Article

Analisis Perancangan Penelitian

Artikel; Vol 1, No 11 (2010): Artikel Bulan November
Source: OAI

ABSTRACT PENDAHULUAN Artikel ini diawali dengan kisah seorang mahasiswa pada akhir sementer tengah sibuk menyiapkan tesisnya. Mahasiswa ini bingung menentukan judul tesis agar kata-kata dalam judulnya keren dan ilmiah sehingga langsung disetujui dosen pembimbingnya. Setelah termenung beberapa hari, akhirnya dia menemukan judul yang keren dan spektakuler. Hari pertama bimbingan, mahasiswa mengajukan judul “Mengukur Kadar Kemiskinan Lewat Komunikasi”, sang dosen langsung mengutarakan bahwa judul itu tidak pantas untuk tesis, karena menurut sang dosen argumentasinya kurang kuat. Dengan lemas dan gontai akhirnya mahasiswa ini pulang. Setelah termenung beberapa hari lagi untuk menentukan judul, akhirnya dengan semangat dia kembali melakukan bimbingan. Dia kembali menyampaikan judul dengan kata-kata ilmiah yaitu “Mengontrol kemiskinan dengan komunikasi”. Sang dosen kembali menolak judul yang diajukan. Akhirnya dia putus asa, dan tidak berani melakukan bimbingan lagi. Dari kisah diatas terungkap bahwa kesalahan terbesar seorang mahasiswa yang ingin menyelesaikan tesis atau skripsinya adalah berangkat dari judul. Sebelum menentukan judul penelitian, point pertama yang dilakukan peneliti adalah mengidentifikasi topik serta masalah atau kesenjangan, merumuskan masalahnya, dilanjutkan dengan menentukan tujuannya, kemudian barulah menentukan judul. Topik yang bagus akan melahirkan masalah yang baik pula dan tentunya memunculkan judul yang menarik. (Kriyantono, 2009: 51) Memilih topik penelitian bagaikan memilih seorang dalam pasangan hidup. Kita harus mencari topik yang cocok untuk kapasistas kita sendiri, serta sudah memiliki bayangan masa depan yang jelas setelah topik tersebut kita pilih. Dalam sistem pendidikan di perguruan tinggi, tesis atau skipsi merupakan persyaratan utama bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar magister/ sarjana. Penulisan tesis/ skipsi merupakan kegiatan yang harus dilakukan sebagai pertanggungjawaban hasil akhir masa studi. Tesis/ skipsi merupakan karya ilmiah yang ditulis atau dikerjakan sesuai dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau kaidah ilmiah. Penulisan tesis dihasilkan dengan cara melakukan penelitian atau dikenal juga dengan research. Secara etimologi research terdiri dari suku kata yaitu re yang artinya kembali, search artinya menemukan. Menurut Henry Mannaheim, riset dalam ilmu pengetahuan adalah “an inter-subjective, accurate, systematic analysis of determinate of body empirical data in order to discover recurring relationship among phenomena” (Ruslan, 2003:4). Jadi reset bertujuan menemukan hubungan diantara fenomena melalui analisis yang akurat dan sistematik terhadap data empiris (Kriyantono, 2006:3). Dalam buku ‘Metode Survey untuk Penelitian Komunikasi”, (Prajarto, 2010: 1) menguraikan bahwa aktivitas penelitian meliputi mengungkapkan persoalan, mencari landasan pemahaman untuk persoalan tersebut, usaha untuk memecahkan masalah, menentukan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah, serta diakhiri dengan membuat laporan. Penulisan Proposal Penelitian Perencanaan penelitian kuantitatif adalah awal dari kegiatan dalam penelitian yang mencakup pengenalan terhadap permasalahan dan latar belakang, tujuan dan manfaat penelitian, landasan pemikiran untuk menyelesaikan masalah, serta menentukan metode penelitian. Langkah selanjutnya adalah pelaksanaan penelitian yang meliputi aktivitas pengumpulan data, pengolahan data dan diakhiri dengan kegiatan penyajian data awal. Aktivitas akhir yaitu pelaporan penelitian, merupakan kegiatan penulisan terhadap pelaksanaan penelitian dan hasilnya, yang mencakup, penyajian data, analisis dan simpulan hasil penelitian. Dalam proposal penelitian, bagian akhir yaitu membuat laporan tidak merupakan cakupan dari proposal penelitian. Sebelum melakukan penulisan tesis, mahasiswa diminta untuk dimulai dengan penulisan proposal penelitian. (Nasution, 2009: 11) menyampaikan bahwa usulan penelitian ini bertujuan untuk efisiensi waktu, dana dan tenaga, adaikan usul tesis yang lengkap harus ditolak seluruhnya. Sebelum peneliti melakukan aktivitas penelitian hal terpenting yang wajib diawali adalah membuat rancangan penelitian. Ini bertujuan sebagai acuan atau panduan peneliti untuk penelitian. Rancangan atau desain penelitian adalah fondasi awal peneliti untuk merencanakan atau merancang penelitian. (Fachruddin, 2009:1) menguraikan bahwa desain penelitian ini merupakan kerangka atau perincian prosedur kerja yang akan dilakukan pada saat meneliti, sehingga diharapakan dapat memberikan gambaran dan arah mana yang akan dilakukan dalam melaksanakan penetian tersebut, serta memberikan gambaran jika peneletian itu telah jadi atau selesai penelitian tersebut diberlakukan. Sehingga untuk menghasilkan penelitian yang bagus maka harus merancang desain penelitian yang baik. Ini akan mempermudah peneliti merancang pokok atau inti dari penelitian dan menggambarkan perkiraan hasil penelitian. Untuk itu makalah ini akan disajikan uraian perancangan penelitian yang baik dengan menganalisis dan mengevaluasi terlebih dahulu proposal penelitian, ketepatan metode terhadap research question, unsusr kecukupan dalam penentuan konsep, variable dan hubungan antar variable serta mengevaluasi validitas dan reabilitasnya. Evaluasi Proposal Penelitian dan Ketepatan Metode Terhadap Reseach Questions Proposal penelitian dalam kajian ilmiah adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti terhadap bahan penelitian. Proposal penelitian ini adalah langkah awal bagi mahasiswa sebelum melakukan penelitian. Perancangan ini untuk memberikan acuan bagi peneliti untuk meyakinkan bahwa sebelum melakukan penelitian, peneliti sudah menguasai metode yang harus digunakan dalam penelitian yang akan dilakukan. Desain memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya. Demikian pula dalam setiap penelitian, suatu desain merupakan sarat mutlak agar dapat kita ramalkan sifat pekerjaan serta kesulitan yang akan kita hadapi (Nasution, 2009:23). Proposal penelitian ini meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah dan lingkup penelitian, tujuan dan kegunaan penelitian, kerangka teori, hipotesis (bila diperlukan), metode penelitian, dan daftar pustaka. Berikut penjabaran susunan proposal penelitian: a. Judul Judul penelitian dirancang secara singkat, padat dan jelas sehingga menggambarkan penelitian yang akan dilaksanakan. Judul pada penelitian kuantitatif yang baik menggambarkan secara jelas variable-variabel yang akan diteliti. Jumlah kata dalam setiap judul minimal 5 kata dan tidak lebih dari 20 kata. Judul penelitian memuat kata kunci yang menggambarkan masalah penelitian. Berikut ini adalah contoh judul tesis kuantitatif dari salah satu mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada yang telah menyelesaikan jenjang S2 tahun 2009. Judul tesis: “Pengaruh Stress Kerja Terhadap Gaya Komunikasi Karyawan Multi Media Training Centre Tahun 2009”. Tesis ini dibuat oleh Widhihatmini mahasiswa angkatan 2007 dengan pembimbing Drs. Ana Nadhya Abrar, M.ES., PhD., serta dosen pengujinya yaitu Prof. Nunung Prajarto, M.A., PhD. dan Dr. Phil Hermin Indah Wahyuni, SIP., MSi. Dari judul tersebut sangat tampak dua variable yang akan diteliti yaitu variable bebasnya yaitu stress kerja serta variable terikat yaitu gaya komunikasi. b. Pendahuluan Pendahuluan menjabarkan latar belakang dan urgensi penelitian. Latar belakang memuat fakta-fakta atau gagasan-gagasan yang relevan dengan masalah penelitian sebagai titik tolak perumusan masalah penelitian. Urgensi penelitian diarahkan untuk menjawab mengapa penelitian penting untuk dilaksanakan. c. Perumusan Masalah (Nasution, 2009:11) menjabarkan rumusan masalah harus jelas, singkat yang memuat konsep-konsep yang digunakan. Upaya memfokuskan diri pada pertanyaan penelitian dapat disebut sebagai kunci master (master key) untuk membuka kegiatan penelitian. Aktivitas penelitian harus bersumber dari permasalahan nyata yang terungkap bukan sekedar menjalankan kewajiban dengan menciptakan permasalahan (Prajarto, 2010:43). Punch (2005) member landasan untuk penyusunan research question yang baik adalah clear (mudah dipahami dan tidak ambigu), spesifik (konsep-konsepnya tepat), answerable (dapat dijawab dengan data termasuk cara data dikumpulkan), interconnected (saling berkaitan dan dapat ditangkap maknanya serta substantively relevant (ada nilai guna dan layak dihargai bila penelitian dilakukan nantinya). Sementara menurut (Hulley & Cumming dlm Design Clinical Reseach) syarat masalah dapat diteliti adalah Fisible yaitu mampu melaksanakan masalah dan trend, Interesty: masalah tersebut menantang secara intelektual, New value: memberi nilai baru terkait dengan keaslian penelitian, Etis: tidak bertentangan dengan etika serta Relevant: cukup layak untuk diteliti. Kelima hal tersebut disingkat menjadi FINER. Beberapa hal yang perlu dievaluasi dalam merumuskan masalah yaitu (Tohir, 2010) kata masalah di sini harus dibaca “the research issues” yang dibedakan dengan “the social problem”. Misalnya: mencuri, kemiskinan, korupsi, dan sebagainya adalah masalah sosial, tetapi tidak otomatis ia adalah masalah penelitian. Ia baru menjadi “masalah penelitian” jika peneliti bisa mengesplorasi secara ilmiah, misalnya bagaimana mengkaitkan kemiskinan dengan etos kerja, dan dampak-dampak negatif lain. Issue penelitian tidak harus diarahkan pada hal-hal “negatif” atau minir. Kejujuran atau kedisiplinan atau prestasi yang telah diraih oleh sejumlah orang, bisa juga diangkat sebagai tema penelitian. Selain itu usulan penelitian harus “meyakinkan”. Evaluasinya melalui merecek kembali susunan kalimat dalam proposal agar meyakinkan diri kita bahwa ada persoalan tersebut penting yang sangat krusial dan perlu diteliti lebih lanjut (dalam konteks teori dan metodologi). Contoh kecil dari sudut ini ialah, adanya sejumlah pengusul yang mengusulkan suatu tema/judul penelitian dengan pendekatan kualitatif. Judulnya: “Hubungan kemiskinan dengan Etos kerja”, kemudian dalam metode penelitian dikatakan: “penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan kajian dokumen”. Disini terjadi kekurangpahaman peneliti dalam menentukan metode yang digunakan, sehingga besar kemungkinan proposal penelitian tersebut ditolak. Contoh rumusan masalah yang diambil tesis: Apakah stress kerja yang dimediasi oleh faktor usia, jenis kelamin, masa kerja dan tingkat pendidikan berpengaruh terhadap gaya komunikasi karyawan MMTC?Apakah stress kerja yang dialami karyawan MMTC berpengaruh terhadap tipe-tipe gaya komunikasi?Bagaimana interaksi factor-faktor yang menimbulkan terjadinya stress kerja dengan tipe-tipe gaya komunikasi yang diperlihatkan karyawan MMTC? d. Tujuan Tujuan penelitian merupakan pernyataan singkat dalam bentuk kata kerja yang hasilnya dapat diukur dan berisi hasil yang ingin dicapai dalam penelitian. Tujuan penelitian mengacu pada judul dan rumusan masalah penelitian. Tujuan Penelitian disusun berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan sehingga bila tujuan penelitian tercapai, maka akan diperoleh solusi bagi pengatasan masalah secara langsung. Tujuan penelitian juga sebagai output/ target yang dapat diukur sehingga evaluasi hasil dapat dipantau melalui ketercapaian tujuan penelitian ini. Hal penting yang harus dipahami yaitu peneliti diharapkan untuk membuat tujuan penelitian dengan menghindari penggunaan kalimat aktif, misal: ”Merancang ……..” atau “Membangun…..”. Kedua kata tersebut bermakna bahwa tujuan penelitian masih tahap proses yang baru selesai 50% saja. Idealnya menggunakan kalimat pasif seperti “Terwujudnya rancangan …..”. Kalimat ini lebih terukur karena bila rancangan tidak terwujud berarti tujuan penelitian tidak tercapai. Contoh tujuan penelitian: Menguji dan mengetahui stress kerja yang dimediasi oleh faktor usia, jenis kelamin, masa kerja dan tingkat pendidikan berpengaruh terhadap gaya komunikasi karyawan MMTC?Menguji dan mengetahui stress kerja yang dialami karyawan MMTC berpengaruh terhadap tipe-tipe gaya komunikasi?Menguji interaksi factor-faktor yang menimbulkan terjadinya stress kerja dengan tipe-tipe gaya komunikasi yang diperlihatkan karyawan MMTC? e. Manfaat penelitian Manfaat penelitian menjelaskan kontribusi hasil penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, pemecahan masalah pembangunan atau pengembangan kelembagaan yang mengacu pada simpulan yang diperoleh. Piergiorgio (2003) dan Vaus (1991) menyatakan perlunya menyusun research question dengan memperhatikan tujuan dan sifat penelitian yang dilakukan. Perbedaan munculnya research question untu penelitian deskriptif, eksplanatif dan eksploratif. Deskriptif …….. bagaimana Eksplanatif ……mengapa Eksploratif ….. sejauh mana, bagaimana Setelah menemukan research question tantangan selanjutnya adalah menguraikan keterkaitan kapabilitasnya. Panduan secara mudah dalam kaitan pertanyaan penelitian, tujuan dan manfaat penelitian (Prajarto, 2010:44). Menyusun tujuan penelitian dan manfaat penelitian berdasarkan pada pertanyaan penelitian.Menyusun tujuan dan manfaat penelitian penelitian berdasarkan “jumlah research question berikut turunan pertanyaan penelitiannya. Mengikuti runtutan alur pikiran, bila pertanyaan penelitian diawali dengan kata bagaimana, maka tujuannya menjelaskan, dan manfaat bila tujuan tercapai maka ada keuntungan yang diperoleh. If… then…f. Kerangka Teori Kerangka pemikiran ini menjadi acuan atau landasan berfikir peneliti dengan basis pada bahan pustaka yang membahas tentang teori atau hasil-hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang akan dijalankan (Prajarto, 2010: 49). Landasan teori yang menjadi dasar bagi peneliti untuk melakukan aktivitas penelitian bias bersumber dari berbagai sumber pustaka, seperti buku teks, jurnal, majalah, makalah seminar, dokumen, informasi dari internet atau sumber-sumber lainnya yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kerangka teori tidak hanya sekedar mengumpulkan teori-teori dan hasil penelitian sebelumnya, namun juga harus diperhatikan bahwa kerangka teori dapat juga menguraikan kesenjangan antara hasil penelitian terdahulu dan kenyataan yang ada di masyarakat sehingga perlu diteliti. Kerangka teori juga bukan sekedar mengumpulkan definisi-definisi, namun merupakan rangkaian jalan pikiran untuk mendapatkan variable-variabel penelitian dengan menggunakan serangkaian definisi, konsep, proposisi, teori bahkan resionalitas peneliti atas suatu hal (Prajarto, 2010; 62). Selanjutnya kerangka teori dijadikan landasan untuk merumuskan hipotesis apabila diperlukan. Hipotesis merupakan rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan atau simpulan sementara/tentatif sebagai jawaban terhadap masalah berdasarkan teori yang digunakan (Universitas Negeri Malang, 2000:12). Dalam judul tesis “Pengaruh Stress Kerja Terhadap Gaya Komunikasi Karyawan Multi Media Training Centre Tahun 2009”, membagi dalam empat krangka teori yaitu teori tentang stress kerja, komunikasi interpersonal, gaya komunikasi serta pengeruh stress terhadap gaya komunikasi. Dalam penelitiannya terungkap bahwa penelitian tersebut merupakan replikasi penelitian yang telah dilakukan oleh Pettergrew dkk. (1981). Kesamaannya menggunakan Communicator Style Measurument (CSM) dari Norton sebagai instrument untuk mengungkapkan gaya komunikasi karyawan. Variable diadopsi sepenuhnya dari gaya komunikasi yang dikembangkan oleh Norton yang mengambangkan CSM sebagai sarana untuk mengumpulkan data self report terkait dengan prilaku gaya komunikasi. g. Metode Penelitian Metode penelitian menguraikan secara rinci mulai dari pendekatan yang digunakan sampai dengan analisisnya. Pokok-pokok bahasan yang terkandung dalam metode penelitian paling tidak mencakup materi dan sasaran penelitian, metode penelitian (rancangan percobaan, metode sampling atau sensus), variabel penelitian/fokus kajian, teknik analisis data, waktu dan lokasi penelitian. Apabila diperlukan di dalam metode penelitian dapat dicantumkan definisi konsep dan definisi operasional variabel penelitian. Setiap persoalan memerlukan cara untuk pemecahannya yang disebut metode penelitian. Namun dalam menentukan metode harus memperhatikan research question, jika menganalisis isinya, maka gunakan metode analisis isi. Jika mencari pendapat masyarakat, maka gunakan metode survey (lihat gambar 3). Contoh jika ingin buat jus yang digunakan adalah juser bukan ulekan, walaupun sama-sama menghancurkan buah, hanya perlu ketepatan dalam menentukan alat yang digunakan dalam hal ini metodenya. Metode penelitian yang tepat adalah langkah dasar agar persoalan dapat terpecahkan dengan benar dan tepat pula. Vaus (1991) menjelaskan tentang perbedaan metode survey, studi kasus dan eksperimental. Survey dilakukan terhadap satu kasus dengan sejumlah variable maka penelitian ini disebut dengan penelitian bermetode studi kasus (case study). Penelitian ini tidak melakukan perbandingan dengan kasus lain. Penelitian esperimental mirip dengan penelitian survey, perbedaannya terletak pada perlakuan tertentu atau mencoba memberi perlakuan bebeda terhadap responden (lihat gambar 4). Contoh diambil dari tesis: Stress kerja yang dimediasi oleh jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan masa kerja terhadap gaya komunikasi karyawan MMTC merupakan jenis penelitian korelasional bersifat kuantitatif. Subjek penelitian adalah karyawan aktif MMTC. Penelitian dari Februari dan Maret 2009 ini menggunakan metode survei melalui beberapa tahap yaitu: Tahap persiapan survey Menetapkan sample penelitian dengan cara purposive sampling. Sample yang dipilih adalah karyawan aktif MMTC sebagai staf. Melakukan uji coba questioner tentang stress kerja berpengaruh terhadap gaya komunikasi. Dilakukan dengan menguji 3 orang karyawan yang diminta mengisi questioner dan merespon secara langsung tentang kejelasan kalimat yang tertuang dalam questioner. Butir-butir pertanyaan digunakan untuk mengetahui prilaku komunikatif setiap responden. Setelah melakukan pebaikan, dilakukan uji coba kuesioner yang diberikan kepada 60 orang karyawan. Kuesioner yang diujicobakan ini menjadi data penelitian mengingat stress kerja merupakan hal yang sensitive dan peka, kondisi lingkungan kerja dan tingkat mobilitas karyawan. Setelah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas, seluruh butir pertanyaan strs kerja dinyatakan valid. Dari 51 butir pertanyaan gaya komunikasi, 4 butir pertanyaan dinyatakan tidak valid. Tahap pelaksanaan survey Mendistribusikan kuesioner secara langsung kepada karyawan berjumlah 65 orang dengan tidak mengubah isi kuesioner (tidak menyingkirkan butir-butir pertanyaan gaya komunikasi yang dinyatakan gugur). Hal itu dilakukan karena semakin banyak jumlah responden maka nilai batas kritik dan table semakin kecil sehingga peluang meningkatnya validitas butir pertanyaan semakin besar dan untuk memudahkan pengolahan data penelitian. Melakukan observasi baik langsung maupun melalui dokumen-dokumen dan wawancara untuk mengungkap aspek-aspek yang mendukung data penelitian, meliputi interaksi karyawan MMTC dan lingkungan kerja MMTC. Tahap pasca survey Melakukan uji validitas dan reliabilitas kuesioner. Pengujian reliabilitas menggunakan metode internal consistency atau one shot (sekali ukur). h. Daftar Pustaka Halaman ini berisi pustaka atau acuan yang digunakan dalam penyusunan proposal yang tersebut di latar belakang hingga kerangka pemikiran atau kerangka teori. PENUTUP Mengawali sebuah penelitian, peneliti harus memulainya dengan pemilihan topik, merumuskan masalah terlebih dahulu, sebelum menentukan judul penelitian. Sebelum melakukan penulisan tesis, mahasiswa diminta untuk dimulai dengan penulisan proposal penelitian. Ini bertujuan sebagai acuan atau panduan peneliti untuk penelitian. Desain penelitian ini merupakan kerangka atau perincian prosedur kerja yang akan dilakukan pada saat meneliti, sehingga diharapakan dapat memberikan gambaran dan arah mana yang akan dilakukan dalam melaksanakan penetian tersebut, serta memberikan gambaran jika peneletian itu telah jadi atau selesai penelitian tersebut diberlakukan. DAFTAR PUSTAKA Bungin, Burhan. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif (Komunikasi, ekonomi, Kebijakan Publik, Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya). Jakarta : Kencana Pranada Group Kriyantono, Rachmat. 2009. Teknik Praktis Reset Komunikasi. Jakarta : Prenada Media Group Nana Syaodih Sukmadinata. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Nasution, S. 2009. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta : Bumi Aksara Prajarto, Nunung. 2010. Yogyakarta : FISIPOL UGM Metode Survey Untuk Penelitian Komunikasi. Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta. Suharsimi Arikunto. 2003. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. UM, 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang

0 0
 · 
1 Bookmark
 · 
429 Views