Article

Analisis Sistem Antrian di Departemen Washing pada PT Mark Dynamics Indonesia dengan Menggunakan Teknik Simulasi ProModel

Source: OAI

ABSTRACT Salah satu proses pada pembuatan cetakan sarung tangan di PT. Mark Dynamics Indonesia yaitu proses pencucian yang dilakukan di departemen Washing. Proses pencucian ini lini produksinya di bagi atas 3 lini dimana jenis ukuran yang harus dikerjakan terdiri dari 3 jenis yaitu small, medium dan large dimana waktu pengerjaannya berbeda-beda. Pada proses ini, tiap lini terdiri dari 20 orang dengan waktu kerja normal selama 400 menit (6,67 jam) per hari dengan persentase input ukuran yang masuk dalam tiap lini berbeda Berdasarkan pengamatan, terjadi masalah antrian yang cukup serius. Gejala yang terjadi adalah penumpukan yang lebih banyak dibandingkan departemen lain, lamanya waktu satu benda kerja di departemen ini, dan adanya perbedaan antara input yang masuk dengan output benda kerja yang selesai dicuci selama jam kerja normal sehingga terjadi lembur. Jam kerja lembur ini merupakan solusi darurat yang tidak baik diberlakukan terus menerus. Untuk perlu adanya analisis sistem antrian sehingga diharapkan dapat diketahui kondisinya dan dilakukan solusi untuk masalah itu. Dampak fasilitas sibuk menyebabkan waktu dan entity rata-rata dalam antrian yang tinggi. Namum penambahan tenaga kerja juga tidak bisa dilakukan sebanyak mungkin karena adanya nilai utilitas pekerja yang diharapkan perusahaan. Utilitas fasilitas pelayanan yang rendah menimbulkan waktu menganggur sehingga tidak baik karena perusahaan membayar pekerja bukan untuk menganggur. Analisis sistem antrian dilakukan dengan teknik simulasi karena hanya dengan simulasi bisa mendeskripsikan antrian departemen washing yang kedatangannya berbentuk batch (dalam 1 troli yang jumlahnya berbeda beda) dan memiiki waktu antar kedatangan yang berbeda. Sistem antrian juga semakin rumit dianalisis secara manual karena adanya informasi atribut berupa ukuran yang membedakan nilai waktu pelayanan dari entity (benda kerja). Simulasi ini menggunakan ProModel dan dijalankan selama 6,67 jam dengan replikasi sebanyak 10 kali kemudian dilakukan verifikasi dan validasi dan penambahan stream untuk mengurangi ketergantungan data terhadap replikasi. Sebagai analisisnya dilakukan simulasi model usulan dengan penambahan jumlah operator pada masing-masing lini dengan mempertimbangkan waktu rata-rata dalam sistem, jumlah entity maksimum antrian dan utilitas rata-rata operator yang merupakan aspirasi dari perusahaan. Hasilnya menunjukkan penambahan 2 operator di lini 1, 3 operator di lini 2 dan 5 operator di lini 3 merupakan nilai yang memenuhi tingkat aspirasi perusahaan dengan output yang maksimum. Usulan lainnya adalah penambahan jam kerja 7,84 jam tanpa penambahan operator sehingga keluaran mencapai hasil yang sama dengan yang masuk. Namun ini mengorbankan tingkat aspirasi perusahaan. 050403060

5 Bookmarks
 · 
408 Views