Article

NILAI SOSIAL BUDAYA KEMISKINAN DIKALANGAN BURUH TANI (STUDI KASUS KEHIDUPAN SOSIAL KELUARGA BURUH TANI DESA SANGGRAHAN KABUPATEN TULUNGAGUNG)

Source: OAI

ABSTRACT Fenomena kemiskinan pedesaan merupakan tantangan yang sangat serius saat ini. Di sadari atau tidak, setiap saat kesenjangan antara golongan kaya dan miskin di pedesaan semakin melebar. Tetapi tingkat pengetahuan kita dewasa ini mengenai keanekaragaman wajah kemiskinan di Indonesia masih sangat terbatas. Pengetahuan tentang keadaan golongan miskin, proses pemelaratan serta dinamikanya masih kurang memadai. Penelitian ini secara khusus memfokuskan permasalahan pada kehidupan buruh tani dengan beberapa pertimbangan. Pertimbangan pertama, berkaitan dengan posisi buruh tani dalam struktur sosial masyarakat desa. Sebagai kelompok masyarakat dengan upah minim, buruh tani adalah kelompok masyarakat yang menduduki posisi terbawah- baik dari segi status sosial maupun tingakat pendapatan dalam stuktur sosial masyarakat desa. Kedua, untuk kepentingan studi penelitian ini yang mencoba melihat lebih jauh pengaruh situasi sosial budaya masyarakat terhadap tingkat kerentanan buruh tani. Setidaknya, dengan memilih obyek penelitian lapisan masyarakat miskin yang disinyalir berada dalam posisi terbawah di sektor pertanian, maka diharapkan dapat memberikan gambaran yang memuaskan mengenai cara-cara ’kreatif’ dan keunggulan buruh tani sebagai masyarakat miskin dalam menyiasati kesengsaraan dan kerentanannya. Dengan demikian, maka peneliti akan meneliti mengenai Nilai Sosial Budaya dan Mekanisme Bertahan Hidup Keluarga Buruh Tani di Desa Sanggrahan Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Mengenai tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai sosial budaya yang ada dalam kehidupan buruh tani, persepsi mereka tentang kemiskinan itu sendiri dan upaya yang dilakukan untuk bertahan hidup. Populasi yang diambil adalah keseluruhan anggota komunitas buruh tani yang memiliki karakteristik tertentu, yang nantinya diambil sebagai sampel. Sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling purposive. Peneliti menerapkan tiga teknik pengumpulan data, yakni teknik observasi non-partisipan, teknik wawancara bebas, dan teknik dokumentasi. Untuk metode analisa data, penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh simpulan bahwa nilai sosial budaya kemiskinan di kalangan buruh tani adalah mayoritas keluarga miskin yang sangat percaya pada nasib dan kurang berorientasi pada masa depan. Hal ini disebabkan oleh keterikatan darah pada tanah kelahiran. Di dalam mempertahankan hidup di masa krisis, mereka menerapkan mekanisme yang sifatnya menyeluruh pada setiap keluarga miskin yaitu pengurangan jatah makanan sehari-hari, berhutang kepada lain, menjual barang rumah tangga, dan mencari pekerjaan sampingan oleh anggota keluarga lainnya.

3 Bookmarks
 · 
2,022 Views