Article

FUNGSI SIDIK JARI DALAM MENGUNGKAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (STUDI DI POLRESTA MALANG)

Source: OAI

ABSTRACT Tugas penyidikan menurut hukum acara pidana adalah untuk mencari kebenaran materiil, yaitu kebenaran menurut fakta yang sebenar-benarnya. Untuk mengetahui identitas tersangka lainnya, penyidik memerlukan seberapa taktik dan seni tersendiri yang dapat diperoleh. Salah satu usaha untuk memperoleh identitas tersangka adalah dengan jalan pembuatan sidik jari. Disinilah peran sidik jari dalam melakukan identifikasi sangat diperlukan karena tingkat akurasinya sangat tinggi asalkan sidik jari tersebut tidak rusak atau tekontaminasi oleh hal-hal lainnya. Untuk melakukan pembuktian terhadap kasus pembunuhan keberadaan sidik jari tidak berdiri sendiri masih perlu keterangan dari para saksi dan korban. Salah satu bekas tindak kejahatan yang paling populer adalah sidik jari pelaku tindak pidana karena biasanya tidak disadari oleh para pelaku tindak pidana. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Sejauhmana efektifitas sidik jari dalam upaya identifikasi untuk mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan? (2) Hambatan-hambatan apakah yang dialami penyidik penggunaan sidik jari dalam upaya identifikasi untuk mengungkap tindak pidana pembunuhan? sedangkan tujuannya adalah (1) Untuk mengetahui efektifitas sidik jari dalam dalam upaya identifikasi untuk mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan (2) Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami penyidik penggunaan sidik jari dalam upaya identifikasi untuk mengungkap tindak pidana pembunuhan Pendekatan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis, yaitu pendekatan yang dilakukan dengan cara menelaah suatu permasalahan yang dikorelasikan dengan bahan hukum atau peraturan perundang – undangan yang bersifat doktrinal. Data–data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1) Data Primer dan (2) Data sekunder. Teknik pengumpulan datanya adalah (a) Wawancara (b) Dokumentasi dan (c) Observasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif, karena yang dihasilkan dari jawaban perumusan pertanyaan penelitian adalah berupa penggambaran tentang peringkasan permasalahan yang diteliti

6 Bookmarks
 · 
2,101 Views