Article

Ayam Kampus Kota Medan Dengan Analisis Teori Dramaturgi (Studi Kasus pada Mahasiswi “ayam kampus” di Kota Medan)

Source: OAI

ABSTRACT Kampus adalah satu ikon penting sebagai tempat berlangsungnya pendidikan. Kampus dianggap sebagai tempat belajar yang cukup kompeten karena mahasiswa bisa menggantungkan impian, cita-cita dan masa depan. Mahasiswa yang tengah mengenyam pendidikan tinggi tidak sekedar masuk kuliah atau mengikuti ujian sebagai syarat kelulusan. Mereka yang akan segera terjun ke masyarakat untuk menerapkan ilmu yang dimiliki, tentu diharapkan juga bisa mengembangkan diri agar bisa menjadi sarjana yang berkualitas, kreatif, kritis dan bertanggung jawab. Seiring laju globalisasi yang begitu pesat, berbagai permasalahan muncul dalam dunia Pendidikan Indonesia. Kasus kriminal seperti peredaran narkoba, pergaulan bebas, pola hidup hedonis dan keberadaan ayam kampus menjadi kehidupan yang identik dengan dunia kampus. Fenomena keberadaan ayam kampus saat ini semakin menjadi dan cukup merisaukan masyarakat banyak. Kehadiran mereka pun disebabkan oleh banyak faktor yang perlu diketahui. Keadaan ini menyebabkan pendidikan mengalami degradasi. Keberadaan mereka pun disadari butuh perjuangan untuk tetap berada di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu mereka melakoni peran yang rumit, yaitu berperan sebagai anak yang baik di depan keluarga, berperan sebagai mahasiswi yang normal seperti kebanyakan mahasiswi-mahasiswi. Banyak peran yang mereka lakoni agar keadaan mereka sebagai ayam kampus tidak diketahui. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatitif dengan pendekatan analisis teori dramaturgi. Dalam hal ini, data dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan didukung dengan pencatatan dokumen yang berasal dari jurnal dan surat khabar serta situs internet. Lokasi penelitian ini berada di 5 kampus di Kota Medan yaitu : Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Yayasan Perguruan Tinggi Harapan, IBBI, Universitas Muhamaddiyah Sumatera Utara (UMSU). Informannya ialah: Penghubung (Germo) dan Ayam kampus. Dari hasil penelitian terhadap 11 ayam kampus di 5 perguruan tinggi menunjukkan bahwa mahasiswi yang menjadi ayam kampus mempunyai faktor-faktor yang berbeda-beda. Tampak dari faktor yang ada, beberapa diantara hasil penelitian ialah banyak kepada faktor ekonomi, faktor kecewa terhadap laki-laki, faktor kepuasan diri terhadap hubungan seksual dan faktor gaya hidup. Kehidupan ayam kampus dianalisa dengan teori dramaturgi dimana kehidupan mereka merupakan pertunjukan yang mereka atur, sutradara, dan lakoni sendiri dengan konsep ‘pertunjukan dramanya sendiri’. Dengan konsep dramaturgis dan permainan peran yang dilakukan oleh ayam kampus, terciptalah suasana-suasana dan kondisi interaksi yang memberikan makna tersendiri. Munculnya pemaknaan ini sangat tergantung pada latar belakang sosial masyarakat itu sendiri. Lakon yang diperankan oleh ayam kampus itu dimainkan dengan sebaik mungkin untuk tidak menunjukkan identitas asli mereka kepada khalayak ramai terutama kepada keluarga dan orangtua. Identitas palsu pun beredar, dengan alasan untuk menjaga kerahasiaan. Jasa yang mereka berikan tidak semurah pelacur dijalanan. Ada pelayanan tersendiri, dilihat dari dimana mereka menuntut ilmu. 030901023

2 Bookmarks
 · 
1,452 Views