptus, and casuarina were dried and layered between two 5 mL agar in multi well plates and the sterilized seeds of Lepidium sativum L. were set to germinate on the agar. The results showed that the leaves of parthenium, eucalyptus, and casuarina caused lower germination rate compared to the control treatment but led to the greater shoot and root length of Lepidium sativum.
 
Article
Bawang wakegi merupakan hasil persilangan alami antara bawang merah (Allium cepa L. aggregatum group) dan bawang daun (Allium fistulosum L.). Salah satu faktor yang mengganggu pertumbuhan dan mempengaruhi hasil produksi bawang wakegi di lapang adalah keberadaan penyakit busuk pangkal batang (basal rot) atau layu Fusarium. Penyakit ini disebabkan oleh banyak spesies dari jamur patogen Fusarium spp yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik jamur patogen busuk pangkal batang yang menyerang bawang wakegi sehingga dapat dipastikan patogen penyebabnya. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, isolasi jamur, uji patogenisitas, dan karakterisasi secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil karakterisasi jamur patogen yang menginfeksi bawang wakegi mengarah pada karakteristik jamur F. oxysporum f.sp. cepae.
 
Article
Minuman herbal menjadi semakin penting setelah senyawa-senyawa metabolitnya diperoleh fungsinya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap profil FTIR, sifat fisiko kimia, antioksidan dan sensori minuman herbal tiwai. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 3 perlakuan yaitu pengeringan dengan oven, matahari dan pengeringan dengan sangrai. Data dianalisis sidik ragam dan uji lanjut BNT (taraf 5 %). Hasil dari FTIR serapan ikatan O-H diperoleh pada bilangan gelombang 3261-3270 cm-1, serapan ikatan O-H merupakan pembentuk senyawa fenol/flavonoid yang merupakan antioksidan pangan. Metode pengeringan minuman herbal tiwai berpengaruh tidak nyata terhadap sifat sensoris hedonik dan mutu hedonik warna, aroma maupun rasa. Pembentukan warna minuman herbal tiwai paling cepat dengan metode pengeringan oven yaitu 3.67 menit. Intensitas warna tertinggi terdapat pada pengeringan sangrai dengan nilai 0.563. Aktivitas antioksidan tertinggi juga dihasilkan pada pengeringan sangrai 185,24 ppm.
 
Article
Cabai merah merupakan salah satu komoditas strategis di Indonesia dikarenakan perubahan harga cabai merah dapat mempengaruhi inflasi. Perubahan harga cabai merah di Kabupaten Kerinci mempengaruhi usahatani cabai merah keriting. Fluktuasi harga cabai merah mengharuskan Pemerintah untuk membuat kebijakan berupa harga referensi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Daya Saing dan Kebijakan Pemerintah terhadap komoditi cabai merah. Penelitian berlokasi di Kabupaten Kerinci yang merupakan sentra produksi cabai merah Provinsi Jambi ditentukan secara purposive. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif untuk menghitung daya saing dan kebijakan pemerintah menggunakan PAM dan analisis sensitivitas. Hasil menunjukkan berdasarkan perhitungan dengan tabel PAM, usahatani cabai merah di Kabupaten Kerinci berdaya saing ditunjukkan dengan memiliki keuntungan finansial maupun ekonomi serta memiliki keunggulan Kompetitif dan Komparatif yang ditunjukkan dengan nilai PCR dan DRCR <1. Kebijakan Pemerintah terdiri atas kebijakan input dan kebijakan output. Analisis sensitivitas dengan skenario perubahan harga output dan biaya input menunjukkan pengaruh terhadap usahatani cabai merah di Kabupaten Kerinci. Saran untuk petani dengan menekan biaya input produksi, penciptaan nilai tambah dan menerapkan kemitraan dengan stakeholder. Sementara untuk Pemerintah dengan pelatihan petani, kebijakan harga referensi dan menerapkan kuota dan tarif impor.
 
Article
Integrasi perkebunan kelapa sawit dengan peternakan sapi memberikan manfaat bagi peternak sapi baik dari segi lingkungan, sosial dan ekonomi. Adapun bentuk integrasi yaitu gulma yang berada di lokasi perkebunan menjadi pakan sapi sehingga bisa mengurangi penggunaan herbisida, sedangkan kotoran sapi yang tersebar di perkebunan maupun yang ada di dalam kandang sapi dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik bagi tanaman kelapa sawit. Sehingga biaya pakan dapat ditekan dan peternak memperoleh penerimaan tambahan dari kotoran sapi tersebut. Dilakukan analisis usahatani berdasarkan data yang diperoleh dari 5 (lima) lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi model intensif memberikan pendapatan paling besar dan diikuti biaya yang besar pula. Ketiga model integrasi memberikan nilai yang positif dan layak untuk dilaksanakan. Dilihat dari analisis kelayakan usaha, a) model ekstensif NPV sebesar Rp. 170.179.105, B/C sebesar 1,97 dan IRR sebesar 63,5%; b) model semi intensif : NPV sebesar Rp. 63.181.515, B/C sebesar 1,45 dan IRR sebesar 44% dan c) model intensif : NPV sebesar Rp. 53.618.140, B/C sebesar 1,15, dan IRR sebesar 26,5% . Dari hasil penelitian ketiga model integrasi layak untuk diusahakan.
 
Article
Produksi pertanian terutama pangan dan hortikultura (sayur) oleh petani di Pulau Ternate menyesuaikan dengan ketersediaan lahan sesuai karakteristik kepulauan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi karakteristik lahan dan jenis tanaman serta pendapatan budidaya tanaman pangan dan sayur dibawah tegakan tanaman perkebunan. Penelitian dilakukan di lapangan melalui pengamatan, wawancara dan kuesioner selanjutnya dilakukan analisis deskriptif untuk melihat peluang pengembangan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan 53 % lahan pertanian budidaya tanaman pangan dan sayur dilakukan pada bentuk lahan perbukitan dengan kemiringan lereng 3-8 (landai) ; 28% pada kemiringan lereng 8-15% (agak landai) dan hanya 9 % petani Kota Ternate mengusahakan tanaman pangan dan sayur pada lahan 0-3% (datar sampai agak datar). Jenis tanaman yang dibudidayakan secara tumpang sari dan sistem gilir adalah jenis sayuran petola, mentimun, kacang panjang (Paket I); Sayur kangkung cabut dan bayam (paket II); Tomat dan cabe (paket III) dan kacang tanah, jagung (paket IV); campuran sayur lilin, terong, pepaya dan pisang burung (paket V). Tanaman paket I lebih banyak diusahakan (44%), sedangkan peluang usaha berdasarkan harga dan permintaan konsumen adalah tanaman paket II (kangkung cabut dan bayam). Nilai rasio R/C dan rasio B/C usaha tani tanaman pangan dan hortikultura (sayuran) paket I sampai paket V di kebun cengkeh dan pala adalah >1, artinya menguntungkan untuk dikembangbangkan pada usaha tani petani kepulauan.
 
Article
Kopi arabika merupakan salah satu komoditi perkebunan yang dibudidayakan di Kabupaten Tapanuli Utara. Harga kopi arabika di Tapanuli Utara mengalami fluktuasi harga pada beberapa tahun terakhir yang menyulitkan petani kopi arabika dalam mengambil keputusan produksi dan menimbulkan disinsentif dalam berusahatani, sehingga diperlukan transmisi harga kopi arabika sehingga fluktuasi harga yang tidak menentu diatasi yang melibatkan produsen (petani), pedagang pengumpul (grosir) dan pedagang eceran,. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transmisi harga antar lembaga pada jalur pemasaran kopi arabika di Kabupaten Tapanuli Utara dan menganalisis faktor pembentukan harga di tingkat lembaga pemasaran kopi arabika di Kabupaten Tapanuli Utara. Model analisis yang digunakan Asymmetric Error Correction Model (AECM) untuk transmisi harga antar lembaga pada jalur pemasaran kopi arabika di Kabupaten Tapanuli Utara dan faktor pembentukan harga kopi arabika pada tingkat lembaga pemasaran di Kabupaten Tapanuli Utara menggunakan model Error Correction Model ECM . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola transmisi harga antar lembaga pemasaran kopi arabika di Kabupaten Tapanuli Utara bersifat asimetris pada hubungan grosir-produsen dan grosir-konsumen dalam jangka pendek dan jangka panjang, pembentukan harga kopi arabika di tingkat produsen dalam jangka pendek dipengaruhi oleh harga BBM, sedangkan jangka panjang dipengaruhi oleh harga BBM dan harga produsen kopi bulan sebelumnya.
 
Article
Pertumbuhan sektor pertanian berkaitan dengan tingkat kemiskinan dikarenakan jumlah rumah tangga miskin di Provinsi Sumatera Utara sebagian besar berasal dari karakteristik rumah tangga dengan sumber penghasilan utama rumah tangga sektor pertanian. Pertumbuhan sektor pertanian juga akan memberikan kontribusi besar terhadap penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan pendapatan usahatani, dan dapat mendorong kegiatan sektor non pertanian di pedesaan. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor yang mempengaruhi kemiskinan dan pertumbuhan sektor pertanian di Sumatera Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan persamaan simultan dengan metode Two Stage Least Squares dan diolah dengan program software Eviews 10 untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kemiskinan dan pertumbuhan sektor pertanian di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder dari tahun 1991-2020 Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi sektor pertanian, dan luas lahan sektor pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian. Kemudian impor sektor pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan dan ekspor sektor pertanian berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Selanjutnya bahwa kemiskinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian. Namun pertumbuhan sektor pertanian berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, sehingga diperlukan kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian.
 
Gambar 2. Diagram strategi SWOT (Data primer diolah peneliti, 2021)
Article
Sentra pertanian telah tumbuh di berbagai daerah. Salah satu sentra pertanian bahan pangan yang berkembang pesat di Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara adalah komoditi jagung pipilan. Selain adanya peluang dan kekuatan yang dimiliki pengembangan komoditi jagung tersebut juga memiliki kelemahan dan ancaman dari berbagai pihak. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal (kekuatan, kelemahan) dan eksternal (peluang, ancaman) usahatani jagung pipilan serta menganalisis strategi pengembangan usahatani jagung pipilan Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Data yang dianalisis bersumber dari primer dan sekunder. Data primer dihimpun melalui informan kunci yang berjumlah 10 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan pendekatan analisis SWOT Berdasarkan hasil penelitian bahwa strategi yang harus dikembangkan adalah strategi defensive (sel 4). Strategi ini merupakan upaya menyiasati kelemahan dan ancaman untuk digunakan mempertahankan usahatani.
 
Article
Bibitan bud chips merupakan salah satu bibitan yang saat ini mulai dikembangkan di Indonesia. Teknologi ini berasal dari Brazil dan Columbia. Keunggulan dari SBP adalah mempunyai daya tumbuh seragam, jumlah anakan yang dihasilkan lebih banyak dibanding sistem pembibitan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan produktivitas tebu dengan metode single bud planting dengan metode konvensional, untuk menganalisis perbandingan rendemen tebu dengan metode single bud planting dengan metode konvensional, untuk menganalisis perbandingan pendapatan petani tebu dengan menerapkan metode single bud planting dan metode konvensional. Penelitian dilakukan di kabupaten Bojonegoro bulan April sampai Agustus 2020, yang diwakili oleh beberapa wilayah sebagai sampel, yang dipilih dengan cara Purposive Sampling Method. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif komparasional. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk data kuantitatif. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Produktivitas tebu dengan metode single bud planting lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional. Atau dengan kata lain, metode single bud planting mampu meningkatkan produktivitas tebu secara significan. Rendemen tebu dengan metode single bud planting lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional. Atau dengan kata lain , metode single bud planting mampu meningkatkan rendemen tebu secara significan. Pendapatan petani tebu dengan metode single bud planting lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional. Atau dengan kata lain , metode single bud planting mampu meningkatkan pendapatan petani tebu secara signifikan.
 
Article
Peningkatan ekspor kakao olahan (cocoa butter) Sumatera Utara ke pasar Malaysia dan Singapura akan meningkatkan daya saing. Potensi ini memberikan nilai tambah bagi industri pengolahan kakao nasional. Tujuan penelitian menganalisis daya saing kakao olahan (cocoa butter) Sumatera Utara di Pasar Internasional, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap daya saing kakao olahan (cocoa butter) Sumatera Utara di Pasar Malaysia dan Singapura. Metode penelitian menggunakan Revealed Comparative advantage (RCA) dan Export Product Dynamic (EPD) menganalisis daya saing kakao olahan (cocoa butter) Sumatera Utara di Pasar Internasional. Regresi Linear Berganda untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap daya saing kakao olahan(cocoa butter) Sumatera Utara di Pasar Malaysia dan Singapura. Hasil penelitian menunjukkan Sumatera Utara memiliki daya saing yang kuat di Pasar Malaysia dan Singapura. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap daya saing kakao olahan (cocoa butter) Sumatera Utara adalah volume ekspor kakao olahan (cocoa butter) Sumatera Utara, harga domestik kakao olahan (cocoa butter) Sumatera Utara, harga ekspor kakao olahan (cocoa butter) Sumatera Utara, harga ekspor kakao olahan (cocoa butter) Ghana, kebijakan bea keluar biji berpengaruh positif signifikan terhadap daya saing kakao olahan (cocoa butter) Sumatera Utara ke Pasar Malaysia dan Singapura.
 
Article
Karet adalah suatu komoditi perkebunan utama di dunia yang memiliki potensi yang cukup besar. Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan memiliki begitu banyak perusahaan-perusahaan karet yang telah berkembang, salah satunya yaitu pada PT. PP. London Sumatra (LONSUM) Indonesia, Tbk Sei Rumbia Labuhanbatu Selatan. Perusahaan ini membudidayakan tanaman karet dengan output berupa pada lump serta dry lateks. Lateks inilah yang kemudian diolah di pabrik dan menjadikan suatu lembaran-lembaran karet (rubber sheet). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan manajemen sistem pengolahan lateks di PT. PP. London Sumatra (LONSUM) Indonesia, Tbk Sei Rumbia Rubber Factory, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penelitian ini dilakukan mulai Januari hingga Maret 2021. Data penelitian yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan staf serta menggunakan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, usaha pengolahan lateks karet pada PT. PP. London Sumatra (LONSUM) Indonesia, Tbk Sei Rumbia Labuhanbatu Selatan sudah layak diusahakan dan memberi keuntungan pada faktor lingkungan, serta menunjukkan prospek positif dalam pengembangan industri kedepan.
 
Article
Upaya meningkatkan volume ekspor wortel dari Kabupaten Karo memiliki permasalahan yang kompleks mulai dari hulu (on farm) hingga ke hilir. Permintaan wortel di pasar Malaysia, masih tinggi dan ini menjadi peluang pasar bagi petani wortel di provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing wortel dari Kabupaten Karo, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor wortel dari Kabupaten Karo ke Malaysia. Metode penelitian menggunakan Revealed Comparative advantage (RCA) untuk menganalisis daya saing wortel di Pasar Malaysia. Regresi Linear Berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor wortel dari Kabupaten Karo ke Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan daya saing wortel dari Kabupaten Karo memiliki daya saing yang rendah. Faktor-faktor yang berpengaruh secara simultan terhadap volume ekspor wortel dari Kabupaten Karo ke Malaysia adalah Produksi wortel, Harga domestik wortel, harga internasional wortel, Nilai tukar rupiah terhadap ringgit. Secara parsial Indeks daya saing dan pendapatan perkapita penduduk Malaysia tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor dari Kabupaten Karo ke Malaysia.
 
Article
Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang memiliki banyak manfaat dan dibutuhkan bagi sektor industri ternak sehingga diharapkan dalam kegiatan usahatani jagung menghasilkan output atau produksi yang maksimal, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan kombinasi input atau faktor produksi yang baik atau tepat. Penelitian ini membahas terkait dengan bagaimana pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi jagung dan bagaimana tingkat efisiensi teknisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi jagung di Desa Pintu Angin Kecamatan Laubaleng Kabupaten Karo serta untuk mengetahui tingkat efisien secara teknis usahatani jagung di Desa Pintu Angin Kecamatan Laubaleng Kabupaten Karo. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 40 petani. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi produksi stochastic frontier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung adalah pupuk dan tenaga kerja sedangkan yang tidak berpengaruh signifikan adalah luas lahan dan benih pada tingkat kepercayaan 95% serta rata-rata tingkat efisiensi teknis pada penelitian ini adalah 0,85.
 
Article
Kandungan antioksidan pada jagung ungu menjadikan jenis jagung ini dapat dijadikan sebagai tanaman pangan dan penting untuk dibudidayakan saat pandemi Covid-19. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam kegiatan budidaya adalah unsur hara. Aplikasi pupuk anorganik secara terus menerus tanpa adanya penambahan pupuk organik dapat menurunkan kualitas tanah. Perbaikan kualitas tanah dapat dilakukan dengan penambahan bahan organik salah satunya pupuk organik cair. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan berupa pengurangan dosis pupuk anorganik dengan taraf masing-masing dosis pupuk anorganik 100% (kontrol), 75%, 50%, 25% dan 0%. Analisis data menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ (Uji Lanjut Tukey). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan dosis pupuk anorganik beberapa taraf dengan adanya penambahan pupuk organik cair BMW pada tanaman jagung ungu memberikan pengaruh yang nyata terhadap variabel jumlah daun, panjang tongkol, diameter tongkol dan produksi. Aplikasi pupuk organik cair BMW pada tanaman jagung ungu mampu mengurangi pemakaian pupuk anorganik sebesar 25%.
 
Article
Bunga telang memiliki kandungan antosianin yang dilaporkan mampu meningkatkan kapasitas antioksidan dan memberikan manfaat kesehatan Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi sifat fisikokimia ekstrak dan bubuk hasil pengeringan beku antosianin dari kelopak bunga telang. Penelitian diawali dengan proses ekstraksi pada kelopak bunga telang yang telah dikeringbekukan dan dibuat bubuk menggunakan tiga variasi pelarut yaitu etanol-asam sitrat 3% sebagai kontrol, air-asam sitrat 3%, dan air, serta dua variasi suhu ekstraksi yaitu 4°C dan 30°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi optimum didapatkan pada suhu 4°C. Variasi pelarut menghasilkan kadar antosianin yang tidak berbeda (P>0,05). Setelah ekstraksi dan analisis kimia, ekstrak dikeringbekukan menggunakan variasi perbandingan ekstrak:maltodekstrin (1:0,25; 1:0,5; dan 1:0,75 b/b). Kondisi pengeringan optimum didapatkan pada variasi perlakuan dengan perbandingan ekstrak:maltodekstrin 1:0,25 (b/b) yang ditandai dengan total antosianin tertinggi (0,71±0,02 mg/g) pada bubuk yang dibuat menggunakan ekstrak dengan pelarut air. Kelarutan dan viskositas pada sampel tersebut tidak berbeda (P>0,05) terhadap perlakuan lainnya. Sementara itu, Aw dan kadar air pada sampel tersebut lebih tinggi jika dibanding perlakuan lainnya, namun masih dalam rentang syarat minuman bubuk (kadar air 3-5% dan Aw<0,6). Dapat disimpulkan bahwa bubuk dari proses ekstraksi dengan air suhu 4°C dilanjutkan pengeringan beku dengan penambahan maltodekstrin (1:0,025, b/b) memiliki karakteristik fisikokimia terbaik dan sesuai syarat mutu fisik minuman bubuk.
 
Top-cited authors
Jhon Hardy Purba
  • Universitas Panji Sakti
Loekas Soesanto
  • Universitas Jenderal Soedirman
Sifa Sobianti
Hari Kaskoyo
  • Lampung University
Hasria Alang