Article

PERAN DESA DALAM MENGEMBANGKAN SEKTOR EKONOMI MASYARAKAT SAMIN (Studi di Dusun Jepang Desa Margomulyo, Kec. Margomulyo, Kab. Bojonegoro)

Source: OAI

ABSTRACT Masyarakat samin merupakan masyarakat yang terisolir atau terpencil, yang mana lokasinya berada di tengah hutan jati dengan kondisi prasarana jalan yang masih berupa tanah dan berbatu. Masyarakat Samin adalah termasuk etnis Jawa dan merupakan suatu kelompok masyarakat yang memiliki ciri-ciri tertentu dan memiliki pandangan hidup atau ajaran-ajaran tertentu yang membedakan dengan masyarakat jawa sekitarnya. Ajaran Samin menanamkan agar orang selalu berbuat baik dan jujur, sabar, bekerja keras, serta menghindarkan diri agar tidak drengki, tidak semena-mena terhadap sesama manusia. Semula pada masa penjajahan masyarakat samin menutup diri dan menolak membayar pajak serta menentang peraturan pemerintah termasuk tidak mau sekolah dan sebagainya. Tetapi pada masa Republik dan lebih-lebih di era globalisasi ini ketertutupan masyarakat samin ini mulai terkuak, dan terjadilah perubahan-perubahan dalam kehidupannya. Masyarakat samin mempunyai nilai budaya yang masih dipertahankanan yakni gotong royong, nilai kejujuran, nilai ketaatan, serta nilai-nilai dalam kebatinan samin.Kehidupan masyarakat samin di dusun Jepang desa Margomulyo sekarang banyak mengalami perubahan, antara lain sistem pencaharian Dengan melihat fakta yang ada, bahwa kehidupan ekonomi masyarakat samin dilihat dari tingkat pemenuhan kebutuhan hidup sangatlah kurang terpenuhi. Mengingat mereka ini sebagai petani maka tingkat pemenuhan kebutuhan hidup tergantung dari sektor pertanian. Oleh karena itu diperlukan peran desa untuk dapat mengembangkan sector ekonomi di dusun Jepang tersebut. Peran Desa dalam mengembangkan sektor ekonomi masyarakat Samin dilakukan guna memperoleh kepastian peran apa yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam mengembangkan sektor ekonomi tersebut. Peran disini adalah dengan cara melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat berupa penyuluhan, pemberian pinjaman kredit, pemberian dana secara berjangka, memberikan sembako pada masyarakat guna meringankan beban ekonomi, serta yang lainnya. Tetapi yang paling penting pemanfaatan sumber daya baik alam maupun manusianya. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan menggunakan pendapatan deskripsi kualitatif, artinya, peneliti berusaha mendeskripsikan secara tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan serta menentukan frekuensi atau penyebaran suatu gejala lain dalam masyarakat. Selain itu pendekatan deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu dengan interpretasi yang tepat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 informan. Guna menjaring data, peneliti menggunakan teknik wawancara. Hasil Penelitian ini adalah peran desa dalam mengembangkan sektor ekonomi masyarakat Samin seperti Pertama, sebagai dinamisator masyarakat. Kedua sebagai motivator dengan cara menemukan dan mempromosikan produk unggulan desa yang dibuat oleh masyarakat, yang ketiga, sebagai stabilisator dengan melakukan Melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dapat dilihat seperti pengrajinan kayu, pertukangan, pinjaman bergilir, koperasi simpan pinjam, mendirikan lumbung pangan, pertanian, bengkel dan lainnya. Dan yang terakhir sebagai fasilitator dengan menjembatani hubungan antara bank dan masyarakat Samin. Kesimpulan yang dapat diambil adalah Masyarakat Samin dalam mengembangkan sector ekonomi juga masih memerlukan peran dari pemerintah desa seperti desa sebagai dinamisator dengan melakukan sumberdaya baik manusia dan alamnya. Selain itu peran lainnya adalah sebagai motivator dengan melakukan promosi produk unggulan desa. Selain sebagai dinamisaror dan motivator desa juga mempunyai peran lain seperti memberdayakan ekonomi masyarakat dan pengembangan kewirausahaan. Tidak lupa juga peran yang paling penting di bidang ekonomi adalah dengan menjadi fasilitator bagi masyarakat dalam menjembatani hubungan antara masyarakat samin itu sendiri dengan pihak lain (baik lembaga pemerintah maupun non- pemerintah). Dan referensi bagi pemerintah desa adalah Pemerintah desa telah harus dapat mengupayakan secaraa maksimal dan memfasilitasi terciptanya suasana yang kondusif bagi terwujudnya persaingan yang sehat dengan mengembangkan dan memanfaatkan potensi sumber daya alam. Sedangkan bagi pemerintah kabupaten adalah Pemerintah daerah perlu membuka dialog untuk melihat kembali sejauhmana rencana tata ruang wilayah yang ada sekarang konsisten dengan prinsip-prinsip pro-masyarakat miskin dan pembangunan berkelanjutan.

2 Bookmarks
 · 
1,342 Views