Article

EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK (Studi Di Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban)

Source: OAI

ABSTRACT Otonomi Daerah ada karena pemerintah pusat mendesentralisasikan wewenang pengelolaan publik kepada pemerintah propinsi dan kabupaten sebagaimana yang tertuang dalam UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah daerah dan UU No.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Otonomi Daerah yang berlandaskan azas desentralisasi adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mewujudkan good governance dan salah satu usaha utama dan sangat penting untuk dilakukan guna mencapai good governance adalah melakukan reformasi pelayanan publik. Pelayanan publik menjadi titik strategis untuk memulai pengembangan good governance karena pertama, pelayanan publik selama ini menjadi ranah dimana negara yang diwakili oleh pemerintah berinteraksi dengan lembaga-lembaga non pemerintah dalam ranah ini terjadi pergumulan yang sangat intensif antara pemerintah dengan warganya. Kesadaran warga bangsa yang beranggapan bahwa membayar pungli adalah bagian dari bad governance dapat ditumbuhkan. Kedua, Pelayanan publik melibatkan semua unsur good governance. Nasib pemerintahan baik di pusat atau daerah akan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan mereka dalam mewujudkan pelayanan publik yang baik. Sesuai dengan wewenang dan tugasnya serta berada pada posisi ujung tombak pelayanan masyarakat, pemerintah kecamatan dihadapkan langsung dengan berbagai macam kepentingan masyarakat. Hampir semua kepentingan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung harus diurus dan dilayani melalui instansi pemerintahan ini. Seperti permohonan KTP, SKCK, Akta Kelahiran, dan Ijin-ijin lain yang sangat mendasar. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas peneliti mengambil judul “Efisiensi Dan Efektivitas Pelayanan Publik (Studi Di Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejauh mana efisiensi dan efektivitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah Kecamatan Grabagan kepada masyarakatnya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dan menggunakan analisa kualitatif. Peneliti berharap mendapatkan gambaran situasi di lapangan yang sistematis dan mendapatkan data yang faktual dan akurat. Sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah sumber data primer dan sekunder yang terbagi atas observasi, interview, dan penyebaran kuisioner. Untuk indikator yang diambil oleh peneliti yang akan didistribusikan dalam pokok bahasan adalah tentang: kesederhanaan, ekonomis, ketepatan waktu, kejelasan dan kepastian, keadilan yang merata, dan kepuasan pelanggan. Berdasarkan analisa data bahwasanya pihak pemerintah Kecamatan Grabagan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa layanan yaitu masyarakat Kecamatan Grabagan masih menemui banyak kendala yang menyebabkan pelayanan belum bisa efisien dan efektif. Kemampuan aparat pemerintah untuk dapat memberikan pelayanan yang berkualitas kepada mayarakat masih sangat rendah. Hal ini dapat kita lihat dari: kurangnya aspek kesederhanaan, biaya pelayanan yang tidak ekonomis, waktu penyelesaian layanan yang lama, tidak adanya kejelasan dan kepastian tentang prosedur, biaya dan waktu penyelesaian pelayanan. Hal tersebut berdampak langsung pada tingkat kepuasan mayarakat atas hasil pelayanan menjadi sangat rendah pula. Berdasarkan hal tersebut di atas, peneliti memperoleh kesimpulan bahwa efisiensi dan efektivitas pelayanan publik yang diberikan di Kecamatan Grabagan masih rendah. Maka dari itu harus diadakan perubahan untuk memperbaiki aspek efisiensi dan efektivitas pelayanan, hal tersebut dapat ditempuh dengan cara: mengusulkan kepada pihak kabupaten untuk dapat meyederhanaan formulir dan mengurangi biaya pelayanan publik, mengumumkan secara terbuka semua persyaratan dan prosedur pelayanan dan mengoptimalkan penggunaan teknologi.

3 Bookmarks
 · 
2,334 Views