Article

STUDI KASUS TENTANG ANAK DAN REMAJA YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK BLITAR

Source: OAI

ABSTRACT Masalah kejahatan bukanlah merupakan baru di masa sekarang salah satu penyimpangan atau perbuatan melawan hukum, dan norma adalah kejahatan karena kejahatan sering dikatakan sebagai penyakit sosial. Salah satu bentuk penyimpangan ataupun kejahatan adalah tindak pidana pemerkosaan yang telah tercantum dalam pasal 285 KUHP. Kejahatan sekarang ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi pada kenyataannya juga melanda dunia anak-anak dan remaja. Dimana anak-anak dan remaja melakukan kejahatan yang jelas mengarah kepada perbuatan kriminal berat yang diperbuat oleh orang dewasa. Dasar pemikiran dari penelitian ini adalah masa anak-anak dan masa remaja yang merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju desa. Dalam keadaan yang belum mencapai tingkat kematangan ini remaja membutuhkan perhatian dari orang tua untuk membimbing dan mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat, karena masalah kejahatan yang muncul awalnya berasal dari suatu kenakalan yang dilakukan oleh anak dan remaja. Mengenai faktor-faktor yang mendorong timbulnya kejahatan oleh anak dan remaja khususnya kejahatan pemerkosaan sangatlah kompleks sekali. Masalahnya terletak pada ruang lingkup kehidupan manusia yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor lingkungan dan pengaruh media masa. Pada penelitian ini penulis meneliti tentang “Studi Kasus tentang Anak dan Remaja yang melakukan tindak pidana pemerkosaan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Blitar”. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 15 orang, jumlah keseluruhan napi anak dan remaja untuk tindak pidana pemerkosaan sebanyak 24 anak (17,77%) dengan batasan usia antara 14 sampai dengan 20 tahun, akan tetapi dalam penelitian ini, penulis mengambil sampel napi anak yang berusia antara 16 – 19 tahun di mana usia ini merupakan batasan usia remaja beresiko dan merupakan usia pra dewasa atau gejolak perubahan tingkah laku yang paling tinggi baik fisik, psikologis dan adaptasi terhadap pemahaman dini dan lingkungan, dan biasanya anak ataupun remaja berusia 16 – 19 tahun memiliki sifat senang berkumpul dengan teman sebayanya dan berfoya-foya, merasa lebih percaya diri dengan penampilan yang dimilikinya. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik napi anak dan remaja pelaku pidana pemerkosaan, apa yang mempengaruhi mereka untuk melakukan tindakan pemerkosaan, serta siapa saja yang mereka jadikan sasaran untuk melampiaskan nafsu dan kepuasannya. Dan untuk teknik pengambilan data penulis menguraikan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian di LP Anak Blitar terhadap 24 anak yang melakukan tindak pidana pemerkosaan, 15 anak diantaranya melakukan tindak pidana ini karena pengaruh lingkungan masyarakat misalnya dari pergaulan yang salah yang tidak terkontrol oleh pihak keluarga, serta latar belakang tingkat pendidikan mereka yang juga mempengaruhi wawasan dan pemahaman tentang hukum apabila mereka melakukan tindakan pemerkosaan ini. Dengan demikian faktor yang penting bagi perkembangan diri anak adalah lingkungan keluarga, karena lingkungan ini paling dekat dengan diri anak, dimana anak akan mencontoh tingkah laku perbuatan yang nantinya akan menjadi patokan dalam pergaulannya.

3 Bookmarks
 · 
2,574 Views