Article

PEMANFAATAN BATU ALAM PALIMANAN SEBAGAI BENDA KERAJINAN DI BALI

Source: OAI

ABSTRACT Penelitian ini menggunakan pendekatan sample, dan analisa pembahasan dikakukan secara kualitatif. Pengambilan sample difokuskan di Desa Batubulan Kabupaten Gianyar dan Jalan Ida Bagus Mantra, Tohpati Denpasar. Pemanfaatan Batu Palimanan di Bali sebagai benda kerajinan teridiri dari 2 jenis yaitu batuan yang pertama sifatnya keras berwarna krem dan permukaannya bertekstur garis-garis yang tidak beraturan. Karea sifatnya yang keras banyak dipergunakan sebagai bahan tempelan pada dinding tembok, umumnya tembok untuk eksterior. Pemanfaatan ini selain sebagai dekorasi karena keindahan tekstur juga karean kekuatannya sehingga tahan terhadap cuaca. Batu jenis ini jarang dipergunakan sebagai benda, sulit diolah seperti diukir. Karena sifatnya keras dan kuat batuan –batuan jenis pertama juga dimanfaatkan sebagai lantai pengganti keramik lantai. Batuan Palimanan jenis kedua sifatnya lebih lunak sehinggalebih mudah diolah sebagai benda kerajinan, mudah diukir, dipahat, namun lebih kuat dari batu padas lokal yang warnanya abu-abu. Batuan jenis kedua ini banyak diwujudkan dalam bentuk patung dengan berbagai wujud dan ukuran, sebagai loster berukir, sebagai pelinggih, kap lampu, vas bunga dan sebagainya. Pemanfaatan batuan jenis ini sebagai kerajinan dapat dijumpai dengan mudah di sepanjang jalan Desa Batubulan Kabupaten Gianyar. Teknik pemanfaatannya atau pembuatannya sebagai benda kerajinan dilakukan dengan teknik tempel dan ukir sesusai dengan benda yang diwujudkan. Keunggulan dibandingkan dengan batuan lokal lebih kuat dan lebih tahan terhadap cuaca, kareana sifatnya yang demikian tentu harganya lebih mahal.

0 Bookmarks
 · 
478 Views