Article

ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI SARANA UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. PESONA REMAJA INDUSTRI MALANG

01/2010;
Source: OAI

ABSTRACT Penelitian ini merupakan studi kasus pada perusahaan konveksi PT. Pesona Remaja Industri Malang dengan judul : “Analisis Rasio Keuangan Sebagai Sarana Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada PT. Pesona Remaja Industri Malang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan perubahan tingkat pengembalian atas investasi yang dilakukan perusahaan. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui kemajuan ataupun kemunduran kinerja keuangan perusahaan ini menggunakan analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas yaitu rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, rasio solvabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana aktiva ataupun aktivitas operasional perusahaan dibiayai oleh hutang, rasio aktivitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengetahui efektivitas perusahaan dalam melakukan aktivitasnya dengan melihat perputaran aktiva yang dimiliki, dan rasio profitabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama tiga tahun terakhir, sedangkan untuk mengetahui faktor penyebab perubahan Return On Investment (ROI) perusahaan menggunakan pendekatan analisis du Pont System. Hasil perhitungan dengan alat analisis rasio keuangan menunjukkan likuiditas perusahaan yang semakin tinggi, yang memgindikasikan adanya over investment dalam perusahaan terutama pada kas, solvabilitas perusahaan yang menurun, yang mana menunjukkan bahwa perusahaan berusaha mengurangi dana dari luar dalam pembiayaan operasionalnya, aktivitas perusahaan yang meningkat namun rasio profitabilitas yang semakin menurun tiap tahunnya. Sedangkan penyebab utama menurunnya ROI pada tahun 2003 adalah penurunan yang terjadi pada laba yang dihasilkan dikarenakan penjualan yang mengalami penurunan yang sangat besar walaupun pada tahun ini biaya operasionalnya juga mengalami penurunan. Untuk tahun 2004 penurunan ROI juga disebabkan menurunnya laba karena menurunnya penjualan sementara biaya operasionalnya mengalami peningkatan. Berdasarkan kesimpulan diatas, peneliti mengimplikasikan bahwa perusahaan hendaknya meninjau kembali kebijakan aktivitas yang berhubungan dengan penjualan seperti produksi, pembelian dan pemasaran, atau dengan cara memperbaiki bauran produk seperti harga, mutu dan promosi guna meningkatkan penjualan sehingga dapat meningkatkan laba yang diperoleh.

3 Bookmarks
 · 
1,508 Views