Article

DISPARITAS PIDANA DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI DALAM PERKARA CURANMOR (Studi di Pengadilan Negeri Malang)

Source: OAI

ABSTRACT Obyek studi penelitian ini adalah mengenai disparitas pidana dalam putusan Pengadilan Negeri dalam perkara curanmor. Di mana tindak pidana pencurian sepeda motor ini banyak meresahkan masyarakat, namun tindak pidana pencurian sepeda motor sulit untuk diberantas meskipun sudah banyak kasus yang disidangkan. Berbagai literalur, maupun penelitian sebelumnya telah menggambarkan bagaimana hakim dalam membuat pertimbangan sebelum memutuskan suatu perkara pidana, tetapi disparitas putusan pemidanaan perkara pencurian sepeda motor masih banyak terjadi dan belum bisa untuk dikurangi atau bahkan di cegah. Tujuan penelitian ini, untuk mendapat gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya disparitas putusan dalam perkara curanmor, serta bagaimana dampak dari disparitas. Metode penilitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode yuridis normatif. Sehinggga data yang diperoleh data yang menggambarkan bagaimana hakim membuat dasar pertimbangan sebelum menjatuhkan putusannya. Melalui penelitian yang mendalam dan sangat teliti, penelitian ini mendapatkan hasil, bahwa yang menjadi bahan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pidana pencurian sepeda motor adalah tentang hal-hal yang memberatkan dan meringankan, seperti bersikap sopan, terdakwa belum pernah dihukum dan terdakwa tidak mempersulit jalannya persidangan. Sehingga dengan mengacu pada pertimbangan tersebut, hakim dapat mempertimbangkan untuk menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa. Begitu seringnya pertimbangan hakim tentang hal-hal yang memberatkan dan meringankan yang digunakan dalam memutuskan perkara pidana pencurian sepeda motor. Namun tentang unsur dalam pasal 363 ayat 1 ke-3,4 dan 5 tidak dijadikan sebagai dasar pertimbangan hakim yang memberatkan terdakwa dan ancaman hukumannya lebih berat. Dalam hal hakim memutuskan perkara pidana curanmor selain mempertimbangkan hal-hal yang meringankan dan memberatkan, sifat interen dan eksteren seorang hakim juga ikut andil dalam membuat keputusan seperti halnya agama hakim, perilaku sosial hakim, watak hakim dan psikologi hakim. Hal ini juga bisa mempengaruhi putusan yang dibuat oleh hakim. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa disparitas di mungkinkan terjadi, karena Undang Undangnya memungkinkan terjadinya disparitas. Hal ini juga dipengaruhi oleh aliran yang dianut oleh hakim dalam membuat putusan pemidanaan.

3 Bookmarks
 · 
940 Views