Article

Tabuh Jegog

Artikel; Vol 6 (2010): Artikel Bulan Juni
Source: OAI

ABSTRACT 4.1 Pengertian Tabuh Jegog Gamelan Jegog merupakan salah satu jenis gamelan yang menjadi ciri khas kabupaten Jembrana (Sukerna, 2003:1). Berbeda dengan jenis gamelan sebelum yang diungkap dalam buku ini, gamelan Jegog terbuat dari bahan dasar Bambu. Sebagimana diuraikan oleh Sukerna (2003:2-3), gamelan ini awalnya merupakan gamelan bilah dimana bilah tersebut terbuat dari kayu Bayur/Panggal Buaya dengan resonator bambu yang terdapat dan tumbuh subur di sebagian besar wilayah Jembrana. Namun karena langkanya bahan baku kayu tersebut pada perkembangan selanjutnya bilah tersebut digantikan dengan hanya memakai bambu saja. Terjadinya perubahan ini ternyata secara musikal menghasilkan kualitas suara yang lebih nyaring dan menghasilkan suara yang menggema. Secara aklamasi masyarakat Jembrana khususnya di kalangan seniman menunjuk bahwa yang menciptakan gamelan ini adalah I Wayan Geliguh atau Kiyang Geliduh (1872) pada tahun 1912. Ia adalah seorang seniman yang berasal dari Banjar Sebual, Desa Dangin Tukad Aya, Kecamatan Negara, Jembrana. Sebagai produk budaya asli masyarakat Jembrana, gamelan ini memiliki fungsi yang sangat beragam. Awalnya gamelan ini dipergunakan sebagai media komunikasi untuk memanggil warga masyarakat desa agar berkumpul guna melakukan kegiatan nyucuk yakni kerja bakti membuat atap rumah dari ijuk. Pada perkembangan berikutnya, gamelan ini dipergunakan untuk mengiringi tari pencak silat, suatu atraksi yang diadakan pada waktu istirahat atau setelah selesai nyucuk. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa gamelan ini memiliki fungsi sosial yang kemudian berkembang berfungsi sebagai hiburan atau seni tontonan. Sebagai salah satu tontonan yang sangat menarik gamelan Jegog sering dikompetisikan dengan dihadap-hadapkan (mebarung) antara satu sekaa dengan sekaa yang lainnya yang mana event ini disebut dengan ”Jegog Mebarung”. 4.2 Instrumen dan Teknik Instrumentasi Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, secara fisik keseluruhan instrumen yang terdapat pada gamelan ini terbuat dari bambu. Dibandingkan dengan jenis gamelan bambu lainnya, gamelan Jegong memiliki ukuran yang paling besar dan nada suara yang dihasilkannya sangat keras. Dilihat dari sistem larasnya, gamelan ini memiliki rangkaian nada-nada yang berlaras selendro dimana dalam satu oktafnya terdiri dari 4 (empat) nada. Adapun nada-nada tersebut diantaranya: ndong (4), ndeng (5), ndung (7) dan nding (3). Dari jenis dan jumlah instrumennya semula terdapat beberapa nama jenis instrumen dalam barungan gamelan Jegog diantaranya: Jegogan yang

0 Bookmarks
 · 
137 Views