Article

PERAN DAN FUNGSI BALAI PEMASYARAKATAN DALAM PROSES PEMBERIAN PEMBEBASAN BERSYARAT BAGI NARAPIDANA (Studi di BAPAS Malang)

Source: OAI

ABSTRACT Objek studi dalam penelitian sekaligus menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana peran dan fungsi Balai Pemasyarakatan (BAPAS) dalam proses pemberian pembebasan bersyarat ?. Apa yang menjadi faktor penghambat dan pendukung dari peran dan fungsi Balai Pemasyarakatan (BAPAS) dalam proses pemberian pembebasan bersyarat? Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif kualitatif, sehingga data yang diperoleh adalah data yang menggambarkan bagaimana peran dan fungsi Balai Pemasyarakatan dalam proses pemberian pembebasan bersyarat dan berbagai faktor penghambat dan pendukung dari peran dan fungsi Balai Pemasyarakatan dalam proses pemberian pembebasan bersyarat. Narapidana merupakan bagian dari masyarakat, yang karena melakukan suatu kesalahan (tindak pidana), maka ia harus menjalani pembinaan dan dipisahkan sementara dari lingkungannya. Sebagai bagian dari masyarakat, maka pembinaan bagi narapidana tersebut harus dilakukan secara terpadu antara Pembina, yang dibina dan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas narapidana agar menyadari kesalahan dan dapat kembali menjalankan funsi sosialnya dimasyarakat dengan baik. Untuk itu, maka diperlukan sebuah bentuk pembinaan yang dapat mempercepat proses kembalinya narapidana ke masyarakat, pola pembinaan tersebut adalah pola pembinaan luar Lembaga Pemasyarakatan. Bentuk pola pembinaan luar Lembaga Pemasyarakatan tersebut dilaksanakan dengan memberikan pembebasan bersyarat kepada narapidana yang telah menjalani 2/3 (dua pertiga) masa pidananya. Melalui penelitian yang mendalam dan sangat teliti, pemelitian ini mendapatkan hasil bahwa peran Balai Pemasyarakatan dalam proses pemberian pembebasan bersyarat adalah sebagai Pembimbing Kemasyarakatannya. Pembimbing Kemasyarakatan bertugas untuk membuat laporan penelitian kemasyarakatan, penelitian kemasyarakatan merupakan syarat yang penting dalam setiap proses pemberian pembebasan bersyarat, laporan penelitian kemasyarakatan merupakan laporan yang dapat memberikan gambaran tentang keadaan seoarang narapidana, baik itu keadaan perekonomiannya, lingkungan tempat tinggalnya, keluarga dan apa yang menjadi motivasi sehingga narapidana yang bersangkutan melakukan tindak pidana. Dalam membuat laporan penelitian kemasyarakatan, Pembimbing Kemasyarakatan turun langsung kelapangan untuk menggali data dan informasi yang dibutuhkan. Laporan penelitian kemasyarakatan dibuat sebagai dasar pertimbangan dan acuan apakah seorang narapidana sudah dapat ditingkatkan pembinaannya dengan diberikan pembebasan bersyarat. Dengan dibuatnya laporan penelitian kemasyarakatan oleh Pembimbing Kemasayarakatan dai BAPAS, maka diharaokan ketika narapidana yang bersangkutan menjalani masa pemebabsan bersyarat menjadi warga masyarakat yang baik, taat hukum dan tidak mengulangi melakukan tindak pidana serta melindungi masyarakat terhadap kemungkinan diulanginya tindak pidana oleh narapidana yang bersangkutan. Setelah penelitian kemasyarakatan selesai dibuat, maka berkas dan laporan penelitian tersebut dikirimkan kembali ke LAPAS atau RUTAN yang meminta dibuatkan penelitian kemasyarakatan. Setelah itu dilakukan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan, dalam sidang ini Pembimbing Kemasyarakatan memaparkan hasil penelitian kemasyarakatan yang dibuatnya, menyampaikan saran dan kesimpulan yang didapat dari pembuatan penelitian kemasyaraktan tersebut. Saran dan kesimpulan dari Pembimbing Kemasyarakatan menjadi dasar pertimbangan dan acuan bagi Tim Pengamat pemasyarakatan, narapidana yang bersangkutan sudah dapat ditingkatkan pembinaannya dengan diberikan pembebasan bersyarat. Mengenai factor yang menghambat adalah karena wilayah kerja BAPAS Malang yang terlalu luas sedangkan jumalah Pembimbing Kemasyarakatan pada BAPAS Malang terbatas, ditambah lagi permintaan pembuatan penelitian kemasyarakatan yang cenderung meningkat. Selain itu, kurangnya sarana dan prasarana juga sangat berpengarugh pada optimalnya pelaksanaan peran dan fungsi BAPAS Malang dalam proses pemberian pembebasan bersyarat. Dengan demikian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Balai Pemasyarakatan Melalaui Pembimbing Kemasyaratannya mempunyi peran yang sangat penting dalam proses pemberian pembebasan bersyarat, yaitu dengan membuat penelitian kemasyarakatan yang berfungsi sebagai dasar pertimbangan dan acuan pemeberian pembebasan bersyarat. Namun karena wilayah kerja BAPAS Malang yang terlalu luas sehingga dalam pembuatan penelitian kemasyarakatan kurang optimal.

3 Bookmarks
 · 
3,405 Views