Article

EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA BLT (Studi Kasus Tentang Model Pendekatan Kebijakan Penyaluran BLT di Desa Ardirejo Kec. Sambeng Kabupaten Lamongan)

Source: OAI

ABSTRACT Selama ini permasalahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) banyak memunculkan perdebatan dalam masyarakat, hal ini semestinya diupayakan langkah-langkah rasional agar program BLT betul-betul dapat membantu masyarakat miskin. Penelitian ini akan mengkaji tentang efektivitas implementasi kebijakan dan BLT. Karena selama ini yang penulis amati, bahwa Program BLT di Desa Ardirejo Kec. Sambeng Kabupaten Lamongan, khususnya dalam pelaksanaan penyaluran BLT sebesar Rp. 100.000/bulan kurang terimplementasi dengan baik. Implementasi kebijakan tersebut banyak memunculkan dilema bagi masyarakat, khususnya masyarakat miskin yang seharusnya menjadi Rumah Tangga Sasaran (RTS) ternyata tidak terdata sebagai warga miskin yang layak mendapatkan BLT. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: Observasi dan wawancara serta dokumentasi. Setelah dilakukan pemeriksaan keabsahanya, data dianalisis dengan cara penyajian data sekaligus dianalisis dan penarikan kesimpulan. Dari hasil data yang diperoleh (1). Model pendekatan kebijakan dana BLT di Desa Ardirejo Kec. Sambeng Kabupaten Lamongan adalah model top down, artinya pemerintah menetapkan suatu program BLT sudah ditetapkan untuk membantu masyarakat miskin karea kenaikan BBM. Namun Kebijakan BLT Desa Ardirejo Kecamatan Sambeng Selama program BLT diimplementasikan banyak kalangan masyarakat yang kecewa dengan kebijakan program BLT yang kurang tepat sasaran, dimana dengan adanya ketidaktepatan sasaran dana BLT menunjukkan kegagalan akan misi BLT yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi orang miskin. Implementasi kebijakan tersebut banyak memunculkan dilema bagi masyarakat, khususnya masyarakat miskin yang seharusnya menjadi Rumah Tangga Sasaran (RTS) ternyata tidak terdata sebagai warga miskin yang layak mendapatkan BLT. (2) Mengenai efektivitas implementasi kebijakan dana BLT di Desa Ardirejo Kec. Sambeng Kabupaten Lamongan masih kurang efektif mengingat Program BLT di Desa Ardirejo Kec. Sambeng Kabupaten Lamongan, khususnya dalam pelaksanaan penyaluran BLT sebesar Rp. 100.000/bulan kurang terimplementasi dengan baik. Ketidakefektifan implementasi kebijakan dana BLT di Desa Ardirejo terlihat pada program BLT tidak mempengaruhi beban warga miskin, artinya tidak ada analogi uang dari BLT dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Begitu juga dengan mekanisme penyaluran BLT yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat, seperti kecemburuan sosial bagi yang benar-benar miskin tapi tidak menerima BLT dengan sebagian masyarakat yang dianggap mampu secara ekonomi tetapi didata untuk mendapatkan BLT dan bisa jadi konflik demikian akan berkelanjutan kepada pihak-pihak aparatur desa yang berwenang dalam pencatatan dan pemberian dana BLT. (3) Dalam implementasi ini ditemukan faktor penghambat pendekatan kebijakan dana BLT di Desa Ardirejo Kec. Sambeng Kabupaten Lamongan adalah tidak adanya keseragaman data yang dimiliki oleh instansi pemerintah yang terkait dalam pendataan jumlah masyarakat miskin di Desa Ardirejo. Selain itu beberapa hambatan ketika kebijakan BLT ini diterapkan, salah satunya adalah kurangnya aktivitas monitoring oleh pemerintah, untuk mengetahui lebih jelas profil kemiskinan, ini dilakukan untuk lebih mengetahui secara riil yang kemudian akan diwujudkan dengan suatu rencana yang matang. Sedangkan factor pendukungnya adalah dengan adanya BLT orang miskin sedikit tertolong ekonominya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

6 Bookmarks
 · 
1,909 Views