Article

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI SALAH SATU ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN untuk PERUSAHAAN MAKANAN dan MINUMAN yang TERDAFTAR di BURSA EFEK JAKARTA

Source: OAI

ABSTRACT Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan judul “Analisis Laporan Arus Kas Sebagai Salah Satu alat Ukur Kinerja Keuangan untuk Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana performance atau kinerja keuangan perusahaan makanan dam minuman selama empat tahu analisis dilihat dari rasio arus kasnya. Subyek penelitian ini adalah perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ yang berjumlah dua puluh satu perusahaan. dari populasi tersebut diambil sample dengan menggunakan purposive sampling sehingga ada enam belas perusahaan yang dianalisis.Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan tiga belas rasio arus kas yang terpilih dan dikelompokkan menjadi tiga bagian. Kelompok pertama rasio kecukupan arus kas yang dicari dengan tujuh rasio yaitu rasio kecukupan arus kas , pembayaran deviden , penutupan hutang , pembayaran hutang jangka panjang , reinvestasi , pengaruh depresiasi dan amortisasi , dan rasio likuiditas. Kelompok kedua rasio tingkat efisiensi perrusahaan dilihat dengan tiga rasio yaitu rasio arus kas terhadap penjualan , rasio kualitas pendapatan dan rasio arus kas terhadap aktiva. Dan kelompok ketiga Rasio kualitas Laba yang diukur dari tiga rasio yaitu rasio laba bersih terhadap kas dari aktivitas operasi , kegiatan reinvestasi dan rasio arus kas yang memadai. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada tiga belas rasio arus kas selama empat tahun pengamatan diketahui bahwa dari rata-rata selama empat tahun menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan makanan dan minuman selama empat tahun dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2005 dalam kondisi yang kurang baik. dimana yang terjadi pada perusahaan tersebut memiliki hutang yang sangat tinggi sedangkan arus kas yang dihasilkan tidak mencukupi untuk membayar kewajiban-kewajibannya.. Akan tetapi kinerja yang baik ditunjukkan pada PT Sari Husada Tbk yang memiliki kecukupan arus kas yang tinggi tetapi perusahaan dalam kondisi yang over liquid dan PT Fast Food Indonesia Tbk yang memiliki keberhasilan dalam menciptakan kas serta memiliki tingkat kecukupan yang tinggi walaupun belum dapat menutupi hutangnya akan tetapi perusahaan ini dalam kondisi likuiditas yang baik. Dan kinerja yang baik ditunjukkan juga pada PT Multi Bintang Indonesia Tbk yang merupakan perusahaan yang efisien dan berhasil menciptakan kasnya akan tetapi perusahaan memiliki tingkat kecukupan kas yang kurang baik dan perusahaan dalam kondisi yang over liquid.

9 Bookmarks
 · 
1,522 Views