Article

PERILAKU MABUK – MABUKAN DI KALANGAN REMAJA (Study Kasus Pada Remaja Pengguna Miras Di Desa Pogalan Kabupaten Trenggalek)

Source: OAI

ABSTRACT Dalam pertumbuhan manusia ada beberapa proses masa yang harus dilewati, mulai dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa dan orang tua. Dari masing-masing proses ini tentunya ada ciri- cirinya tersendiri yang secara alami melekat pada psikis, fisik dan perilakunya. Demikian pula dengan masa remaja., masa remaja yang mempunyai usia antara 13 sampai 19 tahun ini sering dianggap sebagai masa yang paling rawan dalam proses kehidupan ini. Masa remaja sering menimbulkan kekhawatiran bagi para orangtua. Padahal bagi si remaja sendiri, masa ini adalah masa yang paling menyenangkan dalam hidupnya. Oleh karena itu, para orangtua hendaknya berkenan menerima remaja sebagaimana adanya. Orang tua para remaja hendaknya justru menjadi pemberi teladan di depan, di tengah membangkitkan semangat, dan di belakang mengawasi segala tindak tanduk si remaja. Sebagai remaja yang sedang mencari identiras diri, mereka ini sering menjadi sasaran atau korban dari keadaan dan kondisi lingkungan sekitarnya, di mana mereka bisa terkena dampak langsung dari situasi yang sedang terjadi di sekitarnya. Permasalahan remaja makin hari semakin komplek dan memprihatinkan. Apalagi di era globalisasi saat ini, remaja dapat mengakses informasi tentang seksualitas secara bebas melalui tayangan yang ada di media televisi, internet, cd dan lain sebagainya. Hal ini membuat remaja condong berperilaku negatif karena terpengaruh informasi yang seharusnya untuk kalangan dewasa itu. Dampak lain yang terjadi di kalangan remaja adalah remaja cenderung berperilaku yang berhubungan dengan penyimpangan yang secara otomatis mereka sudah melakukan penyimpangan social. Perilaku ini terjadi tidak hanya pada remaja di kota-kota tapi juga sudah merambah kepada remaja pedesaan. Perilaku menyimpang ini misalnya sex bebas, mabuk- mabukan, judi, pesta narkoba dan lain-lain. Fenomena ini sudah sangat umum terlihat, walaupun sudah banyak cara dilakukan untuk menanggulangi keadaan tersebut namun tetap tidak menghasilkan perubahan yang berarti. Khususnya mengenai perilaku mabuk-mabukan, para remaja sangat menggemari perilaku semacam ini karena alkohol menawarkan pelarian dari masalah dan kebimbangan juga bisa untuk menenggelamkan penderitaannya dengan harapan dapat menikmati surga imajinasinya. Beban yang dipikulnya akan terlupakan sejenak dalam masa singkat ketika ia sedang mabuk. Tetapi perilaku ini sangat mengandung resiko dan dampak negat ive yang berlipat ganda baik terhadap dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Khususnya di daerah pedesaan dampak ini mengakibatkan para remaja ini semakin di kucilkan dan mendapat reputasi buruk di masyarakatnya. Sehubungan dengan hal itu, maka peneliti akan meneliti mengenai Perilaku Mabuk-Mabukan Di kalangan Remaja, di mana penelitian ini berbentuk studi kasus dan lokasinya dilakukan di Desa Pogalan Kabupaten Trenggalek Mengenai tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui kebiasaan perilaku mabuk-mabukan di kalangan remaja yang ada di Desa Pogalan Kabupaten Trenggalek. 2. Faktor dominan apakah yang menyebabkan remaja melakukan mabuk-mabukan. 3. Untuk mengetahui dampak serta tindakan yang berkaitan dengan tradisi mabuk-mabukan di Desa Pogalan Kabupaten Trenggalek. Untuk populasi yang diambil adalah sejumlah kelompok remaja pemabuk yang tentunya mempunyai karakteristik tertentu. Sedangkan untuk teknik pengambilan sample yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Untuk metode analisa data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mereka mabuk-mabukan karena termotivasi oleh beban pikiran dan rasa frustasi yang selama ini mereka rasakan. Oleh karena itu mereka mencari pelarian dengan cara mabuk. Bagi mereka mabuk adalah cara untuk menyelesaikan dan menghilangkan masalah dan beban pikiran. Dari aspek penyebab, faktor dominan yang menyebabkan perilaku mabuk-mabukan mereka adalah faktor lingkungan dan pergaulannya walaupun ada permasalahan lain yang juga bisa dikatakan sebagai penyebab awal misalnya masalah yang berhubungan dengan keluarga. Mengenai dampak yang ditimbulkan, perilaku mereka ini berdampak pada kondisi psikologis yaitu cenderung untuk ingin mengkonsumsi minuman keras secara terus menerus ( kecanduan ), kondisi fisik yaitu berhubungan dengan kondisi kesehatannya, dan pada lingkungan sekitarnya yaitu hal-hal yang berkaitan dengan respon dari lingkungan keluarganya, kelompok dan masyarakat sekitarnya.

4 Bookmarks
 · 
6,034 Views